BAB III METODE PENELITIAN
G. Analisis Data dan Refleksi
Menganalisis data penelitian merupakan suatu langkah yang sangat kritis.
Analisis statistik sesuai dengan karakteristik data yang bersifat kuantitatif, yang berbentuk angka-angka bilangan sedangkan yang tidak berbentuk angka yang bersifat kualitatif’.45
Analisis data dalam rangka refleksi, setelah implementasi suatu paket tindakan perbaikan mencakup proses dan dapat seperangkat tindakan perbaikan dalam suatu siklus. Adapun analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah analisis deskriptif kuantitatif. Tes prestasi belajar dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan cara menentukan skor tes hasil belajar dari subyek penelitian atau diperoleh melalui hasil evaluasi setelah pembelajaran pada siklus dengan menggunakan tes yang telah disiapkan.
Data yang dikumpulkan untuk dianalisis dalam penelitian ini adalah meliputi data hasil belajar siswa, aktifitas siswa dan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Data tentang hasil belajar siswa diambil dengan metode tes dalam bentuk essay, sedangkan untuk mengetahui aktifitas siswa dan guru diperoleh dengan
45 Yatim Rianto, Metode penlitian , h. 104.
48
menggunakan metode observasi observasi atau pengamatan meliputi kegiatan pengamatan terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra.46
Alasan yang digunakan metode observasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Dapat mempermudah pengumpulan data yang cukup banyak dan pelaksanaan yang cukup teratur.
2. Lebih banyak melihat serta mengganti obyek penelitian.
Data hasil observasi dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Analisis data
1) Data kegiatan guru
Data kegiatan guru dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut
a) Menentukan skor yang diperoleh guru
Skor yang diperoleh guru tergantung banyaknya kegiatan yang dilakukan guru tersebut dari sejumlah deskriptor yang diamati. Jumlah skor yang diberikan sesuai dengan jumlah deskriptor yang nampak dan deskriptor yang tidak nampak.
b) Menentukan nilai yang diperoleh guru
Nilai yang diperoleh guru tergantung banyaknya kegiatan yang dilakukan guru tersebut dari sejumlah deskriptor yang diamati. Nilai yang diberikan sesuai dengan jumlah deskriptor yang nampak dan yang tidak tampak.
46 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis ( Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), h. 156.
49
(a) Nilai BS diberikan jika semua deskriptor tampak (b) Nilai B diberikan jika 2 deskriptor tampak (c) Nilai C diberikan jika 1 deskriptor tampak
(d) Nilai K diberikan jika tidak ada deskriptor tampak Keterangan:
BS = Baik sekali C = Cukup
B = Baik K = Kurang.47
2) Data aktivitas belajar siswa
Data uuntuk aktivitas belajar siswa selama dalam proses belajar mengajar berlangsung dianalisa dengan cara sebagai berikut :
a) Menentukan skor yang diperoleh siswa
Skor setiap individu tergantung banyaknya prilaku atau aktivitas yang dilakukan siswa dari sejumlah deskriptor yang diamati.
(a) Skor 4 diberikan jika deskriptor yang tampak lebih dari 75%
(b) Skor 3 diberikan jika deskriptor yang tampak antara 50%
sampai 70%
(c) Skor 2 diberikan jika deskriptor yang tampak antara 25%
sampai 50%
(d) Skor 1 diberikan jika deskriptor yang tampak lebih kecil atau sama dengan 25%
47 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar ( Bandung: Remaja Rosda Karya,
2009), h. 78
50 b) Menentukan MI dan SDI
MI = 2
1x SMI
SDI = 3 1x MI
Keterangan MI = Mean ideal (angka rata-rata ideal) SMI = Skor maksimal ideal
SDI = Standar deviasi ideal48
Tabel 1 : Kriteria aktivitas belajar siswa adalah sebagai berikut.49 :
Interval Kategori
MI + 1,5 ≤ A Sangat aktif
MI + 0,5 SDI ≤ A < MI + 1,5 SDI Aktif MI - 0,5 SDI≤ A< MI + 1,5 SDI Cukup aktif MI- 1,5 SDI ≤ MI - 0,5 SDI Kurang aktif A< MI-1,5SDI Sangat kurang aktif
Untuk aktivitas siswa skor tertinggi adalah 16 diperoleh dari semua deskriptor yang diamati tampak yaitu 3 dikalikan dengan banyaknya indikator dan skor terendah adalah 4 diperoleh dari semua deskriptor yang diamati tidak tampak yaitu 1 dikalikan dengan banyaknya indikator.
Skor maksimal ideal = 4 x 4 = 16 MI =
1 x 16 2 = 8
SDI = 31 x 8 = 2,6
48 Nurkencana , Evaluasi Hasil Belajar, h. 96.
49 Ibid, Evaluasi Hasil Belajar . H. 101.
51 3) Prestasi belajar siswa
Tes prestasi belajar disini dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan langkah-langkah :
a) Menentukan skor tes hasil belajar dari subjek penelitian atau diperoleh melalui hasil evaluasi setelah proses pembelajaran dengan menggunakan tes yang telah disusun.
b) Mengelompokkan skor tersebut dan disusun dalam format analisis ketuntasan belajar siswa.
c) Menentukan ketuntasan belajar siswa yang meliputi ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal.
Setelah memperoleh data dari hasil penelitian yang dilakukan, maka data tersebut dianalisis dengan mencari :
(a) Ketuntasan individu (Perorangan)
Ketuntasan belajar dinyatakan telah tercapai jika seorang (siswa) telah mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan bagi setiap unit bahan yang dipelajari (≥ 60)
(b) Ketuntasan klasikal (Kelompok)
Ketuntasan belajar dinyatakan telah tercapai jika sekurang- kurangnya 85% dari jumlah siswa dalam kelas bersangkutan yang sudah memenuhi kriteria ketuntasan belajar individu (perorangan).50
Hal ini dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
50 Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif dan Progresif (Jakarta : Prenada Media Grup, 2009), h. 241.
52 KK =
Z
X x 100%
Keterangan : KK = Ketuntasan klasikal
X = Jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥ 60 Z = Banyaknya siswa51
b. Refleksi
Kegiatan pada tahap refleksi adalah peneliti dan guru matematika mengkaji kekurangan dan hambatan yang muncul pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar. Sehingga diperoleh alternatif pemecahan masalah yang muncul pada setiap proses belajar mengajar, dan dapat melakukan perbaikan untuk pelaksanaan siklus selanjutnya.
51Isniarni ,Penerapan Pembelajaran EPA, h. 53.
53 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum MTsN Kelebuh 1. Sejarah Berdirinya MTsN Kelebuh
MTs Negeri Kelebuh adalah sebuah lembaga pendidikan ditingkat menengah sebagai penyelenggara sebagian tugas Departemen Agama. Sebagai salah satu unit organisasi Departemen Agama khususnya pada jajaran kantor wilayah Departemen Agama provinsi nusa tenggara barat. Madrasah Tsanawiyah Negeri Kelebuh adalah salah satu lembaga pendidikan islam yang bermula dari lembaga pendidikan swasta yang di didirikan pada tanggal 5 Agustus 1975, oleh keluarga A.Moh.Yasin (Al Marhum). Madrasah ini terletak pada sebuah desa kec. Praya Tengah ± 7-8 Km ke arah timur dari ibu kota kabupaten lombok tengah.
Sesuai dengan keputusan Mentri Agama No. 107.Tahun 1997 tanggal 17 Maret 1997 tentang penegriannya. Maka pada tanggal 25 Agustus 1997 Madrasah Tsanawiyah Negeri kelebuh resmi didirikan yang berkedudukan di Dusun Sanggeng Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah .
54 2. Letak Geografis MTsN Kelebuh
MTs Negeri Kelebuh berada pada posisi yang sangat strategis jalur utama yang dilalui oleh kendaraan dari Mujur ke Praya, sehingga mudah di jangkau oleh siswa-siswinya ataupun oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Dengan demikian MTsN Kelebuh sebagai sorotan masyarakat sebagai lembaga pendidikan tempat menyekolahkan putra putrinya. MTsN Kelebuh secara georafisnya berada pada :
Sebelah Utara : MA/ MTs NW Darul Husaini Sanggeng Sebelah Selatan : MIN Model Sanggeng
Sebelah Barat : Pemukiman masyarakat Sebelah Timur : Pemukiman masyarakat.52
3. Sarana dan prasarana MTs Negeri Kelebuh
Keadaan sarana dan prasarana sangat mendukung di dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Tanpa adanya sarana yang memadai maka proses belajar mengajar tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Berikut dalam tabel akan dipaparkan keadaan sarana dan prasarana yang tersedia di MTs Negeri Kelebuh sebagai berikut :
52 Obervasi 6 Juni 2011,Jam 10 Wita, Kelebuh
55 Tabel 1
Keadaan Ruangan dan Sumber Belajar di MTs Negeri Kelebuh 8 Berdasarkan Data Tahun 2010/ 201153
No Jenis Ruangan Jumlah
1. Ruangan Kelas 10 Ruang
2. Ruangan Perpustakaan 1 Ruang 3. Ruangan Laboratorium IPA 1 Ruang
4. Musholla 1 Ruang
5. Ruangan Laboratorium Multimedia 1 Ruang
6. Ruangan Guru 1 Ruang
7. Ruangan Tata Usaha 1 Ruang
8. Gudang 1 Ruang
8. Kamar Mandi/WC 7 Kamar
4. Struktur organisasi MTs Negeri Kelebuh
Sebagai salah satu lembaga atau organisasi, struktur organisasi ada sebagai gambaran dari terorganisasinya pembagian tugas dalam lembaga di MTs Negeri Kelebuh dengan pengorganisasian dan pengkoordinasian dapat efektif dan efisien kerja guru tercapainya tujuan pengajaran yang telah ditetapkan.
Untuk lebih jelasnya struktur organisasi MTs Negeri Kelebuh tahun pelajaran 2010/2011 dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini :
53Shaleh, Dokumentasi, Kelebuh, 6 Juni 2011
56
Struktur Organisasi MTs Negeri Kelebuh
KEPALA SEKOLAH Muliadi.S.Ag, M.Pd NIP. 197312311998031005
DEWAN/KOMITE Mas,un Yasin A.Md
TATA USAHA Moh. Saleh. S.SOs
WK.UR. KURIKULUM Sumargianto .SPd
WALI KELAS V1111 Zaidin, S. Pd.I
WALI KELAS 1X1 Saepul Pahmi, S.Pd.I WALI KELAS V111
Bq Hannah, S. Ag
WK.UR. KESISWAAN Saparudin S.Pd.I
WK.UR. SARANA PRASARANA Moh. Ahyar. S.Pd
WK.UR. HUMAS Drs. Ahmad Ibrahim
JABATAN
WALI KELAS V114 Eka Susilawati B. S,Pd.I WALI KELAS V113 Rohanah, SE
WALI KELAS V112 Nazilah. S, Pd
WALI KELAS V1113 Dian Rosita, Sp WALI KELAS V1112 Suryatni , S. Ag
WALI KELAS 1X2 Siti Marfuah , S.Ag WALI KELAS 1X3 Bq Wahyuni, S.Ag
57
Guru
MIFA BIOLOGI Zainuddin, S.Pd
BAHASA ARAB Busairi, S.Ag
MATEMATIKA Mazhar, A.Md
MIFA FISIKA Syarifuddin, S.Pd OLAHRAGA Ahmad. Jayadi, S.Pd
BAHASA INDO Ahmad Muzanni, S.Pd
TIK
Iswandi,S.Pd.I
IPS
M.Nazri, S.Pd
FIQIH Fachri, S.Pd.I
KESENIAN Maklum, S.Pd.I
PPKN Masdah, S.Pd.
MATEMATIKA Hamdi, S.Pd.
B. INGGRIS Husnul Karim, MIFA BIOLOGI Temmy Safitri, S.Pd.
SISWA
MASYARAKAT
58
5. Keadaan guru, pegawai dan siswa MTs Negeri Kelebuh a. Keadaan guru MTs Negeri Kelebuh
Sebagaimana diketahui bahwa guru adalah tenaga pengajar yang berfungsi mentransfer pengetahuan, membimbing, membina perilaku siswa. Guru juga merupakan unsur personil dalam ruang lingkup administrasi sekolah. Guru berperan sebagai pengajar, pendidik, dan pembimbing di sekolah, sekaligus guru sebagai administrator di sekolah, karena secara tidak langsung guru ikut berpartisipasi dalam kegiatan administrasi sekolah dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar di dalam kelas.
Proses belajar mengajar tidak akan dapat berjalan tanpa adanya guru atau tenaga pengajar. Untuk memperlancar proses pembelajaran, Mts Negeri Kelebuh menyediakan 29 orang tenaga pengajar dan 11 orang karyawan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.
59 Tabel 3
Daftar Nama-nama Guru MTs Negeri Kelebuh Berdasarkan Laporan Bulanan Tahun Pelajaran 2010/ 201154
No Nama L/P Jabatan Bidang Studi 1 Muliadi, S.Ag, M.Pd.I L Kepsek Ski 2 Muh.Akhyar, S.Pd L Guru
Tetap Bhs. Inggris
3 Zaenuddin, S.Pd L GTT Fisika ,
Biologi 4 Muh. Syarifuddin, S.Pd L GTT Fisika,
Biologi 5 Bq.Wahyuni, S.Ag P GTT Bhs. Indo 6 Safaruddin,S.Pd.I L GTT Q.Hadist
7 Mazhar.A.Md L GTT Matematika
8 Saepul Pahmi, S.Pd.I L GTT Matematika 9 Drs. Ibrani, L GTT P P K N 10 Ahmad Jayadi, S.Pd L GTT Penjaskes 11 Sumagyanto, S.Pd L GTT Bhs. Inggris 12 Busairi, S.Ag L GTT Bhs. Arab 13 Bq. Hannah S.Ag P GTT Bhs.Arab, 14 Ahmad Muzanni, S.Pd L GTT Ski Mulok 15 Surryatni, S.Ag P GTT Aqidah,
Kesenian 16 Nazillah, S.Pd P GTT Bhs. Indo 17 Eka Susila B, S.Pd.I P GTT Biologi, TIK 18 Riki Sunariya, S.Pd L GTT
19 Rohannah, SE P GTT IPS
20 Iswadi, S.Pd.I L GTT TIK 21 Moh. Nazri, S.Pd L GTT IPS
22 Masdah, S.Pd L GTT P P K N
23 Maklum, S.Pd L GTT Kesenian 24 Dian Rostita, SP P GTT IPS 25 Zaidin, S.Pd.I L GTT Fiqih,
Q.Hadist 26 Fahri paripurna, S.Hi L GTT Fiqih 27 Khusnul khasim, S.Pd.I L GTT 28 Kurniawan Hamdi,
S.Pd L GTT Matematika
29 Temmy Sapitri, S.Pd P GTT Biologi
54 Shaleh, Dokumentasi, Kelebuh, 6 Juni 2011
60
b. Keadaan pegawai MTs Negeri Kelebuh
MTs Negeri Kelebuh menyediakan 11 orang pegawai yang melayani segala kebutuhan yang menyangkut administrasi sekolah yang terdiri dari 2 orang pegawai yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 9 orang yang berstatus sebagai non pegawai negeri sipil. Adapun nama-nama pegawai MTs Negeri Kelebuh adalah sebagai berikut :
Tabel 4
Daftar Nama-Nama Pegawai MTs Negeri Kelebuh Berdasarkan Laporan Bulanan Tahun Pelajaran 2010/201155
No Nama L/P Jabatan
1 Moh Saleh, S.Sos L KTU
2 Izzudin L Bendahara
Pegawai Honor
1 Erna Susilawati P Staf Honorer 2 M. Zam- Zam Hadi,S.IP L Sda
3 Adnan L Sda
4 Sayuti , SE L Operator umum
5 Iskandar Rozali, S.Pd L Operator/peng.Lab Pegawai Tidak Tetap
1 Supratman L Jaga malam
2 Suparman L Satpan
3 Rusman L Tukang kebun
4 Muhtar Laili L Tukang kebun
55 Shaleh, Dokumentasi, Kelebuh, 6 Juni 2011
61 c. Keadaan siswa MTs Negeri Kelebuh
Siswa adalah komponen pendidikan yang menempati kedudukan sentral dalam proses belajar mengajar. Relevan dengan pernyataan tersebut di atas bahwa siswalah yang menjadi pokok persoalan dan menjadi tumpuan perhatian. Siswa mempunyai pengaruh besar terhadap lancarnya proses belajar mengajar, sehingga kemauan dan kemampuan siswa di dalam proses belajar di kelas yang sangat membantu guru dalam mencapai tujuan belajar yang diharapkan.
Siswa-siswi MTs Negeri Kelebuh tahun pelajaran 2010/2011 berjumlah 310 orang dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 5
Keadaan siswa-siswi MTs Negeri Kelebuh Tahun pelajaran 2010/201156
No Kelas L Jumlah murid P JM Keterangan
1 VII 37 57 94 Kelas VII = 94
L = 37 P = 57
2 VIII 53 54 107
Kelas VIII = 107
L = 53 P = 54
3 IX 57 52 109
Kelas IX = 109
L = 57 P = 52
Jumlah 147 164 310
56 Shaleh, Dokumentasi, Kelebuh, 6 Juni 2011
62
Berdasarkan tabel 5 di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa dan siswi di MTs Negeri Kelebuh berjumlah 310 orang siswa yang terbagi dalam 23 kelas yaitu di kelas VII dengan 3 kelas di kelas VIII dengan 3 kelas dan di kelas IX dengan 4 kelas. Yang masing-masing jumlah siswa berkisar antara 31 sampai 32 orang, dan khusus dikelas IX jumlah siswa berkisar antara 27 sampai 28 orang.
63 B. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri Kelebuh dengan menggunakan pendekatan PTK dengan mengambil fokus pada penggunaan pembelajaraan metode Numbered Heads Together (NHT). Dalam hal ini diuraikan tentang hasil analisa data yang diperoleh dari hasil penelitian yaitu hasil observasi dan evaluasi hasil belajar. Data penelitian ini terdiri dari data kuantitatif yang diperoleh dari evaluasi hasil belajar siswa dan data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi. Berikut ini akan disajikan data hasil penelitian pada tiap siklus adalah sebagai berikut :
1. Hasil penelitian siklus I
Pembelajaran pada siklus I berlangsung dalam dua pertemuan.
Masing-masing pertemuan berlangsung selama 2 x 40 menit. Sedangkan evaluasi berlangsung selama 60 menit pada pertemuan ketiga. Materi yang dibahas pada siklus I adalah segitiga. Materi ini meliputi macam-macam segitiga berdasarkan sisi dan besar sudutnya, menemukan rumus luas dan keliling segitiga, menghitung jumlah- jumlah sudut segitiga, melukis segitiga sama kaki, sama sisi dan segitiga siku-siku.
Kegiatan pada siklus I terdiri dari 4 tahap yaitu : a. Tahap perencanaan tindakan
1) Mensosialisasikan penerapan metode pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan guru matematika kelas VII MTs Negeri Kelebuh .
64
2) Menyiapkan rencana pelaksaan pembelajaran (RPP).
3) Menyiapkan lembar observasi aktivitas belajar siswa.
4) Menyiapkan alat peraga.
5) Menyiapkan LKS.
6) Menyiapkan soal evaluasi.
7) Menyiapkan pedoman penskoran soal evaluasi.
b. Tahap pelaksanaan tindakan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah melaksanakan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun di kelas dengan menerapkan pembelajaran Numbered Heads Together (NHT).
Pelaksanaan tindakan bersamaan dengan kegiatan observasi tentang aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran. Metode NHT yang dilaksanakan yaitu terdiri dari tahap penomeran, tahap mengajukan pertanyaan, tahap berfikir bersama, dan tahap menjawab. Pada tahap penomeran, guru akan memberikan nomor kepada semua siswa kemudian membagi dalam kelompok yang hitrogen.
Pada tahap mengajukan pertanyaan, guru menugaskan siswa untuk mengerjakan LKS secara berkelompok, pada tahap ini guru juga memberikan kesempatan kepada masing- masing kelompok untuk menanyakan pertanyaan yang belum dipahami. Pada tahap berfikir bersama, masing- masing kelompok bersama anggotanya memikirkan jawaban pertanyaan dalam LKS, Pada tahap ini guru juga memantau dan membimbing siswa dalam mengerjakan LKS. Pada tahap
65
menjawab, guru memilih nomor yang sama sebagai perwakilan dari beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
Kegiatan terakhir pada tahap ini memandu siswa membuat kesimpulan Berdasarkan lembar observasi aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran, terdapat beberapa kekurangan dan hal-hal yang mendukung dalam pelaksanaan pembelajaran siklus I.
Adapun kekurangan-kekurangan pada proses pembelajaran berdasarkan lembar observasi aktivitas belajar siswa pada pertemuan pertama dan kedua yaitu :
1) Masih ada kelompok yang kurang bisa mengikuti petunjuk dalam mengerjakan LKS, sehingga waktu yang dibutuhkan lebih banyak.
2) Anggota dalam masing- masing kelompok tidak dapat presentasi semuanya, karena yang presentasi hanya sampai dua orang dalam tiap kelompok.
Adapun hal-hal yang mendukung proses pembelajaran berdasarkan hasil diskusi guru dengan observer yaitu :
1) Pada masing-masing kelompok terdapat siswa yang serius dalam mengerjakan LKS, sehingga dapat mengajak kelompok yang lain untuk tetap berdiskusi dalam mengerjakan LKS.
2) Siswa yang lebih awal dapat mengerjakan soal latihan, mau menjelaskan kepada siswa yang lain.
66 c. Tahap observasi dan evaluasi
1. Hasil observasi aktivitas belajar siswa a. Hasil observasi aktivitas belajar siswa
Observasi terhadap aktivitas siswa dilakukan dengan mengamati perilaku siswa pada saat diskusi dalam kelompoknya untuk menyelesaikan tugas, semua aktivitas yang nampak dicatat dalam lembar observasi.
Data lengkap mengenai aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran NHT pada siklus I dapat dilihat pada lampiran 4 dan lampiran 5 tentang aktivitas belajar siswa siklus I pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Nilai Mean Ideal (MI) adalah 8 dan Standar Deviasi Ideal (SDI) adalah 2,6 sehingga penggolongan aktivitas belajar siswa dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 6: Kriteria untuk menentukan aktivitas belajar siswa
Interval Kategori
11,9 ≤ A Sangat aktif 9,3 ≤ A < 11,9 Aktif 6,7 ≤ A < 9,3 Cukup aktif 4,1 < A < 6,7 Kurang aktif A < 4,1 Sangat kurang aktif
67
Berdasarkan hasil observasi pada siklus I, skor rata-rata siswa dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 7 : Data hasil aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 dan pertemuan 257
Pertemuan Banyak siswa Rata-rata skor Kategori
Pertama 28 7,5 Cukup aktif
Kedua 30 9,6 Aktif
Berdasarkan hasil yang ditemukan pada pembelajaran siklus I pertemuan pertama rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 7,5 dan sesuai dengan tabel, maka aktivitas belajar siswa tersebut termasuk dalam kategori cukup aktif.
Sedangkan hasil yang ditemukan pada pembelajaran siklus I pertemuan kedua rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 9,6 dan sesuai dengan tabel, maka aktivitas belajar siswa tersebut termasuk dalam kategori aktif.
2. Hasil evaluasi
Setelah dilakukan kegiatan pembelajaran NHT, pada pertemuan ketiga guru memberikan evaluasi kepada siswa.
Evaluasi berlangsung selama 2 x 40 menit.
57 Hamdi , Observasi, Kelebuh, 21 Mei dan 24 Mei 2011.
68
Tabel 8 : Hasil evaluasi belajar siswa siklus I
No Aspek yang diukur Keterangan
1. Jumlah siswa yang ikut evaluasi 30
2. Jumlah siswa yang tuntas (siswa yang
mencapai nilai 60 atau lebih) 19
3. Jumlah siswa yang tidak tuntas (siswa yang
nilainya kurang dari 60 ) 11
4. Persentase ketuntasan 63,3%
5. Jumlah skor keseluruhan 1184
6. Jumlah nilai 1870
7. Nilai rata-rata siswa 62,3
Berdasarkan tabel di atas, data hasil evaluasi siklus I disajikan pada lampiran 9, dapat dilihat bahwa terdapat 19 siswa yang tuntas belajar dari jumlah seluruh siswa yang mengikuti kegiatan sebanyak 30 orang dan siswa yang tidak tuntas belajarnya sebanyak 11 orang sehingga persentase kelulusan klasikal yang dicapai sebesar 63.3%. Hasil ini diperoleh dari perhitungan hasil evaluasi pada siklus pertama yaitu jumlah siswa yang tuntas dibagi dengan jumlah keseluruhan siswa yang mengikuti evaluasi dikali seratus. Jadi ketuntasan belajar pada siklus I ini belum tercapai karena ketuntasan klasikalnya baru berjumlah 63,3%, dimana persentase ketuntasan belajar klasikal yaitu minimal 85% dan mencapai nilai minimal 60.
d. Tahap refleksi
Refleksi dilaksanakan di akhir pembelajaran siklus I dengan tujuan untuk memberikan gambaran tentang kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada pelaksanaan tindakan siklus I untuk dijadikan sebagai pedoman untuk memperbaiki pelaksanaan tindakan
69
pembelajaran pada siklus berikutnya. Refleksi ini dilakukan oleh peneliti bersama-sama dengan observer, dimana observasi itu bertujuan untuk menganalisa hasil yang diperoleh dalam pengamatan aktivitas belajar siswa selama proses belajar mengajar siklus I berlangsung. Hasil dari analisa aktivitas belajar siswa peneliti kemudian membuat rencana serta perbaikan-perbaikan untuk pelaksanaan tindakan pada siklus ke II.
Adapun perbaikan-perbaikan yang dilaksanakan pada siklus ke II antara lain :
1) Merencanakan alokasi waktu yang lebih baik
2) Memberikan peringatan kepada siswa yang ribut agar mengikuti pelajaran dengan tenang.
3) Memantau dan membimbing setiap siswa dalam mengerjakan LKS.
2. Hasil penelitian siklus II
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II hampir sama dengan siklus I. Pembelajaran pada siklus II berlangsung dalam dua pertemuan.
Masing-masing pertemuan berlangsung selama 2 x 40 dan menit.
Sedangkan evaluasi berlangsung pada pertemuan ketiga dengan waktu yang sama yaitu 2x 40 menit. Materi yang dibahas pada siklus II adalah materi yang sama dengan materi yang dibahas pada siklus pertama yaitu macam-macam segitiga berdasarkan sisi dan besar sudutnya, menemukan
70
rumus luas dan keliling segitiga, menghitung jumlah- jumlah sudut segitiga, melukis segitiga sama kaki, sama sisi dan segitiga siku-siku.
Kegiatan pada siklus II yaitu : a. Tahap perencanaan tindakan
1) Menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
2) Menyiapkan LKS siklus II.
3) Menyiapkan alat peraga siklus II.
4) Menyiapkan lembar observasi aktivitas belajar siswa siklus.
5) Menyiapkan soal evaluasi siklus II.
b. Tahap pelaksanaan tindakan
Proses pembelajaran pada siklus II dilaksanakan berdasarkan rencana pelaksaan pembelajaran yang telah disusun.
Siklus II dilaksanakan dengan memperbaiki kekurangan- kekurangan pada siklus I.
Berdasarkan pengamatan peneliti, hasil observasi dan diskusi dengan observer, pada siklus II proses pembelajaran sudah berjalan sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil dari evaluasi nantinya akan tergantung dari masing-masing individu. Adapun hal-hal yang mendukung proses pembelajaran pada siklus II adalah penguasaan materi oleh sebagian besar siswa, karena sudah dibahas pada siklus I.
71
Tahap observasi dan evaluasi 1) Hasil observasi aktivitas belajar siswa
a. Hasil observasi aktivitas belajar siswa
Pelaksanaan kegiatan observasi aktivitas belajar siswa pada siklus II sama dengan siklus I. Observasi terhadap aktivitas siswa dilakukan dengan mengamati perilaku siswa pada saat diskusi dalam kelompoknya untuk menyelesaikan tugas, semua aktivitas yang nampak dicatat dalam lembar observasi.
Data lengkap mengenai aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran NHT pada pada siklus II dapat dilihat pada lampiran 11 dan lampiran 12 tentang aktivitas belajar siswa siklus II pertemuan pertama dan pertemuan kedua.
Nilai Mean Ideal (MI) adalah 8 dan Standar Deviasi Ideal (SDI) adalah 2,6 sehingga penggolongan aktivitas belajar siswa dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 9 : Kriteria untuk menentukan aktivitas belajar siswa Interval Kategori
11,9 ≤ A Sangat aktif 9,3 ≤ A < 11,9 Aktif 6,7 ≤ A < 9,3 Cukup aktif 4,1 < A < 6,7 Kurang aktif A < 4,1 Sangat kurang aktif