• Tidak ada hasil yang ditemukan

Subyek Penelitian

Dalam dokumen Skripsi Hukum Tata Negara (Halaman 88-94)

METODE PENELITIAN

C. Subyek Penelitian

Menurut pendapat Tatang M. Amirin dalam bukunya Rahmadi yang berjudul Pengantar Metodologi Penelitian, yang dimaksud dengan subyek penelitian merupakan sumber tempat mendapatkan informasi atau keterangan penelitian. Dalam penelitian kualitatif, subyek penelitian yaitu “orang dalam”

pada latar penelitian yang menjadi sumber informasi.

Subyek penelitian bisa dimaknai dengan orang yang bisa memberikan informasi tentang kondisi tempat penelitian. Pada pendekatan kualitatif, menggunakan beberapa kriteria antara lain yaitu: a. mereka sudah cukup lama dan bergabung dalam kegiatan atau bidang yang menjadi kajian penelitian, b.

mereka terlibat penuh dalam bidang atau kegiata tersebut, c. mereka memiliki waktu yang cukup guna dimintai informasi atau keterangan.119

Subyek penelitian pada penelitian ini yaitu Pimpinan KPU Kabupaten Sidoarjo, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilihan Umum Bawaslu Sidoarjo dan Wakil DPD PAN Kabupaten Sidoarjo terkait dengan informasi yang dibutuhkan pada saat penelitian. Adapun bahan hukum pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bahan Hukum Primer

Bahan hukum primer merupakan bahan hukum yang paling penting, dimana memiliki sifat autoriatif yang artinya bahan hukum yang memiliki otoritas. Bahan hukum primer mencakup tentang perundang-undangan dan

119 Rahmadi, Pengantar Metodologi Penelitian”, (Banjarmasin: Antasari Press, 2011), 61- 62.

dokumen resmi yang berkaitan dengan hukum. Berikut ini bahan hukum primer yang digunakan peneliti

antara lain:

- Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia;

- Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109;

- Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Penyelenggara Pemilihan Umum. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5246;

- Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.

Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negaran Republik Indonesia Nomor 3886;

- Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggara Pemilihan Umum. Berita Negara Tahun 2018 Nomor 193.

2. Data Primer:

Berikut ini beberapa informan dalam penelitian skripsi ini. Ada beberapa masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang tidak mau disebutkan nama aslinya pada saat di wawancarai tentang alasan penyebab melakukan Golput pada Pemiliu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019.

Tabel 3.1

Daftar Informan Penelitian Skripsi

No. Nama Informan Jabatan

1. Mukhammad Iskak, S.E. Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo 2. Fauzan Adim, S.Sos. Divisi Sosdiklih, SDM, Parmas

KPU Kabupaten Sidoarjo

3. Jamil, S.H, M.H. Koordinator Divisi Penyelesaiann Sengketa Bawalsu Kabupaten Sidoarjo

4. Yoyok Priyo Utomo Wakil Ketua DPD PAN Kabupaten Sidoarjo

5. Ibu inisial RH Masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang melakukan Golput

6. Bapak inisial BD Masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang melakukan Golput

7. Teman inisial LIN Masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang melakukan Golput

8. Ibu inisial P Masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang melakukan Golput

9. Teman inisial SM Masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang melakukan Golput

10. Teman inisial HK Masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang melakukan Golput

3. Bahan Hukum Sekunder

Bahan hukum sekunder merupakan bahan hukum yang memberikan penjelasan terkait dari hukum primer, misalnya memuat buku, jurnal/

artikel, internet, dan sebaginya yang sinkron dengan permasalahan yang akan dibahas.120

Berikut ini bahan hukum sekunder yang digunakan peneliti antara lain:

- Al-Qur’an

120 I Ketut Suardita, Pengenalan Bahan Hukum, Fakultas Hukum Universitas Udayana,

2017, pada 5 Desember 2022, di

https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/7847bff4505f0416fe0c446c60f7e8ac.pdf,

- Buku

- Skripsi, Tesis, Disertasi - Jurnal

- Website/ Internet D. Teknik Pengumpulan Data

Pada penelitian kualitatif ada tiga cara teknik dalam pengumpulan data yakni observasi non partisipan,wawancara, dan dokumentasi.121

Berikut ini penjelasannya:

1. Observasi Nonpartisipan

Observasi merupakan tindakan mengamati dengan penuh perhatian dan pencatatan terhadap suatu fakta yang diperlukan oleh peneliti.122Observasi atau bisa disebut dengan pengamatan merupakan suatu teknik cara pengumpulan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Metode observasi ini dibedakan menjadi dua yakni observasi partisipatif dan observasi non partisipatif. Penelitian ini menggunakan cara observasi non partisipatif dimana peneliti atau pengamat tidak ikut dalam kegiatan, namun hanya berperan mengamati kegiatan.123

Observasi untuk tujuan empiris salah satunya yaitu deskripsi. Menurut pendapat Rahmat dalam jurnalnya Hasyim Hasanah dengan judul

“Teknik-Teknik Observasi” fungsi observasi salah satunya yaitu deskripsi.

Dimana deskripsi ini merupakan observasi yang digunakan untuk

121 Tim Penyusun, Pedoman Karya Tulis Imiah, (Jember: UIN KHAS Jember, 2021), 47.

122 Rifa’I Abubakar, Pengantar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: SUKA-Press, 2021),

123 Basuki Kurniawan, Logika Dan Penalaran Hukum, (Jember: Licensi, 2021), 113.

menjelaskan, memberikan, dan merinci gejala yang terjadi.124Misalnya, KPU Kabupaten Sidoarjo memberikan penjelasan terkait penyebab masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang melakukan Golongan Putih dan strategi apa saja yang akan dilakukan oleh KPU Kabupaten Sidoarjo untuk meminimalisir atau mengurangi presentase Golongan Putih di Kabupaten Sidoarjo

Sebelum melakukan observasi, seyogyanya peneliti melakukan persiapan antara lain yaitu menentukan sasaran observasi dan kemungkinan waktu yang dibutuhkan guna melakukan observasi, membuat daftar pertanyaan sesuai dengan gambaran informasi yang ingin didapatkan.125

2. Wawancara

Wawancara merupukan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara tanya jawab secara sepihak antara peneliti dengan narasumber atau informan. Teknik wawancara ini digunakan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan argument atau pendapat orang yang berhubungan dengan peristiwa yang ada disekitar atau yang sudah terjadi sebelumnya.126

Salah satu fungsi dari dilakukannya wawancara yaitu guna kebutuhan untuk mengemukakan ide atau gagasan, perasaan, sikap, dan lain-lain. Di

124 Hasyim Hasanah, “Teknik-Teknik Observasi”, Jurnal at-Taqaddum, Volume 8, Nomor 1, Juli 2016, 28-29.

125 Nursapia Harahap, Penelitian Kualitatf, (Sumatera Utara: Wal Ashri Publishing, 2020), 77.

126 I Gusti Ngurah, dkk, Metode Penelitian dan Penulisan Hukum, Denpasar, Universitas Udayana, 28.

dalam melakukan wawancara, maka peneliti atau pewawancara memerlukan keterangan atau informasi dari tertentu dari yang diajak berbicara atau informan.127

Guna mencapai tujuan yang diinginkanm maka peneliti harus memperhatikan beberapa sikap antara lain yaitu:

- Bersikap sopan.

- Berpakaian rapi.

- Tidak berbicara kotor.

- Sikap hormat dan sopan kepada informan atau narasumber.

- Ramah dan disertai dengan muka yang cerah, dan - Bersedia menjadi pendengar yang baik.128

3. Dokumentasi

Selain teknik observasi dan wawancara, informasi juga dapat diperoleh dari fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, asrip foto, video, dan lainlain. Data berupa dokumen seperti ini dapat digunakan untuk menggali informasi yang sedang terjadi atau sudah terjadi di masa lampau.129 Data dari dokumentasi dapat didapat dari sumber manusia (human resource) yang melalui observasi dan wawancara.130

Metode ini peneliti gunakan untuk mendokumentasikan saat sedang berwawancara dan melakukan observasi di KPU Kabupaten Sidoarjo yang

127 Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta: UI Press, 1986), 221.

128 Muhaimin, Metode Penelitian Hukum, (Mataram: Mataram University Press, 2020), 98.

129 Iryana, Risky Kawasatri, “Teknik Pengumpulan Data Metode Kualitatif”, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, 11.

130 Farida Nugrahani, Metode Penelitian Kualtatif, (Solo: Cakra Book, 2014), 115.

bisa berupa foto, video, dan catatan tertulis yang berupa informasi dan data yang dibutuhkan.

Dalam dokumen Skripsi Hukum Tata Negara (Halaman 88-94)