• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dokumentasi

Dalam dokumen skripsi - IAIN Repository - IAIN Metro (Halaman 57-62)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

C. Teknik Pengumpulan Data

3. Dokumentasi

Sejumlah besar fakta dan data tetrsimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia yaitu berbentuk surat-surat, catatan-catatan, cenderamata, laporan, artefak, foto dan lain-lain. Metode dokumentasi merupakan cara pengumpulan data dari sejumlah data yang biasanya berupa tulisan, benda, laporan dan catatan-catatan.

Dokumentasi yang dilakukan yakni untuk mengetahui peerkembangan sosial emosional anak dikelas dan disekolah berupa catatan, agenda, foto dan sebagainya. Seperti contoh foto-foto kegiatan sehari-hari siswa pada saat berada disekolah maupun dikelas.

Metode dokumentasi ini digunakan untuk melengkapi data- data yang diperlukan terkait dengan penerapan metode bercerita terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini di TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Adipuro, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah.

D. Teknik Penjaminan Keabsahan Data

Teknik keabsahan data guna memeriksa keabsahan data mengenai penerapan metode bercerita terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini di TK Ainul Yaqin, berdasarkan data yang terkumpul, selanjutnya ditempuh beberapa teknik keabsahan data mutlak diperlukan dalam penelitian kualitatif, oleh karena itu dilakuakan pengecekan keabsahan data.

Adapun teknik keabsahan data, merupakan hal yang sangat menentukan kualitas hasil penelitian. Untuk mencapai apa yang diharapkan oleh peneliti, maka digunakan teknik-teknik pemeriksaan data yang berisi tentang usaha-usaha peneliti untuk mendapatkan keabsahan data, untuk itu perlu diteliti kredibilitasnya, dengan menggunakan teknik- teknik antara lain:60

a. Perpanjangan pengamatan b. Ketekunan pengamatan c. Triangulasi

d. Pengecekam sejawat e. Kecukupan referensial f. Kajian kasus negatif g. Pengecekan anggota

Keabsahan data penulis menggunakan triangulasi yaitu cara yang paling umum digunakan bagi peningkatan validitas data dalam penelitian

60 Lexy J Moelong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.), 327.

kualitatif. Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu.61 Triangulasi terdiri dari triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data dan waktu. Dalam hal ini peneliti menggunakan triangulasi teknik.

Wawancara Observasi

Kuesioner/dokumen Gambar 3.1 Triangulasi Teknik

Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.62

Triangulasi bertujuan untuk menelusuri data yang dianalisis untuk kemudian ditarik sebuah kesimpulan. Dengan begitu peneliti mendapatkan kesimpulan yang benar dan tidak hanya dari satu pandang sehingga dapat kebenerannya.

Penerapannya, peneliti membandingkan data-data yang didapat berupa hasil dari pengamatan berupa wawancara dan dokumentasi yang berkaitan. Triangulasi penulis menggunakan check-rechek, cross check, konsultasi dengan guru TK Ainul Yaqin .

61Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D, 372.

62Sugiyono, 373.

E. Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama dilapangan dan setelah dilapangan.63

Penulis menggunakan teknik analisis data yaitu, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan /verifikasi.

1. Reduksi Data

Reduksi data merupakan cara merangkum, memilih hal- hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari teman tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu.64

Langkah yang dilakukan adalah memfokuskan analisis, menggolongkan atau mengkategorikan kedalam tiap permasalahan melalui uraian singkat, mengarahkan, menghilangkan yang tidak penting dan mengorganisasikan data sehingga dapat ditarik data yang direduksikan antara lain seluruh data mengenai permasalahan penelitian.

63Sugiyono, 336.

64Sugiyono, 338.

2. Penyajian Data

Penyajian data yaitu mengumpulkan segala informasi yang sistematis dan dapat ditarik kesimpulan sehingga memberikan informasi yang diperlukan.65 Penyajian data dilakukan agar data tersusun rapi untuk mudah dipahami.

Penyajian data bisa disajikan dalam bentuk uraian naratif, bagan, hubungan serta diagram alur. Penyajian data dalam bentuk tersebut untuk mempermudah peneliti dalam memahami apa yang terjadi.

3. Menarik Kesimpulan

Penarikan kesimpulan merupakan langkah akhir yang dilakukan yakni dapat dilakukan dengan menarik kesimpulan secara diskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih belum jelas sehingga setelah diteliti menjadi lebih jelas.

Penarikan kesimpulan didasarkan atau verifikasi yaitu usaha untuk mencari atau memahami makna ataupun arti, keteraturan, pola-pola atau proporsi.66 Penarikan kesimpulan didasarkan pada suatu permasalahan dalam penelitian ini sehingga dapat menjawab permasalahan tersebut dengan jelas.

65Sugiyono, 341.

66 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2013), 345.

BAB IV

HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Sejarah TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah

TK Ainul Yaqin berdiri pada tahun 2014, awal mula bangunan tersebut sebagai tempat Taman Pendidikan Al-Quran (TPA). Dikarenakan di daerah Tegal Rejo belum terdapat TK/RA maka dari itu masyarakat sekitar ber inisiatif untuk menjadikan bangunan TPA sebagai lembaga pendidikan yakni Taman Kanak-Kanak yang dimana bekerja sama dengan SD yang ada didaerah tersebut.67

2. Visi dan Misi TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah a. Visi

Terwujudnya generasi yang bermartabat, berkreasi dan berbudi pekerti.

b. Misi

1) Mewujudkan anak didik yang bermanfaat dan berbudi pekerti.

2) Memberi kebebasan kepada anak didik agar berkreasi dan bertanggung jawab.68

67Sri Rohani, Hasil Wawancara Kepala TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, September 8, 2020.

68Sri Rohani.

3. Letak Geografis TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah

Nama sekolah : TK Ainul Yaqin Tegal Rejo

Provinsi : Lampung

a. Lokasi

1) Letak lokasi : Strategis

2) Jarak lokasi ke- Kecamatan : 1 KM

3) Transportasi : Terjangkau

4) Nomor Statistik NIS : 002120201207

5) NPSN : 69945360

b. Kondisi Lokasi

1) Kondisi dan Jalan ke Lokasi : Mudah dan Cepat

2) Sumber Polusi : Tidak Ada

3) Gangguan Alam yang Terjadi : Tidak Ada c. Tanah

1) Status Tanah : Sertifikat

2) Peruntukkan Tanah

- Bangunan : Ada

- Parkir : Ada

- Jalan Setapak : Ada

- Lapangan Upacara : Ada - Halaman Bermain di Luar : Ada

3) Keadaan Lokasi : Baik 69

69TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, Hasil Dokumentasi, September 8, 2020.

4. Keadaan Guru dan Karyawan TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Lampung Tengah

Tabel 4.1

Data Kepala TK dan Guru di TK Ainul Yaqin Tegal Rejo

No Nama/NIP Pangkat

GOL/Ruang Status Tugas

Mengajar Ket

1. Sri Rohani - Honor - Kepala TK

2. Yuliyanti - Honor Kelompok B Guru Kelas

3. Riska

Anggraena - Honor Kelompok A Guru Kelas

Sumber : Hasil Dokumentasi TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, Pada Tanggal 07 September 2020

5. Data Siswa TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah Tabel. 4.2

Data Siswa TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Data Masukan TK Ainul Yaqin Tegal Rejo

Tahun Pelajaran

Diterima

Ket

L P JML

2014/2015 10 13 23 -

2015/2016 3 15 18 -

2016/2017 10 13 23 -

2017/2018 20 13 33 -

2018/2019 17 16 33 -

Sumber : Hasil Dokumentasi TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, Pada Tanggal 07 September 2020

6. Struktur Organisasi TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, Trimurjo Lampung Tengah

Gambar 4.1

Struktur Organisasi TK Ainul Yaqin Tegal Rejo

B. Data Hasil Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualititatif deskriptif, dengan menggunakan dua teknik pengambilan data yaitu teknik wawancara dan dokumentasi. Dalam pengambilan data penulis merujuk pada 3 narasumber yaitu Kepala TK, Guru kelas kelompok B dan Wali murid kelompok B.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan 2 narasumber yaitu Kepala TK dan Guru Kelas Kelompok B, adapun hasil data yang didapatkan diantaranya :

KEPALA TK Sri Rohani

GURU KELAS B Yuliyanti

PESERTA DIDIK

GURU KELAS A Riska Anggraena

1. Penerapan Metode Bercerita untuk Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Kelompok B di TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah di Masa Pandemi.

Dalam pembelajaran perlu adanya penerapan suatu metode belajar yang dapat menstimulus anak khususnya dalam perkembangan sosial emosional anak. Adapun dari beberapa metode belajar yang sering digunakan salah satunya adalah metode bercerita namun, ditengah pandemi yang sedang terjadi kegiatan pembelajaran akan mengalami sedikit perbedaan dengan pembelajaran sebelumnya dimana kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah masing-masing. Adapun salah satu kegiatan yang kegiatan belajar mengajarnya dilakukan dari rumah yaitu TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah.

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan Ibu Sri Rohani selaku Kepala TK di TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah, cara penerapan yang dilakukan pihak sekolah dalam masa pandemi Covid-19 yaitu dengan sistem berkelompok. Sistem berkelompok diartikan dengan kelompok B dibagi menjadi 2 kelompok.

Jumlah murid kelompok B terdiri 10 murid maka setiap kelompok terdiri 5 murid. Pembelajaran dilakukan dirumah dimana rumah tersebut adalah rumah wali murid dimana tempat nya setiap hari akan bergantian tidak menetap pada satu rumah wali murid saja.70 Berdasarkan penuturan Ibu Sri Rohani selaku Kepala TK, yaitu:

70Sri Rohani, Hasil Wawancara Kepala TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, September 8, 2020.

“Kita lakukan berkelompok dengan belajar dirumah wali, untuk waktu itu setiap hari tapi bergantian untuk harinya, jadi sehari kelas A dan sehari lagi kelas B, terus jamnya selama pembelajarannya hanya satu setengah jam.”71

Kemudian, berdasarkan hasil wawancara dengan Guru Kelas Kelompok B Ibu Yuliyanti, dalam kegiatan pembelajaran khususnya kegiatan bercerita sebelum adanya pandemi kegiatan bisa dilakukan sekali saat bertatap muka namun dengan adanya covid-19 maka kegiatan pembelajaran dilakukan dua kali dengan maksud pembelajaran dengan kelompok yang sama selama 2 hari dengan kelompok berbeda. Adapun langkah-langkah penerapan pembelajaran ini dilakukan tetap sesuai dengan protokol kesehatan.

Adapun langkah-langkah penerapan metode bercerita untuk meningkatkan perkembangan sosial emosional anak kelompok B diantaranya:

a. Mengkomunikasikan tujuan dan tema

Guru kelas kelompok B sebelumya mengambil satu judul, contoh dongeng kancil atau cerita rakyat untuk kegiatan bercerita. Judul cerita yang diambil disesuaikan dengan perkembangan sosial emosional anak.

Untuk kegiatan bercerita guru akan menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan salah satunya menetapkan cerita sesuai tema pada hari itu, wawancara yang dilakukan dengan guru kelas kelompok B, beliau mengatakan;

71Sri Rohani, Hasil Wawancara Kepala TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, September 8, 2020.

“untuk cerita tidak juga disesuaikan dengan tema, bercerita dilakukan satu minggu dua kali jadi bercerita itu hanya sebagai suatu kegiatan saja. Jadi, kita gak harus sesuai dengan tema saja.Kalau disini kita bebas mau mendongeng apa saja”, penjelasan Ibu Yuliyanti.72

Berdasarkan hasil wawancara kegiatan bercerita memang di cantumkan ke dalam RPPH, namun untuk pihak sekolah tidak berpaku pada tema yang ada dalam kegiatan bercerita.Kegiatan bercerita terkadang disesuaikan dengan pembelajaran hari itu.

b. Menetapkan media yang digunakan

Untuk kegiatan bercerita dapat tersampaikan dengan baik kepada murid, guru hendaknya menggunakan alat perantara.

Media memiliki tujuan agar anak memahami dan mengetahui tentang tokoh-tokoh yang ada pada cerita yang disampaikan.

Media dalam bercerita terdiri dari buku bercerita atau dongeng, boneka, gambar, video dan lain-lain.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada guru kelas kelompok B Ibu Yuliyanti, beliau menjelaskan rancangan pemilihan media dalam bercerita ada, untuk media yang digunakan dalam pembelajaran Ibu Yuliyanti lebih sering pada media gambar dan buku cerita.73

72Yuliyanti, Hasil Wawancara Guru Kelas Kelompok B TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, September 8, 2020.

73Yuliyanti, Hasil Wawancara Guru Kelas Kelompok B TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, September 8, 2020.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa guru kelas telah melakukan rancangan berupa pemilihan media yang akan digunakan dalam bercerita sehingga media yang digunakan dapat meningkatkan perkembangan sosial emosional kelompok B di TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah.

c. Mengatur tempat duduk anak

Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran guru perlu adanya mengatur tempat duduk anak agar anak lebih nyaman dan lebih bisa memperhatikan guru yang ada didepan saat bercerita.

Hasil wawancara yang didapat dari Ibu Yuliyanti selaku guru kelas beliau mengatakan, sebelum kegiatan guru akan mengatur tempat duduk anak. Sebelum adanya Covid-19 , anak diperintahkan untuk duduk diatas karpet secara melingkar namun, setelah adanya pandemi ini maka anak diperintahkan untuk duduk di atas kursi dan berjarak satu dengan yang lainnya sesuai dengan protokol kesehatan.74

Jadi dari hasil penelitian maka di TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah melakukan pengaturan tempat duduk anak sesuai dengan langkah-langkah penerapan kegiatan bercerita.

74Yuliyanti, Hasil Wawancara Guru Kelas Kelompok B TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, September 8, 2020.

d. Pembukaan kegiatan bercerita

Dalam kegiatan bercerita terdapat langkah pembukaan bertujuan untuk menarik perhatian anak agar mereka tertarik untuk mengikuti kegiatan bercerita.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Yuliyanti selaku guru kelas Kelompok B, dalam pembukaan guru melakukannya dengan salam terlebih dahulu kemudian berdoa setelah berdoa bermain tepuk-tepuk bersama agar anak bersemangat untuk mengikuti kegiatan selanjutnya, setelah itu guru memberi tahu kepada anak-anak bahwa kegiatan pada hari ini bercerita. Kemudian guru akan menawarkan kepada anak- anak cerita tentang apa yang diinginkan oleh anak-anak. Selain menawarkan ingin bercerita tentang apa, Ibu Yuliyanti juga bertanya kepada anak-anak apakah mereka menyukai atau tidak disaat Ibu guru nya bercerita.75

Maka dari hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu Yuliyanti, penulis dapat mengatakan TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah, menerapkan pembukaan terlebih dahulu sebelum bercerita.

e. Menetapkan rancangan cara-cara bertutur yang dapat menggetarkan perasaan anak dengan cara memberikan gambaran.

75Yuliyanti, Hasil Wawancara Guru Kelas Kelompok B TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, September 8, 2020.

Menetapkan rancangan bertutur yang menggetarkan perasaan anak dengan cara memberikan gambaran untuk guru kelas kelompok B melakukannya dengan bercerita langsung dengan buku cerita, guru menjelaskan kepada anak tentang sifat-sifat tokoh, seperti kancil mempunyai sifat cerdik tapi cerdik kancil seperti berbohong dan itu tidak baik maka dari itu guru memberikan arahan agar tidak mengikuti kancil. Jika mengikuti sifat seperti kancil maka akan mendapat hukuman.76

Dalam hasil penelitian ini maka TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah dalam kegiatan bercerita menetapkan cara-cara bertutur agar menggetarkan perasaan anak melalui gambaran.

f. Penutup kegiatan bercerita

Penutup kegiatan bercerita dilakukan agar mengetahui apakah cerita yang disampaikan kepada anak dapat tersampaikan dengan baik. Penutup kegiatan dilakukan dengan cara guru memberikan pertanyaan mengenai dengan cerita yang sudah diceritakan.

Berdasarkan hasil wawancara Ibu Yuliyanti, melakukan kegiatan penutup dengan melakukan tanya jawab kepada anak mengenai cerita yang sudah disampaikan. Maka dari hasil wawancara diatas TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo

76Yuliyanti, Hasil Wawancara Guru Kelas Kelompok B TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, September 8, 2020.

Lampung Tengah melakukan kegiatan penutup berupa tanya jawab untuk meningkatkan perkembangan sosial emosional anak.77

Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan dengan Kepala TK dan Guru kelas Kelompok B, penerapan metode bercerita dilakukan sebanyak dua kali dalam satu minggu dengan rancangan-rancangan yang sudah dilakukan sebelum melakukan bercerita, dengan memperhatikan isi cerita yang dapat meningkatkan perkembangan sosial emosional pada anak.

Wawancara yang dilakukan tidak hanya kepada kepala TK dan guru kelas namun penulis melakukan wawancara juga dilakukan kepada beberapa wali murid kelompok B. dengan adanya wawancara dijadikan sebagai penunjang apakah metode bercerita sangat efektif untuk meningkatkan perkembangan sosial emosional anak.

Untuk wawancara yang pertama, penulis lakukan bersama Ibu Sri Rahayu. Nama anak Ibu Sri Rahayu ialah Alif Zidhantoro usia 5 tahun, untuk kegiatan pembelajaran mengatakan bahwa penerapannya dilakukan dari rumah selama pandemi ini kemudian untuk sistem pembelajaran orang tua akan datang ke TK Ainul Yaqin untuk mengambil buku paket. Dalam hal ini peneliti bertanya, apakah selama kegiatan belajar mengajar di rumah anak juga diadakan kegiatan bercerita ?

77Yuliyanti, Hasil Wawancara Guru Kelas Kelompok B TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, September 8, 2020.

Berdasarkan jawaban dari Ibu Sri Rahayu, beliau mengatakan kegiatan bercerita tersebut ada, dengan buku cerita didapatkan dari TK dikarenakan di rumah anak tidak memiliki buku cerita jadi pihak TK menyediakan sebagai kegiatan penunjang, kemudian orang tua yang bercerita anak akan mendengarkan dan memperhatikan disaat orang tua bercerita. Menurut Ibu Sri, anak sangat menyukai kegiatan dengan metode bercerita, saat orang tua bercerita anak akan memperhatikan namun fokus anak tidak selalu ke cerita dikarenakan memang untuk usia tersebut anak masih belum fokus.78

Menurut Ibu Sri, metode bercerita yang dilakukan oleh guru atau orang tua kepada anaknya ini menurutnya tersampaikan dengan baik dikarenakan setelah Alif mendengarkan cerita dia dapat menangkap tentang cerita tersebut dan dapat bercerita kembali dengan orang tuanya ataupun teman-temannya mengenai cerita tersebut.

Selanjutnya wawancara yang kedua dilakukan bersama Ibu Sarinah. Nama anak dari Ibu Sarinah yaitu Muhammad Rafardhan usia 5 tahun, beliau menjelaskan mengenai penerapan metode bercerita yang dilakukan di rumah menurutnya metode ini sudah bagus, dikarenakan anak mau mendengarkan cerita yang disampaikan oleh orang tuanya saat dirumah ataupun gurunya saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Dengan rasa ingin tahu anak mau mendengarkan kemudian memperhatikan tentang

78Sri Rahayu, Hasil Wawancara Wali Murid Kelompok B, September 8, 2020.

cerita yang disampaikan.Ibu Sarinah mengatakan anaknya sangat tertarik dengan adanya kegiatan bercerita seperti itu.79

Wawancara selanjutnya dengan Ibu Yuli Sugiarti, menjelaskan kegiatan bercerita dengan anaknya yang bernama Marisa Lorensia. Beliau menjelaskan saat kegiatan belajar antara orang tua dengan anak dilakukan dengan bercerita menggunakan buku cerita yang sebelumnya diambil di TK Ainul Yaqin Tegal Rejo kemudian diceritakan kepada anaknya sambil bersantai dan anak juga tertarik dan semangat dengan isi cerita yang akan disampaikan. Menurut Ibu Sugi, beliau mengatakan anaknya bersemangat, dan memperhatikan saat ibunya bercerita. Ibu Sugi juga menyampaikan pesan-pesan yang ada didalam cerita kepada anaknya.80

Menurutnya metode cukup bagus untuk meningkatkan perkembangan sosial emosional anak, anak menghargai orang yang sedang bercerita, anak juga menangkap tentang isi yang ada didalam cerita, anak juga bisa merasakan perasaan tokoh-tokoh yang ada didalam cerita seperti marah, bahagia dan sedih.81

Wawancara terakhir penulis lakukan bersama Ibu Dwi Ismiati.

Beliau menjelaskan tentang kegiatan belajar yang dilakukan di rumah dengan anaknya yang bernama Haykal, kegiatan bercerita yang Ibu Dwiterapkan di rumah saat malam hari, dikarenakan saat pagi orang tua

79Sarinah, Hasil Wawancara Wali Murid Kelompok B, September 8, 2020.

80Yuli Sugiarti, Hasil Wawancara Wali Murid TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, September 8, 2020.

81Yuli Sugiarti.

bekerja. Kegiatan seperti mengerjakan tugas Haykal lakukan dengan baik walaupun terdapat bantuan dan arahan dari orang tua dikarenakan Haykal yang masih kecil juga, untuk kegiatan bercerita Haykal tertarik namun fokusnya tidak selama nya kearah Ibu nya yang bercerita, terkadang orang tua bertanya apa yang tadi diceritakan, kemudian memanggil Haykal agar fokus dengan cerita yang disampaikan.

Menurut Ibu Dwi, di usia 5 tahun perkembangan sosial emosional Haykal sudah baik dengan mau menghormati orang tua dengan salim saat berangkat atau pulang dari bermain, berdoa sebelum makan, kemudian bercerita tentang kegiatan ketika dia belajar bersama guru dan teman- temannya.82

Jadi, metode bercerita yang sudah diterapkan di TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah, berdasarkan penilaian dan pengamatan oleh Ibu Yuliyanti selaku guru kelas selama kegiatan bercerita terdapat 4 kriteria penilaian yaitu,

a. BB (Belum Berkembang), dimana anak belum bisa menerima cerita karena belum paham.

b. MB (Mulai Berkembang), anak mulai paham sekalipun masih diingatkan dengan dibantu cerita kembali.

c. BSH (Berkembang Sesuai Harapan), anak mampu bercerita dan menceritakan kembali kepada temannya.

82Dwi Ismiati, Hasil Wawancara Wali Murid Kelompok B TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, September 8, 2020.

d. BSB (Berkembang Sangat Baik), anak sudah paham dengan cerita, mampu bercerita dan menceritakan kembali.83

Dari hasil wawancara dengan guru kelas Kelompok B, maka anak yang sudah masuk kedalam kriteria BSH dan BSB yaitu, Bintang Anjasari, Alip Zindhantoro, Muhammad Al Fatih dan Muhammad Rafardhan.84 Maka dapat disimpulkan penerapan metode bercerita di TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah sudah dikatakan berhasil.

2. Perkembangan Sosial Emosional Kelompok B di TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah.

Setiap anak tentunya mengalami perkembangan salah satunya perkembangan sosial emosional, adapun perkembangan sosial emosional di kategorikan berdasarkan usia. Adapun perkembangan sosial emosional usia 5-6 tahun ialah, bersikap kooperatif dengan teman, menunjukkan sikap toleran, mengekspresikan emosi dalam berbagai situasi, memahami peraturan dan disiplin, kemudian yang terakhir mengenal tata krama dan sopan santun sesuai dengan nilai sosial budaya setempat.

Hasil wawancara yang telah penulis lakukan kepada Ibu Yuliyanti selaku guru kelas kelompok B dan wali murid di TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah, beliau menjelaskan sebagai berikut :

83Yuliyanti, Hasil Wawancara Guru Kelas Kelompok B TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, September 8, 2020.

84Yuliyanti, Hasil Wawancara Guru Kelas Kelompok B TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, September 8, 2020.

a. Bersikap kooperatif

Dari wawancara yang sudah didapatkan sikap kooperatif anak sudah berkembangan sesuai dengan harapan.Sikap kooperatif ini ditunjukkan pada saat kegiatan belajar beberapa anak mampu membantu temannya saat kawannya ada yang kesulitan dalam mengerjakan tugas, contoh saat menyelesaikan kegiatan kolase.85

Selain itu saat kegiatan bercerita berdasarkan wawancara dari guru juga wali murid saat kegiatan bercerita telah selesai ada beberapa anak yang mampu bercerita kembali kepada temannya dengan maksud menjelaskan tentang cerita tersebut dikarenakan kawannya yang belum mengerti tentang cerita yang disampaikan.

Kemudian sikap kooperatif juga ditunjukkan dengan adanya anak mau melakukan kegiatan bersih-bersih namun tidak hanya sampahnya saja yang dibersihkan tetapi juga milik kawannya.86Jadi dari beberapa keterangan yang sudah dijelaskan untuk kemampuan kooperatif anak kelompok B di TK Ainul Yaqin Tegal Rejo Trimurjo Lampung Tengah sudah berkembang sesuai harapan.

85Yuliyanti, Hasil Wawancara Guru Kelas Kelompok B TK Ainul Yaqin Tegal Rejo, September 8, 2020.

86Yuliyanti.

Dalam dokumen skripsi - IAIN Repository - IAIN Metro (Halaman 57-62)

Dokumen terkait