BAB III PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
C. Analisis Data
Nilai standar deviasi tertinggi dari sebelas perusahaan sejenis lainnya ada pada perusahaan PT. Multi Bintang Indonesia Tbk sebesar 0,411. Dimana semakin besar nilai standar deviasi yang didapatkan maka menunjukkan semakin besar juga penyimpangannya. Sedangkan, nilai standar deviasi terkecil ada pada PT. Sekar Laut Tbk yaitu sebesar 0,037 dimana semakin kecil niali standar deviasi maka semakin kecil kecil juga penyimpangannya. Hal ini menunujukkan bahwa ROE perusahaan PT.
Multi Bintang Indonesia Tbk berfluktuasi dibandingkan dengan perusahaan sejenis.
efisiensi serta status persaingan perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri tersebut. Besarnya net profit margin dapat diketahui perusahaan dengan membandingkan laba setelah pajak atau laba bersih dengan penjualan atau pendapatan bersih usaha.
Gambar 3.1
Rata-rata industri Net Profit Margin (NPM) Tahun 2015 (I) sampai 2017 (IV)
Sumber: data diolah ms.excel tahun 2010 (Lampiran 2)
Dari Gambar 3.1 melaui pendekatan Du Pont System, Net Profit Margin perusahaan industri makanan dan minuman pada tahun 2015 (I) sampai 2017 (IV) sebagai berikut:
Tahun 2015 (I) , Net Profit Margin pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Net Profit Margin perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 9%. Adapun perusahaan yang dikatakan efisien
AISA ALTO CEKA DLTA ICBP INDF MLBI MYOR ROTI SKLT STTP ULTJ N
Rata - rata Rasio Industri
2015 I 9% 6% 3% 10% 9% 7% 18% 8% 13% 2% 8% 15% 12 9%
2015 II 7% 9% 3% 10% 10% 7% 17% 8% 12% 3% 5% 11% 12 9%
2015 III 7% 12% 3% 11% 10% 4% 21% 8% 12% 3% 6% 12% 12 9%
2015 IV 6% 8% 3% 12% 9% 6% 18% 8% 12% 3% 7% 12% 12 9%
2016 I 9% 1% 8% 13% 11% 8% 30% 7% 14% 1% 8% 15% 12 11%
2016 II 9% 1% 7% 13% 11% 8% 29% 7% 11% 2% 5% 13% 12 10%
2016 III 8% 1% 7% 14% 11% 8% 30% 7% 11% 2% 5% 16% 12 10%
2016 IV 11% 9% 6% 15% 11% 11% 30% 8% 11% 3% 7% 15% 12 11%
2017 I 8% 4% 3% 18% 12% 10% 34% 7% 5% 2% 5% 20% 12 11%
2017 II 7% 13% 2% 17% 12% 9% 43% 6% 4% 2% 6% 17% 12 12%
2017 III 4% 12% 24% 17% 11% 8% 39% 7% 5% 3% 8% 18% 12 13%
2017 IV 17% 24% 25% 36% 10% 7% 39% 8% 5% 3% 8% 15% 12 16%
Tahun
Kode
yaitu PT. Delata Djakarta Tbk sebesar 10% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 10 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Multi Bintang Indonesia Tbk sebesar 18% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 18 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk sebesar 13% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 13 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Ultrajaya Milk Indutry and Trading Company Tbk sebesar 15%
menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 15 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri.
Tahun 2015 (II), Net Profit Margin pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Net Profit Margin perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 9%. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Delata Djakarta Tbk sebesar 10% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 10 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sebesar 10% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 10 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Multi Bintang Indonesia Tbk sebesar 17% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 17 bila dibandingkan dengan
dengan rata-rata industri, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk sebesar 12% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 12 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Ultrajaya Milk Indutry and Trading Company Tbk sebesar 11%
menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 11 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri.
Tahun 2015 (III), Net Profit Margin pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Net Profit Margin perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 9%. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Tri Banyan Tirta Tbk sebesar 12% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 12 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT. Delata Djakarta Tbk sebesar 11% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 11 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sebesar 10% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 10 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Multi Bintang Indonesia Tbk sebesar 21%
menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 21 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk sebesar 12% menunjukkan setiap Rp.
100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 12 bila
dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Ultrajaya Milk Indutry and Trading Company Tbk sebesar 12% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 12 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri.
Tahun 2015 (IV) Net Profit Margin pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Net Profit Margin perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 9%. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Delata Djakarta Tbk sebesar 12% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 12 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Multi Bintang Indonesia Tbk sebesar 18% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 18 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk sebesar 12% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 12 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Ultrajaya Milk Indutry and Trading Company Tbk sebesar 12% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 12 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri.
Tahun 2016 (I) Net Profit Margin pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Net Profit Margin perusahaan lebih besar dari
rata-rata industri yaitu 11%. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Delata Djakarta Tbk sebesar 13% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 13 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Multi Bintang Indonesia Tbk sebesar 30% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 30 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk sebesar 14% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 14 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Ultrajaya Milk Indutry and Trading Company Tbk sebesar 15% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 15 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri.
Tahun 2016 (II) Net Profit Margin pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Net Profit Margin perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 10%. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Delata Djakarta Tbk sebesar 13% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 13 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sebesar 11% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 11 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Multi Bintang
Indonesia Tbk sebesar 29% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 29 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk sebesar 11% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 11 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Ultrajaya Milk Indutry and Trading Company Tbk sebesar 13%
menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 13 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri.
Tahun 2016 (III) Net Profit Margin pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Net Profit Margin perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 10%. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Delata Djakarta Tbk sebesar 14% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 14 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sebesar 11% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 11 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Multi Bintang Indonesia Tbk sebesar 30% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 30 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk sebesar 11% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 11 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri,
PT Ultrajaya Milk Indutry and Trading Company Tbk sebesar 16%
menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 16 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri.
Tahun 2016 (IV) Net Profit Margin pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Net Profit Margin perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 11%. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Delata Djakarta Tbk sebesar 15% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 15 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Multi Bintang Indonesia Tbk sebesar 30% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 30 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Ultrajaya Milk Indutry and Trading Company Tbk sebesar 15% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 15 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri.
Tahun 2017 (I) Net Profit Margin pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Net Profit Margin perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 11%. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Delata Djakarta Tbk sebesar 18% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 18 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri,
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sebesar 12% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 12 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Multi Bintang Indonesia Tbk sebesar 34% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 34 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Ultrajaya Milk Indutry and Trading Company Tbk sebesar 20% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 20 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri.
Tahun 2017 (II) Net Profit Margin pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Net Profit Margin perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 12%. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Tri Banyan Tirta Tbk sebesar 13% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 13 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT. Delata Djakarta Tbk sebesar 17% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 17 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Multi Bintang Indonesia Tbk sebesar 43% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 43 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Ultrajaya Milk Indutry and Trading Company Tbk sebesar 17% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat
menghasilkan laba usaha sebesar 17 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri.
Tahun 2017 (III) Net Profit Margin pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Net Profit Margin perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 13%. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk sebesar 24% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 24 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT. Delata Djakarta Tbk sebesar 17% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 17 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Multi Bintang Indonesia Tbk sebesar 39% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 39 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Ultrajaya Milk Indutry and Trading Company Tbk sebesar 18% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 18 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri.
Tahun 2017 (IV) Net Profit Margin pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Net Profit Margin perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 16%. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Tri Banyan Tirta Tbk sebesar
24% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 24 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk sebesar 25% menunjukkan setiap Rp.
100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 25 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT. Delata Djakarta Tbk sebesar 36% menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 36 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Multi Bintang Indonesia Tbk sebesar 39%
menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 39 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri, PT Ultrajaya Milk Indutry and Trading Company Tbk sebesar 15%
menunjukkan setiap Rp. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba usaha sebesar 15 bila dibandingkan dengan dengan rata-rata industri.
b. Total Assets Turnover (TATO)
Total Assets Turnover yang digunakan untuk operasi merupakan suatu ukuran tentang seberapa jauh aset yang telah digunakan dalam kegiatan perusahaan atau menunjukkan berapa kali total aset berputar dalam suatu periode tertentu. Besarnya total assets turnover dapat diketahui dengan membandingkan pendapatan bersih usaha dengan total aset. Sedangkan untuk menegtahui efektifitas perputaran masing-masing komponen total assets turnover yaitu dengan membagi pendapatan bersih dengan maisng-masing komponen aset. Untuk mengetahui apakah perusahaan efektif dalam mengoperasikan asetnya jika dibandingkan
dengan perusahaan pesaing adalah total assets turnover dibagi dengan jumlah perusahaan pesain
Gambar 3.2
Rata-rata industri Total Assets Turnover (TATO) Tahun 2015 (I) sampai 2017 (IV)
Sumber: data diolah ms.excel tahun 2010 (Lampiran 2)
Tahun 2015 (I) Total Assets Turnover pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Total Assets Turnover perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 0,291. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk yaitu 0,688 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar
AISA ALTO CEKA DLTA ICBP INDF MLBI MYOR ROTI SKLT STTP ULTJ N
Rata - rata Rasio Industri 2015 I 0,208 0,061 0,688 0,338 0,305 0,169 0,278 0,328 0,191 0,538 0,352 0,033 12 0,291 2015 II 0,379 0,109 1,378 0,674 0,627 0,357 5,321 0,699 0,424 0,027 0,658 0,681 12 0,945 2015 III 0,528 0,169 1,668 1,117 0,925 0,523 0,793 0,962 0,613 0,015 1,027 0,967 12 0,776 2015 IV 0,664 0,027 2,346 1,515 0,119 0,697 1,283 1,306 0,803 1,976 1,325 1,242 12 1,109 2016 I 0,178 0,066 0,679 0,398 0,323 0,178 0,316 0,387 0,221 0,526 0,339 0,304 12 0,326 2016 II 0,442 1,443 1,299 0,784 0,652 0,367 0,731 0,753 0,434 1,051 0,585 0,607 12 0,762 2016 III 0,577 0,208 2,073 1,057 0,939 0,539 0,967 1,072 0,656 1,785 0,848 0,866 12 0,966 2016 IV 0,707 0,255 2,886 1,385 1,193 1,192 1,434 1,420 0,864 1,467 1,125 1,105 12 1,253 2017 I 0,156 0,056 0,948 0,334 0,311 0,021 0,307 0,364 0,206 0,366 0,293 0,273 12 0,303 2017 II 0,337 0,107 1,643 0,623 0,569 0,397 0,699 0,665 0,408 0,722 0,578 0,499 12 0,604 2017 III 0,426 0,175 2,388 0,877 0,882 0,601 0,940 1,032 0,615 1,051 0,904 0,728 12 0,885 2017 IV 0,564 0,236 3,057 0,579 1,126 0,798 1,350 1,396 0,546 0,965 1,206 0,941 12 1,064
Tahun
Kode
sebanyak 0,688 kali, PT. Delta Djakarta Tbk yaitu 0,338 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,338 kali, PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yaitu 0,305 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,305 kali, PT. Mayor Indah Tbk yaitu 0,328 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,328 kali, PT. Sekar Laut Tbk yaitu 0,538 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,538 kali, PT. Siantar Top Tbk yaitu 0,352 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,352 kali.
Tahun 2015 (II) Total Assets Turnover pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Total Assets Turnover perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 0,945. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk yaitu 1,378 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,378 kali, PT. Multi Bintang Indonesia Tbk yaitu 5,321 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 5,321 kali.
Tahun 2015 (III) Total Assets Turnover pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Total Assets Turnover perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 0,776. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk yaitu 1,668 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,668 kali, PT. Delta Djakarta Tbk yaitu 1,117 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,117 kali, PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yaitu 0,925 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,925 kali, PT. Multi Bintang Indonesia Tbk yaitu 0,793 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,793 kali, PT. Mayor Indah Tbk yaitu 0,962 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,962 kali, PT. Siantar Top Tbk yaitu 1,027 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,027 kali, PT. Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk yaitu 0,967 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,967 kali.
Tahun 2015 (IV) Total Assets Turnover pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Total Assets Turnover perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 1,109. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk yaitu 2,346 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 2,346 kali, PT. Delta Djakarta Tbk yaitu 1,515 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,515 kali, PT. Multi Bintang Indonesia Tbk yaitu 1,283 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,283 kali, PT. Mayor Indah Tbk yaitu 1,306 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,306 kali, PT. Sekar Laut Tbk yaitu 1,976 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,976 kali, PT. Siantar Top Tbk yaitu 1,325 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,325 kali, PT. Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk yaitu 1,242 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,242 kali.
Tahun 2016 (I) Total Assets Turnover pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Total Assets Turnover perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 0,326. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk yaitu 0,679 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,679 kali, PT. Delta Djakarta Tbk yaitu 0,398 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,398 kali, PT. Mayor Indah Tbk yaitu 0,387 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,387 kali, PT. Sekar Laut Tbk yaitu 0,526 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,526 kali, PT. Siantar Top Tbk yaitu 0,339 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,339 kali, PT. Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk yaitu 0,304 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,304 kali.
Tahun 2016 (II) Total Assets Turnover pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Total Assets Turnover perusahaan lebih
besar dari rata-rata industri yaitu 0,762. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Tri Banyan Tirta Tbk yaitu 1,443 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,443 kali, PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk yaitu 1,299 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,299 kali, PT. Delta Djakarta Tbk yaitu 0,784 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 0,784 kali, PT. Sekar Laut Tbk yaitu 1,051 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,051 kali.
Tahun 2016 (III) Total Assets Turnover pada perusahaan makanan dan minuman yang bisa dikatakan efisien karena bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis nilai Total Assets Turnover perusahaan lebih besar dari rata-rata industri yaitu 0,966. Adapun perusahaan yang mempunyai nilai rata-rata industri yang lebih besar yaitu PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk yaitu 2,073 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 2,073 kali, PT. Delta Djakarta Tbk yaitu 1,057 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,057 kali, PT. Mayor Indah Tbk yaitu 1,072 kali, yang diartikan bahwa dalam satu tahun dana yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dapat berputar sebanyak 1,072 kali,