• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bangunan Pembuang Silang

Dalam dokumen fdokumen.com kp 04ascaszac adscasdcasd (Halaman 128-135)

5. BANGUNAN PEMBAWA

7.6 Bangunan Pembuang Silang

7.6.1 Umum

Bangunan pembuang silang dibutuhkan karena adanya aliran air buangan atau air -hujan dari saluran atas ke saluran bawah. Untuk melindungi saluran dari bahaya aliran semacam ini, dibuatlah bangunan pembuang silang.

Kalau trase saluran biasanya mengikuti garis-garis kontur tanah, maka atas dasar pertimbangan-pertimbangan ekonomis, sering perlu untuk membuat pintasan pada saluran pembuang alamiah atau melalui punggung medan. Bila memintas saluran pembuang alamiah, aliran saluran bisa dilewatkan di bawah saluran pembuang itu dengan sipon, atau aliran saluran pembuang dapat dilewatkan di bawah saluran dengan menggunakan gorong- gorong. Jika tak terdapat saluran alamiah, atau karena pertimbangan ekomomis, maka aliran buangan dapat diseberangkan melalui saluran dengan overchute atau aliran-aliran kecil dapat dibiar'kan masuk ke saluran melalui lubang-lubang pembuang.

Air buangan silang kadang-kadang ditampung di saluran pembuang terbuka yang mengalir sejajar dengan saluran irigasi di sisi atas. Saluran-saluran pembuang ini bisa membawa air ke suatu saluran alamiah, melewati bawah saluran tersebut dengan gorong- gorong; atau ke suatu titik penampungan di mana air diseberangkan lewat saluran dengan overchute; atau ke saluran melalui lubang pembuang atau diseberangkan dengan sipon.

KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04

7.6.2 Sipon

Apabila saluran irigasi kecil harus melintas saluran pembuang yang besar, maka kadang-kadang lebih ekonomis untuk mengalirkan air saluran tersebut lewat di bawah saluran pembuang dengan menggunakan sipon, daripada mengalirkan air buangan lewat di bawah saluran irigasi dengan gorong-gorong.

Sipon memberikan keamanan yang lebih besar kepada saluran karena sipon tidak begitu tergantung pada prakira yang akurat mengenai debit pembuang di dalam saluran pembuang yang melintas. Tetapi, sipon membutuhkan banyak kehilangan tinggi energi dan jika saluran pembuang itu lebar dan dalam, maka biayanya tinggi. Untuk perencanaan sipon, lihat pasal 6.4.

7.6.3 Gorong-gorong

Apabila potongan saluran terutama dibangun di dalam timbunan karena potongan itu melintas saluran pembuang, maka gorong- gorong merupakan bangunan yang baik untuk mengalirkan air buangan lewat di bawah saluran itu.

Gorong-gorong kecil mudah tersumbat sampah, terutama jika daerah pembuang ditumbuhi semak belukar. Untuk mengatasi masalah ini dapat digunakan kisi-kisi penyaring. Tetapi kisi-kisi semacam ini kadang-kadang lebih memperburuk penyumbatan.

Aturan dasar dalam menentukan lokasi gorong-gorong adalah memanfaatkan saluran alamiah yang pola limpasan air (runoff) aslinya hanya sedikit terganggu. Jadi, bila saluran irigasi melintas pembuang alamiah pada bagian asimetris/tidak tegak lurus (skew), maka biasanya akan lebih baik untuk menerhpatkan gorong- gorong pada bagian yang asimetris dengan saluran, daripada mengubah garis saluran masuk atau keluar. Jika saluran alamiah berubah arahnya antara lubang masuk dan lubang keluar gorong- gorong, mungkin diperlukan tikungan horisontal dalam saluran tekan gorong-gorong.

Apabila saluran tekan berada pada gradasi seragam, maka kemiringan saluran itu sebaiknya cukup curam guns mencegah sedimentasi di dalam saluran tekan tersebut, tetapi tidak terlalu curam supaya tidak perlu dibuat . bangunan peredam energi.

Dalam praktek, ternyata sudah memuaskan untuk mengambil kemiringan minimum 0,005 serta kemiringan maksimum yang sedikit lebih curam daripada kemiringan kritis.

Jika kemiringan seragam jauh melampaui kemiringan kritis, dan

KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 dengan demikian memerlukan peredam energi, biasanya lebih disukai untuk memakai sebuah tikungan vertikal dan dua kemiringan, i1 dan i2, seperti diperlihatkan pada Gambar 7.14.

Kemiringan hulu, i, sebaiknya jauh lebih curam daripada kemiringan kritis.

Gambar 7.14 Tipe profil gorong-gorong

Gorong-gorong sebaiknya melewati bawah saluran dengan ruang bebas (clearance) 0,60 m urtuk saluran tanah atau 0,30 m untuk saluran pasangan.

Berikut ini adalah beberapa tipe gorong-gorong : - pipa beton bertulang

- pipa beton tumbuk diberi alas beton - pasangan batu dengan dek beton bertulang

- bentuk boks segi empat dari beton bertulang yang dicor di tempat.

Bila dipakai tipe pipa beton, maka harus dipasang sambungan paking (gasket) karet untuk mencegah kebocoran; kalau tidak pipa itu sebaiknya diberi koperan pada setiap bagian sambungan

Rembesan dari saluran ke pipa gorong-gorong adalah salah satu sebab utama kegagalan. Pemberian perapat (collar) pipa untuk menghindari rembesan di sepanjang bagian luar pipa sangat dianjurkan. Letak perapat ini ditunjukkan pada Gambar 7.15.

Biasanya satu perapat ditempatkan di bawah as tanggul/saluran hulu dan dua perapat di bawah tanggul hilir : sebuah di bawah tepi dalam dan sebuah lagi 0,60 m di hilir tepi luar.

Gorong-gorong hendaknya direncana untuk kecepatan maksimum, sebesar 3 m/dt pada waktu mengalir penuh, jika pada lubang masuk dipakai peralihan yang baik. Jika lubang keluar tidak perlu dipertimbangkan, maka kecepatan maksimum dibatasi sampai 1,5 m/dt.

Diameter minimum pipa adalah 0,60 m.

KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 7.6.4 Overchute

Overchute dipakai untuk membawa air buangan lewat di atas saluran. Bangunan ini berupa potongan flum beton segi empat yang disangga dengan tiang-tiang pancang (lihat Gambar 7.25), atau berupa saluran tertutup, seperti pipa baja. Potongan flum beton terutama dipakai untuk aliran pembuang silang yang besar, atau untuk dipakai di daerah-daerah di mana penggunaan pipa terancam bahaya tersumbat oleh sampah yang hanyut.

Bagian keluar (outlet) mungkin berupa peralihan standar, tetapi kadangkadang berupa perendam energi, seperti misalnya kolam olak. Bagian keluar mungkin juga terdiri dari potongan boks beton melalui tanggul saluran sisi bawah (downhill) kendaraan yang lalu lalang di jalan inspeksi. Fasilitas yang sama bisa dibuat di tanggul saluran sisi atas jika diperlukan.

KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04

KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 Biasanya trase overchute mengikuti saluran pembuang alamiah.

Biasanya trase, saluran dibuat pendek dan ekonomis, tetapi kadang-kadang dibuat trase yang asimetris/tidak tegak lurus karena trase saluran alamiah tidak boleh banyak terganggu.

Overchute mungkin juga dibuat di ujung saluran pembuang yang sejajar dengan saluran irigasi sebagai sarana penyeberangan di atas saluran. Jika di tempat itu tidak ada saluran alamiah, maka harus dibuat saluran hilir. Agar saluran masuk dan bangunannya dapat dikeringkan samasekali, kemiringan overchute paling cocok digunakan apabila saluran seluruhnya dibuat dalam galian, atau apabila permukaan tanah di sisi atas berada di atas muka air saluran. Ruang bebas minimum sebesar 0,5 kali tinggi normal jagaan harus tetap dijaga antara permukaan air saluran dan potongan overchute, yang juga harus mengamankan bagian atas pasangan beton pada potongan saluran yang diberi pasangan. Bila permukaan tanah di sisi atas saluran tidak cukup tinggi dari permukaan air saluran, maka gorong-gorong harus dipakai di bawah saluran sebagai pengganti overchute.

7.6.5 Alur pembuang

Alur pembuang (lihat Gambar 7.16) adalah bangunan yang dipakai untuk membawa air buangan dalam jumlah kecil ke saluran. Untuk aliran yang lebih besar, biasanya lebih disukai untuk menyeberangkan air lewat di atas atau di bawah saluran dengan overchute atau gorong-gorong, yang selanjutnya di buang jauh di luar saluran. Hal ini baik sekali, khususnya apabila aliran air diperkirakan mengangkut cukup banyak lanau, pasir atau benda-benda hanyut. Akan tetapi, kadang-kadang lebih ekonomis untuk membawa air bersih ke dalam saluran daripada membelokkannya ke luar saluran.

Alur pembuang bisa dibuat di saluran pembuang alamiah, atau di ujung saluran pembuang yang sejajar dengan saluran irigasi.

Karena ujung alur pembuang harus berada di atas permukaan air, maka alur pembuang paling cocok digunakan jika saluran seluruhnya berada di bawah permukaan tanah asli.

Bila suatu ruas saluran tidak diberi fasilitas pelimpah, maka jumlah kapasitas rencana alur pembuang pada ruas itu harus dibatasi sampai 10 persen dari kapasitas rencana normal saluran tersebut.

KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 Jika tersedia fasilitas pelimpah untuk tiap ruas saluran, maka jumlah kapasitas rencana masing-masing alur pembuang tidak boleh melebihi 10 persen dari kapasitas rencana normal saluran.

Jumlah aliran yang masuk dari alur pembuang pada ruas tersebut tidak boleh melebihi 20 persen dari kapasitas rencana normal saluran tersebut.

KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 8. JALAN DAN JEMBATAN

Dalam dokumen fdokumen.com kp 04ascaszac adscasdcasd (Halaman 128-135)

Dokumen terkait