• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Empiris

Dalam dokumen DAFTAR ISI (Halaman 31-38)

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

B. Tinjauan Empiris

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No. Nama/

Tahun

Judul Penelitian

Alat Analisis

Hasil Penelitian 1. Nadya

Nurul Fitri &

Ary Ferdian / 2021

Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.

Infrastruktur Telekomunikas i Indonesia

Analisis regresi berganda menggunak an software program SPSS

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik dan lingkugan kerja non fisik berpengaruh

secara parsial dan simultan terhadap kinerja karyawan pada PT. Infrastruktur Telekomunikasi

Indonesia

2. Samudera Witjaksono Ego

Muhammad / 2021

Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bukalapak

Analisis deskriptif dan Analisis regresi linear berganda

1. Lingkungan kerja fisik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

2. Lingkungan kerja non fisik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

3. Lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik, secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan diterima secara statistic secara signifikan.

4. Pada variabel kinerja karyawan mempunyai nilai skor yang baik.

3. M. Faisal, Dwi Wahyu Artiningsih, Periyadi/

Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan

Kuantitatif dengan penelitian survei

1. Lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada

2021 Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja

Karyawan pada PT.

Wilson Lautan Karet

Banjarmasin

PT. Wilson Lautan Karet Banjarmasin.

2. Lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT.

Wilson Lautan Karet Banjarmasin.

3. Lingkungan kerja fisik dan Lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja karyawan pada PT.

Wilson Laitan Karet Banjarmasin.

4. Sri Hardianti, Sinto, Nur Ainun/2021

Kajian Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja

Pegawai pada PT. Bank Sumut Pusat Medan

Analisis regresi linear berganda

Berdasarkan hasil penelitian bahwa:

- Secara parsial, lingkungan kerja fisik(X1) dan non fisik (X2) berpengaruh signifikan erhadap kinerja pegawai (Y) Pada PT. Bank Sumut Pusat Medan.

- Secara simultan, lingkungan kerja fisik (X1) dan non fisik (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada PT. Bank Sumut Pusat Medan.

- Lingkungan fisik dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh terhadap kinerja pegawai PT.Bank

Sumut Medan.

Pengaruh positif antara lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh terhadap kinerja pegawai Pt. Bank Sumut Pusat Medan adalah sebesar 69,6%

dan sisanya di

pengaruhi oleh variabel lain.

5. Ahmad Naufal, Anita

Silvianita/20 21

Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Amal Solution

Analisis deskriptif menggunak an statistik

1. Lingkungan kerja fisik yang ada pada PT.

Amal Solution cukup baik.

2. Lingkungan kerja non fisik yang ada pada PT. Amal Solution cukup baik.

3. Kinerja karyawan yang ada pada PT.

Amal Solution cukup baik.

6. Ulva Ardhianti, Ade Irma Susanty/20 20

Pengaruh Lingkungan KerjaTerhadap Kinerja

Karyawan pada Suatu Perusahaan di Jakarta

Analisis deskriptif

1. Lingkungan kerja karyawan suatu perusahaan di Jakarta masuk dalam kategori baik, dengan nilai rata

– rata 78,5%

responden.

2. Kinerja karyawan suatu perusahaan di Jakarta masuk dalam kategori baik, dengan nilai rata – rata 77,6%

responden.

3. Lingkungan kerja berpengaruh positif dan siginifikan terhadap kinerja karyawan pada suatu perusahaan di Jakarta.

7. Syifa’ Pri Widyastuti, Dr. Dian Indiyati SE.,SH.,M.

Si/2020

Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan pada Sektor Jaminan Sosial Nasional (Studi Kasus BPJS

Ketenagakerja an Bandung

Analisis deskriptif variabel menggunak an aplikasi SPSS

1. Kondisi lingkungan kerja fisik dinilai “sangat baik” artinya fasilitas

dan kondisi

perusahaan secara fisik dapat menunjang pekerjaan yang dilakukan. Kondisi lingkungan kerja non fisik dinilai “baik” artinya kondisi sosial dalam perusahaan cenderung kondusif dan karyawan mampu saling interaksi secara positif atau

Lodaya) minim konflik. Kondisi kinerja karyawan dinilai

“sangat memuaskan”

artinya sebagian besar karyawan telah dapat memenuhi aspek kriteria kinerja perusahaan.

2. Lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh terhadap kinerja karyawan secara simultan.

3. Lingkungan kerja fisik berpengaruh terhadap kinerja karyawan secara parsial dengan pengaruh sebesar 59,8% terhadap kinerja karyawan.

4. Lingkungan kerja non fisik berpengaruh terhadap kinerja karyawan secara parsial dengan pengaruh sebesar 32,3% terhadap kinerja karyawan.

5. Terdapat pengaruh tidak langsung lingkungan kerja fisik dan non fisik sebesar 19,3%.

8. Nanda Aulia Pangestuti/

2020

Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Serta Stress Kerja

Terhadap Kinerja Karyawan Pabrik Suka Rasa Bakery

Analisis regresi berganda

Berdasarkan hasil penelitian bahwa lingkungan kerja fisik dan non fisik serta stress kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

9. Megawati,B akri

Hasanuddin ,Yobert Kornelius/

Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja

Analisis deskriptif dan Analisis regresi linear

1. Lingkungan Kerja Fisik berpengaruh siginifikan terhadap kinerja karyawan.

2. Lingkungan Kerja

2019 Karyawan Bukalapak

berganda Non Fisik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

3. Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non Fisik, secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan diterima secara statistik (signifikan).

4. Pada variabel kinerja karyawan mempunyai nilai skor yang baik.

10. Nisa’Ulul Mafra/ 2019

Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Dengan

Motivasi Sebagai Variabel Moderating Terhadap Kinerja Pegawai PT.Pegadaian (Persero) Kantor Cabang Palembang

Analisis regresi berganda ( multiple regressions model

Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa:

1. Ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja fisik secara parsial terhadap kinerja pegawai PT.

Pegadaian (Persero)

Kantor Cabang

Palembang.

2. Ada pengaruh yang signifikan lingkungan kerja non fisik secara parsial terhadap kinerja

pegawai PT.

Pegadaian (Persero)

Kantor Cabang

Palembang.

3. Ada pengaruh yang signifikan lingkungan kerja dan lingkungan kerja no fisik secara

bersama –sama

terhadap kinerja pegawai PT.Pegadaian (Persero) Kantor Cabang Palembang.

4. Ada pengaruh yang signifikan lingkungan kerja fisik dengan dimoderasi motivasi terhadap kinerja

pegawai PT.

Pegadaian (Persero)

Kantor Cabang Palembang.

5. Ada pengaruh yang signifikan lingkungan kerja non fisik dengan dimoderasi motivasi terhadap kinerja

pegawai PT.

Pegadaian (Persero)

Kantor Cabang

Palembang.

C. Kerangka Konsep

Menurut Sugiyono (2013:40) kerangka konsep merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun berbagai teori yang telah dideskripsikan.

Berdasarkan teori – teori yang telah di deskripsikan tersebut. Maka dapat digambarkan suatu bagian kerangka pemikiran mengenai Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X1) Lingkungan Kerja Non Fisik (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y)

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran

D. Hipotesis

Dalam Arifin, (2012:197) menyatakan bahwa hipotesis kata dugaan, prediksi, dan sementara menjukkan bahwa suatu hipotesis harus dibuktikan kebenarannya, apakah dapat diterima menjadi suatu pertanyaan yang permanen atau tidak.

1. H1 : Lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.

2. H2 : Lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.

Lingkungan Kerja Non Fisik (X2):

1. Hubungan Rekan Kerja Setingkat

2. Hubungan Atasan Dengan Bawahan

3. Kerjasama Antar Karyawan Sumber : Siagian (2014:277)

Kinerja Pegawai (Y):

1. Kuantitas Pekerjaan 2. Kualitas pekerjaan 3. Ketepatan waktu 4. Kemandirian 5. Inisiatif 6. Kerjasama Sumber:

Mondy,Noe,Premaux dalam Priansa (2014:15) Lingkungan Kerja Fisik (X1):

1. Penerangan/ Cahaya 2. Kebisingan di tempat kerja 3. Dekorasi di tempat kerja 4. Musik di tempat kerja 5. Keamanan di tempat kerja Sumber:Sedarmayanti (2012:29)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif metode dengan pendekatan kuantitatif. Menjelaskan bahwa metode penelitian deskriptif kuantitaif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada sampel filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitaif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah dibuat.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan pada Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa Jl. Mesjid Raya No.34 Sungguminasa Kab.Gowa.

Dan penelitian ini dilakukan selama 2 bulan Maret – Mei 2022.

C. Jenis Sumber Data 1. Jenis Data

Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitaif. Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel lain.

2. Sumber Data a. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung di Kantor Dinas Perdangangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa melalui kegiatan observasi, wawancara, kuesioner atau cara lainnya. Data primer

22

memerlukan pengolahan data lebih lanjut agar data tersebut memiliki makna.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dan diperoleh dari pihak tertentu yang telah mengumpulkan data tersebut.

Data sekunder merupakan data jadi dan meliputi dan peneliti tidak memerlukan pengolahan data untuk memaknai data tersebut.

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas obyek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah pegawai tetap pada Kantor Dinas Perdagangan dan Perinudstrian Kabupaten Gowa berjumlah 36 orang pegawai.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh dimana anggota populasi pada Kantor Dinas Perdagangann dan Perindustrian Kabupaten Gowa dijadikan sampel dengan jumlah sebanyak 36 orang responden.

:

E. Metode Pengumpulan Data

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengumpulan data penelitian, diantaranya :

a. Observasi

Observasi adalah cara lebih efektif dalam menggunakan dengan melengkapi kegiatan observasi itu dengan menyediakan format atau blangko pengamatan sebagai instrument observasi.

b. Dokumentasi

Dokumentasi juga penting untuk menemukan data (informasi) yang diperlukan dalam penelitian. Meskipun data (informasi) yang didapat dari dokumentasi ini klasifikasinya bukan data primer, tetapi masuk dalam klasifikasi data sekunder.

c. Kuesioner

Kuesioner adalah cara pengumpulan data dengan menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden, dengan harapan mereka akan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut.

F. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definis Operasional

Adapun definisi operasional masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Variabel Lingkungan Kerja Fisik (X1) dalam penelitian ini adalah semua keadaan yang berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Pengukuran variabel ini menggunakan indikator lingkungan

24

kerja penelitian : penerangan/cahaya, Kebisingan, Dekorasi, Musik, dan Keamanan di tempat kerja.

b. Variabel Lingkungan Kerja Non Fisik (X2) dalam penelitian ini adalah semua keadaan yang terjadi berkaitan dengan hubungan kerja baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesame rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan. Pengukuran variabel ini menggunakan indikator lingkungan kerja non fisik penelitian : pengawasan, suasana kerja, perlakuan yang baik, ada rasa aman dari anggota, dan para anggota mendapat perlakuan secara adil dan objektif.

c. Variabel Kinerja Pegawai (Y) kinerja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pengukuran variabel ini menggunakan dari penelitian : jumlah pekerjaan, kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, kehadiran, dan kemampuan kerja sama.

Tabel 3.1 Operasional Variabel

Variabel Definisi Indikator

Lingkungan Kerja Fisik (X1)

Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan yang berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi secara langsung ataupun tidak langsung

Sumber:Sedarmayanti (2012) 1.

Penerangan/Cahaya 2. Kebisingan

3. Dekorasi 4. Musik 5. Keamanan

Lingkungan Kerja Non Fisik (X2)

Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesame

1. Hubungan Rekan Kerja Setingkat 2. Hubungan Atasan Dengan Bawahan 3. Kerjasama Antar Karyawan

rekan kerja ataupun hubungan dengan bawahan.

Sumber: Siagian (2014:61) Kinerja

Pegawai (Y)

Kinerja merupakan hasil kerja dan perilaku kerja yang dicapai dalam menyelesaikan tugas – tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

Sumber:Mondy,Noe,Premaux dalam Priansa (2014:271)

1. Kuantitas Pekerjaan

2. Kualitas Pekerjaan 3. Ketepatan Waktu 4. Kemandirian 5. Inisiatif 6. Kerjasama

2. Pengukuran Variabel

Pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian adalah skala likert.

Skala likert adalah skala psikometrik yang umum digunakan untuk kuesioner. Skala likert ini paling banyak digunakan dalam riset berupa survei.

Skala likert untuk mengukur ketidaksetujuan atau kesetujuan orang terhadap suatu objek, yang biasanya tersusun pada tabel 3.2

Tabel 3.2 Skala Likert

Skala Kategori

5 Sangat Setuju

4 Setuju

3 Kurang Setuju

2 Tidak Setuju

1 Sangat Tidak Setuju

G. Metode Analisis Data 1. Uji Instrument a) Uji Validitas

Uji validitas merupakan uji yang berfungsi untuk melihat apakah suatu alat ukur tersebut valid (sahih) atau tidak valid. Alat ukur yang di maksud disini merupakan pernyataan – pernyataan yang ada dalam kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pernyataan tersebut pada kuesioner dapat mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner. Misalnya, mengukur kinerja karyawan.

1. H0 diterima apabila r hitung > r table, (alat ukur yang digunakan valid atau sah).

2. H1 ditolak apabila r statistik < r table, (alat ukur yang digunakan tidak valid atau sahih.

b) Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana alat pengukur dapat dipercaya atau diandalkan. Sehingga uji reliabilitas dapat digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur tetap konsistensi jika pengukuran tersebut diulang. Alat ukur dikatakan reliable jika menghasilkan hasil yang sama meskipun dilakukan pengukuran berkali – kali.

SPSS memberikan untuk mengukur reliabilitas dengan uji sebagai berikut : 1. Jika nilai koefisien realibilitas > 0,60 maka instrument yang diuji adalah

reliable

2. Jika nilai koefisien realibilitas <0,60 maka instrument yang diuji adalah tidak reliable

2. Uji Asumsi Klasik a) Uji Normalistik

Uji normalistik merupakan salah satu bagian uji persyaratan analisis data, yang artinya sebelum melakukan uji analisis seperti uji signifikan atau uji hubungan, data yang harus diuji kenormalannya. Uji normalitas untuk melihat apakah data yang kita miliki terdistribusi normal atau tidak.

Uji normalistik dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : 1. Grafik Histogram

2. Grafik Normal PP Plot b) Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas yaitu bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.

c) Uji Multikolonieritas

Uji Multikolonieritas yaitu pengujian ada atau tidaknya hubungan linear antar variabel bebas. Asumsi model regtesi linear berganda mensyaratkan tidak adanya hubungan kombinasi linear antara variabel bebas yang satu dengan yang lainnya.

Pengujian multikolonieritas dengan menggunakan Variance Influnce Factor (VIF) , bila VIF kecil dari 10 tidak terdapat multikolonieritas.

3. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menentukan pengaruh yang ditimbulkan oleh indikator variabel bebas terhadap variabel terikat dengan formulasi sebagai berikut :

Y = a + b1 X1 + b2 X2 + e

Dimana :

Y = Kinerja Pegawai a = Konstanta

X1 = Lingkungan Kerja Fisik X2 = Lingkungan Kerja Non Fisik b1 b2 = Koefisien Regresi

e = Eror

H. Uji Hipotesis a) Uji t

Uji t pada dasarnya menujukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variabel – variabel dependen. Uji ini memiliki kriteria t hitung lebih besar dari t tabel dan signifikan Alpha di bawah 0.05 (5%).

b) Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien korelasi digunakan utuk menggambarkan kuatnya hubungan antara variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2) secara bersama – sama terhadap kinerja pegawai (Y). Sementara koefisien determinasi (R2) mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel independen.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa

Tahun 1961 baru terbentuk Departemen Perindustrian Rakyat Kabupaten Gowa dengan alamat di Jl. Mesjid Raya No. 34 Sungguminasa Kab. Gowa.

Tahun 1970 berubah nama menjadi Kantor Resor Perindustrian Kabupaten Gowa dan wilayah kerjanya meliputi Gowa, Takalar, dan jeneponto. Alamat masih di Jl. Mesjid Raya No. 34 Sungguminasa Kab. Gowa. Tahun 1982 berubah menjadi Kantor Departemen Perindustrian Kabupaten Gowa.

Tahun 1995 sesuai dengan Peraturan Daerah No. 03 Tahun 2001 maka Departemen Perindustrian berubah nama menjadi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Penanaman Modal Kabupaten Gowa dan selanjutnya pada Tahun 2001 yang dikenal dengan abad 21 yang lebih dikenal dengan millennium ketiga dan sekaligus terlaksananya otonomi daerah sebagai implementasi dari UU No.22 Tahun 1999 dan UU No.25 Tahun 1999 yang penuh dengan tantangan dibidang pembangunan ekonomi daerah dimana Kabupaten Gowa ditunjuk sebagai pelksana ketentuan otonomi daerah mewakili Provinsi Sulawesi Selatan.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa sector industri dan perdagangan memiliki peranan strategis dalam pembangunan perekonomian Kabupaten Gowa. Hal ini dapat dilihat dalam peranannya yang penting dalam penyediaan kesempatan usaha, kesempatan kerja,

30

peningkatan ekspor, lebih dari itu sektor industri dan perdagangan lebih mampu bertahan krisis ekonomi di masa lalu karena, karakteristiknya yang fleksibel dan memanfaatkan sumber daya lokal sehingga dapat diandalkan mendukung ketahanan ekonomi. Dengan pertimbangan tersebut, maka pemerintah Kabupaten Gowa, akan terus meningkatkan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangannya sehingga dapat berperan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi Kabupaten Gowa Sejalan dengan misi Bupati Gowa dalam rangka menarik investor dan mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan potensi sumber daya alam.

Dalam upaya pengembangan sektor industri dan Perdagangan berbagai persoalan masih perlu perhatian, yaitu:

1. Kondisi Perdagangan dan Perindustrian yang pada umumnya masih terbatas baik dari aspek produktivitas, sumber daya manusia, manajemen, teknologi pemodalan dan pemasaran.

2. Jaminan pasar yang akan menyerap hasil produk termasuk jaringan distribusi yang dapat berfungsi sebagai jalur pemasaran secara efisiensi.

3. Krisis ekonomi nasional yang belum sepenuhnya pulih, dan

4. Tantangan perkembangan liberalisasi perdagangan baik dalam kerangka Kerjasama AFTA (Asean Free Trade Area), APEC (Asia Pasific Economic Cooperation) maupun GATT/WTO (General Agreement on Tariffs and Trade/World Trade Organization) yang membawa dampak peningkatan persaingan usaha.

Maka Dinas Perindustrian Perdagangan dan Penanaman Modal berubah bentuk menjadi Dinas Perdagangan dan Perindustrian sampai sekarang

sesuai dengan Perda No. 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata kerja Dinas Kabupaten Gowa.

2. Visi dan Misi Organisasi a. Visi:

Meningkatnya kualitas sektor industri dan perdagangan berbasis ekonomi.

b. Misi:

1. Meningkatnya perdagangan yamg efektif dan berkualitas.

2. Meningkatnya potensi usaha mikro dalam penguatan kelembagaan dan perekonomian masyarakat.

3. Meningkatnya pembina industri kecil dan menengah dengan mentikberatkan pada pemanfaatan sumber daya lokal serta optimalisasi pemanfaatan kawasan industri gowa.

4. Meningkatkan kualitas profesionalisme sumber daya aparatur dan displin kerja serta tata kelola.

Sub Koodinator dan Kelompok

Jabatan Sub Koodinator dan

Kelompok Jabatan Fungsional Sub Koodinator dan

Kelompok Jabatan Fungsional Sub Koodinator dan

Kelompok Jabatan Fungsional

BIDANG PROMOSI &

PENGEMBANGAN EKSPOR BIDANG BINA

PASAR BIDANG

PERDAGANGAN BIDANG

PERINDUSTRIAN Kelompok

Jabatan Fungsional

SEKRETARIS

UPTD KEPALA DINAS 3. Struktur Organisasi dan Job Description a. Struktur Organisasi

Sub. Bagian umum &

kepegawain

Sub. Bagian Perencanaan

& Pelaporan

Sub.

Bagian Keuanga

Gambar 4.1 Struktur Organisasi b. Job Description

1. Kepala Dinas

a. Merumuskan dan menyelenggarakan rencana strategis dan program kerja dinas yang sesuai visi misi daerah.

b. Mengkoordinasikan perumusan dan penyusunan program kerja dinas sesuai bidang tugasnya.

c. Menyelenggarakan pemberian izin, melaksanakan pengawasan dan pembinaan usaha perdagangan dan izin usaha kawasan industri yang lokasinya di kabupaten, menyelenggarakan standar kompetisi SDM industri dan aparatur pembina industri di kabupaten

d. Memberikan perlindungan kepastian berusaha terhadap usaha industri dan pemberian fasilitas usaha dalam rangka pengembangan IKM di kabupaten.

e. Menyelenggarakan pengawasan, pelaporan pelaksanaan serta penyajian informasi pelaksanaan wajib daftar perushaan skala kabupaten.

f. Membina, mengarahkan, mengawasi, memberikan sanksi dan menilai prestasi kerja serta mengembangkan karier pegawai.

g. Mengevaluasi hasil pelaksanaan program kerja di lingkungan dinas.

h. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Bupati

i. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.

2. Sekretariat Dinas

a. Merencanakan, mengorganikasikan, menggerakan dan mengendalikan serta menetapkan kebijakan di bidang umum, kepegawaian, keuangan, dan perlengkapan.

b. Menyusun rencana kegiatan tahunan sebagai pedoman pelaksanaan tugas.

c. Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan pelayanan teknis dan administrative kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkup Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

d. Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan urusan umum dan kepegawaian

e. Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan urusan perencanaan dan pelaporan.

f. Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan keuangan.

g. Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan urusan perlengkapan.

h. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan administrasi umum, kepegawaian, keuangan, dan perlengkapan.

i. Mengkoordinasikan penyusunan laporan pelaksanaan program dan kegiatan dalam lingkup Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

j. Menilai prestasi kerja para Kepala Sub Bagian dalam rangka pembinaan dan pengembangan karier.

k. Menginventarisir permasalahan – permasalahan yang berhubungan dengan kesekretariatan dan menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah.

l. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

3. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

a. Membuat rencana operasionalisasi program kerja Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

b. Mengendalikan surat masuk dan surat keluar, arsip, kegiatan, pengetikan, administrasi barang dan perlengkapan dinas, pelaksanaan administrasi pengunaan dan pemakaian kendaraan dan rumah dinas serta penggunaan kantor.

c. Melaksanakan pengaturan urusan rumah tangga dan keamanan lingkungan dinas serta rumah dinas kantor.

d. Melaksanakan tugas humas dan keprotokoleran dinas, mengumpulkan, mengelola, dan menyimpan data kepegawaian dinas.

e. Mempersiapkan rencana kebutuhan pegawai, penempatan pegawai dan bahas usulan kenaikan pangkat, gaji berkala pegawai dan data pegawai yang akan mengikuti pendidikan pelatihan kepegawaian.

f. Mempersiapkan bahan pemberhentian, teguran pelanggaran displin, pensium dan surat cuti pegawai dinas.

g. Melaksanakan pengurusan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, penginventarisasian perlengkapan dinas.

h. Membuat laporan kepegawaian dan Daftar Urut Kepangkatan (DUK) dan bahan pembuatan DP-3 setiap pegawai.

i. Mengevaluasi hasil program kerja.

j. Menyusun laporan hasil kegiatan.

k. Melaksanakan tugas – tugas lain yag diberikan oleh atasan.

4. Sub Bagian Keuangan

a. Membuat rencana operasionalisasi program kerja Sub Bagian Keuangan.

b. Membuat daftar usulan kegiatan dan melaksanakan penggajian.

c. Menyiapkan Proses administrasi terkait dengan penata usahaan keuangan daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

d. Menyiapkan pembukuan setiap transaksi keuangam pada buku kas umum.

e. Melaksanakan perbendaharaan keuangan dinas.

f. Melaksanakan pengendalian pelaksanaan tugas pembantu bendahara pengeluaran.

g. Mengajukan SPP untuk pengisian kas, SPP beban tetap dan SPP gaji atas persetujuan pengguna anggaran (Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah/Lembaga Teknis Daerah) yang ditetapkan sebagai pengguna anggaran dengan keputusan Bupati.

h. Memeriksa pembayaran gaji SKPP pegawai yang mutasi

Dalam dokumen DAFTAR ISI (Halaman 31-38)

Dokumen terkait