ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN FORMATIF FEEDBACK
pembelajaran untuk mengurangi kesenjangan antara kinerja pembelajaran aktual dengan tujuan pembelajaran.
Dalam prakteknya guru dapat memberikan feedback yang berupa saran, komentar guna memperbaiki dan meningkatkan kemampuan belajar siswa (Jocson, 2012).
Penilaian formatif feedback berbantuan komputer adalah solusi yang dapat digunakan guru untuk memberikan balikan atau feedback secara langsung. Beberapa kelebihan yang diperoleh dengan penggunaan formatif feedback berbantuan komputer yaitu (1) balikan yang diberikan secara langsung dapat diterima, karena komputer telah di setting secara otomatis. (2) memudahkan dalam mengoreksi dan menganalisis kesalahan serta dapat memperbaiki secara langsung. (3) feedback dapat dijadikan pemantapan konsep untuk materi selanjutnya yang masih berkaitan (Kamar, dkk., 2016). Bentuk penilaian formatif dapat diberikan melalui tes dengan soal pilihan ganda isomorfik. Soal isomorfik merupakan sekumpulan soal yang memiliki indikator dan konsep yang sama, akan tetapi menggunakan model soal yang berbeda. Menurut Lin, Shih Yin
& Singh (2011) soal isomorfik merupakan soal dengan penyajian model yang berbeda tetapi memiliki prinsip pemecahan masalah yang sama. Soal isomorfik cocok digunakan pada materi yang memiliki banyak fenomena dengan menggunakan beberapa prinsip dasar. Selain itu, soal isomorfik dapat digunakan pada materi yang bersifat abstrak yang sering dianggap sulit oleh siswa, hal ini karena dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keyakinan peserta didik terhadap suatu materi.
Materi getaran dan gelombang merupakan salah satu materi yang bersifat abstrak sehingga siswa sering merasa sulit dalam memahami materinya. Berdasarkan hasil wawancara guru IPA SMP Negeri 24 Malang diketahui bahwa masih banyak peserta didik yang merasa kesulitan dalam mempelajari materii getaran dan gelombang. Kesulitan yang dialami peserta didik yaitu konsep getaran dan gelombang, menentukan besarnya gelombang, dan menggunakan persamaan pada soal. Berdasarkan hasil observasi siswa di SMP Negeri 24 Malang juga, siswa merasa kesulitan dalam mempelajari materi getaran dan gelombang serta kesulitan dalam mengaplikasikan persamaan dalam soal. Hal tersebut karena satu persamaan dapat digunakan pada beberapa gambar atau persamaan. Selain itu, siswa masih bergantung pada penjelasan yang diberikan guru dan buku paket, sehingga informasi yang diperoleh siswa belum maksimal.
Penggunaan soal dengan formatif feedback merupakan solusi yang dapat digunakan ketika siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan dalam soal, hal ini karena dengan mengerjakan latihan-latihan soal siswa dapat terlatih dalam memecahkan permasalahan yang diberikan. Soal dengan formatif feedback berbantuan komputer akan memberikan balikan secara langsung sehingga dapat digunakan untuk memberikan evaluasi belajar agar siswa semakin memahami materi. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Kamar, dkk (2016) dan Nahadi, dkk (2015) bahwa penggunaan formatif feedback dan soal isomorfik dalam pembelajaran menghasilkan hasil yang layak dan dapat meningkatkan pemahaman siswa pada suatu materi dengan balikan yang diberikan. Berdasarkan paparan diatas maka perlu dilakukan penelitian dan pengembangan yang berjudul “Pengembangan Formatif Feedback Berbantuan Komputer Dengan Butir Soal Pilihan Ganda Isomorfik Pada Materi Gelombang Siswa SMP Kelas VIII”.
METODE
Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif merupakan metode dengan pendekatan menggunakan studi literatur. Teknik penelitian dilakukan dengan kajian literatur, wawancara guru IPA dan pemberian angket respon siswa. Langkah yang dilakukan peneliti yaitu mengumpulkan beberapa literatur yang terkait dan mendukung tentang formatif feedback berbantuan komputer, soal isomorfik dan kesulitan belajar materi getaran dan gelombang.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan pembelajaran IPA di sekolah pada kenyataannya belum sepenuhnya sesuai dengan yang disarankan oleh Kurikulum 2013. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan bahan ajar, media dan alat-alat praktikum yang ada disekolah belum mendukung pembelajaran IPA terpadu, sehingga guru terbiasa menggunakan metode ceramah dengan buku paket yang ada. Pembelajaran dengan buku paket dengan hanya dijelaskan menjadikan siswa kurang tertarik mengikuti pelajaran dan menyebabkan rendahnya penguasaan konsep siswa.
Berdasarkan hasil wawancara guru IPA SMP Negeri 24 Malang diketahui bahwa kurikulum yang digunakan sudah menerapkan Kurikulum 2013 dengan pembelajaran IPA terpadu. Selain itu, modell pembelajaran yang digunakan sudah menerapkan model saintifik dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan materi. Salah satu materi IPA kelas 8 yaitu getaran dan gelombang, pada materi ini metode
yang digunakan yaitu metode ceramah, diskusi dan praktikum. Akan tetapi, masih banyak siswa yang merasa kesulitan dalam mempelajari materi getaran dan gelombang. Kesulitan yang dialami siswa yaitu konsep getaran dan gelombang, menentukan besarnya gelombang dan mengaplikasikan persamaan pada soal.
Berdasarkan hasil observasi siswa di SMP Negeri 24 Malang juga, siswa merasa kesulitan dalam mempelajari materi getaran dan gelombang pada bagian persamaan/rumus getaran dan gelombang. Hal ini dikarenakan satu persamaan dapat digunakan pada beberapa permasalahan. Selain itu, siswa masih bergantung pada penjelasan yang diberikan guru dan buku paket, sehingga informasi yang diperoleh siswa belum maksimal.
Materi getaran dan gelombang merupakan materi IPA kelas VIII SMP/MTs. Materi getaran dan gelombang merupakan materi fisika yang bersifat abstrak karena sulit untuk divisualisasikan, hal ini menjadikan siswa merasa kesulitan dalam menelaah konsep fisika akibatnya siswa belum mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (Rahmawati, 2012). Berdasarkan penelitian Meliarti (2015) mengenai getaran dan gelombang diketahui bahwa materi getaran dan gelombang merupakan salah satu materi yang dianggap sulit oleh siswa, kesulitan yang dialami antara lain; 1) kesulitan menentukan banyaknya getaran pada ayunan sederhana dan pegas, 2) kesulitan menjelaskan amplitudo, pengaruh panjang dan massa benda terhadap periode getaran, 3) kesulitan menentukan besarnya frekuensi dan periode getaran, dan 4) kesulitan menghitung frekuensi dan cepat rambat gelombang.
Kesulitan siswa dapat diketahui berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran. Penilaian juga digunakan dalam memilih, mengendalikan atau memotivasi siswa untuk memenuhi harapan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan (Amua-Sekyi, 2016). Penilaian formatif merupakan penilaian yang tepat untuk proses penilaian saat ini, hal ini karena terdapat feedback yang dapat menjadikan peserta didik mengetahui kekurangan dan dapat mengeksplor pengetahuannya. Feedback yang diberikan dapat berupa keterangan mengenai kesalahan konsep pada materi, nilai atau skor dari hasil test atau ujian, keterangan benar atau salah dari suatu pernyataan, serta bantuan untuk menyelesaikan kesulitan yang dialami, dan saran atau komentar dari jawaban yang diberikan (Cruz dkk, 2011). Dengan demikian, feedback dapat diberikan melalui berbagai cara dengan tujuan memudahkan siswa dalam proses pembelajaran.
Pelaksanaan penilaian formatif disekolah saat ini sering dianggap kurang efektif digunakan dalam pembelajaran karena membutuhkan waktu dan perhatian tiap individu yang relatif lama serta feedback tidak dapat diterima secara langsung oleh peserta didik. Penilaian formatif berbantuan komputer merupakan solusi yang dapat digunakan untuk memberikan balikan atau feedback secara langsung (Kamar, dkk., 2016). Hal ini dapat meringankan dan mempermudah tugas guru dalam memberikan feedback dan mengontrol balikan yang diberikan oleh siswa secara cepat. Menurut Candel et al. (2020) mengenai manfaat penggunaan formatif feedback dengan komputer yaitu dapat mengoreksi tanggapan yang salah dengan cepat serta meningkatkan akurasi pemantauan siswa dalam proses menjawab pertanyaan. Selain memudahkan guru, penggunaan formatif feedback berbantuan komputer juga dapat memberikan kemudahan pada siswa untuk memperbaiki dan memudahkan mempelajari materi karena feedback diterima secara langsung oleh siswa.
Bentuk penilaian formatif salah satunya yaitu tes dengan soal pilihan ganda isomorfik. Soal isomorfik merupakan sekumpulan soal yang memiliki indikator dan konsep yang sama, tetapi disajikan dalam model soal yang berbeda. Soal isomorfik yang disajikan dengan model yang berbeda tersebut, memiliki prinsip pemecahan masalah yang sama (Lin and Singh, 2011). Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa soal isomorfik merupakan soal yang memiliki kesamaan konsep tetapi disajikan dengan konteks yang berbeda. Soal isomorfik cocok digunakan pada materi yang memiliki banyak fenomena, sehingga perlu dijelaskan menggunakan beberapa prinsip dasar.
Hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kamar, dkk. (2016) mengenai Asesmen Formatif dan Remediasi Berbasis Komputer menghasilkan hasil yang layak digunakan dalam pembelajaran karena dapat mengidentifikasi tingkat pemahaman peserta didik. Selain itu, berdasarkan penelitian Nahadi, dkk. (2015) mengenai Pengaruh Penilaian Formatif Feedback Pada Aktivitas Belajar Siswa menghasilkan hasil yang layak karena dengan adanya penilaian formatif dapat membantu peserta didik mengetahui suatu materi, meningkatkan pemahaman dan memperbaiki kesalahan sebelumnya.
Berdasarkan pemaparan diatas, maka perlu dilakukan penelitian mengenai pengembangan program formatif feedback berbantuan komputer dengan soal pilihan ganda isomorfik pada materi gelombang. Materi yang akan dibahas meliputi materi getaran dan gelombang sesuai Kompetensi Dasar (KD) 3.11 kelas VIII SMP/MTs. Soal pilihan ganda dikembangkan menjadi beberapa level dengan dilengkapi contoh soal beserta pembahasannya, materi getaran dan gelombang beserta video animasinya serta musik untuk menambah minat
siswa dalam menggunakan media. Penggunaan formatif feedback juga dapat dilengkapi dengan buku panduan baik bagi guru maupun bagi siswa untuk memudahkan penggunaan media.
PENUTUP A.Kesimpulan
Penggunaan formatif feedback dalam pembelajaran lebih efektif apabila berbantuan komputer, karena dapat memberikan feedback secara langsung. Bentuk penilaian formatif yang digunakan dapat berupa soal pilihan ganda isomorfik yang memiliki konsep sama tetapi disajikan dengan konteks yang berbeda.
Penggunaan soal isomorfik dapat meninggkatkan pemahaman konsep siswa. Dengan demikian, formatif feedback berbantuan komputer dengan soal pilihan ganda isomorfik materi gelombang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa sehingga penguasaan konsep siswa dapat meningkat.
B. Saran
Saran yang dapat diberikan yaitu perlu adanya penelitian dan pengembangan sejenis untuk materi lain yang dianggap sulit oleh siswa agar pembelajaran IPA tidak lagi terkesan sulit. Selain itu, agar siswa mampu menggunakan teknologi dalam pembelajaran sesuai dengan perkembangannya.
DAFTAR RUJUKAN
Amua-Sekyi, Ekua Tekyiwa. 2016. “Assessment, Student Learning and Classroom Practice: A Review.”
Journal of Education and Practice 7 (21): 1–6.
http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&db=eric&AN=EJ1109385&site=ehost-live.
Candel, Carmen, Eduardo Vidal-Abarca, Raquel Cerdán, Marie Lippmann, and Susanne Narciss. 2020.
“Effects of Timing of Formative Feedback in Computer-Assisted Learning Environments.” Journal of Computer Assisted Learning, no. October 2019: 1–11. https://doi.org/10.1111/jcal.12439.
Cruz, Emerson dkk. 2011. “The Effect of Formative Assessment in Brazilian University Physics Courses.”
Revista Brasileira de Ensino de F´ısica 33 (4). https://doi.org/https://doi.org/10.1590/S1806- 11172011000400016.
Kamar, Nurul, Sentot Kusairi, and Siti Zubaidah. 2016. “Pengembangan Asesmen Formatif Dan Remediasi Berbasis Komputer Pada Pokok Bahasan Suhu Dan Kalor Smp Kelas VII.” Lensa : Jurnal Kependidikan Fisika 4 (2): 66. https://doi.org/10.33394/j-lkf.v4i2.93.
Lin, Shih Yin & Singh, Chandralekha. 2011. “Using Isomorphic Problems to Learn Introductory Physics.”
Physical Review Special Topics - Physics Education Research 7 (2): 1–16.
https://doi.org/10.1103/PhysRevSTPER.7.020104.
Meliarti, Desi dkk. 2015. “MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN ANIMASI DI SMP.” Skripsi.
Nahadi, H. Firman, and J. Farina. 2015. “EFFECT OF FEEDBACK IN FORMATIVE ASSESSMENT IN THE STUDENT LEARNING ACTIVITIES ON CHEMICAL COURSE TO THE FORMATION OF HABITS OF MIND.” Jurnal Pendidikan IPA Indonesia 4 (1): 36–42.
https://doi.org/10.15294/jpii.v4i1.3499.
Nurjannah, Nurjannah. 2017. “Efektivitas Bentuk Penilaian Formatif Disesuaikan Dengan Media Pembelajaran.” PARAMETER: Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Jakarta 29 (1): 75–90.
https://doi.org/10.21009/parameter.291.08.
Rahmawati, Fitria, Indrawati, and Rif’ati Dina. 2012. “PENERAPAN MODEL TEACHING WITH ANALOGIES (TWA) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI MA.” Jurnal Pembelajaran Fisika (JPF) 1 (2).
Sari, Intan Puspita dkk. 2019. “Pengintegrasian Penilaian Formatif Dalam Pembelajaran IPA Berbasis Saintifik Terhadap Pemahaman Konsep Peserta Didik.” JIPVA (Jurnal Pendidikan IPA Veteran) 3 (1): 52.
https://doi.org/10.31331/jipva.v3i1.778.
VOINEA, Lucian. 2018. “Formative Assessment As Assessment for Learning Development.” Revista de Pedagogie - Journal of Pedagogy LXVI (1): 7–23. https://doi.org/10.26755/revped/2018.1/7.