• Tidak ada hasil yang ditemukan

900 org

3. PENGUKURANKINERJA

Instrumen pengu.kuran kine{a Renduk Pengelolaan BWN-KP 2O2O-2O24 menggunakan pendekatan capaian keluaran dan hasil (output

and outmmes basedl. Hal ini sejalan dengan kebljakan penganggaran yang menghendaki agar pelaksanaan anggaran dipastikan tidak hanya terlaksana (senf) tetapi juga membawa perubahan yang bisa dirasakan oleh masyarakat (deliueredl. Pengukuran kinerja menggunakan indikator berbasis capaian hasil yang didasarkan pada manfaat yang diperoleh masyarakat.

Instrumen pengukuran kinerja pengelolaan BWN-KP 2O2O-2O24

merupakan bagran dari instrumen evaluasi yang difokuskan pada capaian dan dampak untuk memperjelas makna capaian keluaran dan

hasil program dan kegiatan dalam pengelolaan PLBN, PPKT tidak berpenduduk, dan pembangunan Kawasan Perbatasan baik di PKSN maupun Lokpri. Untuk memenuhi prinsip yang transparan dan akuntabel, perencanaan harus disertai dengan indikator kinerja pelaksanaan rencana, sekurang-kurangnya meliputi indikator keluaran dan indikator hasil/manfaat. Indikator keluaran merupakan konsekuensi

dari perencanaErn program dan akan terus dipantau pelaksanaan dan realisasinya hingga tahun 2024. Sementara evaluasi terhadap capaian hasil/ manfaat diperlukan untuk menggambarkan informasi progres

serta situasi yang terjadi dan dihadapi di Kawasan Perbatasan

berdasarkan indikator dimaksud. Indikator-indikator tersebut diturunkan dari sejumlah variabel yang memengaruhi pencapaian tujuan kebijakan dan sasaran strategis dengan fokus pada capaian berupa hasil dan dampak.

No Provek

Prioritas

Target

Total

target

RPJMN

2024

Instansi

Pelaksana

o

ot ot

N

c-{

e.lol

o

ol

(r) c,l

o

ol

<- c.l

o

c,,t

7 Koordinasi

perencanaan dan

fasilitasi

pelaksanaan

peningkatan sarana-prasarana Hankam di

PPKT

tidak berpenduduk

36 PPKT

4l

PPKT 49 PPKT

49 PPKT

49 PPKT

49 PPKT

Sekretariat

Tetap BNPP

SK No 105814A

Variabel . .

.

Variabel dalam instrumen evaluasi pengelolaan BWN-KP 2O2O-2O24

dispesifikkan dengan dimensi yang menjadi fokus pada masing-masing lokasi. Variabel yang digunakan didesain sensitif terhadap keragaman konteks dan tuntutan situasi di Kawasan Perbatasan yang berusaha

dijawab melalui serangkaian kegiatan yang telah dicanangkan.

Spesifikasi beragam konteks dan kondisi di Kawasan Perbatasan

menghasilkan klasifikasi Kawasan Perbatasan berdasarkan lokus, yaitu:

a Lokpri dan PKSN sebagai fokus pada dimensi "Pembangunan Kawasan";

b Lokasi Titik Keluar-Masuk (Exit-Entry Point) yang terdiri dari PLBN, Pos Lintas Batas (PLB), dan Pusat Pelayanan Pintu Gerbang, sebagai fokus pada dimensi Lintas Batas Negara";

c Batas Teritorial dan lokasi PPKT yang tidak berpenduduk, sebagai fokus pada dimensi "Batas Wilayah Negara".

Masing-masing lokasi tersebut dievaluasi birdasarkan sejumlah variabel dan indikator turunannya sesuai intervensi pada lokus bersangkutan.

Untuk mengoptimalkan upaya pengelolaan BWN-KP di PKSN,

pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan berbagai indikator

yang dikonsolidasikan ke dalam Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan (IPKP) yang merupakan indeks pengukuran kinerja capaian hasil

(outcome/ di PKSN.

MATRIKS. .

.

SK No 105815 A

PRESIDEN

REPUBLIK INDONESIA

_78_

Ito.

faTfct[Ef;Wi CAPAIAIT

tr,fdqf,i

FriEfsrJ,t

zDtr], 2o.21 zlJrI), NLE)

vwt

PT'BAT/

iE.]drJi

IITSTAITgI PEI,IIITSAITA (XEUEITTERIAIT/

1 2 3 4

5

6 7

I

9 10 11 12

XP

1

PEITYELESAIAIT DAI{

PEITEGASAIT BATAA WIIJTYAII

ITE'GARA

Jumlah perundingan yang dilaksanakan

5 Kegiatan

I

1 1 1 1

Jumlah perundingan yang dilaksanakan

4 Kegiatan 1 1 1 1

Prov. Kalbar, Prov. Kaltim, Prov. Kaltara Prov. NTT

1 Perundingan batas wilayah negara Republik Indonesia (Rl)-Malaysia (JIM, Sosek Malindo)

Kementerian Dalam Negeri 2 Perundingar Batas Wilayah

Negara Rl-Republik Demolsatik Timor Leste (RmL) (JBC)

Kementerian Dalam Negeri 3 Perundingan Batas Wilayah

Negara RI-Papua Nugini (Papua New Guinea/PNG) (JBC)

Jumlah perundingan yang dilaksanakan

Jum-tah perundingan yang dilaksanakan

4 Kegiatarr 1

I

1 1 Prov, Papua Kementeriar

Dalam Negeri 4 Perundingan Batas Wilayah

Negara RI-RDTL (SOC)

1 Kegiatan

I

Prov. NTT Kementerian

Luar Negeri

SK No 076757 C

NO.

(iq{r. f;Ii] ili,tTrf{Ta iI.If,.jIl' sr5{t7rfl I';I-'JTN

TARGEf,

PUSAT/

DAERAH/

LOXASI

IITSTAITSI PEL]IIISA.ITA (ITEUEITTERIAN/

LEMBAGA}

,WM 2o21 ,ntn

7WF1

,wzl

1 2 4 .5 6 7 8 9 10 11

5 Kesepakatan teknis perundingan batas negara wilayah laut

Jumlah dokumen kesepakatan teknis perundingan batas negara wilayah

laut

30 Dokumen 4

a

8 6 6 6 Pusat Badan

Informasi Geospasial 6 Kesepakatan telo:is perundingal

batas negara wilayah darat

Jumlah dokumeu kesepakatan teknis perundingan batas negara wilayah darat

15

50

Dokumen 4 3

10

3 Prov, Kalbar, Prov. Kaltim,

Prov, Kaltara, Prov. NTI

Badal

Inforlnasi Geospasial

7 Pilar Common Border Dohtm Rekren@ Flame (CBDRF) RI- Malaysia

Jur

ah tanda batas negara

terukur

Unit 10 10 10 10 Prov. Kalbar,

Prov. Kaltim, Prov. Kaltara Prov.

NIT

Badan Informasi Geospasial 8 Pembalgunan pilar batas negara

RI-RDTL

Jumlah tanda batas negara terbangun dan terukur

163 Unit 5 70 36 36 16 Badan

Informasi Geospasial

SK No 076758 C

PRES

IDEN

REPUBLIK INDONESIA

-80-

no. [-firfwi]

IITDIXATOR irf.Tf,IirT, l-=rr{rrjl1

Im4[ rffirf,

DAERAII/PUSAT/

LOKASI

EETfiTEB (XEUEITTERIAIT/

LEMBAOAI

,ttylil Dittl qw) ,,| Fl

TIVZI

1

2 3

4 5 6 7 8 9 10 11 12

Jumlah tanda batas negara terbangun dan terukur

2o0 Unit 30 50 40 40 40 Prov. Papua

Badal

Informasi Geospasial JumLah Tanda Batas dan

Titik Referensi yang terverifikasi

45 Unit 5 10 10 10 10 Pusat Badan

Informasi Geospasial Luas cakupan peta batas

negara

t.204,5 Km2

l6

438,5 250 250 250 Pusat Badan

Informasi Geospasial Panjang segmen batas

negara wil,ayah darat yang teridentifrkasi pilar batasnya

250 Krn 50 50 50 50 50 Prov. Kalbar,

Prov. Kaltim, Prov,

NII,

Prov. Papua

Badal

Nasional Pengelola Perbatasarr JumLah

titik

perlintasan

Non-PLB dan Non-PLBN yang teridentifrkasi

100 Lokasi 20 20 20 20 20 Daerah Badan Nasional

Pengelola Perbatasarr

I

Pembangunan pilar batas negara RI-PNG

10 Verilikasi Titik Dasar dan

Titik

Referensi

ll

Pembuatan peta batas negara 12 Identifikasi Tanda Batas negara

wilayal

darat

13 Survei identifikasi

titik

perlintasan Non-PLB dan Non-PLBN

SK No 076759 C

o. tlTf,Ftrr'fti niiFriEr.rit iErtf,ijlld

L.rsfi7J,t

5

TR

am trrarf,m

DAERAE/PU8AT/

LOKASI

II{STA.ITSI PEIIIKSA.!tA (XEMEI{TERIAX/

,FYIN

,MI ,\.Yt)

,TVF,

,IVZI

1

2

3 4 7 8 9 10 11 12

l4

Kalibrasi/verihkasi/ pemeliharaan

P

,ar Titik Referensi ffR) di PPKT tidak berpenduduk

Pembangunan sempadan dan tanggul abrasi pantai PPKT tidak berpenduduk

Jumlah PiLar Referensi di

PPKT tidak berpenduduk yang dikalibrasi/

diverilikasi/ dipelihara

9 1 2 2

10

PPKT Badan Nasional Pengelola Perbatasan

15 Jurnlah PPKT yang dibangun

sempadaa dan tanggul abrasi pantai

19 PPKT

I

PPKT Kementerian

Peke{aan Umum dan Perumahan

Raliyat XP

2

PEXTII{GKATAI{ PERTAIIAITAIT WII,AYAII IIDGARA

1 Pembukaan/rintisan Jalur Inspeksi Patroli Perbatasan

Panjang Rintisan/

Pembukaan Jalur Inspeksi Petroli Perbatssan

932 Krn L24,7 57,98 375 370,24 Prov. Kalbar,

Prov. Kaltim, Prov. Kaltara

Kementerian Pertahanan c Perkerasan Jalan Inspeksi Patroli

Perbatasan

Panjang Perkerasal Jalan Inspeksi Paftoli Perbatasan

1662 Krn 79,6 59,81 765 761,54 Prov. Kalbar,

Prov. Kaltim, Prov. Kaltara

Kementerian Pertahanan

SK No 076760

C

PRESIDEN

Dalam dokumen Perpres Nomor 118 Tahun 2022 - Lampiran (Halaman 76-82)