BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
3. Deskripsi Hasil Pretest
Penelitian ini merupakan pre–eksperimental designs dengan menggunakan bentuk one-group pretest-posttest design yaitu dengan membandingkan antara nilai kamampuan mengenal konsep bilangan sebelum diberikan perlakuan dengan menggunakan media flip chart. Pada pretest peneliti melakukan tes kemampuan mengenal konsep bilangan pada peserta didik sesuai dengan instrumen penelitian yang telah disiapkan oleh peneliti dan sudah melalui uji validasi. kemampuan mengenal konsep bilangan yang terdiri dari tiga indikator pencapaian yaitu, membuat urutan bilangan 1 sampai 20 dengan benda-benda, menghubungkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 20, dan mengenal konsep banyak- sedikit pada bilangan dengan mengukur menggunakan alat ukur sederhana.
Pengambilan data yang dilaksanakan sebelum melakukan perlakuan (pretest) diperoleh ketika peneliti melakukan penelitian awal pada hari senin tanggal 16 Desember 2019 yang dilakukan selama satu hari di kelompok B.
Pretest dilakukan untuk mengetahui keadaan awal dari kemampuan mengenal
33
konsep bilangan anak kelompok B Taman Kanak-kanak Aba III Paranga Kabupaten Gowa
Pretest dilakukan menggunakan tes pemberian tugas yang dilakukan oleh guru dengan memanggil anak satu persatu untuk membuat urutan bilangan 1 sampai 20 dengan benda-benda, menghubungkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 20, dan mengenal konsep banyak-sedikit pada bilangan dengan mengukur menggunakan alat ukur sederhana. Peneliti mengobservasi dengan memberikan nilai sesuai kemampuan anak. Media yang digunakan sebelum perlakuan, yaitu tulisan dipapan tulis. Ketika anak di panggil satu persatu untuk penilaian awal, anak yang lain mengerjakan LKA.
Nilai skor awal prestest dari hasil penelitian melalui pembelajaran dengan menggunakan papan tulis terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B di Taman Kanak-kanak Aba III Paranga Kabupaten Gowa sebelum diberikan perlakuan dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.1 nilai sebelum adanya perlakuan (pretest) nilai awal kelompok B
No Nama Kemampuan yang ingin di capai Total
Membuat urutan bilangan 1 sampai 20 dengan benda.
Menghubungkan lambang
bilangan dengan benda-benda sampai 20
Mengenal konsep banyak-sedikit pada bilangan dengan mengukur menggunakan alat ukur sederhana.
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Haikal √ √ √ 6
2 Akmal √ √ √ 8
34
3 Algi √ √ √ 8
4 Haraqah √ √ √ 6
5 Aqil √ √ √ 8
6 Dzakwan √ √ √ 7
7 Fino √ √ √ 6
8 Aulia √ √ √ 7
9 Nur √ √ √ 7
10 Davina √ √ √ 6
11 Rika √ √ √ 8
12 Daiva √ √ √ 6
13 Diana √ √ √ 7
14 Fia √ √ √ 6
15 Aqilah √ √ √ 7
16 Reva √ √ √ 6
Jumlah 109
Rata-rata 6,81
Berdasarkan tabel dan bagan diatas dapat dijelaskan hasil perhitungan kondisi awal sebelum adanya tretmeant kelompok B dalam kemampuan mengenal konsep bilangan dari tiga capaian perkembangan anak antara lain: membuat urutan bilangan 1 sampai 20 dengan benda tidak terdapat anak yang mendapatkan penilaian belum berkembang (BB), 12 anak yang mendapatkan penilaian mulai
35
berkembang dengan skor 2 (MB), 4 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 3 (BSH), dan tidak terdapat anak yang mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan (BSB). menghubungkan atau memasangkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 20 tidak terdapat anak yang mndapatkan penilaian belum berkembang (BB), 9 anak yang mendapatkan penilaian mulai berkembang dengan skor 2 (MB), 7 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 3 (BSH), dan tidak terdapat anak yang mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan (BSB), mengenal konsep banyak-sedikit pada bilangan dengan mengukur menggunakan alat ukur sederhana tidak terdapat anak yang mendapatkan penilaian belum berkembang (BB), 14 anak yang mendapatkan penilaian mulai berkembang dengan skor 2 (MB), 2 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 3 (BSH), dan tidak terdapat anak yang mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan (BSB). Jadi total jumlah skor keseluruhan kelompok B dari tiga capaian perkembangan adalah 109.
4. Deskripsi Hasil Postest
Data hasil penelitian observasi setelah pemberian perlakuan diperoleh pada hari jum’at tanggal 20 Desember 2019. Data hasil penelitian diperoleh setelah adanya perlakuan yang diberikan kepada kelompok B dengan media flip chart.
Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan setelah adanya perlakuan dengan menggunakan media flip chart. Pelaksanaan pengambilan nilai dilakukan seperti pengambilan pada saat pretest, dimana anak dipanggil satu persatu untuk membuat urutan bilangan 1 sampai 20 dengan benda,
36
menghubungkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 20, dan mengukur konsep banyak-sedikit pada bilangan dengan mengukur menggunakan alat ukur sederhana. Ketika anak di panggil satu persatu untuk penilaian awal, anak yang lain mengerjakan LKA.
Nilai posttest yang didapatkan dari proses pengamatan dilakukan peneliti dan dibantu oleh guru lainnya, sesuai kriteria serta instrument yang sudah dibuat oleh peneliti maka di dapatkanlah hasil dari posttest sebagai berikut:
Tabel 4.2 nilai setelah adanya perlakuan (posttest) nilai awal kelompok B
No Nama Kemampuan yang ingin di capai Total
Membuat urutan bilangan 1 sampai 20 dengan benda.
Menghubungkan lambang
bilangan dengan benda-benda sampai 20
Mengenal konsep banyak-sedikit pada bilangan dengan mengukur menggunakan alat ukur sederhana.
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Haikal √ √ √ 11
2 Akmal √ √ √ 9
3 Algi √ √ √ 12
4 Haraqah √ √ √ 10
5 Aqil √ √ √ 9
6 Dzakwan √ √ √ 9
7 Fino √ √ √ 8
8 Aulia √ √ √ 9
9 Nur √ √ √ 9
37
10 Davina √ √ √ 10
11 Rika √ √ √ 9
12 Daiva √ √ √ 8
13 Diana √ √ √ 9
14 Fia √ √ √ 10
15 Aqilah √ √ √ 9
16 Reva √ √ √ 8
Jumlah 149
Rata-rata 9,31
Berdasarkan tabel dan bagan diatas dapat dijelaskan hasil akhir kelompok B dalam kemampuan mengenal konsep bilangan dari tiga capaian perkembangan anak antara lain: membuat urutan bilangan 1 sampai 20 dengan benda tidak terdapat anak yang mendapatkan penilaian belum berkembang (BB), 1 anak yang mendapatkan penilaian mulai berkembang (MB), 11 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 3 (BSH), dan 4 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 4 (BSB). menghubungkan atau memasangkan lambang bilangan dengan benda- benda sampai 20 tidak terdapat anak yang mndapatkan penilaian belum berkembang (BB), 5 anak yang mendapatkan penilaian mulai berkembang (MB), 8 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 3 (BSH), dan 3 anak yang mendapatkan penilaian berkembang sesuai
38
harapan dengan skor 4 (BSB), mengenal konsep banyak-sedikit pada bilangan dengan mengukur menggunakan alat ukur sederhana tidak terdapat anak yang mendapatkan penilaian belum berkembang (BB), 3 anak yang mendapatkan penilaian mulai berkembang dengan skor 2 (MB), 11 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 3 (BSH), dan 2 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 4 (BSB). Jadi total jumlah skor keseluruhan kelompok B dari tiga capaian perkembangan adalah 149.
5. Deskripsi Perbedaan Hasil Pretest dan Posttest Kemampuan Mengenal konsep bilangan.
Data dari skor pretest kemudian akan dibandingkan dengan data skor posttest untuk melihat selisih nilai (skor) data sebelum diberikan perlakuan (treatment) dan data sesudah diberikan perlakuan (treatment) dengan menggunakan tes pemberian tugas untuk melihat kemampuan mengenal konsep bilangan. Peningkatan skor peserta didik terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan sebelum dan setelah diberikan perlakuan (treatment) dengan pembelajaran melalui media flip chart dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.3 hasil Perbedaan Nilai Pretest dan Nilai Posttest
No Nama Skor
(pretest)
Skor (Posttest)
Hasil Nilai Peningkatan
1 Haikal 6 11 5
2 Akmal 8 9 1
3 Algi 8 12 4
39
4 Haraqah 6 10 4
5 Aqil 8 9 1
6 Dzakwan 7 9 2
7 Fino 6 8 2
8 Aulia 7 9 2
9 Nur 7 9 2
10 Davina 6 10 4
11 Rika 8 9 2
12 Daiva 6 8 2
13 Diana 7 9 2
14 Fia 6 10 4
15 Aqilah 7 9 2
16 Reva 6 8 2
Jumlah 109 149 41
Rata-rata 6,81 9,31 2,56
Dari tabel perbedaan diatas menunjukkan 16 subjek penelitian mengalami peningkatan kemamampuan mengenal konsep bilangan setelah diberikan perlakuan melalui pembelajaran dengan media flip chart. Secara umum anak kelas B setelah diberi perlakuan mengalami peningkatan. Skor terendah anak didik kelas B saat pretest adalah 6, setelah diberi perlakuan skor posttest tertinggi adalah 12. Berdasarkan data hasil penelitian dapat diketahui bahwa anak didik kelas kelompok B mengalami peningkatan.
40
Perbedaan skor pretest dan posttest pada keenam belas subjek mengenai kamampuan mengenal konsep bilangan dapat dilihat pada grafik histogram sebagai berikut :
Grafik 4.1 Rekapitulasi Skor Pretest dan Posttest Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan
Grafik di atas menunjukkan perbedaan yang diperoleh subjek penelitian sebelum dan sesudah diberi perlakuan (treatment) berupa pembelajaran melalui media flip chart dalam meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak di kelompok B di Taman Kanak-kanak Aba III Paranga Kabupaten Gowa. Terdapat 2 peserta didik yang menunjukan nilai pretest lebih tinggi dibandingkan nilai posttest, sedangkan 14 subjek yang lainnya menunjukan peningkatan dari nilai pretest ke posttest. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan.
0 2 4 6 8 10 12 14
Subjek Penelitian
41 6. Hasil Uji Inferensial
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan melihat hasil kemampuan mengenal konsep bilangan anak sebelum dan setelah pemberian treatment. Pada analisis ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.
Wilcoxon Signed Rank Test digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang ditimbulkan dari pemberian pembelajaran seni tari terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan anak dengan menggunakan hipotesis Ha jika ada pengaruh dan Ho jika tidak ada pengaruh kemampuan mengenal konsep bilangan anak setelah diberikan treatment pembelajaran melalui media flip chart di Taman Kanak-kanak Aba III Paranga Kabupaten Gowa.
Berikut hasil pengujian hipotesis dari uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan menggunakan program IBM SPSS 25 dapat dilihat melalui tabel dibawah ini:
Tabel 4.4 Hasil pengujian Wilcoxon Signed Ranks Test
Ranks N
Mean Rank
Sum of Ranks post - pre Negative
Ranks
0a .00 .00
Positive Ranks 16b 8.50 136.00
Ties 0c
Total 16
a. posttest < pretest b. posttest > pretest c. posttest = pretest
42 Test Statisticsa
post - pre
Z -3.575b
Asymp. Sig. (2- tailed)
.000 a. Wilcoxon Signed Ranks Test b. Based on negative ranks.
B. Pembahasan
Penelitian diawali dengan mengukur dan menilai kondisi awal untuk mengetahui keadaan awal kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelas kelompok B. dalam hal pengenalan konsep bilangan meliputi: membuat urutan bilangan 1 sampai 20 dengan benda, menghubungkan atau memasangkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 20 dan mengenal konsep banyak-sedikit pada bilangan dengan mengukur menggunakan alat ukur sederhana.
Hasil pretest menunjukkan kemampuan mengenal konsep bilangan dari tiga capaian perkembangan anak antara lain: membuat urutan bilangan 1 sampai 20 dengan benda tidak terdapat anak yang mendapatkan penilaian belum berkembang (BB), 1 anak yang mendapatkan penilaian mulai berkembang (MB), 11 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 3 (BSH), dan 4 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 4 (BSB). menghubungkan atau memasangkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 20 tidak terdapat anak yang mndapatkan penilaian belum berkembang (BB), 5 anak yang mendapatkan penilaian mulai berkembang (MB), 8 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 3 (BSH), dan 3 anak yang mendapatkan penilaian
43
berkembang sesuai harapan dengan skor 4 (BSB), mengenal konsep banyak- sedikit pada bilangan dengan mengukur menggunakan alat ukur sederhana tidak terdapat anak yang mendapatkan penilaian belum berkembang (BB), 3 anak yang mendapatkan penilaian mulai berkembang dengan skor 2 (MB), 11 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 3 (BSH), dan 2 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 4 (BSB). Jadi total jumlah skor keseluruhan kelompok B dari tiga capaian perkembangan adalah 149.
Langkah selanjutnya yaitu menerapkan perlakuan yang dilakukan selama 3 hari dengan menggunakan media flip chart. Kegiatan perlakuan pertama antara lain: menstimulus kemampuan menyebutkan urutan bilangan dari 1 sampai 20, membuat urutan bilangan 1 sampai 20 dengan benda, Kegiatan hari ke dua yaitu menstimulus kemampuan menyebutkan urutan bilangan dari 1 sampai 20, menghubungkan atau memasangkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 20 , dan kegiatan hari ketiga yaitu menstimulus kemampuan menyebutkan urutan bilangan dari 1 sampai 20, mengenal konsep banyak-sedikit pada bilangan dengan mengukur menggunakan alat ukur sederhana .
Hasil posttest atau keadaan akhir setelah perlakuan menunjukkan bahwa kemampuan mengenal konsep bilangan dari tiga capaian perkembangan anak antara lain: membuat urutan bilangan 1 sampai 20 dengan benda tidak terdapat anak yang mendapatkan penilaian belum berkembang (BB), 1 anak yang mendapatkan penilaian mulai berkembang (MB), 11 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 3 (BSH), dan 4
44
anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 4 (BSB). menghubungkan atau memasangkan lambang bilangan dengan benda- benda sampai 20 tidak terdapat anak yang mndapatkan penilaian belum berkembang (BB), 5 anak yang mendapatkan penilaian mulai berkembang (MB), 8 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 3 (BSH), dan 3 anak yang mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 4 (BSB), mengenal konsep banyak-sedikit pada bilangan dengan mengukur menggunakan alat ukur sederhana tidak terdapat anak yang mendapatkan penilaian belum berkembang (BB), 3 anak yang mendapatkan penilaian mulai berkembang dengan skor 2 (MB), 11 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 3 (BSH), dan 2 anak yang sudah mendapatkan penilaian berkembang sesuai harapan dengan skor 4 (BSB). Jadi total jumlah skor keseluruhan kelompok B dari tiga capaian perkembangan adalah 149.
Hasil yang diperoleh dari data penelitian secara keseluruhan dimana adanya peningkatan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak didik setelah diberikan pembelajaran melalui media flip chart. Hasil nilai rata-rata keseluruhan yaitu 2,56, pada pretest nilai rata-rata diperoleh skor 6,81 dan pada saat posttest nilai rata-rata yang diperoleh 9,31. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan dari nilai rata-rata kemampuan mengenal konsep bilangan dari sebelum pemberian pembelajaran melalui media flip chart dan menunjukkan adanya pengaruh yang didapatkan setelah pemberian pembelajaran melalui media flip chart.
45
Kemudian didukung pula dengan hasil perhitungan dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test pada program SPSS diperoleh nilai Asymp sig (2- tailed) sebesar 0,00 disini didapat probabilitas dibawah 0,05 atau p < 0,05 yang berarti Ho ditolak berarti penggunaan media flip chart berpengaruh terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan di Taman Kanak-kanak Aba III Paranga Kabupaten Gowa. Sesuai dengan jika probabilitas (Asymp.Sig) < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, dan jika probabilitas (Asymp.Sig) > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Adapun faktor yang mempengaruhi anak mendapatkan penilaian meningkat saat diberi perlakuan (treatmeant) antara lain yaitu karena terlihat pada saat pemberian perlakuan (treatmeant) anak menunjukkan ketertarikan yang sangat antusias pada saat melakukan proses pembelajara. Hal ini sependapat dengan teori yang dijabarkan Azkiyah (jurnal pengaruh media flip chart terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan 1-10 pada kelompok A, 2019:104) menyatakan bahwa “dengan menggunakan media flip chart dalam proses pembelajaran anak akan lebih merasa senang dalam menerima pembelajaran karena didalam media flip chart terdapat bilangan dan gambar-gambar yang mendukung anak akan lebih mudah memahami konsep bilangan”.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media flip chart mampu memberi pengaruh khusunya terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan.
46 BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
1. Kemampuan mengenal konsep bilangan di Taman Kanak-kanak Aba III Paranga Kabupaten Gowa sebelum adanya perlakuan (treatment) dapat dikatan belum berkembang. Hal tersebut diketahui dari hasil observasi awal bahwa anak masih kesulitan dalam mengenal konsep bilangan. Hasil nilai menunjukkan dari hasil pada saat ptetest kemampuan mengenal konsep bilangan mendapatkan total skor sejumlah 109.
2. Kemampuan mengenal konsep bilangan di Taman Kanak-kanak Aba III Paranga Kabupaten Gowa setelah adanya perlakuan (treatment) mengalami perubahan yang signifikan. Keadaan tersebut diketahui dari hasil pengambilan nilai setelah adanya perlakuan (posttest). Hasil menunjukkan nilai awal sebelum adanya perlakuan (pretest) total skor 109 sebaliknya nilai akhir setelah adanya perlakuan (posttest) total skor sejumlah 149.
3. Perbandingan antara hasil nilai sebelum adanya perlakuan (pretest) dan setelah adanya perlakuan (posttest) selanjutnya di analisis di dapatkan hasil sebesar 0,00 disini didapat probabilitas dibawah 0,05 atau p < 0,05
47
yang berarti Ho ditolak berarti penggunaan media flip chart berpengaruh terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan di Taman Kanak-kanak Aba III Paranga Kabupaten Gowa.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas, peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Bagi Orang Tua
Pada umumnya anak-anak memiliki kemampuan berbeda, disarankan untuk orang tua dalam membangun kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak dapat memperkenalkan bilangan sejak dini dengan menggunakan agar anak dapat mengenal dan mendapatkan wawasan baru dalam meningkatkan kemampuannya.
2. Bagi Pendidik (Guru)
Pada usia taman kanak-kanak anak masih memasuki dunia bermain sambil belajar yang memiliki makna pada setiap kegiatan belajar anak harus menyenangkan, disarankan bagi guru taman kanak-kanak dapat menggunakan media dalam proses pembelajaran terutama media flip chart dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan.
3. Bagi Kepala Sekolah
48
Pembelajaran dapat berjalan sesuai yang diharapkan maka dari itu perlu adanya dukungan dan fasilitas dari kepala sekolah, disarankan kepada kepala sekolah memfasilitasi media pembelajaran disetiap kelas terutama media flip chart untuk mempermudah guru dalam memberikan pemahaman dalam mengenalkan konsep bilangan dan dalam aspek perkembangan kognitif.
4. Bagi Riset Penelitian Lain
Penelitian ini menggunakan media flip chart, disarankan untuk penelitian selanjutnya dapat melengkapi kekurangan penelitian dan menggunakan media flip chart dengan bentuk dan ukuran yang lebih bervariasi dalam meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan.
49
DAFTAR PUSTAKA
Azkiyah Maimunatul Nailah. 2019. Pengaruh Media Flip Chart Terhadap Kemampuan Mengenal konsep Bilangan 1-10 Pada Kelompok A Di Taman Kanak-kanak Walisongo Sawohan Buduran Sidoarjo. Skripsi. Surabaya:
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Bungin Burhan. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif.Jakarta: Prenada Media Group.
Hildayani Rini, dkk. 2014. Psikologi Perkembangan Anak. Tangerang Selatan:
Universitas Terbuka.
Irfatul. 2014. Peningkatan Pemahaman Konsep Bilangan Melalui Permainan Memancing Angka Pada Anak Kelompok A Di RA Masyithoh Kalisoka Triwidadi Pajangan Bantul. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Kurnia Rita. 2016. Konsep Media Pembelajaran. Jurnal Al-Afkar. 1 (1): 26-32.
Permendiknas 137. 2015. Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.
Rahman Taopik. 2017. Peningkatan Kemampuan Anak Usia Dini Mengenal Konsep Bilangan Melalui Media Flashcare. Jurnal Paud Agapedia. 1 (1):
118-128.
Ramaini. 2016. Peningkatan Kemampuan Mengenal konsep Bilangan Melalui Permainan Tabung Pintar Di Tk Negeri Pembina Lubuk Basung. Jurnal Pesona Paud. 1 (1): 1-12.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta CV.
50
Sujiono Nurani Yuliani, dkk. 2014. Metode Pengembangan Kognitif. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Syamsuri Sukri, Khaeruddin, dkk. 2014. Pedoman Penulisan Skripsi S-1 fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Unismuh. Makassar. FKIP Unismuh.
Widyanari Novita. 2015. Peningkatan Kemampuan Mengenal Angka 1-10 Melalui Media Flip Chart Pada Anak Kelompok A1 Tk Kemala Bhayangkari 91 Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
L
A
M
P
I
R
A
N
I
50
Kisi-kisi Instrument Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan
Variable Indikator Kriteria Penilaian Sumber Teknik Model Pembelaran
Melalui Media Flip Chart
1. Pendidik membagi anak menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
- Anak didik duduk melingkar sesuai kelompoknya masing- masing
- Pendidik -Observasi.
2. Pendidik
menjelaskan dan memperkenalkan media flip chart yang digunakan.
- Anak menyimak penjelasan dari
pendidik tentang media yang akan digunakan
- Pendidik -Observasi.
3. Pendidik mengajak anak untuk
menyebutkan urutan bilangan dari 1 sampai 20 melalui media flip chart.
- Anak menyebutkan urutan bilangan dari 1 sampai 20.
- Pendidik - Observasi.
4. Pendidik menanyakan perasaan anak
- Anak merespon pendidik dengan Widyandari dalam
- Pendidik - Observasi.
51 setelah melakukan kegiatan
pembelajaran dengan melalui media flip chart.
skripsi (peningkatan kemampuan mengenal angka 1-10 melalui flip chart pada kelompok A1) (2015:23) perasaan senang dan gembira setelah setelah melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media flip chart.
Kemampuan mengenal konsep
bilangan
1. Membuat urutan bilangan 1 sampai 20 dengan benda- benda.
- Anak mampu membuat urutan bilangan 1 sampai 20 dengan benda-benda.
-Sujiono. -Observasi.
2. Menghubungkan lambang bilangan dengan benda- benda.
- Anak mampu menghubungkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 20.
- Sujiono. - Lembar Kerja Anak (LKA)
52 3. Mengenal konsep
banyak-sedikit pada bilangan dengan mengukur
menggunakan alat ukur sederhana.
- Anak mampu mengukur bilangan dengan konsep banyak- - sedikit.
-Permendi knas 146.
-Observasi.
Tabel diatas menunjukkan kisi-kisi instrument penelitian kemampuan mengenal konsep bilangan. Berikut ini adalah rubrik penilaian instrument tentang kemampuan mengenal konsep bilangan untuk memberikan nilai pada indikator capaian perkembangan yang dilakukan oleh anak didik. Rubrik penilaian instrument kemampuan mengenal konsep bilangan sebagai berikut:
Keterangan: (kegiatan membuat urutan bilangan 1 sampai 20 dengan benda-benda).
1. (BB) artinya Belum Berkembang: bila anak belum bisa melakukan kegiatan membuat urutan bilangan.
2. (MB) artinya Mulai Berkembang: bila anak sudah bisa membuat urutan bilangan dari 1-5 dengan benar.
3. (BSH) artinya Berkembang Sesuai Harapan: bila anak sudah bisa membuat urutan bilangan dari 5-10 dengan benar.
4. (BSB) artinya Berkembang Sangat Baik: bila anak sudah bisa membuat urutan bilangan dari 10-20 dengan benar.
53
Keterangan: (kegiatan menghubungkan lambang bilangan dengan benda- benda sampai 20).
1. (BB) artinya Belum Berkembang: bila anak belum bisa melakukan kegiatan menghubungkan lambang bilangan.
2. (MB) artinya Mulai Berkembang: bila anak sudah bisa menghubungkan lambang bilangan 1-5 dengan benar.
3. (BSH) artinya Berkembang Sesuai Harapan: bila anak sudah bisa menghubungkan lambang bilangan 5-10 dengan benar.
4. (BSB) artinya Berkembang Sangat Baik: bila anak sudah bisa menghubungkan lambang bilangan 10-20 dengan benar.
Keterangan: (kegiatan mengenal konsep banyak-sedikit pada bilangan dengan mengukur menggunakan alat ukur sederhana ).
1. (BB) artinya Belum Berkembang: bila anak melakukan kegiatan mengenal konsep banyak-sedikit pada bilangan harus bimbingan atau dicontohkan oleh pendidik.
2. (MB) artinya Mulai Berkembang: bila anak melakukan kegiatan mengenal konsep banyak-sedikit pada bilangan harus diingatkan atau dibantu oleh pendidik.
3. (BSH) artinya Berkembang Sesuai Harapan: bila anak melakukan kegiatan mengenal konsep banyak-sedikit secara mandiri tanpa harus dibantu oleh pendidik.
4. (BSB) artinya Berkembang Sangat Baik: bila anak melakukan kegiatan mengenal konsep banyak-sedikit secara mandiri dan sudah dapat