• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Penanganan dan Pengelolaan Limbah Padat Domestik di Pelabuhan Penyeberangan Sofifi

N/A
N/A
Rafif Pratama

Academic year: 2024

Membagikan "Studi Penanganan dan Pengelolaan Limbah Padat Domestik di Pelabuhan Penyeberangan Sofifi"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

(1)

PENANGANAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DOMESTIK YANG DIHASILKAN DARI KEGIATAN KEPELABUHANAN PADA PELABUHAN PENYEBERANGAN

SOFIFI PROVINSI MALUKU UTARA

Diajukan dalam Rangka Penyelesaian Program Studi Diploma III Manajemen Transportasi Perairan Daratan

RAFIF MUSYAFFA PRATAMA NPT. 21 03 066

PROGRAM STUDI DIPLOMA III

MANAJEMEN TRANSPORTASI PERAIRAN DARATAN POLITEKNIK TRANSPORTASI SUNGAI DANAU

DAN PENYEBERANGAN PALEMBANG TAHUN 2024

(2)

i

PENANGANAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DOMESTIK YANG DIHASILKAN DARI KEGIATAN KEPELABUHANAN PADA PELABUHAN PENYEBERANGAN

SOFIFI PROVINSI MALUKU UTARA

Diajukan dalam Rangka Penyelesaian Program Studi Diploma III Manajemen Transportasi Perairan Daratan

RAFIF MUSYAFFA PRATAMA NPT. 21 03 066

PROGRAM STUDI DIPLOMA III

MANAJEMEN TRANSPORTASI PERAIRAN DARATAN POLITEKNIK TRANSPORTASI SUNGAI DANAU

DAN PENYEBERANGAN PALEMBANG TAHUN 2024

(3)

ii Sekretaris Penguji

P. Marcello Lopulalan, M.Pd., M.Mar.E

NIP. 19661001 199903 1 001

Pada tanggal Agustus 2024 Menyetujui

PENANGANAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DOMESTIK YANG DIHASILKAN DARI

KEGIATAN KEPELABUHANAN PADA PELABUHAN PENYEBERANGAN SOFIFI

PROVINSI MALUKU UTARA

Anggota Penguji

M. Taufiqurrahman, A.Md., S.T, MM

NIP. 19910819 201503 1 002 Ketua Penguji

Santoso, S.E., M.Si.

NIP. 19820929 200912 1 004

Mengetahui Ketua Program Studi

Diploma III Manajemen Transportasi Perairan Daratan

Bambang Setiawan, S.T, M.T NIP. 19730921 199703 1 002 Disusun dan Diajukan Oleh : Nama : Rafif Musyaffa Pratama NPT : 21 03 066

Telah dipertahankan di depan Panitia Ujian Kertas Kerja Wajib

(4)

iii

PERSETUJUAN SEMINAR KERTAS KERJA WAJIB

Judul : Penanganan dan Pengelolaan Limbah Padat Domestik Yang Dihasilkan Dari Kegiatan Kepelabuhanan Pada Pelabuhan Penyeberangan Sofifi Provinsi Maluku Utara Nama Mahasiswa/i : Rafif Musyaffa Pratama

NPT : 21 03 066

Program Studi : DIII Manajemen Transportasi Perairan Daratan Dengan ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diseminarkan

Palembang, 26 Agustus 2024 Menyetujui

Pembimbing I

Sri Kelana, S.Or., M.Pd NIP. 19821115 200912 1 004

Pembimbing II

Broto Priyono, S.SiT, M.T NIP. 19780116 200003 1 001

Mengetahui Ketua Program Studi

Diploma III Manajemen Transportasi Perairan Daratan

Bambang Setiawan, S.T, M.T NIP. 19730921 199703 1 002

(5)

iv

SURAT PERALIHAN HAK CIPTA Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Rafif Musyaffa Pratama

NPT : 21 03 066

Program Studi : Diploma III Manajemen Transportasi Perairan Daratan Adalah pihak I selaku penulis asli karya ilmiah yang berjudul “Penanganan dan Pengelolaan Limbah Padat Domestik dari Kegiatan Kepalabuhanan Pada Pelabuhan Penyeberangan Sofifi Provinsi Maluku Utara”, dengan ini menyerahkan karya ilmiah kepada :

Nama : Politeknik Transportasi SDP Palembang

Alamat : Jl. Sabar Jaya no.116, Prajin, Banyuasin I, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan

Demikianlah surat pengalihan hak ini kami buat, agar dapat digunakan sebagaimana mestinya dapat

Palembang, Agustus 2024 Pencipta

Rafif Musyaffa Pratama NPT. 21 03 066 Pemegang Hak Cipta

(...)

(6)

v

PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Rafif Musyaffa Pratama NPT : 21 03 066

Program Studi : Diploma III Manajemen Transportasi Perairan Daratan Menyatakan bahwa Kertas kerja Wajib yang saya tulis dengan judul :

PENANGANAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DOMESTIK YANG DIHASILKAN DARI KEGIATAN KEPELABUHANAN PADA PELABUHAN PENYEBERANGAN

SOFIFI PROVINSI MALUKU UTARA

Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam kertas kerja wajib tersebut, merupakan ide saya sendiri, jika pernyataan diatas terbukti tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan palembang

Palembang, Agustus 2024 Pembuat Pernyataan

Rafif Musyaffa Pratama NPT. 21 03 066

(7)

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan laporan penelitian kertas kerja wajib ini.

Kertas kerja wajib ini merupakan upaya menunaikan kewajiban sebagai mahasiswa dalam menempuh masa studi di Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang. Permasalahan yang ditemui berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama mengimplementasikan teori yang telah dipelajari dalam magang lapangan di Pelabuhn penyeberangan sofifi menjadi dasar pemikiran penulis mengkaji permasalahan tersebut kedalam kertas kerja wajib ini. Penulis meyakini bahwa dalam penyusunan KKW ini sangat diperlukan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan banyak terimakasih kepada :

1. Bapak Dr.Eko Nugroho Widjatmoko.,M.M.,M,Mar,E selaku Direktur Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang.

2. Bapak Sri Kelana, S.Or., M.Pd sebagai dosen pembimbing I yang sudah meluangkan waktu untuk memberikan arahan dan bimbingan sehingga kertas kerja wajib ini dapat terselesaikan.

3. Bapak Broto Priyono, S.SiT, M.T sebagai dosen pembimbing II yang dengan sabar dan meluangkan waktu untuk memberikan arahan dan bimbingan sehingga kertas kerja wajib ini dapat terselesaikan.

4. Bapak Alexander Hilimi Perdana sebagai Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Maluku Utara.

5. Bapak Yaan Sem Appah, S.ST sebagai Kepala Subbagian Tata usaha Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Maluku Utara.

6. Bapak Yofie Aditama, S.H., MM sebagai Kepala Seksi Sarana dan Angkutan Jalan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan.

7. Bapak Nanang Rahardjo, SH., MH sebagai Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan.

8. Bapak Santo Igno Gelu, S.SiT sebagai Kepala Seksi Prasarana Jalan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan.

(8)

vii

9. Ibu Kartina Domu, A.Md sebagai Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Sofifi.

10. Ibu Fadila Hakim, SH sebagai Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Bastiong.

11. Kedua orang tua serta adik-adik saya yang sudah memberikan dukungan dan motivasi untuk semangat dalam menempuh pendidikan.

12. Kakak-kakak penghuni Mess Putra Maliaro yang telah banyak membantu.

13. Kepada kakak-kakak alumni Poltektrans SDP Palembang di Maluku Utara yang telah banyak membantu kami selama PKL.

Akhirnya penulis berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi seluruh pihak terkait dalam meningkatkan kualitas dan kinerja dalam penyelengaraan pelabuhan SDP.

Palembang, Agustus 2024

Rafif Musyaffa Pratama NPT. 21.03.066

(9)

viii

Penanganan Dan Pengelolaan Limbah Padat Domestik Yang Dihasilkan Dari Kegiatan Kepelabuhanan Pada Pelabuhan Penyeberangan Sofifi Provinsi

Maluku Utara

Rafif Musyaffa Pratama (2103066) Dibimbing Oleh : Sri Kelana, S.Or., M.Pd dan

Broto Priyono, S.SiT, M.T ABSTRAK

Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Sofifi merupakan salah satu pelabuhan yang ada di wilayah kerja Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Provinsi Maluku Utara, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penanganan dan pengelolaan limbah padat, pengawasan terhadap penanggulangan limbah padat di pelabuhan oleh pejabat yang berwenang, SOP dalam penanggulangan limbah padat dan keadaan fasilitas penampungan limbah padat di pelabuhan sofifi. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dimana dilakukan dengan memberikan penjelasan mengenai suatu fenomena yang terjadi. Penanganan terhadap limbah padat seharusnya menjadi perhatian khusus karena hal ini berkaitan dengan kenyamanan pengguna jasa dan ekosistem laut disekitar pelabuhan.

Pada hasil survei yang dilakukan di pelabuhan penyeberangan sofifi terdapat masih banyak kekurangan mulai dari kurangnya tempat sampah di area yang mendominasi penumpang, tidak adanya petugas kebersihan, tidak adanya tempat penampungan sementara dengan sifat bergerak ataupun tetap yang menyebabkan terjadinya penumpukan limbah padat di area pinggir pelabuhan yang dengan segaja dijadikan tempat penampungan limbah, peneliti memberikan rekomendasi berupa pengadaan fasilitas penampungan limbah padat pada pelabuhan, penambahan tenaga kebersihan, pembuatan SOP terkait penanganan, dan pengelolaan limbah padat di area pelabuhan, pemasangan spanduk dan poster larangan serta himbauan terkait pembuangan sampah. Hal ini harus menjadi perhatian khusus kepada pihak pengelola pelabuhan dan BPTD selaku pengawas pada pelabuhan ini, jika tidak ditanggapi lebih lanjut hal ini akan mengakibatkan pencemaran pada lautan disekitar pelabuhan sofifi

Kata Kunci: Pengelolaan limbah padat, Pelabuhan, Penampungan, Pengawasan, Pencemaran, Ekosistem Laut

(10)

ix

Handling and Management of Domestic Solid Waste Generated from Port Activities at Sofifi Crossing Port, North Maluku

Province

Rafif Musyaffa Pratama (2103066) Supervised by: Sri Kelana, S.Or., M.Pd and

Broto Priyono, S.SiT, M.T ABSTRACT

Sofifi Ferry Port, operating under the jurisdiction of the Class II Land Transportation Management Agency of North Maluku Province, is the focus of this study, which aims to understand the handling and management of solid waste, the supervision by authorized officials in solid waste management, the Standard Operating Procedures (SOPs) for addressing solid waste, and the state of solid waste facilities at the Sofifi port. This qualitative research method provides an explanation of the phenomena occurring in the port. The handling of solid waste should be a priority as it is related to the comfort of service users and the marine ecosystem around the port.

The survey results at Sofifi Ferry Port reveal several deficiencies, such as a lack of trash bins in passenger-dominated areas, absence of cleaning personnel, and no temporary or permanent waste storage facilities. This leads to the accumulation of solid waste along the port's edge, which is used as an unofficial dumping ground. The researcher recommends the provision of solid waste facilities at the port, the addition of cleaning staff, the development of SOPs related to the handling and management of solid waste in the port area, and the installation of banners and posters with waste disposal warnings and advisories.

This issue should be of particular concern to the port management and the BPTD as the supervisory authority of the port. If not addressed, this will lead to pollution of the waters around Sofifi port.

Keywords: Solid waste management, Port, Storage, Supervision, Pollution, Marine ecosystem

(11)

x DAFTAR ISI

Halaman Judul ... ii

Halaman Pengesahan ... iii

Halaman Persetujuan Seminar ... iii

Halaman Surat Peralihan Hak Cipta ... iv

Halaman Pernyataan Keaslian... v

Kata Pengantar ... vi

Abstrak/Abstract ... viii

Daftar Gambar ... xii

Daftar Tabel ... xiv

Daftar Lampiran ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Penelitian ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan Penelitian ... 3

D. Batasan Masalah ... 3

E. Manfaat Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI ... 5

A. Tinjauan Pustaka ... 5

B. Landasan Teori ... 8

BAB III METODE PENELITIAN... 12

A. Desain Penelitian ... 12

B. Teknik Pengumpulan Data ... 19

C. Teknik Analisis Data ... 20

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN ... 23

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 23

1. Kondisi Geografis ... 23

2. Batas Administrasi ... 24

3. Kependudukan dan Luas Wilayah ... 24

4. Komoditi Daerah... 25

5. Sarana dan Prasarana Transportasi ... 28

(12)

xi

6. Prasarana Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan ... 32

7. Instansi Pembina Transportasi ... 41

8. Produktivitas Angkutan ... 42

9. Lintasan Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan ... 47

B. Hasil Penelitian ... 48

1. Penyajian data ... 48

2. Analisis Data ... 51

C. Pembahasan ... 61

1. Hasil analisis ... 61

2. Usulan terhadap permasalahan ... 63

BAB V PENUTUP ... 70

A. KESIMPULAN ... 70

B. SARAN ... 71

DAFTAR PUSTAKA ... 73

LAMPIRAN ... 74

(13)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3. 1 Bagan Alir Penelitian ... 18

Gambar 4. 1 Peta Geografis Maluku Utara ... 23

Gambar 4. 2 Gedung Kantor ... 32

Gambar 4. 3 Pos Retribusi ... 33

Gambar 4. 4 Lapangan Parkir Siap Muat ... 33

Gambar 4. 5 Lapangan Parkir Antar Jemput ... 34

Gambar 4. 6 Ruang Tunggu ... 34

Gambar 4. 7 Loket Penumpang dan Kendaraan... 35

Gambar 4. 8 Penampungan Air Bersih ... 35

Gambar 4. 9 Toilet Umum ... 36

Gambar 4. 10 Mushola ... 36

Gambar 4. 11 Dermaga Plengsengan ... 37

Gambar 4. 12 Trestle ... 38

Gambar 4. 13 Bolder ... 38

Gambar 4. 14 Catwalk... 39

Gambar 4. 15 Gangway... 39

Gambar 4. 16 Layout Pelabuhan Penyeberangan Sofifi... 40

Gambar 4. 17 Struktur Organisasi BPTD Kelas II Maluku Utara ... 41

Gambar 4. 18 Lintasan Penyeberangan Sofifi – Bastiong ... 47

Gambar 4. 19 Lintasan Penyeberangan Sofifi – Bastiong ... 47

Gambar 4. 20 Terdapat tumpukan limbah padat disamping ... 50

Gambar 4. 21 Kondisi tempat penampungan limbah di ... 50

Gambar 4. 22 Kondisi lingkungan disamping lapangan parkir siap muat yang ... 52

Gambar 4. 23 Wawancara kepada pihak pelabuhan terkait pengawasan... 56

Gambar 4. 24 Wawancara kepada Kepala UPTD Dishub Kota Tidore ... 56

Gambar 4. 25 Terdapat limbah yang menumpuk di area samping dermaga ... 56

Gambar 4. 26 Kondisi area disekitar lapangan parkir ... 57

Gambar 4. 27 Kondisi area disekitar lapangan parkir siap muat ... 58

Gambar 4. 28 Kondisi area ruang tunggu penumpang yang terdapat sampah. ... 58

Gambar 4. 29 Wawancara kepada pengguna jasa terkait fasilitas ... 59

(14)

xiii

Gambar 4. 30 Fasilitas penampungan untuk di dalam ruangan ... 64 Gambar 4. 31 Fasilitas penampungan untuk di luar ruangan yang . ... 64 Gambar 4. 32 Contoh tempat penampungan limbah padat yang bersifat tetap .... 66 Gambar 4. 33 Contoh tempat penampungan limbah padat ... 66 Gambar 4. 34 Poster larangan membuang sampah ke laut ... 68 Gambar 4. 35 Spanduk himbauan membuang sampah pada tempatnya ... 69

(15)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu ... 5

Tabel 3. 1 Jadwal Penelitian... 12

Tabel 3. 2 Tabel Formulir Survei ... 13

Tabel 3. 3 Gap Analysis Kondisi Saat di Lapangan... 21

Tabel 4. 1 Batas Administratif Provinsi Maluku Utara... 24

Tabel 4. 2 Data luas wilayah dan jumlah penduduk menurut kabupaten/kota... 24

Tabel 4. 3 Hasil Produksi Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim ... 26

Tabel 4. 4 Hasil Produksi Tanaman Biofarma Menurut Jenis Tanaman (kg) ... 27

Tabel 4. 5 Hasil Tanaman Produksi Perkebunan di Provinsi Maluku 27 Tabel 4. 6 Hasil Produksi Ternak (ekor) di Provinsi Maluku Utara ... 28

Tabel 4. 7 Kapal Yang Beroperasi di Pelabuhan Penyeberangan Sofifi ... 29

Tabel 4. 8 Data Karakteristik Kapal ... 31

Tabel 4. 9 Fasilitas daratan yang tersedia di Pelabuhan Penyeberangan Sofifi .... 32

Tabel 4. 10 Fasilitas Wilayah Perairan ... 37

Tabel 4. 11 Data Produktivitas Angkutan Penyeberangan Sofifi Lintasan ... 42

Tabel 4. 12 Data Survei Produktivitas Penumpang 30 (tiga puluh) Hari ... 43

Tabel 4. 13 Data Survei Produktivitas Penumpang 30 (tiga puluh) Hari ... 45

Tabel 4. 14 Waktu tempuh rata-rata ... 47

Tabel 4. 15 Daftar Nama Pegawai Satuan Pelayanan Pelabuhan ... 48

Tabel 4. 16 Jumlah tempat sampah yang tersedia di pelabuhan ... 50

Tabel 4. 17 Form Hasil Survei Pelabuhan Penyeberangan Sofifi ... 54

Tabel 4. 18 GAP Ketersediaan Fasilitas Penampungan Limbah Padat ... 60

(16)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. 1 Standart Operational Procedures Yang diajukan oleh peneliti .... 74 Lampiran 1. 2 Alur Penanganan dan Pengelolaan Sampah Pelabuhan . ... 77 Lampiran 1. 3 Layout Peletakan Tempat Sampah dan Tempat Penampungan .... 78

(17)

1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN

Maluku Utara merupakan salah satu provinsi yang berada pada bagian timur Indonesia yang terdiri dari 1.474 pulau, dengan 89 pulau berpenghuni dan 1.385 tidak berpenghuni. Pada tahun 2023 jumlah penduduk Maluku Utara mencapai 1.335,62 jiwa dengan kepadatan penduduk 41,09 jiwa/km2. Secara administratif Maluku Utara terdiri dari delapan Kabupaten dan dua kota, dengan Sofifi sebagai ibu kota provinsi. Kota Sofifi terletak di Pulau Halamahera, yang merupakan pulau terbesar di Provinsi Maluku Utara.

Sebagai ibukota provinsi, pembanguna Kota Sofifi terus dilakukan.

Pengembangan fisik Kota Sofifi telah masuk ke dalam program prioritas pemerintah pusat. Berbagai infrastruktur dikembangkan diantaranya Bandar Udara Internasional Sultan Nuku, jalan raya, serta Pelabuhan Penyeberangan Sofifi

Pelabuhan Penyeberangan Sofifi adalah Pelabuhan yang berada di kota Sofifi atau lebih tepatnya di Desa Galala. Pelabuhan ini melayani kegiatan angkutan penyeberangan dan kegiatan bongkar muat. Seiring dengan bertambahnya masyarakat yang menggunakan jalur maritim sebagai mobilitas pergerakan di wilayah sofifi melalui Pelabuhan penyeberangan Sofifi dalam beberapa tahun terakhir berdampak pada meningkatnya produktivitas penumpang di pelabuhan ini. Dengan meningkatnya produktivitas penumpang di pelabuhan penyeberangan sofifi tidak diimbangi dengan penyiapan infrastruktur yang baik, terbukti dengan banyaknya limbah padat dilingkungan pelabuhan yang timbul dari aktivitas penumpang dan Kapal.

Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 21 tahun 2010 tentang perlindungan lingkungan maritim, menyatakan bahwa limbah adalah sisa dari suatu kegiatan atau usaha. Salah satunya limbah yang berasal dari kapal, limbah yang dimaksud meliputi sisa minyak kotor, sampah dan kotoran manusia. Kondisi Pelabuhan Penyeberangan Sofifi saat ini, terdapat banyak penumpukan limbah padat baik itu ruang tunggu penumpang, lapangan siap

(18)

2 muat dan lapangan pengantar/penjemputan penumpang bahkan area bibir pantai dekat pelabuhan dijadikan tempat penampungan sementara limbah, karena tidak maksimalnya tempat sampah yang ada serta tidak ada petugas kebersihan dan tidak adanya tempat penampungan sementara yang sifatnya tetap ataupun bergerak. Selain itu juga tidak terdapat SOP (Standart Operational Procedures) terkait dengan penanganan dan pengelolaan limbah padat pada pelabuhan penyeberangan padahal dengan adanya SOP tentu akan lebih mudah dalam melakukan kegiatan pengawasan, penanganan dan pengelolaan limbah padat pada pelabuhan dikarenakan SOP sendiri merupakan prosedur yang telah terstandarisasi mengikuti peraturan yang ada.

Hal ini terjadi berlangsung lama dan terus menerus dikarenakan tidak adanya tindakan dari pihak Dinas Perhubungan selaku pihak yang bertanggung jawab atas Pelabuhan Penyeberangan Sofifi.

Oleh karena itu, guna mendapatkan hasil penilaian pelabuhan penyeberangan berdasarkan konteks di atas, penulis mengambil Kertas Kerja Wajib (KKW) yang berjudul “PENANGANAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DOMESTIK YANG DIHASILKAN DARI KEGIATAN KEPELABUHANAN PADA PELABUHAN PENYEBERANGAN SOFIFI PROVINSI MALUKU UTARA”.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan dari latar belakang ada beberapa permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini:

1. Bagaimana proses penanganan dan pengelolaan limbah padat domestik pada pelabuhan penyeberangan sofifi?

2. Apakah ada pengawasan dari pejabat yang berwenang mengenai penanganan dan pengelolaan limbah padat domestik pada pelabuhan penyeberangan?

3. Apakah ada SOP (Standart Operational Procedures) dalam penanganan dan pengelolaan limbah padat domestik di pelabuhan penyeberangan?

4. Apakah fasilitas penampungan limbah padat domestik di pelabuhan penyeberangan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim

(19)

3 C. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Mengetahui proses penanganan dan pengelolaan limbah padat domestik pada pelabuhan penyeberangan.

2. Mengetahui apakah ada pengawasan dari pejabat yang berwenang mengenai penanganan dan pengelolaan limbah padat domestik pada pelabuhan penyebrangan.

3. Mengetahui SOP (Standart Operational Procedures) dalam penanganan dan pengelolaan limbah padat domestik di pelabuhan penyeberangan.

4. Mengetahui fasilitas penampungan limbah padat domestik yang tersedia di pelabuhan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim.

D. BATASAN MASALAH

Untuk mencegah pembahasan masalah ini meluas dan menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan, penulis membatasi ruang lingkup penelitian.

Batasan masalah dianalisis sebagai berikut:

1. Lokasi penelitian pelabuhan penyeberangan sofifi 2. Hal yang diteliti adalah

a. Penanganan dan pengelolaan limbah padat domestik pada pelabuhan penyeberangan sofifi

b. Pengawasan dari pejabat yang berwenang terhadap penanganan dan pengelolaan limbah padat domestik pada pelabuhan penyeberangan.

c. Ketersediaan fasilitas penampungan limbah padat domestik yang tersedia di pelabuhan penyeberangan.

d. SOP (Standart Operational Procedures) dalam penanganan dan pengelolaan limbah padat domestik yang ada pada pelabuhan penyeberangan.

3. Pokok bahasan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim bab IV Pencegahan pencemaran dari kegiatan kepelabuhanan

(20)

4 E. MANFAAT PENELITIAN

1. Bagi Lembaga Pendidikan

Bisa sebagai bahan pembelajaran terkait pelaksanaan praktik bagi generasi penerus, dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang pelabuhan serta dapat dijadikan acuan dokumen bagi institusi pendidikan dalam menentukan lokasi sebenarnya dan penempatan mahasiswa.

2. Bagi Mahasiswa

Dapat memperoleh gambaran langsung kegiatan yang dilakukan dikapal penyeberangan, pelabuhan dan perkantoran serta pengalaman bekerja di instansi yang bertanggung jawab menyelenggarakan operasional kapal penyeberangan

3. Bagi Instansi Pemerintah

Sebagai masukan dan evaluasi terhadap pentingnya penanganan dan pengelolaan limbah di pelabuhan serta meningkatkan pelayanan dengan maksimal dan memperbaiki sistem pengelolaan limbah padat pada pelabuhan.

4. Untuk Masyarakat

Sebagai bahan bacaan untuk masyarakat umum dan dapat meningkatkan pengetahuan lalu lintas sungai dan danau serta jalan raya, sekaligus memberikan wawasan pelayanan yang berkualitas, tepat waktu dan efektif bagi pengguna jasa/masyarakat umum.

(21)

5 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI A. TINJAUAN PUSTAKA

1. Penelitian Terdahulu

Tabel 2. 1 Referensi Penelitian Terdahulu Peneliti dan

tahun Judul penelitian Metode analisis Hasil penelitian

Rizaldi Aidil (2022)

Tinjauan Pencegahan Pencemaran Pada Pelabuhan Dan Kapal Penyeberangan Kuala Tungkal Provinsi Jambi

Meninjau Tingkat Pemenuhan Perlengkapan Peralatan Dan Personil Dalam Pencegahan Pencemaran Sesuai Dengan PM Nomor 58 Tahun 2013 Tentang Penanganan Pencemaran Limbah Pada Pelabuhan

Pada penelitian ini masih belum sesuai dengan PM yang berlaku.

Retno Muninggar

(2022)

Pengelolaan limbah padat di pelabuhan perikanan nusantara muara angke

jakarta

Meninjau pengelolaan sampah yang sesuai standar SNI-19- 2454-2002 tentang teknik operasional pengelolaan sampah yang terdiri dari pemilahan, pewadahan, pengumpulan, pemindahan, pengangkutan, pengolahan hingga pembuangan akhir

Pada penelitian ini pelabuhan harus melakukan penyusunan SOP pengelolaan limbah, melaksanakan pengawasan serta pendampingan mengenai

pengelolaan limbah padat.

(22)

6 Peneliti dan

tahun Judul penelitian Metode analisis Hasil penelitian

Muhammad Firdian

(2023)

Evaluasi Sistem

Penanggulangan Sampah Di Pelabuhan

Penyeberangan Teluk Bungus Provinsi Sumatera Barat

Mengevaluasi Terkait Ketersediaan Fasilitas Penampungan Sampah, Penanggulangan Sampah, Pengawasan Oleh Pejabat Yang Berwenang Terhadap Penanggulangan Sampah Di Pelabuhan Penyeberangan Teluk Bungus Sesuai Dengan Permenhub No. 29 Tahun 2014

Pada penelitain ini didapati

penanggulangan sampah pada pelabuhan penyeberangan belum sesuai dengan Peraturan yang berlaku.

2. Teori Pendukung yang relevan a. Limbah domestik

Menurut Pasla, BN (2023) Limbah domestik merupakan salah satu limbah paling signifikan dari aktivitas manusia. Limbah ini mencakup bahan buangan yang berasal dari kegiatan, termasuk rumah tangga, institusi pendidikan, penginapan, restoran, perkantoran, pasar, dan pusat perbelanjaan. Limbah domestik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain :

a) Limbah organik

Merupakan limbah dari sisa makanan atau tumbuhan, seperti kulit buah, sayuran yang tidak terpakai, atau sisa makanan yang telah mengalami kerusakan.

b) Limbah anorganik

Merupakan limbah dari bahan-bahan non-organik, seperti kertas, plastik, logam dan kaca.

c) Limbah cair

Merupakan limbah dengan sifat cair, seperti air limbah dari dapur, kamar mandi, dan mencuci.

(23)

7 d) Limbah berbahaya

Merupakkan limbah yang bisa menimbulkan bahaya terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan, seperti baterai, lampu neon, obat-obatan, pestisida, bahan kimia dan limbah medis.

b. Dampak Limbah Domestik

Menurut Pasla, BN (2023) Limbah domestik dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia jika tidak dikelola dengan baik dan benar. Beberapa dampak yang dapat ditimbulkan oleh limbah domestik adalah:

1) Pencemaran lingkungan

Penanganan limbah domestik yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan, termasuk ekosistem dan habitat hewan liar.

2) Kesehatan manusia

Limbah domestik yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan penyebaran penyakit melalui bakteri, virus, dan parasit yang terkandung di dalamnya.

3) Peningkatan emisi gas rumah kaca

Limbah domestik yang terbuang di tempat pembuangan limbah dapat menghasilkan gas metana, yang merupakan gas rumah kaca dan berpotensi mempengaruhi perubahan iklim global.

c. Personil Penanggulangan Pencemaran

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 58 (2013) Personil Penanggulangan Pencemaran merupakan orang yang bekerja atau dipekerjakan di unit kegiatan lain dan pelabuhan untuk melakukan tugas penanggulangan pencemaran.

d. Latihan Penanggulangan Pencemaran

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 58 (2013) Latihan penanggulangan pencemaran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian suatu personil dalam rangka kesiagaan terhadap penanggulangan pencemaran.

(24)

8 e. Fasilitas Penampungan

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 29 (2014) Fasilitas penampungan merupakan keseluruhan dari fasilitas tetap, terapung atau bergerak yang digunakan untuk menampung limbah padat yang berasal dari kapal atau kegiatan kepelabuhanan.

B. LANDASAN TEORI 1. Landasan Hukum

a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran.

Pasal 237

1) Untuk menampung limbah yang berasal dari kapal di pelabuhan, Otoritas Pelabuhan, Unit Penyelenggara Pelabuhan, Badan Usaha Pelabuhan, dan Pengelola Terminal Khusus wajib dan bertanggung jawab menyediakan fasilitas penampungan limbah.

2) Manajemen pengelolaan limbah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

3) Pengangkutan limbah ke tempat pengumpulan, pengolahan, dan pemusnahan akhir dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang lingkungan hidup.

b. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim bab IV Pencegahan pencemaran dari kegiatan kepelabuhanan.

1) Pasal 74 ayat 1

Setiap pelabuhan dan terminal khusus yang dioperasikan wajib memenuhi persyaratan untuk mencegah timbulnya pencemaran yang bersumber dari kegiatan operasional kapal dengan melengkapi fasilitas penampungan (Reception Facilities).

2) Pasal 74 ayat 2

Pencegahan pencemaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi tersedianya fasilitas penampungan (reception Facilities) antara lain:

(25)

9 a. Penampungan minyak kotor

b. Penampungan bahan cair beracun c. Penampungan kotoran

d. Penampungan sampah

e. Penampungan bahan perusak ozon f. Penampungan limbah b3

g. Penampungan sedimen/endapat air balas 3) Pasal 75

Fasilitas penampungan (Reception Facilities) sebagaimana dimaksud dalam pasal 74 harus dirancang dan ditempatkan secara memadai untuk memenuhi keperluan penampungan tanpa mengakibatkan keterlambatan yang tak perlu bagi kapal (undue delay).

4) Pasal 77

Fasilitas penampungan (Reception Facilities) di pelabuhan dapat dirancang dengan tipe yang bersifat tetap dan ataupun tipe yang dapat bergerak (Mobile) yang memadai untuk menampung limbah dari kapal

5) Pasal 79

Kegiatan pengawasan terhadap pembuangan dan penampungan limbah di pelabuhan dilakukan oleh Syahbandar di pelabuhan setempat.

2. Landasan Teori

a. Limbah Padat Domestik

Rahma,R (2021) Limbah padat domestik adalah limbah yang berasal terdiri dari berbagai bahan dan barang yang sudah tidak diperlukan lagi.

Pembuangan limbah padat yang sembarangan dapat menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Limbah padat domestik dibagi menjadi dua jenis, yaitu limbah organik dan limbah anorganik.

1) Limbah Organik Domestik

(26)

10 Limbah organik adalah limbah yang dihasilkan dari buangan sisa makanan, seperti buah, sayuran ayam dan nasi, limbah organik yang dibuang akan membusuk dan terurai secara alami.

2) Limbah Anorganik Domestik

Limbah anorganik adalah limbah yang berasal dari bahan atau benda yang sulit atau tidak mungkin terurai melalui proses biologis, seperti besi, botol, plastik, kaca, peralatan rumah tangga, dan peralatan elektronik.

b. Sampah

Menurut Defitri,M (2023) Sampah adalah sisa dari kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat, adapun jenis sampah terbagi menjadi tiga yaitu:

1) Sampah Organik

Sampah tersebut adalah limbah yang berasal dari sisa- sisa makhluk hidup, termasuk hewan, tanaman, dan manusia, yang dapat terurai secara alami di lingkungan (biodegradable).

2) Sampah Anorganik

Sampah tersebut adalah limbah yang tidak dapat terurai secara alami (undegradable) karena materialnya tidak berasal dari sumber alam, melainkan merupakan hasil olahan dari bahan sintetik tertentu.

3) Sampah Bahan Berbahaya Beracun (B3)

Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah kategori limbah yang memiliki karakteristik khusus dan memerlukan penanganan yang khusus pula. Limbah B3 mengandung substansi yang berbahaya dan/atau beracun, yang, karena sifat, konsentrasi, atau jumlahnya, berpotensi mencemari lingkungan serta membahayakan organisme hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung. Contoh-contoh sampah B3 mencakup limbah medis, limbah elektronik, cairan kimia, pelumas, produk yang telah kadaluarsa, serta jenis limbah lainnya yang memiliki karakteristik seperti mudah

(27)

11 meledak, mudah terbakar, korosif, karsinogenik, dan dapat menyebabkan iritasi.

c. Tempat Penampungan Sementara

(Peraturan menteri dalam negeri No.33 Tahun 2022) Tempat penampungan sementara merupakan tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendaur ulang, pengolahan, dan/atau tempat pengolahan sampah terpadu, tempat penampungan sampah sementara dibagi menjadi 2 yaitu TPS Bergerak/Kontainer dan TPS Tetap

Gambar2. 1 Tempat pembuangan sementara Bergerak/Kontainer Sumber : ketapangnews.com

Gambar 2. 2 Tempat pembuangan sementara tetap Sumber : wahyusasanty.blogspot.com

(28)

12 BAB III

METODE PENELITIAN A. DESAIN PENELITIAN

1. Waktu dan Lokasi Penelitian

Berdasarkan Surat Praktek Kerja Lapangan Nomor SM- 001/5/2/Poltektrans SDP-2024. Waktu penelitian Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan awal bulan Februari sampai bulan Mei dengan membagi waktu 2 bulan magang di Kantor Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II/III, 2 bulan di Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan.

Tabel 3. 1 Jadwal Penelitian

No Kegiatan magang Februari Maret April Mei

1 Observasi Awal

2 Pengumpulan Data Primer dan Sekunder

3 Rekapitulasi Data

4 Pengumpulan Data Ulang (jika dibutuhkan)

5 Penyusunan Laporan Hasil

2. Jenis Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan dengan metode kualitatif. Jenis metode kualitatif diterapkan agar bisa mengeksplorasi masalah yang berkaitan dengan manusia dan sosial. Peneliti akan melaporkan hasil penelitian berdasarkan data dan analisis yang diperoleh di lapangan, yang kemudian akan dideskripsikan secara rinci dalam laporan penelitian. Metode yang digunakan meliputi wawancara individual yang disepakati sebelumnya, serta pembicaraan kelompok terarah diharapkan dapat memfasilitasi keseluruhan proses penelitian.

3. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik, semua fenomena tersebut disebut sebagai variabel penelitian. Dalam

(29)

13 penelitian ini, instrumen yang digunakan mencakup beberapa metode antara lain :

a. Formulir Survei

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan survei dengan turun langsung ke lapangan dan menggunakan formulir survei untuk memperoleh informasi yang diperlukan.

Tabel 3. 2 Tabel Formulir Survei

No. Pertanyaan

Ketersediaan

YA TIDAK

1. Terdapat Penampungan limbah padat di pelabuhan sofifi

2. Perlu penambahan tempat penampungan limbah di area pelabuhan

3. Terdapat tempat penampungan limbah padat yang sesuai dengan jenis dan warnanya berdasarkan Permen PU No. 3/2013 di pelabuhan sofifi

4. Terdapat tempat penampungan sementara limbah padat dengan tipe bergerak atau tetap di pelabuhan sofifi

5. Terdapat alat kebersihan untuk menunjang pembersihan limbah padat di pelabuhan sofifi

6. Perlu penambahan alat kebersihan untuk menunjang pembersihan limbah padat di pelabuhan sofifi

7. Secara kasat mata pelabuhan penyeberagan sofifi termasuk pelabuhan yang bersih

8 Terdapat petugas kebersihan dilingkungan pelabuhan sofifi

9. Perlu dilakukan penambahan petugas kebersihan di pelabuhan sofifi

10. Terdapat spanduk atau poster himbauan maupun larangan membuang limbah padat secara sembarang di area pelabuhan.

(30)

14 Penelitian ini bertujuan untuk merancang rencana sementara terkait Proses Identifikasi Data, yang akan membantu dalam menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan limbah padat yang berlaku di Pelabuhan Sofifi.

b. Formulir wawancara

c. Alat yang digunakan

Alat yang digunakan oleh peneliti dalam melaksanakan kajian survei lapangan meliputi alat tulis dan kamera.

4. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang diperlukan dalam penelitian kualitatif ini terdiri dari dua sumber sebagai berikut :

a. Data primer

Lokasi : Pelabuhan Penyeberangan Sofifi Tanggal dan Waktu :

Nama Narasumber :

Profesi/Pendidikan Terakhir : No. Telp Narasumber :

Form Wawancara Regulator/Operator Pelabuhan Penyeberangan Sofifi

Berikut lembar pertanyaan wawancara yang menjadi bahan untuk penelitian yang dilakukan. Pertanyaan ini digunakan untuk mengukur tingkat partisipasi Regulator/Operator Pelabuhan Penyeberangan Sofifi dalam mencegah tindakan pencemaran limbah/sampah didalam lingkungan darat ataupun perairan wilayah pelabuhan.

1. Mengapa tidak ada petugas kebersihan didalam area lingkungan pelabuhan penyeberangan sofifi?

2. Mengapa limbah padat yang ada dalam kawasan pelabuhan tidak diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)?

3. apakah pihak pelabuhan sudah bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan terkait dengan hal ini?

4. Hal apa yang telah dilakukan Regulator/Operator terkait dengan pengurangan jumlah limbah padat yang ada pada kawasan pelabuhan?

(31)

15 Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil pengamatan atau observasi, serta hasil wawancara dengan pihak terkait yang mencakup data-data yang diperlukan antara lain :

1) Data produktivitas penumpang harian

2) Foto dokumentasi keadaan fasilitas penampungan limbah padat di pelabuhan

3) Wawancara kepada pengguna jasa dan pejabat yang berwenang 4) Observasi terhadap fasilitas penampungan limbah padat dan

kondisi area pelabuhan.

b. Data sekunder

1) Data produktivitas 5 (lima) tahun terakhir 2) Data lintasan pelayaran

3) Data karakteristik kapal 4) Data karakteristik pelabuhan

5) Data gambar umum wilayah penelitian

6) Data petugas pada pelabuhan penyeberangan sofifi 5. Bagan Alir Penelitian

Untuk memastikan tujuan penelitian ini terarah dan mencapai target, disusun kerangka penelitian yang berfungsi sebagai panduan utama. Kerangka ini mencakup dasar dan rencana penelitian, metode yang digunakan, serta data yang harus dikumpulkan dan diolah.

Tujuannya adalah untuk memperoleh pemecahan masalah yang tepat sehingga peneliti dapat memberikan kesimpulan dan saran terkait penelitian ini. Penjelasan mengenai proses bagan alir penelitian dapat dilihat pada gambar 3.1.

a. Mulai

Penelitian ini mulai dengan mengetahui jenis dari kegiatan yang akan dilakukan dengan beradaptasi terhadap instansi terkait yang dikunjungi oleh peneliti, sehingga penelitian dapat lebih jelas gambarannya karena berkaitan dengan beberapa hal yang aktual dilaksanakan oleh instansi tersebut.

(32)

16 b. Observasi dan Identifikasi Masalah

Melakukan pengamatan secara langsung terhadap aktivitas- aktivitas pada operasional pelabuhan seperti produktivitas ataupun penggunaan terhadap fasilitas pelabuhan. Tahap ini adalah langkah awal yang dilakukan dimana dimaksudkan untuk memahami permasalahan-permasalahan apa saja yang ada dan sedang dihadapi pelabuhan penyeberangan.

c. Studi Literatur

Pada tahap ini dilakukan guna mendapatkan informasi pendukung terkait permasalahan yang diangkat dalam penelitian.

Hal ini dapat dilakukan dengan membaca dan mempelajari literatur- literatur seperti jurnal, buku-buku, dokumentasi ataupun hasil dari penelitian sebelumnya dan mempunyai pembahasan yang hampir sama. Studi literatur ini dapat memperkuat teori dan metode yang akan digunakan penelitian terkait tahap pengerjaannya.

d. Pengumpulan Data

Pada tahap pengumpulan data dilakukan pengumpulan data- data yang dibutuhkan untuk mendukung penyelesaian masalah terhadap permasalahan yang menjadi fokus penelitian dalam pembahasan di Kertas Kerja Wajib (KKW). Ada 2 (dua) data yang perlu peneliti kumpulkan, yaitu data primer dan data sekunder.

Data primer diperoleh melalui observasi, sedangkan data sekunder meliputi data produktivitas penumpang, daftar kapal yang beroperasi, dan kondisi wilayah. Metode pengumpulan data yang dipakai adalah observasi langsung, wawancara, dokumentasi, serta memperoleh data yang diperlukan langsung dari instansi terkait.

e. Pengolahan Data

Setelah semua data yang diperlukan diperoleh, tahap selanjutnya adalah pengolahan data tersebut. Jika data yang diperoleh sudah sesuai dengan yang dibutuhkan peneliti maka pengolahan data dapat dilakukan. Namun jika data yang didapatkan

(33)

17 masiih kurang dan belum selesai, maka dapat dilakukan pengumpulan data ulang.

f. Analisis Data

Langkah ini dilakukan dengan tujuan menganalisis lebih dalam terhadap data yang sudah diolah sebelumnya antar lain berupa:

1) Menganalisis penanganan dan pengelolaan limbah padat di pelabuhan penyeberangan sofifi.

2) Menganalisis pengawasan oleh pejabat yang berwenang terhadap penanganan dan pengelolaan limbah padat di pelabuhan penyeberangan sofifi.

3) Menganalisis fasilitas penampungan limbah padat di wilayah pelabuhan penyeberangan sofifi.

4) Analisis penerapan SOP (Standart Operational Procedures) dalam penanganan dan pengelolaan limbah padat di pelabuhan penyeberangan sofifi.

g. Pemecahan Masalah

Hasil dari berbagai analisis yang dilakukan akan menunjukkan dititik mana permasalahan terkait limbah padat domestik yang terdapat pada pelabuhan penyeberangan, sehingga dari ini permasalahan tersebut dapat ditemukan solusi atau cara untuk mengatasi permasalahan ataupun perbaikan kedepannya.

h. Kesimpulan dan Saran

Penelitian dan analisis yang telah dilakukan memungkinkan penarikan satu atau beberapa kesimpulan terkait permasalahan yang diangkat. Hasil dari kesimpulan tersebut akan menemukan titik pemecahan masalah terhadap permasalahan yang ada pada pelabuhan berupa saran-saran yang diperuntukkan bagi instansi terkait ataupun pihak-pihak lainnya, serta bagi peneliti-peneliti berikutnya.

(34)

18

Mulai

Observasi Masalah

Identifikasi Masalah

Pengumpulan Data Studi literatur

- Dokumentasi kondisi fasilitas tempat penampungan limbah padat yang ada di Pelabuhan Sofifi

- Wawancara kepada pengguna jasa dan pejabat yang berwenang

- Observasi keadaan di area pelabuhan

Data Sekunder

- Daftar Produktivitas penumpang.

- Daftar Kapal yang beroperasi.

- Data kondisi Wilayah.

- Data lintasan pelayaran

Pemecahan Masalah

Kesimpulan dan Saran

Selesai Pengolahan Data

Analisis Data

- Analisis penanganan dan pengelolaan limbah padat di pelabuhan penyeberangan sofifi

- Analisis pengawasan oleh pejabat yang berwenang terhadap penanganan dan pengelolaan limbah padat di pelabuhan sofifi - Analsis fasilitas penampungan limbah padat di wilayah

pelabuhan penyeberangan sofifi

- Analisis SOP dalam penanganan dan pengelolaan limbah padat domestik di pelabuhan penyeberangan

Tidak Memenuhi

Ya Data Primer

Gambar 3. 1 Bagan Alir Penelitian

(35)

19 B. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

1. Data primer

Data primer didapatkan dari hasil pengamatan observasi, hasil wawancara dari pihak pelabuhan. Metode tersebut digunakan dengan tujuan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam menganalisis penanganan dan pengelolaan limbah padat pada pelabuhan penyeberangan sofifi. Metode tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi saat pengumpulan data primer sebagai berikut:

a. Metode observasi

Observasi lapangan dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap kondisi sebenarnya di Pelabuhan Penyeberangan Sofifi, untuk mendapatkan gambaran umum mengenai kondisi lapangan. Pada kegiatan ini, dilakukan pengamatan visual terhadap situasi yang akan diteliti. Dalam tugas akhir ini, penulis berusaha mengamati dan menganalisis masalah yang dihadapi saat ini, yaitu kurangnya fasilitas penampungan limbah padat di area yang sering digunakan oleh penumpang, seperti ruang tunggu, lapangan siap muat kendaraan, lapangan pengantar/penjemput penumpang dan kantin. Selain itu, terdapat masalah buruknya penanganan dan pengelolaan limbah di Pelabuhan Sofifi serta kurangnya pengawasan oleh pejabat terkait terhadap limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan operasional kapal dan kegiatan pengguna jasa di pelabuhan penyeberangan sofifi yang tidak sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim

b. Metode Wawancara

Pada metode wawancara ini peneliti akan melakukan wawancara kepada pihak regulator, operator pelabuhan terkait kondisi di lapangan. Peneliti akan mengajukan beberapa pertanyaan yang mana dari masing-masing pertanyaan mempunyai tujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi di lapangan yang nantinya dapat dijadikan sumber data dalam mengambil keputusan.

(36)

20 c. Metode dokumentasi

Peneliti akan mengumpulkan data berupa gambar/foto kondisi lingkungan pelabuhan yang terdapat banyak limbah padat yang berserakan, wadah pemilah limbah padat, area tempat penampungan sementara yang disediakan oleh pelabuhan sebagai gambaran keadaan yang ada di lapangan.

2. Data sekunder

Data sekunder diperoleh dalam bentuk yang telah tersedia, telah dikumpulkan, dan telah diolah sehingga berbentuk publikasi yang digunakan sebagai pendukung bagi data primer yang telah diperoleh.

a. Metode Kepustakaan

Pada tahapan ini peneliti melakukan pencarian untuk mendapatkan referensi atau literatur penelitian. Peneliti memerlukan beberapa referensi dari penelitian terdahulu yang akan digunakan sebagai dasar dalam mendukung topik penelitian ini.

b. Metode Institusional

Data yang digunakan pada metode ini terdapat pada berbagai instansi terkait yang berguna sebagai data pendukung data primer dalam penelitian.

C. TEKNIK ANALISIS DATA

Teknik analisis bertujuan untuk memfasilitasi proses penulisan dan mempermudah analisis dalam penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti sebagai berikut :

1. Gap Analysis (Analisa Gap)

Dalam penelitian ini, penulis menerapkan teknik gap analysis atau analisis gap yang mengacu pada perbandingan antara kinerja aktual saat ini dengan kinerja potensial yang diharapkan. Gap analysis atau analisa gap merupakan suatu metode untuk mengidentifikasi apakah kondisi di lingkungan Pelabuhan sudah sesuai atau belum dengan standar Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2014 atau belum. Peneliti juga melakukan identifikasi terhadap kecukupan sistem saat ini dengan

(37)

21 mengamati kesenjangan antara kondisi aktual dan kondisi yang diperlukan sesuai dengan peraturan, untuk mengetahui gap antara apa yang diharapkan tetapi belum atau tidak dapat dipenuhi.

Tabel 3. 3 Gap Analysis Kondisi Saat di Lapangan Ketersediaan Kondisi Yang Sesuai Dengan Peraturan Kondisi

Eksisting

GAP

Fasilitas penampungan limbah padat

Menurut Permenhub No. 29 Tahun 2014 setiap pelabuhan Wajib memiliki fasilitas penampungan limbah (Reception Facilities)

Tempat penampungan limbah padat bersifat tetap dan bergerak`

Menurut Permenhub No..29 Tahun 2014 setiap pelabuhan Wajib memiliki Fasilitas penampungan (Reception Facilities)

2. Descriptive Analysis ( Analisa Deskriptif)

Analisis deskriptif merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menggambarkan dan menganalisis data yang telah terkumpul dengan cara mendeskripsikan karakteristiknya secara detail, permasalahan yang diteliti yaitu dilakukan penelitian pada lingkungan pelabuhan penyeberangan sofifi yang berkaitan dengan tersedianya fasilitas penampungan limbah padat, penanganan limbah padat di pelabuhan dari kegiatan operasional kapal dan kegiatan pengguna jasa di pelabuhan serta pengawasan penanganan dan pengelolaan limbah padat oleh pejabat terkait yang dihasilkan dari kegiatan operasional kapal dan kegiatan pengguna jasa di pelabuhan, menggunakan ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim.

(38)

22 3. Skala Guttman

Menurut Sitorus & Nasution, 2019 Skala Gutman merupakan skala yang mempunyai sifat konsisten dan tegas dalam memberikan jawaban seperti jawaban benar dan salah, ya dan tidak. Masing-masing item dalam kuesioner keterampilan /tindakan terdiri dari 2 point yaitu Ya (Y) dan Tidak (T). Semua pernyataan kemudian diubah nilainya dalam angka, yaitu untuk yang menjawab ya pada item memperoleh skor 1 dan yang menjawab tidak pada item memperoleh skor 0.

Setelah dilakukan skoring. Kemudian pertanyaan tersebut dihitung dengan cara persentase (%) jawaban pertanyaan, untuk mengetahui pengetahuan dari responden maka dengan menggunakan kriteria absolute : P = a/b x 100%

Keterangan : P : Persentase

a. : Jumlah yang menjawab = Ya

b. : Jumlah semua pertanyaan dengan kriteria persentase sebagai berikut:

1) Dikategorikan baik, jika 76-100 % jawaban benar

2) Dikategorikan cukup, jika jawaban 60-75 % jawaban benar 3) Dikategorikan kurang, jika jawaban < 74 % jawaban benar

Setelah diperoleh hasil dengan cara perhitungan seperti yang telah diuraikan diatas kemudian nilai akhir tersebut diasumsikan kedalam kriteria pengetahuan sebagai berikut :

a. Jika nilai ≥ 75% : baik b. Jika nilai ≤ 74% : cukup c. Jika nilai ≤ 60% : kurang

(39)

23 BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

1. Kondisi Geografis

Provinsi Maluku Utara terletak di antara 3 Lintang Utara-3 Lintang Selatan dan 124 hingga 129 bujur timur. Luas Wilayah Provinsi Maluku Utara adalah 32.998,696 KM2 dengan Pulau Halmahera adalah Pulau yang Paling Luas. Secara administrasi Provinsi Maluku Utara terdiri dari 8 wilayah kabupaten dan dua kota, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 100.1.1-6117 Tahun 2022 luas daratan masing-masing kabupaten/kota, yaitu Halmahera Barat (2.239,114 km2 ), Halmahera Tengah (2.276,903 km2 ), Kepulauan Sula (3.304,320 km2 ), Halmahera Selatan (8.096,397 km2 ), Halmahera Utara (3.404,629 km2 ), Halmahera Timur (6.488,730 km2 ), Pulau Morotai (2.337,331 km2 ), Pulau Taliabu (2.985,748 km2 ), Ternate (162,202 km2 ) dan Tidore Kepulauan (1.703,322 km2 ).

Gambar 4. 1 Peta Geografis Maluku Utara Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara (2024)

(40)

24 2. Batas Administrasi

Berdasarkan letak geografisnya, Provinsi Maluku Utara memiliki batas-batas wilayah seperti pada tabel 4.1 :

Tabel 4. 1 Batas Administratif Provinsi Maluku Utara

No. Sebelah Batas Wilayah

1. Utara Samudra Pasifik

2. Timur Laut Halmahera

3. Barat Laut Maluku

4. Selatan Laut Seram

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara (2024)

Secara administratif, Provinsi Maluku Utara terdiri dari delapan kabupaten dan dua kota, yaitu Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Kepulauan Sula, Pulau Morotai, Pulau Taliabu, Kota Ternate, dan Kota Tidore Kepulauan.

3. Kependudukan dan Luas Wilayah

Jumlah penduduk Provinsi Maluku Utara pada tahun 2023 adalah sebanyak 1.337.148 jiwa, terdiri dari 685.150 ribu penduduk laki-laki dan 652.000 ribu penduduk perempuan. Dibandingkan dengan tahun 2020, penduduk Maluku Utara mengalami pertumbuhan sebesar 1,45 persen.

Sementara itu Luas Wilayah Provinsi Maluku Utara adalah 32.998,696 km2.

Tabel 4. 2 Data luas wilayah dan jumlah penduduk menurut kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara tahun 2024.

Kabupaten/Kota Luas Wilayah (KM2)

Jumlah Penduduk (Jiwa)

Halmahera Barat 2.239,114 137,81

Halmahera Timur 6.488,730 98,22

Halmahera Selatan 8.096,397 264,93

Halmahera Utara 3.404,629 207,74

Halmahera Tegah 2.276,903 61,79

Kepulauan Sula 3.304,320 109,26

Pulau Morotai 2.337,331 79,66

Pulau Taliabu 2.985,748 61,37

(41)

25 Kabupaten/Kota Luas Wilayah

(KM2)

Jumlah Penduduk (Jiwa)

Kota Ternate 162,202 214,41

Kota Tidore Kepulauan 1.703,322 120,44 Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara (2024)

4. Komoditi Daerah a. Pertanian

Pertanian merupakan sektor utama dalam memproduksi bahan pangan dan bahan industri yang dapat diolah menjadi sandang, pangan, dan material konstruksi yang dapat dikonsumsi dan diperdagangkan.

b. Tanaman Pangan

Salah Satu Tanaman Pangan yang diusahakan di Maluku Utara adalah Padi. Pada tahun 2023 produksi padi di Maluku Utara sebesar 28.168,81 Ton. Sentra produksi Padi di Maluku Utara berada di Kabupaten Halmahera Timur yang memiliki produksi sebesar 20.384,16 Ton atau 72,36 persen dari total produksi Tahun 2023 di Maluku Utara.

c. Hortikultura

Ragam Produksi tanaman hortikultura di Maluku Utara cukup bervariasi. Untuk tanaman sayuran, terdapat bawang daun, bawang merah, bayam, buncis, cabai rawit, kacang Panjang, kangkong, kembang kol, ketimun, dan lainnya. Tomat, cabai keriting, dan terung menghasilkan produksi yang dominan untuk tanaman sayuran di Maluku Utara. Untuk tanaman buah-buahan, pisang, durian, dan rambutan menjadi tanaman yang paling banyak dihasilkan di Maluku Utara. Produksi ketiga tanaman buah tersebut pada tahun 2023 berturut-turut sebesar 113.109 kuintal, 94.517 kuintal, dan 78.762 kuintal. Untuk tanaman biofarmaka, jahe, serai, dan kunyit menghasilkan produksi yang dominan untuk tanaman biofarmaka di Maluku Utara

(42)

26 Tabel 4. 3 Hasil Produksi Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman (Kuintal) di Provinsi Maluku

Utara, 2020-2023

Jenis Tanaman 2020 2021 2022 2023

Bawang Daun 5.344 6.899 8.651 10.321

Bawang Merah 9.512 11.779 8.047 5.959

Bawang Putih - - - -

Bayam 8.388 5.076 9.369 8.232

Buncis 2.447 4.148 4.392 3.996

Cabai Rawit 45.275 34.830 28.729 36.958 Kacang Panjang 32.466 22.052 38.997 41.314 Kangkung 19.700 16.146 21.010 27.495

Kembang Kol 10 228 1.895 40

Kentang - - - -

Ketimun 22.150 12.919 31.972 25.345

Kubis 187 197 1.277 105

Labu Siam 3.380 7.847 4.349 5.358

Melon 978 1.754 555 655

Paprika 3

Petsai/Sawi 8.379 11.761 13.101 12.352

Semangka 10.916 4.102 12.959 5.195

Stroberi - - - -

Terung 33.790 28.852 42.159 53.794

Tomat 67.854 48.461 84.790 84.125

Wortel - 5 - -

Cabai Besar - 1.930 185 12

Cabai Keriting - 26.289 37.084 53.927

Jamur Tiram - - - -

Jamur lainnya - 2 - -

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara (2024)

(43)

27 Tabel 4. 4 Hasil Produksi Tanaman Biofarma Menurut Jenis

Tanaman (kg) di Provinsi Maluku Utara, 2020-2023

Jenis Tanamam 2020 2021 2022 2023

Jahe 5.364.071 10.202.829 4.426.649 2.723.304

Keji Beling - - - -

Kencur 154.213 329.600 225.546 87.132 Kunyit 1.559.400 2.106.440 1.913.055 1.499.951

Lidah Buaya - - - 2.900

Mahkota Dewa - 50 - 167

Mengkudu - 5.000 - 65

Sambiloto - 74.000 4.500 1.000

Temuireng - 2.500 - 2

Temulawak - 32.535 5.500 10.632

Jeruk Nipis - 3.844 45.173 15.207

Serai - 269.452 124.350 117.866

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara (2024) d. Perkebunan

Kelapa menjadi komoditi perkebunan yang dominan dihasilkan di Maluku Utara. Pada Tahun 2023 produksi kelapa 200.086,15 ton, disusul Pala sebanyak 8.336,58 ton, dan Kakao sebanyak 7.388,96 ton.

Tabel 4. 5 Hasil Tanaman Produksi Perkebunan di Provinsi Maluku Utara 2023

No. Jenis Tanaman Ton

1. Kelapa 200.086,15

2. Kopi 16,69

3. Kakao 7.389,96

4. Pala 8.336,58

5. Cengkeh 4.656,32

6. Sagu 711,20

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara (2024) e. Peternakan

Populasi ternak di Maluku Utara tahun 2022 menunjukan peningkatan dari tahun sebelumnya. Kambing merupakan hewan ternak yg paling banyak populasinya di Maluku Utara. Pada tahun 2021 populasi kambing sebanyak 150.856 ekor menjadi 158.231 ekor di tahun 2022. Produksi telur ayam kampung mengalami penurunan sebesar 1.363.888,09 kg di tahun 2022 menjadi 1.143.931,45 kg di tahun 2023.

(44)

28 Tabel 4. 6 Hasil Produksi Ternak (ekor) di Provinsi Maluku Utara Tahun 2023 No. Kabupaten/

Kota

Sapi Perah

Sapi

Potong Kerbau Kuda Kambing Domba babi 1. Halmahera

Barat - 26.655 - - 23.599 - 46.87

2 2. Halmahera

Tengah - 3.341 - - 3.750 - 119

3. Halmahera

Selatan - 9.964 54 2 32.284 -

4. Halmahera

Utara - 22.933 - - 18.216 - 34.42

8 5. Halmahera

Timur - 12.241 59 8 18.568 - 10.17

7 6. Kepulauan

Sula - 8.620 270 44 2.455 - 421

7. Pulau

Morotai - 9.076 2 10.600 - 3.729

8. Pualau

Taliabu - 2.422 323 65 1.091 - 91

9. Kota

Ternate - 4.295 - 7 31.374 - 583

10.

Kota Tidore Kepulauan

- 11.377 - - 16.294 - -

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara (2024) f. Perikanan

Produksi perikanan tangkap di laut Maluku Utara pada tahun 2022 didominasi oleh ikan tongkol sebesar 35.036 Ton. Untuk perikanan budidaya didominasi oleh budidaya rumput laut dengan produksi sebesar 135.073 Ton senilai 1.165.247.000

5. Sarana dan Prasarana Transportasi a. Sarana Transportasi

Sarana angkutan penyeberangan yang beroperasi di Pelabuhan Penyeberangan Sofifi terdiri dari kapal jenis ro-ro. Data mengenai kapal yang beroperasi di kantor satuan pelayanan pelabuhan penyeberangan Sofifi saat ini mencatat adanya 6 kapal yang beroperasi dengan baik. Kapal-kapal ini dikelola oleh beberapa perusahaan, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta. Berikut adalah data kapal beserta nama perusahaan yang mengoperasikannya di Pelabuhan Penyeberangan Sofifi.

(45)

29 Tabel 4. 7 Kapal Yang Beroperasi di Pelabuhan Penyeberangan Sofifi

Tahun 2024

No. Nama Kapal Gambar Kapal Jenis

Kapal lintasan

1 KMP. Maming Roll On

Roll Off

Sofifi- Ternate

Sofifi- Dowora

2 KMP. Tuna Roll On

Roll Off

Sofifi- Ternate

3 KMP. Baronang Roll On

Roll Off

Sofifi- Ternate

4 KMP. Permata Lestari V

Roll On Roll Off

Sofifi- Ternate

(46)

30

No. Nama Kapal Gambar Kapal Jenis

Kapal lintasan

5 KMP. Mutiara Ferindo VI

Roll On Roll Off

Sofifi- Ternate

6 KMP. Garda Maritim VII

Roll On Roll Off

Sofifi- Ternate

7

KMP.

MUTIARA PERTIWI I

Roll On Roll Off

Sofifi- Ternate

Sumber :Tim PKL Maluku Utara Tahun 2024

Gambar

Gambar 2. 1 Tempat pembuangan sementara Bergerak/Kontainer Sumber : ketapangnews.com
Gambar 2. 2 Tempat pembuangan sementara tetap  Sumber : wahyusasanty.blogspot.com
Gambar 3. 1 Bagan Alir Penelitian
Gambar 4.  1 Peta Geografis Maluku Utara  Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara (2024)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi pengelolaan limbah medis padat pada saat ini adalah segregasi limbah belum berjalan baik, kemasan limbah jarum suntik tidak terdapat simbol/label di

Pengelolaan limbah medis padat B3 adalah penanganan limbah padat B3 (medis) yang dimulai sejak dari pewadahan dan pengumpulan hingga pengolahan dan penimbunan atau pemusnahan.

Jenis limbah padat apa saja yang dihasilkan dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Cut Meutia Lhokseumaweb. Jumlah rata-rata produksi limbah padat per hari di

Dengan didasari hal tersebut, sehingga penelitian mengenai pengelolaan limbah padat medis yang dihasilkan dari kegiatan RSUD X pada masa pandemi Covid-19 layak dilakukan, karena

Limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, pasta (3tr4 maupun gas yang dapat mengandung mikroorganisme

Kegiatan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Pertamina dapat memproduksi limbah yang sebagian besar merupakan limbah padat medis. Limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit dapat

Sumber dan Karakteristik Limbah Padat B3 Limbah padat B3 yang dihasilkan oleh industri PT.X terdiri dari empat jenis, yaitu: 1 Oli bekas dari bagian bengkel dan engineering servis; 2

Kesimpulan Proses pengelolaan sampah di Industri Pakan Ternak yaitu pengurangan limbah padat dilakukan dengan penerapan paperless, identifikasi limbah padat disesuaikan dengan jenis