BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Analisis dan Pembahasan
Y.6 dengan angka 4,39, sedangkan mean yang terendah yaitu Y.1 dengan angka 3.78.
Keterangan:
Y.1 : Berdasarkan pernyataan pertama pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 3.78.
Y.2 : Berdasarkan pernyataan kedua pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.28.
Y.3 : Berdasarkan pernyataan ketiga pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.33.
Y.4 : Berdasarkan pernyataan keempat pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.25.
Y.5 : Berdasarkan pernyataan kelima pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.25.
Y.6 : Berdasarkan pernyataan keenam pada tabel diatas dari tanggapan 36 responden mempunyai nilai rata – rata sebesar 4.39.
C. Analisis dan Pembahasan Hasil Penelitian
Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas
Variabel Item Corrected item-
total correlation r-tabel Ket.
Lingkungan Kerja Fisik
(X1)
X1.1 0,876 0,2785 Valid
X1.2 0,876 0,2785 Valid
X1.3 0,770 0,2785 Valid
X1.4 0,876 0,2785 Valid
X1.5 0,709 0,2785 Valid
Lingkungan Kerja Non
Fisik (X2)
X2.1 0,876 0,2785 Valid
X2.2 0,815 0,2785 Valid
X2.3 0,912 0,2785 Valid
Kinerja Pegawai (Y)
Y.1 0,836 0,2785 Valid
Y.2 0,615 0,2785 Valid
Y.3 0,766 0,2785 Valid
Y.4 0,691 0,2785 Valid
Y.5 0,672 0,2785 Valid
Y.6 0,602 0,2785 Valid
Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022
Berdasarkan pada tabel 4.8 diatas menunjukkan bahwa nilai dari r-hitung lebih besar dibandingkan dengan nilai r-tabel dan nilai signifikan lebih kecil 0,05. Ini menunjukkan bahwa dari uji validitas bahwa Variabel Lingkungan Kerja Fisik (X1), Variabel Lingkungan Kerja Non Fisik (X2) dan Kinerja Pegawai (Y) terbukti valid.
b) Uji Realibilitas
Uji realibilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur suatu kuesioner yang merupakan indicator dari variabel. Jika nilai koefisien realibilitas >0,5 maka instrument yang diuji adalah reliable sedangkan jika nilai koefisien <0,5 maka instrument yang diuji tidak reliable. Hasil uji realibilitas dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.9
Hasil Uji Realibilitas Lingkungan Kerja Fisik (X1)
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.809 6
Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022
Berdasarkan tabel hasil uji realibilitas variabel X1 diatas, memiliki nilai lebih besar >0,50 yaitu sebesar 0,809. Berdasarkan diatas maka indikator atau pernyataan dalam penelitian ini dikatakan sebagai reliable.
Tabel 4.10
Hasil Uji Realibilitas Lingkungan Kerja Non Fisik (X2)
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.871 6
Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022
Berdasarkan tabel hasil uji realibilitas variabel X2 diatas, memiliki nilai lebih besar >0,60 yaitu sebesar 0,853. Berdasarkan diatas maka indicator atau pernyataan dalam penelitian ini dikatakan sebagai reliable.
Tabel 4.11
Hasil Uji Realibilitas Kinerja Pegawai (Y)
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.774 7
Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022
Berdasarkan tabel hasil uji realibilitas variabel Y diatas, memiliki nilai lebih besar >0,60 yaitu sebesar 0,774. Berdasarkan diatas maka indikator atau pernyataan dalam penelitian ini dikatakan sebagai reliable.
2. Uji Asumsi Klasik a) Uji Normalistik
Uji normalistik bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel, atau residu memiliki distribusi normal. Untuk dapat mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak dalam penelitian ini adalah dengan cara melihat nilai signifikan pada gambar dibawah ini:
Gambar 4.2 Grafik Histogram
Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022
Pada gambar 4.1 bahwa residual data berkontribusi normal, hal ini ditunjukkan oleh distribusi data yang berbentuk lonceng dan tidak melenceng ke kanan dan ke kiri.
Gambar 4.3 Grafik Normal PP Plot
Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022
Pada gambar 4.2 terlihat bahwa gambar menunjukkan data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Oleh karena itu, data dikatakan berkontribusi normal.
b) Uji Heteroskedastisitas
Gambar 4.4 Hasil Pengujian Heteroskedastisitas
Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022
Berdasarkan gambar 4.3 diatas, menunjukkan bahwa titik – titik yang menyebar secara acak, tersebar baik diatas maupun di angka nol pada sumbu Y dan titik tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas. Oleh karena itu, model regresi dikatakan tidak mengalami heterokedastisitas.
c) Uji Multikolonieritas
Uji Multikolonieritas yaitu pengujian ada atau tidaknya hubungan antara linear antara variabel bebas. Hasil uji multikolonieritas dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 4.12
Hasil Pengujian Multikolonieritas
Variabel Collinearity Statistics
Tolerance VIF
Constant Lingkungan Kerja
Fisik
.810 1.235
Lingkungan Kerja Non Fisik
.810 1.235
Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022
Tabel 4.12 terlihat bahwa uji multikolonieritas menunjukkan bahwa nilai VIF semua variabel bebas dalam penelitian ini, dan nilai Tolerance semua variabel bebas yang berarti tidak terjadi gejala multikolonoeritas.
3. Analisis Regresi Liniear Berganda Tabel 4.13
Hasil Pengujian Analisis Regresi Linear Berganda
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 17.813 5.860 2.145 .001
Lingkungan Kerja Fisik .219 .097 .296 2.258 .000
Lingkungan Kerja Non Fisik .793 .351 .326 2.259 .000
Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022
Dari hasil perhitungan variabel diatas dapat disusun dalam suatu model berikut:
Y= 17.813+0.219 X1+0.793 X2 Keterangan:
Y = Kinerja Pegawai a = Konstanta
X1 = Lingkungan Kerja Fisik X2 = Lingkungan Kerja Non Fisik
Hasil dari analisis tersebut dapat dilihat dari penjelasan sebagai berikut:
1. Nilai konstanta diatas sebear 17.813 yang menunjukkan bahwa apabila variabel Lingkungan Kerja Fisik (X1), Lingkungan Kerja Non Fisik (X2) bernilai konstan maka nilai Y akan berubah sebesar nilai konstantan yaitu 17.813.
2. Hasil perhitungan X1 (Lingkungan Kerja Fisik) menunjukkan nilai koefisien sebesar 0.219. Hal ini berarti semakin baik kondisi lingkungan kerja fisik, maka kinerja pegawai akan meningkat dengan asumsi variabel yang lain tetap.
3. Hasil perhitungan X2 (Lingkungan Kerja Non Fisik) menunjukkan nilai koefsien sebesar 0.793. Hal ini berarti apabila lingkungan kerja non fisik dinaikkan satu tingkat, maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0.793 dengan asumsi variabel yang lain tetap.
4. Uji Hipotesis a) Uji T
Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variabel – variebel dependen. Hasil uji t dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 4.14 Hasil Uji T
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 17.813 5.860 2.145 .001
Lingkungan Kerja Fisik .219 .097 .296 2.258 .000
Lingkungan Kerja Non Fisik .793 .351 .326 2.259 .000
Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022 Berdasarkan tabel 4.14 dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Variabel Lingkungan Kerja Fisik menunjukkan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2.258>1.691) atau sig. 0.000 < 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Sehingga hipotesis penelitian
“diterima”.
2. Variabel Lingkungan Kerja Non Fisik menunjukkan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2.259>1.691) atau sig. 0.000 < 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Sehingga hipotesis penelitian
“diterima”.
b) Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien korelasi digunakan untuk menggambarkan kuatnya hubungan antara variabel Lingkungan Kerja Fisik (X1) dan Lingkungan Kerja Non Fisik (X2) secara bersama – sama terhadap Kinerja Pegawai (Y). Sementara koefisien determinasi (R2) mengukur seberap jauh kemampuan model dalam variabel – variabel. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.15
Hasil Analisis Koefisien Kolerasi
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .736a .542 .508 2.524
a. Predictors: (Constant), Lingkungan Kerja Non Fisik, Lingkungan Kerja Fisik b. Dependent Variable: Kinerja Pegawai
Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 25, Tahun 2022
Berdasarkan tabel diatas dimana nilai R 0.736 berarti hubungan antara lingkungan kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) sebesar 0736. Artinya hubungan antar variabel tergolong erat. Sementara nilai R Square adalah 0.542 hal ini berarti 54,2% kinerja pegawai (Y) Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa dapat dipengaruhi oleh variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2). Sedangkan sisanya 45,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk pada penelitian ini.
2. Pembahasan
a. Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Pegawai
Ketika melakukan pekerjaan maka pegawai sebagai tidak dapat dipisahkan dari berbagai keadaan disekitar tempat bekerja. Selama melakukan pekerjaan, setiap pegawai akan berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan. Untuk dapat memperkecil pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai, maka langkah pertama adalah mempelajari manusia baik mengenai fisik dan tingkah lakunya . Faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja fisik adalah dengan memperhatikan penerangan/cahaya, mengurangi kebisingan di tempat kerja yang dapat menganggu pegawai, dekorasi pada tata warna baik, suara musik yang dapat menganggu konsentrasi pegawai, dan keamanan di tempat kerja. Berbagai hal yang menyangkut lingkungan kerja fisik dapat memberikan dampak positif serta signifikan pada kinerja pegawai sebagai berikut:
a) Semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung
b) Lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi manusia misalnya pencahayaan, kebisingan, dekorasi warna yang mencolok.
b. Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya dengan baik, sehingga dicapai suatu hasil yang optimal, apabila diantaranya ditunjang oleh suatu kondisi lingkungan yang sesuai. Suatu kondisi lingkungan dikatakan aik atau sesuai apabila manusia dapat melaksanakan kegiatannya secara optimal,
sehat, aman dan nyaman. Ketidaksesuaian lingkungan kerja dapat dilihat akibatnya dalam jangka waktu yang lama. Dalam lingkungan kerja non fisik maka membina hubungan yang baik antara sesama rekan kerja setingkat, atasan maupun bawahan dan kerjasama antar pegawai perlu dilakukan karena saling membutuhkan dan hal tersebut menjadi peran paling penting.
Hal tersebut sangat berdasar karena hubungan kerja yang terbentuk sangat mempengaruhi kinerja pegawai.
Dengan demikian dapat diketahui bahwa semakin positif nilai lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik tersebut dilaksanakan oleh setiap pegawai pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa, maka akan semakin berdampak baik pada kinerja pegawai.
Pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini yang sejalan oleh M. Faisal, Dwi Wahyu Artiningsih dan Periyadi (2021) dengan judul ” Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Wilson Lautan Karet”. Dengan penelitian yang sejalan oleh Nadya Nurul Fitri dan Ary Ferdian (2021) dengan judul “ Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan PT. Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia”. Hasil penelitian diatas tersebut memberikan arti bahwa Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non Fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
66 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lingkungan Kerja Fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai , maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama (H1) yang menyatakan Lingkungan Kerja Fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai diterima. Hal ini menunjukkan semakin baik lingkungan kerja fisik pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa akan meningkatkan kinerja pegawainya..
2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lingkungan Kerja Non Fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai , maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua (H2) yang menyatakan Lingkungan Kerja Non Fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai diterima. Hal tersebut menunjukkan semakin kondusif lingkungan kerja non fisik akan semakin baik pula kinerja pegawai pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa. Adanya lingkungan kerja non fisik atau hubungan antara atasan, bawahan dan rekan kerja yang harmonis akan meningkatkan kinerja bagi pegawai.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan dalam penelitian ini mengenai Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa, maka di ajukan saran – saran sebagai berikut:
1. Untuk Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa diharapkan adanya peningkatan dalam lingkungan kerja fisik terhadap pegawai dengan cara meningkatkan ruangan yang terang, bersih dan nyaman agar pegawai menjadi lebih betah dan bersemangat dalam melaksanakan tugasnya
2. Untuk Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa diharapkan adanya peningkatan dalam lingkungan kerja non fisik terhadap pegawai dapat meningkatkan hubungan kerja yang erat dengan atasan, bawahan maupun rekan kerja tanpa adanya konflik dalam lingkungan kantor.
3. Untuk pegawai Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa diharapkan untuk selalu meningkatkan pencapaian hasil dalam pelaksanaan tugas yang diberikan dan saling bekerja sama antar rekan kerja.
4. Untuk Peneliti berikutnya diharapkan perlu memperhatikan lebih lanjut yang dapat mendukung hasil penelitian ini, atau melibatkan variabel – variabel lainnya, sehingga dapat diperoleh kesimpulan yang lebih lengkap atau menyeluruh.
68
DAFTAR PUSTAKA
Al, S. e., Widyastuti, S. P., & Indiyati, D. D. (2020, Agustus). Pengaruh Lingkungan Keerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Pada Sektor Jaminan Sosial Nasional (Studi Kasus BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya). Jurnal Manajemen Universitas Udayana, Vol.7 , No. 2, 2416.
Annisa, R. (2020). Karakteristik Individu, Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non Fisik Pengaruhnya Terhadap Kinerja Pegawai. Jurnal UNIKOM Indonesia, 11-12.
Ardhianti, U., & Susanty, I. A. (2020, Oktober). Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Suatu Perusahaan di Jakarta. Jurnal Menara Ekonomi, Volume VI, No. 1, 100 & 104.
Faisal, M., Artiningsih, D. W., & Periyadi. (2021). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Wilson Lautan Karet Banjarmasin. 3-6.
Firmansyah, V. (2017). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja (Studi Pada Pegawai Non Medis Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, Vol. 5, No.2, 2.
Fitri, N. N., & Ferdian, A. (2021, Mei). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.
Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Manejemen, Vol.6, No.2, 444-455.
Fitriani, D., Nurlaela, & Sudarwadi, D. (2018). Lingkungan Kerja Fisik, Lingkungan Kerja Non Fisik, dan Displin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Guru SMK Negeri 1 Manokwari. Cakrawala Management Business Journal, Volume 1 Nomor 1, 120.
Frankel, Wallen, Arifin, D., Rahmaniar, Haris, A., & Martawijaya, M. A. (2015).
Kemampuan Merumuskan Hipotesisi Fisika Pada Peserta Didik Kela X MIA SMA Barrang Lompo. Jurnal Pendidikan Fisika, Volume 3 Nomor 3, 234.
Hardianti, S., Sinto, & Ainun, N. (2021, Februarri). Kajian Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik terhadap Kinerja Pegawai Pada PT. Bank Sumut Pusat Medan. JURNAL BONAZA Fakultas Ekonomi Universitas Al Azhar, Vol.1 No.1, 136-142.
Hasibuan, H. S. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi.
Hendri, E. (2012, Oktober). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT. Asuransi Wahana Tata
Cabang Palembang. Jurnal Media Wahana Ekonomika, Vol.9 , No.3, 1- 16.
Kasmir, Putra, M. W., Mondy, Noe, & Priansa, P. d. (2019). Analisis KompetensiI Lingkungan Kerja Fisik, dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Pelayaran Nasional Iindonesia (PERSERO) Cabang Medan. SKRIPSI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI MEDAN, 10&15.
Khurosani, Dhifafsari, F., Rialmi, Z., & Fadila, A. (2022). Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik, Displin Kerja, Dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Ukm Dimsum Echodino. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA, Vol.5, No.2.
Kristanti, E. (2017). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Stres Kerja dan Dampaknya Terhadap Kinerja (Studi Pada Kantor Bersama Samsat Mojokerto Kota). Jurnal Ilmu Manajemen, Volume 5 Nomor 1, 4-9.
M.Cs., S. E. (2020). Buku Analisis Statistik Sosial Rangkaian Penelitian Kuantitatif Menggunakan SPSS. Yayasan Kita Menulis.
M.IHM.,, A. N., Tanoyo, K., & Yudha.W, T. (2015). Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kierja Karyawan Hotel Majapahit Surabaya. Jurnal Hospitaly dan Manajemen Jasa.
Mafra, N. U. (2019, Februari). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Dengan Motivasi Sebagai Variabel Moderating Terhadap Kinerja Pegawai PT. Pengadaian (PERSERO) Kantor Cabang Palembang. Jurnal Ecoment Global, Volume 4 Nomor 1.
Mangkunegara, A. P. (2015). Buku Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT. Remaja RosdaKarya.
Megawati, Hasanuddin, B., & Kornelius, Y. (2019, Mei). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Kementerian Agama Kota Palu. Jurnal Ilmu Manajemen Universitas Tadulako, Vol.5, No.2, 135-149.
Muhammad, S. E. (2021). Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bukalapak. Journal Of Management and Business Review, Volume 18, Nomor 2, 339-349.
Nitisemito, A. S. (2016). Buku Manajemen Personalia : (manajemen sumber daya manusia). Jakarta: Ghalia Indonesia.
Noorainy, F. (2017). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran.
Journal Of Management Review, Volume 1 Number 2, 75-85.
Notoatmodjo, R, D. W., Janna, N. M., & Herianto, H. (2021, January). Konsep Uji Validitas dan Reliabilitas dengan Menggunakan SPSS. 2 & 7.
Pangestuti, N. A. (2020). Pengaruh Lingkungan kerja Fisik dan Non Fisik Serta Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pabrik Suka Rasa Bakery..
JURNAL MANAJEMEN, Vol.10, No.2, 79-85.
S.E., M.M., M.T, V. S., & S.E., S.PD.,M.SI., CMA., L. R. (2019). THE MASTER BOOK OF SPSS Pintar Mengolah Data Statistik Untuk Segala Kerpeluan Secara Otodidak. Indonesia.
S.E.,M.M.,Ak.,CA, D. S., S.E.,M.M., D. A., & S.Pd.,M.M, D. S. (2018). BUKU MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Kompensasi Tidak Langsung dan Lingkungan Kerja Fisik. (T. Erang, Ed.) Yogyakarta, D.I.Y Yogyakarta, Jawa Tengah: Penerbit ANDI (Anggota IKAPI).
S.H.,M.M.,M.Si., P. H. (2015). Buku Metodologi Penelitian Kuantitatif.
Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Sedarmayanti, & Pusparani, M. (2021, Maret). Faktor Yang mempengaruhi Kinerja Pegawai (Suatu Kajian Studi Literatur Manajemen Sumber Daya Manusia). JURNAL ILMU MANAJEMEN TERAPAN, Volume 2, No.4, 536.
Sedarmayanti, & Sembiring, Y. P. (2017). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Perkebunan Sumatera Utara. Skripsi Universitas Sumatera Utara, 29-32.
Sedarmayanti, Sembiring, Y. P., & Sugiyono. (2017). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Perkebunan Sumatera Utara. Skripsi Universitas Sumatera Utara, 29-40.
Siagian, Sihaloho, R. D., & Siregar, H. (2019, November). Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Super Setia Sagita Medan.
JURNAL ILMIAH SOCIO SECRETUM, Volume 9 Nomor 2, 277.
Sugiyono, S.T., M.M., S. R., & S.E.,M.M., D. A. (2020). Buku Metode Riset Penelitian Kuantitaif. Yogyakarta: Grup Penerbitan CV.BUDI UTAMA.
Supriadi, A., & Anitra, V. (2020). Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Salim Surya Phone di Samarinda. Jurnal Borneo Student Research, Vol 1 No. 3, 2000.
Susanto, S. d., Rivalita, C., & Ferdian, A. (2020). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Outsource Cleaning Servis di Universitas Telkom. Jurnal Mitra Manajemen, Vol.4, No.4, 513.
Untung, D. (2017). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening. SKRIPSI Universitas Diponegoro, 8.
Widodo, & Kurnicwan, B. (2019). Pengaruh Displin Kerja, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Perawat. SKRIPSI, 11.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Kuesioner Penelitian
KUESIONER PENELITIAN :
“Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa”
Dalam rangka penyusunan skripsi saya maka :
Nama : Widya Anisya Febrianti
Nim 105721106318
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
Jurusan : Manajemen
Memohon kesediaan Bpk/ibu/Saudari untuk meluangkan waktu guna mengisi kuesioner berikut ini :
IDENTITAS RESPONDEN
Berilah tanda centang (√) setiap pernyataan ini sesuai data diri Anda
A. Nama :
B. Jenis kelamin Anda : ( ) Pria
( ) Wanita
C. Usia Anda : tahun D. Pendidikan terakhir Anda
( ) SMA/SMK ( ) Sarjana (S1)
( ) D3 ( ) Sarjana (S2)
E. Masa Kerja : tahun
Petunjuk Pengisian :
Kuesioner di bawah ini memuat sejumlah pernyataan. Silahkan tunjukkan seberapa besar tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan Anda terhadap setiap pernyataan dengan memberi tanda centang (√) pada kotak jawaban yang Anda pilih. Tidak ada jawaban yang benar atau salah. Anda cukup menjawab langsung sesuai apa yang muncul pertama kali dalam pikiran Anda. Selamat mengisi kuesioner berikut dan terima kasih atas waktunya.
Keterangan :
Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (S) 4
Kurang Setuju (KS) 3
Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STS) 1
NO PENYATAAN STS TS KS S SS
Lingkungan Kerja Fisik (X1)
1.
Saya merasa cahaya langsung dari lampu membantu pekerjaan
2.
Suara kebisingan dari alat dapat mengganggu ketenangan dalam bekerja
3.
Warna dan penataan ruang membuat saya lebih fokus dan memudahkan dalam bekerja
4.
Musik yang nadanya lembut sesuai dengan suasana ,dapat membangkitkan
suasana pegawai dalam bekerja
5.
Keamanan sekitar tempat kerja sudah aman
Lingkungan Kerja Non Fisik (X2) 1.
Hubungan sesama rekan kerja sudah baik dan menyenangkan
2.
Atasan menjalin komunikasi yang baik dengan bawahan
3.
Saya mendapatkan tim kerja yang saling mendukung
Kinerja Pegawai (Y) 1.
Saya lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas
2.
Saya berusaha mengeluarkan kemampuan saya dalam
menyelesaikan setiap pekerjaan
3.
Saya selalu tepat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan yang diberikan
4.
Saya berusaha menyelesaikan tugas kantor secara mandiri tanpa bantuan orang lain
5.
Saya memiliki inisiatif sendiri dalam melakukan suatu pekerjaan tanpa harus diberi tahu
6.
Kerjasama antar pegawai sangat kompak
Lampiran 2. Tabulasi Data
NO
LINGKUNGAN KERJA FISIK (X1)
LINGKUNGAN KERJA NON FISIK
(X2)
KINERJA PEGAWAI (Y) 1 5 3 5 5 5 23 5 4 5 14 5 4 4 5 4 5 27 2 5 4 5 5 5 24 5 5 5 14 4 3 5 4 5 4 25 3 5 4 4 4 4 21 5 5 5 15 3 4 5 4 4 5 25 4 4 4 4 4 4 20 4 4 5 13 3 4 4 3 3 5 22 5 3 5 5 5 5 23 5 4 4 14 5 5 5 4 5 5 29 6 5 4 5 4 5 23 5 4 4 13 5 5 4 5 5 4 28 7 5 4 5 4 5 23 5 5 5 15 4 5 5 5 5 5 29 8 5 5 4 5 4 23 5 4 4 13 5 5 5 4 4 5 28 9 4 5 5 5 5 25 4 5 4 13 5 5 5 4 4 5 28 10 4 5 5 4 4 24 5 5 5 15 4 5 5 4 4 3 25 11 4 5 3 4 4 20 4 4 4 12 4 5 4 4 4 5 26 12 5 5 5 5 5 25 5 4 5 14 5 5 5 5 5 5 30 13 4 4 4 4 4 20 4 5 5 14 4 5 4 5 4 4 26 14 5 5 4 4 5 23 4 4 4 12 4 4 5 5 4 4 26 15 5 5 4 5 4 23 4 4 4 12 4 5 4 3 4 4 24 16 4 4 3 3 3 17 5 5 5 15 3 3 3 5 5 5 24 17 5 5 5 5 5 25 4 5 5 14 4 5 5 5 4 4 27 18 4 4 4 4 4 20 5 5 5 15 4 5 5 5 5 5 29 19 5 5 5 5 5 25 5 5 5 15 5 5 5 5 5 5 30 20 4 5 4 4 5 22 4 4 4 12 4 4 4 4 5 5 26 21 5 4 4 5 5 23 5 5 5 15 5 4 4 3 4 5 25 22 4 5 4 4 4 21 4 4 4 12 1 4 3 4 4 4 20 23 5 5 4 5 4 23 5 5 5 15 3 3 4 5 5 5 25 24 4 5 5 5 5 24 4 4 4 12 3 3 4 4 4 4 22 25 4 4 3 5 3 19 3 4 3 10 2 5 4 2 5 3 21 26 5 5 3 5 3 21 4 4 4 12 1 5 4 3 1 4 18 27 5 5 5 5 5 25 5 5 5 15 4 4 4 4 4 4 24 28 4 5 4 5 4 22 4 4 4 12 4 4 4 4 4 4 24 29 5 4 5 5 5 24 5 5 5 15 4 4 4 5 5 4 26 30 4 4 3 4 4 19 4 4 4 12 3 1 4 4 3 3 18 31 5 5 5 5 5 25 5 5 5 15 5 5 5 5 5 5 30 32 4 5 5 4 4 22 4 4 4 12 3 3 4 5 4 4 23 33 5 4 4 4 4 21 5 5 5 15 3 3 3 3 3 3 18 34 5 5 5 5 5 25 5 5 5 15 5 5 5 5 5 5 30 35 4 4 4 4 4 20 4 4 4 12 4 4 4 4 4 4 24 36 5 4 5 5 5 24 5 4 5 14 5 5 5 5 5 5 30
Lampiran 3. SPSS
TABEL FREKUENSI VARIABEL X1 Statistics
X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5
Lingkungan Kerja Fisik
N Valid 36 36 36 36 36 36
Missing 0 0 0 0 0 0
Mean 4.53 4.53 4.33 4.53 4.42 22.33
Median 5.00 5.00 4.00 5.00 4.50 23.00
Range 2 2 2 2 2 10
Minimum 3 3 3 3 3 15
Maximum 5 5 5 5 5 25
X1.1
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid KS 1 2.8 2.8 2.8
S 15 41.7 41.7 44.4
SS 20 55.6 55.6 100.0
Total 36 100.0 100.0
X1.2
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid KS 1 2.8 2.8 2.8
S 15 41.7 41.7 44.4
SS 20 55.6 55.6 100.0
Total 36 100.0 100.0
X1.3
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid KS 5 13.9 13.9 13.9
S 14 38.9 38.9 52.8
SS 17 47.2 47.2 100.0
Total 36 100.0 100.0
X1.4
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid KS 1 2.8 2.8 2.8
S 15 41.7 41.7 44.4
SS 20 55.6 55.6 100.0
Total 36 100.0 100.0
X1.5
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid KS 3 8.3 8.3 8.3
S 15 41.7 41.7 50.0
SS 18 50.0 50.0 100.0
Total 36 100.0 100.0
Lingkungan Kerja Fisik
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 15 1 2.8 2.8 2.8
18 1 2.8 2.8 5.6
19 2 5.6 5.6 11.1
20 5 13.9 13.9 25.0
21 4 11.1 11.1 36.1
22 4 11.1 11.1 47.2
23 6 16.7 16.7 63.9
24 2 5.6 5.6 69.4
25 11 30.6 30.6 100.0
Total 36 100.0 100.0
TABEL FREKUENSI VARIABEL X2 Statistics
X2.1 X2.2 X2.3
Lingkungan Kerja Non Fisik
N Valid 36 36 36 36
Missing 0 0 0 0
Mean 4.53 4.47 4.53 13.56
td. Deviation S.560 .506 .560 1.423
Minimum 3 4 3 10
Maximum 5 5 5 15
X2.1
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid KS 1 2.8 2.8 2.8
S 15 41.7 41.7 44.4
SS 20 55.6 55.6 100.0
Total 36 100.0 100.0
X2.2
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid S 19 52.8 52.8 52.8
SS 17 47.2 47.2 100.0
Total 36 100.0 100.0
X2.3
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid KS 1 2.8 2.8 2.8
S 15 41.7 41.7 44.4
SS 20 55.6 55.6 100.0
Total 36 100.0 100.0
Lingkungan Kerja Non Fisik
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 10 1 2.8 2.8 2.8
12 11 30.6 30.6 33.3
13 4 11.1 11.1 44.4
14 6 16.7 16.7 61.1
15 14 38.9 38.9 100.0
Total 36 100.0 100.0
TABEL FREKUENSI VARIABEL Y Statistics
Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6
Kinerja Pegawai
N Valid 36 36 36 36 36 36 36
Missing 0 0 0 0 0 0 0
Mean 3.78 4.28 4.33 4.25 4.25 4.39 25.28
Std. Deviation 1.098 .849 .632 .806 .841 .688 3.461
Minimum 1 2 3 2 1 3 18
Maximum 5 5 5 5 5 5 30
Y1
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid STS 2 5.6 5.6 5.6
TS 2 5.6 5.6 11.1
KS 8 22.2 22.2 33.3
S 14 38.9 38.9 72.2
SS 10 27.8 27.8 100.0
Total 36 100.0 100.0
Y2
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid TS 1 2.8 2.8 2.8
KS 6 16.7 16.7 19.4
S 11 30.6 30.6 50.0
SS 18 50.0 50.0 100.0
Total 36 100.0 100.0
Y3
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid KS 3 8.3 8.3 8.3
S 18 50.0 50.0 58.3
SS 15 41.7 41.7 100.0
Total 36 100.0 100.0
Y4
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid TS 1 2.8 2.8 2.8
KS 5 13.9 13.9 16.7
S 14 38.9 38.9 55.6
SS 16 44.4 44.4 100.0
Total 36 100.0 100.0
Y5
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid STS 1 2.8 2.8 2.8
KS 3 8.3 8.3 11.1
S 17 47.2 47.2 58.3
SS 15 41.7 41.7 100.0
Total 36 100.0 100.0