-42-
6) Penyediaan Pasar Ralryat dan Gudang Non-Sistem Resi Gudang (SRG) Penyediaan pasar rakyat dan gudang non-SRG dilakukan terintegrasi dalam satu sistem guna mendukung perekonomian di PKSN. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat setempat mempunyai akses pada perekonomian PKSN sehingga kemajuan yang
dicapai PKSN dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan yang akan dilalsanakan meliputi: (1) pembangunan/
revitalisasi pasar rak5iat; (2) pembangunan gudang non-SRG;
(3) pemberdayaan UMKM; (4) pelatihan manajemen pasar;
(5) penyediaan sarana metrologi legal kabupaten lkota.
7) Peningkatan Pelayanan Pemerintahan
Pembangunan perbatasan khususnya di PKSN diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kawasan Perbatasan.
Hal tersebut memerlukan peran pemerintah dalam
mengoordinasikan pelaksanaan tugas secara efektif dan
menjembatani kebijakan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah kabupaten/kota. Sarana prasarana pemerintahan serta sumber daya manusia menjadi hal yang utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Adapun kegiatan peningkatan pelayanan pemerintahan di PKSN, antara lain: (l) membangun/
merehabilitasi kantor untuk memberikan pelayanan bagi masyaratat sesuai dengan kebutuhan; dan (2) meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
3. Bidang Pemerataan Pembangunan Kawasan Perbatasan Subbidang Pengelolaan Lokpri
Kebijakan pengelolaan Lokpri sebagaimana diamanatkan dalam RPJMN Tahun 2O2O-2O24 diarahkan pada aspek pemerataan pembangunan melalui penyediaan fasilitas pelayanan sosial dasar dan pengembangan perekonomian termasuk pemanfaatan potensi yang dimiliki. Sebagaimana diketahui bahwa Kawasan Perbatasan, dalam hal ini Lokpri termasuk PPKT banyak memiliki potensi sumber daya alam berupa pertanian (perkebunan, hortikultura, dan peternakan), kelautan dan perikanan, serta pariwisata.
Potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk peningkatan pengembangan ekonomi masyarakat. Strategi pelaksanaannya adalah:
SK No 141489A
a. Pengembangan . .
.a
c b
Pengembangan Ekonomi Masyarakat Skala Lokal
Pengembangan ekonomi masyarakat skala lokal dilakukan melalui:
1) Pengembangan perekonomian warga masyarakat yang berbasis pada ekonomi rumah tangga, pemenuhan kebutuhan dan stabilitas harga
bahan makanan pokok, serta pengembangan terhadap mata pencaharian masyarakat.
2) Pengembangan sektor primer terutama sektor pertanian,
perkebunan, kehutanan, dan peternakan. Sektor primer selanjutnya dikembangkan berdasarkan potensi masing-masing Lokpri menjadi produk unggulan melalui pengembangan kawasan sentra produksi tanaman padi untuk menghasilkan beras premium, peningkatan
produksi, produktivitas dan mutu hasil tanaman pangan,
peningkatan produksi dan nilai tambah hortikultura, peningkatan
produktivitas tanaman perkebunan berkelanjutan, pemenuhan pangan asal ternak dan agribisnis peternalan rakyat, penyediaan
dan pengembangan sarana prasarana pertanian, penciptaan
teknologi dan inovasi pertanian bio-industri berkelanjutan, peningkatan peny'uluhan dan pelatihan pertanian, peningkatan kualitas perkarantinaan pertanian dan pengawasan keanekaragaman
hayati, serta peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat.
Peningkatan Produktivitas dan Nilai Tambah Sektor Kelautan dan Perikanan
Pembangunan industri kelautan dan perikanan, serta pengadaan bantuan sarana prasarana infrastruktur kelautan dan perikanan, baik perikanan tangkap dan perikanan budi daya. Dalam pembangunan industri kelautan dan perikanan pada SKPI di Kawasan Perbatasan dan
PPKT perlu terus ditingkatkan sarana prasarananya, seperti di SKPT Rote Ndao dan SKPT Biak. Sementara itu, untuk penguatan kelompok nelayan
dilakukan melalui pelatihan dan bantuan sarana prasarana kapal penangkap ikan beserta peralatannya, sarana prasarana budi daya
rumput laut, sarana prasarana budi daya perikanan darat dan laut, serta konservasi lingkungan.
Peningkatan Atraksi dan Amenitas Pariwisata
Potensi daya tarik wisata merupakan salah satu potensi unggulan di Kawasan Perbatasan. Pada umumnya daya tarik wisata di Kawasan
Perbatasan adalah pariwisata alam, pariwisata budaya, dan pariwisata sejarah. Peningkatan al<sesbilitas dilaksanakan melalui pembangrrnan
SK No 141490A
sarana . .
.PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-44-
sarana prasarana jalan dan transportasi menuju objek wisata.
Peningkatan amenitas dilaksanakan melalui pembangunan sarana pras€rrana daya tarik wisata berbasis masyarakat dan pembangunan tourist information @nter. Sementara untuk atraksi dilaksanakan melalui euent-euent kegiatan, termasuk cross border tourbm.
d. Pembangunan Sarana Prasarana Perdagangan Gudang Non-SRG
Kecamatan Lokpri di Kawasan Perbatasan sebagian besar merupakan daerah remote yang sulit terjangkau dan sebagian diantaranya memiliki ketergantungan cukup tinggi akan pasokan barang dari luar. Untuk itu diperlukan pembangunan Gudang Non-SRG sebagai tempat penyimpanan barang kebutuhan pokok dan komoditas lainnya dalam upaya untuk menjaga ketahanan pangan, dan stabilitas harga.
e. Peningkatan Jejaring Sosial-Budaya Masyarakat di Perbatasan
Selain masalah ekonomi, urusan sosial kemasyarakatan perlu disentuh untuk mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban dan pengembangan ekonomi dengan memanfaatkan jejaring antar kelompok masyarakat serta peningkatan jejaring sosial budaya masyarakat di Kawasan Perbatasan. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara
lain membangun kelompok masyarakat berbasis keagamaan, kepemudaan, dan lain-lain. Di samping itu juga dapat dilakukan kerja sama antarkelompok masyarakat lintas negara untuk beraktivitas bersama. Peningkatan jejaring sosial budaya masyarakat di perbatasan diarahkan untuk meningkatkan kohesi sosial antar-masyarakat di perbatasan dan sekaligus saling pengertian dengan masyarakat perbatasan negara tetangga yang dilaksanakan melalui antara lain:
pengembangan cttg to citg partnership antar-pemerintah daerah di perbatasan dengan pemerintah daerah di negara tetangga;
penyelenggaraan festival budaya perbatasan; pengembangan pasar
bersama perbatasan (cross border marleetl; dan mengefektilkan
komunikasi budaya masyarakat perbatasan melalui radio dan
TV komunitas.
f. Pembangunan dan Peningkatan Infrastruktur Konektivitas dan Sumber Daya Energi
Penyelenggaraan konektivitas yang meliputi pembangunan serta pemeliharaan jalan dan jembatan, transportasi, telekomunikasi dan informasi, melalui percepatan pembangunan konektivitas diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Lokpri.
SK No 141491 A
1) Pembangunan . .
.1) Pembangunan dan Peningkatan Infrastruktur Jalan/Jembatan
Pembangunan infrastruktur konektivitas merupakan prioritas
pemerintah untuk meningkatkan serta membuka akses
antarwilayah. Upaya yang dilakukan berupa pembangunan, pembukaan, dan peningkatan jalan/jembatan strategis nasional (sejajar perbatasan), serta jalan strategis desa/non-status, sebagai
jalan yang bernilai strategis karena selain memiliki fungsi
menumbuhkan perekonomian juga untuk kepentingan pertahanan keamanan. Kegiatan prioritas diarahkan untuk pembangunan ruas
jalan strategis nasional (pembangunan baru, preservasi, pemeliharaan rutin dan berkala), dan kegiatan pembangunan ruas jalan Desa Strategis di Lokpri.
2) Pembangunan dan Peningkatan Infrastruktur Transportasi
Pembangunan transportasi meliputi prasarana transportasi darat (terminal orang dan barang, serta dermaga penyeberangan sungai
danau), transportasi laut (dermaga penyeberangan laut, kapal perintis, tol laut, subsidi angkutan), dan trasportasi udara (bandara perintis, peningkatan fasilitas bangunan, fasilitas terminal, fasilitas landasan).
3) Pembangunan dan Peningkatan Infrastruktur Telekomunikasi dan Informasi
Sejalan dengan kebijakan transformasi digital yang dicanangkan
oleh pemerintah, peningkatan konektivitas telekomunikasi dan
informasi di kecamatan lokasi prioritas dilakukan dengan
memperluas cakupan layanan telekomunikasi dan informasi.
Pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informasi di Kawasan Perbatasan masih belum merata, serta terkendala kondisi geografis dan luas wilayah. Hal ini mengakibatkan masih cukup banyak wilayah pedesaan di kecamatan lokpri Kawasan Perbatasan yang belum terjangkau layanan telekomunikasi (blankspot) dan alses internet. Upaya yang diakukan antara lain penyediaan BTS di wilayah blankspot dan kualitas layanan komunikasi data untuk memperkuat dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap akses telekomunikasi dan informasi. Kegiatan diarahkan untuk penyediaan akses telekomunikasi berupa penyediaan menara pemancar atau BTS dengan beragam teknologi dan penyediaan akses
internet yang diarahkan untuk mendukung layanan kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan perekonomian.
SK No 141492A
4) Pembangunan
.PRESIDEN
Dalam dokumen
Perpres Nomor 118 Tahun 2022 - Lampiran
(Halaman 42-46)