BAB II LANDASAN TEORI
C. Kerangka Berpikir
Peranan Orang Tua Dalam Memotivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Anak Di
Desa Pasar Talo Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma
1. Orang Tua Sebagai Panutan
2. Orang Tua Sebagai Motivator Anak 3. Orang Tua Sebagai Cermin Utama
Anak
4. Orang Tua Sebagai Fasilator Anak
Memotivasi anak
1. Upaya Mendorong Anak Belajar Yang Lebih Baik
2. Memberikan Anak Pada Kegiatan Pembelajaran, Sehingga Tujuan Yang Dikehendak Belajar Anak Dapat Tercapai.
3. Memberikan Kekuatan Bagi Setiap Anak Untuk Menimbulkan Kemauandalam Belajar.
Perhatian orang tua merupakan salah satu faktor yang paling dalam mempengaruhi aktifitas belajar anak. Bagi orang tua yang sering meluangkan waktunya untuk pendidikan anaknya akan dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan belajarnya menjadi baik atau turun, maka dapat dicari penyebabnya dan usahakan untuk mengatasinya, terutama berhubungan dengan kesulitan-kesulitan yang berasal dari lingkungan keluarga.
Orang tua yang mempunyai perhatian yang baik terhadap aktifitas belajar anaknya seperti penyadiaan dan pengadaian sarana atau fasilitas belajar termasuk didalamnya buku dan ruang belajar becaan yang menunjang dan sebagainya serta pemberian bantuan lainnya ketika anak mengadapi kesulitan didalam belajar, akan sangat berpengaruh terhadap pencapaian belajar, sebaliknya orang tua yang kurang bahkan sama sekali tidak memperhatikan aktifitas belajar anaknya dapat menyebabkan anak menjadi kurang semangat dalam belajarnya akibatnya nilai belajar anak akan kurang
memuaska. Oleh karena itu sebagai orang tua harus memperhatikan anaknya dalam hal bimbingan belajar mengawasi belajar anak.memberi fasilitas belajara sehingga dapat terjalin kerjasama yang baik dengan sekolah untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam keberhasilan anak.
70
Jenis penelitian ini adalah penelitian yang besifat kualitatif. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. yaitu untuk memperoleh gambaran umum tentang hal-hal yang berkaitan dengan Peranan orang tua dalam memotivasi belajar pendidikan agama islam anak Desa Pasar Talo Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma.
Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dan lisan dari penelitian yang diamati. Penelitian lapangan merupakan penelitian yang menyelidiki secara intensif tentang latar belakang dan interaksi lingkungan.
Penelitian kualitatif bersifat deskriptif yaitu data yang terkumpul berupa kata-kata, gambar, bukan angka-angka kalaupun ada hanya sebagai penunjang. Penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis dan runtut,
faktual serta akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu.1 Penelitian ini berisi tentang kutipan-kutipan data untuk memberikan gambaran penyajian laporan tersebut. Data dapat berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, dokumen pribadi, catatan atau memo dan dokumen resmi lainnya.2 Untuk menentukan informan didasarkan pada kriteria:
1. Mereka (subjek) yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi, sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui, tetapi juga dihayati.
2. Mereka yang tergolong masih terlibat pada kegiatan yang sedang diteliti.
3. Mereka (subjek yang bersangkutan dengan hal yang diteliti) yang mempunyai waktu untuk dimintai informasi
1Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002), cet. XVII. h. 6
2 Sumardi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT Grafindo Persada, 1998), cet. XI,h. 18
4. Mereka yang memberikan informasi sebenarnya. Mereka yang dapat dijadikan sebagai narasumber.3
B. Setting Penelitian 1. Tempat penelitian
Tempat yang diteliti dalam penelitian dilakukan di Desa Pasar Talo Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma pada tanggal 23 November 2021 s.d 23 Desember 2021.
2. Waktu penelitian
Waktu yang digunkan didalam penelitian adalah ketika sudah mendapatkan izin penelitian sampai dengan selesai.
C. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah diperoleh dari data primer dan data sekunder, yaitu sebagai berikut : 1. Data Primer
Data yang diperoleh langsung dari lapangan atau tempat penelitian, misalnya hasil wawancara atau
3 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D,(Bandung, Alfabeta, 2010), h. 401
observasi di lapangan, yang menjadi data primer dalam penelitian ini yaitu anak, dan orang tua anak Desa Pasar Talo Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma.
2. Data Sekunder
Data yang didapat dari sumber bacaan lainnya untuk mendukung laporan penelitian. Misalnya dokumen resmi, hasil studi, maupun data-data lainnya. Data ini untuk mendukung hasil temuan di lapangan serta kelengkapan informasi bagi peneliti. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan peranan orang tua dalam memberikan motivasi belajar kepada anak di Desa Pasar Talo Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Sumber data yang utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, tindakan orang-orang yang diamati atau diwawancarai serta dokumen atau sumber tertulis lainnya yang merupakan data tambahan.
D. Instrumen Penelitian
Instrumen merupakan alat untuk melakukan sesuatu.
Sedangkan penelitian memiliki arti pemeriksaan , penyelidikan, kegiatan pengumpulan, pengolahan analisis dan penyajian data secara otomatis dan objektif.4Oleh karna itu instrumen yang telah teruji validitas reabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang palid dan variabel, apa bila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam penggunaan datanya.
E. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian, di samping perlu menggunakan metode yang tepat, juga perlu memilih teknik dan alat pengumpulan data yang relevan. Penggunaan teknik dan alat pengumpulan data yang tepat memungkinkan diperolehnya data yang objektif. Di bawah ini akan diuraikan teknik penelitian sebagai cara yang dapat ditempuh untuk mengumpulkan data.
4 Ibid, h. 222.
1. Pengamatan (Observation)
Observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan.
Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. Data itu dikumpulkan dan sering dengan bantuan berbagai alat yang sangat canggih, sehingga benda-benda yang sangat kecil (proton dan elektron) maupun yang sangat jauh (benda ruang angkasa) dapat diobservasi dengan jelas. Observasi menjadi observasi partisipatif (participant observation), observasi yang secara terang-terangan dan tersamar (overt observation dan covert observation), dan observasi yang tak berstruktur (unstructured observation).
a. Observasi Partisipatif
Dalam observasi ini, peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.
b. Observasi terus terang atau Tersamar
Dalam hal ini, peneliti dalam hal pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data bahwa ia sedang melakukan penelitian. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti.
c. Observasi Tak Berstruktur
Observasi tak berstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu secara pasti apa yang akan diamati. Dalam pengamatan peneliti tidak menggunakan instrumen yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan.5 Informasi penelitian didapatkan dengan cara mengamati terjadinya peranan orang tua dalam motivasi belajar pendidikan agama islam anak di Desa Pasar Talo Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma.
5 Ibid, h. 310-313
Pengamatan langsung dilaksanakan dengan cara melihat dan mengamati proses pembelajaran secara langsung. Tetapi di sini, peneliti hanya sebagai pengamat saja bukan ikut menjadi objek yang diteliti.
2. Interview (Wawancara)
Wawancara merupakan suatu kegiatan Tanya jawab dengan tatap muka (Face to face) antara pewawancara (interviewer) dengan orang yang akan diwawancarai (interviewee). Proses wawancara yang akan dilakukan dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik wawancara terstruktur. Proses wawancara terstruktur dilakukan dengan menggunakan instrumen pedoman wawancara tertulis yang berisi pertanyaan yang akan diajukan kepada informan. Pertanyaan yang diajukan pewawancara dilakukan secara ketat sesuai dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkan.6
6 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik , ( Jakarta: Bumi Aksara,2013), h.162
Informasi penelitian didapatkan terutama melalui Interview terhadap beberapa responden yakni kepada Peranan orang tua dalam memotivasi belajar pendidikan agama islam anak Desa Pasar Talo Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Dalam penelitian ini, peneliti telah menyiapkan pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun sama. Semua responden diberikan pertanyaan yang sama. Selain itu peneliti juga membawa alat bantu seperti tape recorder untuk merekam hasil wawancara yang dilakukan.
3. Dokumentasi
Cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian disebut teknik dokumenter atau studi dokumenter. Dalam penelitian kualitatif teknik ini merupakan alat pengumpul data yang utama karena hipotesisnya yang diajukan secara
logis dan rasional melalui pendapat, teori atau hukum- hukum yang diterima, baik mendukung maupun yang menolong hipotesis tersebut. Sedang dalam penelitian kuantitatif teknik ini berfungsi untuk menghimpun secara selektif bahan-bahan yang dipergunakan di dalam kerangka atau landasan teori, penyusunan hipotesis secara tajam. Melalui dokumentasi, semua bukti- bukti tertulis akan dipergunakan sebagai penguat penelitian, seperti arsip-arsip tentang catatan jumlah anak yang mengikuti pengajian, foto-foto saat terjadinya proses peranan orang tua dalam motivasi belajar di Desa Pasar Talo Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma
F. Teknik Keabsahan Data
Teknik keabsahan data penulis menggunakan teknik penggumpulan data yang bersifat menghubungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dari beberapa gabungan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk mencari kebenaran tentang berbagai peristiwa yang terjadi.
Ada beberapa langka teknik keabsahan data yang digunakan untuk mengetahui validitas data yaitu: Pemeriksaan terhadap keabsahan data pada dasarnya, selain digunakan untuk menyanggah balik yang dituduhkan kepada penelitian kualitatif yang mengatakan tidak ilmiah, juga merupakan sebagai unsur yang tidak terpisahkan dari tubuh pengetahuan penelitian kualitatif. Keabsahan data dilakukan untuk membuktikan apakah penelitian yang dilakukan benar-benar merupakan penelitian ilmiah sekaligus untuk menguji data yang diperoleh. Teknik keabsahan data pada penelitian ini penulis menggunakan trianggulasi. Trianggulasi dalam pengujian kredibilitas diartikan sebagai pengecekkan data dari berbagai sumber dengan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat trianggulasi sumber, trianggulasi teknik pengumpulan data, dan waktu.7
7 Ibid, h. 273
1. Triangulasi Sumber
Untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Data yang diperoleh dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan (member check) dengan tiga sumber data.
2. Trianggulasi Teknik
Untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data diperoleh dengan wawancara, observasi, dokumentasi. Bila teknik pengujian kredibilitas data tersebut menghasilkan data yang berbeda, maka penelitian melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan untuk memastikan data mana yang dianggap benar.
3. Trianggulasi Waktu
Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat nara sumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk itu dalam rangka pengecekan kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datannya.8
G. Teknik Analisis Data
Analisi data adalah proses pengorgnisasian dan mengumpulkan data kedalam, kategori dan satuan dasar sehingga ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan. Penelitian ini menggunakan analisis model interaktif Milles dan Huberman. Kegiatan pokok analisis model ini meliputi : reduksi data, penyajian
8 Ibid, h. 274
data, kesimpulan-kesimpulan penarikan/ verifikasi. Adapun rincian model tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Reduksi Data
Reduksi data yaitu proses pemilihan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan tranformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan, reduksi data merup akan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan dengan cara sedemikian sehingga kesimpulan kesimpulan finaly dapat ditarik dan diverifikasi.
2. Penyajian Data
Penyajian data yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dalam pelaksanaan penelitian penyajian-penyajian data yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang valid.
3. Menarik kesimpulan/ Verifikasi
Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti- bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.9 Jadi Setelah peneliti mencari, mereduksi dan mendisplay data Peranan orang tua dalam memotivasi belajar pendidikan agama islam anak Desa Pasar Talo Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma, setelah itu memberikan kesimpulan dari data-data yang sudah didisplay.
9 Ibid, h. 247
85 A. Hasil Penelitian
1. Peranan Orang Tua Dalam Memotivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Anak Desa Pasar Talo Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma
Peran orang tua seharusnya adalah sebagai orang pertama dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan terhadap anak-anaknya. Pada pelaksanaannya keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang menjadi dewasa dan keluarga juga merupakan lembaga pendidikan tertua, dan bersifat informal. Berikut adalah hasil wawancara dengan orang tua anak di desa pasar talo kecamatan ilir talo kabupaten seluma sebagai berikut:
a. Ibu Piti Lusmaini orang tua dari Selva Dwi Loliati
"Dalam memotivasi saya kurang dalam mendampingi anak saya belajar, sekedar memberikan nasehat dan peringatan dalam belajar agar bisa
mendapatkan prestasi yang baik, saya sibuk dengan bekerja sebagai petani pulang sore dan saya juga memiliki ternak sapi tiap pagi sebelum berangakat memberi makan sapi sore pulang bekerja ngurus ternak sapi,sapi setiap hari di letakan di lapangan sore di bawah pulang jadi waktu untuk mendampingi anak belajar kurang".1
b. Ibu Yulinar Aryani orang tua dari Iksan Maulana
" saya selalu memberikan yang terbaik dalam mendampingi anak belajar setiap hari saya selalu memberikan waktu untuk motivasi
1 Wawancara Dengan Ibu Piti Lusmaini , 26 November 2021
belajar anak saya karena saya ibu rumah tangga".2
c. Ibu Mardiana orang tua dari Erik Ramadan
"saya kurang banyak memberikan waktu belajar kerena pekerjaan petani pulang sore, sedangkan suami saya pekerja nelayan jadi mengurus persawahan itu saya, tidak banyak waktu untuk mendampingi anak belajar sibuk dengan bekerja.3
d. Ibu Junita Lestari Orang tua dari Ageto Noven Pratama
"saya selalu berusha untuk mendampingi anak saya dalam belajar agar dia mendapatkan nilai yang baik, tapi anak saya sangat malas kalau di suruh untuk belajar anak sudah terbiasa menonton tv, main game, saya sudah cukup
2 Wawancara Dengan Ibu Yulinar, 26 November 2021
3 Wawancara Dengan Ibu Mardiana, 28 November 2021
sabar dalam mendidik anak saya supaya ingin belajar “.4
e. Ibu Sunaiti orang tua dari Hanisa Olivia
"saya selalu meluangkan waktu untuk mendampingi anak belajar tetapi anak saya malas, dan setiap hari bermain terus, saya bekerja nya setiap hari mengurus ternak sapi, tpi saya selalu berusaha mendampingi anak belajar tetapi anak saya malas dalam belajar."465 f. Herlina Saragih orang tua dari Mercia Rahayu
" saya selalu mengutamakan kualitas dan kepentingan belajar anak saya agar selalu mendapatkan nilai yang baik ,Karena saya bekerja cuman mengurus ternak itik di kandang itupun tidak sehari penuh, pagi dengan Sore
4 Wawancara Dengan Ibu Junita Lestari , 28 November 2021
5 Wawancara Dengan Ibu Sunaiti, 29 November 2021
memberi itik makan dari itu saya bisa mendidik anak saya di rumah".6
Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua diketahui bahwa perkembangan belajar anak sudah cukup baik, orang tua sudah cukup berperan dalam memotivasi belajar anak. Bentuk motivasi yang diberikan orang tua hanya pada pembiayaan dan kata- kata atau nasehat, tetapi keseharian anak kurang perhatian orang tua banyak sibuk dengan pekerjaan sebagai petani dan peternak. Fasilitas yang diberikan orang tua kepada anak cukup memadai, selain itu anak cukup mendapatkan perhatian dari orang tua tetapi anak rendah dalam belajar pendidikan agama islam anak banyak kurang menuruti orang tua pada saat belajar anak sering menonton tv, main game dan bermain dengan teman-temannya.7
6 Wawancara Dengan Ibu Herlina 30 November 2021
7 Observasi 27-30 November 2021
Peran orang tua dalam memotivasi belajar anak memiliki hubungan yang signifikan yang saling mempengaruhi satu sama lain antara lingkungan keluarga dan motivasi belajar. Dengan demikian mendidik yang diterapkan orang tua kepada anak sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar. Selain itu hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah menjalin hubungan baik dengan anak. Dengan hal tersebut, akan terciptalah suasana yang menyenangkan dalam keluarga dan pada akhirnya akan mempengaruhi keberhasilan anak. Dapat dikatakan bahwa berjalannya pendidikan itu tidak terlepas dari yang namanya lingkungan keluarga, dimana lingkungan keluarga berperan penting pada peningkatan mutu pendidikan dan lingkungan keluarga juga menjadi motivasi bagi anak untuk meningkatkan prestasi belajarnya.
Peranan orang tua terhadap keberhasilan pendidikan anaknya adalah dengan memberikan
perhatian dan motivasi, terutama perhatian pada kegiatan belajar mereka di rumah. Perhatian orang tua memiliki pengaruh psikologis yang besar terhadap kegiatan belajar anak. Dengan adanya perhatian dan motivasi dari orang tua, anak akan lebih giat dan lebih bersemangat dalam belajar karena ia tahu bahwa bukan dirinya sendiri saja yang berkeinginan untuk maju, akan tetapi orang tua nya pun demikian. Perhatian orang tua dalam bentuk lain dapat berupa pemberian bimbingan dan nasihat, pengawasan terhadap belajar, pemberian motivasi dan penghargaan, serta pemenuhan fasilitas belajar.
Pemberian bimbingan dan nasihat menjadikan anak memiliki tujuan, pemberian pengawasan terhadap belajarnya adalah untuk melatih anak memiliki kedisiplinan, pemberian motivasi dan penghargaan agar anak terdorong untuk belajar dan berprestasi, sedangkan pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan dalam belajar adalah agar anak semakin teguh pendiriannya pada suatu
tujuan yang ingin dicapai dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.
2. Faktor Kendala Orang tua Dalam Memotivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Anak Di Desa Pasar Talo Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma
Pelaksanaan belajar Pendidikan Agama Islam di rumah pada anak pastinya memiliki hambatan. Hambatan dan upaya, ini dapat dikatakan sebagai kewajaran sebab ketika seseorang mengingingkan sesuatu yang baik pasti ada saja hambatan yang dialami. Berdasarkan penelitian awal pada kenyataannya terlihat kendala yang di hadapi orang tua sebagian orang tua mempunyai kesibukan sehingga kurangnya perhatian kepada seorang anak.
Orang Tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari mereka lah anak mula-mula menerima pendidikan. Orang tua memegang peranan penting untuk menimbulkan motivasi belajar dalam diri anak. Karena keberhasilan anak dalam
meningkatkan motivasi belajar tidak hanya ditentukan oleh kegiatan belajar mengajar di sekolahan saja tetapi juga perlu didukung dengan kondisi dan perlakuan orang tua (Pola asuh orang tua di rumah) yang dapat membentuk kebiasaan belajar yang baik. Dalam proses belajar di rumah orang tua memiliki kendala dalam mengajarkan pendidikan agama islam, berikut ini wawancara peneliti terkait dengan tidak ada kendala dalam belajar pendidikan agama islam pada anak.
Wawancara dengan Ibu Yulinar tidak ada faktor kendala yang dihadapi tidak terlalu banyak dari yang lainnya karena bisa di lihat di lapangan bahwasannya ibu yulinar bisa menjadi peran utama dalam membimbing dan memotivasi anak belajar karna ibu yulinar dia sebagai rumah tangga yang banyak memiliki waktu dirumah untuk mendampingi anak belajar, sebagai berikut Penjelasan dari ibu yulinar.
“saya mendidik anak saya cukup banyak waktu, karena kegiatan saya dirumah hanya mengurus anak dan menjadi ibu rumah tangga sangat tanggung jawab saya tentu banyak mengontrol dirumah untuk mendampingi anak belajar dirumah, Allahmdulillah iksan anak saya anak nya tidak terlalu sulit untuk di kontrol waktu belajar, karena saya terus mendorong anak saya supaya dapat menjadi anak yang berguna untuk kedepannya terutama dalam pendidikan agama”8 Penjelasan dari ibu yulinar bahwasannya dalam memberikan motivasi belajar ibu yulinar cukup untuk menjadi peranan utama untuk membimbing anaknya belajar.
Wawancara dengan ibu herlina saragih tidak ada faktor yang dihadapi oleh ibu herlina, dilihat dari lapangan ibu herlina cukup berperna dalam mendidik
8 Wawancara Dengan Ibu Yulinar, 26 November 2021
anaknya belajar, waktunya banyak dirumah karena ibu herlina cuman sekedar mengurus ternak itik didekat rumah yang tidak terlalu sibuk dengan bekerja, ibu herlina masih tetap mengutamakan untuk mendampingi anaknya belajar,ini penjelasan dari ibu herlina saragih sebgai berikut :
“saya tidak terlalu sulit memberikan motivasi kepada anak saya, saya mengutamakan anak saya untuk belajar dengan baik, maka terus saya dorong untuk belajar lebih giat karena untuk kedepannya itu tentu untuk anak saya sendiri, saya dirumah banyak waktu untuk mengontrol anak saya dalam belajar agama, saya bersyukur faktor kendala saya tidak ada yang saya hadapi karena saya dapat mendampingi anak belajar, walau saya ada perternakan tapi tidak terlalu sibuk dengan mengurus perternakan saya, maka