• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Pengolahan Site

Dalam dokumen kawasan wisata betawi di condet (Halaman 114-126)

5.4 ANALISA SITE

5.3.2 Analisa Pengolahan Site

commit to user

100 Analisa pengolahan site bertujuan untuk mendapatkan respon bangunan terhadap site terkait perletakan dan penataan bangunan berikut karakteristik kawasan, orientasi dan lain-lain. Analisa pengelohan site meliputi analisa elemen Kawasan, pencapaian, pola sirkulasi, view, kebisingan, klimatologi, dan kontur.

a. Analisa Pencapaian

Analisa ini bertujuan untuk mengidentifikasi akses menuju ke dalam site yang akan berakibat pada peletakan main entrance baik ke site maupun ke dalam bangunan, side entrance, dll.

Letak site pada kawasan Betawi yang direncanakan dapat diakses dari beberapa jalan diantaranta jalan pucung yang membelah kawasan, jalan manunggal, maupun jalan pangeran yang terhubung ke jalan raya Condet.

Analisa Pencapaian pada site berdasarkan kriteria sebagai berikut :

 Kemudahan akses yang dicapai dari jalan yang berkaitan dengan site bagi seluruh pengguna

 Tidak menimbulkan kemacetan di sekitar site

 Kemudahan pencapaian dari jalan utama.

 Keamanan akses keluar dan kedalam site.

Gambar 26. Batasan Site Sumber : analisa pribadi Jalan pucung

lebar jalan 6 meter, dilalui angkutan 07,jalan dua

arah

Jalan Kober lebar jalan3meter,jala

n dua jalur

Jalan pangeran lebar jalan 4 meter, jalan dua arah, akses penghungung

ke Jalan raya Condet

Jalan manunggal lebar jalan 3 meter, jalan dua arah, penghubung

jJL.Pangeran dan Jl. Kober

commit to user

101 Site kawasan Terbelah oleh Jalan pucung yang merupakan Jalan Utama kendaraan yang melintasi kawasan sehingga aktifitas kawasan dapat tergangu oleh padatnya aktifitas pada jalan tersebut. Selain itu kawasan akan terbagi menjadi dua bagian yang menyebabkan putusnya arus sirkulasi kawasan dengan kondisi tersebut maka dihasilkan analisa sebagai berikut:

 Kawasan dapat diakeses langsung melalui jalan pucung sehingga membelah kawasan menjadi dua bagian. Pencapaian melalui jalan ini merupakan pencapaian yang paling mudah karena merupakan Jalan utama, namun memiliki efek samping membelah kawasan menjadi dua bagian.

 Pencapaian dapat melalui Jalan Kober lalu berbelok ke jalan Manunggal dan pencapaian awal kawasan dari jalan manunggal.

Pencapaian melalui Jalan ini merupakan cara pencapaian yang aman Karena kawasan tidak akan tergangu dengan padatnya arus kendaraan di Jl.Pucung. namun entrance kawsan menjadi di sisi Timur yang kurang terlihat dari jalan utama.

 Entrance dicapai tetap melalui Jl.pucung namun dilakukan rekayasa arus lalu lintas di sekitar kawasan. Yakni dengan memutarkan jalur yang membelah kawasan pada jalan pucung menjadi memutar ke arah Jl.kober - Jl.Manunggal –dan JL.di tepi utara site. Sehingga kawasan lebih steril dari kendaraan bermotor dan tidak terbelah oleh jalan umum. Cara ini merupakan cara yang cuku efektif namun perlu penanganan karena jalur di Jl.kober,dan Manunggal merupakan jalan kecil sehingga perlu penanganan khusus.

 Pencapaian dapat melalui jalan Pangeran sebelah Timur dari jalan raya Condet. Namun jalan yang dilalaui berukuran kecil dan bukan

merupakan jalan yang dialalui angkutan umum.

b. Analisa Pola Sirkulasi

Analisa ini bertujuan untuk mendapatkan pola sirkulasi yang nyaman, aman dan teratur baik ke dalam maupun ke luar site, untuk pengguna kendaraan pribadi, kendaraan umum maupun pejalan kaki.

commit to user

102 Keempat jalan yang mengapit site adalah jalan dua lajur. Namun ketiga jalan adalah jalan permukiman yang memiliki lebar jalan yang kecil serta beberapa bagian kurang baik. Hal ini mengakibatkan terjadi ketidaknyamanan jika dilalui oleh kendaraan beroda empat. Berikut adalah Kriteria analisa Pola sirkulasi :

 Sirkulasi tidak menimbulkan kemacetan dilingkungan sekitar.

 Sirkulasi baik didalam maupun diluar site aman bagi semua pengguana

 Pola sirkulasi disesuaikan konsep alur kegiatan kawasan.

Kondisi jalan pada site berukuran cukup kecil maka dari itu perlu dilakukan pengolahan jalur sirkulasi baik di luar maupun didalam site berikut adalah analisa pola sirkulasi :

 Entrance Kawasan berada di daerah jalan Pucung tanpa ada pengalihan arus namun jalan sedikit dilebarkan. Kekerungannya rawan menimbulkan kepadatan lalu lintas

 Entrance Kawasan berada di jalan pangeran dengan pengalihan arus mealalui jalan kober, manunggal, hingga pembuatan jalan baru di ujung utara site.

 Entrance kawasan terletak di jalan Manunggal dan jalan dilebarkan.

Sirkulasi arus juga tetap dialihkan. Kekurangannya muka depan kawasan tidak nampak dari jalan utama yang ada di Site.

 Pola sirkulasi Dalam site memiliki alur yang berkesinambungan dan runtut sehingga diusahakan site tidak terpecah belah.

Gambar 27. Pola Sirkulasi 1 1

commit to user

103 Sumber : analisa pribadi

Gambar 28. Pola Sirkulasi 2 Sumber : analisa pribadi

Gambar 29. Pola Sirkulasi 3 Sumber : analisa pribadi

c. Analisa View from Site

Analisa ini bertujuan untuk mendapatkan spot-spot menarik yang nantinya dapat menjadi pedoman dalam perletakan bukaan untuk mendapatkan pemandangan indah maupun pengolahan-pengolahan lain seperti fasad dan tata ruang.

 Utara

Merupakan View kearah pemukiman Penduduk. View pada sisi ini kurang baik karena terlihat permukiman penduduk yang cukup padat.

 Timur

2

3

commit to user

104 Merupakan View kearah pemukiman Penduduk. View pada sisi ini kurang baik karena terlihat permukiman penduduk yang cukup padat.

 Selatan

Merupakan View kearah pemukiman Penduduk dan kantor kelurahan. View pada sisi ini kurang baik karena terlihat permukiman penduduk yang cukup padat.

 Barat

Merupakan view kearah sungai serta wilayah Jakarta selatan.

Merupakan view yang paling bagus dari site karena berupa panorama alam dan pemandangan yang asri akibat masih banyaknya vegetasi.

Gambar 30. Analisa View from Site Sumber : analisa pribadi

d. Analisa View to Site

Analisa ini bertujuan untuk mendapatkan sisi fasad bangunan yang akan menjadi point of interest, agar pengunjung mudah menemukan bangunan yang direncanakan. Sisi tersebut juga harus berada di sisi yang memungkinkan untuk mendapatkan kesinambungan visual antar bangunan baru dan bangunan yang sudah ada.

 Dari arah Utara

Site terilah cukup jelas pada bagian jalan pucung namun jika diliahat dari arah permukiman tidaj terlalu terliha karena terhalang permukiman yang cukup padat.

 Dari arah Timur

commit to user

105 Site terlihat tidak cukup jelas pada bagian jalan pangeran. Namun jika dilihat dari Jalan raya Condet kurang terlihat jelas karena terhalang permukiman penduduk dan bangunan sekolah.

 Dari arah Selatan

Site terlihat jelas karena pada bagian arah jalan Pucung. Site juga terlihat jelas dari kantor kelurahan Balekambang.

 Dari arah barat

Site terlihat sanagat jelas terlibih bila dilihat dari arah sungai atau daerah jakarta Selatan yang berada di sebrang sungai.

Gambar 31. Analisa View to Site Sumber : analisa pribadi

e. Analisa Kebisingan

Analisa ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik-titik kebisingan yang akan berpengaruh pada peletakan zona-zona ruang berikut penanganannya.

 Dari arah Utara

Tingkat kebisingan cukup rendah karena berbatasan dengan permukiman penduduk.

 Dari arah Timur

Titik kebisingan sedang, karena berbatasan dengan permukiman dan cukup dekat dengan Jalan raya Condet yang aktifitasnya cukup padat.

 Dari arah Selatan

Titik kebisingan cukup tinggi, karena berbatasan dengan kantor kelurahan dan Jalan pangeran

commit to user

106

 Dari arah Barat

Relative sama dengan arah utara namun intensitas kebisingannya lebih rendah karena kebisingan jalan raya teredam oleh banyaknya vegetasi disisi barat.

Gambar 32. Titik Kebisingan Sumber : analisa pribadi

f. Analisa Klimatologi

Analisa bertujuan untuk mengetahui pergerakan arah matahari dan angin yang akan berdampak pada respon bangunan terkait peletakan ruang, bukaan untuk mendapatkan penghawaan dan pencahayaan alami dan penanganan lain seperti sun shading, barrier, secondary skin dll.

 Analisa matahari

Analisa ini mengidentifikasi pengaruh sinar matahari terhadap site melalui pergerakan matahari dari timur ke barat. Di sekitar site tidak ada bangunan tinggi sehingga tidak menimbulkan daerah bayangan.

Sinar matahari cukup terik sepanjang hari. Panas matahari paling terasa pada siang dan sore hari.

commit to user

107 Gambar 33. Arah Gerak Matahari

Sumber : analisa pribadi

 Analisa angin

Analisa ini mengidentifikasi pengaruh angin terhadap site melalui pergerakan arah angin. Secara makro angin bergerak dari selatan ke utara. Tidak ada bangunan tinggi di sekitar site yang menghalangi arah angin. Banyaknya pepohonon juga menimbulkan angina mikro yang membuat hawa menjadi sejuk walaupun matahari bersinar terik.

Gambar 34. Titik Kebisingan Sumber : analisa pribadi

g. Analisa Kontur

Analisa ini bertujuan untuk mengidentifikasi kontur pada site secara lebih detail yang nantinya akan berpengaruh pada bentuk massa bangunan, struktur, dan aspek lain yang berpengaruh.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya site memiliki kontur tanah yang Variatif denagn kondisi kontur yang relatif datar pada sisi timur dan

commit to user

108 curan dibagian tepi barat site. Sisi kontur yang beragam memungkinkan bangunan pada kawasan bervariatif dimana bangunan pada sisi barat dapat diolah secara atraktif menyesuaikan kontur eksisting.

h. Analisa Zonning Kawasan

Analisa Pengolahan tapak mengasilkan zonning akhir kawasan yang merupakan respon segala kondisi yang ada pada tapak. Zonning akhir kawasan juga ditentukan berdasarkan kebutuhan masing-masing zona yang ada pada kawasan. Berikut adalah kriteria masing- masing zona pada kawasan :

 Zona Budaya

Zona Budaya memeiliki kriteria penempatan berada di sekitar rumah adat yang masih asli karena akan berkaitan satu sama lain. Zona budaya merupakan zona utama pada kawasan sehingga pencapaiannya harus mudah serta mudah terlihat terutama dari main entrance.

Intensitas cahaya yang masuk pada zona budaya diharapkan cukup tidak terlalu panas atau terlalu lembab.

 Zona Penunjang

Zona penunjang berisi bangunan penunjang yang salah satunya berupa home stay maka dari itu selain akses yang harus mudah dicapai terutama dari entrance juga merupakan area yang tidak terlalu banyak kegiatan umum untuk wilayah home stay.

 Zona Pengelola

Zona pengelola harus berada pada tempat yang paling mudah dicapai karena merupakan tempat untuk mencari informasi mengenai kawasan sehingg perletakannya harus ada di area depan.

 Zona Parkir

Zona parkir harus mudah dicapai dari kedua entrance yang ada serta ditempatkan pada posisi yangstrategis.

 Zona Wisata

Karena kegiatan wisata didominasi oleh wisata alam maka zona wista harus berada pada tempat yang kondisi goegrafisnya medukukung dapat berupa pepohonan atau daerah berkontur.

 Zona Kuliner

commit to user

109 Zona kuliner merupakan salah satu zona akhir pada pola kegiatan kawsan sehingg dapat ditempatkan pada akhir pola sirkulasi kawasan.

 Zona servis

Ditempatkan dekat dengan side entrance, tidak terlalu terlihat namun mudah diakses dari seluruh wilayah kawsan.

Gambar 35. Zoning pada Site Sumber : analisa pribadi

i. Analisa Elemen Kawasan

Analisa ini bertujuan untuk membentuk sebuah kawasan dengan memenuhi elemen elemen yang dibutuhkan sebuah kawasan berdasarkan teori Kevin Lynch. Analisa elemen kawasan berupa Path (jalur), Node (simpul) kawsan, Distric (Citra Kawasan), Landmark kawasan, Edge (tepian.)

 Path (jalur)

Path atau jalau pada kawasan memiliki peran yang sangat penting terutama dalam menghubungan zona atau bangunan pada kawasan.

Path atau jalur pada kawasan diutamakan memiliki ciri tertentu yang dapat dijadikan identititas atau elemen pengarah pada kawasan aternatif pengolahan path pada kawasan antara lain meletakan tanda atau penunjuk jalan pada beberapa titik, mneyusun elemen lanskape atau pohon di sepanjang jalan, menggunakan street furniture yang seragam, menggunakan hardscape yang seragan pada jalur kawasan.

 Node (simpul)

Simpul pada kawasan tercipta akibat pertemuan beberapa jalur sirkulasi yang ada pada kawasan yang dapat diisi dengan beberapa objek seperti komunal, sclupture, maupun penunjuk jalan. Pada tapak kawasan

commit to user

110 yang akan direncanakan terdapat vegetasi eksisting serta bangunan eksisting rumah adat yang dapat dijadikan sebagai titik simpul kawasan, titik simpul kawasan juga dapat diletakan pada pertemuan antar zona pada kawasan yang dapat dijadikan zona transisi antar kawasan.titik simpul kawasan juga dapat berupa komunal atau ruang ruang interaksi bagi pengguna.

 Citra Kawasan

Pada site kawasan yang direncanakan citra kawasn diperlukan sebagai identitas kawsan terlebih kawsan yang direncanakan berupa kawsan budaya. Pengolahan citra kawasan yang berkaitan dengan tapak eksisting dapat menyesuaikan dengan kondisi eksisting yang ada. Sesuai dengan pendekatan regionalisme maka elemen elemen lokal digunakan dalam memunculkan citra kawasan. Elemen yang dapat di ambil untuk ememunculkan citra kawasan adalah site eksisting dengan lingkungan yang masih asri dapat dijadikan citra kawsan sebagai kawsan yang asri serta keberadaan rumah adat yang dapat diangkat menjadi sebuah kawasan budaya.

 Landmark

Landmark menjadi sebuah simbol atau point of interest dari kawasan.

Pada tapak yang dapat di jadikan landmark antara lain bangunan rumah adat asli, kawasan perkebunan yang dapat diolah menjadi sebuah landmark kawasan, serta sungai yang bersebelahan dengan site dapat menjadi landmark kawasan.

 Edge (tepian)

Pengolahan tepian atau pembatas sebuah kawasan yang ada pada site Kawasan yang direncanakan memiliki beberapa alternatif pengolahan diantaranya menggunakan batasan yang ada yakni jalan yang berada di tiga sisi site dapat menjadi pembeda sebuah kawasan lalu sungai pada sebelah barat site, serta dapat melakukan pengolahan dengan membuat pagar pembatas ataupun vegetasi sebagai pagar hidup kawasan yang direncanakan, selin itu gerbang atau gate juga dapat dijadikan sebuah batas kawasan.

commit to user

111

Dalam dokumen kawasan wisata betawi di condet (Halaman 114-126)