BAB I PENDAHULUAN
E. Manfaat Penelitian
5. Analisis Materi Pokok Segitiga
27
28
a) Pada ∆ ABC panjang sisi AC= panjang sisi BC b) Ketiga sisi pada ∆ KLM memiliki panjang yang sama c) Ketiga sisi pada ∆ PQR memiliki panjang yang berbeda
Suatu segitiga yang memiliki dua sisi yang sama panjang disebut segitiga sama kaki.31
2) Jenis segitiga berdasarkan sudut–sudutnya
Berdasarkan sudut-sudutnya, segitiga dapat dibedakan menjadi:
a) Segitiga Lancip, yaitu segitiga yang ketiga sudutnya merupakan sudut lancip dan besar sudutnya antara 00dan 900 b) Segitiga Siku-siku, yaitu segitga yang salah satu sudutnya
merupakan sudut siku-siku yang besar sudutnya besarnya 900 c) Segitiga Tumpul, yaitu segitiga yang salah satu sudutnya
merupakan sudut tumpul, besar sudutnya antara 90 dan0 180 0 Seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini
31 Ibid,h. 234.
A B D
F
E K
M
L
R
P Q G H
I
(a) (b) (c)
(d) (e)
C
B C
C
29
jadi, segitiga pada gambar (b) dan (d) adalah segitiga lancip.
Segitiga pada gambar (a) adalah segitiga siku-siku, sedangkan segitiga pada gambar (c) dan (e) adalah segitiga tumpul .
3) Jenis segitiga berdasarkan panjang sisi-sisi dan besar sudut- sudutnya.
Perhatikan bangun –bangun segitiga yang tampak di bawah ini.
Pada ∆ABC, ∠ACB=// dan panjang AB =AC segitiga ∆ ABC merupakan segitiga siku-siku sekaligus merupakan segitiga sama kaki. Sehingga seperti itu disebut segitiga siku-siku sama kaki. Bentuk segitiga seperti ∠DEF disebut segitiga tumpul sama kaki karena memiliki satu sudut tumpul, yaitu ∆DEF serta memiliki dua sisi sama panjang, yaitu sisi DF dan EF. Berikut segitiga seperti ∆KLM adalah segitiga lancip sama kaki karena ketiga sudutnya merupakan sudut lancip dan dua sisinya sama panjang, yaitu sisi KM dan LM .
C
A B
D
F
E K M
L P Q
R
(a) (b) (c) (d)
30
Selanjutnya, bentuk segitiga seperti ∆PQR dengan ketiga sisinya sama panjang serta ketiga sudutnya lancip dan sama besar disebut sebagai segitga sama sisi.
c. Jumlah Sudut –Sudut pada Segitiga
Secara matematis, besar sudut dalam sembarang segitiga adalah 1800 dengan memanfaatkan sifat-sifat dua garis sejajar yang dipotong oleh garis lain.
Perhatikan ∆dibawah ini
3
1 2
Pada gambar di PQ// AB, PR// AC, dan PQ berpotongan di b.
Berdasarkan sifat-sifat dua garis sejajar yang dipotong oleh suatu garis
C
A (a) B
R
P (b) Q
31
→
d. Melukis Segitiga sama kaki dan sama sisi 1. Segitiga sam kaki
a. Sifat-sifat segitiga sama kaki
Perhatikan segitiga sama kaki ABC dibawah
Berdasarkan gambar di atas, kita dapat menyebutkan segitiga sama kaki sebagai suatu bangun segitiga yang memiliki sifat-sifat.
a. Dapat dibentuk dari dua buah segitiga siku-siku yang kongruen
b. Dapat menempati bingkainya dengan tepat dalam dua cara;
c. Memiliki satu sumbu simetri, yaitu garis tingginya;
d. Memiliki sepasang sisi sama panjang;
e. Memiliki sepasang sudut sama besar
b. Menggambar Segitiga Sama Kaki
Langkah-langkah melukis segitiga sama kaki sebagai berikut :
1) BuatlahAB
2) Dengan pusat A, buatlah busur lingkaran berjari-jari lebih panjang daripada setengah AB Kemudian, dengan
B D A
C
32
pusat B buatlah busur lingkaran berjari-jari lebih panjang daripada setengah AB Kedua busur lingkaran pada langkah 2) berpotongan di titik C.
3) Hubungkan titik C dengan A serta titik C dengan B sehingga diperoleh segitiga sama kaki ABC.
2. Segitiga Sama Sisi
a. Sifat-sifat Segitiga Sama Sisi
jika ketiga sisi pada suatu segitiga sama panjang, segitiga itu sisebut segitga sama sisi. Segitiga sama sisi merupakan segitiga sama kaki yang panjang alasnya sama dengan panjang kaki kakinya. Perhatikan segitiga sama sisi ABC pada gambar dibawah ini
Lihatlah gambar segitiga di atas, segitiga sama sisi sebagai suatu bangun segitiga yang memiliki sifat:
a) Merupakan bentuk khusus dari segitiga sama kaki;
b) Dapat menempati bingkainya dengan tempat dalam enam cara;
B A
D C
E F
33
c) Memiliki tiga sumbu simetri, yaitu ketiga garis tingginya;
d) Ketiga sisinya sama panjang;
e) Ketiga sudutnya sama besar, yaitu 600. b. Menggambar Segitiga Sama Sisi
Menggambar segitiga sama sisi ABC. Untuk menggambar segitiga sama sisi tersebut, lakukan langkah- langkah berikut:
1) Buatlah AB
2) Dengan pusat A, buatlah busur lingkaran berjari-jari sama dengan panjang AB
3) Dengan pusat B, buatlah busur lingkaran berjari-jari sama dengan panjang AB. Kedua busur lingkaran pada langkhar 2) dan 3) berpotongan di titik C.
4) Hubungkan titik C dengan A serta titik C dengan B sehingga diperoleh segitiga sama sisi ABC.32
32 Ibid, h.245
A B A B A B
C
34 6. KERANGKA BERPIKIR
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa berhasil tidaknya seorang dalam belajar atau tinggi rendahnya prestasi yang dicapai dalam belajar oleh seorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk juga metode yang dipakai guru dalam mengajar. Oleh sebab itu guru harus bisa mencari metode mengajar yang sesuai dengan materi pembelajaran.
Dalam penelitian ini implementasi secara praktis dari hasil penelitian ini adalah penerapan metode pembelajaran kooperatif model numbered heads together (NHT) yaitu dengan cara penomeran, mengajukan pertanyaan, berfikir bersama, dan menjawab. Pada tahap penomeran, siswa diberikan nomor, dan ditentukan materi yang akan dipelajari, kemudian pada tahap mengajukan pertanyaan, guru mengajukan pertanyaan, setelah menerima pertanyaan siswa memikirkan jawabannya secara bersama, dan pada tahap menjawab, ada salah satu siswa yang ditunjuk sebagai penanggung jawab atas jawaban kelompoknya.
Implementasi secara teoritik dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan Metode pembelajaran kooperatif model numbered head together (NHT) dalam pembelajaran pada materi segitiga, dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
35 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian
Lokasi penelitian terdapat di MTsN Kelebuh, Desa Kelebuh Kecamatan Praya Lombok Tengah. Alasan mengambil lokasi ini karena selama ini di MTsN Kelebuh belum pernah di terapkan proses pembelajaran yang menggunakan Metode pembelajaran model Numbered Head Together (NHT). Alasan lain peneliti melakukan penelitian bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru dalam bidang studi matematika dan peningkatan mutu pendidikan di MTsN Kelebuh. Lokasi penelitian juga secara geografis mudah dijangkau oleh peneliti ketika proses penelitian berlangsung.
Sedangkan yang menjadi Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII- B MTsN Kelebuh tahun pelajaran 2010/2011. Yang berjumlah 31 orang siswa. Dari hasil observasi penelitian, kelas ini merupakan kelas yang bisa mewakili semua karekteristik siswa, sehingga peneliti mengambil kelas VII-B sebagai subjek penelitian.
B. Sasaran Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi sasaran penelitiannya adalah pembelajaran penggunaan model Numbered Head Together (NHT) dalam meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar matematika pokok bahasan segitiga pada siswa kelas VII MTsN Kelebuh tahun pelajaran 2010/2011.
Sedangkan sasaran atau obyek dari penelitian ini adalah:
36
1. Aktifitas siswa dan guru dalam proses belajar mengajar ( PBM).
2. Hasil belajar siswa ( prestasi belajar siswa) C. Rencana Tindakan
Rencana tindakan pada dasarnya merupakan keseluruhan pemikiran dan penentu yang matang tentang hal-hal yang dilakukan. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru dikelas melalui refleksi diri untuk memperbaiki kinerjanya sehingga hasil belajar meningkat.33 Penelitian Tindakan Kelas digunakan untuk mengetahui adanya peningkatan aktivitas dan prestasi belajar pada materi pokok Segitiga kelas VII MTS Negeri Kelebuh tahun pelajaran 2010/2011.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) karena peneliti sudah mengetahui permasalahannya dan ingin melakukan tindakan untuk menuntaskan masalah tersebut. Senada dengan ungkapan Arikunto, bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama.34 Pada intinya penelitian tindakan kelas merupakan suatu penelitian yang akar permasalahannya muncul dikelas, dan dirasakan langsung oleh guru bidang studi yang bersangkutan.
Dengan demikian penelitian tindakan kelas (PTK) dapat diartikan suatu proses belajar mengajar yang dilakukan di dalam kelas sebagai upaya atau tindakan yang dilakukan oleh guru atau peneliti dan siswa untuk
33 Zainal Akib, Penelitian Tindakan Kelas untuk guru, (Bandung: Yrama Widya, 2009), hal.3
34 Suharsimi Arikunto, Penelitian tindakan kelas , (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hal.3.
37
memecahkan masalah pembelajaran demi tercapainya tujuan pembelajaran yang optimal.
Metode penelitian tindakan kelas ini menekankan pada suatu kajian yang benar-benar dari situasi alamiah kelas. Jenis penelitian yang peneliti ambil dalam penelitian ini adalah penelitian partisipasi, yaitu peneliti terlibat langsung di dalam penelitian sejak awal sampai dengan hasil penelitian yang berupa laporan.35
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dengan empat langkah atau prosedur yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi diakhir tindakan. Adapun rencana pertemuan tiap siklus sebagai berikut:
1. Perencanaan
Sebelum melakukan pelaksanaan tindakan terlebih dahulu peneliti membuat kesepakatan dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan, dimana peneliti bertindak sebagai menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan Model Numbered Head Together (NHT), kemudian guru mata pelajaran yang bersangkuatan menjadi observer. Adapun rencana tindakan dalam siklus yaitu peneliti dan guru mata pelajaran matematika di MTsN kelebuh mempersiapkan hal-hal sebagai berikut:
35 Zainal Akib, penelitian tindakan kelas. h. 20
38
Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah sebagai berikut:
a. Menyusun rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP) b. Membuat lembar observasi
c. Membuat, LKS, dan soal tes hasil belajar d. Merencanakan analisis hasil tes
2. Pelaksanaan
Dalam tahap ini dilaksanakan tentang perencanaan tindakan yang telah disusun sebelumnya antara lain sebagai berikut:
a. Peneliti menyampaikan materi pelajaran/ informasi kepada siswa dan guru ikut serta dalam kegiatan pembelajaran sebagai observer.
b. Melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran model Numbered Head Together (NHT) yang telah dipersiapakan sebelumnya, dengan mengikuti langkah-langkah yang telah tersusun sebelumnya dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RRP).
c. Mengikutsertakan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran yang berlangsung.
d. Melaksanakan observasi yang dilaksanakan oleh guru mata pelajaran e. Melaksanakan tes untuk sub pokok bahasan yang sudah didesain.
f. Merencanakan analisis hasil tes.
39 3. Observasi dan Evaluasi
Kegiatan observasi dilakukan secara kontinu setiap kali berlangsungnya pelakasanaan tindakan dengan mengamati aktifitas siswa dan peneliti dalam proses pelaksanaan pembelajaran.
Evaluasi dilakukan setelah proses belajar mengajar dengan alat evaluasi berupa tes yang berbentuk tes Esay dengan jumlah sepuluh butir soal. Sasaran evaluasi adalah siswa yang terlibat dalam proses belajar mengajar.
4. Refleksi
Kegiatan pada tahap refleksi adalah peneliti dan guru matematika mengkaji kekurangan dan hambatan yang muncul pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar, sehingga diperoleh alternatif pemecahan masalah yang muncul pada setiap proses belajar mengajar, dan dapat melakukan perbaikan untuk pelaksanaan siklus selanjutnya.
Refleksi dilakukan berdasarkan hasil observasi terhadap perilaku siswa. Adanya kekurangan-kekurangan atau hambatan-hambatan selama mengikuti proses pembelajaran, selanjutnya dilakukan langkah-langkah perbaikan untuk melaksanakan proses pembelajaran pada siklus berikutnya.
40
Gambar: Spiral Tindakan Kelas36
D. Jenis Instrumen dan Cara Penggunaan
Pengamatan atau observasi adalah pencatatan yang sistimatis terhadap gejala yang diteliti.37 Dengan demikian observasi merupakan upaya yang dilakukan oleh pelaksana peneliti tindakan kelas (PTK) untuk merekam
36 Ibid., h. 31.
37 Amirul Hadi, Metode Penelitian Pendidikan ( Bandung: CV Pustaka Setia, 2005), h. 94.
Refleksi Aksi
Observasi
Perencanaan ulang
Refleksi Observasi
Aksi
perencanaan ulang
Aksi Observasi
Refleksi
Perencanaan
41
segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama kegiatan tindakan berlangsung.
Instrumen pengumpulan data adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis, sehingga lebih mudah diolah.38
Jadi instrumen adalah alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mempermudah mengumpulkan data.
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Lembar observasi
Observasi adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung dan sistematis.39
Observasi merupakan metode pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. 40
Observasi dalam pengertian psikologis, observasi atau yang disebut dengan pengamatan, meliputi pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera.41
38 Isniarni .”Penerapan Metode Pembelajaran EPA Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Prestasi Belajar Siswa Materi Pokok Segiempat Kelas VIID SMP Negeri 8 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.( (skripsi IAIN Mataram, Mataram, 2010) h.44
39 Nurkencana , Evaluasi Hasil Belajar, h. 51
40 Yatim Rianto, Metode Penelitian Pendidikan ( Surabaya: SIC, 2001), h. 96.
41 Suharsimi Arikunto , Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik ( Jakarta : PT Rineka
Cipta , 2006), h. 156.
42
Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dan kegiatan guru dalam proses belajar mengajar digunakan beberapa deskriptor melalui lembar observasi.
Data tentang aktivitas belajar siswa dianalisis secara deskriptif kualitatif. Indikator tentang aktivitas belajar siswa yang diamati ada 4 tahap yaitu tahap penomeran, tahap mengajukan pertanyaan, tahap berpikir bersama, dan tahap menjawab. Pada masing-masing tahap tersebut memuat 3 deskriptor. Adapun penskorannya dengan cara skor 4 diberikan jika deskriptor yang tampak lebih dari 75%, skor 3 diberikan jika deskriptor yang tampak antara 50% sampai 75%, skor 2 diberikan jika deskriptor yang nampak antara 25% sampai 50% dan skor 1 diberikan jika deskriptor yang tampak lebih kecil atau sama dengan 25%. Maka skor maksimal ideal (SMI) aktivitas belajar yang diperoleh siswa adalah16.
Analisis data aktivitas siswa menggunakan MI (mean ideal) dan SDI (standar deviasi ideal).
Sedangkan indikator kegiatan guru dalam proses belajar mengajar yang diperhatikan dalam penelitian ini antara lain:
1) Memberikan apersepsi (mengingatkan kembali materi sebelumnya yaitu titik dan sudut, yang berkaitan dengan segitiga)
43
2) Membangkitkan rasa percaya diri dan memotivasi siswa, bahwa dengan menggunakan metode belajar NHT(Numbered Heads Together)
3) Menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan metode belajar NHT (Numbered Heads Together)
4) Membimbing siswa dalam diskusi kelompok dengan menggunakan metode belajar NHT(Numbered Head Together) 5) Memberikan contoh soal dan soal latihan, kemudian
diselasaikan dengan cara penerapan metode belajar NHT (Numbered Heads Together)
6) Mengakhiri pembelajaran
Peneliti menggunakan pedoman ini dengan cara membuat format atau tabel pengamatan sebagai instrumen. Format yang disusun berisi deskriptor yang terdiri dari tahap penomeran, tahap mengajukan pertanyaan , dan tahap berpikir bersama dan tahap menjawab. Masing- masing tahap tersebut memiliki item-item tersendiri tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan guru dan keadaan siswa yang sedang terjadi ketika proses belajar berlangsung di kelas.
Kegiatan atau tingkah laku yang dimaksud adalah bagaimana guru menerapkan metode pembelajaran Numbered Heads Together dalam menjelaskan materi segitiga dalam proses pembelajaran dan juga menggambarkan keadaan siswa ketika proses belajar mengajar berlangsung di kelas. Dalam lembar observasi ini juga berisi lembaran
44
khusus yang belum diisi sebagai tempat observer menulis komentar jika ada deskriptor yang belum tampak pada saat peneliti melakukan pengajaran.
2. Tes hasil belajar
“Tes adalah suatu cara untuk mengadakan penelitian yang berbentuk suatu tugas yang harus dikerjakan oleh anak atau sekelompok anak sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau prestasi anak tersebut, yang dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh anak-anak lain atau dengan standar yang telah ditetapkan.42
Sedangkan menurut Suharsimi tes adalah sederetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan dan intelegensi.
Dalam Rianto juga disebutkan bahwa tes adalah serentetan atau latihan yang digunakan untuk mengukur kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.43
Jadi, berdasarkan pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa tes diadakan untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes yang berbentuk essay.
Untuk mengetahui hasil belajar siswa dilakukan evaluasi dengan menggunakan instrumen berupa test. Ini dibuat guna mengetahui hasil
42 Nurkencana,PPN Sunartana ,Evaluasi Hasil Belajar (Surabaya: Usaha Nasional, 1990), h. 34.
43 Yatim Rianto , Metode Penelitian Pendidikan .h. 103.
45
belajar siswa dalam memahami materi yang diberikan oleh guru pada setiap siklus.
Tabel
Kisi-Kisi Tes untuk Mengukur Tingkat Prestasi Siswa Setelah Menerapkan Pembelajaran Kooperatif Learning Model Numbered
Heads Together Pada Materi Segitiga di Kelas VIII-B MTsN Kelebuh
Tahun Pelajaran 2010/2011
Pokok bahasan
Pokok Sub Bahasan
Jenis Kegiatan
Jumlah
Soal Bentuk Soal Penge-
tahuan (C1)
Pemahaman
(C2) Penerapan (C3)
Segitiga
Sifat – sifat segitiga berdasark an sisi dan
sudutnya 1
1
3
5 Essay
Jumlah sudut- sudut pada
segitiga 2 2 Essay
Keliling dan luas
segitiga 1
2 3 Essay
Jumlah
Soal 1 2 7 10
3. Dokumentasi
Menurut Suharsimi dokumentasi adalah alat yang dijadikan acuan untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, traskrip, buku-buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan lain sebagainya.44
44 Ibid, h. 158.
46
Sedangkan pedoman dokumentasi sendiri memuat garis besar atau kategori yang akan dicari datanya.
Adapun data-data yang akan dikumpulkan melalui pedoman dokumentasi adalah data-data mengenai dokumen atau arsip yang ada di MTsN Kelebuh. Data tersebut berupa gambaran umum MTsN Kelebuh, letak geografisnya, keadaan sarana dan prasarana, keadaan guru, keadaan siswa, keadaan pegawai yang ada di MTsN Kelebuh dan struktur organisasi MTsN Kelebuh serta data-data lain yang sekiranya dibutuhkan.
E. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan ini dilakukan oleh peneliti beserta guru matematika yang dilakukan ketika siswa sedang melakukan proses belajar mengajar, tepatnya pada mata pelajaran matematika pada pokok bahasan yang sesuai dengan materi yang diajarkan pada saat itu, materi tersebut diajarkan pada kelas VII MTsN Kelebuh pada semester genep pada bulan Mei 2011.
F. Cara Pengamatan (Monitoring)
Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan dan mencatat semua hal yang diperlukan dan terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung.
Data tingkat hasil belajar siswa kelas VII MTs Negeri Kelebuh dikumpulkan dengan cara memberikan tes kepada siswa. Sedangkan data kegiatan guru dan aktivitas belajar siswa dalam proses belajar mengajar dikumpulkan dengan observasi.
47
Data yang dikumpulkan dapat berupa data kuantitatif (hasil tes, prosentase, nilai tugas, dll), atau data kualitatif yang menggambarkan keaktifan siswa, antusias siswa, dan lain-lain.
G. Analisis Data dan Refleksi
Menganalisis data penelitian merupakan suatu langkah yang sangat kritis.
Analisis statistik sesuai dengan karakteristik data yang bersifat kuantitatif, yang berbentuk angka-angka bilangan sedangkan yang tidak berbentuk angka yang bersifat kualitatif’.45
Analisis data dalam rangka refleksi, setelah implementasi suatu paket tindakan perbaikan mencakup proses dan dapat seperangkat tindakan perbaikan dalam suatu siklus. Adapun analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah analisis deskriptif kuantitatif. Tes prestasi belajar dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan cara menentukan skor tes hasil belajar dari subyek penelitian atau diperoleh melalui hasil evaluasi setelah pembelajaran pada siklus dengan menggunakan tes yang telah disiapkan.
Data yang dikumpulkan untuk dianalisis dalam penelitian ini adalah meliputi data hasil belajar siswa, aktifitas siswa dan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Data tentang hasil belajar siswa diambil dengan metode tes dalam bentuk essay, sedangkan untuk mengetahui aktifitas siswa dan guru diperoleh dengan
45 Yatim Rianto, Metode penlitian , h. 104.
48
menggunakan metode observasi observasi atau pengamatan meliputi kegiatan pengamatan terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra.46
Alasan yang digunakan metode observasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Dapat mempermudah pengumpulan data yang cukup banyak dan pelaksanaan yang cukup teratur.
2. Lebih banyak melihat serta mengganti obyek penelitian.
Data hasil observasi dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Analisis data
1) Data kegiatan guru
Data kegiatan guru dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut
a) Menentukan skor yang diperoleh guru
Skor yang diperoleh guru tergantung banyaknya kegiatan yang dilakukan guru tersebut dari sejumlah deskriptor yang diamati. Jumlah skor yang diberikan sesuai dengan jumlah deskriptor yang nampak dan deskriptor yang tidak nampak.
b) Menentukan nilai yang diperoleh guru
Nilai yang diperoleh guru tergantung banyaknya kegiatan yang dilakukan guru tersebut dari sejumlah deskriptor yang diamati. Nilai yang diberikan sesuai dengan jumlah deskriptor yang nampak dan yang tidak tampak.
46 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis ( Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), h. 156.
49
(a) Nilai BS diberikan jika semua deskriptor tampak (b) Nilai B diberikan jika 2 deskriptor tampak (c) Nilai C diberikan jika 1 deskriptor tampak
(d) Nilai K diberikan jika tidak ada deskriptor tampak Keterangan:
BS = Baik sekali C = Cukup
B = Baik K = Kurang.47
2) Data aktivitas belajar siswa
Data uuntuk aktivitas belajar siswa selama dalam proses belajar mengajar berlangsung dianalisa dengan cara sebagai berikut :
a) Menentukan skor yang diperoleh siswa
Skor setiap individu tergantung banyaknya prilaku atau aktivitas yang dilakukan siswa dari sejumlah deskriptor yang diamati.
(a) Skor 4 diberikan jika deskriptor yang tampak lebih dari 75%
(b) Skor 3 diberikan jika deskriptor yang tampak antara 50%
sampai 70%
(c) Skor 2 diberikan jika deskriptor yang tampak antara 25%
sampai 50%
(d) Skor 1 diberikan jika deskriptor yang tampak lebih kecil atau sama dengan 25%
47 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar ( Bandung: Remaja Rosda Karya,
2009), h. 78
50 b) Menentukan MI dan SDI
MI = 2
1x SMI
SDI = 3 1x MI
Keterangan MI = Mean ideal (angka rata-rata ideal) SMI = Skor maksimal ideal
SDI = Standar deviasi ideal48
Tabel 1 : Kriteria aktivitas belajar siswa adalah sebagai berikut.49 :
Interval Kategori
MI + 1,5 ≤ A Sangat aktif
MI + 0,5 SDI ≤ A < MI + 1,5 SDI Aktif MI - 0,5 SDI≤ A< MI + 1,5 SDI Cukup aktif MI- 1,5 SDI ≤ MI - 0,5 SDI Kurang aktif A< MI-1,5SDI Sangat kurang aktif
Untuk aktivitas siswa skor tertinggi adalah 16 diperoleh dari semua deskriptor yang diamati tampak yaitu 3 dikalikan dengan banyaknya indikator dan skor terendah adalah 4 diperoleh dari semua deskriptor yang diamati tidak tampak yaitu 1 dikalikan dengan banyaknya indikator.
Skor maksimal ideal = 4 x 4 = 16 MI =
1 x 16 2 = 8
SDI = 31 x 8 = 2,6
48 Nurkencana , Evaluasi Hasil Belajar, h. 96.
49 Ibid, Evaluasi Hasil Belajar . H. 101.