• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis cara Mengembangkan Pasar Modal Syariah Pada

BAB III ANALISIS PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP SYARIAH

B. Analisis cara Mengembangkan Pasar Modal Syariah Pada

Dewan Syariah Nasional dan Majlis Ulama Indonesia Nomor: 40/DSN- MUI/X/2003 dan Peraturan Nomor: 15/POJK.04/2015 Tentang Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal.

B.Analisis cara Mengembangkan Pasar Modal Syariah pada Bursa Efek

a. Mendorong Penguatan regulasi yang mendukung pertumbuhan pasar modal syariah dengan selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai usaha untuk melindungi pemodal atau pelaku pasar modal dari informasi yang tidak benar, serta sebagai langkah untuk memitigasi terjadinya kejahatan di pasar modal. Langkah ini dilakukan suapaya investor syariah semakin berkembang kedepannya.

b. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan melakukan berbagai macam pelatihan-pelatihan. OJK juga akan melakukan penyusunan roadmap pasar modal syariah sebagai pedoman regulator dan stakeholders guna untuk menentukan arah kebijakan lima tahun ke depan.

Roadmap Pasar Modal Syariah Indonesia 2020- 2025 mencakup strategi dan program yang merupakan kelanjutan dari strategi dan program yang tertuang dalam Master Plan Pasar Modal Indonesia 2015-2019.

Penyusunan Roadmap dimana mencerminkan upaya, semangat, dan komitmen pembaharuan yang dilakukan pelaku pasar modal Indonesia.

Hal ini perlu dilakukan dalam menyongsong era dan tantangan aktual yang dihadapi industri keuangan syariah sesuai dengan dinamika dan perubahan yang terjadi. Ada beberapa hal yang merupakan strategi utama pengembangan pasar modal syariah 5 (lima) tahun ke depan dengan penguatan pengaturan, peningkatan supply dan demand, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi informasi, promosi dan edukasi, serta sinergi kebijakan dengan pihak yang terkait.

c. Meningkatkan promosi dan edukasi serta kebijakan dengan pihak terkait, hal ini dilakukan dengan cara meningkatkan penetrasi pasar modal syariah atas produk syariah di pasar modal melalui peningkatan kegiatan mengenai pengenalan tentang produk-produk pasar modal syariah. Hal tersebut dilakukan dengan menggandeng komunitas-komunitas, kampus-kampus dengan melakukan pelatihan, seminar atau webinar mengenai pasar modal syariah.

d. Mengadakan Sekolah Pasar Modal (SPM) dan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS). Program memberikan edukasi dan sosialisasi pasar modal yang diselenggarakan secara berkala.98

Untuk mendorong perkembangan pasar modal syariah di NTB, sangat di perlukan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS), yang bertujuan:

a. Memberikan edukasi yang benar tentang investasi di pasar modal syariah.

b. Memberikan informasi tentang pasar modal syariah.

c. Memberikan edukasi tentang investasi saham syariah di pasar modal.

d. Memberikan informasi tentang mekanisme untuk menjadi investor saham syariah.

e. Memberikan edukasi tentang teori pemilihan saham syariah untuk diinvestasikan.

f. Meningkatkan awareness bahwa investasi di pasar modal Syariah itu mudah dan terjangkau.

98 Dokumentasi, Data Bursa Efek Indonesia , www.idx.co.id, diunduh tanggal 30 Agustus 2020.

g. Memberikan informasi tentang lembaga-lembaga di pasar modal yang memberi fasilitas dan perlindungan kepada investor syariah.99

Perkembangan pasar modal syariah khususnya di Indonesia otomatis memerlukan pemimpin yang memahami subtansi konsep pasar modal syariah secara menyeluruh guna untuk menjalankan lembaga tersebut tetap berjalan sesuai hukum Islam, dimana seorang pemimpin memiliki andil besar untuk kemajuan pasar modal syariah selain itu harus mempunyai tujuan yang bagus yaitu tujuan jangka panjang, visi dan misi yang bagus dan mempunyai pengalaman dan kemampuan serta memahami secara menyeluruh konsep pasar modal syariah itu senderi.

Pemahaman sebagian masyarakat mengenai pasar modal syaraiah masih kurang, bahkan sebagian ulama dan cendikiawan muslim masih belum memahami operasional pasar modal syariah secara mendalam dan menyeluruh. Adanya kemalasan intelektual yang cenderung pragmatis sehingga muncul anggapan bahwa sitem bunga yang berlaku saat ini sudah berjalan atau tidak bertentangan dengan ketentuan agama.100

Minimnya pehamanan masyarakat akan sistem pasar modal syariah disebabkan karena sistem dan perinsip operasional pasar modal syariah masih baru dikenal dibandingkan dengan sistem pasar modal konvensional yang telah ratusan tahun bahkan sudah mendarah daging dalam masyarakat.

kengganan masyarakat yang sudah menggunakan pasar modal konvensional

99Maribella Syawiluna, (Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB) Wawancara, Mataram, 25 Agustsu 2020.

100 Nasril, “Analisis Masalah dan Tantangan Pasar Modal Syariah”, (Jurnal, Mahasiwa UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2017), hlm. 18.

untuk berpindah ke pasar modal syariah walupun mereka adalah seorang muslim.

Sosialisasi dan edukasi yang telah dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB dalam rangka memberikan informasi yang lengkap dan besar mengenai kegiatan usaha pasar modal syariah kepada masyarakat luas belum dilakukan secara maksimal.

Tanggung jawab kegiatan sosialisasi tidak hanya dipundak para pelaku pasar modal syariah sebagai pelaksana operasional pasar modal syariah sehari- hari, tangggung jawab ini diletakkan kepada semua pihak yang mengaku beragama Islam, apakah itu perorangan dan kelompok maupun instansi yang meliputi unsur alim ulama, penguasa Negara pememrintahan, cendikiawan dan lainnya, yang memiliki kemampuan dan akses yang besar dalam penyebarluasan informasi terhadap masyarakat luas.

Sosialisasi dan edukasi tidak hanya kepada masyarakat awam tetapi juga kepada ulama, pondok pesantren, ormas-ormas, istansi dan institusi serta perusahaan, yang masih kurang memahami secara detail apa dan bagaimana keberadaan dan operasional pasar modal syariah sehingga pasar modal syariah mengalami walaupun dari segi fiqih dan syariah mereka tahu bener.

Secara umum pasar modal syariah memiliki beberapa tantangan yang harus dipahami dengan baik dan matang diantaranya, perlunya kondifikasi produk dan standar regulasi yang bersifat nasional dan global untuk menjembatani perbedaan dalam fiqih, untuk itu perlu penyelarasan produk secara nasional maupun global sangat diperlukan agar keuangan Islam

terutama pasar modal dapat tumbuh bersama diberbagai negara, tidak saling memproteksi karena perbedaan mazhab.

Perlu adanya refaransi nilai imbal hasil (Rete Of Return) bagi keuangan syariah khususnya pasar modal syariah, nilai imbal hasil yang dibagikan dalam system keuangan syariah, termasuk pasar modal syariah hendaknya merupakan hasil yang nyata dari aktivitas bisnis.

Kelangsungan progam sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, dalam memberikan ketertarikan dan minat masyarakat untuk memanfaatkan produk-produk pasar modal syariah perlu didorong pelaksanaanya. Inovasi pengembangan produk dan layanan di berbagai jenis lembaga keuangan khususnya pasar modal syariah perlu ditingkatkan, agar dapat bersaing dengan produk-produk konvensional, para pelaku ekonomi syariah hendaknya dapat menciptakan produk yang bernilai keunikan atau berciri khas guna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam buku Pengantar Keuangan Islam: Teoti dan Praktik101 disebutkan tantangan pasar modal syariah diantaranya, Pertama, peran ulama syariah hal ini sangat penting yang mana ulama merupakan pakar syariah yang multidisipliner, yang menguasai tafsir dasar teologi sampai sruktur konsep financial untuk berbagai pengetahuan, memberikan pelatihan dan pemahaman tentang fungsi pasar modal syariah pada masyarakat luas. Kedua, Rekayasa finansial telah merevolusi pasar modal konvensional, seperti sukuk adalah contoh yang bagus namun pada pasar uang hendaknya para pelaku pasar modal syariah

101Zamir Iqbal dan Abbas Mirakho, Pengantar Keuangan Islam: Teori dan Praktik, Terjemahan A.K Anwar (Jakarta Kencana, Prenada Media Group, 2008), hlm. 253-254.

memikirkannya dengan baik karena pasar uang umumnya sesuai dengan syariah hanya transaki spot yang dibolehkan. Ketiga, Intensip untuk mempromosikan pasar modal syariah, selayaknya pembuat kebijakan harus menyediakan intensif bagi instusi bisnis dan financial untuk menggunakan intrumen islami.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian di atas yang telah diuraikan oleh peneliti tentang Penerapan Prinsip-Prinsip Syariah Dalam Upaya Mengembangkan Pasar Modal Syariah (Studi Kasus Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB), maka peneliti menarik beberapa kesimpulan, sebagai berikut:

1. Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB dalam penerapan prinsip- prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah dengan melakukan edukasi dan sosialisasi tentang pasar modal syariah atas produk syariah di pasar modal melalui meningkatkan kegiatan mengenai pengenalan tentang produk pasar modal syariah, seperti memperjual belikan instrument atau produk seperti saham syariah, sukuk, reksandana syariah, Exchange Traded Fund (ETF) Syariah, Efek Beragun Aset (EBA) Syariah dan Dana Investasi Real Estat (DIRE) Syariah, produk-produk tersebut sudah menggunakan akad yang sesuai dengan prinsip syariah dan sesuai dengan paraturan Otoritas Jasa Keuangan dan DSN-MUI. Penerapan perinsip syariah berdampak positif terhadap pengembangan pasar modal syariah di Indonesia dan di NTB, dilihat dari peningkatan jumlah saham dan investor di pasar modal syariah dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan.

2. Kendala dalam penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Bursa Efek Indonesia Kantor

Perwakilan NTB, terdapat beberapa permasalahan berkembangnya pasar modal yang berprinsip syariah di Bursa Efek Indonesia sampai saat ini ialah minimnya jumlah pemodal yang melakukan investasi ke pasar modal di bandingkan dengan jumlah pemodal pada perbankan dan juga masih belum meratanya pemahaman, pengetahuan serta literasi masyarakat terkait pasar modal syariah dan juga jumlah sekuritas yang bisa fasilitasi produk pasar modal syariah masih minim.

Setelah peneliti melakukan penelitian di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB dan mendapatkan hasil, maka saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan, sebagai berikut:

1. Bagi Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB

Bursa Efek Indonesia khususnya di NTB perlu melakukan pendampingan secara khusus kepada investor mengenai penerapan prinsip-prinsip syariah, agar tidak terjadi kejahatan yang merugikan investor. Kemudian Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB harus lebih gencar lagi memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pasar modal syariah seperti produknya, intrumen dan peraturan yang ada pada prinsip syariah sehingga literasi pasar modal syaraiah lebih meningkat.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian yang serupa dengan menggunakan variable yang berbeda seperti mengenai pengaruh atau analisis investasi reksadana syariah maupun sukuk dalam pengembangan pasar modal syariah, dimana pasar modal syariah akan

mengalami perkembangan sehingga diperlukan aturan yang mendukung agar dapat mengetahui kendala yang mungkin dihadapi.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Aziz, Manajmen Investasi Syariah, Bandung: Alfabeta, 2010.

Abdul Manan, Aspek Hukum Dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal Syriah Indonesia, Jakarta :Kencana Prenada Media Group, 2009.

Adrian Sutedi, Pasar Modal Syariah: Sarana Investasi Keuangan Berdasarkan Prinsip Syariah, Jakarta: Sinar Grafika, 2011.

Adrian Sutedi, Pasar Modal Syariah: Sarana Investasi Keuangan Berdasarkan Prinsip Syariah, Jakarta: Sinar Grafika, 2014.

Adrian Sutedi, Pasar Modal Syariah, Jakata : Sinar Grafika, 2014.

Ade Riyadi, Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Untuk Menabung Di Pasar Modal (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakart), Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2016.

Ahmad Syariful Mubaroq, Bagaimana pengaruh penerapan prinsip-prinsip syariah terhadap perkembangan pasar modal syariah pada Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Lampung, IAIN Metro Lampung, 2017.

Andri Soemitra, Bank Dan Lembaga Keuangan Syariah, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009.

Andri Seomitra, Masa Depan Pasar Modal Syariah Di Indonesia, Jakarta:

Penadamedia Group, 2014.

Hasi Observasi di IDX BEI NTB. Arta Sasmita (Representativ Trainer IDX), Mataram: tanggal 04 Oktober 2019 Jam 14: 15.

Husaeni Usman. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara, 1996.

Imam Gunawan. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013.

Indra Sani Harahap, Analisis Hukum Prinsip-Prinsip Syariah Dalam Pasar Modal Syariah Di Indonesia, Mahasiswa Universitas Sumatra Utara Medan, 2011.

Jonathan Sarwono. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta:

Graha Ilmu, 2006.

Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,2014.

Lusiana, Usaha Penanaman Modal di Indonesia, Jakarta: Rajawali Pers, 2012.

M. Nur Rianto Al Arif, Lembaga Keuangan Syariah, Bandung: CV Pustaka Setia, 2012.

Muhammad Yusuf, Manajmen Keuangan Syariah, IAIN Mataram: Cv Sanabil, 2015.

Naili Rahmawati, Manajmen Investasi Syariah, Mataram: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, 2015.

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK/2015 Tentang Penerapan Prinsip Syaraiah di Pasar Modal.

Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung:

ALFABETA, CV. 2012.

Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta:

1998.

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuanga.

L A M

P

I

R

A

N

ALAT PENGUMPUL DATA

Penerapan Prinsip-Prinsip Syariah Dalam Upaya Mengembangkan Pasar Modal Syariah

(Studi Kasus Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB)

1. Wawancara Kepada Manager Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB

a. Bagaimana perkembangan Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB?

b. Apa saja faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi perkembangan Pasar Modal syariah di NTB?

c. Produk apa saja yang paling diminati di Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB?

d. Bagaimana manajemen Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB dalam meningkatkan kepatuhan terhadap Prinsip-prinsip syariah pada Pasar Modal Syariah?

e. Dalam mengembangkan pasar modal syariah apa saja upaya yang di lakukaan oleh Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB dalam meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi di Pasar Modal Syariah?

f. Kendala apa saja yang dihadapi oleh Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB, khususnya dalam mengembangkan pasar modal syariah ?

g. Apa saja tantangan terbesar bagi Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB dalam mengembangkan pasar modal syariah di NTB?

h. Bagaimana pengaruh dari diterapkannya prinsip-prinsip syariah bagi perkembangan Pasar Modal Syariah?

i. Bagaimana implementasi penerapan prinsip-prinsip syariah pasar modal berdasarkan Fatwa DSN Nomor 40/DSN-MUI/X/2003 di Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB? Seperti, Prinsip-prinsip syariah di bidang pasar modal Emiten yang menerbitkan efek syariah, Kriteria dan jenis efek syariah, Transaksi efek, dan Pelaporan dan keterbukaan informasi.

j. Bagimana implementasi penerapan prinsip-prinsip syariah pasar modal berdasarkan peraturan OJK Nomor 15/POJK.04/2015 di Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB? Seperti akad syariah, efek syariah, DPS dan ASPMnya.

2. Wawancara Kepada Karyawan Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB

a. Bisa dijelaskan proses/prosedur transaksi jualbeli surat-surat berharga di Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB?

b. Apa yang harus disiapkan oleh nasabah yang ingin berinvestasi di Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB, dan Apakah ada persyaratan khusus jika ingin berinvestasi di pasar modal syariah?

c. Dalam jualbeli surat-surat berharga, akad apa saja yang digunakan di Pasar Modal Syariah?

d. Apa yang dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi di Pasar Modal Syariah?

3. Wawancara Kepada Nasabah Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB

a. Apa alasan anda memilih berinvestasi di saham syariah ? b. Apa kendala anda selama berinvestasi di saham syariah ?

c. Bagaimana menurut anda penerapan prinsip-prinsip syariah dalam transaksi jualbeli saham di pasar modal syariah?

d. Bagaimana menurut anda mekanisme perdagangan saham sudah sesuai dengan perinsip-prinsip syariah di BEI Kantor Perwkilan NTB ?

Dokumentasi Tempat Penelitian

Wawancara dengan Staf Administrator BEI Kantor Perwakilan NTB