BAB V PENUTUP
B. SARAN
Usulan perbaikan sistem penanganan dan pengelolaan limbah padat oleh aktivitas operasioanal kapal dan pengguna jasa di pelabuhan penyeberangan sofifi, bagi pihak satuan pelayanan pelabuhan penyeberangan sofifi, BPTD Kelas II Maluku Utara dan Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan sebagai berikut :
1. Untuk melakukan pengadaan fasilitas penampungan limbah padat di area dimana terjadinya penumpukan penumpang seperti ruang tunggu penumpang, lapangan parkir siap muat kendaraan, lapangan parkir pengantar/penjemput penumpang dan kantin pelabuhan serta menambah petugas kebersihan yang awalnya 1 menjadi beberapa orang sesuai dengan anggaran yang ada dan melakukan pemasangan poster atau spanduk
72 larangan di ruang tunggu pelabuhan, kantin dan area yang mendominasi penumpang lainnya terhadap pembuangan limbah padat secara sembarangan terutama membuangnya ke tepi pantai.
2. Menyiapkan petugas syahbandar sebagai pengawas dalam pembuangan dan penampungan limbah/sampah dan merekrut petugas kebersihan pelabuhan, agar penanganan dan pengelolaan limbah di pelabuhan penyeberangan sofifi dapat berjalan dengan maksimal.
3. Menyediakan fasilitas penampungan limbah padat yang bersifat bergerak (Mobile) di area pelabuhan penyeberangan sofifi mengingat area pelabuhan yang sangat terbatas dan dekat dengan pemukiman maka sangat disarankan menggunakan fasilitas penampungan tipe bergerak (container) dengan sifat bergerak (Mobile).
4. Membuat SOP (Standart operational procedures) sebagai prosedur yang terstandarisasi mengikuti peraturan yang ada terkait penanganan dan pengelolaan limbah padat di pelabuhan penyeberangan sofifi.
73 DAFTAR PUSTAKA
ADNYANA, I. K. (2017). PERENCANAAN TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARATERPADU DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK ANAEROB DIGESTER. 10, 13-15,.
Daniel Imanuel Tangkau, R. O. (2020). Perencanaan Pengelolaan Limbah Padat . JURNAL TEKNIK ITS Vol. 9.
Irwan Ridwan Rahim, S. H. (2013). STUDI PENGELOLAAN SAMPAH PELABUHAN SEOKARNO-HATTA, MAKASSAR.
Irwan Ridwan Rahim, S. H. (2014). STUDI PENGELOLAAN SAMPAH . Simposium Nasional RAPI XIII.
Klasifikasiwarnasampah.(n.d.).Mavink.com.https://mavink.com/explore/Klasifika si-Warna-Sampah
Marine Polution 1973/1978. 2013 annex V Amandemen 2013.
Pasla, B. N. (2023, february 15). Limbah Domestik: Pengertian dan Contohnya.
Jambi, Jambi, Indonesia.
Pemerintah Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 17 Tentang Pelayaran.
Jakarta: Presiden Republik Indonesia.
Pemerintah Indonesia. (2010). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tentang Perlindungan Lingkungan Maritim. Jakarta: Presiden Republik Indonesia.
Pemerintah Indonesia. (2013). Peratuan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan
Pemerintah Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim. Jakarta: Presiden Republik Indonesia.
Rahma, R. (2023, June 30). Pengertian Limbah Domestik & Contoh Limbah Domestik. Gramedia Literasi. https://www.gramedia.com/literasi/limbah- domestik/
Retno Muninggar, H. R. (2022). PERIKANAN, PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DI PELABUHAN. ALBACORE 5.
Safira Rizkiah Wahyudi, H. I. (2023). Model Evaluasi Fasilitas Pengelolaan Limbah : Studi Kasus Pelabuhan Tanjung . Model Evaluasi Fasilitas Pengelolaan Limbah .
Tri Kusumaning Utami, F. S. (2013). KAJIAN PEMANFAATAN RECEPTION FACILITIES. KAJIAN PEMANFAATAN RECEPTION FACILITIES DI PELABUHAN BELAWAN.
74 LAMPIRAN
Lampiran 1. 1 Standart Operational Procedures (SOP) Yang diajukan oleh peneliti
PENANGANAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH PELABUHAN
STANDART OPERATIONAL
PROCEDURES
No. Dokumen : No. Revisi : Tanggal Terbit : BPTD KELAS II
MALUKU UTARA Halaman : 1. Tujuan
Meminimalisir dampak negatif dari limbah kegiatan pengguna jasa di lingkungan pelabuhan penyeberangan sofifi provinsi maluku utara.
2. Penanggung Jawab
a. BPTD KELAS II Provinsi Maluku Utara
b. Kasi Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan c. Satuan Pelayanan Pelabuhan Sofifi
3. Acuan
3.1 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran.
3.2 PP Nomor 21 tahun 2010 tentang perlindungan lingkungan maritim.
3.1 PM Nomor 29 tahun 2014 tentang pencegahan pencemaran lingkungan maritim.
3.2 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
3.3 (MARPOL 1973/1978) annex V.
3.4 Permenhub Nomor 58 tahun 2013 tentang penanggulangan pencemaran di perairan dan pelabuhan.
75 4. Prosedur
4.1 Pembuatan Tempat Sampah 4.1.1 Perkantoran
4.1.1.1 Setiap perkantoran harus dilengkapi dengan tempat sampah yang memadai, terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, kedap air, dan memiliki permukaan halus pada bagian dalamnya serta dilengkapi dengan penutup.
4.1.1.2 Bisa terbuat dari kaleng bekas cat, kayu atau drum bekas.
4.1.1.3 Penempatan bisa di dalam ruangan maupun di luar ruangan, tergantung pada jenis sampah yang dibuang.
4.1.2 Kantin di lingkungan Pelabuhan
4.1.2.1 Setiap Kantin di lingkungan Pelabuhan harus dilengkapii dengan tempat sampah dibuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air serta mempunyai permukaan yang halus dibagian dalamn dan dillengkapi dengan penutup.
4.1.2.2 Dapat terbuat dari barang bekas seperti jerigen/galon , kaleng ember cat dengan tutupnya, khusus bekas chemical harus dibuang label dan dicuci dengan bersih sebelum dipakai.
4.1.2.3 Penempatan harus berada diluar ruangan yang dapat dijangkau.
4.1.2.4 Tempat sampah bagi kantin di lingkungan Pelabuhan harus seragam.
4.2 Pembuatan dan Penempatan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (Permanen atau Bergerak).
4.2.1 Tempat penampungan sampah sementara menggunakan dinding yang terbuat dari tembok dengan alas yang kedap air (permanen).
4.2.2 Jarak dari rumah warga atau kantin di sekitar tempat penampungan sementara ≥15 meter agar tidak mengganggu rumah atau kantin terdekat.
4.2.3 Tempat Penampungan Sementara dibuat dalam area yang masih jangkauan.
76 4.2.4 Tempat penampungan sampah sementara dibuat dengan sifat bergerak
(Movable).
4.2.5 TPS bergerak diletakkan pada tempat yang masih dalam jangkauan serta tidak terlalu dekat dengan area dominasi penumpang.
5. Pelaksanaan
5.1 Masing-masing pegawai dilingkup pelabuhan dan pelaku usaha kantin pelabuhan wajib menjaga kebersihan area pelabuhan serta pelaku usaha kantin diwajibkan mengumpulkan sampah secara rutin pada Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang disediakan dan membersihkan halaman sekitar kantin pelabuhan.
5.2 Petugas kebersihan harian bertanggung jawab untuk mengambil sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional yang ada di daerah menggunakan alat yang sudah disediakan.
5.3 Petugas diharuskan membersihkan ceceran sampah di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS) pada saat mengambil sampah.
6. Ketentuan K3
6.1 Petugas harus memastikan bahwa tugasnya dilaksanakan dengan penuh perhatian terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
6.2 Peralatan K3 yang sesuai, seperti sarung tangan karet, masker, dan sepatu karet safety harus digunakan.
Catatan :
"Tidak diizinkan melakukan pembakaran sampah dalam bentuk apapun tanpa izin dari pihak kantor satuan pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Sofifi."
77 Lampiran 1. 2 Alur Penanganan dan Pengelolaan Sampah Pelabuhan Penyeberangan Sofifi.
78 Lampiran 1. 3 Layout Peletakan Tempat Sampah dan Tempat Penampungan Sementara