• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daftar Perusahaan Tercatat di BEI Periode 2015-2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Daftar Perusahaan Tercatat di BEI Periode 2015-2017"

Copied!
135
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Salah satu bentuk informasi yang dapat kita gunakan untuk mengetahui keadaan dan perkembangan perusahaan adalah laporan keuangan, yang dilaporkan setiap akhir periode sebagai laporan tanggung jawab pengurus suatu perusahaan. Laporan akuntansi merupakan proses akhir dalam proses akuntansi yang berperan penting dalam mengukur dan mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan. Bagi investor dan calon investor, laporan keuangan berguna sebagai pembayaran atas investasi pada suatu perusahaan.

Bagi manajemen, laporan keuangan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun rencana kegiatan usaha pada periode yang akan datang. Laporan keuangan juga akan menentukan langkah apa yang akan diambil perusahaan saat ini dan di masa depan. Dengan melihat berbagai permasalahan yang ada, baik kelemahan maupun kekuatan yang ada, serta dengan mengatasi atau menghindari ancaman yang mungkin timbul saat ini dan di masa yang akan datang2, maka perlu dilakukan langkah-langkah analisis terhadap kinerja keuangan perusahaan, salah satu caranya adalah dengan menggunakan metode Sistem Du Pont. Oleh karena itu artikel ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan menganalisis kinerja keuangan perusahaan berdasarkan laporan keuangan dengan menggunakan metode analisis sistem Du Pont.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat penelitian

Sebagai bahan rujukan dan sebagai tambahan informasi bagi mahasiswa mengenai pemikiran dan bahan penelitian selanjutnya, dan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan tambahan atau sebagai inventarisasi di perpustakaan IAIN Jember khususnya bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI terlihat dari efisiensi penempatan modal perusahaan dibandingkan industri sejenis.

Ruang Lingkup Penelitian

Definisi Operasional

100 penjualan bisnis dapat menghasilkan laba operasional sebesar 5 dibandingkan rata-rata industri, PT. Penjualan 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 7 dibandingkan rata-rata industri, PT. Penjualan 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 6 dibandingkan rata-rata industri, PT.

100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba operasional sebesar 9 jika dibandingkan dengan rata-rata industri, PT. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba operasional sebesar 8 jika dibandingkan dengan rata-rata industri, PT. 100 penjualan usaha dapat menghasilkan laba operasional sebesar 8 jika dibandingkan dengan rata-rata industri, PT.

Metode Penelitian

  • Pendekatan Penelitian
  • Jenis dan sumber data penelitian
  • Metode pengumpulan data
  • Populasi dan Sampel

Sistematika Penulisan

Omset 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 12 dibandingkan rata-rata industri, PT. Omset 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 13 dibandingkan rata-rata industri, PT. Omset 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 11 dibandingkan rata-rata industri, PT.

Penjualan 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 10 dibandingkan rata-rata industri, PT. Penjualan 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 15 dibandingkan rata-rata industri, PT. Penjualan 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 17 dibandingkan rata-rata industri, PT.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

15 Rangga Rudvi Harditama “Analisis Efektivitas Kinerja Perusahaan Dengan Pendekatan Du Pont System Pada PT HM SAMPOERNA Tbk”, (Disertasi Universitas Jember, 2014). Tesis Ryandra Prina Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Tahun 2015 yang berjudul “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Metode Du Pont System” menunjukkan hasil kinerja keuangan UD. 16 Puspitas Cahyani, “Analisis Penerapan Sistem Du Pont Pada Laporan Keuangan Sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan Perusahaan”, (Disertasi Universitas Bhayangkara Surabaya, 2015).

17 Ryandra Prina, “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Metode Du Pont System” (Disertasi Universitas Brawijaya, 2015). 19 Winda Meivilana, “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Sistem Du Pont (Studi Kasus Pada Industri Manufaktur Peralatan Rumah Tangga Sektor Barang Konsumsi Yang Terdaftar Pada Skripsi BEI Periode Universitas Negeri Surabaya, 2013). Pembiayaan Perusahaan Dengan Menggunakan Sistem Du Pont untuk digunakan (studi kasus pada industri manufaktur sektor barang konsumsi peralatan rumah tangga yang terdaftar di BEI periode 2010-2012).

Kajian Teori

Penjualan 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 24 dibandingkan rata-rata industri, PT. Omset 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 25 dibandingkan rata-rata industri, PT. Omset 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 16 dibandingkan rata-rata industri, PT.

Penjualan 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 21 dibandingkan rata-rata industri, PT. Omset 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 18 dibandingkan rata-rata industri, PT. Penjualan 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 30 dibandingkan rata-rata industri, PT.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Objek Penelitian

Industri makanan dan minuman merupakan salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat di dunia, termasuk Indonesia. Berbagai jenis makanan dan minuman dengan tampilan menarik terus diproduksi untuk meningkatkan nilai estetika dan daya tarik konsumen. Proses produksi makanan dan minuman meliputi pemilihan bahan baku, transformasi menjadi barang jadi berupa makanan dan minuman.

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) merupakan perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2003, yang semula didirikan pada tanggal 26 Januari 1990 dengan nama PT Asia Intiselera. Pada tahun 2011, Tiga Pilar Sejahtera Food menjadi salah satu perusahaan yang masuk dalam “Top 40 Daftar Perusahaan Tercatat” Forbas Indonesia, dan pada tahun 2012, Tiga Pilar Sejahtera Food mendapatkan penghargaan Indonesia Best Corporate Transformation Award dari Majalah SWA. Dalam perkembangannya kepemilikan pabrik ini mengalami beberapa kali perubahan sehingga pada tahun 1970 berbentuk PT Delta Djakarta.

Ciptakemas Abadi), didirikan pada tahun 1990 oleh Sudono Salim dengan nama Panganjaya Intikusuma, adalah produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan makanan dan minuman yang didirikan pada tahun 1971. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, kegiatan MLBI bergerak di bidang industri bir dan minuman lainnya.

Pada tahun-tahun berikutnya, perusahaan terus berkembang pesat hingga menjadi perusahaan yang berbasis di ASEAN. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1995 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1996 sebagai perusahaan penanaman modal asing dengan nama PT Nippon Indosari Corporation. PT SIANTAR Top Tbk (STTP) pertama kali didirikan pada tahun 1972 dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan September 1989.

Di bidang minuman, Ultrajaya memproduksi berbagai jenis minuman seperti susu cair, jus buah, teh, minuman tradisional dan minuman kesehatan aseptik yang dikemas dalam karton olahan.

Deskripsi Statistik

Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk sebesar 0,085 lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain yaitu PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk memiliki mean (rata-rata) tertinggi dari sebelas perusahaan pembanding lainnya yaitu 1.067. Sekar Laut Tbk memiliki mean (rata-rata) terendah dari sebelas perusahaan pembanding lainnya yaitu sebesar 0,023.

Tri Bayan Tirta Tbk mempunyai nilai minimum sebesar 0,07 dan nilai maksimum sebesar 0,239, selisih minimum dan maksimum pada perusahaan ini sebesar 0,232. Delta Djakarta Tbk mempunyai nilai minimum-maksimum selisih antara minimum dan maksimum bagi perusahaan yaitu sebesar 0,257. Mayor Indah Tbk mempunyai nilai minimum-maksimum sebesar 0,025 dan selisih nilai antar perusahaan.

Sekar Laut Tbk mempunyai selisih nilai minimum, maksimum dan nilai paling rendah diantara perusahaan sejenis lainnya yaitu nilai minimum-maksimum dan selisih nilai sebesar 0,021. Siantar Top Tbk mempunyai nilai minimum sebesar 0,049, nilai maksimum sebesar 0,083 dan selisih nilai keduanya sebesar 0,034. Perusahaan Perindustrian dan Perdagangan Susu Ultrajaya Tbk mempunyai nilai minimum-maksimum dan selisih nilai keduanya sebesar 0,099.

Wilmar Cahaya Indonesia Tbk memiliki kinerja keuangan yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis lainnya. Tri Bayan Tirta Tbk memiliki mean (rata-rata) terendah diantara sebelas perusahaan sejenis lainnya yaitu sebesar 0,243. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk memiliki mean (rata-rata) tertinggi dari sebelas perusahaan sejenis lainnya yaitu 3,239.

Multi Bintang Indonesia Tbk menjadi yang tertinggi dari sebelas perusahaan sejenis lainnya yaitu 0,738 dan PT.

Analisis Data

100 penjualan bisnis dapat menghasilkan laba operasional sebesar 29 dibandingkan rata-rata industri, PT. 100 penjualan bisnis dapat menghasilkan laba operasional sebesar 23 dibandingkan rata-rata industri, PT. 100 penjualan bisnis dapat menghasilkan laba operasional sebesar 43 dibandingkan rata-rata industri, PT.

Penjualan 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 96 dibandingkan rata-rata industri, PT. Penjualan 100 perusahaan dapat menghasilkan laba operasional sebesar 20 dibandingkan rata-rata industri, PT.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil keuangan perusahaan makanan dan minuman yang menggunakan sistem Du Pont, perusahaan dikatakan lebih efisien karena penggunaan total aset yang ada pada perusahaan menghasilkan keuntungan yang meningkat dibandingkan perusahaan sejenis. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan analisis kinerja keuangan dengan menggunakan sistem Du Pont, terdapat dua belas perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar di BEI. Dilihat dari Net Profit Margin (NPM), perusahaan yang lebih efisien dalam menghasilkan keuntungan dibandingkan penjualan dan melebihi rata-rata industri, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), PT.

Dilihat dari Total Asset Turnover (TATO), perusahaan yang lebih efisien dalam menghasilkan laba dibandingkan penjualan dan melebihi rata-rata industri adalah PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA), PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), PT. Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI), PT Walikota Indah Tbk (MYOR) dan PT Sekar Laut Tbk (SKLT). Dilihat dari Return On Investment (ROI), perusahaan yang lebih efisien dalam menghasilkan keuntungan dibandingkan penjualan dan melebihi rata-rata industri adalah PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA), PT Delta.

Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI), PT Siantar Top Tbk (STTP) dan PT Ultrajaya Perusahaan Perindustrian dan Perdagangan Susu Tbk (ULTJ). Berdasarkan Return On Equity (ROE), PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) dan PT merupakan perusahaan yang lebih efisien dalam menghasilkan laba dibandingkan pendapatan dan melebihi rata-rata industri.

Saran

Hal ini dapat mengendalikan kinerja perusahaan agar perusahaan selalu berada pada tingkat efisiensi yang dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal, sehingga pencapaian kinerja perusahaan akan selalu meningkat. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menganalisis berbagai variabel Net Profit Margin, Total Asset Turnover, Return On Investment, Return On Equity dan (rasio keuangan lain yang mempengaruhi Kinerja Keuangan Perusahaan) secara lebih mendalam untuk memperoleh pandangan yang luas untuk mengetahui bagaimana caranya. Besarnya variabel-variabel tersebut merupakan variabel yang mengacu pada Kinerja Keuangan Perusahaan. Analisis penerapan sistem Du Pont pada laporan keuangan sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan.

Analisis Efisiensi Kinerja Perusahaan Dengan Pendekatan Du Pont Systems Pada HM SAMPOERNA, Tbk. Tesis Diploma: Universitas Jember. Analisis kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan sistem Du Pont (studi kasus pada industri manufaktur sektor barang konsumsi peralatan rumah tangga yang terdaftar di BEI periode 2010-2012).

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu yang menunjukkan ketidak konsistenan pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), Dan Earning

Lampiran ini berisikan rata-rata data rasio ( Debt Ratio ), ( Profit Margin ), Rasio Profitabilitas ( Return on Equity ) dan Rasio Likuiditas.. ( Cash Ratio ) dari

Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio profitabilitas yang meliputi Net Profit Margin (NPM), Return On Investment (ROI), Return On Equity (ROE),

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Profitabilitas yang diproksikan dengan return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap nilai

Untuk mengetahui apakah faktor internal yaitu (Earning Per Share (PER), Return On Assets (ROA), dan Return On Equity (ROE)) berpengaruh secara simultan terhadap harga saham

Komisaris Independen Tidak Mempunyai pengaruh yang signifikan meningkatkan Return on

Penelitian mengenai “Pengaruh Capital Adequacy ratio (CAR), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) Dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Nilai Perusahaan Pada

Return On Equity, Current Ratio, dan Struktur Aktiva secara simultan berpengaruh terhadap struktur modal H4 diterima Sumber: Data diolah, 2023 Pengaruh Return On Equity ROE