Pekerjaan Meliputi
C. Cara Pelaksanaan
Cara melaksanakan baja untuk struktur 1. Syarat Pelaksanaan Umum
a. Pekerjaan harus bertaraf kelas satu, semua pekerjaan ini harus diselesaikan bebas dari puntiran, tekukan dan hubungan terbuka.
Semua bagian harus mempunyai ukuran yang tepat sehingga dalam memasang tidak akan memerlukan pengisian kecuali bila gambar detail menunjukkan hal tersebut.
b. Semua detail dan hubungan harus dibuat dengan teliti dan dipasang dengan hati-hati untuk menghasilkan tampak yang rapi sekali.
Semua perlengkapan atau barang-barang/ pekerjaan lain yang perlu demi kesempurnaan pemasangan walaupun tidak secara khusus diperlihatkan dalam gambar atau persyaratan disini, harus diadakan/disediakan,kecuali jika diperlihatkan atau dipersyaratkan lain.
c. Pemborong diharuskan mengambil ukuran-ukuran
sesungguhnya ditempat pekerjaan dan tidak hanya dari gambar-
gambar kerja untuk memasang pada tempatnya, terutama pada
bagian yang terhalang oleh benda lain.
d. Setiap bagian pekerjaan yang buruk dan tidak memenuhi ketentuan di atas, akan ditolak dan harus diganti. Pekerjaan yang selesai harus bebas dari puntiran-puntiran, bengkokan dan sambungan- sambungan yang berongga.
e. Konstruksi baja yang telah dikerjakan harus segera dilindungi terhadap pengaruh-pengaruh udara, hujan dan lain-lain dengan cara yang memenuhi syarat.
2 Sebelum bagian-bagian dari konstruksi dipasangkan disemua bagian
yang perlu sudah diberi lubang dan sudah dibersihkan dari serbuk
besi, maka bagian-bagian itu harus diperiksa dalam keadaan
dicat.
Penyambungan dan Pemasangan.
a. Pengelasan harus dilaksanakan dengan hati-hati logam yang dipakai mengelas harus bebas dari retak dan lain-lain cacat yang mengurangi kekuatan sambungan dan permukaan harus halus.
Permukaan-permukaan yang dilas harus sama dan rata serta kelihatan teratur, las- las yang menunjukkan cacat harus dipotong dan dilas kembali atas biaya kontraktor.
b. Pekerjaan las sebanyak mungkin dilakukan di dalam bengkel , untuk pekerjaan las yang dilakukan di lapangan harus sama standartnya dengan pekerjaan las yang dilakukan didalam bengkel, dan tidak diperkenankan melakukan pekerjaan las dalam keadaan basah atau hujan.
c. Untuk penyambungan las lumer permukaan yang akan dilas harus bebas dari kotoran minyak, cat dan lain-lain.
d. Cara pengelasan harus dilakukan menurut persyaratan yang berlaku atau disetujui oleh Konsultan MK/Pengawas, las yang dipakai yaitu las sudut dan las tumpul, mutu las minimum harus sama dengan mutu dari profil yang bersangkutan. Pekerjaan pengelasan yang akan tampak harus dihaluskan sehingga sama dengan permukaan sekitarnya.
e. Macam las yang dipakai adalah las lumer (las dengan busur listrik ). Tebal las minimum : 3,50 mm
Panjang las minimum : 40,00 mm Panjang las
maksimum : 40 x
tebalnya.
f. Kekuatan dari bahan las yang dipakai, paling kecil sama dengan kekuatan baja yang dipakai. Kelas E 60 atau grade SAW-1 sesuai ASTM-A233.
Konsultan MK/Pengawas berhak mengadakan test
terhadap hasil pengelasan di balai penelitian
bahan-bahan menurut standart yang berlaku di Indonesia.
g. Pemasangan ditempat pembangunan.
1) Penyedia Barang / Jasa berkewajiban untuk menjaga agar lapangan yang dipakai untuk menumpuk barang-barang yang telah diserahkan kepadanya tetap baik keadaannya dan jika perlu untuk menyokong bagian-bagian konstruksi yang harus diangkut diberi kayu penutup, sandar-sandar dan sebagainya. Bila oleh Konsultan MK/Pengawas / MK dianggap terlalu lama jangka waktu antara saat mengangkut bagian-bagian yang tertumpuk maka akan diberikan peringatan.
2) Baut-baut.
Sambungan baut harus menggunakan baut
hitam dengan kekuatan minimum sama
dengan kekuatan profil yang digunakan (ST.37). Lubang untuk sambungan baut harus dibor (tidak boleh pons) dengan toleransi tidak boleh lebih dari 1 mm terhadap diameter baut.
3) Bagian-bagian profil baja harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak terjadi puntiran- puntiran. Bila perlu digunakan ikatan-ikatan sementara untuk mencegah timbulnya tegangan yang melewati, tegangan yang diijinkan dan ikatan sementara tersebut dibiarkan terpasang sampai pemasangan seluruh konstruksi selesai.
Pengelasan diatas harus dilaksanakan pada saat konstruksi telah dalam keadaan diam.
4) Memotong dan menyelesaikan pinggiran-pinggiran bekas irisan serta merapikan potongan- potongan lainnya.
h) Bagian-bagian bekas irisan harus benar-benar datar, lurus dan bersih.
i) Bagian-bagian konstruksi yang berfungsi sebagai pengisi tidak perlu membuang bekas-bekas potongan.
3. Meluruskan, memadatkan dan melengkungkan
a. Melengkungkan dalam keadaan dingin hanya boleh dilakukan pada bagian-bagian non struktural. Untuk melengkungkan harus digunakan gilingan-gilingan lengkung. Melengkungkan pelat dalam keadaan dingin menurut suatu jari-jari tidak boleh 3 kali tebal pelat, demikian juga untuk batang- batang dibidang pelat badannya.
b. Melengkungkan batang-batang menurut jari-jari yang kecil dilakukan dalam keadaan panas.
c. Melengkungkan dalam keadaan panas harus dilakukan setelah bahannya menjadi merah tua.
d. Melengkungkan dan memukul dengan martil tidak boleh dilakukan jika bahan yang dipanaskan tidak menyinarkan cahaya.
4. Menembus, mengebor dan melengkungkan.
a. Pada keadaan akhir diameter lebar baut yang dibubut dengan tepat dan sebuah baut hitam yang tepat atau dengan selisih maksimum sebanyak 0,1 mm dari pada diameter batang baut-baut itu.
b. Semua lubang-lubang harus dibor.
c. Untuk lubang-lubang bagian konstruksi yang disambung dan harus dijadikan satu dengan alat penyambung dibor sekali gus sampai diameter sepenuhnya dan jika ternyata tidak sesuai, maka perubahan-perubahan lubang tersebut dibor atau diluaskan dan penyimpangannya tidak boleh melebihi 0,5 mm.
d. Semua lubang-lubang sebelum pemasangan harus diberam.
Memberam tidak boleh dilakukan dengan menggunakan besi-besi
penggarut.
5. Paku keling dan baut .
Baut dan paku keling yang dipergunakan untuk konstruksi harus mempunyai ukuran sesuai dengan yang tercantum dalam gambar.
6. Perlindungan pekerjaan-pekerjaan baja.
a. Kekuatan bahan baut atau paku keling minimal harus sama dengan kekuatan baja profil dan plat simpul.
b. Pemasangan paku keling atau baut atau harus benar-benar kokoh serta mempunyai kekokohan yang merata satu dengan yang lainnya.
Untuk melindungi pekerjaan tersebut dari karat, maka baja harus dimeni besi harus ditutup semua permukaan baja.
Pasal V.6 :
PEKERJAAN LANGIT-LANGIT/PLAFOND
1. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi pengadaan bahan, tenaga, peralatan serta pemasangan langit-langit dan partisi Gypsump,Gyptile, Akustik board dan Akustik tile dengan rangka metal Cross Tee main Tee serta pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan pemasangan seperti yang tertera dalam gambar dan petunjuk Perencana.
2. Pengendalian
Pekerjaan NI-5-
1961
Dalam dokumen
RKS – DED PEMBANGUNAN AKADEMI PERKERETAAPIAN INDONESIA - 2016
(Halaman 172-178)