• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen Skripsi Hukum Tata Negara (Halaman 173-200)

Iqbal Muhammad, Nasutionamin Husein, Pemikiran Politik Islam: Dari Masa Klasik Hingga Indonesia Kontemporer, Jakarta: Kencana, 2010.

Iryana, Kawasatririsky, “Teknik Pengumpulan Data Metode Kualitatif”, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (Stain) Sorong.

Ishaq, Metode Penelitian Hukum Dan Penulisan Skripsi, Tesis, Serta Disertasi, Bandung: Alfabeta, 2017.

Iswantara Dedi, Sistem Pemilihan Umum, Jakarta: Azka Press, 2008.

Jurdi Fajlurrahman, Hukum Tata Negara Indonesia, Jakarta: Prenamedia Group, 2019.

Jurdi Fajlurrahman, Pengantar Hukum Pemilihan Umum, Jakarta: Kencana Prenamedia Group, 2018.

Kurniawan Basuki, Logika Dan Penalaran Hukum, Jember: Licensi, 2021.

Mahfud.Moh, Politik Hukum Di Indonesia, Jakarta: Rajawali Press, 202.

Muhammad Abdulkadir, Hukum Dan Penelitian Hukum, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2004.

Murdiyanto Eko, Metode Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Yogyakarta Press, 2020.

Ngurah I Gusti, Dkk, Metode Penelitian Dan Penulisan Hukum, Denpasar, Universitas Udayana, 2016.

Nugrahani Farida, Metode Penelitian Kualtatif, Solo: Cakra Book, 2014

Penyusun Tim, Pedoman Karya Tulis Ilmiah, Jember: Iain Jember, 2019. Putra Fadillah, “Partai Politik Dan Kebijakan Publik”, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.

Putra Rizki Febrivinanda, “Sistem Pemilihan Presiden Di Indonesia”, Universitas Ekasaktia.

Rahmadi, Pengantar Metodologi Penelitian, Banjarmasin: Antasari Press, 2011.

Rohaniah Yoyoh, Efriza, Pengantar Ilmu Politik, Malang: Instrans Publishing, 2015.

Satori Djam’an, Komariahaan, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung:

Alfabeta, 2013

Soedarsono, “Mahkamah Konstitusi Sebagai Pengawal Demokrasi: Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilihan Umum 2004 Oleh Mahkamah

Konstitusi”, Jakarta: Sekretariat Jenderal Dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi, 2006.

Soehino, Hukum Tata Negara Perkembangan Peraturan Dan Pelaksanaan Pemilihan Umum Di Indonesi, Yogyakarta: Yogyakarta Bpfe, 2010.

Soekanto Soerjono, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: Ui Press, 1986.

Subakti Ramlan, Memahami Ilmu Politik, Jakarta: Gramedia, 1999.

Suryana Asep, Tahap-Tahap Penelitian Kualitatif, Universitas Pendidikan Indonesia, 2007.

Suswantoro Gunawan, Pengawasan Pemilihan Umum Partisipatif: Gerakan Masyarakat Sipil Untuk Demokrasi Indonesia”, Jakarta: Erlangga, 2015.

Syani Abdul, Sosiologi Kelompok Dan Masalah Sosial, Jakarta: Fajar Agung, 1987.

Wahid Abdurrahman, Mengapa Kami Memilih Golongan Putih, Jakarta: Sangon, 2009.

Waluyo Bambang, Penelitian Hukum Dalam Praktik, Jakarta: Sinar Grafika, 2002.

Wudharta, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2005.

Rohaniah Yoyoh, Efriza, Pengantar Ilmu Politik,Malang: Intrans Publishing, 2015.

Peraturan Perundang-Undang

Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggara

Pemilihan Umum. Berita Negara Tahun 2018 Nomor 193;

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia;

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Penyelenggara Pemilihan

Umum. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5246;

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negaran Republik Indonesia Nomor 3886;

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109.

Jurnal

Ariyanti Dyah, dkk, “Mewujudkan Lingkungan Demokratis Melalui Edukasi Pemilihan Umum dengan Asas Luberjurdil “, Jurnal Ikraith-Abdimas, No 3, Vol 4, November 2021

Astuti Linda, “Analisis Bentuk Golongan Putih Dalam PemilihanUmum Di Kelurahan Betungan Kota Bengkulu”, Jurnal Professional FIS UNIVED Vol.7, No.2 Desember 2020

Aulia Reza, Muchid, “Efektifitas Sosialisasi KPU Dalam Pemilihan Umumkada”, Jurnal Demokrasi & Otonomi Daerah, Volume 10, Nomor 2, Desember 2012

Bisariyadi, dkk, “Komparasi Mekanisme Penyelesaian Sengketa Pemilihan Umum Di Beberapa Negara Penganut Paham Demokrasi Konstitusional”, Jurnal

Konstitusi, Volume 9, Nomor 3, September 2012.

Evelina Lidya Wati, Mia Angeline, “Upaya Mengatasi Golongan Putih Pada Pemilihan Umum 2014”, Humaniora, Vol.6, No.1, Januari 2015.

Fatayati Sun, “Relevansi Asas-Asas Pemilihan Umum Sebagai Upaya

Menciptakan Pemilihan Umum Yang Demokratis Dan Berintegritas”, Tribakti:

Pemikiran Keislaman, Volume 28, Nomor 1, Januari-Juni 2017

Firdaus Syah, “Paradigma Rational Choice Dalam Menelaah Fenomena Golongan Putih Dan Perilaku Pemilih Di Indonesia”, Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan, Volume 1, Nomor 2, Januari, 2013

Hasanah Hasyim, “Teknik-Teknik Observasi”, Jurnal at-Taqaddum, Volume 8, Nomor 1, Juli 2016

Huda Sokhi, “Pragmatisme William James”, Institut Agama Islam Negeri Sunan

Ampel Surabaya, 7, diakses di

https://core.ac.uk/download/pdf/146821243.pdf, pada 9 Januari 2023 Jantera Siti Marhamah, Alaydrus Anwar, TaufikMohammad, “Program Partisipasi

Masyarakat Komisi Pemilihan Kabupaten Paser Dalam Upaya Pengurangan Angka Golongan Putih Pada Pemilihan Gubernur Dan Wakil

Gubernur Kalimantan Timur Tahun 2018”, e Journal Pemerintahan Integratif, Vol. 8, No. 4, 2019

Lidya Wati Evelina, Mia Angeline, “Upaya Mengatasi Golongan Putih Pada Pemilihan Umum 2014”, Humaniora, Vol.6, No.1, Januari 2015

Masitoh Dewi dkk, “Fenomena Golongan Putih Pada Pilkada Pati 2011”, Jurnal Ilmu Pemerintahan, 2013.

Nanda Hambali, JokoTri, “Peran Sosialisasi Politik Dalam Perolehan Suara Partai”, Jurnal Demokrasi & Otonomi Daerah, Volume 10, Nomor 2, Desember 2012

Ubaydi Ahmad Hasbillah, “Fatwa Haram Golongan Putih Dalam Prespektif Sosiologi Hukum Islam”, Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, Volume 6, Nomor 1, Juni 2015

Pahlevi Indra, “Dinamika Sistem Pemilihan Umum Masa Transisi Di Indonesia”, Politicia, Volume 5, Nomor 2, November, 2014

Pratidina LestariKetut Andita, “Semakin Meningkatnya Presentase Golongan Putih Khususnya Dikala Pandemi, Hak Golongan Putih Bagi Rakyat Menurut Perspektif Hukum Dan Ham”, Ganesha Civic Education Journal,

Volume 3 Issue 2 October 2021

Purnandi Hadi dkk, “Fenomena Golongan Putih Dalam Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Pontianak Tahun 2008 Di Kecamatan Pontianak Selatan”, Jurnal

Tesis PMIS-UNTAN-PSIP-2013

Rahmat Saeful Pupu, “Penelitian Kualitatif”, Equilibrium, Volume 5, Nomor 9, Januari-Juni 2009

Pembaruan Demokrasi Indonesia”, Jurnal Konstitusi, Volume 17, Nomor 2, Juni 2020

Sahbana, “Partisipaasi Masyarakat Dalam Pelaksaan Pemilihan umum”, Jurnal Warta, Januari 2017

Santoso Rudi, 254-257, “Peran Komisi Pemilihan Umum Dan Partai Politik Dalam Mewujudkan Demokrasi Beintegritas”, Nizham, Volume 7, Nomor 2, Juli-Desember 2019

Soebagio, “Implikasi Golongan Putih Dalam Prespektif Pembangunan Perkembangan Demokrasi Di Indonesia”, Makara, Sosial Humaniora, Volume 12, Nomor 2, Desember, 2020

Subiyanto Achmad Edi, “Pemilihan umum Serentak Yang Berintegritas Sebagai

Sukimin, “Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, Jurnal USM Law Review, Volume 3 Nomor 1, 2020

Takalar Dalam Penyelengaraan Sistem Pemilihan umum”, (Mahasiswa dan Dosen Jurusan PPKn FIS Universitas Negeri Makassar)

Yuliana, Lukman Ilham “Peran Komisi Pemilihan umum (KPU)”

Skripsi

Armelia, Ita. “Implementasi Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kurang Mampu Melalui Program Keluarga Harapan Di Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember Berdasarkan Fiqh Siyasah Dusturiyah”, (Skripsi Universitas Islam Negeri (UIN)

KHAS Jember, 2022), diakses di

http://digilib.uinkhas.ac.id/15275/1/ITA%20ARMELIA%20watermark

%20ok.pdf

Hardyanti, Sri. “Tugas Dan Wewenang Komisi Pemilihan umum (KPU) Dalam Pemilihan Presiden Dan Wakil Presidem Di Kabupaten Pangkep”, (Skripsi, Unversitas Muhammadiyah Makassar, 2021),15, diakses di https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/13987-Full_Text.pdf

Jais, Muhamat. “Pelaksanaan Tugas Dan Kewenangan Komisi Pemilihan Umum Kota Jambi Dalam Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018 Dilihat Dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016”, (Skripsi Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, 2019) diakses di http://repository.uinjambi.ac.id/5142/1/SPI.141848%20_%20MUHAM AT %20JAIS%20_%20hukum%20tata%20negara.pdf

Muhammad Room Chaidir, “Peran Komisi Pemilihan umum Dalam Rangka Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat (Studi Pada Komisi Pemilihan umum Kabupaten Pasuruan)”, (Skripsi Universitas

Brawijaya Malang, 2018), diakses di

http://repository.ub.ac.id/id/eprint/10624/5/BAGIAN%20DEPAN.pdf Nurmala Neli, “Strategi Sosialisasi Komisi Pemilihan umum Kabupaten Malang

Menekan Angka Golongan Putih Dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Studi Kasus Pemilihan Gubernur Tahun 2013 & 2018)”, (Skripsi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, 2019), diakses di http://etheses.uin- malang.ac.id/31002/1/15230004.pdf

Rabbani Muhammad, “Fenomena Golongan Putih Di Kota Makassar Pada Pemilihan Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Selatan 2013” (Skripsi Universitas Hasanuddin Makassar,2013), diakses di http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/9562/

Siti Laelatul Badriyah, “Dampak Golongan Putih (Golongan Putih) Dalam Pemilihan Presiden 2014 Di Wilayah Provinsi Sumatera Utara Dan Solusinya Menurut Pandangan Dosen Fakultas Syariah Dan Hukum UIN Sumatera Utara”, (Skripsi Universitas Islam Negeri (UIN)

Sumatera Utara, 2017), diakses di

http://repository.uinsu.ac.id/3419/1/PDF.pdf

Sinta Dewi Nur, “Strategi Komisi Pemilihan Umum Dalam Menekan Angka Golongan Putih Pada Pilkada Jember 2020 Perspektif Fiqh Siyasah Dusturiyah”, (Skripsi Institut Agama Islam Negeri Jember, 2021), diakases di

http://digilib.uinkhas.ac.id/5643/1/Dewi%20Nur%20Sinta%20Sugiana_

S2 0173082.pdf

Website

Alamat KPU Kabupaten Sidoarjo, pada 07 November 2022, diakses di https://idalamat.com/alamat/31574/komisi-pemilihan-umum-

kpukabupaten-sidoarjo.

Arti Idealis: Pengertian Secara Umum Hingga Menurut Ahli, Beserta Sejarah dan Ciri-Cirinya, pada 9 Januari 2023, diakses di https://plus.kapanlagi.com/arti-idealis-pengertian-secaraumum-dan- menurut-ahli-beserta-sejarah-ciri-cirinya-c12130.html.

Asas Pemilihan Umum di Indonesia, pada tanggal 17 Oktober 2022, diakses di https://kesbangpol.tangerangkota.go.id/berita/asas-Pemilihan Umum- diindonesia.

Bagaimana Golongan Putih Muncul Pertama Kali dalam Sejarah Indonesia?, Diakses di https://tirto.id/bagaimana-Golongan Putih-muncul- pertamakali-dalam-sejarah-indonesia-cS9E , Pada 17 Oktober 2022 BPS, Hasil Sensus Penduduk 2020 Kabupaten Sidoarjo., diakses di https://sidoarjokab.bps.go.id/pressrelease/2021/01/27/23/brs-hasil- sensuspenduduk-2020-kab--sidoarjo.html, pada 5 Januari 2023.

Demokrasi, diakses pada 15 September 2022,

https://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi.

Ekonomi dan Bisnis Kabupaten Sidoarjo, pada 5 Januari 2023, diakes di https://sidoarjokab.go.id/ekonomi-bisnis.

Golongan Putih, Pada 17 Oktober 2022, diakses di https://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_putih.

Golongan Putih di Sidoarjo Capai 44%, pada 15 November 2022. diakses di https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/9746/Golongan Putih-disidoarjo-capai-44.

Golongan Putih di Sidoarjo Capai 44%, diakses di https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/9746/Golongan Putih- disidoarjo-capai-44, pada 15 November 2022.

Golongan Putih di Sidoarjo Mencapai Sekitar 25 Persen, pada 15 November 2022.

diakses di, https://www.liputan6.com/news/read/81929/Golongan Putih-di-sidoarjomencapai-sekitar-25-persen.

Kabupaten Sidoarjo, diakses di https://sidoarjokab.go.id/kabupaten-sidoarjo, pada 5 Januari 2023.

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Pada tanggal 17 Oktober 2022, https://kbbi.web.id/adil.

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) diakses pada 29 September 2022 , https://kbbi.lektur.id/pemilihan-umum.

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) diakses pada 01 Oktober 2022 https://kbbi.lektur.id/pilpres,

KBBI(Kamus Besar Bahasa Indonesia), Diakses pada 3 Oktober 2022, https://kbbi.kata.web.id/komisipemilihan-umum/.

KBBI Tiplogi, pada 9 Januari 2023, diakses di https://kbbi.web.id/tipologi.

KKBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) di akses pada 29 September 2022, https://kbbi.lektur.id/GolonganPutih#:~:text=Menurut%20Kamus%20B

esar%20Bahasa%20Indonesia,kat a%20Golongan

Putih%20adalah%20golongan%20putih.

KPU Kabupaten Sidoarjo, pada 06 Januari 2023, diakses di https://kabsidoarjo.kpu.go.id/page/read/45/kpu-sidoarjo.

Mayoritas Warga Sidoarjo Diperkiran Golongan Putih, pada 17 November 2022, https://republika.co.id/berita/127777/breakingnews/nusantara/10/07/26/

126577-mayoritas-warga-sidoarjo-diperkirakanGolongan Putih.

Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan Umum, diakses pada 15 September 2022, https://sentolo.kulonprogokab.go.id/detil/129/partisipasi- masyarakatdalam-Pemilihan Umum ,

Pengertian Metodologi Penelitian, pada 07 November 2022, diakses di https://raharja.ac.id/2020/10/25/metodologi-penelitian/.

Peran Partai Politik Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum Yang Aspiratif Dan Demokratis, diakses pada 15 September 2022,

https://ditjenpp.kemenkumham.go.id/index.php?option=com_content&

vie w=article&id=507:peran-partai-politik-dalam-penyelenggaraan- Pemilihan Umum-yang-aspiratif-dan-demokratis&catid=100:hukum- tatanegaraperundang-undangan&Itemid=180.

Sekretariat KPU Kabupaten Sidoarjo, pada 7 Januari 2023, diakses di https://kpud.sidoarjokab.go.id/Page1328.htm.

Selayang Pandang Kabupaten Sidoarjo, pada 6 Januari 2023, diakses di https://jatim.bpk.go.id/kabupaten-sidoarjo/.

Selayang Pandang Kabupaten Sidoarjo, Oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo, pada 5 Januari 2023, diakses di https://www.sidoarjokab.go.id/uploads/2018/07/selayangpandang2018r evisi.pdf.

Surajio, “Prinsip-Prinsip Kenegaraan Menurut Pandangan Montesquieu, I Kant,

Dan Hegel”, 26, pada 9 Januari, diakses di

https://jurnal.ugm.ac.id/wisdom/article/download/31524/19085.

Yoga Via , “PAN Haeus Lebih Merakyat Dan Menjaungkau Anak Muda”, pada 9

Januari 2023, diakses di

https://www.dpr.go.id/doksetjen/dokumen/minangwan-seminar- Indonesia-diMata-Anak-Muda-1435205376.pdf.

Lampiran 2: Surat Izin Penelitian KPU Kabupaten Sidoarjo

Lampiran 3: Surat Izin Penelitian Bawaslu Kabupaten Sidoarjo

Lampiran 4: Surat Izin Penelitian DPD PAN Kabupaten Sidoarjo

Lampiran 5: Jurnal Kegiatan Penelitian

Jurnal Kegiatan Penelitian oleh Kharis Matul Aziziah

No. Tanggal Jenis Kegiatan Nama Informan

1. 5 Desember 2022 Melakukan permohonan izin penelitian ke KPU

Kabupaten Sidoarjo

Bapak Bambang Pujianto, S.A.P

2. 15 Desember 2022 Melakukan permohonan izin penelitian ke Bawaslu Kabupaten Sidoarjo

Bapak Erwin Pramundito, Sos.I.

3. 18 Desember 2022 Observasi ke KPU Kabupaten Sidoarjo dan wawancara terkait tipologi masyarakat pemilih di Kabupaten Sidoarjo

Bapak Mukhammad Iskak, S.E. dan Bapak Fauzan Adim, S.Sos.

4. 18 Desember 2022 Melakukan wawancara ke Bawaslu Kabupaten

Sidoarjo terkait penyebab Golput dalam Pemilu Presiden dan Wakil

Presiden Tahun 2019 dan peran Bawaslu dalam mengurangi angka Golput di Kabupaten Sidoarjo

Bapak Jamil S.H, M.H

5. 26 Desember 2022 Melakukan wawancara ke KPU Kabupaten Sidoarjo terkait penyebab Golput dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 dan Peran KPU dalam

Bapak Mukhammad Iskak, S.E.

mengurangi angka Golput di Kabupaten Sidoarjo

6. 3 Januari 2023 Melakukan wawancara ke KPU Kabupaten Sidoarjo terkait Peran KPU dalam mengurangi angka Golput di Kabupaten Sidoarjo

Bapak Mukhammad Iskak dan Bapak Fauzan Adim, S.Sos

7. 23 Januari 2023 Melakukan izin Penelitian ke DPD PAN (Partai

Amanat Nasional)

Kabupaten Sidoarjo sekaliguas wawancara penyebab Golput dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 ditinjau dari Partai Poltik

Bapak Yoyok Priyo Utomo

8. 26 Januari 2023 Melakukan wawancara dengan masyarakat

Kabupaten Sidoarjo terkiat alasan melakukan Golput pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019

Ibu inisial RH, Bapak inisial BD, Teman

inisial LIN

9. 28 Januari 2023 Melakukan wawancara dengan masyarakat

Kabupaten Sidoarjo terkiat alasan melakukan Golput pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019

Ibu inisial P, Teman inisial SM, Teman

inisial HK

NB: Untuk nama yang menggunkan inisial dikarenakan informan tidak mau menyebutkan identitasnya.

Lampiran 6: Foto Dokumentasi Penelitian

Gambar 1: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo

Gambar 2: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo

Gambar 3: DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sidoarjo

Gambar 4: Observasi KPU Kabupaten Sidoarjo bersama Bapak Mukhammad

Iskak, S.E., selaku Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo

Gambar 5: Wawancara Bersama Bapak Mukhammad Iskak, S.E., selaku Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo

Gambar 6: Wawancara Bersama Bapak Mukhammad Kabupaten Sidoarjo Gambar 7: Wawancara Bersama Bapak Iskak S.E., selaku Ketua KPU Kabupaten

Sidoarjo dan Bapak Fauzan Adim, S.Sos, selaku Divisi Sosdiklih, SDM, Parmas

Gambar 8: Wawancara Bersama Bapak Jamil, S.H. M.H. Selaku Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Sidoarjo

Gambar 9: Wawancara Bersama Bapak Yoyok Priyo Utomo selaku Wakil DPD PAN Kabupaten Sidoarjo

Gambar 10: Tata Cara Pemungutan Suara Kabupaten Sidoarjo Sumber: KPU Kabupaten Sidoarjo

Gambar 11: Presentase Tingkat Golput di Kabupaten Sidoarjo

Sumber: KPU Kabupaten Sidoarjo

Gambar 12: KPU Kabupaten SIdoarjo Gelar Lomba Pa trol Guna Meningkatkan Partisipasi Masyarakat

Sumber: https://kab-sidoarjo.kpu.go.id/berita/baca/1040/tingkatkan-partisipasi- pemilihpemula-kpu-kabupaten-sidoarjo-gelar-lomba-patrol

Gambar 13: KPU Kabupaten Sidoarjo Melaksanakan Rapat Pleno Rutin Sumber:https://kab-sidoarjo.kpu.go.id/berita/baca/1526/kpu-kabupaten- sidoarjolaksanakan-rapat-pleno-rutin

Gambar 14: Presentase Partisipasi Masyarakat Kabupaten Sidoarjo Yang Menggunakan Hak Pilihnya.

Gambar 15: Presentase Golput Pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 di Kabupaten Sidoarjo

Gambar 16: Presentase Golput di Kabupaten Jember

Lampiran 7: Transkip Wawancara

“Penyebab Terjadinya Golongan Putih pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 di Kabupaten Sidoarjo”

Nama : Mukhammad Iskak, S.E.

Jabatan : Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo Tanggal Wawancara : 26 Desember 2022

Diwawancarai oleh : Kharis Matul Aziziah 1. Kharis Matul Aziziah :

Apa yang menyebabkan terjadinya golongan putih di Kabupaten Sidoarjo?

2. Mukhammad Iskak, S.E :

Pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 kemarin, Kabupaten Sidooarjo ini termasuk salah satu Kabupaten yang tingkat partisipasi masyarakatnya tinggi, yaitu diangka 81,88% hampir 82%. Hal ini mengalami kenaikan yang signifikan jika dibanding dengan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2014. Meskipun partisipasinya tinggi, tidak mungkin mencapai 100%, di masyarakat Kabupaten Sidoarjo juga terdapat beberapa kendala. Di Kabupaten Sidoarjo, terdapat lima kecamatan yang tingkat partisipasi masyarakat yaitu antara lain Kecamatan Gedangan, Kecamatan Buduran, Kecamatan Sedati, Kecamatan Sidoarjo, dan Kecamatan Waru. Pada lima kecamatan ini, secara kultur hampir sama dimana hampir 30%

mungkin bisa lebih penduduk di lima kecamatan tersebut tinggalnya diperumahan. Setelah saya dan teman-teman lainnya melakukan diskusi dan penelitian di internal menemuk an fakta bahwasanya pada wilayah perumahan, termasuk juga perumahan elit memang tingat partispasi masyarakatnya rendah, tidak hanya tingkat partisipasinya rendah, bahkan kita mencari petugas di wilayah perumahan juga sulit pada saat akan melakukan sosialisasi sehingga berdampak pada kurangnya pengetahuan tentang Pemilihan Umum pada masyarakat yang tinggal diperumahan tepatnya di lima kecamatan tersebut. Kabupaten Sidoarjo ini kan dekat sekali dengan Kabupaten Pasuruan yang tergolong memiliki industri atau pabrik-pabrik yang lumayan banyak dan Kabupaten

Sidoarjo ini dekat sekali dengan Kota Surabaya, maka tidak jarang ditemui warga Kabupaten Sidoarjo yang bekerja diluar Kabupaten Sidoarjo.

Sehingga tingkat kepedulian terhadap masyarakat, dengan sekitarnya agak rendah maka pada saat Pemilihan Umum yang harusnya mereka mencoblos di tempat asalnya sesuai KTP yaitu di Kabupaten Sidoarjo, mereka malah ada di luar Kabupaten Sidoarjo, hal ini mengakibatkan mereka tidak mempunyai hak pilih diluar Kabupaten Sidoarjo dan akhirnya memilih untuk tidak mencoblos.

Selain beberapa yang sudah saya sebutkan tadi, ini masih seputar perumahan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Perumahan terutama yang elit itu aksesnya sangat sulit kita jangkau, KPU Kabupaten Sidoarjo secara jujur menyampaikan bahwa ketika kami melakukan sosialisasi itu agak kesulitan untuk masuk ke wilayah perumahan elit karena akses perumahan elit sangat tertutup dan mengakibatkan kami kesulitan dalam menyampaikan sosialisasi dan informasi. Namun, kedepannya, KPU Kabupaten Sidoarjo akan berkomitmen akan diusakan masuk ke kantong- kantong perumahan dengan harapan agar warga perumahan Kabupaten Sidoarjo banyak yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum. Saya juga mendapat laporan dan dengar dari warga sekitar, katanya tidak mendapat surat undangan buat mencoblos yang akan dibawa ke TPS itu dan masih juga ada anak-anak yang sudah berusia 17 tahun namun tidak membuat KTP, jadi kan otomatis tidak terdaftar di DPT. Ditambah dengan tipe masyarakat Kabupaten Sidoarjo ini yang cenderung ke pragmatisme dimana mereka mencoblos kalau mendapat komisi biasanya berupa uang dan kurang memperhatikan visi misi dari pasangan calon kandidat. Namun juga ada masyarakat yang tipenya idealisme jadi meraka mencoblos ya dengan pilihannya sendirinya dan mempertimbangkan visi misi yang sudah disampaikan oleh pasangan calon kandidat. Maka dengan melihat beberapa aspek dan kendala tersebut yang bisa menyebabkan masyarakat Kabupaten Sidoarjo Golongan Putih, KPU Kabupaten Sidoarjo lebih berusaha dan diperketat

lagi terkait sosialisisasinya menjelang Pemilihan Umum dimasa mendatang pada tahun 2024.

Transkip Wawancara

Nama : Jamil, M.H.

Jabatan : Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo Tanggal Wawancara : 18 Desember 2022

Diwawancarai oleh : Kharis Matul Aziziah 1. Kharis Matul Aziziah:

Apa yang menyebabkan terjadinya golongan putih di Kabupaten Sidoarjo?

2. Jamil, M.H.:

Waktu penyelenggaran Pemilihan Umum kan dibuat hari libur, nah itu masyarakat Kabupaten Sidooarjo ini mbak rata-rata ya dibuat rekreasi entah sama keluarga, saudara, atau teman-temannya. Hal ini sudah biasa terjadi pada saat Pemilihan Umum, baik itu Pilpres, Pilgub, Pilkada, bahkan Pilkades. Ada juga yang pabrik-pabrik rumahan itu tidak libur jadi karyawannya tetap bekerja dan bisa jadi karyawan tersebut lebih memilih untuk bekerja karena nantinya kan akan mendapatkan uang, apalagi kalau Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, masyarakat tidak dapat uang pesangon atau imbalan saat mau mencoblos, ya kebanyakan orang jadi males mau mencoblos. Banyak dijumpai orang yang tidak mau mencoblos itu gara-gara tidak dapat uang, mungkin sudah tradisi, walaupun sudah tau bahwa Golongan Putih itu tidak boleh, namun disisi lain manusia kan juga punya hak yang biasanya disebut dengan HAM, dimana mereka bebas melakukan sesuatu asal tidak bertentangan dan tidak mendapat paksaan dari pihak manapun. Meskipun mereka Golongan Putih, sejauh ini kan tidak pernah ada sanksi atau hukumannya mbak, jadi ya meraka dengan mudah untuk melakukan Golongan Putih. Kalau pasangan kandidatnya misalnya cuma dua, nah ini biasanya orang itu ada ketidaksukaan atau ketidakcocokan dan tidak ada pilihan lain selain dua pasangan kandidat tadi, jadi ya sudah Golongan Putih saja. Namun kami selaku Bawaslu dan KPU Kabupaten Sidoarjo ya selalu mengusahakan melakukan sosialisasi semaksimal mungkin ketika menjelang Pemilihan

Umum dengan harapan bisa berjalan dengan lancar dan meminimalisir angka Golongan Putih di Kabupaten Sidoarjo.

Transkip Wawancara

Nama : Yoyok Priyo Utomo

Jabatan : Wakil Ketua DPD Kabupaten Sidoarjo Tanggal Wawancara : 18 Desember 2022

Diwawancarai oleh : Kharis Matul Aziziah 1. Kharis Matul Aziziah:

Apa yang menyebabkan terjadinya golongan putih di Kabupaten Sidoarjo?

2. Yoyok Priyo Utomo:

Kebanyakan masyarakat Kabupaten Sidoarjo ini tidak mau rugi, dalam artian ada imbalannya ketika mencoblos, hal ini bisa dikatakan masyarakat yang pragmatis/ memilih karena instan atau ada imbalannya misalnya uang dan bisa berupa sembako karena dua hal tersebut dinilai sangat penting dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Masyarakat kadang juga tidak peduli dari partai politik mana saja yang penting ada uangnya ya mencoblos. Terkadang juga ada yang tidak cocok sama partai politik yang mengusung pasangan calon tersebut. Meskipun pada saat Pemilihan Umum berlangsung, kan rata-rata orang yang bekerja diliburkan, namun masyarakat itu lebih memilih untuk jalan-jalan atau memanfaatkan hari liburnya dengan rekreasi bersaman keluarga. Apalagi selama ini kan kalau melakukan Golongan Putih juga tidak ada sanksi, jadi kadang-kadang orang itu mengengentengkan karena tidak ada sanksi atau hukumannya. Kalau ada orang yang meninggal dunia masih ditemukan ada yang tetap masih masuk dala DPT, hal ini bisa berpengaruh pada presentase Golongan Putih, dalam artian orangnya sudah meninggal namun masih terdaftar dalam DPT, dan jelas tidak mencoblos karena sudah meninggal dan dinyatakan Golongan Putih, maka bisa menambah jumlah presentase Golongan Putih di Kabupaten Sidoarjo. Padahal pihak desa sudah mencatat dan melaporkan ke KPU bahwasanya orang ini sudah meninggal, mungkin bisa jadi disebabkan karena banyaknya penduduk Kabupaten Sidoarjo mengakibatkan keterlisutan dalam memasukkan data

Dalam dokumen Skripsi Hukum Tata Negara (Halaman 173-200)