ANTAM Submitted Gratificaton Items to The Corruption Eradication Commission
Pada Tahun 2019, terdapat lima laporan gratifikasi yang diterima oleh Unit Pengendali Gratifikasi dan telah dilaporkan ke KPK, dan di tahun 2020 ANTAM telah memperoleh penetapan atas barang gratifikasi tersebut berdasarkan keputusan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, yaitu 4 (empat) barang gratifikasi ditetapkan menjadi milik negara dan 1 (satu) barang gratifikasi ditetapkan sebagai barang milik Perusahaan. Seluruh barang milik negara telah diserahkan oleh Unit Pengendali Gratifikasi kepada KPK pada tanggal 11 September 2020. Sedangkan pelaporan di tahun 2020 atas penerimaan barang gratifikasi, Unit Pengendali Gratifikasi memperoleh 2 (dua) laporan penerimaan barang gratifikasi dan telah dilaporkan ke KPK untuk penetapan atas barang gratifikasi tersebut.
In 2019, there were five gratification reports received by the Gratification Control Unit and reported to the Corruption Eradication Commission. In 2020 ANTAM obtained the determination of the gratuity items based on the decision of the Head of the Corruption Eradication Commission (KPK) of the Republic of Indonesia in 2020, i.e. 4 (four) gratuity items are designated as state property, and 1 (one) gratuity item is defined as the property of the Company. The Gratification Control Unit submitted all state property to the KPK on September 11th 2020. When reporting the receipt of gratuities in 2020, the Gratification Supervisory Unit received 2 (two) reports of receipt of gratuities, which have been reported to the Corruption Eradication Commission for the determination of the gratification item.
Penyerahan barang gratifikasi kepada Unit Pengendali Gratifikasi ANTAM.
Delivery of gratuities to ANTAM’s Gratification Control Unit.
ISO 37001 Certification, Evidence that ANTAM Implements Anti-Bribery
ANTAM berkomitmen tinggi dalam upaya penerapan Good Corporate Governance (GCG) di setiap kegiatan operasional Perusahaan. Hal ini terlihat dari keberhasilan ANTAM mendapatkan sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001 yang mengacu pada standar SNI ISO 37001:2016. Sertifikasi ini didapatkan atas upaya ANTAM untuk dapat menjalankan bisnis dengan lebih transparan, adil dan zero tolerance terhadap tindakan penyuapan dan fraud baik oleh Direksi, Dewan Komisaris, Insan ANTAM maupun pihak eksternal Perusahaan.
Penerapan SMAP di ANTAM tertuang dalam Management Policy Standar Sistem Manajemen Anti-penyuapan yang memuat langkah-langkah yang diperlukan untuk mengelola Anti-penyuapan di Perusahaan dan dirancang untuk menerapkan pengendalian yang tepat dalam mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengurangi potensi penyuapan sejak awal, mengembangkan dan menumbuhkan budaya anti- penyuapan bagi seluruh Direksi, Dewan Komisaris, Insan ANTAM maupun pihak eksternal terkait serta meningkatkan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
SMAP ini juga merupakan sistem yang membangun budaya dan nilai-nilai ANTAM yaitu Professionalism, Integrity, Global Mentality, Harmony, Excellence dan Reputation.
Implementasi SMAP ini mencerminkan perilaku Insan ANTAM sesuai standar etika Perusahaan yang mengutamakan kepentingan Perusahaan di atas kepentingan pribadi serta wujud penerapan prinsip-prinsip GCG dalam pelaksanaan operasional Perusahaan. Selain itu, penerapan SMAP merupakan implementasi dari salah satu Core Value BUMN – AKHLAK yaitu Amanah (integritas, tulus, konsisten, dan dapat dipercaya).
Dengan implementasi SMAP tersebut, maka telah dilakukan pembaruan di dalam proses bisnis ANTAM yaitu terhadap dokumentasi Perusahaan dengan memasukan klausul komitmen anti suap, antara lain dalam Standar Etika Perusahaan, kontrak/perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga, Standard Operating Procedure (SOP) terkait pengadaan barang/jasa, dalam dokumen proses rekrutmen pegawai, dan dalam prosedur transaksi dengan pelanggan/pembeli serta pembaruan terhadap Risk Register Perusahaan yang menjabarkan risiko/potensi penyuapan di seluruh unit kerja.
ANTAM is highly committed to implementing Good Corporate Governance (GCG) in every company’s operational activity. ANTAM’s success in obtaining ISO 37001 Anti-Bribery Management System (ABMS) certification refers to the ISO 37001:2016 standard of SNI. This certification is obtained for ANTAM’s efforts to conduct business with more transparent, fair, and zero tolerance to bribery and fraud actions by the Board of Directors, Board of Commissioners, ANTAM Personnel, and external parties.
The implementation of ABMS at ANTAM is contained in the Anti-Bribery Management System Standard Management Policy, which includes the steps needed to manage Anti- Bribery in the Company. The ABMS is designed to implement appropriate controls in detecting, identifying and reducing potential bribery. Its controls from the beginning, developing and cultivating an anti-bribery culture for all Directors, Board of Commissioners, ANTAM’s personnel, and related external parties, and improving compliance with applicable laws and regulations.
This ABMS is also a system that builds ANTAM’s culture and values, i.e., professionalism, integrity, global mentality, harmony, excellence, and Reputation. The implementation of this ABMS reflects the behaviour of ANTAM’s personnel by the Company’s ethical standards, which prioritises the interests of the Company above personal interests and is a manifestation of the implementation of GCG principles in the performance of the Company’s operations. The ABMS implementation is one of SOEs’ Core Values – AKHLAK, that is Amanah (integrity, sincerity, consistency, and trustworthiness).
With the implementation of AMBS, then ANTAM’s business processes have been updated where the Company’s documentation includes anti-bribery commitment clauses.
Such as the Company’s ethical standards, contracts/
partnership agreements with third parties, Standard Operating Procedures (SOPs) related to the procurement of goods/services, document employee recruitment process, transactional procedures with customers/buyers and updating of the Company’s Risk Register which outlines the risk/potential for bribery in all work units.
104
Anti-Bribery Risk Mapping
Pada tahun 2020 ANTAM menetapkan Management Policy Standar Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan perolehan sertifikasi ISO 37001 sesuai SNI 37001:2016. Pada proses penyusunan Management Policy dan perolehan sertifikasi ini, ANTAM melakukan pemetaan dan penilaian risiko penyuapan pada proses bisnis Perusahaan, dengan tujuan untuk mengetahui potensi terjadinya risiko penyuapan di setiap proses bisnis Perusahaan sehingga dapat dilakukan pengendalian dan pencegahan terjadinya tindakan penyuapan.
Proses penilaian risiko penyuapan mempertimbangkan perspektif proses bisnis di Perusahaan. Hasil pemetaan terhadap risiko penyuapan ini kemudian dinilai dan dievaluasi, yang dijadikan dasar untuk menetapkan kebijakan dan prosedur serta membuat rencana tindakan, baik rencana untuk mengurangi tingkat risiko maupun rencana untuk mengambil peluang pencegahan terjadinya tindakan penyuapan. Hasil penilaian risiko penyuapan ini di-register di dalam sistem ARMS (ANTAM Risk Management System) dan dikelola oleh Risk Officer dari masing-masing satuan kerja sehingga dapat dievaluasi, dinilai, dan dilakukan risk treatment secara berkelanjutan. Hasil dari pemetaan adalah penambahan risk register di ANTAM Risk Management System yaitu 26 risiko terkait penyuapan.
Proses penilaian risiko penyuapan dan penilaian risiko yang dapat ditimbulkannya menggunakan prosedur, yaitu:
a. Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi.
b. Penetapan Risk Tolerance dan Risk Appetite.
c. Penetapan Risiko Korporat.
d. Identifikasi Risiko Penyuapan.
In 2020 ANTAM established the Anti-Bribery Management System Standard Guidelines and the acquisition of ISO 37001 certification by SNI 37001:2016. In drafting guidelines and obtaining this certification, ANTAM conducts mapping and assessment of bribery risks in the Company’s business processes, intending to know the potential occurrence of bribery risks in each of the Company’s business processes so that control and prevention of bribery can be carried out.
Our bribery Risk assessment process has taken into considerations the business process of the Company. Risk mapping resulted from this process then further assessed and evaluated, which then used for inputs in formulating corporate policies and procedures, as well as action plans to erradicate and mitigate its risk level, also action plan to elliminate any window of opportunities for the conduct of bribery. The result of Our bribery risk assessments are recorded in a system called ARMS (ANTAM Risk Management System), which is managed by Risk Officer at each working units so we can continually evaluate, assess, and take action on such risks. This risk mapping has identified an additional of 26 risks related to bribery.
The process of assessing the risk of bribery and the assessment of the risks it creates can use the following procedures:
a. Integrated Corporate Risk Management.
b. Determination of Risk Tolerance and Risk Appetite.
c. Determination of Corporate Risk.
d. Identification of the Risk of Bribery.
Kegiatan produksi underground di ANTAM Unit Bisnis Pertambangan Emas, Jawa Barat.
Underground production activities at ANTAM’s Gold Mining Business Unit, West Java.
Negara (LHKPN)
Sebagai upaya pencegahan terjadinya korupsi dan demi menjaga integritas Perusahaan, berdasarkan Keputusan Direksi Nomor 356.K/083/DAT/2017 tentang Kebijakan Penyampaian dan Pengelolaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Kami menerbitkan peraturan agar pegawai ANTAM menyampaikan LHKPN mereka setiap tahunnya.
Pegawai ANTAM yang menjadi wajib lapor LHKPN yakni:
[103-3]
1. Dewan Komisaris;
2. Direksi;
3. Pegawai hingga 2 (dua) level di bawah Direksi.
Pegawai hingga 2 (dua) level di bawah Direksi tersebut juga meliputi pegawai yang ditempatkan pada Anak Perusahaan, baik sebagai pegawai, anggota Direksi, atau anggota Dewan Komisaris Anak Perusahaan yang penugasannya ditunjuk oleh ANTAM.