LANDASAN TEORI
D. Alat Peraga
1. Pengertian Alat Peraga
Alat peraga merupakan sesuatu yang mempermudah manusia mengerjakan pekerjaan. sedangkan peraga merupakan sesuatu yang bisa diperagakan atau ditampilkan. Artinya alat peraga dapat didefinisikan dalam sesuatu hal yang dapat diperagakan dan mempermudah pekerjaan manusia. “sesuai dengan para pakar yang mengartikan alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk membantu guru”.32
Pada zaman Rasulullah SAW alat peraga sudah digunakan beliau dalam menjelaskan pelajaran dalam pengajaran. Adapun ayat Al- quran mengenai alat peraga yakni surat Qs. Al-baqarah ayat 164 ayat:
Artinya: Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu dia hidupkan bumi sesudah mati( kering)-nya dan dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran langit dan bumi, sungguh( terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran allah) bagi kaum yang memikirkan.33
32Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan,(Jakarta:Kencana Permada Media Group, 2009),h. 175
33 QS. Al-Baqarah (2):164
Ayat diatas dimaksudkan bahwa allah SWT menuntun manusia untuk melihat, memperhatikan dan memikirkan segala yang ada dan terjadi disekitarnya dengan menyebutkan ciptaannya. Ciptaan allah SWT itu nyata kemanfaatannya sehingga mudah untuk kita pahami, akan tetapi sedikit untuk memahaminya perlu melalui prosesi pemikiran dan perenungan yang panjang. Proses belajar mengajar tidak hanya dapat disampaikan guru melalui kata-kata atau kalimat saja, tetapi diperlukan adanya media pembelajaran (alat peraga). Sebagai sumber belajar yang memiliki arti sebagai alat untuk membantu dalam kegiatan belajar mengajar.
Selain ayat al-quran yang berhubungan dengan alat peraga tersebut terdapat hadist yang menjelaskan bahwasannya pada zaman rasulullah SAW juga menggunakan alat peraga yakni:
Artinya: ”Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda : ” Aku akan bersama orang-orang yang menyantuni anak yatim di surga akan seperti ini (Rasulullah menunjukkan dua jari, jari telunjuk dan tengah yang saling menempel)”.(HR. Muslim bin al-Hijaj Abu al-Husain al- Qusyairi al-Naisaburi)
Hadits ini memang tidak secara eksplisit menerangkan tentang penggunaan alat peraga dalam metode pengajaran akan tetapi secara implisit Nabi Muhammad SAW memberikan contoh tentang penggunaan
27
alat peraga dalam memberikan penjelasan dengan cara menunjukkan kedua jari Beliau sebagai perumpamaan. Dari hadits ini kita mendapati bahwa dalam memahami konsep yang abstrak, kita membutuhkan suatu media yang kongkrit agar pengetahuan menjadi mudah dipahami.
Alat peraga adalah media alat bantu pembelajaran dan segala macam benda yang digunakan untuk memperagakan materi pembelajaran.
Alat peraga disini mengandung pengertian bahwa segala sesuatu yang masih bersifat abstrak, Kemudian dikonkretkan dengan menggunakan alat agar dapat dijangkau dengan pikiran yang sederhana dan dapat dilihat, dipandang, dan dirasakan. Dengan demikian, alat peraga lebih khusus dari media dan teknologi pembelajaran karena berfungsi hanya untuk memperagakan materi pembelajaran yang bersifat abstrak.34
Alat peraga adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyatakan pesan merangsang pikiran, perasaan, dan perhatian dan kemaua siswa sehingga dapat mendorong proses belajar. Alat peraga adalah alat yang memerangkan atau mewujudkan konsep matematika.35
Dari beberapa pengertian di atas, penulis menyimpulkan bahwa alat peraga merupakan suatu media pembelajaran atau suatu alat bantu yang dapat diperagakan dalam menyampaikan isi materi pembelajaran agar lebih mudah dan efektif dalam memahami konsep atau teori yang akan disampaikan.
2. Fungsi Alat Peraga
Dengan melihat, meraba dan memanipulasi alat peraga maka siswa mempunyai pengalaman nyata dalam kehidupan.Adapun fungsi dari penggunaan alat peraga yaitu:
34 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran,( Jakarta: PT Rajagafindo Persada, 2013), h.9
35 Rostina Sudayana, Media Dan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Matematika,(Bandung:Alfabeta,2016),h.7
a. Proses belajar mengajar termotivasi. Baik siswa maupun guru, dan terutama siswa, minatnya akan timbul. Ia akan senang, terangsang, tertarik dan karena itu akan bersikap positif terhadap pembelajaran matematika.
b. Konsep abstrak matematika tersajikan dalam bentuk konkrit dan karena itu dapat dipahami dan dimengerti, dan dapat ditanamkan pada tingkat-tingkat yang lebih rendah.
c. Hubungan antara konsep abstrak matematika dengan benda-benda di alam sekitar akan lebih dapat dipahami.
d. Konsep-konsep yang tersajikan dalam bentuk konkret yaitu dalam bentuk model matematika yang dapat dipakai sebagai objek penelitian maupun sebagai alat untuk meneliti ide-ide baru dan relasi baru menjadi bertambah banyak.36
3. Syarat Dan Kriteria Media Alat Peraga
Beberapa persyaratan dan kriteria alat peraga antara lain:
a. Tahan lama
b. Bentuk dan warnanya menarik c. Sederhana dan dapat dikelola d. Ukuranya sesuai
e. Dapat menyajikan konsep matematika baik dalam bentuk real, gambar atau diagram
f. Sesuai dengan konsep matematika
g. Dapat memperjelas konsep matematika dan bukan sebaliknya.37 4. Alat Peraga Papan Berpaku
Papan berpaku digunakan sebagai alat bantu pengajaran matematika untuk menanamkan konsep/pengertian geometri, seperti pengenalan bangun datar, pengenalan keliling bangun datar, dan menentukan/menghitung luas bangun datar. Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan papan berpaku adalah triplek/papan, gergaji, palu, paku payung, lem kayu, pilok, amplas, mistar,spidol, karet gelang.
36 Siti Annisah, Metode Pembelajran Matematika Di MI ,(Metro:STAIN, 2009), h.165
37Rostina Sudayana, Media Dan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Matematika,(Bandung:Alfabeta,2016),h.18
29
Gambar 2.1 Papan Berpaku
5. Langkah-Langkah Penggunaan Alat Peraga Papan Berpaku
Langkah-langkah dalam penggunaan papan berpaku, antara lain adalah:
a. Letakkan papan berpaku ini di depan kelas, bisa digantung atau disandarkan dengan benda lain. Guru papan berpaku dilengkapi sejumlah karet gelang dengan warna-warna yang berbeda serta dilengkapi pula dengan kertas berbintik atau kertas berpetak.
b. Guru mendemonstrasikan secara klasikal cara membentuk bangun datar.
c. Kemudian masing-masing siswa diminta untuk membentuk bangun datar sesuai dengan kreativitas masing-masing.
d. Siswa diminta untuk menggambarkan hasil yang diperoleh pada kertas berrtitik atau kertas berpetak. 38