• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Perkembangan Anak Usia Dini Dalam Permainan Tradisional

Dalam dokumen Lale Yulia - etheses UIN Mataram (Halaman 73-80)

BAB III PEMBAHASAN

B. Aspek Perkembangan Anak Usia Dini Dalam Permainan Tradisional

Dari hasil penelitian yang telah di paparkan pada bab dua terkait temuan dan paparan, peneliti menemukan fakta bahwa dalam permainan tradisional Ceprak ini terdapat aspek-aspek perkembangan, yaitu a) Aspek perkembangan kognitif, b) Aspek perkembangan Fisik motorik, c) Aspek perkembangan bahasa, c) Aspek perkembangan sosial emosional, dan d)

61 Ahmad Farid Utsman, dkk., “Peran Permainan Tradisional Dalam Meningkatkan

Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Di RA Al Fattah Pacing Parengan Tuban”, Al Ulya, Vol. 3 Nomor 2 Juli 2018. Hlm. 137

62 Astuti., Wawancara, Sukarara, 15 April 2022

58

Aspek perkembangan seni. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil temuan data yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan orangtua.

Adapun hasil observasi yang peneliti lakukan, yang berkaitan dengan aspek perkembangan anak usia dini yang terdapat dalam permainan tradisional Ceprak yaitu pada permainan ini terdapat beberapa aspek perkembangan yang tertanam di dalam nya sebagai berikut: a).

aspek perkembangan kognitif, dimana pada aspek ini anak dapat mengenali jumlah teman-teman yang bermain, menghitung berapa kotak yang akan di loncat. b). aspek perkembangan bahasa, pada aspek ini anak sudah mampu berkomunikasi dengan teman sebaya terkait dengan permainan yang akan dilakukan. c). aspek perkembangan sosial emosional, pada aspek ini anak anak dilatih untuk mengontrol emosi ketika sedang bermain. d). aspek perkembangan fisik motorik, anak sudah mampu untuk menggerakkan seluruh tubuhnya dan menjaga keseimbangan diri pada saat meloncat. e). aspek perkembangan seni, anak sudah mampu membuat bentuk-bentuk gacok atau katuk sesuai keinginan mereka.

Berkaitan dengan aspek perkembangan anak usia dini yaitu, aspek perkembangan merupakan suatu perubahan yang terjadi sejak usia dini hingga dewasa. Perkembangan tidak dapat diukur, tetapi dapat dirasakan.

Perkembangan bersifat maju kedepan, sistematis, dan berkesinabungan, hal-hal yang berkembang pada setiap individu adalah sama, hanya saja terdapat perbedaan pada kecepatan perkembangan, dan ada perkembangan yang mendahului perkembangan sebelumnya, walaupun sejatinya

59

perkembangan antara aspek yang satu dengan aspek yang lain terjadi secara beriringan, contohnya: individu A pada usia 1 tahun sudah bisa mengucapkan beberapa kata dengan fasih dan jelas, tetapi belum bisa berjalan. Adapun individu B pada usia 1 tahun sudah bisa berjalan, tetapi belum mampu mengucapkan kata dengan jelas. Cepat dan lambatnya perkembangan yang di alami oleh anak pada setiap aspek perkembangannya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti: faktor lingkungan, nutrisi, kesehatan, dan lain sebagainya. Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sejak usia 0-6 tahun. Usia dini merupakan usia yang sangat menentukan pembentukan karakter dan kepribadian anak.

Anak usia dini merupakan usia dimana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini disebut dengan usia emas (golden age). Makanan yang bergizi dan seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. 63

Hasil wawancara bersama Ibu Dian terkait dengan aspek perkembangan anak usia dini dalam permainan tradisional

“Permainan tradisional yaitu terdapat aspek perkembangan kognitif, aspek perkembangan fisik motorik, aspek perkembangan sosial emosional, aspek perkembangan bahasa, dan asperkn perkembangan seni. Pada setiap aspek itu anak sudah mampu melakukannya” 64

Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, bahkan dikatakan

63 Yuliani Nuraini Sujiono., Buku Ajar Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini,

(Jakarta: Indeks, 2019), hlm. 5

64 Dian., Wawancara, 14 April 2022

60

sebagai lompatan perkembangkan. Anak usia dini memiliki rentang usia yang sangat berharga dibandingkan usia-usia selanjutnya karena perkembangan dan pertumbuhan kecerdasan anak sangat luar biasa. Anak usia dini ialah anak yang memiliki rasa ingin tahu yang luar dan kemampuan untuk mengenali, menyerap informasi sangat tinggi, tetapi banyak orangtua yang tidak mengenali dan memahmi kemampuan pada anak. Anak usia dini merupakan masa yang sangat cemerlang untuk dilakukan dan diberikan pendidikan. Anak belum memiliki pengaruh negatif yang banyak dari luar atau lingkungannya. Dengan kata lain, orangtua maupun pendidik akan lebih mudah mengarahkan anak menjadi lebih baik. 65

Dari penjelasan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa aspek perkembangan anak usia dini dalam permainan tradisional Ceprak ini yaitu, aspek perkembangan kognitif, dimana pada aspek ini anak dapat mengenali jumlah teman-teman yang bermain, menghitung berapa kotak yang akan di loncat. Aspek perkembangan bahasa, pada aspek ini anak sudah mampu berkomunikasi dengan teman sebaya terkait dengan permainan yang akan dilakukan. Aspek perkembangan sosial emosional, pada aspek ini anak anak dilatih untuk mengontrol emosi ketika sedang bermain. Aspek perkembangan fisik motorik, anak sudah mampu untuk menggerakkan seluruh tubuhnya dan menjaga keseimbangan diri pada saat meloncat. Aspek perkembangan seni, anak sudah mampu membuat

65 M. Fadlillah, Edutaiment Pendidikan Anak Usia Dini Menciptakan Pembelajaran

Menarik, Kreatif, dan Menyenangkan, (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group), hlm. 21

61

bentuk-bentuk gacok atau katuk sesuai keinginan mereka. Anak usia dini yaitu anak yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bersifat unik, suka berimajinasi, memiliki sikap egosentris, suka meniru.

Permainan tradisional telah berkembang sejak zaman nenek moyang. Permainan ini berasal dari permainan rakyat yang dilestarikan secara turun-temurun. Setiap wilayah memiliki beragam permainan tradisional, permainan tradisional berkembang dari permainan rakyat yang timbul pada tiap-tiap etnis dan suku yang ada. 66.

Hasil wawancara bersama Ibu Dian terkait dengan permainan tradisional.

“Permainan tradisional yaitu permainan yang di wariskan oleh nenek moyang secara turun temurun dari zaman ke zaman yang dimainkan dari kalangan remaja maupun anak-anak dengan menggunakan alat-alat sederhana, yang terdapat pula ciri khas dan nilai dari permainan tersebut” 67

Hasil wawancara bersama Ibu Dian terkait dengan permainan tradisional.

“Permainan tradisional yaitu permainan yang di wariskan oleh nenek moyang secara turun temurun dari zaman ke zaman yang dimainkan dari kalangan remaja maupun anak-anak dengan menggunakan alat-alat sederhana, yang terdapat pula ciri khas dan nilai dari permainan tersebut” 68

Hasil wawancara bersama Ibu Indi terkait dengan permainan tradisional.

“Permainan tradisional atau bisa di sebut dengan permainan rakyat, yaitu permainan yang dilakukan masyarakat secara turun-temurun dan merupakan hasil dari penggalian budaya lokal yang di

66 Observasi., Sukarara, 11 April 2022

67 Dian., Wawancara, 14 April 2022

68 Dian., Wawancara, 14 April 2022

62

dalamnya banyak terkandung nilai-nilai pendidikan dan nilai budaya, serta dapat menyenangkan hati yang memainkannya.

Permainan tradisional anak adalah proses melakukan kegiatan yang menyenangkan hati anak dengan mempergunakan alat sederhana sesuai dengan potensi yang ada dan merupakan hasil penggalian budaya setempat yang turun-temurun dari nenek moyang”. 69

Permainan adalah stiuasi bermain yang terkait dengan beberapa aturan atau tujuan tertentu yang menghasilkan kegiatan dalam bentuk tindakan bertujuan. Permainan tradisional yaitu suatu hasil budaya masyarakat yang berasal dari zaman yang sangat tua, yang telah tumbuh dan hidup hingga sekarang dengan masyarakat pendukung yang terdiri atas tua-muda, laki- perempuan, kaya-miskin, dan tiada bedanya.

Sama yang di ungkapkan dengan Ibu Tanjuang sebagai bahwa:

“Permainan tradisional ceprak ini sangat sering dimainkan oleh anak-anak maupun orang dewasa, permainan ini berasal dari nenek moyang kita yang turun-temurun sejak saat ini, waktu saya masih jadi anak-anak dulu juga sering melakukan permainan tradisional Ceprak ini karna permainan ini mengajarkan saya banyak hal, mulai dari gak bisa bergaul menjadi bisa, belajar meloncat dengan satu kaki, belajar membuat gacuk yang awalnya gak bisa menjadi bisa”. 70

Jadi permainan tradisional ceprak sangat tidak bisa ditinggalkan karena permainan tradional ini sudah lama dimainkan didalam kalangan anak-anak dan sudah menjadi tradisi sejak dulu.

Bisa dilihat dalam beberapa teori Isminarti mengatakan bahwa permainan tradisonal yang dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan untuk melatih otak dan tengkasan anak dalam

69 Indi., Wawancara, 13 April 2022

70 Tanjung., Wawancara, Sukarara 14 April 2022

63

permainan sehingga didalam permainan tardisoal ceprak ini benar dilakukan anak sejak dini dan sudah menjadi tradisi permainan sejak dulu.

64 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti di Dusun Blong Lauq Desa Sukarara berkaitan dengan aspek-aspek perkembangan anak usia dini dalam permainan tradisional Ceprak adalah sebagai berikut:

1. Aspek-aspek perkembangan anak usia dini dalam permaiann tradisionak Ceprak secara keseluruhan sudah membaik, namun masih butuh dimaksimalkan lagi melalui permainan-permainan tradisional yang lainnya yang ada di Dusun Blong Lauq. Aspek perkembangan anak usia dini adalah sebuah perubahan pada tubuh atau fisik yang di tandai dengan pertambahan tinggi badan dan berat badan, pertumbuhan otot, dan tulang. Permainan tradisional telah berkembang sejak zaman nenek moyang. Permainan ini berasal dari permainan rakyat yang dilestarikan secara turun-temurun. Setiap wilayah memiliki beragam permainan tradisional, permainan tradisional berkembang dari permainan rakyat yang timbul pada tiap- tiap etnis dan suku yang ada. Adapun aspek-aspek yang terdapat dalam permainan tradisional Ceprak yaitu: a. Aspek perkembangan kognitif, b. Aspek perkembangan fisik motorik, c. Aspek perkembangan bahasa, d. Aspek perkembangan sosial emosional.

2. Penerapan permainan tradisional dalam permainan tradisional Ceprak secara keseluruhan semua anak yang berada di Dusun Blong Lauq

65

sudah cukup bisa namun masih harus dimaksimalkan lagi. Penerapan permainan tradisional ceprak merupakan sebuah tindakan yang dilakukan anak baik secara individu maupun kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

B. Saran

Dengan mengingat betapa pentingnya aspek-aspek perkembangan anak usia dini dalam permainan tradisional Ceprak ini oleh orangtua dan juga pendidik, sehingga peneliti menuliskan beberapa saran di bawah ini.

1. Saran untuk orangtua

Orangtua juga hendaknya memberikan motivasi atau dorongan serta bantuan terhadap aspek perkembangan anak usia dini dengan cara memberikan sebuah permainan, atau hal-hal yang terkait dengan aspek perkembangan anak usia dini

2. Saran untuk para orangtua

Orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan anak- anak, oleh karena itu sebagai orangtua harus bisa memberikan berbagai kegiatan-kegiatan dalam rangka aspek perkembangan anak usia dini. Selain itu juga, orang tua selalu memberikan perhatian dan motivasi yang lebih dalam perkembangan anak, serta mengevaluasi kembali apa yang sudah anak-anak lakukan.

3. Saran untuk peneliti selanjutnya

Peneliti menyadari bahwa hasil penelitian ini memiliki banyak kekurangan, sehingga peneliti berharap agar peneliti selanjutnya bisa

66

memberikan hasil penelitian yang lebih luas dan mendalam terkait dengan aspek-aspek perkembangan anak usia dini dalam permainan tradisional Ceprak.

67

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman., “Upaya Meningkatkan Perkembangan Nilai Agama dan Moral Melalui Metode Keteladanan Pada Anak Usia Dini”, Penelitian Keislaman, Vol. 14 , No 2, Tahun 2018

Ahmad Farid Utsman, dkk., “Peran Permainan Tradisional Dalam Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Di RA Al Fattah Pacing Parengan Tuban”, Al Ulya, Vol. 3 Nomor 2 Juli 2018

Ahmad Susanto., Perkembangan Anak Usia Dini, (Jakarta: Kencana, 2012)

Aisyah Isna, “Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini“ Al_athfal, Vol. 2 No. 2 Desember 2019.

Budiyah Febria Sari, Raihana, “Pengaruh Permainan Tradisional Engklek Terhadap Perkembangan Fisik Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun”, Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Vol 4 Nomor 2, 2021

Dek Ngurah Laba Laksana, Aspek Perkembangan Anak Usia Dini, (Jawa Tengah:

PT. Nasya Expanding Managemen)

Dini Indriyani, dkk, “ Manfaat Permainan Tradisional Engklek dalam Aspek Motorik Kasar Anak”, Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, Vol. 9, No.

3, Tahun 2021

Eliya Desvaraso, “Penerapan Permainan Tradisional Engklek Dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Bina Guna, Jurnal Handayani (JH), Vol 6 (1), 2016

Euis Kurniati, M. Pd, Permainan Tradisional dan Perannya dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak, (Jakarta, Prenadamedia Group, 2016)

H. Hendra Sofyan, Perkembangan Anak Usia Dini Dan Praktis Peningkatannya, (Jakarta: CV. Infomedika, 2015)

Hesti Wulandari, Edi Purwanta., “Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini di TK selama Pembelajaran Daring saat Pandemi Covid-19”, Obsesi, Vol. 5, Nomor 1, 2021

Husnuzziadatul Khairi., “Karakteristik Perkembangan Anak Usia Sini Dari 0-6 Tahun”, Jurnal Warna, Vol 2, No 2, 2018

Isep Djuanda, Rahmi Latifa Suryani, “Upaya Meningkatkan Keterampilan Gerak Lokomotor Anak Usia Dini Melalui Permainan Tradisional Engklek”, Jurnal Pendidikan Islam, Vol 3 (1), 2021

Iswinarti, Permainan Tradisional, (Universitas Muhammadiyah Malang, 2017) Iswinarti., “Permainan Tradisional: Prosedur dan Analisis Manfaat Psikolog”,

Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, 2017 Kemendikbud Nomor 137, tahun 2014

68

Komang Trisna Mardayani., dkk, “ Penerapan Permainan Tradisional Engklek Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Kelompok B Di PAUD Widhya Laksmi”, Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Pendidikan Ganesha, Vol. 4, No. 2, 2016

La Hadisi, “Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini”, Jurnal Al-Ta’dib, vol. 8, No. 2, 2015

La Ode Anhusadar., “Pengembangan Pembelajaran Seni Berbasis Agama Pada Anak Usia Dini”, Al Athfal, Vol. 2, Nomor 1, Juni 2019

Lukman Ali., Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, (Surabaya: Apollo, 2007)

M. Fadlillah, Edutaiment Pendidikan Anak Usia Dini Menciptakan Pembelajaran Menarik, Kreatif, dan Menyenangkan, (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group)

M.Sobry,Prosmala Hadisaputra, Penelitian Kualitatif, (Lombok: Holistica, 2020) Nisa Ulviana, Identifikasi Permainan Tradisional Di Kecamatan Praya

Kabupaten Lombok Tengah Untuk Anak Usia Dini Tahun Pelajaran 2012- 2013, (Skripsi, FKIP Universitas Mataram, Mataram 2013)

Nurwita., “ Meningkatkan Perkembangan Seni Anak Menggunakan Media Smart Hafiz di PAUD Aiza, dalam http//www.Article.Text, diakses tanggal 20 Januari 2022, pukul 13.27

Sabyan, “Permainan Engklek Dan Manfaatnya Bagi Anak Usia Dini”, dalam https://sabyan.org/permainan-anak-engklek-dan-manfaatnya-bagi-anak- usia-dini/, diakses tanggal 30 Januari 2022, pukul 13.32

Salman Rozana, Ampun Bantali, Stimulasi Perkembangan Anak Usia Dini Melalui Permainan Tradisional Engklek, (Jawa Barat, Edu Publiser, 2020) Sandu Siyoto dan Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian, (Yogjakarta: Literasi

Media Publishing, 2015)

Sugiyono., Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2017)

Syifauzakia, dkk, Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, (Malang: Literasi Nusantara, 2021)

Wulandari Retnaningrum, Nasrul Umam., “Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Permainan Mencari Huruf”, Tawadhu, Vol. 5, Nomor 1, 2021

Yuliani Nuraini Sujiono., Buku Ajar Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, (Jakarta: Indeks, 2019)

Yurissetiowati, Perkembangan Anak Usia Dini, (Jawa Tengah: Lakeisha, 2019)

69

LAMPIRAN

70 Lampiran 1

Hasil Observasi

Lembaga yang diamati : Dusun Blong Lauq, Desa Sukarara Hari, Tanggal : 11 April – 11 Mei

Waktu : Sore

1. Sarana dan Prasarana Desa Sukarara

No. Sarana dan Prasaran Ada Tidak ada

1. Kantor Desa

2. Posyandu

3. Lapangan Desa

4. Mobil

Siaga/Ambulance Desa

5. Mobil Oprasional Kebersihan Desa

6. Bumdes

7. Baliho Desa

8. Balai Kesenian

9. Pustu/Puskesmas Pembantu

10 Jalan Desa

11. Rumah Adat

12. Kampong KB

13. Tpq

2. Jumlah Penduduk Desa Sukarara a. Laki-laki: 4, 879 orang

b. Perempuan: 5, 189 orang c. KK: 3, 561 KK

71

3. Jumlah Dusun dan Jumlah Penduduk Desa Sukarara

No. Nama Dusun Jumlah Penduduk

1. Blong Lauq 800 Orang

2. Blong Daye 1, 137 Orang

3. Ketangge 816 Orang

4. Dasan Duah 930 Orang

5. Bunsambang 1, 652 Orang

6. Dasan Baru 1, 015 Orang

7. Burhane 971 0rang

8. Bunputri 697 Orang

9. Buncalang 1, 030 Orang

10. Batu Entek 1, 017 Orang

Jumlah 10, 065 Orang

4. Nama-nama Struktur Pemerintahan Desa Sukarara

No. Nama Jabatan

1. Jumasre, S. IP Kepala Desa 2. Zaenal Rahman, S. Pd Sekretaris Desa

3. Lalu Sukardi Ketua BPD Desa

4. Oktaviandi, S. Pd Kasi Pemerintahan 5. Darmawan, S. Pd Kaur Keungan 6. Dzul Khamju DG Kaur Pembangunan 7. M. Isnan Abdillah Kasi Kesra

8. Sukayandi Kaur Umum

9. H. Saman Budi, S. Ag Kasi Pelayanan

10. Saprudin Babhinsa

11. Joko Sediyarto Bhabinkantibmas 12. Hasnadi Usman Pendamping Desa

13. Lalu Panggih Kepala Dusun Blong Lauq

14. Sata Kepala Dusun Blong Daye

15. Sunardi Kepala Dusun Ketangge

16. Kaye Sukarme Kepala Dusun Dasan Duah 17. Lalu Murtawan Kepala Dusun Bunsambang

18. M. Yusuf Kepala Dusun Dasan Baru

19. Nurman Kepala Dusun Burhana

20. Subakti Kepala Dusun Bunputri

21. H. Alimul Ula Kepala Dusun Buncalang

22. Diasih Kepala Dusun Batu Entek

72

5. Penerapan Permainan Tradisional Ceprak

Berdasarkan hasil observasi terkait dengan penerapan permainan tradisional Ceprak, yaitu dari 10 anak yang bermain permainan ini terdapat 3 anak yang mulai berkembang, dan 7 anak yang berkembang sesuai dengan harapan.

6. Aspek Perkembangan Anak Usia Dini Dalam Permainan Tradisional Ceprak

a. Aspek Perkembangan Kognitif

No Nama Indikator Kategori

a.Menunjukk an sikap Kreatif

b.Menerapka n

pengetahuan atau

Pengalaman

c.Memecahka n masalah sederhana

1. Adelia MB MB MB MB

2. Alifa Zakia

MB BSH MB MB

3. Alkifa MB MB MB MB

4. Azizi MB MB MB MB

5. Bilal BSH MB BSH BSH

6. Davin Al-Hijr

MB MB MB MB

7. Fandu MB MB MB MB

8. Fatan BSH BSH MB BSH

9. Nesti MB MB MB MB

10. Nizam BSH BSH BSH BSH

Rublik Indikator: A

BB = Pada saat bermain respon belum mampu menunjukkan sikap kreatif ketika bermain

MB = Responden mampu menunjukkan sikap kreatif di depan teman-temannya BSH = Responden sudah mampu menunjukkan sikap kreatif

BSB = Responden sudah sangat mampu menunjukkan sikap kreatif nya di depan teman-teman maupun orang lain

Indikator: B

73

BB = Ketika bermain responden belum mampu menceritakan pengalaman- pengaman baru nya

MB = Responden mampu menceritakan pengalaman baru tapi belum bisa menerapkannya

BSH = Responden sudah mampu menerapkan dan menceritakan pengalaman baru nya ke teman-teman sebaya

BSB = Pada saat bermain responden sudah sangat mampu menceritakan dan menerapkan pengalaman-pengalaman baru nya

Indikator: C

BB = Pada saat bermain respon tidak mampu memecahkan masalahnya dengan teman-teman

MB = Responden mampu memecahkan masalah dengan cara yang baik

BSH = Responden sudah mampu memecahkan masalah dengan cara bersama- sama

BSB = Ketika sedang bermain responden sangat mampu memecahkan masalah dengan cara yang baik

b. Aspek perkembangan fisik motorik

No Nama Indikator Kategori

a.Melakukan permainan fisik motorik dengan

teratur

b.Terampil menggunakan tangan kiri dan kanan

c.Melakukan gerakan tubuh secara tekoordinasi

1. Adelia BSH BSH BSH BSH

2. Alifa Zakia

BSH MB MB MB

3. Alkifa MB BSH MB MB

4. Azizi MB BSH MB MB

5. Bilal BSH BSH BSH BSH

6. Davin Al-Hijr

MB MB BSH MB

7. Fandu MB MB MB MB

8. Fatan BSH BSH BSH BSH

9. Nesti MB BSH BSH BSH

10. Nizam MB BSH BSH BSH

Rublik Indikator: A

BB = Ketika bermain responden belum mampu meloncat dan melempar dengan seimbang pada saat bermain

MB = Responden mampu meloncat dan melempar tapi masih belum seimbang BSH = Pada saat melakukan permainan responden sudah mampu melempar dan

meloncat dengan cara seimbang

74

BSB = Pada saat bermain responden sangat mampu melempar dan meloncat dengan cara yang seimbang

Indikator: B

BB = Responden belum mampu menggerakkan kedua tangannya ketika sedang bermain

MB = Ketika sedang melakukan permainan responden mampu menggerakkan kedua tangannya pada saat melempar gacuk

BSH = Pada saat bermain responden sudah mampu dalam melempar gacuk dan menggerakkan kedua tangannya

BSB = Responden sangat mampu menggerakkan kedua tangannya pada saat melempar gacuk atau katuk

Indikator: C

BB = Ketika sedang bermain responden tidak mampu menggerakkan anggota tubuhnya pada saat meloncat

MB = Respon mampu menggerakkan tubuhnya pada saat bermain ataupun meloncat

BSH = Responden sudah mampu menggerakkan semua anggota tubuhnya ketika bermain Ceprak

BSB = Responden sangat mampu menggerakkan anggota tubuhnya ketika bermain dan melempar gacuk atau katuk

c. Aspek perkembangan Sosial Emosional

No Nama Indikator Kategori

a.Mentaati aturan main

b.Mampu bermain dengan teman sebaya

c.Mengenal tata krama dan sopan santun

1. Adelia BSH BSH BSH BSH

2. Alifa Zakia

BSH BSH BSH BSH

3. Alkifa BSH BSH BSH BSH

4. Azizi BSH BSH BSH BSH

5. Bilal BSH MB BSH MB

6. Davin Al-Hijr

BSH MB MB MB

7. Fandu BSH MB MB MB

8. Fatan BSH BSH BSH BSH

9. Nesti BSH BSH MB BSH

10. Nizam BSH BSH MB BSH

Rublik Indikator: A

75

BB = Ketika bermain responden tidak mampu mentaati aturan permainan yang sudah di tetapkan

MB = Respon mampu mentaati aturan main yang sudah di tetapkan masing- masing

BSH = Ketika permainan berlangsung respon sudah mampu mentaati berbagai macam aturan-aturan bermain

BSB = Responden sangat mampu mentaati aturan yang sudah ditetapkan dengan cara bersama-sama

Indikator: B

BB = Pada saat bermain responden tidak mampu bergaul dengan teman sebaya nya

MB = Respon mampu bergaul dengan teman sebaya walaupun masih ada yang malu-malu

BSH = Ketika bermain responden mampu bermain dengan teman sebaya BSB = Responden sangat mampu bergaul dengan teman sebaya nya Indikator: C

BB = Responden tidak mampu menerapkan rasa sopan santun ke pada teman- teman nya

MB = Ketika bermain respon mampu menerapkan rasa sopan santun ke teman sebaya nya

BSH = Pada saat permainan berlangsung responden sudah mampu menerapkan rasa sopan santun ketika bermain

BSB = Responden sangat mampu menerapkan rasa sopan santun kepada teman- teman nya pada saat bermain

d. Aspek perkembangan bahasa

No Nama Indikator Kategori

a.Mengerti beberapa perintah

b.Memahami aturan dalam bermain

c.Berdiskusi dengan teman sebaya

1. Adelia BSH BSH BSH BSH

2. Alifa Zakia

BSH BSH BSH BSH

3. Alkifa BSH BSH BSH BSH

4. Azizi BSH BSH BSH BSH

5. Bilal BSH BSH BSH BSH

6. Davin Al-Hijr

BSH BSH BSH BSH

7. Fandu BSH BSH BSH BSH

8. Fatan BSH BSH BSH BSH

9. Nesti BSH BSH BSH BSH

10. Nizam BSH BSH BSH BSH

Dalam dokumen Lale Yulia - etheses UIN Mataram (Halaman 73-80)

Dokumen terkait