BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
2. Analisis Data
51
52 kegiatan pengguna jasa di pelabuhan. Hal ini dapat dilihat seperti yang tergambar pada gambar berikut :
Gambar 4. 22 Kondisi lingkungan disamping lapangan parkir siap muat yang dijadikan tempat penampungan limbah padat
Sumber : Tim Pkl BPTD Kelas II Maluku Utara (2024)
Dilihat dari gambar diatas didapat bahwasannya tidak adanya pengelolaan limbah padat dari kegiatan kepelabuhanan, dimana limbah tersebut sengaja dibiarkan menumpuk di area pelabuhan, kemudian dilihat juga kondisi tempat tersebut dijadikan sebagai tempat penampungan limbah padat dikarenakan pelabuhan tidak memiliki fasilitas penampungan sementara yang sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 29 tahun 2014 tentang pencegahan pencemaran lingkungan maritim pasal 75 dan pasal 77, dimana Fasilitas penampungan (Reception Facilities) di pelabuhan dapat dirancang dengan tipe yang bersifat tetap dan ataupun tipe yang dapat bergerak (Mobile) yang memadai untuk menampung limbah dari kapal kondisi saat ini limbah tersebut langsung dibuang di area pinggir pelabuhan. Dari masalah diatas dilakukan survei menggunakan form checklist dan dilakukan perhitungan mengenai nilai penanganan dan pengelolaan limbah padat di pelabuhan penyeberangan sofifi menggunakan teori skala guttman seperti dibawah ini.
53 Menurut Sitorus & Nasution, 2019 Skala Gutman merupakan skala yang mempunyai sifat konsisten dan tegas dalam memberikan jawaban seperti jawaban benar dan salah, ya dan tidak. Masing-masing item dalam kuesioner keterampilan /tindakan terdiri dari 2 point yaitu Ya (Y) dan Tidak (T). Semua pernyataan kemudian diubah nilainya dalam angka, yaitu untuk yang menjawab ya pada item memperoleh skor 1 dan yang menjawab tidak pada item memperoleh skor 0.
Setelah dilakukan skoring. Kemudian pertanyaan tersebut dihitung dengan cara persentase (%) jawaban pertanyaan, untuk mengetahui pengetahuan dari responden maka dengan menggunakan kriteria absolute : P = a/b x 100%
Keterangan : P : Persentase
a) : Jumlah yang menjawab = Ya
b) : Jumlah semua pertanyaan dengan kriteria persentase sebagai berikut:
1) Dikategorikan baik, jika 76-100 % jawaban benar
2) Dikategorikan cukup, jika jawaban 60-75 % jawaban benar 3) Dikategorikan kurang, jika jawaban < 59 % jawaban benar
Setelah diperoleh hasil dengan cara perhitungan seperti yang telah diuraikan diatas kemudian nilai akhir tersebut diasumsikan kedalam kriteria pengetahuan sebagai berikut :
1) Jika nilai ≥ 76% : baik 2) Jika nilai ≤ 75% : cukup 3) Jika nilai ≤ 59% : kurang
54 Tabel 4. 17 Form Hasil Survei Pelabuhan Penyeberangan Sofifi
Sehingga dari hasil survei diatas dapat disimpulkan kedalam rumus skala guttman dengan hasil sebagai berikut :
P = 5/10 x 100%
= 50% (Kurang)
Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam hal penanganan dan pengelolaan limbah padat di pelabuhan penyeberangan sofifi dikategorikan Kurang.
No. Pernyataan
Ketersediaan
YA TIDAK
1. Terdapat Penampungan limbah padat di pelabuhan sofifi
√ 2. Perlu penambahan tempat penampungan limbah di
area pelabuhan
√ 3. Terdapat tempat penampungan limbah padat yang
sesuai dengan jenis dan warnanya berdasarkan Permen PU No. 3/2013 di pelabuhan sofifi
√
4. Terdapat tempat penampungan sementara limbah padat dengan tipe bergerak atau tetap di pelabuhan sofifi
√
5. Terdapat alat kebersihan untuk menunjang pembersihan limbah padat di pelabuhan sofifi
√ 6. Perlu penambahan alat kebersihan untuk menunjang
pembersihan limbah padat di pelabuhan sofifi
√ 7. Secara kasat mata pelabuhan penyeberagan sofifi
termasuk pelabuhan yang bersih
√ 8. Terdapat petugas kebersihan dilingkungan pelabuhan
sofifi
√ 9. Perlu dilakukan penambahan petugas kebersihan di
pelabuhan sofifi
√ 10. Terdapat spanduk atau poster himbauan maupun
larangan membuang limbah padat secara sembarang di area pelabuhan.
√
55 b. Analisis pengawasan oleh pejabat yang berwenang terhadap penanganan dan pengelolaan limbah padat di pelabuhan penyeberangan sofifi
1) Sistem sesuai peraturan
Berdasarkan peraturan menteri perhubungan No.29 tahun 2014 tentang pencegahan pencemaran lingkungan maritim pasal 79 kegiatan pengawasan terhadap pembuangan dan penampungan limbah di pelabuhan dilakukan oleh syahbandar di pelabuhan setempat.
2) Sistem yang ada
Berdasarkan hasil survei dilapangan yang menggunakan sistem wawancara kepada Kepala UTPD Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan selaku pengelola pelabuhan dan Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Sofifi sebagai Regulator terkait pengawasan oleh pejabat yang berwenang terhadap penanganan dan pengelolaan limbah padat yang dihasilkan dari operasional kapal dan kegiatan pengguna jasa di Pelabuhan, ternyata didapat tidak adanya pengawasan oleh pejabat yang berwenang yaitu syahbandar untuk mengawasi pembuangan dan penampungan limbah padat di pelabuhan, hal tersebut yang membuat kondisi area pelabuhan banyak terdapat tumpukan limbah padat yang tidak ada pengawasannya, contohnya saja di area dekat lapangan parkir siap muat yang dijadikan sebagai tempat penampungan limbah padat dari hasil kegiatan pengguna jasa pelabuhan sofifi.
56 Gambar 4. 23 Wawancara kepada pihak pelabuhan terkait
pengawasan pembuangan dan penampungan limbah padat Sumber : Tim Pkl Bptd Kelas II Maluku Utara
Gambar 4. 24Wawancara kepada Kepala UPTD Dishub Kota Tidore Kepulauan terkait pengawasan pembuangan dan penampungan limbah padat
Sumber : Tim Pkl Bptd Kelas II Maluku Utara
Gambar 4. 25 Terdapat limbah yang menumpuk di area samping dermaga
Sumber : Tim Pkl Bptd Kelas II Maluku Utara
57 c. Analisis fasilitas penampungan limbah padat di wilayah pelabuhan
penyeberangan Sofifi.
1) Sistem sesuai peraturan
Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 29 tahun 2014 tentang pencegahan pencemaran lingkungan maritim pasal 74 ayat 1, setiap pelabuhan dan terminal khusus yang dioperasikan wajib memenuhi persyaratan untuk mencegah timbulnya pencemaran yang bersumber dari kegiatan operasional kapal dan melengkapi fasilitas penampungan (Reception Facilities).
2) Sistem yang ada
Berdasarkan survei yang dilakukan dilapangan, banyak ketidaksesuaian yang didapat, yaitu kurangnya fasilitas penampungan limbah padat yang tersedia di area-area yang mendominasi berkumpulnya penumpang misalnya di area ruang tunggu penumpang, lapangan parkir siap muat dan lapangan pengantar/penjemput penumpang, hal ini dapat dilihat dari gambar berikut ini :
Gambar 4. 26 Kondisi area disekitar lapangan parkir pengantar/penjemput penumpang
Sumber : Tim Praktek Kerja Lapangan Maluku Utara (2024)
58 Gambar 4. 27 Kondisi area disekitar lapangan parkir siap muat Sumber : Tim Praktek Kerja Lapangan Maluku Utara (2024)
Dari gambar diatas dapat dilihat bahwasannya terdapat penumpukan limbah padat yang di dominasi oleh limbah plastik kemasan makanan dan botol minum dimana limbah ini termasuk kedalam limbah yang tidak dapat terurai dengan sendirinya dan juga dilihat dari kondisi dilapangan tidak adanya petugas kebersihan yang membersihkan area pelabuhan dari limbah tersebut dimana membuat limbah tersebut menumpuk dan mengotori pelabuhan.
Gambar 4. 28 Kondisi area ruang tunggu penumpang yang terdapat sampah.
Sumber : Tim Praktek Kerja Lapangan Maluku Utara (2024
59 Gambar 4. 29 Wawancara kepada pengguna jasa terkait fasilitas penampungan limbah padat
Sumber : Tim Praktek Kerja Lapangan Maluku Utara (2024) Dari hasil analisis dan setelah dilakukan wawancara kepada pengguna jasa, pemilik kantin, dan porter pelabuhan masih terdapat limbah yang berserakan di area ruang tunggu penumpang, lapangan parkir pengantar/penjemput penumpang, lapangan parkir siap muat, kurangnya fasilitas penampungan limbah serta tidak adanya petugas kebersihan, hal tersebut yang membuat pengguna jasa masih membuang limbah sembarangan.
60 Ketersediaan Gambar Kondisi sesuai peraturan Kondisi yang
ada
Gambar kondisi di
lapangan GAP
Fasilitas penampungan
limbah padat
Menurut Permenhub No.29 Tahun 2014 setiap pelabuhan Wajib memiliki fasilitas penampungan sampah (Reception Facilities)
Ketidaktersediaan tempat sampah di area yang
mendominasi berkumpulnya pengguna jasa di pelabuhan
Tidak sesuai dengan Permnehub No.29 Tahun 2014
Tempat penampungan
limbah padat dengan sifat
tetap atau bergerak
Menurut Permenhub No.29 Tahun 2014 setiap pelabuhan Wajib memiliki Fasilitas penampungan (Reception Facilities) di pelabuhan dapat dirancang dengan tipe yang bersifat tetap dan ataupun tipe yang dapat bergerak (Mobile) yang memadai untuk
menampung limbah dari kapal.
Ketidaktersediaan tempat
penampungan limbah yang permanen dan fasilitas bergerak (mobile).
Tidak sesuai dengan Permnehub No.29 Tahun 2014 Tabel 4. 18 GAP Ketersediaan Fasilitas Penampungan Limbah Padat di Pelabuhan Penyeberangan Sofifi
61 Dari hasil observasi terhadap tabel di atas, diketahui bahwa dalam hal ketersediaan fasilitas penampungan limbah padat di Pelabuhan Penyeberangan Sofifi banyak yang tidak tersedia sehingga dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.29 Tahun 2014 belum memenuhinya.
d. Analisis penerapan SOP (Standart Operational Procedure) penanganan dan pengelolaan limbah padat di pelabuhan penyeberangan sofifi.
Pada pelabuhan penyeberangan sofifi masih belum memiliki SOP terkait penanganan dan pengelolaan limbah padat. Namun biasanya para pegawai dilingkungan pelabuhan penyeberangan sofifi melakukan kegiatan bersih-bersih pada hari jumat tetapi tidak dilakukan setiap minggu. Untuk itu diharapkan peneliti dapat membantu dalam pembuatan SOP terkait penanganan dan pengelolaan limbah padat untuk diajukan kepada pihak terkait agar kegiatan penanganan dan pengelolaan limbah padat pada pelabuhan penyeberangan sofifi berjalan sesuai dengan aturan yang sudah berlaku dan juga memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan disekitar pelabuhan penyeberangan sofifi.
C. PEMBAHASAN