commit to user
50 Bagi umat Hindu yang bermukim di Jakarta dan sekitarnya, terdapat Pura Adhitya Jaya yang berlokasi di Rawamangun, Jakarta Timur, dan Pura Segara di Cilincing, Jakarta Utara. Rumah ibadah umat Buddha antara lain Vihara Dhammacakka Jaya di Sunter,Vihara Theravada Buddha Sasana di Kelapa Gading, dan Vihara Silaparamitha di Cipinang Jaya.
Sedangkan bagi penganut Konghucu terdapat Kelenteng Jin Tek Yin. Jakarta juga memiliki satu sinagoga yang digunakan oleh pekerja asing Yahudi.
3.1.6 Etnis
Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000, tercatat bahwa penduduk Jakarta berjumlah 8,3 juta jiwa yang terdiri dari orang Jawa sebanyak 35,16%, Betawi (27,65%), Sunda (15,27%), Tionghoa (5,53%), Batak(3,61%), Minangkabau (3,18%), Melayu (1,62%), Bugis (0,59%), Madura (0,57%), Ba nten (0,25%), dan Banjar (0,1%)
Jumlah penduduk dan komposisi etnis di Jakarta, selalu berubah dari tahun ke tahun. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000, tercatat bahwa setidaknya terdapat tujuh etnis besar yang mendiami Jakarta. Suku Jawa merupakan etnis terbesar dengan populasi 35,16% penduduk kota. Etnis Betawi berjumlah 27,65% dari penduduk kota. Pembangunan Jakarta yang cukup pesat sejak awal tahun 1970-an, telah banyak menggusur perkampungan etnis Betawi ke pinggiran kota. Pada tahun 1961, orang Betawi masih membentuk persentase terbesar di wilayah pinggiran seperti Cengkareng, Kebon Jeruk,Pasar Minggu, dan Pulo Gadung.
commit to user
51 KK dan KK Perempuan= 745 KK. Total jumlah penduduk Kelurahan Balekambang adalah sebanyak 30.526 jiwa terdiri dari Laki-laki= 15.651 Jiwa dan Perempuan= 14.875 jiwa serta sebanyak 20.591 jiwa yang wajib KTP.
Kelurahan Balekambang memiliki luas wilayah 167,450 ha yang terbagi menjadi 5 RW dan 53 RT. Kelurahan Balekambang memiliki batas- batas wilayah sebagai Berikut :
a) Sebelah utara: Jalan Buluh, berbatasan dengan wilayah Cililitan.
b) Sebelah Timur: Jalan Raya Condet, berbatasan dengan Kelurahan Batuampar dan kelurahan Gedong kecamatan Pasar Rebo.
c) Sebelah Selatan: Wilayah Kelurahan Gedong Kecamatan Pasar Rebo.
d) Sebelah Barat: Sungai Ciliwung, Wilayah Jakarta Selatan.
Sedangkan Status tanah kelurahan Balekambang terdiri dari Tanah Negara sebanyak 22,75% , Tanah Milik Adat 70,08% , dan Tanah Wakaf 7,16%. Peruntukan tanah Kelurahan Balekambang adalah untuk Perumahan 100,47 Ha, Pendidikan dan Peribadahan 6,70 Ha, Perkantoran 7,53 Ha, Fasilitas umum/ Balai Rakyat 16,75 Ha, Pemakaman 0,72 Ha, Kebun dan lain lain 35,28 Ha. Bentuk kontur pada Kelurahan Balekambang sebagian besar berkontur datar namun pada bagian Barat yang berbatasan dengan sungai Ciliwung memiliki kemiringan tanah antara 15 s.d 30 derajat yang berupa Tebing-tebing. Daerah tersebut banyak ditumbuhi tanaman buah seperti Salak, Duku, Melinjo, kecapi, dan Durian.
3.2.2 Kajian Arsitektur Kelurahan Balekambang
Pada bahasan ini akan menjelaskan mengenai Kajian Arsitektur kelurahan Balekambang yang terdiri dari Pola Penataan Kampung, Potensi bangunan, Potensi Bidang kesenian dan Kerajinan, dan Fasilitas kawasan
a) Pola Penataan kampung.
Pola penataan Kampung Pada wilayah kelurahan Balekambang kebanyakan mengikuti Arah Jalan dan cenderung menghadap Utara/Selatan. Hal tersebut berdasarkan orientasi rumah Betawi pada masa lampau yang menganut orientasi utara-Selatan.
b) Potensi Bangunan
commit to user
52 Pada Wilayah kelurahan Balekambang terdapat Potensi bangunan Cagar Budaya yakni berupa Rumah Adat Betawi yang masih asli. Rumah tersebut merupakan tanda area kelurahan Balekambang sebagai wilayah permukiman Betawi. Rumah tersebut masih Asli seperti pertama dibangun. Berikut adalah Posisi Rumah Adat Asli Betawi.
Gambar 20. Letak Rumah Betawi Sumber : analisis pribadi
Bangunan Rumah Adat Betawi di Balekambang memiliki tipe Bentuk Rumah Kebaya yang bentuknya mirip dengan Rumah Joglo di Jawa Tengah. Tipe ini merupakan Tipe Rumah Adat Betawi yang biasanya
commit to user
53 berada pada tanah yang rata bukan daerah rawa. karakteristik Rumah Adat Betawi di Balekambang sama dengan Rumah Betawi pada umumnya namun terdapat variasi pada ornamennya. Berikut adalah Karakteristik Rumah Betawi Condet.
Orientasi : Orientasi Rumah Betawi Condet menghadap Utara Selatan.
Pola Peruangan : Rumah Betawi Condet terdiri dari 3 bagian Ruang dengan perbandingan luas 1:2:1 . Bagian pertama terletak di depan Bangunan berfungsi sebagai Teras untuk menyambut tamu biasanya ukurannya cukup besar dan lebar karena masyarakat Betawi menyambut tamu di teras rumahnya. Bagian kedua adalah bagian tengah bagian ini ememiliki luas dua kali lipat luas bagian depan dan berfungsi sebagai ruang keluarga serta kamar. Bagian yang terakhir adalah bagian belakang dengan luas sama dengan bagian depan bagian ini berfungsi sebagai dapur.
Bentuk Atap : Bentuk Atap Pada Rumah Betawi Condet sama dengan Rumah Betawi pada umumnya yang bertipe Kebaya.
Ornamen : Ornamen pada Rumah Betawi Condet sebagian besar sama dengan Rumah Betawi pada umunya Hanya saja terdapat variasi pada bagian gigi balang serta Jendela.
Material : Material yang digunakan Pada Rumah Betawi Condet adalah dengan menggunakan Bahan kayu nangka dan durian dengan umur yang tua sehingga bebas rayap dan kuat. Kayu tersebut digunakan untuk struktur maupun elemen dinding hinggapintu dan jendela.
Struktur : Struktur Rumah Betawi Condet pada bagian atap Menggunakan struktur kuda kuda kayu serta kolomnya menggunakan pasak rumah Betawi condet tidak menggunakan struktur tumpang sari untuk bagian atapnya.
c) Potensi Bidang kesenian dan Kerajinan.
Pada Wilayah Balekambang terutama di sekitar Lokasi Rumah Adat Betawi terdapat potensi dalam bidang kesenian berupa sanggar dan tempat tari daerah Betawi sedangkan dari segi kerajinan terdapat tempat
commit to user
54 Pembuatan Ondel-ondel. Potensi-potensi tersebut dapat dijadikan daya tarik Kawasan yang akan dirancang sebagai wisata Budaya serta dapat mengembakan dan mewadahi kegiatan kesenian daerah yang saat ini kurang mempunyai wadah karena selama ini hanya menggunakan rumah penduduk setempat yang bila terjual akan kehilangan tempat untuk latihan.
Berikut adalah pemetaan Potensi seni dan kerajinan betawi yang ada di daerah Balekambang.
Gambar 21. Potensi seni dan kerajinan betawi Sumber : analisis pribadi
d) Fasilitas Kawasan
Kawasan Kelurahan Balekambang khususnya pada wiayah sekitar Rumah Adat terdapat kantor kelurahan balekambang, Pemakaman umum, serta Puskesmas Kelurahan Balekambang.
KETERANGAN :
: Kerajinan Ondel-ondel : Sanggar Tari
: Sanggar Pencak Silat
commit to user
55 Gambar 22. Fasilitas Kawasan
Sumber : analisa pribadi
3.2.3 Alasan Pemilihan Lokasi
Dari Deskripsi mengenai wialayah Balekambang di atas maka lokasi kawasan wisata Betawi bearada pada wilayah Keluarahan Balekambang khusnya di sekitar Rumah Adat Betawi. Penentuan lokasi Kawasan bertujuan untuk melindungi Rumah Adat Betawi dari kepunahan sekaligus memanfaatkan daya tarik Benda cagar budaya tersebut kepada wisatawan