• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diagram Ve

Dalam dokumen Prosiding SNKP 2016 - Kimia FMIPA UM (Halaman 69-72)

PERSPEKTIF ENTOMOLOGIST

2. Diagram Ve

Pada tahun 1977, Gowin menemukan suatu alat yang bermanfaat untuk membantu orang memahami struktur dari pengetahuan dan proses dari pemahaman konsep pengetahuan yang disebut dengan Diagram Ve. Menurut Novak dan Gowin (1985), bentuk V bukan suatu keharusan, dan bisa dibuat dalam bentuk garis lurus, lingkar, ataupun bentuk yang lain akan tetapi yang lebih ditekankan adalah bahwa diagram Ve pada dasarnya merupakan metode untuk membuat hubungan antara

thinking’ dan ‗doing’ yang terjadi selama di laboratorium (Ebenezer, 1992). Dinamakan diagram Ve karena diagram ini berbentuk huruf ―V‖ (Novak & Gowin, 1984; Passmore, 1998).

Diagram Ve memiliki sisi konseptual (berfikir) dan sisi metodologis (bekerja). Kedua sisi secara aktif saling berinteraksi selama penggunaan fokus atau pertanyaan (pertanyaan) penelitian. Ujung Ve berisi kejadian atau objek yang diamati. Kedua sisi diagram Ve menekankan dua aspek belajar sains yang saling bergantung, yaitu teori (thinking) dan praktik (doing). Apa yang diketahui siswa pada saat itu akan menentukan kualitas dan kuantitas pertanyaan yang mereka tanyakan. Sebaliknya jawaban yang dibuat untuk pertanyaan mereka akan mempengaruhi apa yang mereka ketahui dengan mengubah, menambahkan, membetulkan dan menata ulang pengetahuan mereka (Roth & Bowen, 1993).

Diagram Ve adalah suatu usaha untuk membantu para pebelajar memahami kegiatan laboraturium dengan kerangka konstruktivistik. Bentuk huruf V adalah suatu penata grafik (―graphic organizer‖) yang memudahkan pebelajar untuk memfokuskan diri dalam bekerja sambil menuliskan konsep apa, dasar teori apa yang dikuasainya yang ada hubungannganya dengan masalah yang akan dipecahkannya (Iskandar, 2011).

Dalam praktikum kimia diagram V juga dapat disusun dengan mengikuti langkah yang dikemukan oleh Alvarez (2004). Pertanyaan fokus, objek/kejadian, sisi metode dan format data bahkan dapat dilihat dengan menggunakan buku petunjuk praktikum. Hal yang perlu menjadi perhatian sebelum menerapkan diagram V adalah menjadikan praktikan terbiasa dengan istilah-istilah yang ada dalam diagram V.

KONSEPTUAL/TEORITIS METODOLOGIS

(thinking) (doing)

PERTANYAAN FOKUS:

TEORI: (Tuliskan teori-teori (tuliskan tujuan praktikum KLAIM PENGETAHUAN: yang dijadikan sebagai landasan ini dengan bentuk (Tuliskan kesimpulan yang

dalam praktikum ini) pertanyaan) dapat anda ambil dari analisis data)

PRINSIP: (tuliskan beberapa prinsip TRANSFORMASI: (Buatlah tabel, praktikum yang anda ketahui) grafik, peta konsep, statistik atau hal

lain untuk memudahkan analisis data)

KONSEP: (Tuliskan konsep-kosep yang CATATAN: (Tuliskan beberapa hal berkaitan pada praktikum ini) yang dapat anda amati selama

praktikum)

PERISTIWA DAN /ATAU OBJEK:

(Praktikum apa yang anda kerjakan)

Gambar 2. 1. Diagram V dilengkapi dengan langkah-langkah penuntun pengisian

Gambar diatas menunjukan sebuah diagram Ve yang sederhana untuk dibagikan kepada pebelajar sebelum melakukan kegiatan praktikum. Seperti nampak gambar 2.1 dibagian tengah dari huruf Ve adalah tempat dari pertanyaan fokus. Pertanyaan fokus merupakan hal terpenting sebab pertanyaan inilah menjadi titik tolak dari kegiatan eksperimen. Dalam proses penyusunan diagram ini praktikan juga dapat dituntun untuk mengisi bagian per bagian diagram V yang diberikan dengan petunjuk khusus untuk setiap kompenen seperti gambar 1. Diagram V memiliki sisi konseptual (berfikir) dan sisi metodologis (bekerja). Kedua sisi ini secara aktif saling berinteraksi selama penggunaan fokus atau pertanyaan (pertanyaan- pertanyaan) penelitian. Ujung V berisi kejadian atau objek yang diamati. Kedua sisi diagram V menekankan dua aspek belajar sains yang saling bergantung, yaitu teori (thinking) dan praktik (doing). Apa yang diketahui siswa pada saat ini kan menetukan kualitas dan kuantintas pertanyaan yang mereka tanyakan.sebaliknya jawaban yang dibuat untuk pertanyaan mereka akan mempengaruhi apa yang mereka ketahui dengan mengubah, menambahkan, membetulkan dan menata ulang pengetahuan mereka, Roth & Bowen (dalam )

Lebih lanjut lagi Roth & Bowen (1993) menyatakn bahwa diagram V akan dapat menghantarkan siswa untuk menemukan hubungan antara pengetahuan dan kerja ilmiah. Proses

penemuan ini dapat dibimbing dengan enam pertanyaan yang harus dijawab selama praktikan erproses.

a. Pertanyaan fokusnya adalah ―apa yang ingin saya temukan?‖

b. ―apa yang sudah saya ketahui tentang topik ini?‖ dengan beberapa kata yang searah dengan hal ersebut

c. ―bagaimana saya dapat menemukan jawaban pertanyaan saya? ― menginspirasi untuk berfikir tentang kegiatan penyelidikan

d. ―apa yang akan saya amati dan ukur?‖ menunjuk pada pengumpulan data dan transformasi data untuk menghasilkan catatan yang bermakna

e. ―apa yang dapat saya lakukan dengan penemuan ini?‖ menginspirasi pada praktikan untuk membuat suatu pernyataan (klaim) pengetahuan dan nilai.

f. ―bagaiman konsep-konsep dan kejadian (dan/atau ojek) saling berhubungan?‖ mendorong siswa untuk membuat peta konsep.

Contoh diagram V untuk praktikum dapat dilihat pada gambar 2. Pada gambar ini dapat diperhatikan bagaimana pengetahuan mengenai hukum laju dan peran katalis pada laju reaksi diperoleh dengan alur yang benar.

KONSEPTUAL/TEORITIS METODOLOGIS

(thinking) (doing)

PERTANYAAN FOKUS:

TEORI DAN PRINSIP: Apakah laju produksi O2 KLAIM NILAI:

1. Perubahan konsentrasi tiap dalam reaksi dekomposisi Dikembangkan dalam waktu disebut sebagai laju H2O2 dipengaruhi oleh ion industri kimia, biologi,

reaksi iodida obat-obatan dan

2. Faktor-faktor yang perencanaan

produksi

mempengaruhi laju adalah, konsentrasi reaktan, suhu, tekanan dan adanya katalis

3. Laju reaksi harus ditentukan KLAIM PENGETAHUAN:

4. Katalis mengubah laju reaksi 1. Pengetahuan tentang hukum tetapi

tidak mempengaruhi reaksi yang terjadi

kesetimbangan 2. Katalis berpengaruh pada

laju reaksi

TRANSFORMASI:

1. Kuantitas O2 yang diproduksi 2. Plot volume O2 vs waktu

3. Slope dari plot tersebut merupakan laju pembentukan O2

4. Menentukan nila m dan n

KONSEP: 5. Menghitung konsentrasi awal

Laju reaksi 6. Plot log v vs log [H2O2]

V = [A]m [B]n 7. Slope = n

Katalis 8. Plot log v vs log [KI]

9. Slope = m

CATATAN:

1. Suhu H2O beker besar

2. Data waktu dan volume selama eksperimen

PERISTIWA DAN /ATAU OBJEK:

Eksperimen dekomposisi H2O2 dengan I- dan menampung O2 yang diproduksi

Gambar 2. Contoh Diagram V untuk Praktikum Dekomposisi H2O2

(Nakhleh, 1994)

Dalam dokumen Prosiding SNKP 2016 - Kimia FMIPA UM (Halaman 69-72)