• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

E. Manfaat Penelitian

4. Prestasi Belajar

Prestasi belajar terdiri dari dua kata, yaitu “prestasi” dan

“belajar”. Kedua kata ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan meskipun antara kata prestasi dan belajar mempunyai makna yang berbeda. Oleh sebab itu, untuk lebih jelasnya pengertian kedua kata itu, penulis akan mengemukakan pengertian dari masing- masing kata tersebut sebelum memahami pengertian “prestasi belajar”

secara sempurna.

Menurut Djamarah, prestasi adalah hasil dari sebuah kegiatan yang dikerjakan, diciptakan, baik secara individu maupun secara kelompok.19

Poerwardarminta berpendapat bahwa prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya). Sedangkan menurut Kohar, prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja. Sementara menurut Harahap dan teman-temannya memberikan batasan bahwa prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid yang berkenaan dengan prestasi belajar dan kompetensi guru, penguasaan bahan pelajaran yang

19 Djamarah, Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru (Surabaya: Usaha Nasional, 1995), hal.19

19

disajikan kepada mereka, serta nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum.20

Dari beberapa pengertian prestasi yang dikemukakan di atas, terlihat adanya perbedaan tertentu sebagai penekanan, namun pada dasar intinya sama yakni hasil yang telah dicapai dari suatu kegiatan.

Untuk itu dapat dipahami bahwa yang dimaksud prestasi di sini adalah hasil yang dicapai dari suatu kegiatan yang telah dilakukan, diciptakan, menyenangkan hati yang diperoleh dengan keuletan kerja, baik secara individu maupun kelompok pada kegiatan belajar mengajar yang dikembangkan dalam bentuk angka.

Belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari.21

Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa hakekat dari aktivitas belajar adalah suatu perubahan dalam diri individu.

Perubahan ini nantinya akan mempengaruhi pola pikir individu dalam berbuat dan bertindak, juga akan menjadi hasil dari pengalaman individu dalam belajar.

Dari beberapa uraian di atas tentang makna kata “prestasi” dan

“belajar”, maka dapat dipahami bahwa prestasi pada dasarnya adalah hasil yang diperoleh dari suatu aktifitas sedangkan belajar adalah suatu proses yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu, yakni perubahan tingkah laku. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil penilaian

20 Ibid, h.21.

21 Ibid . h. 21

20

pendidikan tentang kemajuan siswa dalam segala hal yang dipelajari di sekolah, yang menyangkut pengetahuan atau keterampilan yang dinyatakan sesudah penilaian pada suatu periode tertentu dan penilaian pendidikan tentang kemajuan siswa dalam mempelajari matematika di sekolah yang menyangkut pengetahuan atau kecakapan/ keterampilan yang dinyatakan sesudah hasil penilaian.

b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang ada dua yaitu:

1. Faktor intern yaitu faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar.

a. Faktor jasmani 1) Faktor kesehatan

Faktor kesehatan seseorang sangat mempengaruhi proses belajarnya. Sehat di sini berarti kondisi segenap anggota badannya bebas dari penyakit. Agar seseorang dapat belajar dengan baik, haruslah mengusahakan kesehatan badannya tetap terjamin dengan cara selalu mengindahkan ketentuan-ketentuan tentang bekerja, belajar, istirahat, tidur, makan, olahraga, rekreasi dan ibadah. Sehingga dengan adanya tubuh yang sehat memungkinkan prestasi belajarnya semakin meningkat.

21 2) Faktor cacat tubuh

Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau sempurna mengenai tubuh atau badan, baik itu berupa buta, tuli, patah kaki atau tangan lumpuh, dan lain- lain. Keadaan ini juga dapat mempengaruhi prestasi belajar seorang anak. Jika anak tidak memiliki cacat tubuh maka peluang besar untuk meningkatkan prestasi belajarnya, begitu juga sebaliknya.22

b. Faktor psikologi

Di samping kondisi jasmani, faktor dari dalam yang tidak kalah pengaruhnya terhadap aktivitas dan prestasi belajar anak adalah kondisi psikologis atau rohaniah. Yang termasuk dalam kondisi ini adalah:

1) Kecerdasan/intelegensi

Menurut Chaplin, intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui atau menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat.

Intelegensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar, dalam situasi yang sama, siswa yang mempunyai

22 Slameto, Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h.55.

22

tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah.

2) Perhatian

Perhatian merupakan keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itu pun semata-mata tertuju pada suatu benda/hal atau sekumpulan objek.23

Agar siswa dapat belajar dengan baik, guru hendaknya dapat membuat situasi dan bahan pelajaran yang bisa menarik perhatian dengan cara bahan pelajarannya itu disesuaikan dengan kondisi yang ada.

3) Minat

Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang mempengaruhinya.24 Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka mereka tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya. Sebaliknya, bahan pelajaran yang menarik minat siswa, lebih mudah dipelajari dan disimpan karena minat menambah kegiatan belajar.

23 Ibid , h.56.

24 Ibid, h.57.

23 4) Bakat

Bakat atau aptitude menurut Hilgard adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan ini baru akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih.

Dari uraian di atas jelaslah bahwa bakat itu mempengaruhi belajar. Jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakatnya, maka hasil belajarnya lebih baik karena ia senang belajar dan pastilah selanjutnya ia lebih giat lagi dalam belajarnya itu.

5) Motivasi

Draver merumuskan motivasi sebagai suatu proses yang menentukan tingkah dan kegiatan, intensitas, konsistensi serta arah umum dari tingkah laku manusia untuk menentukan suatu tujuan.25

Pelajar yang termotivasi mempunyai harapan untuk memperoleh hasil belajar yang lebih baik, karena ia menyadari di dalam ilmu pengetahuan yang dipelajarinya terkandung nilai-nilai yang bermanfaat untuk dirinya, sehingga tumbuh kemauan dan ketekunan dalam dirinya

25. Ibid, h. 58

24

serta selalu berusaha untuk sampai pada prestasi yang optimal, begitu juga sebaliknya.26

6) Kematangan (Pertumbuhan)

Kematangan atau pertumbuhan adalah suatu tingkat atau fase dalam pertumbuhan seseorang, dimana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru.

Mengajarkan sesuatu yang baru dapat berhasil jika taraf pertumbuhan telah memungkinkan potensi jasmani atau rohaninya telah matang untuk itu. Maka apa yang dipelajari atau diajarkan seorang guru kepada anak didiknya, hendaknya disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan atau kematangan secara umum dari individu yang belajar.27 7) Kesiapan

Kesiapan atau readiness menurut Drever adalah kesediaan untuk memberi respon atau bereaksi. Kesiapan itu perlu diperhatikan dalam proses belajar, karena jika siswa belajar dan padanya sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya akan lebih baik.28

c. Faktor Kelelahan

Selain dari faktor fsikologi, kelelahan pada anak juga sulit dipisahkan yang bisa memepengaruhi prestasi belajar, tetapi

26 Ibid, h. 58

27 Ibid, h.58.

28 Ibid, h.59.

25

bisa dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani ( bersifat fisik).

Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecendrungan untuk membaringkan tubuh. Tetapi kelelahan rohani dengan adanya kelesuan dan kebosanaan, sehingga menyebabkan kehilangan minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu yang kita inginkan .

Kelelahan baik secara jasmani atau rohani dapat dihilangkan dengan cara sebagai berikut:

1) Tidur, 2) Istirahat,

3) Mengusahakan variasi dalam belajar, juga dalam bekerja,

4) Menggunakan obat- obatan yang bersifat melancarkan peredaran darah,

5) Reaksi dan ibadah yang teratur 6) Olahraga secara teratur, dan

7) Mengimbangi makan dengan makanan yang memenuhi empat sehat lima sempurna

8) Jika kelelahan sangat serius cepat- cepat menghubungi seorang dokter atau konselor.29

2. Faktor ekstern yaitu faktor yang ada di luar diri individu, meliputi : a. Faktor keluarga

Siswa yang belajar akan menerima faktor dari keluarga berupa: cara orang tua mendidik, relasi antara keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan.

29 Ibid, h .60.

26 b. Faktor sekolah

Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar itu mencakup metode mengajar/ model pembelajaran yang dikembangkan, kurikulum, relasi siswa dengan guru, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, tata ruang belajar mengajar dan tugas rumah.

Salah satu faktor ekstren yang diungkapkan adalah faktor sekolah yang berkaitan mengenai penggunaan metode pembelajaran, guru seharusnya menerapkan metode atau model pembelajaran yang tepat agar siswa lebih aktif dan termotivasi demi meningkatkan prestasi belajarnya.

c. Faktor masyarakat

Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap belajar siswa. Pengaruh ini terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat yakni kegiatan siswa dalam masyarakat, massa media, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat.

27

Dokumen terkait