• Tidak ada hasil yang ditemukan

60- C. PUSAT KEGIATAN STRATEGIS NASIONAL

Dalam dokumen Perpres Nomor 118 Tahun 2022 - Lampiran (Halaman 60-63)

Pengelolaan dan pengembangan PKSN tal:un 2O2O-2O24 didasarkan

pada amanat RPJMN Tahun 2O2O-2O24, yang menetapkan koridor pembangunan terbagi menjadi dua yaitu "koridor pertumbuhan" dan

"koridor pemerataan'. Berdasarkan pertimbangan di atas, ditetapkan PKSN

yang menjadi fokus pada pengelolaan BWN-KP tahun 2020-2024 yaitu

16 (enam belas) PKSN di dalam koridor pertumbuhan dan pemerataan, yang terdiri atas 9 (sembilan) PKSN Darat, dan 7 (tqjuh) PKSN Laut (termasuk enam diantaranya adalah Major Project RPJMN Tahun 2O2O-2O24), dan 2 (dua) PKSN di luar koridor pertumbuhan dan pemerataan, yang terdiri atas

1 (satu) PKSN Darat dan 1 (satu) PKSN Laut. Adapun rinciannya sebagai berikut:

1. Di Dalam Koridor Pertumbuhan dan Pemerataan

a. Provinsi Aceh, Kota Sabang: PKSN Sabang (PKSN Laut);

b. Provinsi Riau, Kabupaten Bengkalis: PKSN Bengkalis (PKSN Laut);

c. Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Natuna: PKSN Ranai (PKSN Laut);

d. Provinsi Kalimantan Barat (PKSN Darat):

1) Kabupaten Sambas: PKSN Paloh Aruk;

2) Kabupaten Bengkayang: PKSN Jagoi Babang;

e. Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Nunukan: PKSN Tou Lumbis dan PKSN Long Midang, (PKSN Darat) dan PKSN Nunukan (PKSN Laut);

f. Provinsi Nusa Tenggara Timur (PKSN Darat):

1) Kabupaten Belu: PKSN Atambua;

2) Kabupaten Timor Tengah Utara: PKSN Kefamenanu;

g. Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe: PKSN

Tahuna (PKSN Laut).

h. Provinsi Maluku, Kabupaten Kepulauan Tanimbar: PKSN Saumlaki (PKSN Laut).

i. Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Kepulauan Morotai: PKSN Daruba

(PKSN Laut).

j. Provinsi Papua (PKSN Darat);

1) Kota Jayapura: PKSN Jayapura;

SK No 146812A

2) Kabupaten . .

.

2) Kabupaten Boven Digoel: PKSN Tanah Merah;

3) Kabupaten Merauke: PKSN Merauke.

2. Di Luar Koridor Pertumbuhan dan Pemerataan

a. Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Malinau: PKSN Long Nawang (PKSN Darat).

b. Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud: PKSN Melonguane (PKSN Laut).

Cakupan kecamatan yang masuk dalam wilayah PKSN ditetapkan melalui delineasi PKSN. Penetapan kecamatan tersebut menjadi bagian

instrumen untuk pemantauan dan pengukuran tingkat keberhasilan pengembangan ekonomi wilayah. Delineasi PKSN didasarkan pada RDTR

PKSN, RTRW kabupaten/kota, RTRKPN, dan Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi berbasis PKSN. Dari hasil delineasi PKSN diperoleh 46 (empat puluh enam) kecamatan, yaitu 36 (tiga puluh enam) kecamatan yang merupakan Lokpri dan 10 (sepuluh) kecamatan di luar Lokpri yang ditangani pada periode Tahun 2O2O-2O24, namun berada dalam cakupan wilayah PKSN, yaitu:

1. Kecamatan Lokpri

a. PKSN Sabang: Kecamatan Sukakarya dan Kecamatan Sukajaya;

b. PKSN Bengkalis: Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan;

c. PKSN Ranai: Kecamatan Bunguran Utara; Kecamatan Bunguran, Timur, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kecamatan Bunguran Selatan, dan Kecamatan Pulau Tiga;

d. PKSN Atambua: Kecamatan Tasifeto Timur dan Kecamatan Raihat;

e. PKSN Kefamenanu: Kecamatan Insana Utara, Kecamatan Bikomi Utara, Kecamatan Bikomi Tengah, dan Kecamatan Bikomi Nilulat;

f. PKSN Paloh Aruk: Kecamatan Saingan Besar dan Kecamatan Paloh;

g. PKSN Jagoi Babang: Kecamatan Jagoi Babang;

h. PKSN Log Nawang: Kecamatan Kayan Hulu;

i. PKSN Tou Lumbis: Kecamatan Lumbis Ogong;

j. PKSN Long Midang: Kecamatan Krayan;

k. PKSN Nunukan: Kecamatan Nunukan, Kecamatan Nunukan Selatan, dan Kecamatan Sebatik Utara;

l. PKSN Tahuna: Kecamatan Tahuna dan Kecamatan Tahuna Timur;

m. PKSN Melonguane: Kecamatan Melonguane;

n. PKSN. .

.

SK No 146683 A

PRESIDEN

REPIJBLIK INDONESIA

-62

n. PKSN Saumlaki: Kecamatan Tanimba Utara dan Kecamatan

Tanimbar Selatan;

o. PKSN Daruba: Kecamatan Morotai Selatan;

p. PKSN Jayapura: Kecamatan Jayapura Utara dan Kecamatan Muara Tami;

q. PKSN Tanah Merah: Kecamatan Ninati;

r. PKSN Merauke: Kecamatan Meraike, Kecamatan Sota, dan Kecamatan Semangga.

2. Kecamatan di Luar Lokpri

a. PKSN Atambua: Kecamatan Atambua Barat; Kecamatan Atambua Selatan, Kecamatan Kalkuluk Mesak, dan Kecamatan Kota Atambua;

b. PKSN Kefamenanu: Kecamatan Kota Kefamenanu dan Kecamatan Bikomi Selatan;

c. PKSN Tahuna: Kecamatan Tahuna Barat;

d. PKSN Jayapura: Kecamatan Jayapura Selatan dan Kecamatan

Abepura;

e. PKSN Tanah Merah: Kecamatan Mandobo.

Konsep pengembangan kecamatan yang masuk ke dalam cakupan wilayah PKSN, sebagai wilayah hinterland pusat pertumbuhan PKSN,

dilakukan melalui pemenuhan pelayanan dasar, pemenuhan penyediaan

infrastruktur dasar dan konektivitas dalam kecamatan, pengembangan

ekonomi melalui pengembangan komoditas unggulan dari hulu sampai dengan hilir, serta tata kelola pemerintahan. Sedangkan konsep

pengembangan kecamatan perbatasan non-Lokpri dan kecamatan

nonperbatasan yang masuk ke dalam delineasi PKSN, diarahkan pada pengembangan komoditas unggulan dari hulu sampai hilir.

Dari 18 (delapan belas) PKSN di atas, 6 (enam) PKSN di antaranya ditetapkan sebagai proyek prioritas atau Major Projed meliputi: (1) PKSN Paloh Aruk; (2) PKSN Nunukan; (3) PKSN Jayapura; (4) PKSN Merauke;

(5) PKSN Atambua; dan (6) PKSN Kefamenanu. Selanjutnya, untuk

mempercepat pertumbuhan ekonomi Kawasan Perbatasan, 3 (tiga) PKSN di antaranya dilakukan percepatan melalui Instruksi Presiden Nomor

1

Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain, dan Skouw. Kawasan Perbatasan Aruk dalam lingkup PKSN Paloh Aruk, Kawasan Perbatasan Motaain dalam lingkup PKSN Atambua, dan Kawasan Perbatasan Skouw dalam lingkup PKSN Jayapura.

D.LOKASI ...

SK No 146753 A

D. LOKASI PRIORITAS

Penentuan Lokpri dilakukan melalui beberapa pararneter sebagaimana

telah diuraikan sebelumnya. Lokasi ini berada pada wilayah administrasi kecamatan sebagaimana diamanatkan dalam UU Wilayah Negara.

Berdasarkan pertimbangan keberadaan Koridor Pertumbuhan dan Pemerataan dalam RPJMN Tahun 2O2O-2O24, serta amanat RTRKPN dan hasil evaluasi pengelolaan Lokpri periode sebelumnya, jumlah Lokpri yang dikelola pada tahun 2O2O-2O24 sebanyak 222 (dua ratus dua puluh dua)

Lokpri pada 54 (lima puluh empat) kabupaten/ kota di 15 (lima belas) provinsi, dan terbagi ke dalam 2 (dua) kelompok, yaitu 176 (seratus tujuh puluh enam) Lokpri pada 43 (empat puluh tiga) kabupaten/kota di 15 (lima

belas) provinsi berada di dalam Koridor Pertumbuhan dan Pemerataan, dan

46 (empat puluh enam) Lokpri pada 11 (sebelas) kabupaten di 6 (enam)

provinsi berada di luar Koridor Pertumbuhan dan Pemerataan.

Tabel Daftar Lokasi Prioritas dalam RPJMN Tahun 2O2O-2O24

Dalam dokumen Perpres Nomor 118 Tahun 2022 - Lampiran (Halaman 60-63)