• Tidak ada hasil yang ditemukan

fdokumen.com kp 04ascaszac adscasdcasd

Mu'thi bayumi

Academic year: 2023

Membagikan "fdokumen.com kp 04ascaszac adscasdcasd"

Copied!
226
0
0

Teks penuh

KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 Standar Perencanaan Irigasi ini wajib digunakan oleh instansi di lingkungan Direktorat Jenderal Pengairan dalam tugasnya di bidang pembangunan irigasi. Kami berharap Standar Perencanaan Irigasi ini dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi bagi pengembangan irigasi di Indonesia.

PENDAHULUAN

Ruang Lingkup

BANGUNAN PENGUKUR DEBIT

Umum

Alat Ukur Ambang Lebar

Batasan modular untuk meter ambang batas lebar bergantung pada bentuk bagian kontrol dan nilai rasio ekspansi hilir (lihat Tabel 2.2). Untuk alat ukur ambang lebar persegi panjang, label debit diberikan di sini (Tabel Semua) pada Lampiran 2.

Gambar 2.1 Alat ukur ambang lebar dengan mulut pemasukan Yong dibulatkan
Gambar 2.1 Alat ukur ambang lebar dengan mulut pemasukan Yong dibulatkan

Alat Ukur Romijn

Alat ukur dengan kusen lebar dan tenggorokan panjang merupakan struktur pengukur aliran yang digunakan pada saluran dimana kehilangan energi yang tinggi menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. Alat ukur Romijn merupakan alat ukur dan pengontrol multifungsi yang digunakan di Indonesia sebagai struktur keran tersier.

Tabel 2.4 Besaran debit yang dianjurkan untuk alai ukur Romijn Standar
Tabel 2.4 Besaran debit yang dianjurkan untuk alai ukur Romijn Standar

Alat Ukur Crump - de Gruyter

Alat ukur Crump-de Gruyter mempunyai kehilangan energi yang lebih besar dibandingkan alat ukur Romijn. Jika tersedia kehilangan energi yang cukup, alat ukur Crump-de Gruyter mudah digunakan, perawatannya tidak sulit, dan lebih ringan dibandingkan bangunan sejenis lainnya.

Tabel debit diberikan dalam Lampiran 2, Tabel A.2.6. Untuk  harga-harga lebar standar alat ukur Crump-de Gruyter, di sini  dilampirkan beberapa grafik dalam Lampiran 2, Gambar A.2.1,  Gambar A.2.1 sampai A.2.5
Tabel debit diberikan dalam Lampiran 2, Tabel A.2.6. Untuk harga-harga lebar standar alat ukur Crump-de Gruyter, di sini dilampirkan beberapa grafik dalam Lampiran 2, Gambar A.2.1, Gambar A.2.1 sampai A.2.5

Pipa Sadap Sederhana

Alat ukur Crump-de Gruyter dapat berhasil digunakan apabila ketinggian air dalam saluran selalu berfluktuasi atau jika bukaan harus dioperasikan pada saat ketinggian air dalam saluran rendah. KRITERIA PERENCANAAN KONSTRUKSI Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 Perbedaan ketinggian energi yang besar dapat terjadi, sehingga selama tinggi muka air pada saluran primer rendah maka air masih dapat ditampung sehingga diperlukan pada ketinggian yang rendah.

BANGUNAN PENGATUR TINGGI MUKA AIR

  • Umum
  • Pintu Skot Balok
  • Pintu Sorong
  • Mercu Tetap
  • Celah control Trapesium
  • Penggunaan Bangunan Pengatur Muka Air

Seperti suar tetap, celah kendali trapesium juga digunakan untuk mengatur ketinggian air di saluran. Pintu balok sekat dan pintu geser merupakan konstruksi yang cocok untuk mengatur ketinggian air dalam saluran.

Gambar 3-5 Bentuk-bentuk mercu bangunan pengatur ambang tetap yang lazim  dipakai  3.4.1   Perencanaan hidrolis
Gambar 3-5 Bentuk-bentuk mercu bangunan pengatur ambang tetap yang lazim dipakai 3.4.1 Perencanaan hidrolis

BANGUNAN BALI DAN SADAP

Bangunan Bagi

Struktur kontrol diperlukan di tempat-tempat di mana ketinggian air saluran dipengaruhi oleh struktur yang runtuh atau saluran air limbah yang miring. Jika bangunan keran akan digabungkan dengan bangunan kendali, bangunan tersebut masih merupakan bangunan kendali yang disukai, karena dinding vertikal bangunan ini dapat dengan mudah digabungkan dengan pintu keran.

Bangunan Pengatur

KRITERIA PERENCANAAN KOMPONEN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 Pada saluran sekunder dimana kehilangan energi yang besar tidak menjadi hambatan, bangunan pengendalian dapat direncanakan tanpa menggunakan pertimbangan di atas. Untuk membatasi kehilangan energi yang tinggi dan sekaligus mencegah gesekan, disarankan untuk membatasi kecepatan di gedung kendali hingga sekitar 1,5 m/s.

Gambar 42 memberikan ilustrasi mengenai perubahan-perubahan debit  dari variasi muka air untuk pintu-pintu tipe aliran atas  dan aliran bawah
Gambar 42 memberikan ilustrasi mengenai perubahan-perubahan debit dari variasi muka air untuk pintu-pintu tipe aliran atas dan aliran bawah

Bangunan Sadap

Struktur sadap yang paling cocok adalah meteran Romijn, jika ketinggian air di hulu diatur oleh struktur kontrol dan jika kehilangan energi yang tinggi menjadi masalah. Secara umum, penggunaan beberapa jenis bangunan penyadapan tersier secara bersamaan dalam satu daerah irigasi tidak dianjurkan.

BANGUNAN PEMBAWA

Pendahuluan

Kelompok Subkritis

Untuk peralihan pada saluran terbuka dimana bilangan Froude aliran yang dipercepat tidak melebihi 0,5, kehilangan energi pada transisi masuk dan keluar adalah ΔHin atau ΔHout. Nilai faktor kehilangan energi untuk penyeberangan dengan permukaan air bebas yang umum digunakan ditunjukkan pada Gambar 5.1. Kehilangan energi pada siku dan tikungan, ΔHb, yang lebih besar dibandingkan dengan kehilangan energi akibat gesekan (lihat Persamaan 5.2), dapat dinyatakan sebagai fungsi dari tinggi kecepatan dalam pipa.

Tabel 5.1   Harga-harga  k
Tabel 5.1 Harga-harga k

Standar Peralihan Saluran

KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 Faktor kehilangan energi (lihat persamaan 5.3 dan 5.4) untuk standar transisi ini adalah. Umumnya dengan transisi jenis ini kehilangan energi head sangat kecil sehingga hampir dapat diabaikan. Namun untuk menutupi kerugian-kerugian kecil yang mungkin terjadi, seperti yang disebabkan oleh gesekan pada bangunan, turbulensi akibat bukaan dan sebagainya, maka diambil tinggi kehilangan energi minimal sebesar 0,05 m pada bangunan kanal yang memerlukan konversi. , kehilangan energi ketinggian minimum ini dapat dikurangi menjadi 0,03 m.

Gorong-gorong

KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 Untuk alasan pelaksanaan, harus dibedakan antara gorong-gorong melintang dan saluran jalan. Saluran berbentuk persegi panjang terbuat dari beton bertulang atau pasangan bata dengan pelat beton bertulang sebagai penutupnya. Untuk saluran yang lebih panjang dari 20 m atau dimana diperlukan perhitungan yang lebih akurat, tinggi kehilangan energi berikut dapat diperoleh.

Gambar 5.8 Gorong-gorong segi empat
Gambar 5.8 Gorong-gorong segi empat

Sipon

Oleh karena itu, keseimbangan antara kecepatan tinggi dan kehilangan energi yang diijinkan harus dijaga. Untuk aliran kecil, pipa ini lebih ekonomis dibandingkan jenis konstruksi atau material lainnya. Pipa yang dikubur tidak terlalu membutuhkan fasilitas seperti ini karena variasi temperaturnya lebih kecil dibandingkan pipa yang berada di udara terbuka.

Pada struktur penyelaman vertikal, luapan yang jatuh bebas akan menyentuh dasar kolam dan bergerak ke hilir sepanjang profil U (lihat Gambar 5.13). Geometri bangunan sisipan vertikal dengan rasio panjang yd/Δz dan Lp/Δz kini dapat dihitung dari Gambar 5.15. Alasannya adalah bahwa dengan struktur terjun vertikal, energinya teredam oleh tumbukan luapan dengan dasar kolam dan oleh turbulensi air di kolam di bawah sekat luapan.

Got Miring

KRITERIA PERENCANAAN DEPARTEMEN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 Ketinggian dinding sumur miring yang disarankan adalah sama dengan kedalaman maksimum ditambah tinggi pelindung (lihat tabel 5.4) atau 0,4 kali kedalaman kritis bagian sumur miring ditambah tinggi dari penjaga, yang mana yang baik, yang terbesar. Jika kecepatan dalam saluran miring lebih dari 9 m/s, jumlah air dapat bertambah karena adanya penghisapan udara oleh air. Pada saluran pembuangan yang mempunyai kemiringan yang panjang terdapat bahaya ketidakstabilan aliran yang disebut slug flow.

Tabel 5.4 Tinggi minimum untuk got miring (dari USBR, 1973)  Kapasitas (ms/dt)  Tinggi jagaan (m)
Tabel 5.4 Tinggi minimum untuk got miring (dari USBR, 1973) Kapasitas (ms/dt) Tinggi jagaan (m)

Umum

Kolam loncat air

Kolam Olak untuk Bilangan Froude antara 2,5 dan 4,5

Jika sifat-sifat ini sedemikian rupa sehingga menghasilkan y2 yang diperlukan, lompatan pada kolam akan terjadi, kecuali tindakan tambahan, seperti menurunkan dasar kolam dan menaikkan ambang batas akhir, harus dilakukan untuk memastikan disipasi energi yang memadai. KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 (1) Dam penenang USBR tipe IV, dilengkapi dengan face block besar yang membantu memperkuat pusaran. Kerugian utama dari kolam ini adalah semua benda yang mengambang dan hanyut dapat terperangkap di dalam strukturnya.

Gambar 6.3 Dimensi Kolam Olak Tipe IV (USBR, 1973)
Gambar 6.3 Dimensi Kolam Olak Tipe IV (USBR, 1973)

Kolam Olak untuk Bilangan Froude > 4,5

Kolam Vlugter

Lindungan dari Pasangan Batu Kosong

Semua dinding kosong harus dipasang pada filter untuk mencegah hilangnya bahan dasar halus. Filter terdiri dari lapisan bahan khusus seperti ditunjukkan pada Gambar 6.8, namun dapat juga dibuat dari serat atau kain sintetis. KRITERIA PERENCANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 Tempat tidur penyaring harus dirancang menurut aturan berikut.

Gambar 6.8 Contoh filter di antara pasangan batu kosong dan bahan asli (tanah dasar)
Gambar 6.8 Contoh filter di antara pasangan batu kosong dan bahan asli (tanah dasar)

Umum

Pada jarak Δx di ujung hulu dan hilir bendungan, tingkat energinya juga H0 karena diasumsikan tingkat energi di sepanjang bendungan adalah konstan. Untuk aliran subkritis dan tinggi bendungan di atas 2/3 tinggi energi dalam saluran, metode grafis ini juga dimulai dari ujung hilir bangunan bendungan. H3 = tinggi energi pada ujung bendungan (penampang II-II); Head energi diasumsikan konstan sepanjang bendungan.

Gambar 7.3 Sketsa deftnisi untuk saluran dengan pelimpah samping
Gambar 7.3 Sketsa deftnisi untuk saluran dengan pelimpah samping

Sipon pelimpah

Bentuk/konfigurasi aliran inlet juga berbeda dengan Gambar 7.10, karena tipe ini tidak menggunakan pipa pemisah siphon. Rencana aliran masuk secara rinci pada Gambar 7.11 menunjukkan metode yang digunakan untuk mencampur udara dengan air yang masuk ke ujung siphon, sehingga pengoperasian dan aliran awal menjadi lebih lancar/tenang. Hasil penelitian dengan model pada Gambar 7.13 dapat digunakan untuk merencanakan jenis pintu yang sama dengan dimensi yang berbeda.

Gambar 7.6 Sipon pelimpah  7.3.1   Penentuan dimensi
Gambar 7.6 Sipon pelimpah 7.3.1 Penentuan dimensi

Bangunan Penguras

Pintu air harus mampu menyalurkan debit saluran yang direncanakan sedemikian rupa sehingga pintu pengatur atau saluran samping di bagian hilir tidak tenggelam karenanya. Karena debit saluran yang direncanakan jarang dialirkan melalui pintu pembuangan, maka kecepatan aliran yang melalui pintu tersebut diambil sebesar 3 m/s.

Bangunan Pembuang Silang

Jika suatu saluran irigasi kecil harus melewati saluran drainase yang besar, kadang-kadang lebih ekonomis untuk mengalirkan air dari saluran ke bawah saluran dengan bantuan siphon, daripada mengalirkan air limbah ke bawah saluran irigasi dengan gorong-gorong. Jika potongan saluran terutama dibuat pada tanggul, karena potongan tersebut melintasi saluran limbah, maka gorong-gorong merupakan fasilitas yang baik untuk mengalirkan air limbah ke bawah saluran. Jika permukaan tanah pada sisi atas bak tidak cukup tinggi di atas permukaan air bak, maka harus digunakan gorong-gorong di bawah saluran, bukan gorong-gorong.

Gambar 7.14 Tipe profil gorong-gorong
Gambar 7.14 Tipe profil gorong-gorong

Umum

Jalan Inspeksi

Seluruh jalan inspeksi diklasifikasikan sebagai jalan kelas III atau lebih rendah menurut Standar Bina Marga No. Jika hal ini dirasa tidak ekonomis, maka jarak maksimum antara jalan inspeksi dengan saluran pembuangan atau saluran keluar adalah 300 m. KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 (1) Jalan dengan perkerasan kerikil (jalan tahan cuaca).

Gambar 82 sebaiknya digunakan untuk jalan-jalan kelas III, IV  dan V. Apabila harga CBR subgrade 25% atau lebih, maka tidak  diperlukan subbase
Gambar 82 sebaiknya digunakan untuk jalan-jalan kelas III, IV dan V. Apabila harga CBR subgrade 25% atau lebih, maka tidak diperlukan subbase

Untuk jembatan dengan bentang besar, diperlukan satu atau lebih tiang pancang pada saluran meriam untuk menopang bangunan atas guna mengurangi beban tumpu. Jika beban lebih besar dan daya dukung lapisan tanah di bawahnya tidak cukup kuat, maka digunakan tiang pancang. Pada saluran yang tidak berpasangan, perlindungan harus diberikan di sekeliling tiang dengan panjang paling sedikit setinggi kedalaman air di sekitar tiang (lihat Gambar 8.7}).

Gambar 8.6 Kedalaman pondasi untuk tumpuan jembcaan
Gambar 8.6 Kedalaman pondasi untuk tumpuan jembcaan

BANGUNAN-BANGUNAN PELENGKAP

  • Tanggul
  • Fasilitas Eksploitasi .1 Komunikasi .1 Komunikasi
  • Bangunan-bangunan Lain
  • Pencegahan Rembesan .1 Umum .1 Umum

KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - PK - 04 Perlu dilakukan penyelidikan pendahuluan mengenai letak tanggul, untuk menentukan. KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - PK - 04 Sedangkan jenis proteksi lainnya digunakan untuk melindungi terhadap aliran air di sungai atau saluran. KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN Standar Perencanaan Irigasi - KP - 04 Papan Nama mempunyai ukuran standarnya masing-masing; lihat Standar Pembangunan Irigasi, BI – 02.

Gambar 9.3 Potongan melalui tanggul  9.1.5   Lebar atas
Gambar 9.3 Potongan melalui tanggul 9.1.5 Lebar atas

PUSTAKA

Alat ukur Cipoletti

Alat ukur Cipoletti mempunyai bagian kendali berbentuk trapesium, alat ukurnya mendatar, dan sisi-sisinya miring ke samping dengan kemiringan 1 vertikal sampai 1/4 mendatar (lihat Gambar A.1.1).

Alat Ukur Parshall

KRITERIA PERENCANAAN KOMPONEN KONSTRUKSI Standar perencanaan irigasi - KP - 04 Dimensi dari 22 alat ukur yang diuji (dalam milimeter) ditunjukkan pada Tabel A.1.2. Untuk alat ukur kecil batas modularnya adalah 0,05, sedangkan untuk alat ukur besar (lebar lebih dari 3 m) batas modularnya meningkat menjadi 0,08. Alat ukur Parshall merupakan alat ukur yang akurat dan handal serta memiliki keunggulan sebagai berikut.

Alat Ukur Orifis dengan Tinggi Energi Tetap (CHO)

Kemudian gerbang kendali bawah disetel hingga tinggi energi yang diukur di atas gerbang pembuka sama dengan tinggi energi tetap (konstan) yang diperlukan. Perbedaan tinggi energi yang agak kecil (Δh = 0,66 m) menjadi salah satu faktor penyebab tidak akuratnya pengukuran debit oleh CHO. Karena gerbang kendali hanya berfungsi untuk mengatur perbedaan ketinggian energi pada Δh = 0,06 m, maka jenis, bentuk dan dimensinya tidak relevan.

Gambar

Gambar 2.1 Alat ukur ambang lebar dengan mulut pemasukan Yong dibulatkan
Gambar 22 Alat ukur ambang lebar dengan pemasukan bermuka dater dan peralihan  penyempitan  2.2.2   Perencanaan hidrolis
Gambar 2.3 C v . sebagai fungsi perbandingan C d A*/A 1
Gambar 2.4 memberikan ilustrasi arti simbol-simbol yang  digunakan oleh kedua tipe alat ukur ambang lebar ini
+7

Referensi

Dokumen terkait

menyebarkan informasi produksi dan pemasaran, antara lain berupa jumlah, jenis, harga, waktu ketersediaan dan permintaan, jasa pengangkutan ikan dan produk perikanan,

Jenis Kegiatan Angka Nilai 1...

Secara umum terdapat dua pekerjaan utama yang dilakukan oleh penulis, yaitu membuat website perusahaan dan membantu proses administrasi (mengetik surat,

Buku laporan kerja praktik2. Hasil akhir

dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Pedoman Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender

(5) Selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), setiap hasil perikanan yang masuk ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia untuk diekspor kembali ke Uni

LAPORAN KERJA PRAKTEK BIDANG TEKNOLOGI PRODUKSI BPPT-MEPPO “Aplikasi Pembuatan G-Code CNC Menggunakan Mastercam Dan SSCNC Untuk Pemotongan Benda Kerja Baja S45C Pada Mesin Milling