• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Analisis Data Penelitian

1. Analisis Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriptif data digunakan untuk memberikan gambaran mengenai penyebaran data variabel-variabel penelitian yaitu pengendalian internal (X1), kesesuaian kompensasi (X2) dan kecurangan akuntansi (Y) telah dilakukan dengan baik.

Tabel 4.14

Statistik Deskriptif Variabel Penelitian

Descriptive Statistics

N Range Minimum Maximum Sum Mean Std.

Deviation

Variance

Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic Statistic pengendalian

internal

53 54 81 135 5851 110,40 2,184 15,897 252,705

kesesuaian kompensasi

53 42 63 105 4720 89,06 1,249 9,094 82,708

kecurangan akuntansi

53 28 17 45 1697 32,02 1,181 8,599 73,942

Valid N (listwise) 53

Sumber : Lampiran 6, output SPSS 20 for windows

Berdasarkan pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai rata-rata (mean) variabel pengendalian internal (X1) dan kesesuaian kompensasi (X2) yaitu 110,40 lebih besar dari standar deviasi 15,897 dan 89,06 lebih besar dari standar deviasi 9,094 ini menunjukkan bahwa penyebaran data instrumen variabel pengendalian internal (X1) dan kesesuaian kompensasi (X2) baik. Begitupun dengan nilai rata-rata (mean) variabel kecurangan akuntansi (Y) 32,02 lebih besar dari standar deviasi 8,599 yang berarti data disebar dengan baik. Dengan demikian dapat disumpulkan bahwa pengendalian internal, kesesuaian kompensasi dan kecurangan akuntansi dikatakan baik karena nilai rata-rata dari setiap instrumen lebih besar dari standar deviasinya.

2. Analisis Statistik Inferensial

Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk mendeskriptifkan data sampel dan hasilnya akan digeneralisasikan

untuk populasi dimana sampel diambil. Analisis inferensial yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda.

Tabel 4.15

Hasil Analisis Regresi Linear berganda

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 5,895 ,786 7,501 ,000

x1 -,082 ,134 -,075 -,614 ,542

x2 -,879 ,188 -,569 -4,683 ,000

a. Dependent Variable: y

Sumber: Lampiran 7, Output SPSS 20 for window

Berdasarkan tabel dapat diketahui nilai koefisien regresi pengendalian internal (X1) dan kesesuaian kompensasi (X2) terhadap kecurangan akuntansi (Y) masing-masing sebesar 0,082 (X1) dan 0,879 (X2) dan nilai konstanta sebesar 5,895 Dengan demikian terbentuk persamaan regresi sebagai berikut :

Y = 5,895 -0,082X -0,879X

Model ini menunjukkan bahwa koefesien regresi hasil taksiran bertanda. Hasil ini memberikan gambaran bahwa adanya hubungan yang dari variabel pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi terhadap kecurangan akuntansi yang berarti bahwa semakin bagus pengendalian internal dan kompensasi yang diberikan akan mengurangi/menurunkan kecurangan akuntansi.

3. Hasil Pengujian Hipotesis

Uji Adjusted (Koefisien Determinasi)

Nilai yang digunakan dalam koefisien determinasi adalah dengan menggunakan nilai R Square. Nilai tersebut digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen. Nilai R Square yang digunakan, diambil dari tabel model summarydalam Tabel berikut.

Tabel 4.16

Uji Adjusted (Koefisien Determinasi)

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1 ,601a ,361 ,336 ,54031 1,855

a. Predictors: (Constant), x2, x1 b. Dependent Variable: y

Sumber: Lampiran 8, Output SPSS for window

Nilai R Square pada table 4.16 adalah sebesar 0,601 artinya 60,1%. hal ini berarti variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen adalah sebesar 60,1%, sedangkan sisanya sebesar 39,9% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan kedalam model regresi dalam penelitian ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi berperan sebesar 60,1% terhadap kecurangan akuntansi, sedangkan sisanya sebesar 39,9% berperan pada variabel lain yang tidak diteliti.

Uji Statistik t (uji Parsial)

Uji t ini dimaksudkan untuk mengetahui peran secara parsial (individu) variabel-variabel independen yakni pengendalian internal

dan kesesuaian kompensasi terhadap variabel dependen yaitu kecurangan akuntansi. Pengujian ini menggunakan tabel coefficients yang akan disajikan dalam berikut:

Tabel 4.17

Hasil Uji T Variabel Penelitian

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 5,895 ,786 7,501 ,000

x1 -,082 ,134 -,075 -,614 ,542

x2 -,879 ,188 -,569 -4,683 ,000

a. Dependent Variable: y

Sumber: Lampiran 9, Output SPSS 20 for window

Test hipotesis peranan pengendalian Internal terhadap Kecurangan Akuntansi.

Berdasarkan atas hasil pengujian yang terdapat dalam tabel 4.17 terdapat nilai t dan signifikan untuk masing-masing variabel independen yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan dalam uji t. Uji t yang dilakukan dalam penelitian ini dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel yang telah diperhitungkan yaitu sebesar 2,007 diperoleh dari =( ; − − 1) dan cara kedua dengan menggunakan nilai Sig yang terdapat didalam tabel, kemudian dibandingkan dengan tingkat signifikan sebesar 0,05. Jika nilai Sig lebih besar dari tingkat sigifikan 0,05 makaH akan diterima, sedangkan jika nilai Sig lebih kecil dari 0,05 makaH akan diterima danH ditolak.

Hipotesis pertama, peneliti akan menguji apakah variabel pengendalian internal berperan negatif dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi

Hipotesis pertama

H : Pengendalian internal berperan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi

H : Pengendalian internal berperan signifikan terhadap kecurangan akuntansi

Dari hasil perhitungan, variabel pengendalian internal memiliki t hitung sebesar 0,614 yang berarti lebih kecil dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,007 dan nilai Sig sebesar 0,542 yang berarti lebih besar dibandingkan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. maka

dapat disimpulkan bahwa diterima dan yang

menunjukkan bahwa semakin bagus pengendalian internal maka kecurangan akuntansi semakin berkurang.

Test hipotesis peranan kesesuaian kompensasi terhadap Kecurangan Akuntansi.

Hipotesis kedua, peneliti akan menguji apakah variabel kesesuaian kompensasi akan berperan dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi.

Hipotesis kedua

H : Kesesuaian kompensasi berperan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi

H : Kesesuaian kompensasi berperan dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi

Dari hasil perhitungan, variabel independensi memiliki t hitung sebesar 4,683 yang berarti lebih besar dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,007 dan nilai Sig sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dibandingkan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. maka dapat disimpulkan bahwa diterima dan yang menunjukkan bahwa kesesuaian kompensasi dapat mengurangi kecurangan akuntansi.

Uji Statistik F (Uji Simultan)

Uji F dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara bersama-sama peranan pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi terhadap kecurangan akuntansi. Dalam uji F ini, nilai yang digunakan adalah nilai F dan nilaiSigyang terdapat dalam tabel anova yang disajikan dibawah ini dalam tabel 4.18 Dalam pengujian ini dengan cara melihat nilai F hitung yang terdapat dalam tabel anova kemudian dibandingkan dengan nilai F tabel, sedangkan nilai Sig dibandingkan dengan nilai signifikansi yaitu sebesar 0,05.

Tabel 4.18

Hasil Pengujian Simultan (Uji F)

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Regression 8,255 2 4,128 14,138 ,000b

Residual 14,597 50 ,292

Total 22,852 52

a. Dependent Variable: y

c. Predictors: (Constant), x2, x1

Sumber: Lampiran 10, output SPSS 20 for window

Berdasarkan atas hasil tabel 4.18, menunjukkan nilai F hitung sebesar 14,138 dan nilai Sig.pada table anova sebesar 0,000. Nilai F

hitung tersebut kita bandingkan dengan F table yang sudah dihitung yaitu sebesar 3,182 diperoleh dari k; n-k-1 dengan derajat bebas (2 ; 51), terlihat bahwa nilai F hitung lebih besar dari F table yang artinya pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi secara bersama- sama berperan terhadap kecurangan akuntansi. Kemudian cara kedua yakni membandingkan nilai sig. pada table anova dengan nilai signifikansi yaitu 0,05 , dapat dilihat bahwa nilai sig. pada table anova memiliki nilai yang lebih kecil yaitu 0,000 dibanding nilai signifikan yang telah ditetapkan yakni 0,05. Sehingga dari kedua cara tersebut dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi secara bersama-sama berperan dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi. pengnedalian internal dan kesesuaian kompensasi.

1. Interprestasi Hasil Penelitian

Hasil pengujian hipotesis untuk variabel pengendalian internal terhadap kecurangan akuntansi menunjukkan bahwa pengendalian internal berperan dan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi.

Hasil uji t diperoleh arah sebesar 0,082 dan nilai t hitung 0,614 dengan nilai signifikansi 0,542. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0,542>0,05) dan nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel (0,614<2,007). Artinya, ini mengindikasikan bahwa perubahan yang terjadi pada rasio pengendalian internal akan berperan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi dan peran negatif yang ditunjukkan oleh pengendalian internal mengindikasikan bahwa apabila pengendalian internal dilaksanakan secara efektif maka kecurangan akuntansi akan mengalami penurunan.

Penelitian ini sesuai dengan teori Arens yang menyatakan bahwa system pengendalian yang tidak efektif akan membuat seorang lebih mudah untuk melakukan tindakan kecurangan yang akan merugikan perusahaan dan mengganggu keberlangsungan perusahaan, sehingga tujuan perusahaan tidak tercapai.

2. Hasil pengujian variabel kesesuaian kompensasi terhadap kecurangan akuntansi menunjukkan bahwa kesesuaian kompensasi berperan dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi. . Hasil uji t diperoleh arah sebesar 0,879 dan nilai t hitung 4,683 dengan nilai signifikansi 0,000.

Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (0.000<0,05) dan nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel (4,683>2,007). Artinya, ini mengindikasikan bahwa perubahan yang terjadi pada rasio kesesuaian kompensasi akan berperan signifikan terhadap kecurangan akuntansi dan peran negatif yang ditunjukkan oleh kesesuaian kompensasi mengindikasikan bahwa apabila kompensasi yang diberikan telah sesuai maka kecurangan akuntansi akan mengalami penurunan.

Penelitian ini sesuai dengan teori IAI (2001) yang menyatakan bahwa salah satu indikator khusus yang merupakan dorongan bagi manajemen untuk melakukan kecurangan dalam pelaporan keuangan adalah bagian signifikan kompensasi manajemen yang diwujudkan dalam bonus, stock option, atau insentif lain yang nilainya tergantung pada kemampuan entitas dalam mencapai target yang terlalu agresif dalam hasil operasi, posisi keuangan, atau arus kas.

Penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh oleh Randa dan Meliana (2009) yang berjudul pengaruh keefektivan pengnedalian internal, kesesuaian kompensasi, asimetris informasi, ketaatan aturan akuntansi dan moralitas manajemen terhadap kecurangan akuntansi dimana hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi berpengaruh dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan pada Bab IV, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu

1. Hasil pengujian hipotesis untuk variabel pengendalian internal terhadap kecurangan akuntansi menunjukkan bahwa pengendalian internal berperan dan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi. Artinya, ini mengindikasikan bahwa perubahan yang terjadi pada rasio pengendalian internal akan berperan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi dan peran negative yang ditunjukkan oleh pengendalian internal mengindikasikan bahwa apabila pengendalian internal dilaksanaka secara efektif yaitu karyawan yang mampu dan dapat dipercaya, tugasnya dapat dipertanggungjawabkan, memberikan kekuasaan yang tepat dan pemisahan tugas maka kecurangan akuntansi akan mengalami penurunan. Jadi, kesimpulannya yaitu:

Pengendalian internal berperan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi. dengan kata lain diterima

2. Hasil pengujian variabel kesesuaian kompensasi terhadap kecurangan akuntansi menunjukkan bahwa kesesuaian kompensasi berperan dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi. Artinya, ini mengindikasikan bahwa perubahan yang terjadi pada rasio kesesuaian kompensasi akan berperan signifikan terhadap kecurangan akuntansi dan peran negatif yang

72

ditunjukkan oleh kesesuaian kompensasi mengindikasikan bahwa apabila kompensasi yang diberikan telah sesuai maka kecurangan akuntansi akan mengalami penurunan karena karyawan tentu saja mengharapkan timbal balik yang berupa kompensasi atas kontribusi yang sesuai dengan apa yang dilakukan karyawan terhadap perusahaan. Kompensasi yang sesuai diyakini dapat mendorong karyawan untuk meningkatkan kinerjanya sedangkan kompensasi yang yang tidak sesuai diyakini mampu mendorong karyawan untuk melakukan tindakan kecurangan dalam suatu instansi .Jadi, kesimpuanya yaitu: Kesesuaian kompensasi berperan dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi dengan kata lain diterima.

B. Saran-saran

1. Penelitian ini memiliki keterbatasan yang melekat pada metode survei melalui kuisioner untuk pengumpulan data yang mengakibatkan tidak bisanya dilakukan kontrol atas jawaban responden. Responden bisa tidak jujur dalam memberikan tanggapan atas pernyataan dalam kuesioner. Sehingga disarankan agar peneliti berikutnya mencoba menambahkan menggunakan metode wawancara.

2. Untuk menguatkan dan mendukung hasil penelitian ini, maka perlu dilakukan pengujian kembali (replikasi) untuk melihat konsistensi penelitian ini dengan penelitian terdahulu dan penelitian berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno., 2014, Auditing (petunjuk praktis pemeriksaan akuntan oleh akuntan public),edisi 4 buku 1, Jakarta: Salemba Empat

Aminah dan Faratha, C.Y. 2016. Hubungan Pengendalain Intern dan Kompensasi dengan Kecurangan Akuntansi Studi pada BPR di Provinsi Lampung.Jurnal Vol. 7, No.1: 1-13

Arens, Alura.A. 2006. Auditing dan Layanan Verifikasi. Jakarta.: Gramedia Hasibuan, S.P. Malayu., 2008, Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi

revisi, Jakarta: Bumiaksara

IAI., 2001,Standar Profesional Akuntansi Publik.

Jayanti, N.P. dan Rasmini, N.K. 2013. Pengaruh Pengendalian Intern, Motivasi, dan Reward Manajemen pada Perilaku Etis Konsultan.

Jurnal Vol. 5, No.1: 179-195

M. Tuanakotta, Theodorus.,2014, Audit Berbasis ISA (International Standards on Auditing),Jakarta: Salemba Empat

M. Tuanakotta, Theodorus.,2011, Akuntansi Forensik dan Audit Investigasi, Jakarta: Salemba Empat

Prawira, I.M. dkk. 2014. Pengaruh Moralitas Individu, Asimetri Informasi dan Efektifitas Pengendalian Internal terhadap Kecenderungan Kecurangan (fraud) Akuntnasi Studi Empiris pada Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Buleleng.Jurnal Vol. 2, No.1: 1-12

Rahmawati, Y.S. dan Qomariyah, N. 2006, Pengaruh Asimetris Informasi Terhadap Praktik Manajemen Laba Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi IX Padang

Rivai, Veithzal. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori Ke Praktek, Jakarta: PT. RAJAGRAFINDO PERSADA

Sutrisno, Edy., 2009, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta:

Kencana

Sari, N.L. dan Yuniarta, G.A. dkk., 2015. Pengaruh Efektifitas Sistem Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan dan Implementasi Good Governance Terhadap Kecenderungan Fraud (Studi Empiris pada SKPD di Kabupaten Tabanan). Jurnal Vol. 3, No. 1

Setiawan, M.A. Dan Yunita, N.H. 2017. Pengaruh Pengendalian Internal, Tekanan Finacial, dan Moralitas Individu terhadap Kecenderungan

73

Akuntansi: Studi Eksperimen pada Konteks Pemerintahan Daerah.

Jurnal Vol. 1, No.1: 52-67

Triasmara, R.R. Mayangsari. 2017. Pengaruh Efektivitas Pengendalian Internal, Kesesuaian Kompensasi dan Asimetri Informasi Terhadap Kecenderungan Kecurangan pada PT Telekomunikasi Indonesia, TBK. Jurnal Eproc

Udayani, A.F. dan Sari, M.M. 2017. Pengaruh Pengendalian Internal dan Moralitas Individu pada Kecenderungan Kecurangan Akuntansi.

Jurnal Vol. 18, No.3: 1774-1799

Wilopo., 2006, Analisis Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Simposium Nasional Akuntansi IX Padang

Widyaswari, D.A. dkk. 2017, Pengaruh Efektivitas Pengendalian Internal, Kesesuaian Kompensasi, dan Budaya Organisasi Terhadap Kecenderungan Kecurangan (Fraud) pada Lembaga Prekreditan Desa (LPD) Se-Kecamatan Susut.Jurnal nominal Vol. 8, No.1 Wijaya, K.D. 2017. Pengaruh Efektivitas Pengendalian Internal,

Kesesuaian Kompensasi, Moralitas Individu, dan Whistleblowing Terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi pada LPD di Kecamatan Gerokgak. Jurnal Vol. 7, No.1

Widiutami, N.P. dkk. 2017. Pengaruh Efektifitas Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kecenderungan Kecurangan (FRAUD) Akuntansi (Studi Empiris pada Lembaga Perkreditan Desa di Kabupaten Buleleng. Jurnal Vol.

7, No.1

Dokumen terkait