• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hidup Bersama yang Dijiwai Roh KudusB

Dalam dokumen Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti (Halaman 155-160)

Hidup Bersama yang Dijiwai Roh Kudus

Mereka melakukan semua itu dengan gembira dan tulus hati. Mereka disukai banyak orang. Inilah yang disebut sejahtera.

Kehidupan semacam itu tentu tetap ada yang tidak suka. Itu hal biasa di dunia. Apa yang dikerjakan Yesus pun tidak semua orang suka.

Kebaikan selalu menyinggung ketidakbaikan. Orang yang lebih suka pada ketidakbaikan akan tidak senang dengan situasi yang rukun dan damai.

Mereka lebih suka perpecahan. Tapi percayalah meskipun kebaikan itu dibunuh, ia akan bangkit dan hidup kembali. Yesus yang baik dibunuh, tetapi pada hari ketiga Ia bangkit dan hidup kembali.

Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia menguatkan hal itu. Hidup yang dijiwai Roh akan membuahkan “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal 5:22-23).

Dalam menghadapi berbagai cobaan Paulus menasihatkan agar para murid Kristus saling menolong. “Bertolong- tolonganlah menanggung bebanmu!

Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus” (Gal 6:2).

Doa Mohon Persatuan Dengan Roh Kudus (Santo Pius X)

Ya Roh Kudus, Cahaya dan Kasih, kepada-Mu kupersembahkan hati, pikiran dan kehendakku, sekarang dan selamanya. Engkaulah yang menuntun aku agar dapat lebih peka pada wahyu dari Tuhan, dan pengajaran Gereja Katolik yang kudus. Semoga hatiku senantiasa berkobar oleh kasih dari Allah dan kasih terhadap sesama. Semoga aku senantiasa dengan setia meneladani kehidupan dan kebijaksanaan Allah, dan Penyelamatku Yesus Kristus. Kemuliaan kepada Bapa, Putra dan Roh Kudus, untuk selama-lamanya. Amin

Sumber: https://kumpulandoakatolik.wordpress.com/doa-kepada-roh-kudus/doa-mohon-persatuan-dengan- roh-kudus-santo-pius-x/

Doa Pembuka

Ayo Kita Pelajari

1. Melihat klip tentang koloni semut dan membaca artikel Musamus berikut.

Musamus, Karya Filosofis Alam bagi Manusia

“Jangan tanya kerjaku, tapi lihat karyaku”

Kalimat mutiara di atas dibuat oleh seorang mantan Bupati Merauke, yang tidak ingin disebut namanya. Kalimat tersebut ditujukan bagi masyarakat Merauke dan diharapkan menjadi slogan umum dalam pekerjaan mereka. Mantan Bupati ini berharap agar masyarakat Merauke tidak perlu banyak bicara dalam bekerja, tidak perlu menunjukkan apa yang mereka kerjakan, namun orang lain dapat melihat hasil karyanya secara nyata. Ada filosofi etos kerja yang sangat positif dalam kalimat ini, dan kalimat ini terinspirasi dari sebuah karya alam yang bernama musamus atau rumah semut khas kota Merauke, Papua.

Musamus atau rumah semut sebenarnya bukanlah sarang yang dibuat oleh semut. Lebih tepatnya, mahakarya alam Merauke ini adalah sarang dari hewan sejenis rayap, macrotermes sp. Bicara tentang sarang serangga, tentu di pikiran kita akan terbayang sarang yang berukuran kecil. Namun, musamus berukuran sangat besar, bahkan ratusan kali lipat serangga pembuatnya. Tingginya bisa mencapai 5 meter dengan diameter lebih dari 2 meter, dan ukurannya bervariasi di atas permukaan tanah.

Rayap yang tinggal di dalam musamus bukanlah rayap yang kita kenal sehari-hari sebagai rayap perusak. Mereka bukanlah serangga pengganggu dan umumnya mereka hidup jauh dari pemukiman manusia. Rayap jenis ini terkenal mandiri dan mereka membangun rumah mereka sendiri tanpa bermaksud merusak pemukiman manusia.

Youtube channel: Sisi Terang

Kata pencarian: Bagaimana Jika Manusia Hidup Seperti Koloni Semut?

Musamus terbentuk dari bahan dasar rumput kering, tanah, dan air liur rayap pembuatnya. Rayap-rayap tersebut membangun istana mereka dengan sangat kokoh dan kuat, bahkan mampu menahan berat manusia dewasa saat memanjatnya. Jutaan rayap membangun musamus dan menjadikannya sebagai tempat tinggal bagi koloni mereka.

Bentuk musamus seperti kerucut dan menjulang tinggi ke atas permukaan tanah menyerupai stalakmit di gua-gua. Tekstur permukaan musamus berlekuk-lekuk dan berwarna coklat kemerahan seperti warna tanah tempatnya berada. Bila kita telaah hingga ke dalamnya, maka kita akan menemukan ruangan yang berlorong- lorong yang sangat rumit. Lorong ini berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus rongga ventilasi yang menjaga kestabilan suhu di dalam musamus agar tetap hangat. Keberadaan lorong- lorong inilah yang menjadikan sarang aman untuk ditinggali koloni rayap karena mereka akan terlindung dari perubahan suhu yang ekstrim, bahkan kebakaran hutan sekali pun.

Musamus juga terdapat di beberapa wilayah dunia lainnya, seperti Australia. Namun, di wilayah Indonesia, musamus hanya ada di wilayah Merauke. Kita akan menemukan banyak sekali musamus di Merauke, bahkan terdapat sebuah padang savanna yang berisi ratusan musamus di atasnya. Karena kepopuleran musamus inilah, maka produk alam ini menjadi salah satu gambar di dalam lambang kota kabupaten Merauke.

Tidak hanya itu, musamus juga telah memberikan filosofi bermakna bagi masyarakat Merauke. Seperti halnya rayap-rayap musamus yang bekerja dengan giat tanpa banyak bicara dan secara cepat menghasilkan sebuah istana musamus yang menjulang tinggi ke langit dengan begitu megah, demikian pula hendaknya warga Merauke untuk terus bekerja tanpa banyak mengeluh dan tanpa merusak alam hingga terlihat kemegahan hasilnya.

Sumber: https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/musamus- karya-filosofis-alam-bagi- manusia

2. Setelah melihat klip Koloni Semut atau membaca artikel Musamus di atas, peserta didik mencari berita atau video warga masyarakat yang gigih bekerja sama untuk membangun hidup bersama. Beberapa contoh dapat dilihat di link berikut:

No. Koran/Internet/TV Berita

1

Seorang muslimah yang belajar dialog agama di Vatikan

2

Seorang muslimah yang belajar dialog agama di Vatikan

3

Warga kampung sawah yang hidup rukun tanpa memandang agama

4 5

Ayo Kita Dalami

1. Peserta didik masuk dalam kelompok dan berbagi peran.

2. Setiap peserta didik bercerita (sharing) singkat atas penemuan berita atau video warga masyarakat yang gigih bekerja sama untuk membangun hidup bersama.

3. Setiap peserta didik menyampaikan kesan tentang video klip koloni semut, musamus, dan kisah Dewi Kartika yang tinggal di Vatikan untuk belajar hidup bersama lintas agama.

4. Kelompok berdiskusi tentang pertanyaan-pertanyaan berikut dan melaporkan depan kelas (pleno).

a) Menurut kalian apa yang membuat semut dapat bekerjasama seperti itu?

b) Apa buah dari kerjasama antarsemut itu bandingkan dengan

Youtube channel: TRANS7 OFFICIAL Kata pencarian: Kisah Dewi Bertemu Paus Fransiskus di Vatikan Part 1

Youtube channel: TRANS7 OFFICIAL Kata pencarian: Kisah Dewi Bertemu Paus Fransiskus di Vatikan Part 2 Youtube channel: kumparan Kata pencarian: Hidup Berbeda Agama Dalam Satu Atap di Kampung Sawah

c) Menurut kalian apa yang membuat kehidupan bersama lintas agama di Vatikan dapat saling memperhatikan (misalnya, bergiliran menemani buka puasa atau sahur)?

d) Menurut kalian apa yang membuat warga Kampung Sawah dapat hidup rukun seperti itu?

e) Sebagai orang beriman Katolik apa yang membuat warga masyarakat dapat bekerjasama dan hidup rukun seperti di Kampung Sawah itu?

Dalam dokumen Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti (Halaman 155-160)