BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
3. Deskripsi Data atas Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengendalian internal (X1), kesesuaian kompensasi (X2) dan kecurangan akuntansi (Y). Untuk mengetahui peranan variabel X1 dan X2 terhadap Y peneliti menggunakan analisis deskriptif. Berikut perhitungan analisis deskriptif untuk setiap variabel :
a. Pengendalian Internal (X1)
Variabel pengendalian internal bertujuan untuk mengetahui bahwa pengendalian internal pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Makassar telah berjalan baik dengan terpenuhinya indikator- indikator dari pengendalian internal tersebut:
Tabel 4.4
Distribusi Jawaban Responden Pada Instrumen Variabel Pengendalian internal
PernyataanItem
(SS) (S) (N) (TS) (STS) Mean
Total % Total % Total % Total % Total %
PI11 8 20,00 26 65,00 6 15,00 - - - -
3,83
PI12 19 47,50 16 40,00 4 10,00 - - 1 2,50 4,15
PI13 19 47,50 19 47,50 2 5,00 - - - -
4,09
Rerata Indikator (Mean) 4,02
PI21 26 65,00 14 35,00 - - - - - -
4,15
PI22 11 27,50 27 67,50 2 5,00 - - - -
4,09
PI23 15 37,50 24 60,00 1 2,50 - - - -
4,05
Rerata Indikator (Mean) 4,09
PI31 17 42,50 23 57,50 - - - - - -
4,11
PI32 8 20,00 29 72,50 3 7,50 - - - -
3,92
PI33 16 40,00 24 60,00 - - - - - -
4,09
Rerata Indikator (Mean) 4,04
PI41 20 50,00 16 40,00 4 10,00 - - - -
4,20
PI42 16 40,00 22 55,00 2 5,00 - - - -
4,32
PI43 22 55,00 15 37,50 3 7,50 - - - -
4,11 4,21
PI51 17 42,50 22 55,00 - - - - - -
4,13
PI52 13 32,50 24 60,00 3 7,50 - - - -
4,09
PI53 1 2,50 29 72,50 7 17,50 3 3,75 - - 4,13
Rerata Indikator (Mean) 4,11
Sumber Data diolah, 2018
Berdasarkan hasil penelitian, distribusi jawaban responden yang tersaji pada tabel 4.4 diatas, maka nilai rata-rata (mean) yang tertinggi adalah pada indikator aktivitas pengendalian (4,21).
Kemudian untuk nilai rata-rata (mean) yang terendah adalah pada
indikator lingkungan pengendalian (4,02). Berikut ini dijelaskan nilai rata-rata dari setiap indikator pada pengendalian internal.
1) Lingkungan pengendalian
Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.4 diatas, nilai rata-rata tertinggi adalah (4,15) disebabkan karena dengan lingkungan pengendalian dapat mengurangi tindakan yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku di dalam suatu instansi sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (3,83) disebabkan karena karyawan belum menaati peraturan yang berlaku.
2) Penaksiran resiko
Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.4 diatas, nilai rata-rata tertinggi adalah (4,15) disebabkan karena segala bentuk kecurangan yang dilakukan harus dilaporkan agar dapat ditindak lanjuti sedangkan sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (4,05) disebabkan karenasistem pengendalian internal yang ada belum mempertimbangkan risiko yang berasal dari dalam maupun luar perusahaan.
3) Aktivitas pengendalian
Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.4 diatas, nilai rata-rata tertinggi adalah (4,11) disebabkan karena pimpinan selalu melakukan evaluasi terhadap tugas yang dilakukan karyawan sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (3,92) disebabkan karena setiap pelaksanaan tugas selalu diotorisasi oleh pihak yang tidak berwenang.
4) Informasi dan komunikasi
Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.4 diatas, nilai rata-rata tertinggi adalah (4,32) disebabkan karena system informasi diperbarui sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada dan dipergunakan dengan baik. sedangkan nilai rata- rata terendah adalah (4,11) disebabkan karena system pengolahan data belum dilakukan secara mekanis atau elektronis maupun kombinasi
5) Monitoring
Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.4 diatas, nilai rata-rata tertinggi adalah (4,13) disebabkan karena pengawasan di bidang akuntansi dilakukan dengan baik oleh auditor internal maupun auditor eksternal sehingga dapat mengatasi tindakan kecurangan yang dilakukan karyawan sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (4,09) disebabkan karena pengawasan dan evaluasi atas aktivitas-aktivitas operasional yang ada dalam seluruh instansi belum dilakukan secara terus menerus.
b. Kesesuaian Kompensasi (X2)
Variabel kesesuaian kompensasi bertujuan untuk mengetahui bahwa kesesuaian kompensasi pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Makassar telah berjalan baik dengan terpenuhinya indikator-indikator kesesuaian kompensasi tersebut:
Tabel 4.5
Distribusi Jawaban Responden Pada Instrumen Variabel Kesesuaian kompensasi
PernyataanItem
(SS) (S) (N) (TS) (STS) Mean
Total % Total % Total % Total % Total % Total
KKI11 11 20,8 34 64,20 8 15,10 - - - -
4,06
KK12 14 26,30 33 62,30 4 7,50 2 3,80 - - 4,11
KK13 31 58,50 16 30,20 6 11,30 - - - -
4,47
Rerata Indikator (Mean) 4,21
KK21 12 22,60 29 54,70 12 22,60 - - - -
4,00
KK22 21 39,60 21 39,60 11 20,80 - - - -
4,18
KKI23 22 41,50 25 47,20 6 11,30 - - - -
4,30
Rerata Indikator (Mean) 4,16
KK31 24 45,30 26 49,10 3 5,70 - - - -
4,39
KK32 15 28,30 32 60,40 6 11,30 - - - -
4,16
KK33 27 50,90 22 41,50 4 7,50 - - - -
4,43
Rerata Indikator (Mean) 4,32
KK41 20 37,70 26 49,1 7 13,20 - - - -
4,24
KK42 22 41,50 28 52,80 3 5,70 - - - -
4,16
KK43 22 55,00 15 37,50 3 7,50 - - - -
4,35
Rerata Indikator (Mean) 4,21
Sumber : Data diolah, 2018
Berdasarkan hasil penelitian, distribusi jawaban responden yang tersaji pada tabel 4.5 diatas, maka nilai rata-rata (mean) yang tertinggi adalah pada indikator tunjangan (4,32) Kemudian untuk nilai rata-rata (mean) yang terendah adalah pada indikator insentif/bonus (4,16).
Berikut ini dijelaskan nilai rata-rata dari setiap indikator pada kesesuaian kompensasi.
1) Gaji/upah
Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.5 diatas, nilai rata- rata tertinggi adalah (4,47) disebabkan karena gaji yang diterima sudah sesuai dengan apa yang tela dikerjakan nilai rata-rata terendah adalah (4,06) disebabkan karena pembayaran gaji yang dilakukan selalu terlambat.
2) Insentif/bonus
Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.5 diatas, nilai rata- rata tertinggi adalah (4,30) disebabkan keryawan yang berprestasi selalu diberikan insentif sebagai balas jasa atas hasil karyanya sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (4,00) disebabkan karena bayaran diluar jam kerja yang diberikan tidak cukup
3) Tunjangan
Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.5 diatas, nilai rata- rata tertinggi adalah (4,43) disebabkan karena tunjangan yang diberikan telah memenuhi kebutuhan sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (4,16) disebabkan karena tunjangan yang diberikan instansi tidak memenuhi kebutuhan karyawan.
4) Asuransi
Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.5 diatas, nilai rata- rata tertinggi adalah (4,35) disebabkan karena fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh instansi telah sesuai dengan kebutuhan karyawan sedangkan sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (4,16) disebabkan karena perusahaan tidak memberikan asuransi social tenaga kerja kepada karyawan.
c. Kecurangan Akuntansi (Y)
Variabel kecurangan akuntansi untuk mengetahui bahwa kecenderungan kecurangan akuntansi pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Makassar telah berjalan baik dengan terpenuhinya indikator-indikator kecurangan akuntansi tersebut:
Tabel 4.6
Distribusi Jawaban Responden Pada Instrumen Variabel Kecurangan akuntansi
PernyataanItem
(SS) (S) (N) (TS) (STS) Mean
Total % Total % Total % Total % Total %
KAI11 - - 1 1,90 7 13,20 27 50,90 18 34,00 1,83
KA12 - - 1 1,90 4 7,50 31 58,50 17 32,10 1,79
KA13 - - 1 1,90 4 7,50 34 64,20 14 26,40 1,85
KA14 - - 1 1,90 7 13,20 19 35,80 26 49,10 1,67
KA15 - - 1 1,90 9 17,00 19 24,00 11 11,00 1,75
Rerata Indikator (Mean) 1,78
KA21 - - 1 1,90 10 18,90 27 50,90 15 28,30 1,93
KA22 - - 4 9,40 1 1,90 22 41,50 25 47,20 1,73
KAI23 - - 1 1,90 14 26,40 24 45,30 14 26,40 2,03
KA24 - - 1 1,90 6 11,30 29 54,70 17 32,10 1,83
KA25 - - 1 1,90 4 7,50 35 66,00 13 24,50 1,86
Rerata Indikator (Mean) 1,87
Berdasarkan hasil penelitian, distribusi jawaban responden yang tersaji pada tabel 4.6 diatas, maka nilai rata-rata (mean) yang tertinggi adalah pada indikator pelaporan keuangan yang curang (1,87).
Kemudian untuk nilai rata-rata (mean) yang terendah adalah pada indikator penyalahgunaan aktiva (1,78). Berikut ini dijelaskan nilai rata-rata dari setiap indikator pada kesesuaian kompensasi.
Sumber : Data diolah, 2018
1) Pelaporan keuangan yang curang
Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.6 diatas, nilai rata- rata tertinggi adalah (1,85) disebabkan karena kecurangan akuntansi lebih dominan dengan menaikkan pendapatan dalam laporan keuangan sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (1,67) disebabkan karena penundaan pencatatan transaksi dalam suatu periode laporan keuangan.
2) Penyalahgunaan aktiva
Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.6 diatas, nilai rata- rata tertinggi adalah (2,03) disebabkan karena instansi pernah melakukan penghapusan atau menghilangkan suatu transaksi sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (1,73) disebabkan karena instansi pernah melakukan pemalsuan dokumen-dokumen dalam membuat laporan keuangan.
4. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angket atau kuesioner, maka perlu diadakan uji validitas, dan reliabilitas untuk selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk melakukan analisis data. Setelah data terkumpul dan dinilai sesuai dengan kondisi jawaban yang diberikan, sebelum dilakukan analisis dengan menggunakan analisis statistik dengan spss 20, maka terlebih dahulu diuji kehandalan masing-masing item pertanyaan yang ada pada seluruh variabel pengujian.
Untuk uji validitas jika korelasi antara skor masing-masing butir pertanyaan dengan total skor mempunyai tingkat signifikan dibawah
0,5 maka butir pertanyaan tersebut dinyatakan valid dan sebaliknya.
Sedangkan untuk uji reliabilitas Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang dalam kuesioner konsisten atau stabil dari waktu ke waktu suatu kuesioner dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach’s alpha di atas 0,60.
Table 4.7
Uji validitas variabel pengendalian internal Indikator Pearson
Correlation Sig-(2-tailed) Keterangan
X1.1 0,728 0,000 Valid
X1.2 0,831 0,000 Valid
X1.3 0,841 0,000 Valid
X1.4 0,825 0,000 Valid
X1.5 0,741 0,000 Valid
X1.6 0,886 0,000 Valid
X1.7 0,764 0,000 Valid
X1.8 0,773 0,000 Valid
X1.9 0,746 0,000 Valid
X1.10 0,662 0,000 Valid
X1.11 0,743 0,000 Valid
X1.12 0,849 0,000 Valid
X1.13 0,818 0,000 Valid
X1.14 0,842 0,000 Valid
X1.15 0,802 0,000 Valid
Sumber : Data diolah dari hasil penelitian
Berdasarkan hasil uji validitas terlihat bahwa korelasi antara masing-masing pertanyaan (X1.1 sampai dengan X1.15) terhadap total skor pertanyaan (X1) menunjukkan hasil yang signifikaan atau nilai koefisien korelasi ( r hitung) pada semua pertanyaan dengan total skor mempunyai tingkat signifikan dibawah 0,5. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masing-masing pertanyaan untuk variabel pengendalian internal adalah valid. Untuk hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat lampiran 1
Table 4.8
Uji validitas variabel kesesuaian kompensasi Indikator Pearson
Correlation Sig-(2-tailed) Keterangan
X2.1 0,838 0,000 Valid
X2.2 0,782 0,000 Valid
X2.3 0,447 0,000 Valid
X2.4 0,753 0,000 Valid
X2.5 0,617 0,000 Valid
X2.6 0,505 0,000 Valid
X2.7 0,635 0,000 Valid
X2.8 0,815 0,000 Valid
X2.9 0,558 0,000 Valid
X2.10 0,639 0,000 Valid
X2.11 0,665 0,000 Valid
X2.12 0,654 0,000 Valid
Sumber : Data diolah dari hasil penelitian
Berdasarkan hasil uji validitas terlihat bahwa korelasi antara masing-masing pertanyaan (X2.1 sampai dengan X2.12) terhadap total skor pertanyaan (X2) menunjukkan hasil yang signifikaan atau nilai koefisien korelasi ( r hitung) pada semua pertanyaan dengan total skor mempunyai tingkat signifikan dibawah 0,5. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masing-masing pertanyaan untuk variabel pengendalian internal adalah valid. Untuk hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat lampiran 1.
Table 4.9
Uji validitas variabel kecurangan akuntansi Indikator Pearson
Correlation Sig-(2-tailed) Keterangan
Y.1 0,936 0,000 Valid
Y.2 0,909 0,000 Valid
Y.3 0,895 0,000 Valid
Y.4 0,898 0,000 Valid
Y.5 0,859 0,000 Valid
Y.6 0,926 0,000 Valid
Y.7 0,872 0,000 Valid
Y.8 0,900 0,000 Valid
Y.9 0,893 0,000 Valid
Y.10 0,914 0,000 Valid
Sumber : Data diolah dari hasil penelitian
Berdasarkan hasil uji validitas terlihat bahwa korelasi antara masing-masing pertanyaan (Y1sampai dengan Y10) terhadap total skor pertanyaan (Y) hasil yang signifikaan atau nilai koefisien korelasi (r
hitung) pada semua pertanyaan dengan total skor mempunyai tingkat signifikan dibawah 0,5. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masing-masing pertanyaan untuk variabel pengendalian internal adalah valid. Untuk hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat lampiran 1
Table 4.10
Uji relibialitas variabel penelitian
Variabel Alpha Hitung Kriteria
Pengendalian Internal 0,962 Reliabel
Kesesuaian Kompensasi 0,897 Reliabel
Kecurangan Akuntansi 0,977 Reliabel
sumber : Data diolah dari hasil penelitian
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa variabel pengendalian internal memberi nilai Cronbach Alpha dari 15 item adalah sebesar 0,962. Nilai ini lebih besar dari nilai 0,6. maka dapat disimpulkan bahwa item-item pernyataan reliabel, variabel kesesuaian kompensasi memberi nilai Cronbach Alpha dari 12 item adalah sebesar 0,897. Nilai ini lebih besar dari nilai 0,60. maka dapat disimpulkan bahwa item-item pernyataan reliable dan variabe kecurangan akuntansil memberi nilai Cronbach Alpha dari 10 item adalah sebesar 0,977 Nilai ini lebih besar dari nilai 0,60. maka dapat disimpulkan bahwa item-item pernyataan reliabel. Untuk hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat lampiran 2.
5. Hasil Uji Asumsi Klasik
Table 4.11 Uji normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 53
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 5,24070167
Most Extreme Differences
Absolute ,088
Positive ,088
Negative -,069
Kolmogorov-Smirnov Z ,644
Asymptotic Significance (2-tailed) ,802
a. Test Distribution is Normal b. Calculated from data
c. Liliefors Significance Correction
d. This is lower bound of the true significance Sumber: Lampiran 3, output SPSS20 for windows
Berdasarkan table diatas, diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,802, nilai ini lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.
Table 4.12 Uji Heteroskedastisitas
PCoefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig
B Std. Error Beta
1
(Constant) 3,701 4,512 ,820 ,416
pengendalian internal -,106 ,051 -,297 -2,066 ,044
kesesuaian kompensasi ,136 ,088 ,222 1,542 ,129
a. Dependent Variable: RES2
Sumber: Lampiran 4, output SPSS 20 for windows
Berdasarkan table diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikan variabel pengendalian internal (X1) dan variabel kesesuaian
kompensasi (X2) sebesar 0,044 dan 0,129 lebih besar dari 0,05, artinya tidak terjadi heteroskedastisitas pada variabel pengnedalian internal (X1) dan kesesuaian kompensasi (X2). Dengan demikian data ini memenuhi uji asumsi klasik pada uji heteroskedastisitas.
Table 4.13 Uji Multikolonieritas
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1
(Constant) 5,895 ,786 7,501 ,000
x1 -,082 ,134 -,075 -,614 ,542 ,864 1,157
x2 -,879 ,188 -,569 -4,683 ,000 ,864 1,157
a. Dependent Variable: y
Sumber: Lampiran 5, output SPSS 20 for windows
Berdasarkan table diatas diketahui bahwa nilai Tolerance variabel pengendalian internal (X1) dan kesesuaian kompensasi (X2) sebesar 0,864 lebih besar dari 0,10. Sementara, nilai VIF variabel pengendalian internal (X1) dan kesesuaian kompensasi (X2) yakni 1,157 lebih kecil dari 10,00. Sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi Multikolonieritas.
B. Pembahasan
Analisis Data Penelitian
1. Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif data digunakan untuk memberikan gambaran mengenai penyebaran data variabel-variabel penelitian yaitu pengendalian internal (X1), kesesuaian kompensasi (X2) dan kecurangan akuntansi (Y) telah dilakukan dengan baik.
Tabel 4.14
Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
Descriptive Statistics
N Range Minimum Maximum Sum Mean Std.
Deviation
Variance
Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic Statistic pengendalian
internal
53 54 81 135 5851 110,40 2,184 15,897 252,705
kesesuaian kompensasi
53 42 63 105 4720 89,06 1,249 9,094 82,708
kecurangan akuntansi
53 28 17 45 1697 32,02 1,181 8,599 73,942
Valid N (listwise) 53
Sumber : Lampiran 6, output SPSS 20 for windows
Berdasarkan pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai rata-rata (mean) variabel pengendalian internal (X1) dan kesesuaian kompensasi (X2) yaitu 110,40 lebih besar dari standar deviasi 15,897 dan 89,06 lebih besar dari standar deviasi 9,094 ini menunjukkan bahwa penyebaran data instrumen variabel pengendalian internal (X1) dan kesesuaian kompensasi (X2) baik. Begitupun dengan nilai rata-rata (mean) variabel kecurangan akuntansi (Y) 32,02 lebih besar dari standar deviasi 8,599 yang berarti data disebar dengan baik. Dengan demikian dapat disumpulkan bahwa pengendalian internal, kesesuaian kompensasi dan kecurangan akuntansi dikatakan baik karena nilai rata-rata dari setiap instrumen lebih besar dari standar deviasinya.
2. Analisis Statistik Inferensial
Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk mendeskriptifkan data sampel dan hasilnya akan digeneralisasikan
untuk populasi dimana sampel diambil. Analisis inferensial yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda.
Tabel 4.15
Hasil Analisis Regresi Linear berganda
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 5,895 ,786 7,501 ,000
x1 -,082 ,134 -,075 -,614 ,542
x2 -,879 ,188 -,569 -4,683 ,000
a. Dependent Variable: y
Sumber: Lampiran 7, Output SPSS 20 for window
Berdasarkan tabel dapat diketahui nilai koefisien regresi pengendalian internal (X1) dan kesesuaian kompensasi (X2) terhadap kecurangan akuntansi (Y) masing-masing sebesar 0,082 (X1) dan 0,879 (X2) dan nilai konstanta sebesar 5,895 Dengan demikian terbentuk persamaan regresi sebagai berikut :
Y = 5,895 -0,082X -0,879X
Model ini menunjukkan bahwa koefesien regresi hasil taksiran bertanda. Hasil ini memberikan gambaran bahwa adanya hubungan yang dari variabel pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi terhadap kecurangan akuntansi yang berarti bahwa semakin bagus pengendalian internal dan kompensasi yang diberikan akan mengurangi/menurunkan kecurangan akuntansi.
3. Hasil Pengujian Hipotesis
Uji Adjusted (Koefisien Determinasi)
Nilai yang digunakan dalam koefisien determinasi adalah dengan menggunakan nilai R Square. Nilai tersebut digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen. Nilai R Square yang digunakan, diambil dari tabel model summarydalam Tabel berikut.
Tabel 4.16
Uji Adjusted (Koefisien Determinasi)
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1 ,601a ,361 ,336 ,54031 1,855
a. Predictors: (Constant), x2, x1 b. Dependent Variable: y
Sumber: Lampiran 8, Output SPSS for window
Nilai R Square pada table 4.16 adalah sebesar 0,601 artinya 60,1%. hal ini berarti variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen adalah sebesar 60,1%, sedangkan sisanya sebesar 39,9% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan kedalam model regresi dalam penelitian ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi berperan sebesar 60,1% terhadap kecurangan akuntansi, sedangkan sisanya sebesar 39,9% berperan pada variabel lain yang tidak diteliti.
Uji Statistik t (uji Parsial)
Uji t ini dimaksudkan untuk mengetahui peran secara parsial (individu) variabel-variabel independen yakni pengendalian internal
dan kesesuaian kompensasi terhadap variabel dependen yaitu kecurangan akuntansi. Pengujian ini menggunakan tabel coefficients yang akan disajikan dalam berikut:
Tabel 4.17
Hasil Uji T Variabel Penelitian
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 5,895 ,786 7,501 ,000
x1 -,082 ,134 -,075 -,614 ,542
x2 -,879 ,188 -,569 -4,683 ,000
a. Dependent Variable: y
Sumber: Lampiran 9, Output SPSS 20 for window
Test hipotesis peranan pengendalian Internal terhadap Kecurangan Akuntansi.
Berdasarkan atas hasil pengujian yang terdapat dalam tabel 4.17 terdapat nilai t dan signifikan untuk masing-masing variabel independen yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan dalam uji t. Uji t yang dilakukan dalam penelitian ini dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel yang telah diperhitungkan yaitu sebesar 2,007 diperoleh dari =( ; − − 1) dan cara kedua dengan menggunakan nilai Sig yang terdapat didalam tabel, kemudian dibandingkan dengan tingkat signifikan sebesar 0,05. Jika nilai Sig lebih besar dari tingkat sigifikan 0,05 makaH akan diterima, sedangkan jika nilai Sig lebih kecil dari 0,05 makaH akan diterima danH ditolak.
Hipotesis pertama, peneliti akan menguji apakah variabel pengendalian internal berperan negatif dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi
Hipotesis pertama
H : Pengendalian internal berperan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi
H : Pengendalian internal berperan signifikan terhadap kecurangan akuntansi
Dari hasil perhitungan, variabel pengendalian internal memiliki t hitung sebesar 0,614 yang berarti lebih kecil dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,007 dan nilai Sig sebesar 0,542 yang berarti lebih besar dibandingkan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. maka
dapat disimpulkan bahwa diterima dan yang
menunjukkan bahwa semakin bagus pengendalian internal maka kecurangan akuntansi semakin berkurang.
Test hipotesis peranan kesesuaian kompensasi terhadap Kecurangan Akuntansi.
Hipotesis kedua, peneliti akan menguji apakah variabel kesesuaian kompensasi akan berperan dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi.
Hipotesis kedua
H : Kesesuaian kompensasi berperan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi
H : Kesesuaian kompensasi berperan dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi
Dari hasil perhitungan, variabel independensi memiliki t hitung sebesar 4,683 yang berarti lebih besar dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,007 dan nilai Sig sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dibandingkan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. maka dapat disimpulkan bahwa diterima dan yang menunjukkan bahwa kesesuaian kompensasi dapat mengurangi kecurangan akuntansi.
Uji Statistik F (Uji Simultan)
Uji F dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara bersama-sama peranan pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi terhadap kecurangan akuntansi. Dalam uji F ini, nilai yang digunakan adalah nilai F dan nilaiSigyang terdapat dalam tabel anova yang disajikan dibawah ini dalam tabel 4.18 Dalam pengujian ini dengan cara melihat nilai F hitung yang terdapat dalam tabel anova kemudian dibandingkan dengan nilai F tabel, sedangkan nilai Sig dibandingkan dengan nilai signifikansi yaitu sebesar 0,05.
Tabel 4.18
Hasil Pengujian Simultan (Uji F)
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1
Regression 8,255 2 4,128 14,138 ,000b
Residual 14,597 50 ,292
Total 22,852 52
a. Dependent Variable: y
c. Predictors: (Constant), x2, x1
Sumber: Lampiran 10, output SPSS 20 for window
Berdasarkan atas hasil tabel 4.18, menunjukkan nilai F hitung sebesar 14,138 dan nilai Sig.pada table anova sebesar 0,000. Nilai F
hitung tersebut kita bandingkan dengan F table yang sudah dihitung yaitu sebesar 3,182 diperoleh dari k; n-k-1 dengan derajat bebas (2 ; 51), terlihat bahwa nilai F hitung lebih besar dari F table yang artinya pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi secara bersama- sama berperan terhadap kecurangan akuntansi. Kemudian cara kedua yakni membandingkan nilai sig. pada table anova dengan nilai signifikansi yaitu 0,05 , dapat dilihat bahwa nilai sig. pada table anova memiliki nilai yang lebih kecil yaitu 0,000 dibanding nilai signifikan yang telah ditetapkan yakni 0,05. Sehingga dari kedua cara tersebut dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi secara bersama-sama berperan dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi. pengnedalian internal dan kesesuaian kompensasi.
1. Interprestasi Hasil Penelitian
Hasil pengujian hipotesis untuk variabel pengendalian internal terhadap kecurangan akuntansi menunjukkan bahwa pengendalian internal berperan dan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi.
Hasil uji t diperoleh arah sebesar 0,082 dan nilai t hitung 0,614 dengan nilai signifikansi 0,542. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0,542>0,05) dan nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel (0,614<2,007). Artinya, ini mengindikasikan bahwa perubahan yang terjadi pada rasio pengendalian internal akan berperan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi dan peran negatif yang ditunjukkan oleh pengendalian internal mengindikasikan bahwa apabila pengendalian internal dilaksanakan secara efektif maka kecurangan akuntansi akan mengalami penurunan.
Penelitian ini sesuai dengan teori Arens yang menyatakan bahwa system pengendalian yang tidak efektif akan membuat seorang lebih mudah untuk melakukan tindakan kecurangan yang akan merugikan perusahaan dan mengganggu keberlangsungan perusahaan, sehingga tujuan perusahaan tidak tercapai.
2. Hasil pengujian variabel kesesuaian kompensasi terhadap kecurangan akuntansi menunjukkan bahwa kesesuaian kompensasi berperan dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi. . Hasil uji t diperoleh arah sebesar 0,879 dan nilai t hitung 4,683 dengan nilai signifikansi 0,000.
Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (0.000<0,05) dan nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel (4,683>2,007). Artinya, ini mengindikasikan bahwa perubahan yang terjadi pada rasio kesesuaian kompensasi akan berperan signifikan terhadap kecurangan akuntansi dan peran negatif yang ditunjukkan oleh kesesuaian kompensasi mengindikasikan bahwa apabila kompensasi yang diberikan telah sesuai maka kecurangan akuntansi akan mengalami penurunan.
Penelitian ini sesuai dengan teori IAI (2001) yang menyatakan bahwa salah satu indikator khusus yang merupakan dorongan bagi manajemen untuk melakukan kecurangan dalam pelaporan keuangan adalah bagian signifikan kompensasi manajemen yang diwujudkan dalam bonus, stock option, atau insentif lain yang nilainya tergantung pada kemampuan entitas dalam mencapai target yang terlalu agresif dalam hasil operasi, posisi keuangan, atau arus kas.
Penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh oleh Randa dan Meliana (2009) yang berjudul pengaruh keefektivan pengnedalian internal, kesesuaian kompensasi, asimetris informasi, ketaatan aturan akuntansi dan moralitas manajemen terhadap kecurangan akuntansi dimana hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi berpengaruh dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan pada Bab IV, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu
1. Hasil pengujian hipotesis untuk variabel pengendalian internal terhadap kecurangan akuntansi menunjukkan bahwa pengendalian internal berperan dan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi. Artinya, ini mengindikasikan bahwa perubahan yang terjadi pada rasio pengendalian internal akan berperan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi dan peran negative yang ditunjukkan oleh pengendalian internal mengindikasikan bahwa apabila pengendalian internal dilaksanaka secara efektif yaitu karyawan yang mampu dan dapat dipercaya, tugasnya dapat dipertanggungjawabkan, memberikan kekuasaan yang tepat dan pemisahan tugas maka kecurangan akuntansi akan mengalami penurunan. Jadi, kesimpulannya yaitu:
Pengendalian internal berperan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi. dengan kata lain diterima
2. Hasil pengujian variabel kesesuaian kompensasi terhadap kecurangan akuntansi menunjukkan bahwa kesesuaian kompensasi berperan dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi. Artinya, ini mengindikasikan bahwa perubahan yang terjadi pada rasio kesesuaian kompensasi akan berperan signifikan terhadap kecurangan akuntansi dan peran negatif yang
72