BAB II PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP SYARIAH DALAM
A. Gambaran Umum Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan
1. Sejarah Berdirinya Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB Berdasarkansejarah, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Perkembangan dan pertumbuhan pasar modal pada beberapa periode mengalami kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti pengaruh ekonomi, politik dan berbagai kondisi yang menyebabkan operasi Bursa Efek tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Pada tahun 1977 Pemerintah mengaktifkan kembali pasar modal di Indonesia, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mulai bangkit dan berkembang seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah. Bursa Efek diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 10 Agustus 1997 yang pada saat itu dibentuk Bursa Efek (BEJ). BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Pengaktifan kembali pasar modal ditandai dengan go public PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama.44
Adapun pasar modal berbasis syariah di Indonesia secara resmi diluncurkan pada tanggal 14 Maret 2003 bersamaan dengan penandatanganan MOU antara Bapepam LK dengan Dewan Syariah Nasional Majlis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Pola kerjasama Bapepam
44 Dokumentasi Bura Efek Indonesia, www.idx.co.id, diunduh tanggal 30 Agustus 2020.
LK dengan Dewan Syariah Nasional Majlis Ulama Indonesia (DSN-MUI) adalah hubungan koordiinasi, konsultasi dan kerjasama untuk pengaturan yang efektif dan efesien.45
Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB diresmikan pada tanggal 7 Desember 2017, kantor perwakilan BEI yang ke-28 di Indonesia yang berlokasi di Mataram Jalan Pejanggik Nomor 47. Pendirian Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB di Mataram bertujuan mengenalkan dan mendekatkan layanan Bursa Efek Indonesia kepada pemerintah daerah, instansi, asosiasi profesi dan masyarakat di Provinsi NTB.46
Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan NTB berada di kawasan strategis, pusat kota, yaitu di depan Mall Mataram, masyarakat dengan mudah mencarinya jika membutuhkan informasi lebih lanjut. Kantor 3 laintai ini buka setiap hari kerja pada jam kerja. Laintai 1 merupakan ruang layanan umum, setiap tamu yang datang diminta mengisi buku tamu, lantai 1 juga dipakai untuk meja kerja personil sekuritas, biasanya investor atau calon investor dapat berkonsultasi langsung dengan personil sekuritas.
Lantai 2 merupakan ruang rapat dan ruang Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB, biasanya untuk menerima tamu. Sedangkan lantai 3 merupakan ruangan untuk kegiatan sekolah pasar modal, pelatihan, atau
45 Andri Soemitra dan Hendy M. Fakhruddin, Pasar Modal di Indonesia, (Jakarta:
Salemba Empat, 2011), hlm. 21.
46I Gusti Ngurah Sandiana, (Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB), Wawancara, 25 Agustus 2020.
aktifitas penting lainnya, ruangan ini mampu menampung sekitar 30 orang peserta.47
2. Visi Misi Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB
Bursa Efek Indonesia memiliki Visi dan Misi dalam pengoperasionaannya, yakni:
a. Visi
Menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia.
b. Misi
Menciptakan daya saing untuk menarik investor dan emiten, melalui pemberdayaan anggota bursa dan partisipan, penciptaan nilai tambah, efesiensi biaya serta penerapan good governance.
3. Tugas dan Fungsi Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB
Pasar modal syariah memiliki dua peran penting yaitu sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan untuk mengembangkan usahanya dan sebagai sarana investasi bagi investor. Semua investor berkeinginan perdagangan saham dilakukan secara terbuka dan bebas manipulasi.
Adapun tugas dan peran Bursa Efek Indonesia adalah sebagai pengatur atau pihak yang diberi otoritas untuk mengelola seluk beluk pasar modal, baik itu yang konvensional maupun syariah. Sedangkan tugas pokok Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB adalah melakukan literasi, meningkatkan pengetahuan masyarakat seputaran pasar modal, sekaligus
47Maribella Syawiluna, (Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB) Wawancara, Mataram, 25 Agustsus 2020.
mengajak masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal, baik itu pasar modal konvensional maupun syariah.
a. Tugas Bursa Efek Indonesi
Tugas Bursa Efek Indonesia adalah memastikan perdagangan berlangsung teratur, wajar dan Efesien.
1) Tugas Bursa Efek Indonesi sebagai Fasilator a) Menyediakan sarana perdagangan efek.
b) Mengupayakan likuiditas instrumen yakni akan mengalirnya dana secara cepat pada efek-efek yang dapat dijual.
c) Menyebarluaskan informasi bursa ke seluruh lapisan masyarakat.
d) Memasyarakatkan pasar modal, untuk dapat menarik calon investor maupun perusahan yang go public.
e) Menciptakan instrumen atau pun jasa baru.
2) Tugasa Bursa Efek sebagai
a) Membuat akan peraturan yang sangat berkaitan dengan kegiatan bursa.
b) Dapat Mencegah praktek transaksi yang dilarang melalui pelaksanaan fungsi pengawasan.
c) Ketentuan Bursa Efek juga memiliki kekuatan hukum yang sangat mengikat bagi pelaku pasar modal.
b. Fungsi Bursa Efek Indonesia
1) Akan Menciptakan pasar secara terus menerus bagi efek yang telah ditawarkan kepada masyarakat.
2) Akan Menciptakan harga yang wajar bagi efek yang sangat bersangkutan melalui mekanisme pasar.
3) Membantu pembelanjaan di dunia usaha.48
4. Produk Pasar Modal Syariah pada Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB
a. Saham Syariah
Saham syariah merupakan suatu efek yang berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. Arti saham dalam konteks saham merujuk kepada definisi saham pada umumnya yang diatur dalam undang-undang dan peraturan OJK. Terdapat dua jenis saham syariah yang diakui dipasar modal Indonesia, yaitu: pertama saham yang dinyatakan memenuhi kriteria seleksi saham syariah berdasarkan peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 tentang penerbitan Daftar Efek Syariah, kedua yaitu saham yang tercatat sebagai saham syariah oleh emiten atau perusahaan publik syariah berdasarkan peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2015.
Seluruh saham syariah yang terdapat di pasar modal syariah Indonesia, baik yang tercatat di BEI maupun tidak, dimasukan kedalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK secara berkala, setiap Bulan Mei dan November.
Prinsip syariah mengenal istilah kegiatan musyarakah atau syirkah. Maka secara konsep saham efek yang tidak bertentangan dengan
48 Dokumentasi Bursa Efek Indonesia, www.idx.co.id diunduh tanggal 30 Agustus 2020.
prinsip syariah. Namun tidak semua saham yang diterbitkan oleh Emiten dan Perusahaan Publik dapat disebut sebagai saham syariah.
Saham-saham yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memiliki karakteristik sesuai dengan syariah. Karakteristik tersebut antara lain: tidak ada transaksi yang berbasis unsur riba atau bunga, tidak ada transaksi yang meragukan, saham harus dari perusahaan yang halal aktivitas bisnisnya, tidak ada transaksi yang tidak sesuai etika dan tidak bermoral seperti menipulasi pasar, insider trading, dan lain-lain.49
Sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan dapat dibedakan menurut kegiatan usaha dan tujuan pembelian saham tersebut. Saham menjadi halal (sesuai syariat) jika saham tersebut dikeluarkan oleh perusahaan yang kegiatan usahanya bergerak dibidang yang halal (tidak mengandung unsur riba, gharar, dan maysir) atau dalam niat pembelian saham tersebut adalah untuk investasi, bukan untuk spekulasi. Untuk lebih amannya, saham yang di-listing dalam Jakarta Islamic Index (JII) akan selalu mengalami proses penyaringan (screening) berdasarkan keriteria yang ditetapkan yang berdasarkan prinsip syaraih.
Proses atau prosedur transaksi jual beli saham pada Kantor Bursa Efek Indonesia NTB, sebagai berikut:
1) Investor masuk ke aplikasi sekuritas untuk melakukan transaksi jual/beli saham.
2) Transaksi jual/beli masuk dan di proses pada JATS NEXT-G (Jakarta Automatic Trading System NEXT-G).
49Arta Sasmita, (Executive Trainer Kantor Perwakilan NTB), Wawancara, Mataram, 25 Agustsus 2020.
3) Transaksi jual/beli masuk ke KPEI (Kliring Penjamin Efek Indonesia) dan KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) untuk dilakukan penjaminan dan penyelesaian transaksi.
4) Transaksi jual/beli diterima investor jika transaksi beli maka investor akan di transfer efek dan jika transaksi jual investor akan di transfer dana hasil penjualan saham.50
b. Obligasi Syariah (Sukuk)
Sukuk bukan merupakan surat utang, melainkan bukti kepemilikan bersama atas aset. Setiap sukuk yang diterbitkan harus mempunyai aset yang dijadikan dasar penerbitan (underlying asset).
Klaim kepemilikan pada sukuk didasarkan pada aset yang spesifik.
Penggunaan dana sukuk harus digunakan untuk kegiatan usaha yang halal. Imbalan bagi pemegang sukuk dapat berupa imbalan hasil atau marjin sesuai dengan jenis akad yang digunakan dalam penerbitan sukuk.
Sukuk diterbitkan menggunakan berbagai pilihan akad antara lain akad ijarah (sewa menyewa), mudharabah dan musyarakah (kerjasama), istishnak dan salam (jual beli dengan pemesanan. Manfaat yang diperoleh investor sukuk dapat berupa imbal hasil dan capital gain.
Proses atau Prosedur Transaksi Jual Beli Obligasi dan Sukuk Bursa pada Kantor Bursa Efek Indonesia NTB:
1) Investor melalui anggota bursa untuk melakukan transaksi jual/beli obligasi/sukuk.
2) Transaksi jual/beli masuk dan di proses pada FITS (Fixed Income Trading System)
50Maribella Syawiluna, (Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB) Wawancara, Mataram, 25 Agustsus 2020.
3) Transaksi jual/beli masuk ke KPEI (Kliring Penjamin Efek Indonesia) dan KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) untuk dilakukan penjaminan dan penyelesaian transaksi.
4) Transaksi jual/beli diterima investor jika transaksi beli maka investor akan di transfer obligasi/sukuk dan jika transaksi jual investor akan di transfer dana hasil penjualan obligasi/sukuk.51
c. Reksadana Syariah
Reksadana syariah didefinisikan sebagai reksadana sebagaimana di dalam UUPM dan peraturan pelaksanaanya yang pengelolaannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal. Reksadana syariah sebagaimana reksadana pada umumnya merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi.52
d. Exchange Traded Fund (ETF) Syariah
ETF Syariah atau Exchange Traded Fund Syariah adalah salah satu bentuk dari reksadana yang memenuhi prinsip-prinsip syariah di pasar modal dimana unit penyertaannya dicatatkan dan ditransaksikan seperti saham syariah di Bursa Efek. Karena berbentuk reksadana maka penerbitannya harus memenuhi peraturan OJK Nomor 19/POJK.14/2015 tentang penerbitan dan persyaratan reksadana syariah. Agar pada saat
51Ibidh,.
52Arta Sasmita , (Executive Trainer Kantor Perwakilan NTB), Wawancara, Mataram, 25 Agustsus 2020.
transaksi memenuhi prinsip-prinsip syariah maka investor yang akan melakukan jual beli ETF syariah harus melalui anggota bursa yang memiliki Syariah Online Trading System (SOTS).
e. Efek Beragun Aset (EBA) Syariah
Berdasarkan peraturan OJK No. 20/POJK.04/2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Beragun Aset Syariah, Efek beragun aset syariah (EBA syariah) yang diterbitkan di pasar modal Indonesia terdiri dari dua jenis, yaitu:
1) EBA syariah berbentuk Kontrak Investasi Kolektif antara manajer investasi dan bank kustodian (KIK-EBAS) adalah efek beragun aset yang portofolio (terdiri dari aset keuangan berupa piutang, pembiayaan atau aset keuangan lainnya), akad dan cara pengelolaannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal.
2) EBA syariah berbentuk surat partisipasi (EBAS-SP) adalah Efek Beragun Aset Syariah yang diterbitkan oleh penerbit yang akad dan portofolionya (berupa kumpulan piutang atau pembiayaan pemilikan rumah) tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah di Pasar Modal serta merupakan bukti kepemilikan secara proporsional yang dimiliki bersama oleh sekumpulan pemegang EBAS-SP.
f. Dana Investasi Real Estat (DIRE) Syariah
Berdasarkan peraturan OJK No. 30/POJK.04/2016 tentang Dana Investasi Real Estat Syariah Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, yang
di maksud dengan Dana Investasi Real Estat Syariah (DIRE Syariah) adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan pada aset real estat, aset yang berkaitan dengan real estat, dan/atau kas dan setara kas yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal.
DIRE Syariah berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dikatakan memenuhi prinsip syariah di pasar modal jika akad, cara pengelolaan dan aset real estat, aset yang berkaitan dengan real estat, dan/atau kas dan setara kas, tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK tentang Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal.
Prosedur atau peroses transaksi jual beli surat-surat berharga di pasar modal tidaklah rumit, pertama, untuk melakukan transaksi jual beli surat- surat berharga adalah harus menjadi nasabah di Perusahan Efek/Sekuritas, Persyaratannya seperti KTP, NPWP, dan Buku Tabungan, langkah selanjutnya calon investor akan dibuatkan rekening disalah satu bank, kemudian setelah resmi terdaftar menjadi nasabah dan menyetorkan sejumlah uang, maka investor dapat melakukan kegiatan transaksi.
Sebelumnya menjadi investor, sebaiknya mengenali daftar perusahaan apa saja yang bisa anda tanamkan saham di dalamnya. Untuk mengetahui hal tersebut, anda dapat mengeceknya di Daftar Efek Syariah yang diterbitkan
oleh OJK. Dalam daftar tersebut ditampilkan emiten apa saja yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal.53
Untuk itu memaksimalkan jual beli di pasar modal yang pertama adalah menjadi nasabah di Perusahaan Efek, seseorang harus menjadi nasabah atau membuka rekening di salah perusahaan efek, kemudian pesanan dari nasabah, jual beli saham diawali dengan instuktur dari investor kepada pialang dan dilakukan dengan datang langsung ke kantor atau melalui sarana komunikasi lainnya, pialang akan melanjutkan pesanan ke petugas pialan yang ada di lantai bursa (floor trade), transaksi terjadi (matched), pada tahap ini pesanan yang telah dimaksukkan ke dalam JAST bertemu dengan harga yang sesuai dan tercatat dalam sistem JAST sebagai transaksi yang telah terjadi, penyelesaian transaksi (settlement), investor tidak otomatis mendapatkan hak-haknya (untung/rugi) karena dibutuhkan proses penyelesaian yang berlangsung selama 3 hari, bagian contacting menerima rekap transaksi dari delear, memperoses transaksi nasabah, dan mengirimkan informasi transaksi ke nasabah.54
Saham syariah yang paling diminati oleh investor dan yang konsisten masuk Jakarta Islamic Index (JII) ialah ADRO, AALI, ADHI, ACES, AKRA, ANTM, BMTR, BRPT, CPIN, CTRA, DMAS, EXCL, ICBP, INCO, INDF, INTP, ITMG, JPFA, KAEF, KLBF, LINK, LPPF, LSIP, MAPI, MIKA, MNCN, MYOR, PTBA, PTPP, PWON, SCMA, SIDO, SMRA, TLKM, TPIA, UNTR, UNVR, WIKA, WSBP, dan WTON.
53Ibidh.,
54Maribella Syawiluna, (Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB) Wawancara, Mataram, 25 Agustsus 2020.
Produk yang paling diminati oleh para investor di NTB ialah saham syariah yang mencapai 40% dari jumlah investor, di ikutin reksadana syariah dan obligasi syariah (sukuk) yang hampir sama kemudian Exchange Traded Fund (ETF) Syariah, Efek Beragun Aset (EBA) Syariah, dan Dana Investasi Real Estal (DIRE) Syariah, dimana OJK mencatat jumlah investor di NTB tahun 2020 Semester 1 sebanyak 6.251 sekitar 63%.
B.Penerapan Prinsip-prinsip Syariah pada Bursa Efek Indonesia Kantor