BAB III PEMBAHASAN
A. Analisis strategi pengembangan usaha dalam meningkatkan
Bisnis kuliner adalah jenis usaha menguntungkan dan akan selalu laris sepanjang masa, alasannya karena makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa di lepas dari kebutuhan kita. Bisnis kuliner pun punya banyak kategori mulai dari makanan ringan (cemilan), minuman, hingga makanan pokok.
Semua kategori di bisnis kuliner ini (cemilan, minuman, makanan pokok) memiliki potensi yang sangat bagus dan dianggap memiliki tingkat pengembalian modal yang relatif cepat dan dapat memenuhi kebutuhan primer masyarakat.
Salah satu bisnis kuliner yang cukup terkenal dan mampu bersaing di dunia bisnis adalah Rumah Makan Sukma Rasa Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
Rumah Makan Sukma Rasa adalah salah satu kuliner yang cukup terkenal yang memiliki tujuan untuk memberikan manfaat kepada orang lain dan memiliki visi menjadikan Sukma Rasa kuliner terbaik dunia yang bisa go intenasional.
Berkembang pesatnya Sukma Rasa tentu didasari dengan berbagai macam strategi-strategi yang hebat.
Berdasarkan paparan data dan temuan yang peneliti peroleh setelah mengadakan penelitian dengan mengumpulkan data-data yang diperlukan sesuai dengan fokus penelitian dengan mengumpulkan data yang diperlukan sesuai
dengan fokus penelitian yang peneliti angkat yaitu strategi pengembangan usaha yang dilakukan Rumah Makan Sukma Rasa Labuapi Kabupaten Lombok Barat dalam meningkatkan pendapatnnya.
Rumah Makan Sukma Rasa memiliki strategi-strategi dalam mengembangkan usahanya, semua itu dilihat dari cabang kedua dan cabang ketiga yang didirikan oleh Sukma Rasa. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan pihak-pihak yang terlibat dengan perjalanan usaha Rumah Makan Sukma Rasa sampai saat ini, yaitu sebagai berikut:
1. Menambah Varian Produk
Produksi mempunyai peranan penting dalam menentukan taraf hidup manusia dan kemakmuran suatu bangsa. Aktivitas produksi yaitu menambah kegunaan suatu barang, hal ini bisa direalisasikan apabila kegunaan suatu barang bertambah, baik dengan cara memberikan manfaat yang benar-benar baru maupun manfaat yang melebihi manfaat yang ada sebelumnya. Al- Ghazali dalam Ika Yunia Fauzia menyebutkan bahwa produksi adalah pengerahan secara maksimal sumber daya alam (raw material) oleh sumber daya manusia, agar menjadi barang yang bermanfaat bagimanusia.86
Memproduksi dan mengolah produk dibutuhkan suatu pengaturan yang baik, berupa suatu organisasi, ataupun suatu manajemen yang bisa
86Ika Yunia Fauzi dan Abdul Kadir Riyadi, Prinsip Dasar Ekonomi Islam Perspektif Maqasid Al-Syari’ah, (Jakarta: Kencana, 2014), hlm. 116.
menerbitkan, mengatur, merencanakan dan mengevaluasi segala kinerja yang akan dan telah dihasilkan oleh masing-masing divisi.
Produk merupakan leseluruhan konsep obyek atau proses yang memberikan sejumlah nilai manfaat bagi pelanggan.87
Pada praktik usahanya Rumah Makan Sukma Rasa dari sisi pengolahan produk sudah mengalami perkembangan yang awalnya hanya memproduksi bakso, mia ayam sekarang ia mampu memproduksi manu-menu yang spesial seperti ayam bakar, ikan bakar, ayam taliwang, dan lain-lain.
Dalam pengolahan produk Rumah Makan Sukma Rasa sangat menjaga kualitas rasa dan kebersihan peralatan dalam penyajiannya. Sedangkan dari sisi penyajian menu pemilik Rumah Makan Sukma Rasa mengelompokkan menu-menu terlaris dan membagi brosur menu menjadi dua yaitu menu makanan dan menu minuman, selain itu Rumah Makan Sukma Rasa menampilkan gambar menu terlaris pada dinding dan pintu masuk untuk menarik perhatian pelanggan. Hal ini menunjukkan Rumah Makan Sukma Rasa sudah berkembang dan sudah menerapkan strategi dalam pengolahan produknya.
2. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu proses pemerdayaan baik itu dari segi perekonomian maupun dari segi
87 Ririn Triratnasari DKK, Manajemen Pemasaran Jasa Teori Dan Kasus, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2011), hlm. 37.
kemampuan yang dimiliki. Salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber saya manusia adalah melalui pelatihan karyawan. Pelatihan tersebut antara lain:
a) Pelatihan-pelatihan untuk melaksanakan program-program baru b) Pelatihan untuk menggunakan alat-alat atau fasilitas-fasilitas baru c) Pengenalan proses atau prosedur kerja yang baru
d) Pelatihan bagi para pegawai yang menduduki tugas-tugas baru e) Pelatihan bagi pegawai baru dan sebagainya88
Pengembangan sumber daya manusia memiliki cara dan arti yang luas, pengembangan ini bisa melalui pendidikan, pelatihan, dan pembinaan. Ada dua jenis pengembangan, yaitu:89
a) Pengembangan formal
Sistem ini mengacu pada pengembangan para karyawan yang diberikan suatu tugas perusahaan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan pelatihan ini ada yang bersifat dari perusahaan tempat kerja maupun pendidikan dan latihan yang diselenggarakan oleh pihak lain. Pengembangan ini dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan pekerjaan pada saat ini maupun pada waktu mendatang.
88Soekidjo Notoatmodjo, Pengembangan Sumber Daya Manusia (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1998), hlm. 95.
89Harsuko Riwati, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Malang: UB Press, 2016). Hlm, 161.
b) Pengembangan informal
Sistem ini mengacu pada inisiatif karyawan tang ingin mengikuti pelatihan dan pengembangan dirinya. Hal ini bisa dilakukan dengan mempelajari modul, buku sumber-sumber untuk bisa mempelajari korelasi antara pengembangan pribadi dengan pekerjaan atau posisinya.
Pengembangan secara informal ini menjelaskan bahwa karyawan memiliki inisiatif dan keinginan yang besar untuk mengingatkan mutu serta kualitas dalam bekerja.
Rumah Makan Sukma Rasa mengadakan pelatihan dengan model in house training dengan mendatangkan mentor yang ahli di dalam bidangnya untuk melatih mental dan mensupport mereka. Tidak hanya itu Bapak Asmuni juga tetap tetap memberikan pelatihan dengan cara mencontohkan bagaimana cara pelayanan dan penyajian yang baik ditempat kerja. Pengembangan formal juga dilakukan oleh Rumah Makan Sukma Rasa yaitu dengan mengajarkan bahasa inggis karena Sukma Rasa juga sering dikunjungi oleh orang asing. Pada tahun 2018 Rumah Makan Sukma Rasa juga mengirim beberapa karyawan ke luar Daerah untuk melakukan study banding dengan beberapa rumah makan yang terkenal dan bertemu dengan beberapa mentor.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih kepada karyawan demi mengembangkan usahnya.
3. Memberikan Kualitas Pelayanan yang Tinggi
Kepuasaan konsumen tidak hanya diperoleh pada saat mendapatkan suatu barang yang dibelinya, tetapi pelayanan yang diberikan juga mempengaruhi kepuasaan konsumen. Pelayanan pelanggan bila dilakukan secara efektif dapat menimbulkan perubahan yang signifikan dalam menciptakan permintaan dan mempertahankan kesetiaan pelanggan.90
Customer care juga sering disebut juga sebagai meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan yang artinya proses pemberian layanan yang berkualitas tinggi, baik secara internal maupun ekternal yang hasilnya dapat meningkatkan kepuasaan pelanggan sehingga pelanggan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.91
Setiap perusahaan yang memperhatikan kepuasaan pelanggan akan memperoleh banyak manfaat, diantaranya:92
a. Reputasi perusahaan akan semakin meningkat dimata pelanggan atau masyarakat, serta dapat mendorong terciptanya kesetiaan pelanggan.
b. Hubungan perusahaan dan pelanggan semakin baik. Itu dapat mendorong setiap individu didalam perusahaan supaya bekerja dengan bersungguh- sungguh.
90Yolanda M. Siagian, Aplikasi Supply Chain Management dalam Dunis Bisnis, (Jakarta:
Grasindo, 2005), hlm. 64.
91Freddy Rangkuti, Customer Care Excellence, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2017), hlm. 1.
92Ibid, hlm. 3.
c. Memilki banyak pelanggan setia berarti pelanggan tersebut semakin mendukung semua kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan, tersmasuk mempromosikan pengalaman baiknya pada waktu berhubungan dengan perusahaan kepada orang lain.
Rumah Makan Sukma Rasa terus mencoba meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan seperti yang dilakukan saat ini yaitu menugaskan dua orang karyawan sebagai penyambut tamu ketika mask dengan mengucapkan salam yang kemudian dilayani dengan sepenuh hati dan senyuman. Selain itu Rumah Makan Sukma Rasa menyediakan beberapa fasilitas umum kamar mandi dan mushala untuk memudahkan pelanggan jika hendak akan melakukan shalat. Dalam menerima saran dan kritikan Rumah Makan Sukma Rasa menyediakan kotak saran kecil, hal itu dilakukan untuk mengukur sampai mana tingkat pelayanan yang diberikan dan pelayanan yang seperti apa yang pelanggan inginkan. Hal ini menunjukkan Rumah Makan Sukma Rasa sudah menggunakan strategi peningkatan kualitas pelayanan dalam mengembangkan usahanya.
4. Menggunakan konsep penjualan baru
Menggunakan konsep penjualan yang baru merupakan bagian yang penting dalam mengembangkan usaha, karena ketika dengan konsep pertama tidak berkembang dengan baik maka diganti dengan konsep kedua menarik minat konsumen.
Di zaman millennial ini tidak sedikit orang yang memanfaatkan teknologi dalam berjualan, salah satunya adalah yang dilakukan oleh Rumah Makan Sukma Rasa ini, selain membuka lokasi di Labuapi dan Loang Baloq, Sukma arasa juga membuka kantin keliling menggunakan mobil box yang biasanya pada hari minggu berada di Udayana dan di hari lain berada di Jalan Pejanggik Cakranegara. Selain itu, Sukma Rasa juga juga menerima pesanan melalui online dan menerima jasa catering. Konsep seperti ini dilakukan agar Rumah Makan Sukma Rasa lebih dekat dengan konsumen dan sebagai daya tarik konsumen untuk menikmati masakan Sukma Rasa.
Tidak hanya sampai disana, Rumah Makan Sukma Rasa juga memiliki tiga cabang di lokasi yang berbeda-beda dengan konsep yang berbeda-beda pula, cabang pertama berada di Labuapi tepatnya di depan SMK PPN Mataram yang menggunakan konsep alakan seperti rumah makan makan pada umumnya, cabang kedua berada di Taman Loang Baloq dengan konsep lesehan menggunakan berugak, dan cabang ketiga yang lokasinya berada disamping cabang pertama akan tetapi dengan konsep yang berbeda yaitu menggunakan konsep prasmanan. Tujuan dari pemilik Rumah Makan Sukma Rasa menciptakan konsep yang berbeda-beda adalah untuk membuat ketertarikan konsumen, selain itu dari ketiga konsep ini dijadikan sebagai sampel, konsep manakah yang lebih menarik minat pelanggan dan yang lebih dikembangkan lagi kedepannya nanti. semua ini menunjukkan bahwa Rumah
Makan Sukma Rasa menggunakan strategi penjualan baru dalam mengembangkan usaha yang dijalankanya.
B. Analisis Hambatan-Hambatan yang di hadapi dalam Mengembangkan Rumah Makan Sukma Rasa Labuapi Kabupaten Lombok Barat
Dalam mengembangkan suatu usaha selalu ada jatuh bangun sehingga suatu usaha akan dikatakan sukses ketika bisa melewati beberapa kendala yang dihadapinya. Seperti yang dihadapi oleh Rumah Makan Sukma Rasa ada beberapa hambatan yang di alami sehingga perkembangannya bisa bisa dikatakan 100% berhasil. Ada beberapa kendala yang dihadapi oleh Rumah Makan Sukma Rasa dalam mengembangkan usahanya adalah sebagai berikut:
1. Kurangnya Manajemen Operasioanal
Kurangnya manajamen operasional dalam usaha bisa mengakibatkan tidak berkembangnya usaha tersebut karena manajemen operasional menjadi bagian penting yaitu sebagai penggerak sebuah usaha.
Begitupun hambatan terbesar yang dihadapi oleh Rumah Makan Sukma Rasa adalah kurangnya manajemen operasioanal oleh sebab itu semua tidak tersusun dengan baik dan rapi, mulai dari struktur kepengurusan, sumber daya manusia sampai bahan bakunya masih berjalan dengan sendirinya, hal tersebut dikarenakan Sukma Rasa dulu dibangun dengan sistem kekeluargaan yang semua hal melibatkan keluarga. Jadi, manajemen operasional tidak dianggap terlalu penting. Dengan adanya anggapan seperti itu besar
kemungkinan menjadi salah satu pemicu tidak berkembangnnya Rumah Makan Sukma Rasa tersebut.
2. Rendahnya Sumber Daya Manusia
Kebutuhan atau permintaan akan sumber daya manusia oleh suatu organisasi adalah merupakan ramalan kebutuhan organisasi itu untuk waktu yang akan datang. Ramalan kebutuhan akan sumber daya ini bukan sekedar kuantitas atau jumlah saja namun juga menyangkut soal kualitas.93
Kualitas sumber daya manusia yang rendah adalah salah satu penghambat dalam mengembangkan suatu organisasi terutama dalam mengembangkan Rumah Makan Sukma Rasa karena semkain tinggi kualitas sumber daya manusia pada suatu organisasi, maka akan semakin baik pula proses perkembangan itu sendiri. Begitupun pada Rumah Makan Sukma Rasa dalam melakukan pengembangan masih mengalami hambatan pada kualitas sumber daya manusia yang rendah. Dengan kualitas sumber daya manusia yang rendah tersebut, kebiasaa-kebiasaan buruk akan menjadi pemicu terhambatnya proses pengembangan Rumah Makan Sukma Rasa seperti kebiasaan buruk yang menyebabkan datang terlambat, tidak bisa fokus dalam bekerja, dan lain sebagainnya.
93Soekidjo Notoatmodjo, Pengembangan Sumber Daya Manusia, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1998), hlm. 13.
3. Tekanan dari Luar (Pesaing)
Persaingan pasar menjadi beban bagi siapapun yang menjalankan usaha, baik itu usaha baru maupun usaha lama, berbagai tantangan dan persaingan pasar turut mewarnai perkembangan sebuah usaha. Dalam menjalankan bisnis adanya persaingan pasar memang bukan hal yang baru.
Baik usaha yang memang memiliki peluang besar cukup bagus ataupun peluang usaha yang pasarnya tidak terlalu bagus.
Mereka yang mampu bersaing ditengan pertumbuhan bisnis yang cukup mainstream, tentu punya strategi yang tidak bisa dianggap remeh.
Maraknya pertumbuhan usaha saat ini ternyata berhasil menciptakan persaingan pasar yang semakin ketat, keaadan ini tentu memaksa para pengusaha untuk menggunakan berbagai macam cara dalam strategi pengembangan usahanya sehingga bisa berkembangan dan pertahan ditengah persaingan pasar yang semakin ramai.
Dalam era persaingan usaha yang semakin ketat sekarang ini, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam persaingan pasar akan memberikan perhatian penuh pada strategi pengembangan usaha dan strategi pemasaran yang dijalankannya. Produk-produk yang dipasarkan dibuat melalui suatu proses yang berkualitas akan memiliki sejumlah keistimewaan yang mampu meningkatkan kepuasan konsumen atas penggunaan produk tersebut. Dengan demikian pelanggan mau dan rela untuk
kembali menikmati apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan menjadi pelanggan yang setia bagi perusahaan. Hambatan yang dirasa oleh pemilik Rumah Makan Sukma Rasa juga yaitu tingkat persaingan yang ketat dalam bidang kuliner terlebih lagi pesaing-pesaingnya memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik, karena seperti yang kita ketahui pelanggan akan memilih lokasi yang sarana dan prasaranya lebih bagus dan lengkap dan hal itu yang belum dimiliki oleh Rumah Makan Sukma Rasa itu sendiri dalam menyingkirkan pesaingnya.
86 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dibahas pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu:
1. Strategi pengembangan usaha yang dilakukan oleh Rumah Makan Sukma Rasa Labuapi Kabupaten Lombok Barat mampu meningkatkan pendapatan meskipun belum maksimal karena pendapatan perbulannya masih bersifat fluktuatif, adapun strategi yang terapkan oleh Rumah Makan Sukma Rasa yaitu menambah varian produk, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memberikan kualitas pelayanan yang baik, dan menggunakan konsep penjualan baru. Strategi tersebut dilakukan oleh Rumah Makan Sukma Rasa demi mengembanhkan usahanya dan meningkatkan pendapatanya.
2. Adapun faktor penghambat perkembangan usaha Rumah Makan Sukma Rasa Labuapi Kabupaten Lombok Barat ini sebagai berikut:
a. Kurangnya manajemen operasional
Kurangnya manajemen operasional pada Rumah Makan Sukma Rasa menyebabkan banyak komponen tidsk tersusun rapi dan baik, hal tersebut disebabkan karena kebiasaan Sukma Rasa yang dibangun dengan sistem kekeluargaan, dan mengganggap manajemen operasional kurang
penting. Hal tersebut menyebabkan pemilik dari Rumah Makan ini sulit mengembangkan usahnya.
b. Rendahnya sumber daya manusia
Karyawan Rumah Makan Sukma Rasa sering telat dan kurang fokus dalam bekerja, hal tersebut disebabkan oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, hal tersebut bisa menyebabkan pemilik dari Rumah Makan Sukma Rasa ini mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya.
a. Tekanan dari luar (pesaing) B. Saran
Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan mengenai strategi pengembangan usaha dalam meningkatkan pendapat pada Rumah Makan Sukma Rasa Labuapi Kabupaten Lombok Barat, maka saran yang diajukan sebagai berikut:
1. Hendaknya Rumah Makan Sukma Rasa untuk lebih menganggap proses pengembangan usaha sebagai hal penting dalam meningkatkan pendapatan.
2. Hendaknya Rumah Makan Sukma Rasa diharapkan mampu mengorganisir hambatan-hambatan yang diperkirakan terjadi dalam proses pengembangan usaha tersebut. juga lebih meningkatkan kualitas dalam segala hal.
3. Bagi peneliti selanjutnya
Peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk melakukan bahan penelitian selanjutnya. Hendaknya untuk mengembangkan penelitian ini dengan lebih ditekankan pada objek dan sudut pandang yang lebih kompleks sehingga dapat memperkaya pengetahuan tentang kajian pengembangan usaha.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Hafis, Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Prospek Pengembangan Usaha Kerupuk dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Desa Gelogor Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, (Skripsi, Jurusan Ekonomi Syariah, UIN Mataram, Mataram, 2017)
Ali Hasan, Marketing, Jakarta: Media Pressindo, 2008.
Alyas, Muhammad Rakib, Strategi pengembangan UMKM dalam Penguatan Ekonomi Kerakyatan (Study Kasus pada Usaha Roti Maros di Kabupaten Maros), Jurnal, Sosiohumaniora, Vol. 19, No. 12, Juli 2017)
Asmuni, Wawancara, Labuapi Kabupaten Lombok Barat, 15 Januari 2020.
Aziz, Wawancara, Labuapi Kabupaten Lombok Barat, 15 Januari 2020.
Bambang Suryanto, Daryanto, Manajemen Bisnis Usaha Kecil, Tanggerang: Tira Smart, 2018.
BN. Marbun, Kamus Manajemen, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2003
Buchari Alma, Kewirausahaan untuk Mahasiswa dan Umum, Bandung: Alfabeta, 2007
Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Social dan Ekonomi, Jakarta: Kencana, 2013.
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2002.
Hamdani, Wawancara, Labuapi Kabupaten Lombok Barat, 15 Januari 2020.
Harsuko Riwati, Manajemen Sumber Daya Manusia, Malang: UB Press, 2016.
Harmaizar, Menangkap Peluang Usaha, Bekasi: CV Dian Anugrah Prakasa, 2003.
Helen Malinda, “Analisis Strategi Pengemabangan Bisnis UKM guna Meningkatkan Pendapatam Karyawan Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi pada Usaha Bakso Ikan Cahaya Bahari Desa Linggar Jati Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan)”, Skripsi, Jurusan Ekonomi Syariah, UIN Raden Intan Lampung, Lampung, 2017.
Husain Usman dan Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial Jakarta:
Bumi Aksara, Cet. Ke-4, 2011.
Ika yunia fauzi dan abdul kadir riyadi, prinsip dasar ekonomi islam perspektif maqasid al-syari’ah, jakarta: kencana, 2014
Irvan, “Strategi Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) Perspektif Ekonomi Islam (Studi atas Pengembangan Usaha Warung Bu’de di Dasan Agung Baru Kota Mataram)”, (skripsi, Jurusan Ekonomi Syariah, UIN Mataram, Mataram, 2018).
Iqbal Fauzi, Strategi Pengembangan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM) (Studi Kasus Pada UD. Genteng Pres Super Soka Masinal Desa Pancasan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumus), Skripsi FEBI IAIN Purwokerto, 2018.
Kasmir, Kewirausahaan, Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2012
Lexy, J. Moleog, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000.
Mustaghfiroh, Pengembangan Usaha Ikan Asap dengan Menggunakan SWOT (Studi Kasus pada Usaha Ikan Asap Kasmiati Desa Goyangan Kec. Trangkil Kab.
Pati), (Skripsi, STAIN Kudus, Kudus) 2017.
Mahyu Danil, Pengaruh Pendapatan Terhadap Tingkat Konsumsi pada Pegawai Negeri Sipil di Kantor Bupati Kabupaten Bireuen, Jurnal, Ekonomika, Universitas Almuslim Bireuen Aceh, Vol. 4, No. 7.
Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, Jakarta: PT Bumi Aksara, Cet.X, 2008.
M. Fuad, Christin H., Nurlela, Sugiarto, Paulus, Y.E.F., Pengantar Bisnis, Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama, 2009.
Mustafa Edwin Nasution, Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam, Jakarta: Kencana Renada Media Grup, 2007.
Observasi, Rumah Makan Sukma Rasa, Labuapi Kabupaten Lombok Barat, 15 Oktober 2019.
Panji Anoraga, Manajemen Bisnis, Jakarta: Rinaka Cipta, 2009.
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran, Jakarta: Erlangga, 2009.
Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) UII, Ekonomi Islam, Jakarta: Rajawali Press, 2008.
Prathama Rahardja, Mandala Manurung, Teori Ekonomi Mikro, Suatu Pengantar Jakarta: LP, FE-UI, 2010.
Sahlan, Wawancara, Labuapi Kabupaten Lombok Barat, 15 Januari 2020.
Sedarmayanti, Manajemen Strategi, Bandung: PT Refika Aditama, 2018.
Senja Nilasari, Manajemen Strategi, Jakarta: Dunia Cerdas, 2014.
Seruni, “Analisis Strategi Pengembangan Bisnis Usaha Kue Kering Nutsafir Gomong Kota Mataram”, (Skripsi¸Jurusan Ekonomi Syariah, UIN Mataram, Mataram, 2019)
Soekidjo Notoatmodjo, Pengembangan Sumber Daya ManusiaJakarta: PT Rineka Cipta, 1998.
Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran, Jakarta: Raja Grafindo, Rajawali Perss, 2013.
Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta, 2017.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2014.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rinika Cipta, 2006.
Stepen P. Robbins dan Mary Coulter, Manajemen I, Ed. Kesepuluh, Jakarta:
Erlangga, 2010.
Taufiqur Rachman, Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambangan Usaha untuk Meningkatkan Pendapatan, Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, Vol.
2, 2014.
Veny Mayasari, Liliana, Agung Anggara Setno, Buku Ajar Pengantar Kewirausahaan, Jakarta: CV Penerbit Qiara Media, 2019.
VinandaPermata_http//www.academia.edu/8665059/Ada_beberapa_definisi_pengem bangan_usaha_menurut_para_ahli, diakses tanggal 31 Desember 2019.
Yolanda M. Siagian, Aplikasi Supply Chain Management Dalam Dunis Bisnis, Jakarta: Grasindo, 2005.
http://www.bps.go.id, diakses pada tanggal 31 Desember 2019.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Gambar 1.1
Lokasi Rumah Makan Sukma Rasa Labuapi
Gambar 1.2
Lokasi Rumah Makan Sukma Rasa Labuapi Prasmanan
Gambar 1.3
Gambar 1.4
Mobil box atau kantin keliling Rumah Makan Sukma Rasa
Gambar 1.5
Gambar 1.6
Varian Menu Rumah Makan Sukma Rasa
Gambar 1.7
Menu paket murmer Rumah Makan Sukma Rasa