• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Asumsi Klasik

BAB III METODE PENELITIAN

H. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik adalah persyaratan statistic yang harus dipenuhi pada analisis regresi berganda. Pengujian ini dilakukan untuk menghasilkan estimator yang linear tidak bias dengan varian yang minimum, yang artinya regresi tidak mengandung masalah. Berikut ini adalah pengujian asumsi klasik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:

a. Asumsi Klasik Heteroskedastisitas

Menurut Imam Ghozali (2011:139) uji heterskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residu suatu pengamatan ke pengamatan yang lebih tepat, maka disebut Homoskesdastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastistas. Model regresi yang baik dalah Homoskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedatisitas.

b. Asumsi Klasik Multikolinearitas

Menurut Imam Ghozali (2011:150) uji ini bertujuan menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak orthogonal. Variabel orthogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antara sesame variabel independen sama dengan nol.

c. Asumsi Klasik Normalitas

Uji normalitas merupakan salah satu bagian dari uji persyaratan analisis data atau uji asumsi klasik, artinya sebelum kita melakukan analisis yang sesungguhnya, data penelitian tersebut harus diuji

kenormalan distribusinya. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data penelitian yang dilakukan memiliki distribusi yang normal atau tidak.

I. Uji Hipotesis

Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan perhitungan regresi linear berganda untuk mengetahui secara bersama-sama antara peranan pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Sehingga akan diketahui variabel-variabel yang mana yang paling besar peranannya terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.

1. Uji Adjusted (Koefisien Determinasi)

Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemungkinan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Dalam pengujian hipotesis pertama koefisien determinasi dilihat dari besarnya nilai Adjusted R Square (Adjust ) untuk mengetahui seberapa jauh variabel bebas yaitu pengendalian internal dan kesesuaian kompesasi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Nilai mempunyai interval antara 0 sampai 1 (0 ≤ ≤ 1). Jika nilai bernilai besar (mendekati 1) berarti variabel bebas dapat memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen. Sedangkan jika Adjusted bernilai kecil berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel independen sangat bebas (Ghozali, 2009 :87).

2. Uji Statistik t (uji Parsial)

Uji statistic pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh peranan suatu variabel individu independen dalam menerangkan variabel dependen (Imam Ghozali, 2009:89). Uji t dapat juga dilakukan dengan hanya melihat nilai signifikan T. Masing-masing variabel yang terdapat pada output hasil regresi munggunakan SPSS. Jika nilai probabilitas lebih kecil dari pada 0,05 (untuk tingkatan signifikan

= 5%), maka variabel independen secara satu persatu berperan terhadap variabel dependen. Sedangkan jika nilai probabilitas lebih besar dari pada 0,05 maka variabel independen ini secara satu persatu tidak berperan terhadap variabel dependen.

2. Uji Statistik F (Uji Simultan)

Pengujian koefisien secara simultan adalah untuk mengetahui peranan variabel independen secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen. Proses pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai dengan nilai pada tingkat signifikan (α) dan derajat keberhasilan (df). Jika nilai probabilitas lebih kecil daripada 0,05 (untuk tingkat signifikan = 5%), maka variabel dependen secara bersama-sama berperan terhadap variabel dependen. Sedangkan jika nilai probabilitas lebih besar dari pada 0,05 maka variabel independen secara serentak tidak berperan terhadap variabel dependen (Syahruddin dkk, 2015)

 Pengujian Hipotesis

Hα :β ≠ 0 Terdapat peranan yang signifikan antara variabel dependen secara bersama-sama dengan variabel dependen

H0 :β = 0 Tidak terdapat peranan yang signifikan antara variabel dependen secara bersama-sama dengan variabel dependen

 Kriteria pengujian

Jika > nilai maka ditolak dan diterima.

Hal ini berarti bahwa terdapat peranan signifikan antara variabel independen dengan fariabel dependen.

Jika < nilai maka diterima dan diterima.

Hal ini berarti bahwa tidak terdapat peranan signifikan antara variabel independen dengan fariabel dependen.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Perusahaan

a. Sejarah Singkat PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk

Dalam perjalanan sejarahnya, Telkom telah melalui berbagai dinamika bisnis bisnis dan melewati beberapa fase perusahaan, yakni kemunculan telepon, perubahaan organisasi jawatan yang merupakan kelahiran telkom, tumbuhnya teknologi seluler, berkembangnya era digital, ekspansi bisnis internasional, serta transformasi menjadi perusahaan telekomunikasi berbasis digital.

1882 - Kemunculan Telepon

Pada 1882, kemunculan telepon menyaingi layanan pos dan telegraf yang sebelumnya digunakan pada 1856. Hadirnya telepon membuat masyarakat kian memilih untuk menggunakan teknologi baru ini. Kala itu, banyak perusahaan swasta menyelenggarakan bisnis telepon. Banyaknya pemain ini membuat industri telepon berkembang lebih cepat: pada 1892 telepon sudah digunakan secara interlokal dan tahun 1929 terkoneksi secara internasional.

1965 – Kelahiran Telkom

Pada tahun 1961, Pemerintah Indonesia mendirikan perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Namun, Seiring perkembangan pesat layanan telepon dan telex, Pemerintah Indonesia mengeluarkan PP No. 30 tanggal 6 juli 1965 untuk memisahkan industri pos dan telekomunikasi dalam PN Postel: PN

38

Pos dan Giro serta PN PN Telekomunikasi. Dengan pemisahaan ini, setiap perusahaan dapat fokus untuk mengelola portofolio bisnisnya masing-masing. Terbentuknya PN Telekomunikasi ini menjadi cikal- bakal Telkom saat ini. Sejak tahun 2016, manajemen Telkom menetapkan tanggal 6 juli 1965 sebagai hari lahir Telkom.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) adalah badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan jaringan telekomunikasi di indonesia. Pemegang saham mayoritas Telkom adalah Pemerintah Republik Indonesia sebesar 52.09%, sedangkan 47.91% sisanya dikuasai oleh publik. Saham Telkom diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode “TLKM” dan New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode “TLK”.

Dalam upaya bertransformasi menjadidigital telekommunication company, TelkomGroup mengimpletasikan strtegi bisnis dan operasional perusahaan yang berorientasi kepada pelanggan (costumer-oriented). Transformasi tersebut akan membuat organisasi TelkomGroup menjadi lebih lean (ramping) dan agile (lincah) dalam beradaptasi dengan perubahan industri telekomunikasi yang berlangsung sangat cepat. Organisasi yang baru juga diharapakan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam menciptakan customer experienceyang berkualitas.

Saat ini TelkomGroup mengelola 6 produk portofolio yang melayani empat segmen konsumen, yaitu korporat, perumahan, perorangan dan segmen konsumen lainnya.

Berikut Penjelasan portofolio bisnis TelkomGroup:

1. Mobile

Portofolio ini menawarkan produk mobile voice, SMS, dan value added service, serta mobile broadband. Produk tersebut ditawarkan melalui entitas anak, Telkomsel, dengan merk Kartu Halo untuk pasca bayar dan simPATI, Kartu As dan Loop untuk pra bayar.

2. Fixed

Portofolio ini memberian layanan fixed service, meliputi fixed voice, fixed broadband, termasuk Wi-Fi dan emerging wireless techonologylainnya, dengan brand IndoHome.

3. Wholesale dan International

Produk yang ditawarkan antara lain layanan interkoneksi,network sevice, Wi-Fi, VAS, hubbing data center dan content platform, data dan internet, dansulution.

4. Network Infrastructure

Produk yang ditawarkan meliputi network service, satelit, infrastruktur dan tower.

5. Enterprise Digital

Terdiri dari layanan information and communication technology platform servicedansmart enabler platform service.

6. Consumer Digital

Terdiri dari media dan edutainment service, seperti e-commerce (blanja.com), video/TV dam mobile based digital service. Selain itu, kami juga menawarkan digital life service seperti digital life

style (Langit Musik dan VideoMax), digital payment seperti TCASH, digital advertising and analytics seperti bisnis digital advertising dan solusi mobile banking serta enterprise digital serviceyang menawarkanlayanan Internet of Things(loT).

b. Visi dan Misi Perusahaan

Seiring dengan perkembangan teknologi digital dan transformasi perusahaan, Telkom memiliki visi dan misi baru yang diberlakukan sejak 2016, yaitu:

1. Visi Perusahaan

Be The King Of Digital in the Region 2. Misi Perusahaan

Lead Indonesia Digital Innovation and Globalization c. Starategis Objectives

Sebagian Indonesia powerhouse company yang telah memiliki footprint bisnis internasional, TelkomGroup memiliki strategic objectivessebagai berikut:

“Top 10 Market Capitalization Telco in Asia-Pacific by 2020 and maintain its stronghold position.

d. Corporate Strategy

TelkomGroup juga telah menyusun strategi korporasi guna menciptakansustainable competitive growthdan mendorong cita-cita Indonsiauntuk menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

1. Directional Strategy: Disruptive competitive growth

Di tengah Perubahaan lingkungan industri yang sangat menantang, TelkomGroup yakni bahwa kapitalisasi pasar akan tumbuh secara signifikan. Ini dilakukan dengan cara melakukan nilai lebih kepada pelanggan melalui inovasi produk dan layanan, mendorong sinergi serta membangun ekosistem digital yang kuat baik dipasar domestik maupun internasional.

2. Portfolio Strategy: Customer value though TIMES portfolio

TelkomGroup berfokus pada portofolio digital TIMES (Telecommunication, Information, Media, Edutainment dan Services) melalui penyediaan layanan yang nyaman dan konvergen sehingga memberikan nilai yang tinggi kepada pelanggan.

3. Parenting Strategy: Strategy Control

Untuk mendukung pertumbuhan secara efektif, TelkomGroup menerapkan pendekatan strategiy control untuk menyelaraskan unit bisnis, unit fungsional dan anak perusahaan agar proses dapat berjalan lebih terarah, bersinergi, dan efektif dalam pencapain tujuan perusahaan.

e. Struktur Organisasi

Struktur PT Telkom Indonesia Tbk Devisi Regional VII Makassar, terdiri dari:

1. EVP Telkom Regional VII

a. SM Business Planning and Performance 1) Mgr Plan and Budget Control

2) Mgr Performance and War Room 3) Mgr Quality and Change Mgr b. SM Payment Colection and Finance

1) Mgr Financial Service

2) Mgr Billing and Payment Collection (CONS) 3) Mgr Billing and Payment Collection (EBIS) 4) Mgr Collection Partnership

c. SM Human Capital 1) Mgr HR Service

2) Mgr HR Planning and Development 3) Mgr CDC

d. SM General Affair

1) Mgr Logistic and Procurement 2) Mgr Asset and Facility Mgt 3) Mgr Legal and Regulatory Affair 4) Mgr Sekdiv and Public Relation 2. Deputy EVP Marketing

a. OSM Regional Enterprise, Government and Business Service 1) Mgr Sales Business Service

2) Mgr Delivery and Sales Support Buss Service 3) Mgr Marketing and Account Management 4) Mgr Bidding MGT

b. OSM Regional Wholesale Service

1) Mgr Shotesale and International Marketing 2) Mgr Whotesale Support

c. OSM Consumer Car

1) Mgr Costumer Touch Point 2) Mgr Customer Data Mgt

3) Mgr Costomer Retationship Mgt d. OSM Marketing and Account Managen

1) Mgr Partnership Marketing 2) Mgr Chanel Activation

3) Mgr Sales Promotion and Pricing 3. Deputy EVP Infrastructure

a. OSM Regional Operation Center 1) Mgr Helpdesk Operation 2) Mgr Fulfittment

3) Mgr Assurance

4) Mgr Top Prionity Solution

5) Mgr Performance Mgrt and SLA Monitoring 6) Mgr Delivery

b. OSM Regional Network Operating 1) Mgr Blakbone and CME Operation 2) Mgr IP andService Node Operation 3) Mgr IS Operation Support

4) Mgr Wirelles Operation

c. OSM Managed Service Operation

1) Mgr Tgroup Fulfittment and Assurance 2) Mgr OLO Fulfittment and Assurance

3) Mgr Performance Mgt and SLA Monitoring and KPI Report

4) Mgr Performance Mgt and SLA Mgr Solution d. OSM Engineering and Deployment

1) Mgr Planning and Engineering and Capex MGT 2) Mgr Network Deloyment and Project Supervis 3) Mgr Access New FTTHH and Moderzination Depi 4) Mgr Enterprise, Olo and Wifi Develoyment

5) Mgr Hubungan Antar Instansi/Pemda e. OSM Acces Management

1) Mgr Acces Cafex Oe and Porformance 2) Mgr Acces Network Elemen Om 3) Mgr Acces Data and Inventory MGT 4) Mgr Acces OM and Partnersip 5) Mgr NTE Management

2. Identitas Responden

Dalam penelitian ini, penarikan sampel yang digunakan adalah metode Purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Peneliti akan mengolah data dari hasil kuesioner yang telah disebarkan. Dimana sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah para manajer dan karyawan yang memiliki pengetahuan tentang laporan keuangan di PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Makassar. Penyebaran kuesioner penelitian ini dimulai pada bulan juli 2018 hingga agustus 2018. Terdapat 70 kuesioner yang disebarkan oleh peneliti.

Table 4.1

Gambaran pengumpulan kuesioner

Uraian Ket %

kuesioner yang disebarkan 70 100%

kuesioner yang kembali 70 100%

kuesioner yang tidak dapat diolah 17 24,29%

kuesioner yang dapat diolah 53 75,71%

Sumber : Data Primer, diolah 2018

Penyebaran tersebut dilakukan dengan cara memberikan kuesioner kepada manajer dan karyawan yang memiliki pengetahuan tentang laporan keuangan dari PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Makassar. Dari penyebaran kuesioner yang telah dibagikan kepada karyawan dan manajer, maka dapat dilihat hasil dari kuesioner yang kembali dan telah diisi secara lengkap sesuai dengan kriteria ada sebanyak 70 kuesioner. Akan tetapi dari banyaknya 70 kuesioner saat dilakukan outlier, terdapat 17 kuesioner yang tidak bisa digunakan

dalam proses pengolahan data. Dengan demikian peneliti memutuskan untuk mengurangi data penelitian dengan cara membuang data yang yang tidak lengkap. Maka total kuesioner yang dapat digunakan dalam proses pengolahan data adalah sebanyak 53 kuesioner. Jumlah pernyataan setiap kuesioner berisi 37 item pernyataan. Pernyataan untuk variabel pengendalian internal (X1) sebanyak 15 pernyataan, untuk variabel kesesuaian kompensasi (X2) sebanyak 12 pernyataan dan untuk variabel kecenderungan kecurangan akuntansi (Y) sebanyak 10 pernyataan.

Dibawah ini adalah penganalisasian penulis mengenai data responden berdasarkan koesioner, yaitu:

Table 4.2

Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Keterangan Frekuensi Persentasi

Pria 32 60,38%

Perempuan 21 39,62%

Total 53 100%

Sumber : Data Primer, diolah 2018

Berdasarkan table di atas terlihat sebagian besar karyawan PT.

Telekomunikasi Indonesia Tbk Makassar adalah perempuan yaitu 39,62% dari seluruh responden yang dapat diolah sedangkan yang terdiri dari kaum pria hanya sebesar 60,38%

Tabel 4.3

Profil Responden Berdasarkan Pendidikan

Keterangan Frekuensi Persentasi

S1 42 79,24%

Diploma 11 20,75%

Total 53 100%

Sumber : Data Primer, diolah 2018

Dari data mengenai tingkat pendidikan responden PT.

Telekomunikasi Indonesia Tbk Makassar terlihat bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pendidikan sarjan strata (S1) sebesar 79,24% sedangkan responden dengan tingkat pendidikan Diploma (D3) sebesar 20,75%.

3. Deskripsi Data atas Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengendalian internal (X1), kesesuaian kompensasi (X2) dan kecurangan akuntansi (Y). Untuk mengetahui peranan variabel X1 dan X2 terhadap Y peneliti menggunakan analisis deskriptif. Berikut perhitungan analisis deskriptif untuk setiap variabel :

a. Pengendalian Internal (X1)

Variabel pengendalian internal bertujuan untuk mengetahui bahwa pengendalian internal pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Makassar telah berjalan baik dengan terpenuhinya indikator- indikator dari pengendalian internal tersebut:

Tabel 4.4

Distribusi Jawaban Responden Pada Instrumen Variabel Pengendalian internal

PernyataanItem

(SS) (S) (N) (TS) (STS) Mean

Total % Total % Total % Total % Total %

PI11 8 20,00 26 65,00 6 15,00 - - - -

3,83

PI12 19 47,50 16 40,00 4 10,00 - - 1 2,50 4,15

PI13 19 47,50 19 47,50 2 5,00 - - - -

4,09

Rerata Indikator (Mean) 4,02

PI21 26 65,00 14 35,00 - - - - - -

4,15

PI22 11 27,50 27 67,50 2 5,00 - - - -

4,09

PI23 15 37,50 24 60,00 1 2,50 - - - -

4,05

Rerata Indikator (Mean) 4,09

PI31 17 42,50 23 57,50 - - - - - -

4,11

PI32 8 20,00 29 72,50 3 7,50 - - - -

3,92

PI33 16 40,00 24 60,00 - - - - - -

4,09

Rerata Indikator (Mean) 4,04

PI41 20 50,00 16 40,00 4 10,00 - - - -

4,20

PI42 16 40,00 22 55,00 2 5,00 - - - -

4,32

PI43 22 55,00 15 37,50 3 7,50 - - - -

4,11 4,21

PI51 17 42,50 22 55,00 - - - - - -

4,13

PI52 13 32,50 24 60,00 3 7,50 - - - -

4,09

PI53 1 2,50 29 72,50 7 17,50 3 3,75 - - 4,13

Rerata Indikator (Mean) 4,11

Sumber Data diolah, 2018

Berdasarkan hasil penelitian, distribusi jawaban responden yang tersaji pada tabel 4.4 diatas, maka nilai rata-rata (mean) yang tertinggi adalah pada indikator aktivitas pengendalian (4,21).

Kemudian untuk nilai rata-rata (mean) yang terendah adalah pada

indikator lingkungan pengendalian (4,02). Berikut ini dijelaskan nilai rata-rata dari setiap indikator pada pengendalian internal.

1) Lingkungan pengendalian

Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.4 diatas, nilai rata-rata tertinggi adalah (4,15) disebabkan karena dengan lingkungan pengendalian dapat mengurangi tindakan yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku di dalam suatu instansi sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (3,83) disebabkan karena karyawan belum menaati peraturan yang berlaku.

2) Penaksiran resiko

Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.4 diatas, nilai rata-rata tertinggi adalah (4,15) disebabkan karena segala bentuk kecurangan yang dilakukan harus dilaporkan agar dapat ditindak lanjuti sedangkan sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (4,05) disebabkan karenasistem pengendalian internal yang ada belum mempertimbangkan risiko yang berasal dari dalam maupun luar perusahaan.

3) Aktivitas pengendalian

Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.4 diatas, nilai rata-rata tertinggi adalah (4,11) disebabkan karena pimpinan selalu melakukan evaluasi terhadap tugas yang dilakukan karyawan sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (3,92) disebabkan karena setiap pelaksanaan tugas selalu diotorisasi oleh pihak yang tidak berwenang.

4) Informasi dan komunikasi

Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.4 diatas, nilai rata-rata tertinggi adalah (4,32) disebabkan karena system informasi diperbarui sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada dan dipergunakan dengan baik. sedangkan nilai rata- rata terendah adalah (4,11) disebabkan karena system pengolahan data belum dilakukan secara mekanis atau elektronis maupun kombinasi

5) Monitoring

Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.4 diatas, nilai rata-rata tertinggi adalah (4,13) disebabkan karena pengawasan di bidang akuntansi dilakukan dengan baik oleh auditor internal maupun auditor eksternal sehingga dapat mengatasi tindakan kecurangan yang dilakukan karyawan sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (4,09) disebabkan karena pengawasan dan evaluasi atas aktivitas-aktivitas operasional yang ada dalam seluruh instansi belum dilakukan secara terus menerus.

b. Kesesuaian Kompensasi (X2)

Variabel kesesuaian kompensasi bertujuan untuk mengetahui bahwa kesesuaian kompensasi pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Makassar telah berjalan baik dengan terpenuhinya indikator-indikator kesesuaian kompensasi tersebut:

Tabel 4.5

Distribusi Jawaban Responden Pada Instrumen Variabel Kesesuaian kompensasi

PernyataanItem

(SS) (S) (N) (TS) (STS) Mean

Total % Total % Total % Total % Total % Total

KKI11 11 20,8 34 64,20 8 15,10 - - - -

4,06

KK12 14 26,30 33 62,30 4 7,50 2 3,80 - - 4,11

KK13 31 58,50 16 30,20 6 11,30 - - - -

4,47

Rerata Indikator (Mean) 4,21

KK21 12 22,60 29 54,70 12 22,60 - - - -

4,00

KK22 21 39,60 21 39,60 11 20,80 - - - -

4,18

KKI23 22 41,50 25 47,20 6 11,30 - - - -

4,30

Rerata Indikator (Mean) 4,16

KK31 24 45,30 26 49,10 3 5,70 - - - -

4,39

KK32 15 28,30 32 60,40 6 11,30 - - - -

4,16

KK33 27 50,90 22 41,50 4 7,50 - - - -

4,43

Rerata Indikator (Mean) 4,32

KK41 20 37,70 26 49,1 7 13,20 - - - -

4,24

KK42 22 41,50 28 52,80 3 5,70 - - - -

4,16

KK43 22 55,00 15 37,50 3 7,50 - - - -

4,35

Rerata Indikator (Mean) 4,21

Sumber : Data diolah, 2018

Berdasarkan hasil penelitian, distribusi jawaban responden yang tersaji pada tabel 4.5 diatas, maka nilai rata-rata (mean) yang tertinggi adalah pada indikator tunjangan (4,32) Kemudian untuk nilai rata-rata (mean) yang terendah adalah pada indikator insentif/bonus (4,16).

Berikut ini dijelaskan nilai rata-rata dari setiap indikator pada kesesuaian kompensasi.

1) Gaji/upah

Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.5 diatas, nilai rata- rata tertinggi adalah (4,47) disebabkan karena gaji yang diterima sudah sesuai dengan apa yang tela dikerjakan nilai rata-rata terendah adalah (4,06) disebabkan karena pembayaran gaji yang dilakukan selalu terlambat.

2) Insentif/bonus

Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.5 diatas, nilai rata- rata tertinggi adalah (4,30) disebabkan keryawan yang berprestasi selalu diberikan insentif sebagai balas jasa atas hasil karyanya sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (4,00) disebabkan karena bayaran diluar jam kerja yang diberikan tidak cukup

3) Tunjangan

Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.5 diatas, nilai rata- rata tertinggi adalah (4,43) disebabkan karena tunjangan yang diberikan telah memenuhi kebutuhan sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (4,16) disebabkan karena tunjangan yang diberikan instansi tidak memenuhi kebutuhan karyawan.

4) Asuransi

Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.5 diatas, nilai rata- rata tertinggi adalah (4,35) disebabkan karena fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh instansi telah sesuai dengan kebutuhan karyawan sedangkan sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (4,16) disebabkan karena perusahaan tidak memberikan asuransi social tenaga kerja kepada karyawan.

c. Kecurangan Akuntansi (Y)

Variabel kecurangan akuntansi untuk mengetahui bahwa kecenderungan kecurangan akuntansi pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Makassar telah berjalan baik dengan terpenuhinya indikator-indikator kecurangan akuntansi tersebut:

Tabel 4.6

Distribusi Jawaban Responden Pada Instrumen Variabel Kecurangan akuntansi

PernyataanItem

(SS) (S) (N) (TS) (STS) Mean

Total % Total % Total % Total % Total %

KAI11 - - 1 1,90 7 13,20 27 50,90 18 34,00 1,83

KA12 - - 1 1,90 4 7,50 31 58,50 17 32,10 1,79

KA13 - - 1 1,90 4 7,50 34 64,20 14 26,40 1,85

KA14 - - 1 1,90 7 13,20 19 35,80 26 49,10 1,67

KA15 - - 1 1,90 9 17,00 19 24,00 11 11,00 1,75

Rerata Indikator (Mean) 1,78

KA21 - - 1 1,90 10 18,90 27 50,90 15 28,30 1,93

KA22 - - 4 9,40 1 1,90 22 41,50 25 47,20 1,73

KAI23 - - 1 1,90 14 26,40 24 45,30 14 26,40 2,03

KA24 - - 1 1,90 6 11,30 29 54,70 17 32,10 1,83

KA25 - - 1 1,90 4 7,50 35 66,00 13 24,50 1,86

Rerata Indikator (Mean) 1,87

Berdasarkan hasil penelitian, distribusi jawaban responden yang tersaji pada tabel 4.6 diatas, maka nilai rata-rata (mean) yang tertinggi adalah pada indikator pelaporan keuangan yang curang (1,87).

Kemudian untuk nilai rata-rata (mean) yang terendah adalah pada indikator penyalahgunaan aktiva (1,78). Berikut ini dijelaskan nilai rata-rata dari setiap indikator pada kesesuaian kompensasi.

Sumber : Data diolah, 2018

1) Pelaporan keuangan yang curang

Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.6 diatas, nilai rata- rata tertinggi adalah (1,85) disebabkan karena kecurangan akuntansi lebih dominan dengan menaikkan pendapatan dalam laporan keuangan sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (1,67) disebabkan karena penundaan pencatatan transaksi dalam suatu periode laporan keuangan.

2) Penyalahgunaan aktiva

Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 4.6 diatas, nilai rata- rata tertinggi adalah (2,03) disebabkan karena instansi pernah melakukan penghapusan atau menghilangkan suatu transaksi sedangkan nilai rata-rata terendah adalah (1,73) disebabkan karena instansi pernah melakukan pemalsuan dokumen-dokumen dalam membuat laporan keuangan.

4. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angket atau kuesioner, maka perlu diadakan uji validitas, dan reliabilitas untuk selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk melakukan analisis data. Setelah data terkumpul dan dinilai sesuai dengan kondisi jawaban yang diberikan, sebelum dilakukan analisis dengan menggunakan analisis statistik dengan spss 20, maka terlebih dahulu diuji kehandalan masing-masing item pertanyaan yang ada pada seluruh variabel pengujian.

Untuk uji validitas jika korelasi antara skor masing-masing butir pertanyaan dengan total skor mempunyai tingkat signifikan dibawah

0,5 maka butir pertanyaan tersebut dinyatakan valid dan sebaliknya.

Sedangkan untuk uji reliabilitas Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang dalam kuesioner konsisten atau stabil dari waktu ke waktu suatu kuesioner dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach’s alpha di atas 0,60.

Table 4.7

Uji validitas variabel pengendalian internal Indikator Pearson

Correlation Sig-(2-tailed) Keterangan

X1.1 0,728 0,000 Valid

X1.2 0,831 0,000 Valid

X1.3 0,841 0,000 Valid

X1.4 0,825 0,000 Valid

X1.5 0,741 0,000 Valid

X1.6 0,886 0,000 Valid

X1.7 0,764 0,000 Valid

X1.8 0,773 0,000 Valid

X1.9 0,746 0,000 Valid

X1.10 0,662 0,000 Valid

X1.11 0,743 0,000 Valid

X1.12 0,849 0,000 Valid

X1.13 0,818 0,000 Valid

X1.14 0,842 0,000 Valid

X1.15 0,802 0,000 Valid

Sumber : Data diolah dari hasil penelitian

Berdasarkan hasil uji validitas terlihat bahwa korelasi antara masing-masing pertanyaan (X1.1 sampai dengan X1.15) terhadap total skor pertanyaan (X1) menunjukkan hasil yang signifikaan atau nilai koefisien korelasi ( r hitung) pada semua pertanyaan dengan total skor mempunyai tingkat signifikan dibawah 0,5. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masing-masing pertanyaan untuk variabel pengendalian internal adalah valid. Untuk hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat lampiran 1

Table 4.8

Uji validitas variabel kesesuaian kompensasi Indikator Pearson

Correlation Sig-(2-tailed) Keterangan

X2.1 0,838 0,000 Valid

X2.2 0,782 0,000 Valid

X2.3 0,447 0,000 Valid

X2.4 0,753 0,000 Valid

X2.5 0,617 0,000 Valid

X2.6 0,505 0,000 Valid

X2.7 0,635 0,000 Valid

X2.8 0,815 0,000 Valid

X2.9 0,558 0,000 Valid

X2.10 0,639 0,000 Valid

X2.11 0,665 0,000 Valid

X2.12 0,654 0,000 Valid

Sumber : Data diolah dari hasil penelitian

Dokumen terkait