• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skema 3.2 Skema Alur Fikir

5.1 Proses Pelaksanaan Diklat P2K2 Kepada Pendamping PKH di 6 Balai Diklat (Padang, Yogyakarta, Makasar, Banjarmasin,

5.1.5 Environment

Unsur Input Hasil Tahun

2019

• Sebanyak 10 Hari dnegan rincian: 2 Hari

Perjalanan Datang dan Pulang, 1 Hari Sertifikasi, 7 Hari Efektikf Teori dan Praktik. Ini adalah waktu sangat terbatas dan tidak ideal dilakukan diklat

• Kelebihan: waktunya singkat, materi terkait modul dan buku pintar, vidio cukup tinggal diunduh di website, dan materi lebih menarik dan lengkap

• Kekurangan: Daring tidak didamping WI, tidak ada yang mengawasi dan membantu peserta jika terjadi kesalahan atau kesulitan dalam daring, peserta cukup banyak yang kurang memahami isi modul, Peserta cenderung pasif dan tidak jarang yang belum memahami isi modul, Tidak ada forum chatting, Peserta cukup banyak yang kurang mampu mensimulasikan materi modul di kelas kecil, Output daring : peserta sekedar mengetahui isi modul saja, Tidak jarang peserta sekedar mengisi/menjawab pertanyaan dalam daring bahkan tidak segan copy paste (sekedar check list) agar bisa masuk di tahap selanjutnya, Toolkit sangat terbatas, Konsentrasi peserta terpecah karena jarak antara diklat dengan sertifikasi snagat dekat, dan terdapat 1 peserta di wilayah Padang meninggal dunia karena kecapeaan mengikuti diklat daring dan luring serta sertifikasi Sumber: Olahan Penleitian

diklat dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota yang relatif dekat dengan asal daerah peserta. Berdasarkan penjajakan diambil titik lokasi-lokasi yang bisa mengakomodir peserta yang berasal dari beberapa kabupaten-kabupaten yang ada di sekitarnya. Kemudian, mempertimbangkan ketersediaan sarana transportasi dan akomodasi yang layak bagi penyelenggaraan diklat. Ini dibuktikan pada pernyataan berikut:

“Di Balai B2P2KS padang (DF, Penyelenggara Diklat, Wilayah Padang)”. Menurut informan AS Penyelenggara Diklat, Wilayah Makasar lokasinya bertempat di B2P2KS Makasar.

Ditambah dengan pernyataab “Di Balai B2P2KS padang (DF, Penyelenggara Diklat, Wilayah Makasar)”. Kemudian ditambah dengan pernyataan “lokasi kegiatan diklat dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota yang relatif dekat dengan asal daerah peserta. Berdasarkan penjajakan diambil titik lokasi-lokasi yang bisa mengakomodir peserta yang berasal dari beberapa kabupaten-kabupaten yang ada di sekitarnya. Kemudian, mempertimbangkan ketersediaan sarana transportasi dan akomodasi yang layak bagi penyelenggaraan diklat. Untuk wilayah regional VI B2P2KS Jayapura, lokasi adalah sebagai berikut:

Provinsi Maluku Utara: Jailolo dan Ternate, Provinsi Maluku:

Ambon, Provinsi Papua: Jayapura, Nabire, Merauke, Provinsi Papua Barat: Sorong dan Manokwari. Tempatnya di hotel dulu (FF, Penyelenggara Diklat, Wilayah Jayapura)”. Ditambah dnegan pernyatan “jadi mekanismenya, peserta akan diinapkan di balai.

Pendamping dari Kalimantan tidak hanya Kalimantan Selatan tapi juga Kaltara dan lain-lain itu semua berpusat di balai (SF, Penyelenggara Diklat, Wilayah Banjarmasin)”. Ditambah dengan pernyataan “lokasinya di Balai untuk proses pemberian materi dan untuk penginapan peserta ada di homestay dan balai (ED, Penyelenggara Diklat, Wilayah Bandung)”.

5.1.5.2 Suasana Diklat

Kondisi suasana diklat di tahun 2017 yaitu kondisi peserta sangat Partisipatif dan aktif, diklat di tahun 2018 yaitu Kondisi

merasa terbebani, konsentrasi terpecah. Tetapi pada hakekatnya semua penyelenggara diklat selalu berusaha untuk membuat tempat diklat terasa nyaman dan menyenangkan. Ini dibuktikan pada pernyataan berikut:

“Dulu 2017 mereka cukup aktif ya, karena kan biasanya kita sampaikan dulu materinya atau kita tanyakan dulu dari daring itu ada yang belum mengerti atau tidak baru dibahas jadi mereka juga bertanya secara aktif (SD, Penyelenggara Diklat, Wilayah Banjarmasin)”. Ditambah dengan pernyataan “Partisipasi pendamping (peserta diklat P2K2) sangat tinggi saat diklat jadi 99% adalah partisipasi dari peserta diklat (YZ, Penyelenggara Diklat, Wilayah Banjarmasin)”. Ditambah dengan pernyataan,

“Kalau sekarang 2019 kebanyakan pasif karena mereka tidak banyak memahami materi yang ada di dalam daring…

pendmaping juga msih banyak yang kurang mengerti tentang materi daring. Mereka kebanyakan hanya membaca dan sekilas saja jadinya membuat diskusi dalam kelas besar dan kecil banyak yang pasif (Y, Penyelenggara Diklat, Wilayah Bandung)”. Pada dasarnya sejak dulu “kami melakukan fasilitasi proses diklat, kami selalu mengkondisikan peserta untuk mengikuti pembelajaran dengan serius, komitmen waktu, bersedia bekerja sama dan tetap rileks dan menyenangkan. Proses diskusi berjalan dengan natural, mengalir dan efektif. Kami mengetahui kondisi tersebut dengan melihat semangat dan keaktifan peserta mengikuti proses pembelajaran di kelas hingga tuntas (SG, Penyelenggara Diklat, Wilayah Jayapura)”.

5.1.5.3 Aktivitas Diklat

Aktivitas diklat di tahun 2017 diklat masih konvensional selama 17 hari tatap muka dan didampingi oleh fasilitator dan kegiatan mereview, praktek dan diskusi. Lalu, di tahun 2018 diklat mulai menggunakan metode daring, ada forum chat, masih didampingi fasilitator begitu juga luring, dilaksanakan dalam waktu 12 hari, dan kegiatan mereview, praktek dan diskusi. Kemudian tahun 2019 diklat sudah menggunakan metode daring, tanpa ada forum chat, kegiatan luring sangat cepat, ditambah lagi adanya

sertifikasi, semua kegiatan tersebut hanya dalam waktu 10 hari saja, dan kegiatan mereview, praktek dan diskusi. Ini dibuktikan pada pernyataan berikut:

“Di 2019 Tidak ada aktifitas diskusi dalam daring karena sistemnya sudah dihapus untuk chatting diskusi (E, Penyelenggara Diklat, Wilayah Bandung)”. Lalu didukung juga dengan pernyataan

“mereview dulu kemudian dipraktekan bagian yang sulit di bagian modulnya. Dipraktekannya micro teaching. Tidak seluruhnya disampaikan. Bagian penting, (DG, Penyelenggara Diklat, Wilayah Bandung)”. Ditambah dengan pernyataan berikut. “Pengalaman begini, mungkin kita lihat flashback nya ya pak, kalau dulu konpesional itu 17 hari memang agak lama, kita melihat dari peserta dan adik-adik pendamping itu memang luar biasa bagus, lalu kita lihat adik-adik selanjutnya pada tahun 2018 itu kita WI itu keterlibatan pak dengan peserta daring kayak kita sekarang ini kita bisa chat, kita bisa di ruang diskusi jadi kita tau pendamping-pendamping itu yang aktif banyak juga yang belum juga banyak yang tidak aktif, ini juga sudah kita sampaikan kepada mereka, ini juga ada perbedaan terhadap mereka. Jadi di sini kita bisa melihat mana yang benar-benar mnguasai atau yang hanya ikut-ikut saja. Nah pada tahun 2019 ini kita sudah memberi daring juga. Tapi kita tidak diberi akses sama sekali untuk masuk.

Namun ada juga yang tidak sesuai. Kami mohon untuk para pendamping benar-benar memahami daring. ini pengalaman kami dari lapangan. Memang benar adek-adek sangat terbebani.

Kita juga berteman di facebook kita melihat mereka memang benar-benar dibebani. Ini jga menyebabkan konsentrasi mereka terganggu. Kadang juga ini bikin kesel juga ya pak. Karna mereka tidak konsentrasi. Mereka harus konsentrasi, mungkin ini bisa menjadi bahan evakuasi, ini me nurut apa yang kita alami ya pak, ini juga kadang di sebabkan kar deadline mereka ya pak, kadang ada yang sakit, ada yang meninggal, kita harus memanimalisir hal ini. Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan pak. Mungkin akan lebih banyak lagi yang di sampaikan ibu… (ST, Penyelenggara Diklat, Wilayah Padang)”.

Tabel 5.9 Ringkasan Environment

Unsur Input Hasil

Environment Lokasi diklat • Balai Kementerian Sosial di 6 Wilayah yaitu (Bandung, Banjarmasin, Padang, Yogyakarta, Makasar, Jayapura)

• Hotel

• Daring 2019 di rumah masing-masing peserta

Suasana diklat • Tahun 2017 dan 2018: Kondisi peserta sangat Partisipatif, aktif, serius, nyaman, menyenangkan.

• Tahun 2019: Kondisi peserta

kebanyakan Pasif, kurang memahami materi, merasa terbebani, konsentrasi terpecah

Aktivitas diklat • Tahun 2017: Diklat konvensional selama 17 hari tatap muka dan didampingi fasilitator.

• Tahun 2018: Diklat menggunakan metode daring, ada forum chat, masih didampingi fasilitator begitu juga luring dalam waktu 12 hari.

• Tahun 2019: Diklat sudah

menggunakan metode daring tanpa ada forum chat, peserta kurang serius membaca materi daring, luring sangat cepat, adanya sertifikasi. Semua itu hanya dalam waktu 10 hari.

• Semua kegiatan diklat selalu terdiri dari kegiatan mereview, praktek dan diskusi.

Sumber: Olahan Penelitian