ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA PEMANASAN
penelitian sebelumnya bahwa media komik dapat digunakan sebagai alat bantu mengajar dan media belajar mandiri peserta didik (Saputro, 2015).
Bahan ajar komik perlu pembaharuan mengikuti perkembangan zaman, salah satunya dengan ditambahkan qr-code. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi tambahan dan menuntut peserta didik agar lebih interaktif. Tujuan lainnya yaitu dapat digunakan pada masa pandemi Covid-19 yang masih mewabah di Indonesia, sehingga mengharuskan peserta didik belajar dari rumah. Sesuai dengan peraturan Kemendikbud RI Nomor 4 Tahun 2020, bahwa proses pembelajaran dilaksanakan secara daring atau jarak jauh (Kemendikbud, 2020). Kebijakan ini sesuai dengan himbauan WHO supaya semua elemen masyarakat perlu berpartisipasi dalam mencegah dan meminimalkan dampak virus Covid-19. Hal ini mendorong institusi pendidikan mengubah pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Pembelajaran secara daring memerlukan inovasi dan adaptasi terkait pemanfaatan teknologi, sehingga mendukung proses pembelajaran (Herliandry & Suban, 2020). Perangkat yang digunakan pada proses pembelajaran daring mengharuskan pendidik maupun peserta didik untuk berinteraksi dan melakukan transfer pengetahuan secara online. Salah satunya dengan mengintegrasikan penggunaan teknologi smartphone untuk mengakses materi tambahan, video, gambar dan soal evaluasi yang tersedia secara online dengan scan qr-code pada bahan ajar komik.
Bahan ajar komik juga dapat dikembangkan mengikuti tahapan model pembelajaran PBL sejalan dengan peneliti lain membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran PBL sangat efektif digunakan untuk materi pemanasan global, karena respon guru yang sangat baik serta peserta didik yang menanggapi dengan antusias selama proses pembelajaran (Santoso, 2011). PBL dapat meningkatkan aspek berpikir kreatif, kemampuan literasi sains, keterampilan proses sains dan membentuk sikap peduli lingkungan peserta didik.
Selain itu, PBL dapat membantu peserta didik mempelajari konsep pengetahuan dan memecahkan masalah dengan menghubungkan situasi masalah yang ada pada dunia nyata. Dimana tujuan utama PBL yaitu menginvestigasi berbagai masalah penting, dengan ciri-ciri masalah yang diberikan pada peserta didik harus autentik, mengundang teka-teki, bermakna dan mempunyai cangkupan yang luas (Arends, 2012). Berdasarkan beberapa permasalahan di atas, peniliti berupaya untuk mengembangkan bahan ajar berupa komik pembelajaran IPA dengan model PBL yang dilengkapi dengan qr-code. Pengembangan bahan ajar ini untuk mata pelajaran IPA materi pemanasan global kelas VII SMP/MTs semester genap. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis kebutuhan pengembangan bahan ajar komik PBL yang valid dan layak digunakan.
METODE
Penelitian analisis kebutuhan dilakukan sebagai acuan dalam mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan kondisi peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan studi literatur dan wawancara. Dimana sasaran dan target penelitian untuk menganalisis kebutuhan pengembangan bahan ajar ini yaitu guru IPA dan peserta didik SMP/MTs. Tujuannya untuk mengetahui kesenjangan antara kondisi nyata dan kondisi yang diinginkan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar wawancara guru dan angket peserta didik.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kondisi pembelajaran IPA di lapangan belum sepenuhnya terlaksana sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 dengan baik. Hal ini dikarenakan kurangnya media, bahan ajar, sarana dan prasarana di sekolah. Metode konvensional dengan ceramah, pemberian tugas menggunakan buku teks masih mendominasi dalam proses pembelajaran IPA. Penggunaan buku teks ini membuat peserta didik merasa bosan dengan penjelasan guru dan sibuk dengan aktifitas lainnya. Hasil dari wawancara kepada salah satu guru SMP di Kota Malang menyatakan bahwa penggunaan bahan ajar utama dalam proses pembelajaran IPA materi pemanasan global belum maksimal. Peserta didik masih sulit membedakan antara proses terjadinya efek rumah kaca dengan pemanasan global. Guru memerlukan bahan ajar pendukung atau buku pegangan lainnya. Guru juga menyatakan belum pernah diterapkan model PBL untuk penyampaian materi pemanasan global. Hal ini dikarenakan terkendala bahan ajar yang isinya belum memadai untuk memfasilitasi peserta didik belajar dari permasalahan sekitar dan keterbatasan waktu.
Hasil dari penyebaran angket pada peserta didik, dapat diketahui bahwa sebesar 75% atau 48 dari 64 peserta didik memerlukan buku pendamping. Sebanyak 73,4% atau 47 dari 64 peserta didik menginginkan buku pendamping yang banyak gambar misalnya komik. Sebanyak 85,9% atau 54 dari 64 peserta didik juga menginginkan adanya video dan 79,7% atau 51 dari 64 peserta didik menginginkan penggunaan smartphone
dalam proses pembelajaran. Persentase hasil dari penyebaran angket pada peserta didik tercantum pada Gambar 3.1.
Gambar 3.1. Persentase Hasil dari Penyebaran Angket pada Peserta Didik
Hal di atas mendasari dilakukannya pengembangan bahan ajar berupa komik berbasis PBL dilengkapi qr-code pada materi pemanasan global. Sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa buku bacaan komik belakangan ini banyak diminati oleh kalangan remaja selain novel-novel fiksi popular (Minarni, dkk, 2019).
Peserta didik SMP lebih suka membaca komik daripada buku pelajaran dikarenakan tingkatan usia yang lebih menyukai membaca gambar daripada membaca teks (Amelia, 2018). Proses pembelajaran lebih menyenangkan dan pemahaman materi IPA akan lebih mudah dengan menggunakan media komik (Fatimah
& Widiyatmoko, 2014). Media komik efektif dan berpotensi membangkitkan semangat belajar pada proses pembelajaran IPA (Tatalovic, 2009). Penelitian ini akan menghasilkan produk berupa bahan ajar IPA cetak yaitu buku siswa berupa komik berwarna dengan model PBL dilengkapi qr-code pada materi pemanasan global. Materi yang digunakan sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.9 Kurikulum 2013 SMP/MTs kelas VII. Bahan ajar yang dikembangkan memiliki dua komponen yaitu komponen pendukung dan komponen utama. Komponen pendukung meliputi cover atau sampul yang terdiri dari sampul depan, dalam dan belakang, kata pengantar, daftar isi, petunjuk penggunaan buku, informasi tambahan melalui scan qr-code, daftar pustaka dan halaman profil. Komponen utama meliputi tujuan pembelajaran, peta konsep, apersepsi, sajian materi pemanasan global berupa komik, LKPD dan soal evaluasi.
Cerita komik disusun berdasarkan fakta, fenomena, kejadian nyata dan konsep yang sesuai dengan materi pemanasan global. Secara umum penyampaian materi dalam bahan ajar berupa komik menggunakan model PBL yang dikembangkan diawali dengan apersepsi. Apersepsi sebagai pengantar berupa masalah peningkatan suhu di kota Malang bertujuan untuk membangkitkan motivasi rasa ingin tahu peserta didik untuk menyelidiki lebih lanjut masalah pemanasan global pada cerita komik. Selanjutnya perkenalan tokoh komik dan isi cerita komik. Cerita komik disesuaikan dengan tahapan PBL yaitu tahap pertama orientasi yang bertujuan untuk menjelaskan tujuan pembelajaran, menyajikan permasalahan, dan memotivasi peserta didik agar terlibat dalam pemecahan masalah. Tahap kedua mengorganisasi peserta didik untuk penyelidikan yang bertujuan membantu peserta didik dalam mendefinisikan dan mengorganisasikan penyelidikan untuk menyelesaikan permasalahan yang dikemas menjadi cerita komik. Tahap ketiga melakukan penyelidikan yang bertujuan mendorong peserta didik untuk memperoleh informasi yang tepat, melaksanakan penyelidikan dan mencari penjelasan solusi. Tahap keempat mengembangkan dan menyajikan hasil salah satunya berupa laporan yang bertujuan memicu peserta didik untuk menuangkan ide kreatifnya dari hasil penyelidikan. Tahap kelima
merefleksi hasil penyelidikan yang bertujuan untuk membantu peserta didik melakukan refleksi terhadap penyelidikan dan proses yang mereka lakukan.
Penggunaan bahan ajar berupa komik IPA dapat membantu peserta didik untuk lebih memahami materi pelajaran khususnya dalam meningkatkan pemahaman konsep pada materi pemanasan global dan memberikan motivasi belajar, sehingga prestasi belajar peserta didik meningkat (Zuhrowati, 2018). Hal ini didukung dengan Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2013 pasal 19 ayat (1) bahwa proses belajar mengajar pada satuan pendidikan harus interaktif, menginspirasi, menantang, menyenangkan, dan memotivasi peserta didik. Materi pemanasan global sesuai untuk dijadikan tema bahan ajar berupa komik karena isinya yang bersifat teoritis dan deklaratif (Maghfirah & Herowati, 2018). Bahan ajar komik yang digabungkan dengan model pembelajaran PBL cocok untuk menunjang materi pemanasan global. Bahan ajar yang disusun sesuai dengan sintaks model PBL akan menghubungkan konsep materi dan menghadirkan permasalahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari (Kurniati & Suhery, 2017). Penerapan model pembelajaran PBL untuk materi pemanasan global ini membutuhkan kemampuan analisis peserta didik untuk memecahkan permasalahan kontekstual, sehingga dapat meningkatkan berpikir kritis (Lestari & Projosantoso, 2016).
Bahan ajar komik dengan model PBL yang disesuaikan dengan perkembangan zaman era 4.0 yang ditambahkan aspek multimedia dengan scan qr-code melalui smartphone dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan interaksi digital peserta didik. Multimedia dapat menghidupkan teks dengan penggunaan kombinasi beberapa media yaitu grafik, animasi, gambar, video, dan suara untuk menyajikan informasi secara online yang dapat dihubungkan melalui qr-code (Trinawindu, dkk, 2016). Spesifikasi tersebut agar bahan ajar ini tidak hanya dapat digunakan pada proses belajar di dalam kelas, melainkan juga dapat digunakan di luar kelas saat pandemi Covid-19. Dengan demikian peserta didik SMP/MTs dapat melakukan pembelajaran IPA sesuai Kurikulum 2013, berlatih berpikir kritis dan kreatif dalam hal pemecahan masalah secara online dari rumah.
PENUTUP A. Kesimpulan
Penggunaan bahan ajar komik dengan model PBL yang dilengkapi qr-code dapat membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan, menambah motivasi belajar, menumbuhkan minat baca peserta didik.
Selain itu dapat mengasah berfikir kritis dan kreatif peserta didik dalam upaya penyelesaian masalah mengenai pemanasan global pada kehidupan sehari-hari. Dengan demikian prestasi dan hasil belajar peserta didik dapat meningkat.
B. Saran
Perlu adanya pengembangan bahan ajar komik untuk materi mata pelajaran IPA lainnya dengan model pembelajaran yang relevan, supaya proses pembelajaran IPA tidak lagi terkesan sulit atau membosankan.
Peserta didik bisa lebih memaksimalkan pembelajaran IPA karena dapat mempelajari materi secara mandiri dan menggunakan teknologi.
DAFTAR RUJUKAN
Amelia, D. J. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Cetak dalam Bentuk Komik untuk Siswa Kelas III Sekolah Dasar. (JP2SD) Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar, 6(2): 136.
Arends, R. I. 2012. Learning to Teach (Ninth Edition). New York: Mc-GrawHill.
Daryanto. 2010. Media Pembelajaran: Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran.
Yogyakarta: Gava Media.
Daryanto. 2010. Media Pembelajaran: Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran.
Yogyakarta: Gava Media.
Fatimah, F., & Widiyatmoko, A. 2014. Pengembangan Science Comic Berbasis Problem Based Learning sebagai Media Pembelajaran pada Tema Bunyi dan Pendengaran untuk Siswa SMP. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 3(2): 146–153.
Fauzan, M., Gani, A., Syukri, M., Aceh, D. B., & Banda, D. 2017. Penerapan Model Problem Based Learning pada Pembelajaran Materi Sistem Tata Surya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 05(01): 27–35.
Herliandry, L. D., & Suban, M. E. 2020. Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Teknologi Pendidikan, 22(1): 65–70.
Insani, M. D. 2016. Studi Pendahuluan Identifikasi Kesulitan dalam Pembelajaran pada Guru IPA SMP se- Kota Malang. Jurnal Pendidikan Biologi, 7(2): 81–93.
Kemendikbud. 2020. Surat Edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No 15 Tahun 2020, (021).
(Online), (www.kemdikbud.go.id), diakses 29 September 2020.
Kemendikbud. 2013. Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Satndar Proses. (Online), (www.kemdikbud.go.id), diakses 29 September 2020.
Kurniati, A., & Suhery, T. 2017. Pengembangan Modul Kimia Dasar Materi Termokimia Pendekatan STEM Problem Based Learning untuk Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia. (PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN IPA 2017), 316–326.
Lestari, D. I., & Projosantoso, A. K. 2016. Pengembangan Media Komik IPA Model PBL untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Analitis dan Sikap Ilmiah. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 2(2): 145–155.
Maghfirah, F., & Herowati, H. 2018. Pengembangan Media Komik Strip Sains Pemanasan Global untuk Meningkatkan Motivasi Membaca Siswa Kelas VII Smpn 2 Sumenep. LENSA (Lentera Sains):
Jurnal Pendidikan IPA, 7(2): 76–84.
Minarni, Malik, A., & Fuldiaratman. 2019. Pengembangan Bahan Ajar dalam Bentuk Media Komik dengan 3D Page Flip pada Materi Ikatan Kimia. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 13(1).
Puspitorini, R., Prodjosantoso, A., Bambang Subali, & Jumadi. 2015. Penggunaan Media Komik dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kognitif dan Afektif. UNY Science Education Journal, (1): 1–9.
Santoso, B. 2011. Pengembangan Materi Geografi Integrasi Pemanasan Global (Global Warming) dengan Metode Problem Based Learning pada Kelas XI di SMAN 1 Suruh. Jpp, 1(2): 111–118.
Saputro, A. D. 2015. Aplikasi Komik sebagai Media Pembelajaran. MUADDIB, 05(01), 1–19.
Shalehha E.R, D. 2017. Penerapan Model Pembalajaran Science Technology and Society (STS) untuk Mengetahui Kemampuan Literasi Sains Siswa pada Materi Pemanasan Global. (Penelitian pada Siswa Kelas VII SMPN 1 Pamanukan). (3): 1–14.
Tatalovic, M. 2009. Science Comics as Tools for Science Education and Communication: A Brief, Exploratory Study. Journal of Science Communication, 8(4).
Trinawindu, dkk. 2016. Multimedia Interaktif untuk Pembelajaran Multimedia. Jurnal Seni Rupa dan Desain, 19(23): 35–42.
Zuhrowati, M. 2018. Pengembangan Komik sebagai Media Pembelajaran IPA pada Materi Pemanasan Global.
Jurnal Pendidikan Fisika, 4(2): 144–158.