2. Penyaringan
7.4 Biaya
No Bahan Waktu Produksi
Waktu Distribusi
Waktu Set Up
Lead Time
1 Daun Sirih Cina 72 45 30 105
2 Ekstrak lidah buaya 69 45 30 105
3 Ekstak madu 62 45 30 105
4 Sweet Almond Oil 45 45 30 105
5 Gliserin 66 45 30 105
6 Niacinamide 27 45 30 105
7 Collagen sodium Hyaluronate
75 45 30 105
8 Phenoxyethanol 64 45 30 105
Total 480 45 30 555 menit
TOTAL 311.400 pcs 12.780 kg
a) Perhitungan EOQ (Besaran pesanan yang Ekonomis) Diketahui :
R = Jumlah bahan baku 1 tahun = 12.780kg S = Biaya pemesanan /kali pesan = Rp 250.000 I = Biaya penyimpanan (%) = 15% / kg
P = Harga bahan baku /kg = Rp. 14.200/kg - EOQ = 2 π₯ π π₯ ππ π₯ πΌ
= 2 π₯ 12.780 π₯ 250000 14200 π₯ 10%
= 375kg
Jumlah perhitungan ekonomis berdasarkan perhitungan dengan EOQ adalah sebesar375kg/masa produksi (1 tahun)
b) Biaya pemesanan
Biaya pemesanan adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh bahan baku yang sudah dipesan pada supplier. Untuk menentukan biaya pemesanan, perlu diketahui beberapa komponen yaitu frekwensi pemesanan dan juga jangka waktu pemesanan. Perhitungan biaya pemesanan dapat dilihat pada perhitungan berikut : - Frekwensi pemasanan = πΈπππ = 12780375 = 34 kali pemesanan
- Jangka waktu pemesanan = πΈπππ π₯ π»= 12780375 π₯ 365= 11 hari
Dalam masa produksi per tahun, dilakukan pemesanan sebanyak 34 kali, dengan jangka waktu pemesanan selama 11 hari. Biaya pemesanan adalah sebesar Rp 254.000/sekali pesan dan dengan jumlah kapasitas per sekali pesan adalah 375kg daun sirih
- Total biaya pemesanan/tahun= Rp.254.000 x 34 = Rp 8.636.000/tahun c) Biaya Penyimpanan
Biaya penyimpanan adalah biaya yang dikeluarkan untuk menyimpan bahan baku disuatu industri. Biaya penyimpanan terdiri dari biaya cadangan bahan baku
rusak, biaya mesin penyimpanan dan biaya listrik. Biaya penyimpanan dapat dilihat dari tabel berikut :
Total biaya penyimpanan/12 bulan/kg : = πππ‘ππ ππππ¦π ππππ¦πππππππ πππ‘ππ π΅πβππ π΅πππ’
= 310800012780 = Rp. 243/12bulan/kg d) Total Biaya Persediaan (Inventory Cost)
Total biaya persediaan adalah biaya pengadaan bahan baku yang harus dikeluarkan.
Total inventory cost = πΈπππ π + πΈππ2 H
= 12780375 π₯ 25000 + 12780375 π₯ 243
=852.000 + 7.130
= Rp 859.130,00/masa produksi 7.5 Karakteristik
7.5.1 Peperomina pellucida L. Extract
Peperomina pellucida L. atau lebih umum disebut dengan daun sirih cina merupakan tanaman yang tumbuh disekiran rumah atau tempat yang lembab karena tanaman ini dapat tumbuh secara liar. Tanaman ini mempunyai batang yang bulat dengan penampang 3-5mm, bercabang, daunnya yang berwarna hijau pucat memiliki banyak cairan (Fatin, 2020). Ekstrak daun sirih cina merupakan bahan baku utama dalam pembuatan masker peperomina. Ekstrak daun sirih cina berbentuk minyak yang dihasilkan dari proses maserasi dan evaporasi. Hasil ekstraksi ini memiliki suhu yang
No Jenis Biaya Jumlah Biaya (Rp)
1. Biaya cadangan bahan baku rusak 975.000
2. Biaya mesin penyimpanan 1.133.000
3. Biaya Listrik 1.000.000
TOTAL 3.108.000
tinggi sebelum masuk pada proses selanjutnya. Oleh karena itu dalam proses penyimpanannya pun perlu pada kondisi suhu ruang (Kusuma dkk, 2017).
7.5.2 Aloe Vera Extract
Ekstrak lidah buaya (Aloe vera Extract) merupakan endapan polisakarida yang diperoleh dengan cara mencapurkan jus lidah buaya dengan etanol 96% dengan perbandingan (1:4) pada suhu rendah yaitu 10 oC selama 10 jam. Daya sebar aloe vera sekitar 3 cm hingga 5 cm. Daya sebar pada ekstrak lidah buaya bertanggungjawab untuk menghantarkan produk masker pada permukaan kulit. Ekstrak lidah buaya memiliki pH sebesar 4,5-6,5 yang aman digunakan pada kulit sehingga pada penyimpanannya perlu disediakan kondisi pada pH tersebut (Santosoo dkk, 2020).
7.5.3 Honey Extract
Ekstak madu (Honey Extract) merupakan cairan yang memiliki manfaat untuk menyembuhkan luka dan jerawat, antiseptik, antiinflamasi dan dapat bertindak sebagai covering agent. Madu sebagai bahan alami dapat dipakai untuk pelembab karena mempunyai sifat humektan, emolien dan antioksidan. Madu memiliki sifat yang mudah menyerap air dari udara sekitar (higroskopis) sehingga bisa digunakan untuk sebagai humektan dan membantu mempertahankan hidrasi kulit (sinulingga dkk, 2018). Madu bersifat asam dengan pH sebesar 3,9 sehingga tidak memiliki pengaruh yang negatif pada kulit karena tidak mengganggu pH alami kulit yaitu antara 3,5 hingga 5,5 (Wulandari, 2017).
7.5.4 Sweet Almond Oil
Almond dibedakan menjadi dua jenis yaitu almond manis dan almond pahit.
Pada produk masker ini jenis almond yang digunakan adalah almond manis yang telah diekatraksi. Minyak almond diekstraksi dengan tekanan pada suhu tinggi. Munyak almond berwarna kekuninganm tidak memiliki bau dan cocok untuk peratawan dalam mengatasai beberapa masalah kulit (Maharani, 2015). Minyak almond hampir tidak larut dalam alkohol dan mudah larut dalam kloroform atau eter. Sehubungan dengan sifat kimianya, minyak ini tidak beracun, tidak mengiritasi, tidak menyumbat pori dan tidak larut dalam air (Ahmad,2010).
7.5.5 Glycerin
Gliserin adalah cairan yang memiliki tekstur kental serta tidak berbau dan tidak berwarna. Cairan ini bersifat higroskopis dan memiliki rasa yang manis (0,6 kali lebih
manis dari sukrosa).Gliserin baiknya disimpan padacountainer tertutupyang sejuk dan kering pada suhu ruang 20 oC. Selain itu penyimpanan gliserin perlu dijauhkan dari kondisi panas, lembab dan juga intensitas cahaya yang tinggi (secara langsung) (Dipahayum 2018).
7.5.6 Niacinamide
Niacinamide merupakan bahan tambahan non alami yang digunakan dalam pembuatan masker peperomina. Niacinamide berbentuk serbuk hablur yang berwarna putih dan memiliki rasa yang pahit. Niacinamide memiliki pH yang netral terhadap kertas lakmus berkisar antara 6,0 hingga 7,5. Niacinamide mudah larut dalam air, etanol dan gliserin (Eka dkk, 2015).
7.5.7 Collagen Sodium Hyaluronate
Collagen peptide (Collagen sodium Hyaluronate) bermanfaat untuk mengencangkan kulit wajah, mencerahkan wajah dan membantu mempercepat penyembuhan luka. Bahan ini berbentuk garam sodium yang dapat larut dalam air.
Bahan ini baik disimpan pada tempat yang sejuk dan kering pada suhu ruang (Safithri dkk, 2019)
7.5.8 Phonexythanol
Phenoxyethanol adalah senyawa aromatik eter alkohol yang sering digunakan sebagai zat aditif dalam kosmetik. Phenoxyethanol berbentuk minyak yang tidak memiliki warna dan memiliki aroma serupa dengan mawar. Bahan ini berperan sebagai pengawat. Phenoxyethanol akan bekerja secara optimum pada suhu 25oC. Oleh karena itu dalam penyimpanannya perlu dilakukan pada kondisi yang stabil sehingga tidak merusak kinerja dari bahan tersebut (Kiss and Mate, 2020).