• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian

BAB I PENDAHULUAN

G. Metode Penelitian

1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan secara kualitatif yang penulis pilih agar penulis memperoleh keterangan yang lebih luas dan mendalam mengenai hal-hal yang menjadi pokok pembahasan yang harus ditemukan dalam penelitian tersebut.29

Digunakannya jenis penelitian kualitatif deskripsi karena peneliti menggambarkan yang ada dengan konsisi alamiah subjeknya yang diteliti terkait penerapan prinsip-perisip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.

2. Kehadiran Peneliti

Kehadiran peneliti dalam sebuah penelitian dimana peneliti terjun langsung kelapangan selama 1 (satu) bulan dimulai tanggal 25 Agustus s/d 23 September dengan menggunakan metode observasi, wawacara dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Dimana karyawan yang dapat diwawancarain yaitu Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB, staf Administrator dan Executive Trainer Ketua KSPM serta 5 (lima) investor. Dengan menggunakan metode tersebut peneliti dapat mengumpulkan data atau informasi yang berkaitan dengan masalah

29 Husaeni Usman, Metode Penelitian Sosial, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), hlm. 18.

Penerapan Prinsip-perisip Syariah dalam Upaya Mengembangkan Pasar Modal Syariah Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.

3. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di IDX Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB. Peneliti merasa perlu melakukan penelitian tentang Penerapan Prinsip-Prinsip Syariah Dalam Upaya Mengembangkan Pasar Modal Syariah yang ada di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.

4. Sumber Data dan Jenis Data a. Sumber Data

Sumber data adalah sekumpulan bukti atau fakta yang dikumpulkan dan disajikan untuk tujuan tertentu. Data sangat memegang peranan penting dalam pelaksanaan penelitian. Pemecahan suatu permasalahan dalam penelitian sangat tergantung dari keakuratan data yang diperoleh.30

Berdasarkan sumbernya data dapat digolongkan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder.

1) Sumber Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh dan digali langsung oleh sumber pertama atau subjek penelitian.31 Adapun sumber data primer berupa hasil observasi dalam penelitian ini adalah subyek penelitian (informan) itu sendiri yang berkaitan dengan pasar modal syariah pada Kantor Perwakilan Bursa Efek

30 Husaeni Usman, Metode Penelitian Sosial, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), hlm. 57.

31 Muhammad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam, ( Jakarta: Rajawali Pers, 2008), hlm. 103.

Indonesia NTB. Secara spesifik sumber data primer dalam penelitian ini yaitu: Kepala Bursa Efek Kantor Perwakilan NTB, Executive Trainer IDX Representative Office (Karyawan), Staf Administrator, Ketua KSPM dan 5 (lima) orang investor Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.

2) Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.32 Sumber data sekunder dalam penelitian ini berasal dari data yang sudah di publikasikan seperti buku, catatan dan transkrip dokumen profil Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.

b. Jenis Data

Jenis penelitian ini adalah file research (Penelitian lapangan), adapun jenis data yang dijadikan sebagai sumber data adalah data kualitatif merupakan jenis data yang diungkapkan dalam bentuk kalimat serta uraian-uraian, bahkan dapat berupa cerita.33

32 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:

Rineka Cipta, 1998), hlm. 234.

33 Ibid, h. 39.

Menurut Kartini Kartono penelitian lapangan pada hakekatnya merupakan metode untuk menemukan secara khusus dan realistis apa yang tengah terjadi pada saat di masyarakat.34

Dalam penelitian lapangan ini data diperoleh dari informasi yang benar-benar dibutuhkan. Informasi yang dibutuhkan dalam hal ini adalah penerapan prinsip-prinsip syariah dan perkembangan pasar modal syariah pada Bursa Efek Indonesia NTB.

5. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan.35 Maka dalam hal ini peneliti menggunakan beberapa metode seperti:

a. Wawancara (Interview)

Wawancara merupakan suatu kegiatan tanya jawab dengan tatap muka (face to face) antara pewawancara (interviewer) dan yang diwawancarai (interviewee) tentang masalah yang diteliti, dimana pewawancara bermaksud memperoleh persepsi, sikap dan pola pikir dari yang diwawancarai yang relevan dengan masalah yang diteliti.36

Adapun dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur, dimana wawancara terstruktu peneliti langsung mengirim daftar pertanyaan tertulis via Email Bursa Efek

34 Kartini Kartono, Pengantar Metodologi Riset Sosial, (Bandung: Mandar Maju, 1996), hlm. 32.

35 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:

Rineka Cipta, 1998), hlm. 58.

36 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), hlm. 162.

Indonesia NTB dan Watsapp karyawan Bursa Efek Indonesia dan jawaban dikirim kembali dalam bentuk file.

Wawancara tidak terstruktur Peneliti melakukan wawancara (daring) melalui via telphon dan microsoft teams dengan Bapak I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana (Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Prwakilan NT), Bapak Arta Sasmita (Executive Trainer Bursa Efek Indonesia Kantor Prwakilan NTB) serta Ibuk Maribella Syawiluna (Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor Prwakilan NTB) untuk mengkonfirmasi kembali file jawaban yang dikirim kepeneliti mengenai produk maupun aktivitas Pasar Modal Syariah dalam pelaksanaan prinsip-prinsip syariah dalam mengembangkan pasar modal syariah di NTB. Wawancara tidak terstruktur juga dilakukan oleh peneliti ke investor untuk mendapat data atau informasi mengenia penerapan prinsip-prinsip syaraiah dalam implementasinya di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.

b. Metode Dokumentasi

Metode pengumpulan data dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan lain sebagainya.37 Imam Gunawan lebih spesifik lagi, menurutnya teknik

37 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:

Rineka Cipta, 1998), hlm. 136.

dokumentasi adalah analisis tulisan terhadap isi visual suatu dokumen.38

Metode ini peneliti gunakan untuk memperoleh data tertulis serta dokumen dan catatan penting seperti arsip-arsip, baik itu berupa sejarah Bursa Efek Indonesia visi dan misi dan data yang berkaitan dengan variabel penelitian yaitu penerapan prinsip-prinsip syariah dalam pasar modal syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB. Metode dokumentasi juga digunakan untuk melengkapi data hasil observasi dan wawancara yang dilakukan sebelumnya.

c. Observasi

Metode observasi adalah cara dan teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala atau fenomena yang ada pada objek penelitian.39Kegiatan observasi meliputi melakukan pencatatan secara sistematik kejadian-kejadian, perilaku, obyek-obyek yang dilihat dan hal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukan. Pada tahap awal observasi dilakukan secara umum, peneliti mengumpulkan data atau informasi sebanyak mungkin. Tahap selanjutnya peneliti harus melakukan observasi yang terfokus, yaitu mulai menyempitkan data atau informasi yang diperlukan sehingga peneliti dapat menemukan pola-pola perilaku dan hubungan yang

38 Imam Gunawan, Metode Penelitian, hlm. 176.

39 H. Moh. Pabundu Tika, Metodologi Riset Bisnis, (Jakarta:PT. Bumi Aksara, 2006), hlm. 57.

terus-menerus terjadi. Jika hal itu sudah ditemukan.40Dalam observasi tersebut, peneliti melakukan pengamatan mengenai data yang berhubungan dengan penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.

6. Analisis Data

Langkah penting selanjutnya setelah pengumpulan data dilaksanakan adalah melakukan analisis data. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan.41Dengan analisis data, peneliti mendapatkan gambaran tentang fokus penelitian yang dilakukan. Analisis merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara, dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti.

7. Keabsahan Data

Setelah data dikumpulkan dan dianalisis, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan keabsahan data, kredibilitas dan dapat diartikan sebagai kepercayaan terhadap data, apakah menggambarkan keadaan yang sebenarnya ataukah sebaliknya. Untuk memperoleh keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan yaitu:

a. Pemeriksaan Sejawat

40 Jonathan Sarwono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, (Yogyakarta:

Graha Ilmu, 2006), hlm. 22.

41 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung:

ALFABETA, CV. 2012), hlm. 245.

Pemerikasaan sejawat adalah cara pengecekan dan temuan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi, analisis dengan rekan-rekan sejawat.

Pemeriksaan sejawat bertujuan untuk memperoleh kritikan dan pernyataan yang tajam atas hasil yang telah didapatkan sehingga dapat menuju ketingkat kepercayaan dan kebenaran dari data hasil penelitian mengenai penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.

b. Kecukupan Referensi

Referensi yang dipakai dalam pelaksanaan penelitian nanti terdiri dari bahan dokumentasi, catatan yang tersimpan, buku-buku yang ada kaitannya dengan penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB. Bahan referensi ini sebagai alat untuk menampung dan menyesuaikan dengan kritis tertulis untuk keperluan evaluasi.42

c. Triangulasi

Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Triangulasi

42 Ibid, hlm. 29.

sumber dilakukan untuk mendapatkan informasi dari informan atau sumber lain yang berbeda. Hal tersebut dilakukan dengan cara:

1) Triangulasi Sumber

Membandingkan data hasil wawancara yang satu dengan hasil wawancara yang lain; membandingkan hasil observasi yang satu dengan observasi yang lain, membandingkan hasil dokumentasi yang satu dengan dokumentasi yang lain. Dalam penelitian ini peneliti melakukan perbandingan antara hasil wawancara dengan Kepala BEI, Executive Trainer dan Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor Prwakilan NTB dengan Peraturan Undan- undang OJK, Fatwa DSN-MUI dan wawancara investor.

2) Triangulasi Metode

Membandingkan hasil wawancara dengan hasil dokumentasi, membandingkan data hasil wawancara dengan data observasi, dan membandingkan data hasil dokumentasi dengan data observasi.43 Dalam penelitian ini peneliti melakukan perbandingan hasil wawancara Executive Trainer dan Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor Prwakilan NTB dengan Peraturan Undan- undang OJK, Fatwa DSN-MUI apakah sesuai atau tidaknya dengan pengakuan dari Kepala BEI, Executive Trainer dan Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor Prwakilan NTB dengan Peraturan Undan-undang OJK, Fatwa DSN-MUI dalam

43Ibidh., hlm 255.

penerapan prinsip-prisip syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB, perbandingkan antara hasil wawancara Executive Trainer dan Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor Prwakilan NTB dengan Peraturan Undan-undang OJK, Fatwa DSN-MUI dengan hasil wawancara 5 (lima) orang investor.