• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ayo Kita Dalami

Dalam dokumen Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti (Halaman 52-57)

Daud Bermain Kecapi Menghibur Saul

(1 Sam 16:14-23)

Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.

Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: “Ketahuilah, roh jahat yang dari pada Allah mengganggu engkau; baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai main kecapi. Apabila roh jahat yang dari pada Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka engkau merasa nyaman.”

bungsu, Daud namanya. Sekarang ini dia menggembalakan domba.”

Samuel berkata: “Suruhlah memanggil dia!” Ketika Daud menghadap Samuel, Tuhan bersabda kepada Samuel: “Inilah dia!”

Samuel mengambil tanduk berisi minyak, lalu Daud diurapinya di hadapan kakak-kakaknya. Roh Allah turun ke atas Daud dan meninggalkan Saul.

Berkatalah Saul kepada hamba-hambanya itu: “Carilah bagiku seorang yang dapat main kecapi dengan baik, dan bawalah dia kepadaku.”

Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: “Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia.”

Kemudian Saul mengirim suruhan kepada Isai dengan pesan:

“Suruhlah kepadaku anakmu Daud, yang ada pada kambing domba itu.”

Lalu Isai mengambil seekor keledai yang dimuati roti, sekirbat anggur dan seekor anak kambing, maka dikirimkannyalah itu kepada Saul dengan perantaraan Daud, anaknya.

Demikianlah Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya.

Saul sangat mengasihinya, dan ia menjadi pembawa senjatanya.

Sebab itu Saul menyuruh orang kepada Isai mengatakan:

“Biarkanlah Daud tetap menjadi pelayanku, sebab aku suka kepadanya.”

Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.

Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: “Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu;

akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya.”

Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.

Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya.

Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya: “Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding.” Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali. Saul menjadi takut kepada Daud, karena TUHAN menyertai Daud, sedang dari pada Saul Ia telah undur.

Sebab itu Saul menjauhkan Daud dari dekatnya dan mengangkat dia menjadi kepala pasukan seribu, sehingga ia berada di depan

Daud Selalu Menang Melawan Musuh

(1 Sam 18:5-16, 28-30)

Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit.

Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai- pegawai Saul.

Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari

segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas- balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”

Daud Menjadi Raja Atas Seluruh Israel

(2 Sam 5:1-5)

Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata:

“Ketahuilah, kami ini darah dagingmu.

Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.”

Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.

Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah.

Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia pun memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda.

dalam segala gerakan tentara. Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.

Ketika dilihat Saul, bahwa Daud sangat berhasil, makin takutlah ia kepadanya; tetapi seluruh orang Israel dan orang Yehuda mengasihi Daud, karena ia memimpin segala gerakan mereka.

Lalu mengertilah Saul dan tahulah ia, bahwa TUHAN menyertai Daud, dan bahwa seluruh orang Israel mengasihi Daud. Maka makin takutlah Saul kepada Daud. Saul tetap menjadi musuh Daud seumur hidupnya. Apabila raja-raja orang Filistin maju berperang, setiap kali mereka maju berperang, maka Daud lebih berhasil dari semua pegawai Saul, sehingga namanya sangat masyhur.

Ayo Kita Dalami

Diskusi Kelompok.

1. Siapakah Daud menurut kisah tersebut di atas?

2. Apa saja keterampilan yang Daud miliki?

3. Mengapa Daud dipilih dapat menghibur Saul yang sedih dan mengusir roh jahat yang ada padanya?

4. Mengapa Daud diurapi menjadi Raja Israel menggantikan Saul?

5. Berapa lama Daud memimpin Israel sebagai raja?

6. Pelajaran apa saja yang bisa kita petik dari kisah Daud di atas?

7. Bagaimana kita dapat mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang?

8. Berilah contoh konkret pemimpin yang baik dan dicintai rakyat yang berasal dari keluarga sederhana?

Dalam dokumen Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti (Halaman 52-57)