• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Lokasi Penelitian

Dalam dokumen UMUM DAERAH AIR MINUM KOTA MAKASSAR (Halaman 49-58)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian

Kota Makassar adalah salah satu kota metropolitan di Indonesia dan sekaligus sebagai ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Kota Makassar merupakan kota terbesar keempat di Indonesia dan terbesar di Kawasan Timur Indonesia. Sebagai pusat pelayanan di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Kota Makassar berperan sebagai pusat perdagangan dan jasa, pusat kegiatan industri, pusat kegiatan pemerintahan, simpul jasa angkutan barang dan penumpang baik darat, laut maupun udara dan pusat pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Peta Kota Makassar di Sulawesi Selatan

36

1. Kondisi Geografis

Ketinggian Kota Makassar bervariasi antara 0 - 25 meter dari permukaan laut, dengan suhu udara antara 20° C sampai dengan 32° C.

Kota Makassar diapit dua buah sungai yaitu: Sungai Tallo yang bermuara disebelah utara kota dan Sungai Jeneberang bermuara pada bagian selatan kota.

a. Batas-batas Daerah Kota Makassar

Batas-batas Administrasi Kota Makassar adalah : Batas Utara: Kabupaten Maros.

Batas Timur: Kabupaten Maros.

Batas Selatan: Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar.

Batas Barat: Selat Makassar.

Jumlah kecamatan di Kota Makassar 15 Kecamatan dan 153 Kelurahan. Adapun pembagian kecamatan dalam lingkup Kota Makassar antara lain:

1. Biringkanaya 2. Bontoala

3. Kepulauan Sangkarrang 4. Makassar

5. Mamajang 6. Manggala 7. Mariso

8. Panakkukang 9. Rappocini 10. Tallo 11. Tamalanrea 12. Tamalate 13. Ujung Pandang 14. Ujung Tanah 15. Wajo

b. Profil Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Makassar Perusahaan Daerah Air Minum Kota Makassar, terus menerus mengalami perkembangan melalui tahap demi tahap dalam lintasan sejarah yang cukup panjang, berawal pada tahun 1924 dengan dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) I Ratulangi oleh pemerintah Hindia Belanda dengan nama Waterleidjding Bedrijf kapasitas produksi terpasang 50 l/d, kemudian pada jaman pendudukan Jepang tahun 1937 ditingkatkan menjadi 100 l/d, Air baku diambil dari Sungai Jeneberang terletak 7 km disebelah selatan kota, dipompa melalui saluran tertutup ke Instalasi Ratulangi. Instalasi Pengolahan Air I Ratulangi, Jl. DR. Ratulangi No. 3 Dibangun sejak tahun 1924 oleh Belanda Kapasitas produksi terpasang 50 l/d Intake Sungguminasa Kab. Gowa Sumber Air Baku: Sungai Jeneberang.

Tahun 1976 perubahan status PDAM, dari Dinas Air Minum menjadi Perusahaan Air Minum Kodya Ujung Pandang sesuai dengan Perda No. 21/P/II/1976, dengan kapasitas produksi terpasang PDAM turun menjadi 50 l/d, disebabkan karena usia. Instalasi Pengolahan Air II Panaikang, Jl. Urip Somohardjo No.442335 Kapasitas produksi terpasang 1000 l/d Intake : Jl. Abdullah Dg. Sirua Sumber Air Baku : Sungai Lekopanccing Kab. Maros.Untuk memenuhi kebutuhan air bagi penduduk Kota Makassar yang makin meningkat, maka pada tahun 1977 dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang dengan kapasitas tahap pertama 500 l/d. Sumber Air baku diambil dari Bendung Lekopancing Sungai Maros sejauh 29,6 Km dari Kota Makassar, kemudian tahun 1989 IPA Panaikang ditingkatkan kapasitasnya menjadi 1000 l/d. Instalasi Pengolahan Air III Antang, Jl. Antang Raya Kapasitas produksi terpasang 90 l/d Intake Sal. Air baku IPA II.Tahun 1985 melalui paket pembangunan Perum Perumnas dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) III Antang dengan kapasitas awal 20 l/d, kemudian tahun 1992 dibangun IPA Antang 2 (dua) dengan demikian total kapasitas IPA Antang menjadi 40 l/d, dari 2 (dua) Instalasi Pengolahan Air.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih khususnya pada wilayah pelayanan IPA Antang dimana jumlah pelannggan terus bertambah, maka pada tahun 2003 PDAM Kota Makassar menambah kapasitas produksi IPA Antang dari 40 liter/d menjadi 90 liter/d.

Instalasi Pengolahan Air IV Maccini Sombala Kapasitas Produksi Terpasang 200 l /d Intake : Malengkeri, Sumber Air Baku: Sungai Jeneberang. Tahun 1993 lewat paket bantuan hibah pemerintah pusat, dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) IV Maccini Sombala kapasitas terpasang 200 l/, sumber air baku Sungai Jeneberang.

Instalasi Pengolahan Air V Somba Opu, Jl. Poros Malino (Batang Kaluku) Kab. Gowa Kapasitas produksi terpasang 1000 l/d Intake Dam Bili-Bili Sumber Air Baku : Dam Bili-Bili.

B. Visi dan Misi Organisasi 1. Visi

1) Menjadi Perusahaan Derah Air Minum yang SEHAT,

UNTUNG & TERKEMUKA di Indonesia serta memiliki daya saing global

2. Misi

1) Memberikan pelayanan air minum yang terbaik bagi masyarakat

2) Menunjang pembangunan dan pelayanan

3) Mewujudkan professionalisme pengelolaan perusahaan C. Struktur Organisasi

Susunan Organisasi Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Makassar terdiri dari:

a. Direktur Utama

Direktur utama mempunyai tugas pokok memimpin dan bertanggungjawab menjalankan perusahaan, bertanggungjawab terhadap kerugian yang mungkin dihadapi perusahaan, menuntukan dan merumuskan dan memutus subuah kebijakan dalam perusahaan, merencanakan mengembangkan dan mengelola berbagai sumber pendapatan dan pembelanjaan kekayaan milik perusahaan, menyusun dan menetapkan berbagai strategi untuk mencapai visi dan misi perusahaan, mengkoordinasi dan mengawasi semua kegiatan di perusahaan, mulai bidang administrasi, kepegawaian, hingga pengadaan barang, mengangkat dan memberhentikan karyawan perusahaan, dan menjadi perwakilan perusahaan dalam hubungannya dengan dunia luar perusahaan.

b. Direktur Umum

Direktur umum mempunyai tugas mengimplementasi visi dan misi perusahaan, menyusun strategi bismis perusahaan, melakukan evaluasi terhadap perusahaan, melakukan rapat, menunjuk orang yang mampu memimpin, megawasi situasi

(1) Kepala bagian umum dan kepegawaian mempunyai tugas menyelenggarakan urusan umum, urusan surat-menyurat dan kearsipan, urusan rumah tangga dan perlengkapan, pengumpulan an pengolahan data, penyusunan program, evaluasi dan laporan, administrasi kepegawaian.

(2) Kepala bagian humas mempunyai tugas melaksanakan fasilitas dan koordinasi bidang urusan kehumasan dan publikasi, bina pengembangan informasi serta peliputan dokumentasi.

(3) Kepala bagian perlengkapan mempunyai tugas menyusun rencana program kerja bagian perlengkapan dan aset, melakukan inventarisasi aset, menyusun SOP yang berkaitan dengan perlengkapan aset, memberikan pelyanan di bidang perlengkapan dan aset, memberikan pelayanan dibidang pengadaan yaitu peralatan, sarana dan prasarana, melayani permintaan barang adri masing-masing unit kerja, memonitor pengolaan barang dan pemeliharaan aset.

c. Direktur Keuangan

Direktur keuangan mempunyai tugas bertanggungjawab terhadap kinerja keuangan perusahaan, bertanggungjawab membuat laporan keuangan perusahaan, mengawasi laporan keuangan perusahaan, menyusun strategi dan meningkatkan pertumbuhan keuangan perusahaan, meminimalisir resiko keuangan yang mungkin merugikan perusahaan, dan melihat secara jeli peluang perusahaan.

(1) Kepala bagian anggaran dan perbendaharaan mempunyai tugas menyusun rencana program kerja bagian keuangan, mengkoordinir pengaturan administrasi keuangan yang sesuai dengan standar yang berlaku, mengkoordinir pengaturan administrasi anggaran operasional dan keuangan PDAM dan mengevaluasi pelaksanaannya

dan memberikan rekomendasi kepada manajemen, menganalisi mengendalikan penerima, pengguna, dan penyimpanan dana PDAM termasuk alat-alat pembayaran kertas berharga serta mengawasi dan memeriksa penyelenggaraan kas besar dan kas kecil sesuia kebijakan dan ketentuan yang berlaku, melakukan perhitungan tarif air minum berdasarkan hasil kajian penyesuaian atau kenaikan tarif air minum, mengontrol/mengevaluasi pengguna biaya operasional di bagian keuangan agar menjadi efisien dan efektif, dan melaksanakan tugas lainnya yang di berikan oleh direktur umum.

(2) Kepala bagian verifikasi dan akuntansi mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan pelaksanaan kegiatan pengelolaan verifikasi anggaran, menyiapkan bahan penyusunan pelaksanaan kegiatan pengelolaan pembayaran, menyiapkan bahan penyusunan pelaksanaan kegiatan pengelolaan penggajian

d. Direktur Teknik

Direktur teknik mempunyai tugas membantu tugas-tugas direktur utama, bertanggungjawab terhadap seluruh proses operasional, produksi, proyek hingga kualitas hasil produksi, menyusun strategi dalam pemenuhan target perusahaan, mengecek dan mengawasi semua kebutuhan dalam proses operasional perusahaan, merencanakan dan menentukan serta melakukan koordinasi dalam kebutuhan operasional perusahaan.

(1) Kepala bagian perencanaan teknik mempunyai tugas meyusun rencana kerja bagian perencanaan, merencanakan pengembangan jaringan pipa, bangunan instalasi dan gedung perkantoran, penyusunan pedoman dan petunjuk teknis kegiatan perencanaan dan pengawasan untuk pekerjaan kontruksi sesuai dengan perencanaan perusahaan, menetapkan spesifikasi teknis sesuai rencana pelaksanaan pekerjaan, mengendalikan kegiatan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan kontruksi berdasarkan spesifikasi teknis, evaluasi penggunaan biaya operasional di bagian perencanaan teknik agarmenjadi efisien dan efektif, dan melaksakan tugas lainnya yang dierikan direktur teknik.

(2) Kepala bagian produksi dan instalasi mempunyai tugas menyusu rencana kerja bagian produsi, mengkoordinasi dan mengendalikan kegiata produksi dan perawatan air minum yang memenuhi standar air minum secaraterus-menerus dan berkesinambungan, mengkoordinir kegiatan pemeliharaan bangunan sumber air, potensi sumber air, instalasi pengelolaan air, dan pelaratan laboratorium,mengusulkan langkah-langkah yang perlu diambil jika ditemukan keadaan yang menghambat produksi dan instalasi air, dan melakasanakan tugas lainnya yang diberikan oleh direktue teknik.

(3) Kepala bagian distribusi dan kehilangan air mempunyai tugas memimpin bagian transmisi dan distribusi, menyusun rencana

kerja, mengkoordinir dan mengendalikan pemantauan tugas-tugas seluruh kegiatan dalam pengelolaan sistem distribusi, mengkoordinir dan mengendalikan kegiatan monitoring, pemeliharaan, perbaikan dan pergantian pipa transmisi termasuk perlengkapan mekanikal dan elektrikal, mengkoordinir penyelenggaraan pemasangan jaringan perpipaan yang dilaksankan oleh PDAM maupun pihak ketiga, mengkoordinir dan mengendalikan pelaksanaan pemutusan saluran air minum pelanggan dan non pelanggan yang bermasalah, evaluasi penggunaan biaya operasional di bagian distribusi dan instalasi agar menjadi efisien dan efektif, dan melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh direktur teknik.

Dalam dokumen UMUM DAERAH AIR MINUM KOTA MAKASSAR (Halaman 49-58)

Dokumen terkait