OLEH
RIZKI RAMDHANI NIM 160203224
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
MATARAM 2021
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP SYARIAH DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN PASAR MODAL SYARIAH (Studi Kasus Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB)
Skripsi
Diajukan Kepada Universitas Islam Negeri Mataram
Untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi
OLEH
RIZKI RAMDHANI NIM 160203224
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
MATARAM 2021
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi oleh: Rizki Ramdhani, NIM: 160.203.224 dengan judul
“Penerapan Prinsip-prinsip Syariah dalam Upaya Mengembangkan Pasar Modal Syariah (Studi Kasus Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB)”
telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji.
Disetujui pada tanggal: 12 Januari 2021
Pembimbing I, Pembimbing II,
Dr. Muh. Salahudin, M.Ag. Naili Rahmawati, M.Ag.
NIP. 197608061999031002 NIP. 197909132009012008
NOTA DINAS PEMBIMBING
Mataram, 12 Januari 2021
Hal : Ujian Skripsi
Yang Terhormat
Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islma di Mataram
Assalamu’alaikum, Wr. Wb.
Dengan hormat, setelah melakukan bimbingan, arahan, dan koreksi, kami berpendapat bahwa skripsi saudara:
Nama : Rizki Ramdhani NIM : 160.203.224 Jurusan/Prodi : Ekonomi Syariah
Judul : Penerapan Prinsip-prinsip Syariah dalam Upaya Mengembangkan Pasar Modal Syariah (Studi Kasus Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB)
telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam sidang munaqasyah skripsi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Mataram. Oleh Karena itu, kami berharap agar skripsi ini dapat segera di-munaqasyah-kan.
Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.
Pembimbing I, Pembimbing II,
Dr. Muh. Salahudin, M.Ag. Naili Rahmawati, M.Ag.
NIP. 197608061999031002 NIP. 197909132009012008
MOTTO
ﱠﻥِﺍ َﱣ=
ُﺮِّﻴَﻐُﻳ َﻻ ﺎَﻣ ٍﻡ ْﻮَﻘِﺑ ﱣﺘَﺣ ﺍ ْﻭ ُﺮِّﻴَﻐُﻳ ﻰ ﺎَﻣ
ْۗﻢِﻬِﺴُﻔْﻧَﺎِﺑ )
ﺪْﻋ ﱠﺮﻟ ٱ : ١١ (
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri . (Q.S. Ar-Ra’d:11)”.
“Karena hasil tidak akan menghianati usaha”
PERSEMBAHAN
Dengan penuh cinta, kasih sayang dan rasa syukur kepada Allah SWT, saya persembahkan karya tulis (skripsi) ini kepada:
1. Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan atas Hidayah dan Karunia-Nya selama ini. Shalawat dan salam atas junjungan Nabi besar Muhammad SAW. yang telah memberikan perubahan besar untuk perubahan dunia.
2. Kepada kedua orang tua saya, Bapak dan Ibu saya tercinta yang dirahmati Allah SWT Almarhum Jafar dan Raisah, terima kasih atas cinta dan kasih sayangnya. Bapak dan Ibu saya tercinta yang menjadi penyemangat terbesar saya untuk segera menyelesaikan tugas akhir dari perkuliahan ini, yang telah mendidik, menyayangi dan tak pernah putus untuk mendoakan yang terbaik untuk saya, serta yang selalu mendukung saya baik secara material maupun immaterial.
3. Kakak Bunk, adik Widia dan adik Muhammad yang selalu memberikan dukungan, bantuan dan doanya selama ini.
4. Almamater Universitas Islam Negeri Mataram, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram, khususnya Jurusan Ekonomi syariah UIN Mataram yang menjadi tempat saya untuk menuntut ilmu selama perkuliahan.
5. Bapak Dr. Muh. Salahudin, M.Ag. selaku Dosen Pembimbing 1 dan Ibu Naili Rahmawati, M.Ag.. selaku Dosen Pembimbing 2 yang telah meluangkan waktu untuk membimbing, membantu, serta mendukung dalam proses penyelesaian skripsi ini.
6. Bapak/Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang telah mengajarkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan, membimbing, membantu penulis dalam menyelesaikan studi di Universitas Islam Negeri Mataram.
7. Organisasi Pramuka dan kakak-kakak Racana Khalid bin Walid dan Siti Khadijah Pangkalan UIN Mataram. Terima kasih karena telah
memberikan pengetahuan dan mengajarkan saya arti dari kebersamaan, persaudaraan, kekompakaan, dan khususnya kekeluargaan.
8. Seluruh teman-teman kelas F Ekonomi Syariah yang telah bersama saya dalam menuntut ilmu. Terima kasih atas dukungan, bantuan, persahabatan, kebersamaan dan kekompakan.
9. Untuk Bapak/Ibu Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB khususny Bidang Pembinaan UKM. Trima kasih karena telah memberikan pengetahuan, pengalaman, dukungan, kekeluargaan serta doa-doanya.
10. Untuk BEI Kantor Perwakilan NTB, terima kasih telah mengijinkan saya untuk melakukan penelitian dalam menyelesaiakan tugas akhir perkulian di Universitas Islam Negeri Mataram. Pak Ngurah, Mbak Bela dan Mas Arta yang telah membantu dan membimbing saya untuk menyelesaikan karya tulis (skripsi).
11.Semua keluarga, sahabat dan teman-teman yang selalu memberikan semangat, motivasi, dukungan serta doa yang kalian berikan dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya skripsi ini dapat diselesaikan.
Selanjutnya shalawat serta salam penulis panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW., yang telah membimbing umatnya ke jalan yang benar dan sekaligus menyempurnakan akhlak manusia melalui petunjuk ilahi.
Skripsi ini berjudul: “Penerapan Prinsip-prinsip Syariah dalam Upaya Mengembangkan Pasar Modal Syariah (Studi Kasus Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB)’’, yang merupakan syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi (SE) pada Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.
Selama proses penulis skripsi ini penulis sangat menyadari bahwa dalam proses tersebut tidaklah lepas dari segala bantuan, bimbingan dan motivasi dari berbagai pihak. Oleh karenanya, melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Prof Drs. H Mutawalli, M.Ag., selaku Rektor Universitas Islam Negeri Mataram yang telah menyediakan tempat untuk penulis menuntut ilmu;
2. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam;
3. H. Bahrur Rosyid, MM., selaku Ketua Jurusan Ekonomi Syariah;
4. Hj. Siti Nurul Khairani, MM., selaku pembimbing akademik kelas F Ekonomi Syariah angkatan 2016;
5. Dr. Muh. Salahudin, M.Ag., selaku dosen pembimbing I dan Naili Rahmawati, M.Ag, selaku dosen pembimbing II, yang telah banyak
meluangkan waktu dan tenaganya untuk membimbing, mengarahkan, serta memberikan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini;
6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram yang telah membekali berbagai pengetahuan, sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini;
7. Bapak dan Ibu pegawai perpustakaan yang telah memberikan kemudahan kepada penulis untuk mendapatkan literatur atau referensi yang berguna dalam penyusunan skripsi ini;
8. Kepada kedua orang tua saya tercinta yang dirahmati Allah SWT Almarhum Jafar dan Raisah, terima kasih atas cinta dan kasih sayangnya beserta dukungan dan doanya;
9. Semua teman-teman angkatan 2016 FEBI khususnya jurusan Ekonomi Syariah angkatan 2016 khususnya kelas F yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Terimakasih untuk dukungan, bantuan, persahabatan dan kebersamaannya;
10. Semua teman-teman UKM khususnya kakak-kakak Pramuka Racana Khalid bin Walid dan Siti Khadijah Pangkalan UIN Mataram, terimakasih atas dukungan, bantuan, dan kekeluargaannya.
11. Semua keluarga, sahabat dan teman-teman yang selalu memberikan semangat, motivasi, dukungan serta doa yang kalian berikan dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu. Terima kasih sebesar- besarnya.
Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapatkan pahala yang berlipat-ganda dari Allah SWT dan semoga hasil penelitian bisa bermanfaat secara teoritis dan praktis, Amin.
Mataram, 12 Januari 2021 Penulis
Rizki Ramdhani
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v
PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vi
HALAMAN MOTTO ... vii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii
KATA PENGANTAR ... x
DAFTAR ISI ... xiv
DAFTAR TABEL ... xv
ABSTRAK ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 5
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 7
E. Telaah Pustaka ... 8
F. Kerangka Teori ... 11
G. Metode Penelitian ... 24
H. Sistematika Pembahasan ... 33
BAB II PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP SYARIAH DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN PASAR MODAL SYARIAH ... 35
A. Gambaran Umum Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB ... 35
B. Penerapan Prinsip-prinsip Syariah pada Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB ... 46
1. Penerapan Prinsip-prinsip Syariah Pasar Modal Berdasarkan Fatwa DSN-MUI No: 40/DSN- MUI/X/2003 dan Implementasinya di Bursa Efek
Indonesia Kantor Perwakilan NTB ... 47
2. Penerapan Prinsip-prinsip Syariah Pasar Modal Berdasarkan Peraturan OJK Nomor: 15/POJK.04/2015 dan Implementasinya di Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB ... 53
C. Mengembangkan Pasar Modal Syariah Pada Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB ... 59
1. Faktor Pendukung Pasar Modal Syariah ... 60
2. Faktor Penghambat Pasar Modal Syariah ... 62
BAB III ANALISIS PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP SYARIAH DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN PASAR MODAL SYARIAH DI KANTOR PERWAKILAN BURSA EFEK INDONESIA NTB ... 71
A. Analisis Penerapan Prinsip-prinsip Syariah pada Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB... 71
B. Analisis cara Mengembangkan Pasar Modal Syariah Pada Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB ... 77
BAB IV PENUTUP ... 84
A. Kesimpulan ... 84
B. Saran ... 85 DAFTAR PUSTAKA ...
LAMPIRAN ...
DAFTAR TABEL Tabel. 1. Data Jumlah Investor Bursa Efek Indonesia
Tabel. 2. Data Jumlah Investor Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP SYARIAH DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN PASAR MODAL SYARIAH (Studi Kasus Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB)
Oleh:
RIZKI RAMDHANI NIM 160203224
ABSTRAK
Pasar modal syariah merupakan salah satu kegiatan alternatif untuk berinvestasi yang baik bagi masyarakat Indonesia, terlebih penduduk Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam. Akan tetapi, saat ini perkembangan pasar modal syariah di Indonesia masih belum terlalu berkembang seperti pasar modal konvensional. Sehingga penerapan prinsip-prinsip syariah dalam pasar modal syariah menjadi hal yang sangat penting untuk menumbuhkan literasi masyarakat dan bagi perkembangan pasar modal syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip-prinsip syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keungan dan DSN- MUI dan kaitannya dengan mengembangkan pasar modal syariah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), sedangkan sifat penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunkan tekhnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara (daring) dilakukan terhadap Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB, Excecutive Trainer Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB, Staf Administrator Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB, KSPM UIN Mataram dan Investor. Teknik analisis data dilakukan dengan cara berfikir induktif.
Berdasarkan hasil penelitian, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB secara umum sudah menerapkan Prinsip-prinsip syariah sesuai Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia NO: 40/DSN-MUI/X/2003 dan Peraturan Nomor 15/POJK.04/2015 tentang penerapan prinsip-prinsip syariah pasar modal. Penerapan prinsip-prinsip syariah dan upaya edukasi dan sosialisasi yang baik oleh Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB berdampak positif pada perkembangan pasar modal syariah, terlihat dari peningkatan jumlah investor dan jumlah transaksi di pasar modal syariah dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir. Terdapat beberapa permasalahan yang menjadi kendala berkembangnya pasar modal yang berprinsip syariah di Bursa Efek Indonesia sampai saat ini minimnya jumlah pemodal yang melakukan investasi ke pasar modal di bandingkan dengan jumlah pemodal pada perbankan dan juga masih belum meratanya pemahaman, pengetahuan serta literasi masyarakat terkait pasar modal syariah.
Kata Kunci: Penerapan, Prinsip-Prinsip Syariah, Pasar Modal Syariah.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Keuangan syariah saat ini sedang menjalani sejarah untuk berkembang meraih identitas global. Keuangan syariah global sudah bergulir sampai pada pengembangan produk syariah di sektor pasar modal.
Pertumbuhan industri jasa keuangan syariah telah menjadi suatau fenomena yang meluas dan populer di hampir seluruh pasar keuangan dunia.
Pertumbuhan keuangan syariah dalam satu dekade terakhir telah menempatkan posisinya sebagai elemen permanen dalam sistem keuangan global. Beragam prodak keuangan syariah telah diakses secara luas dan tidak lagi bisa dipandang marginal.1
Dalam kondisi sistem keuangan yang tingkat polatilitasnya dinilai tinggi. Sistem keuangan syariah khususnya pasar modal syariah hadir menawarkan alternatif yang menarik dibandingkan pada industri konvensional yang masih mengandalkan riba atau bunga sebagai fondasi dasarnya. Pasar modal yang di dalamnya yang ditransaksikan instrumen keuangan yang sesuai dengan syariat Islam dan dengan cara-cara yang berlandaskan syariah atau pasar modal yang menerapkan prinsip-prinsip syariah.
Prinsip syariah adalah aturan yang berdasarkan hukum atau syariat Islam antara satu pihak dan pihak lain untuk menonjolkan aspek ketuhanan,
1 Andri Seomitra, Masa Depan Pasar Modal Syariah di Indonesia, (Jakarta:
Prenadamedia Group. 2014), hlm. 39-40.
keadilan, kesetaraan dan kejujuran, dalam bertransaksi investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi dan menghindari kegiatan spekulatif dari berbagai transaksi Islam2.
Sebagaimana Firman Allah SWT, dalam surah An-Nisaa’ ayat: 29
ﺎَﻬﱡﻳَﺃ ﺎَﻳ َﻦﻳِﺬﱠﻟﺍ ْﺍﻮُﻨَﻣﺁ َﻻ ْﺍﻮُﻠُﻛْﺄَﺗ ْﻢُﻜَﻟﺍ َﻮْﻣَﺃ
ْﻢُﻜَﻨْﻴَﺑ ِﻞِﻁﺎَﺒْﻟﺎِﺑ ﱠﻻِﺇ
ﻥَﺃ َﻥﻮُﻜَﺗ ًﺓ َﺭﺎَﺠِﺗ ﻦَﻋ
ٍﺽﺍ َﺮَﺗ ْﻢُﻜﻨِّﻣ
َﻻ َﻭ ْﺍﻮُﻠُﺘْﻘَﺗ ْﻢُﻜَﺴُﻔﻧَﺃ
ﱠﻥِﺇ َّ=
َﻥﺎَﻛ ْﻢُﻜِﺑ ﺎًﻤﻴ ِﺣ َﺭ
﴿ ٢٩
﴾
Artinya:”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, keculai dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu, dan janganlah kamu membunuh dirimu (sesungguhnya Allah adalah Maha penyayang kepadamu).
QS. An-Nisaa’: 293
Ayat di atas menjelaskan bahwa didalam prinsip syariah secara umum dimana melarang transaksi yang mengandung unsur riba, maysir, gharar dan jual beli barang haram. Maka dari lembaga keuangan syariah seharusnya menerapkan prinsip syariah yang baik dan sesuai ketentuan syariah.
Prinsip syariah di pasar modal adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan syariah di pasar modal berdasarkan fatwa DSN-MUI, sepanjang fatwa tidak bertentangan dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang sudah tertera.
Dewan syariah Nasional No: 40/DSN-MUI/X/2003 Tentang Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal, menjelaskan bahwa prinsip
2 Adrian Sutedi, Pasar Modal Syariah: Sarana Investasi Keuangan Berdasarkan Prinsip Syariah, (Jakarta: Sinar Grafika, 2014), hlm. 5.
3 Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemah, (Bandung: Diponegoro, 2009), hlm.1.
syariah di pasar modal adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan syariah di pasar modal berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majlis Ulama Indonesia, yaitu memperjualbelikan produk-produk yang sesuai dengan syariah, kemudian yang menggunakan akad seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, wadiah dan wakalah.
Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan salah satu lembaga yang terbentuk dari penggabungan Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 30 Oktober 2007. Dengan demikian, saat ini hanya ada satu pelaksanaan Bursa Efek Indonesia yaitu BEI. Secara resmi telah meluncurkan pasar modal syariah pada tanggal 14 Maret 2003. Bagi pasar modal syariah, listing-Nya dilakukan di Jakarta Islamic Index (JII) yang telah diluncurkan sejak tanggal 3 Juli 2003. Bursa Efek Indonesia (BEI) didirikan dengan tujuan untuk menyelenggarakan perdagangan Efek di Pasar Modal Indonesia yang teratur, wajar, dan efisien.4
Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB adalah kantor cabang dari Bursa Efek Indonesia pusat. Tujuan Utama dari Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB ini adalah mengenalkan edukasi atau memberi pemahama, wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai produk- produk atau instrumen-instrumen yang ada di pasar modal konvensional maupun pasar modal syariah.
Berdasarkan survey atau observasi yang dilakukan di Bursa Efek Indonesia di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB, jumlah saham
4 Adrian Sutedi, Pasar Modal Syariah: Sarana Investasi Keuangan Berdasarkan Prinsip Syariah, (Jakarta: Sinar Grafika, 2011), hlm. 102.
syariah yang terdaptar dalam perhitungan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sekitar 413 saham dan pada periode 23 September 2019 dan jumlah saham syariah dalam daftar Efek Syariah Desember Periode 1 tahun 2019 yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor Kep-29/D.04/2019 tentang Daftar Efek Syariah, yang berlaku 01 Juni 2019 sampai dengan 30 November 2019 sekitar 421 saham dan jumlah saham di syariah yang tercatat di perhitungan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sekitar. Jumlah investor syariah yang terdaftara di Bursa Efek Indonesia di Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat sekitar 30.000 (investor), dan dari 30.000 (investor) ini jumlah investor yang berinvestasi di saham syariah sekitar 6.251 (investor). Dapat kita lihat bahwasanya perkembagan pasar modal syariah di Nusa Tenggara Barat) masih kurang atau masih jauh dibandingkan dengan pasar modal konvensional.5
Executive Trainer Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB, Arta Sasmita, walaupun mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim, harus diakui bahwa terdapat permasalahan yang mendasar yang menjadi kendala perkembangan pasar modal di Indonesia. Tantangan berkembangnya pasar modal syariah karena rendahnya kepercayaan masyarakat, jika dibandingkan dengan pasar modal konvensional. Namun terdapat beberapa permasalahan yang menjadi kendala berkembangnya pasar modal yang berprinsip syariah di Bursa Efek Indonesia sampai saat ini minimnya jumlah pemodal yang melakukan investasi ke pasar modal di bandingkan dengan
5 Observasi, Arta Sasmita (Representativ Trainer IDX BEI NTB X), Mataram, 04 Oktober 2019 Jam 14: 15).
jumlah pemodal pada perbankan dan juga masih belum meratanya pemahaman, pengetahuan serta literasi masyarakat terkait pasar modal syariah.6
Berdasarkan uraian yang dipaparkan di atas, maka perlu kita ketahui mengenai penerapan prinsip-prinsip syariah Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB, dan bagaimana penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syaraiah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat?
2. Apakah ada kendala penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
6 Observasi,
a) Untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat.
b) Untuk mengetahui apakah ada kendala dalam penerapan prinsip- prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat.
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang terkandung di dalam penelitian ini, sebagai berikut:
a) Manfaat teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam pengembangan keilmuan atau menambah wawasaan tentang penerapan prinsip-prinsip syariah yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia dalam Pasar Modal Syariah. Dan dapat menjadi acuan dan refrensi bagi pihak yang akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai permasalahan ini atau yang serupa, serta dapat menambah sumber pustaka teorotis maupun empiris yang telah ada.
b) Manfaat Praktis
1) Bagi Pemerintah dapat digunakan sebagai informasi tentang penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah yang berada di Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB sehingga pemerintah agar lebih
mengetahui mengenai pasar modal syariah dan produk- produknya Bursa Efek Indonesia yang berada di NTB dan juga diharapkan agar dapat meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam rangka meningkatkan konsistensi dan kepercayaan masyarakat ke pada pasar modal syariah.
2) Bagi akademisi dapat digunakan sebagai informasi dan refrensi serta tambahan pustaka untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan permasalahan ini atau yang serupa.
3) Bagi pembaca dapat digunakan sebagai tambahan pengetahuan tentang penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah yang berada di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup
Untuk memudahkan peneliti dalam penelitian ini, maka perlu dibuatkan suatu batasan permasalahan yang dibahas. Adapun ruang lingkup permasalahan yang akan di bahas penelitian ini, tentang bagaimana penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syraiah pada Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB.
2. Setting Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di Jalan Pejanggik Nomor 47 C Mataram Nusa Tenggara Barat, waktu penelitian sekita 1 (satu) bulan
mulai tanggal 25 Agustus s/d 23 September 2020, peneliti melakukan penelitian di Kantor IDX Perwakilan NTB, sumber penelitian didapatkan oleh peneliti berasal dari Dokumentasi Bursa Efek Indonesia, Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB, Excekutiv Trainer serta Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor NTB, KSPM NTB dan Investor yang ada di NTB.
Penelitian yang dilakukan di Kantor IDX Perwakilan NTB karena ingin mengetahui tentang penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Bursa Efek Kantor Perwakilan NTB, dimana prinsip-prinsip syariah yang sudah tertera dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan DSN-MUI dan bagaimana pengimplementasiannya dalam kegiatan transaksi yang dilakuana Bursa Efek Kantor Perwakilan NTB untuk menarik masyarakat NTB untuk melakukan investasi di saham-saham yang ada di pasar modal syariah.
E. Telaah Pustaka
Telaah Pustaka adalah penelusuran terhadap karya-karya terdahulu yang terkait, dengan tujuan untuk menghindari duplikasi serta menjamin keabsahan penelitian yang dilakukan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap beberapa sumber yang didapatkan, telah banyak judul penelitian yang telah membahas topik ini antara lain sebagai berikut:
1. Arum Tunjungsari meneliti tentang “Telaah Penerapan Prinsip Syariah dan Pengaruhnya Pada Kinerja Pasar Modal Syariah Indonesia”.
Permasalahan yang diteliti dalam penelitian (jurnal) ini ialah peneliti mengkaji apakah pengaplikasian kriteria syariah di Indonesia sudah berjalan sebagaimana yang diinginkan dan sesuai dengan kriteria Islam, dan apa pengaruh yang dibawa oleh kriteria syariah terhadap pasar modal syariah di Indonesia. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode literature review dengan pendekatan content analysis dengan teknik pengumpulan data kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa meskipun pertumbuhan jumlah efek syariah beredar di Indonesia menunjukana perkembangan yang pesat, akan tetapi pengembalian return efek di Jakarta Islamic Index (JII) tidak menunjukan perbedaan yang terlalu signifikan dibandingkan Index Harga Sahan Gabungan (IHSG) yang merupakan indeks pasarnya. Dari judul yang di tulis oleh peneliti sebelumnya terdapat persamaan mengenai penerapan prinsip syariah pada pasar modal syariah. Sedangkan perbedaanya terletak dari studi kasus yang diteliti oleh penulis dan fokus kajian yang di teliti oleh peneliti sebelumnya.7
2. Indra Sani Harahap Universitas Brawijaya Malang dalam jurnal ilmiahnya meneliti tentang “Analisis Hukum Prinsip-prinsip Syariah Dalam Pasar Modal Syariah di Indonesia”.
Permasalahan yang diteliti dalam penelitian (tesis) ini ialah peneliti menganalisa secara mendalam mengenai penerapan prinsip-
7 Arum Tunjungsari, “Telaah Penerapan Prinsip Syariah dan Pengaruhnya Pada Kinerja Pasar Modal Syariah Indonesia”, (Jurnal Ilmiah Kajian Ekonomi Islam,Vol. 2, No. 1, 2016), hlm. 1.
prinsip syariah yang diterapkan di Pasar Modal syariah di Indonesia guna mengetahui apakah sudah sesuai atau belum. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian normatif filosofis dengan menggunakan metode eksploratif.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini bahwa Indonesia membentuk Pasar Modal Syariah dimulai dengan instrumen pasar modal yang menggunakan prinsip syariah yang berbentuk reksadana syariah dengan didasarkan pertimbangan ekonomi, filosofi dan politik hukum di Indonesia. Pluralisme hukum dalam sistem hukum di Indonesia berimplikasi pada sistem ekonomi, sehingga akhirnya menyebabkan sistem ekonomi islam ke dalam sistem ekonomi di Indonesia dengan berdasarkan prinsip syariah yang meliputi terbebas dari unsur riba, judi (maysir), haram dan syubhat.
Dari judul yang di tulis oleh peneliti sebelumnya terdapat persamaan atau kemiripan dengan judul penelitian penulis yaitu terletak pada penerapan prinsip-prinsip syariah dalam pasar modal syariah.
Sedangkan Perbedaannya terletak pada fokus penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumya mengangkat tema mengenai Hukum Prinsip- prinsip Syariah pada Pasar Modal Syariah di Indonesia, sedangkan penulis mengangkat judul penelitian tentang Penerapan Prinsip-Prinsip Syariah Dalam Upaya Mengembangkan Pasar Modal Syariah.8
8 Indra Sani Harahap, “Analisis Hukum Prinsip-Prinsip Syariah Dalam Pasar Modal Syariah Di Indonesia”, (Tesis, Mahasiswa Universitas Sumatra Utara Medan, 2011), hlm. 1.
3. Ahmad Syariful Mubaroq meneliti tentang “Pengaruh Penerapan Prinsip- Prinsip Syariah Terhadap Perkembangan Pasar Modal Syariah Pada Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Lampung”.
Permasalah yang diteliti dalam skripsi atau penelitian ini ialah peneliti menganalisis bagaimana penerapan prinsip-prinsip syariah di Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Lampung sesuai dengan aturan yang berlaku dan kaitannya dengan perkembangan pasar modal syariah.
Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif. Proses pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lokai dari penelitian ini (NTB) sudah menerapkan prinsip-prinsip syariah sesuai Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majlis Ulama Indonesia No. 40/DSN-MUI/X/3003.
Akan tetapi Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Lampung belum menerapkan salah satu dari Peraturan No. 15/POJK.04/2015 tentang penerapan prinsip-prinsip syariah di pasar modal, yaitu belum memiliki Ahli Syariah Pasar Modal.
Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya oleh peneliti terdapat persamaan atau kemiripan dengan judul penelitian yaitu terletak pada penerapan prinsip-prinsip syariah di pasar modal syariah. Sedangkan
perbedaanya terletak pada studi kasus dan objek yang di kaji oleh peneliti.9
F. Kerangka Teori
1. Pasar Modal Syariah
a. Pengertian pasar modal syariah
Secara etimologis, untuk istilah pasar digunakan kata bursa, exchange dan market. Adapun untuk istilah modal sering digunakan kata efek, scurities dan stock. Menurut Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, yang dimaksud dengan pasar modal adalah kegiatan yang berkaitan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek.10Menurut Tjipto Dramadji yang dimaksud dengan pasar modal adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual belikan, baik dalam bentuk utang ataupun modal sendiri.11
Sementara itu pengertian pasar modal syariah adalah pasar modal yang dijalankan dengan prinsip-prinsip syariah, setiap transaksi surat berharga di pasar modal dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syari’at Islam.12Pasar modal syariah idealnya dikarakterisasi oleh ketiadaan transaksi yang berbasis bunga (riba), transaksi meragukan
9 Ahmad Syariful Mubaroq, “Pengaruh Penerapan Prinsip-Prinsip Syariah Terhadap Perkembangan Pasar Modal Syariah Pada Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Lampung”, (Skipsi, Mahasiwa IAIN Metro Lampung, 2017), hlm. 1.
10 M. Nur Rianto Al Arif, Lembaga Keungan, (CV Pustaka Setia, 2012), hlm. 343- 344. 11 Andri Seomitra, Bank Lembaga Keuangan Syariah, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009), hlm. 100.
12 Adrian Sutedi, Pasar Modal Syariah,( Jakata: Sinar Grafika, 2014), hlm. 29.
dan saham perusahaan yang berbisnis pada aktivitas dan barang haram.13
Sedangkan pengertian pasar modal syariah menurut Fatwa DSN-MUI No 40/DSN-MUI/XI/2003 Tentang Pasar Modal Dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di bidang Pasar Modal adalah:
1) Pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan Perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.
2) Pasar modal beserta seluruh mekanisme kegiatannya terutama mengenai emiten, jenis Efek yang diperdagangkan dan mekanisme perdagangannya dipandang telah sesuai dengan syariah apabila telah memenuhi prinsip-prinsip syariah.14
Instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal merupakan instrumen jangka panjang jangka lebih dari 1 tahun seperti saham, obligasi, waran, right, reksa dana, instrumen derivatif seperti option, futures dan lain-lain. Sesungguhnya pasar modal itu halal jika bertujuan untuk mempertemukan antara perusahaan yang memerlukan modal dengan investor yang kelebihan uang, sehingga sektor riil bisa bangkit. Dengan cara ini, maka produksi, baik barang maupun jasa bisa
13Andri Soemitra, Masa Depan Pasar Modal Syariah di Indonesia (Jakarta:
Prenadamedia Group 2014) , hlm. 84.
14 Naili Rahmawati, Manajmen Investasi Syariah, (Mataram: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, 2015), hlm. 65-66.
meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta membuka lapangan kerja bagi orang banyak. Hal seperti itu halal, dengan catatan tidak mengandung unsur gharar (penipuan) atau riba yang dapat mengurangi hak dan dapat merugikan investor.15
Munculnya instrumen syariah di pasar modal Indonesia dipelopori oleh PT Danareksa Asset Managmen yang menerbitkan reksadana syariah pada 3 juli 1997. Kemudian 3 juli 2000, PT.
Danareksa Investmen Management bekerja memunculkan Jakarta Islamic Index (JII) yang bisa dipergunakan sebagai acuan dalam menialai pekembangan harga saham berbasis syraiah. JII yang merupakan index harga saham berbasis syariah terdiri dari 30 saham emiten yang dianggap telah memenuhi perinsip-prinsip syariah.16
b. Peran dan Fungsi Pasar Modal Syariah
Pasar modal sangat berperan penting dalam meningkatkan efesiensi-efesiensi sistem keuangan dan merupakan salah satu lembaga intermediasi keuangan yang vital dalam prekonomian modern. Alasan kehadiran pasar modal dalam suatu sistem keuangan, yakni kemampuannya dalam memindahkan dana dari unit yang kelebihan dana kepada unit yang kekurangan dana dalam suatu perekonomian.
Pasar modal memfasilitasi intermediasi antara emiten dengan investor.
15 Muhammad Yusuf, Manajmen Keuangan Syaraiah, (Mataram: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, 2015), hlm. 157.
16 Naili Rahmawati, Manajmen Investasi Syariah, (Mataram: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, 2015), hlm. 66.
Para investor menggunakan dananya terutama untuk investasi pada aset produktif dan menambah kekayaan prekonomian.17
Adapun fungsi pasar modal syariah menurut Metwally (1995, 177) dalam konteks perekonomian secara umum, sebagai berikut:
1) Memungkinkan masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan bisnis dengan memperoleh bagian dari keuntungan dan risikonya.
2) Memungkinkan para pemegang saham menjual sahamnya guna mendapatkan likuiditas.
3) Memungkinkan perusahaan meningkatkan modal dari luar untuk membangun dan mengembangkan produksinya.
4) Memisahkan oprasi kegiatan bisnis dari fluktuasi jangka pendek pada harga saham yang merupakan ciri umum pasar modal konvensional.
5) Memungkinkan investasi pada ekonomi ditentukan oleh kinerja kegiatan bisnis sebagaimana tercermin pada harga saham.18
c. Karakteristik Pasar Modal Syariah
Dalam ajaran Islam, kegiatan berinvestasi dapat dikategorikan sebagai kegiatan ekonomi yang sekaligus kegiatan tersebut termasuk kegiatan muamalah yaitu suatu kegiatan yang mengatur hubungan antar manusia. Sementara itu menurut kaidah fiqih, hukum asal dari kegiatan muamalah itu adalah mubah (boleh), yaitu semua kegiatan dalam pola
17 Andri Seomitra, Masa Depan Pasar Modal Syariah Di Indonesia, (Jakarta:
Penadamedia Group, 2014), hlm. 87.
18 M. Nur Rianto Al Arif. Lembaga Keuangan Syariah, (Bandung: Cv Pustaka Setia.
2012), hlm. 347.
hubungan antar manusia adalah mubah (boleh) kecuali yang jelas ada larangannya (haram).
Adapun karakteristik yang diperlukan dalam membentuk pasar modal syariah, yaitu sebagai berikut:
1) Semua saham harus diperjual belikan pada Bursa Efek.
2) Bursa perlu mempersiapkan pasca perdagangan dimana saham dapat diperjual belikan melaui pialang.
3) Semua perusahaan yang mempunyai saham yang dapat diperjual belikan di Bursa Efek diminta menyampaikan informasi tentang perhitungan (account) keuntungan dan kerugian secara neraca keuntungan kepada komite manajmen Bursa Efek dengan jarak tidak lebih dari 3 bulan.
4) Komite manajmen menerapkan harga saham tertinggi (HST) tiap- tiap perusahaan dengan interval tidak lebih dari 3 bulan sekali.
5) Saham tidak boleh diperjual belikan dengan harga lebih tinggi dari HST.
6) Saham dapat dijual dengan harga dibawah HST.
7) Komite manajmen harus memastikan bahwa semua perusahaan yang terlibat dalam Bursa Efek itu mengikuti standar akuntansi syariah.
8) Perdagangan saham semestinya hanya berlangsung dalam 1 minggu periode perdagangan setelah menentukan HST.
9) Perusahan hanya dapat menerbitkan saham baru dalam periode perdagangan dan dengan harga HST.19
d. Pelaku Pasar Modal Syariah
Adapun pelaku dalam investasi pasar modal syariah, ialah emiten, perantara emiten (terdiri dari penjamin emisi, akuntan publik dan perusahaan penilai), badan pelaksana pasar modal, bursa efek, perantara perdagangan efek, dan ivestor.20
Sedangkan menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/Pojk.04/2015 pasal 4, pihak yang melakukan Kegiatan Syariah di Pasar Modal meliputi:
1) Pihak yang menyatakan kegiatan dan jenis usaha, dan /atau cara pengelolaanya, dan/atau jasa yang diberikannya berdasarkan Prinsip Syariah di Pasar Modal.
2) Pihak yang tidak menyatakan kegiatan dan jenis usaha, dan/atau cara pengelolaanya, dan/atau jasa yang diberikannya berdasarkan Prinsip Syariah di Pasar Modal, namun:
(a). Pihak tersebut memiliki unit usaha syariah
(b). Merupakan Manajer Investasi yang melakukan kegitan pengelolaan Investasi Syariah
(c). Merupakan Kustodian dari Investasi Syariah
19 Muhammad Yusuf, Manajmen Keuangan Syaraiah, (Mataram: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, 2015), hlm. 160-167.
20 Naili Rahmawati, Manajmen Investasi Syariah, (Mataram: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, 2015), hlm. 69.
(d). Sebagian aktifitas oprasional usaha Pihak tersebut dilakukan berdasarkan Prinsip Syariah di Pasar Modal
(e). Memberikan jasa Syariah lainnya.
3) Pihak yang tidak menyatakan kegiatan dan jenis usaha, dan/atau cara pengelolaanya, dan/atau jelas yang diberikannya berdasarkan Prinsip Syariah di Pasar Modal, namun menerbitkan Efek Syariah dan/atau berperan membantu penerbitan Efek Syariah di Pasar Modal.
Dewan Syariah Nasional bertugas memberikan fatwa-fatwa sehubungan dengan kegiatan emisi, perdagangan, pengelolaan portofolio efek-efek syariah dan kegiatan lain yang berhubungan dengan efek syariah. Dalam kegiatan pasar modal syariah selain lembaga-lembaga di atas, terdapat Dewan Pengawas Syariah (DSN) yang berfungsi sebagai pusat referensi atas semua aspek-aspek syariah yang ada dalam kegiatan pasar modal syariah. Maka dari itu semua lembaga keuangan syariah harus memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) sebagai perpanjangan tangan Dewan Syariah Nasional.21
2. Prinsip-Prinsip Syariah
a. Pengertian Prinsip-prinsip Syariah
Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist atau sesuai aturan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana atau pembiayaan kegiatan usaha, atau
21 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/Pojk.04/2015 pasal 4, Tentang Pihak yang melakukan Kegiatan Syariah di Pasar Modal.
kegiatan lainnya sesuai syariah. Sistem Lembaga Keuangan Syariah yang dalam pelaksanaannya berlandaskan pada syariah (hukum) Islam, menonjolkan aspek keadilan dan kejujuran, dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi dan menghindari kegiatan spekulatif dari berbagai transaksi Islam. Prinsip lembaga keuangan syariah secara umum adalah melarang transaksi yang mengandung unsur-unsur riba, maysir, gharar, dan jual beli barang haram.22
Dalam ajaran Islam, kegiatan berinvestasi dapat dikategorikan sebagai kegiatan ekonomi yang sekaligus kegiatan tersebut termasuk kegiatan muamalah yaitu suatu kegiatan yang mengatur hubungan antar manusia. Sementara itu menurut kaidah fiqih, hukum asal dari kegiatan muamalah itu adalah mubah (boleh), yaitu semua kegiatan dalam pola hubungan antar manusia adalah mubah (boleh) kecuali yang jelas ada larangannya (haram).23
Penerapan Prinsip Syariah memungkinkan bagi masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan bisnis dengan memperoleh bagian keuntungan dan risikonya (profit and losssharing), kemudian memungkinkan perusahaan meningkatkan modal dari luar untuk membangun dan mengembangkan lini produksinya.
b. Prinsip-prinsip Syariah Pasar Modal
22 Khotibul Umam, Lembaga Keuangan Syariah : Dasar-dasar dan Dinamika Perkembangannya di Indonesia, hlm. 60.
23 Adrian Sutedi, Pasar Modal Syariah: Sarana Investasi Keuangan Berdasarkan Prinsip Syariah, (Jakarta: Sinar Grafika, 2011), hlm. 19-20.
Prinsip-prinsip syariah di pasar modal adalah prinsip-prinsip hukum Islam dalam kegiatannya di bidang pasar modal berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional dan Majlis Ulama Indonesia (DSN- MUI), baik Fatwa DSN-MUI yang ditetapkan dalam peraturan Bapepam dan Lembaga Keuangan maupun Fatwa DSN-MUI yang telah diterbitkan sebelum ditetapkannya peraturan Bapepam dan Lembaga Keuangan.24
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/Pojk.04/2015 Tentang Penerapan Prinsip Syariah Di Pasar Modal, sebagai berikut:
1) Akad Syariah adalah perjanjian atau kontrak antara para pihak yang memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak yang tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah di Pasar Modal.
2) Prinsip Syariah di Pasar Modal adalah prinsip hukum Islam dalam Kegiatan Syariah di Pasar Modal berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulam Indonesia, sepanjang fatwa dimaksud tidak bertentangan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini dan/atau Peraturan Otoritas Jasa Keuangan lainnya yang didasarkan pada fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
3) Efek Syariah adalah Efek sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang tentang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya yang:
a) Akad, cara pengelolaan, kegiatan usaha
24 M. Nur Rianto Al Arif. Lembaga Keungan Syariah, (Bandung: CV Pustaka Setia.
2012), hlm. 351.
b) Aset yang menjadi landasan akad, cara pengelolaan, kegiatan usaha
4) Aset yang terkait dengan Efek dimaksud dan penerbitannya, tidak bertentangan Prinsip Syariah di Pasar Modal.
5) Kegiatan Syariah di Pasar Modal adalah kegiatan yang terkait dengan Penawaran Umum Efek Syariah, berdasarkan Efek Syariah, pengelolaan investasi syariah di Pasar Modal, dan Emiten atau Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek Syariah yang diterbitkannya, Perusahaan Efek yang sebagian atau seluruh usahanya berdasarkan prinsip syariah, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek Syariah.
6) Dewan Pengawasan Syariah adalah Dewan yang bertanggung jawab memberikan nasihat dan saran serta mengawasi pemenuhan Prinsip Syariah di Pasar Modal terhadap Pihak yang melakukan Kegiatan Syariah di Pasar Modal.
7) Ahli Syariah Pasar Modal yang selanjutnya disingkat ASPM adalah:
a) Orang perseorangan yang memiliki pegetahuan dan pengalaman di bidang syariah.
b) Badan usaha yang pengurus dan pegawainya memiliki pengetahuan di bidang syariah.
Yang memberikan nasihat dan/atau mengawasi pelaksanaan penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal dalam kegiatan usaha
perusahaan dan memberikan pernyataan kesesuaian syariah atas produk atau jasa syariah di Pasar Modal.25
Secara umum, penerapan prinsip syariah dalam industri pasar modal khususnya pada instrumen saham dilakukan berdasarkan penilaian atas saham yang diterbitkan oleh masing-masing perusahaan, karena instrumen saham secara natural telah sesuai dengan prinsip syariah mengingat sifat saham dimaksud bersifat penyertaan. Para ahli fiqh berpendapat bahwa suatu saham dapat dikategorikan memenuhi prinsip syariah apabila kegiatan perusahaan yang menerbitkan saham tersebut tidak tercakup pada hal-hal yang dilarang dalam syariah Islam, seperti alkohol, perjudian, produk yang bahan bakunya berasal dari babi, ponografi, jasa keuangan yang bersifat konvensional, dan asuransi yang bersifat konvensional.26
3. Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek merupakan tempat di selenggarakannya kegiatan perdagangan efek pasar modal yang didirikan oleh suatu badan usaha. di Indonesia, awalnya terdapat dua Bursa Efek, yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) yang dikelola oleh PT Bursa Efek Surabaya. Namun pada Desember 2007, kedua bursa tersebut digabung pada satu bursa, yaitu BEI (Bursa Efek Indonesia).
25 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK/2015 Tetang Penerapan Prinsip Syaraiah di Pasar Modal.
26 Adrian Sutedi, Pasar Modal Syariah: Sarana Investasi Keuangan Berdasarkan Prinsip Syariah, (Jakarta: Sinar Grafika, 2011), hlm. 2.
Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange) yang merupakan penggabungan Bursa Efek Surabaya kedalam Bursa Efek Jakarta, yang secara resmi telah meluncurkan pasar modal syariah pada tanggal 14 Maret 2003 bersamaan dengan penandatanganan MOU antara Bapepam- LK dengan Dewan Syariah Nasional dan Majlis Ulama Indonesia (DSN- MUI).27
Bursa Efek Indonesia didirikan dengan tujuan untuk menyelenggarakan perdagangan Efek di Pasar Modal Indonesia yang teratur, wajar, dan efisien. Pemegangan saham BEI adalah Perusahaan Efek yang memperoleh izin usaha sebagai Perantara Perdagangan Efek, disebut sebagai Anggota Bursa (AB).
Secara resmi Bursa Efek Indonesia didirikan pada tanggal 13 Juli 1992 dan merupakan satu-satunya penyelenggara perdagangan Efek di Indonesia. Bursa Efek Indonesia wajib menetapkan peraturan mengenai keanggotaan, pencatatan, dan perdagangan Bursa Efek Indonesia juga bekerjasama dengan Dewan Syariah Nasional dan Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dalam mengembangkan investasi syariah di Pasar Modal Indonesia.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:
a. Menyediakan semua sarana perdagangan efek (fasiliator) b. Membuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan bursa
27 Adrian Sutedi, Pasar Modal Syariah: Sarana Investasi Keuangan Berdasarkan Prinsip Syariah, (Jakarta: Sinar Grafika, 2011), hlm. 102.
c. Mengupayakan likuiditas instrument
d. Mencegah praktik-praktik yang dilarang di bursa (kolusi, pembentukan harga yang tidak wajar, insider trading)
e. Menyebarluaskan informasi bursa (transparansi) f. Menciptakan instrumen dan jasa baru28
4. Bursa Efek Indonesia Nusa Tenggara Barat
Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat adalah kantor cabang dari Bursa Efek Indonesia pusat yang akan menjadi pusat pengembangan pasar modal untuk wilayah NTB. Bursa Efek Indonesia hadir di Nusa Tenggara Barat, yang beralamat di Jalan Pejanggik Nomor 47 Mataram, pendirian Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat ini bertujuan untuk mengenalkan pasar modal kepada pemerintah daerah, instansi, asosiasi profesi, dan masyarakat di Provinsi NTB. Pada tanggal 7 Desember 2017 Kantor Perwakilan BEI Ke-28 yang beralokasi di Mataram resmi didirikan.
Tujuan Utama dari Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat ini adalah mengenalkan edukasi atau memberi pemahama, wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai produk-produk atau instrumen-instrumen yang ada di pasar modal konvensional maupun pasar modal syariah.
Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB terdapat beberapa perusahan sekuritas yang akan melayani masyarakat yaitu Phintraco
28 Pedoman Praktikum Pasar Modal Syariah Prodi Ekonomi Syariah (Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Unuversitas Islam Negeri (UIN) Mataram, 2018). hlm. 9.
Sekuritas, Phillips Sekuritas, Indonesia, Kresna Skuritas, Indo Primer Sekuritas, dan MNC Sekuritas.
G. Metode Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan secara kualitatif yang penulis pilih agar penulis memperoleh keterangan yang lebih luas dan mendalam mengenai hal-hal yang menjadi pokok pembahasan yang harus ditemukan dalam penelitian tersebut.29
Digunakannya jenis penelitian kualitatif deskripsi karena peneliti menggambarkan yang ada dengan konsisi alamiah subjeknya yang diteliti terkait penerapan prinsip-perisip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.
2. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti dalam sebuah penelitian dimana peneliti terjun langsung kelapangan selama 1 (satu) bulan dimulai tanggal 25 Agustus s/d 23 September dengan menggunakan metode observasi, wawacara dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Dimana karyawan yang dapat diwawancarain yaitu Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB, staf Administrator dan Executive Trainer Ketua KSPM serta 5 (lima) investor. Dengan menggunakan metode tersebut peneliti dapat mengumpulkan data atau informasi yang berkaitan dengan masalah
29 Husaeni Usman, Metode Penelitian Sosial, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), hlm. 18.
Penerapan Prinsip-perisip Syariah dalam Upaya Mengembangkan Pasar Modal Syariah Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.
3. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di IDX Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB. Peneliti merasa perlu melakukan penelitian tentang Penerapan Prinsip-Prinsip Syariah Dalam Upaya Mengembangkan Pasar Modal Syariah yang ada di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.
4. Sumber Data dan Jenis Data a. Sumber Data
Sumber data adalah sekumpulan bukti atau fakta yang dikumpulkan dan disajikan untuk tujuan tertentu. Data sangat memegang peranan penting dalam pelaksanaan penelitian. Pemecahan suatu permasalahan dalam penelitian sangat tergantung dari keakuratan data yang diperoleh.30
Berdasarkan sumbernya data dapat digolongkan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder.
1) Sumber Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh dan digali langsung oleh sumber pertama atau subjek penelitian.31 Adapun sumber data primer berupa hasil observasi dalam penelitian ini adalah subyek penelitian (informan) itu sendiri yang berkaitan dengan pasar modal syariah pada Kantor Perwakilan Bursa Efek
30 Husaeni Usman, Metode Penelitian Sosial, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), hlm. 57.
31 Muhammad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam, ( Jakarta: Rajawali Pers, 2008), hlm. 103.
Indonesia NTB. Secara spesifik sumber data primer dalam penelitian ini yaitu: Kepala Bursa Efek Kantor Perwakilan NTB, Executive Trainer IDX Representative Office (Karyawan), Staf Administrator, Ketua KSPM dan 5 (lima) orang investor Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.
2) Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.32 Sumber data sekunder dalam penelitian ini berasal dari data yang sudah di publikasikan seperti buku, catatan dan transkrip dokumen profil Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.
b. Jenis Data
Jenis penelitian ini adalah file research (Penelitian lapangan), adapun jenis data yang dijadikan sebagai sumber data adalah data kualitatif merupakan jenis data yang diungkapkan dalam bentuk kalimat serta uraian-uraian, bahkan dapat berupa cerita.33
32 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:
Rineka Cipta, 1998), hlm. 234.
33 Ibid, h. 39.
Menurut Kartini Kartono penelitian lapangan pada hakekatnya merupakan metode untuk menemukan secara khusus dan realistis apa yang tengah terjadi pada saat di masyarakat.34
Dalam penelitian lapangan ini data diperoleh dari informasi yang benar-benar dibutuhkan. Informasi yang dibutuhkan dalam hal ini adalah penerapan prinsip-prinsip syariah dan perkembangan pasar modal syariah pada Bursa Efek Indonesia NTB.
5. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan.35 Maka dalam hal ini peneliti menggunakan beberapa metode seperti:
a. Wawancara (Interview)
Wawancara merupakan suatu kegiatan tanya jawab dengan tatap muka (face to face) antara pewawancara (interviewer) dan yang diwawancarai (interviewee) tentang masalah yang diteliti, dimana pewawancara bermaksud memperoleh persepsi, sikap dan pola pikir dari yang diwawancarai yang relevan dengan masalah yang diteliti.36
Adapun dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur, dimana wawancara terstruktu peneliti langsung mengirim daftar pertanyaan tertulis via Email Bursa Efek
34 Kartini Kartono, Pengantar Metodologi Riset Sosial, (Bandung: Mandar Maju, 1996), hlm. 32.
35 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:
Rineka Cipta, 1998), hlm. 58.
36 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), hlm. 162.
Indonesia NTB dan Watsapp karyawan Bursa Efek Indonesia dan jawaban dikirim kembali dalam bentuk file.
Wawancara tidak terstruktur Peneliti melakukan wawancara (daring) melalui via telphon dan microsoft teams dengan Bapak I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana (Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Prwakilan NT), Bapak Arta Sasmita (Executive Trainer Bursa Efek Indonesia Kantor Prwakilan NTB) serta Ibuk Maribella Syawiluna (Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor Prwakilan NTB) untuk mengkonfirmasi kembali file jawaban yang dikirim kepeneliti mengenai produk maupun aktivitas Pasar Modal Syariah dalam pelaksanaan prinsip-prinsip syariah dalam mengembangkan pasar modal syariah di NTB. Wawancara tidak terstruktur juga dilakukan oleh peneliti ke investor untuk mendapat data atau informasi mengenia penerapan prinsip-prinsip syaraiah dalam implementasinya di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.
b. Metode Dokumentasi
Metode pengumpulan data dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan lain sebagainya.37 Imam Gunawan lebih spesifik lagi, menurutnya teknik
37 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:
Rineka Cipta, 1998), hlm. 136.
dokumentasi adalah analisis tulisan terhadap isi visual suatu dokumen.38
Metode ini peneliti gunakan untuk memperoleh data tertulis serta dokumen dan catatan penting seperti arsip-arsip, baik itu berupa sejarah Bursa Efek Indonesia visi dan misi dan data yang berkaitan dengan variabel penelitian yaitu penerapan prinsip-prinsip syariah dalam pasar modal syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB. Metode dokumentasi juga digunakan untuk melengkapi data hasil observasi dan wawancara yang dilakukan sebelumnya.
c. Observasi
Metode observasi adalah cara dan teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala atau fenomena yang ada pada objek penelitian.39Kegiatan observasi meliputi melakukan pencatatan secara sistematik kejadian-kejadian, perilaku, obyek-obyek yang dilihat dan hal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukan. Pada tahap awal observasi dilakukan secara umum, peneliti mengumpulkan data atau informasi sebanyak mungkin. Tahap selanjutnya peneliti harus melakukan observasi yang terfokus, yaitu mulai menyempitkan data atau informasi yang diperlukan sehingga peneliti dapat menemukan pola-pola perilaku dan hubungan yang
38 Imam Gunawan, Metode Penelitian, hlm. 176.
39 H. Moh. Pabundu Tika, Metodologi Riset Bisnis, (Jakarta:PT. Bumi Aksara, 2006), hlm. 57.
terus-menerus terjadi. Jika hal itu sudah ditemukan.40Dalam observasi tersebut, peneliti melakukan pengamatan mengenai data yang berhubungan dengan penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.
6. Analisis Data
Langkah penting selanjutnya setelah pengumpulan data dilaksanakan adalah melakukan analisis data. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan.41Dengan analisis data, peneliti mendapatkan gambaran tentang fokus penelitian yang dilakukan. Analisis merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara, dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti.
7. Keabsahan Data
Setelah data dikumpulkan dan dianalisis, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan keabsahan data, kredibilitas dan dapat diartikan sebagai kepercayaan terhadap data, apakah menggambarkan keadaan yang sebenarnya ataukah sebaliknya. Untuk memperoleh keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan yaitu:
a. Pemeriksaan Sejawat
40 Jonathan Sarwono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, (Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2006), hlm. 22.
41 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung:
ALFABETA, CV. 2012), hlm. 245.
Pemerikasaan sejawat adalah cara pengecekan dan temuan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi, analisis dengan rekan-rekan sejawat.
Pemeriksaan sejawat bertujuan untuk memperoleh kritikan dan pernyataan yang tajam atas hasil yang telah didapatkan sehingga dapat menuju ketingkat kepercayaan dan kebenaran dari data hasil penelitian mengenai penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.
b. Kecukupan Referensi
Referensi yang dipakai dalam pelaksanaan penelitian nanti terdiri dari bahan dokumentasi, catatan yang tersimpan, buku-buku yang ada kaitannya dengan penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB. Bahan referensi ini sebagai alat untuk menampung dan menyesuaikan dengan kritis tertulis untuk keperluan evaluasi.42
c. Triangulasi
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Triangulasi
42 Ibid, hlm. 29.
sumber dilakukan untuk mendapatkan informasi dari informan atau sumber lain yang berbeda. Hal tersebut dilakukan dengan cara:
1) Triangulasi Sumber
Membandingkan data hasil wawancara yang satu dengan hasil wawancara yang lain; membandingkan hasil observasi yang satu dengan observasi yang lain, membandingkan hasil dokumentasi yang satu dengan dokumentasi yang lain. Dalam penelitian ini peneliti melakukan perbandingan antara hasil wawancara dengan Kepala BEI, Executive Trainer dan Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor Prwakilan NTB dengan Peraturan Undan- undang OJK, Fatwa DSN-MUI dan wawancara investor.
2) Triangulasi Metode
Membandingkan hasil wawancara dengan hasil dokumentasi, membandingkan data hasil wawancara dengan data observasi, dan membandingkan data hasil dokumentasi dengan data observasi.43 Dalam penelitian ini peneliti melakukan perbandingan hasil wawancara Executive Trainer dan Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor Prwakilan NTB dengan Peraturan Undan- undang OJK, Fatwa DSN-MUI apakah sesuai atau tidaknya dengan pengakuan dari Kepala BEI, Executive Trainer dan Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor Prwakilan NTB dengan Peraturan Undan-undang OJK, Fatwa DSN-MUI dalam
43Ibidh., hlm 255.
penerapan prinsip-prisip syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB, perbandingkan antara hasil wawancara Executive Trainer dan Staf Administrator Bursa Efek Indonesia Kantor Prwakilan NTB dengan Peraturan Undan-undang OJK, Fatwa DSN-MUI dengan hasil wawancara 5 (lima) orang investor.
H. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan merupakan rangkaian urutan dari beberapa uaraian suatu sistem pembahasan dalam suatu karya ilmiyah atau penelitian.
Berkaitan dengan penelitian ini, secara keseluruhan terdiri dari IV Bab, antara lain sebagai berikut:
Bab I, pendahuluan yang memberikan gambaran umum tentang arah penelitian yang dilakukan. Dalam bab ini peneliti akan menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.
Bab II paparan dan temuan data bab ini berisi tentang gambaran umum Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan NTB, penerapan prinsip- prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB, serta kendala dalam penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.
Bab III Pembahasan, ada bab ini masih berkaitan erat dengan bab I dan bab II terkait dengan data-data temuan. Bab ini berisi analisis penerapan
prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB, serta analisis kendala dalam penerapan prinsip-prinsip syariah dalam upaya mengembangkan pasar modal syariah di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.
Bab IV Penutup, yang merupakan rangkaian akhir dari sebuah penelitian, yang terdiri dari kesimpulan dan saran. Kesimpulan dimaksudkan sebagai penegasan terhadap hasil penelitian yang tercantum dalam bab II dan bab III. Dan saran merupakan harapan peneliti kepada semua pihak yang berhubungan dengan masalah yang diangkat oleh peneliti dengan harapan dapat memberikan kontribusi kedepannya.