PERFORMANSI MUTU
C. Produk Bermtu
4. Faktor-faktor yang memengaruhi Mutu Produk
Menurut Husein (2000), konsumen pada dasarnya memandang kualitas atas lima dimensi yaitu:
17a. Performance.
Merupakan dimensi yang paling basic dan berhubungan dengan fungsi utama dari suatu produk. Konsumen akan senang apabila harapan mereka terhadap suatu dimensi terpenuhi. Bagi setiap produk,
performancetergantung dari
fungtional valueyang di janjikan oleh perusahaan.
b. Features
Yaitu aspek performansi yang berguna untuk menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan pengembangannya.
c. Durability
Merupakan keawetan yang menunjukkan suatu pengukuran terhadap siklus produk, baik secara teknis maupun waktu. Produk tersebut disebut awet kalau sudah banyak digunakan atau sudah lama sekali digunakan. Bagi konsumen, awet yang berhubungan dengan aspek waktu lebih mudah dimengerti. Karna itu, sebagian besar produk-produk yang menjanjikan keawetan lebih menonjolkan masalah awet dalam hal waktu.
d. Conformance
17
Husein, Umar, 2000.
Kepuasan Konsumen, Surabaya: Usaha Nasional,hlm. 37.
Dimensi ini menunjukkan seberapa jauh suatu produk dapat me standar atau spesifikasi tertentu. Hal ini berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap spesifikasi yang telah di tuturkan sebelumnya berdasarkan keinginan konsumen. Konfirmasi merefleksikan derajat ketepatan antara karakteristik desain produk dengan karakteristik kualitas standar yang telah ditetapkan.
e. Reliability
Reliability
menunjukkan keadaan atau kualitas produk yang dapat memberikan keyakinan kepada konsumen untuk memilih produk tersebut, dengan kata lain konsumen akan percaya dengan kualitas produk tersebut.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi mutu produk, menurut Feigenbaum (2000), adalah:
18a. Market(pasar)
Jumlah produk baru dan lebih baik yang ditawarkan di pasar, terus tumbuh pada laju eksplosit. Kebanyakan dari produk ini adalah hasil perkembangan-perkembangan teknologi baru bukan hanya produk itu sendiri tetapi juga bahan dan metode yang mendasari pembuatan produk tersebut.
b. Money (uang)
Meningkatnya persaingan di dalam banyak bidang, bersamaan dengan fluktuasi ekonomi dunia telah menurunkan batas (margin) laba.
Pada waktu yang bersamaa, kebutuhan akan diotomasi. Pengeluaran biaya yang lebih besar untuk proses dan perlengkapan yang baru.
Kenyataan ini telah memfokuskan perhatian manajer dibidang biaya mutu
18
A.V Feigenbaum, 2000.
Kendali Mutu Terpadu,Edisi Ketiga Jakarta:
Penerbit Erlangga, hlm. 7.
Bab 5 Latarbelakang, Sejarah, tokok TQM, dan pemikiranny
165 sebagai salah satu “titik lunak” tempat biaya operasi dan kerugian dapat diturunkan untuk mempebaiki laba.
c. Management (manajemen)
Tanggung jawab mutu telah didistribusikan antara beberapa kelompok khusus. Bagian kendali mutu harus direncanakan pengukuran- pengukuran mutu. Pada seluruh aliran, proses yang menjamin bahwa hasil akhir memenuhi persyaratan-persyaratan mutu. Hal ini telah menambah beban manajemen puncak, khususnya dipandang dari bertambahnya kesulitan dalam mengalokasikan tanggung jawab yang tepat untuk mengoreksi penyimpangan standart mutu.
d. Man (manusia)
Pertumbuhan yang cepat dalam pengetahuan teknis dan penciptaan seluruh bidang-bidang baru seperti elektronika, komputer telah mempercepat suatu permintaan yang besar akan karyawan dengan pengetahuan khusus.
e. Motivation (motivasi)
Meningkatnya kerumitan dalam membawa mutu produk kedalam pasar telah memperbesar makna kontribusi setiap karyawan terhadap mutu. Penelitian tentangmotivasi manusia menunjukkan bahwa sebagai tambahan hadiah uang. Hal ini membimbing kearah kebutuhan yang tidak pernah ada sebelumnya, yaitu pendidikan mutu dan komunikasi yang lebih baik tentang kesadaran mutu.
f. Materials (bahan)
Disebabkan oleh biaya produksi dan persyaratan mutu, para ahli
teknik memilih bahan dengan batasan yang lebih ketat dari pada
sebelumnya dan menggunakan banyak bahan yang baru, yang disebut
logam dan campuran eksotik untuk pemakaian khusus. Akibatnya spesifikasi bahan menjadi lebih ketat dan keanekaragaman bahan menjadi lebih besar.
g. Machines mechanisation (mesin dan mekanisasi)
Mutu yang baik sebuah faktor yang kritis dalam memelihara waktu kerja mesin agar fasilitasnya dapat dimanfaatkan sepunuhnya. Semakin besar usaha peusahaan untuk melakukan pemekanisasian dan otomasi untuk mencapai penurunan biaya, mutu yang baik semakin kritis, baik untuk membuat penurunan-penurunan ini menjadi nyata dan untuk meningkatkan pekerja dan pemakaian mesin hingga ke nilai yang memuaskan.
h. Modern information methods (metode informasi modern)
Evolusi teknologi komputer yang cepat telah membuka kemungkinan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengambil kembali dan manipulasi informasi pada suatu skala yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Teknologi informasi baru yang ampuh ini menyediakan cara untuk mengandalkan produk dan jasa bahkan hingga setelah sampai ke pelanggan.
i. Mounting product requirements (persyaratan proses produksi)
Kemajuan pesat dalam kerumitan kerekayasaan rancangan yang memerlukan kendali yang jauh lebih ketat pada seluruh proses pembuatan, telah membuat hal-hal kecil yang sebelumnya terabaikan menjadi penting secara potensial. Meningkatnya kerumitan dan persyaratan-persyaratan prestasi yang lebih tinggi bagi produk telah menekankan pentingnya keamanan dan kehandalan produk.
Dengan demikian, kita lihat bahwa banyak dari faktor yang
mempengaruhi mutu ini mengalami perubahan terus menerus.
Bab 5 Latarbelakang, Sejarah, tokok TQM, dan pemikiranny
167
5. Kinerja Mutua. Definisi Kinerja Mutu
Secara umum kinerja mutu dapat didefinisikan sebagai prestasi dari mutu atau kualitas produk dan manajemen yang dapat dicapai oleh suatu perusahaan selama suatu jangka waktu tertentu. Prestasi yang dimaksud adalah efektivitas dan effisiensi operasional perusahaan yang dilihat dari segi ekonomi (laporan keuangan), manajemen dan tingkat kepuasan konsumen.
Tujuan dari pengukuran kinerja mutu adalah untuk menentukan beban kerja dalam operasi dan jumlah pekerja yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan secara efisien.
Pengertian di atas dilandasi oleh keyakinan bahwa organisasi pada dasarnya dijalankan oleh manusia, maka penilaian kinerja mutu sesungguhnya merupakan penilaian atas perilaku manusia dalam melaksanakan peran mereka.
b. Standar Mutu ISO 9000
ISO adalah kependekan dari
International Standard Organizationsyang merupakan organisasi yang anggotanya terdiri dari badan standar nasional dari European Community (EC) dan EFTA (European Free Trade Association) yang berpusat di Geneva, Swiss. ISO 9000 merupakan suatu standar jaminan mutu yang dikeluarkan oleh
The International.
Organization for Standarization
yang dipublikasikan pada tahun
1987. Organisasi ISO menyatakan bahwa standar tersebut merupakan
generalisasi dari semua prinsip mutu yang ada pada umumnya ditetapkan
di dunia, suatu sistem mutu yang paling praktis, dan merupakan puncak
dari kesepakatan di antara otoritas standar yang paling maju di dunia yang
merupakan dasar dari era manajemen mutu baru.
Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Dr. Lawrence D.
Eicher, Secretary General ISO, bahwa ”The ISO 9000 concept is that
certain generic characteristic of management practice could be usefully standardized, giving mutual benefit to procedurers and users alike”.19ISO 9000 dalam pemikiran aslinya adalah suatu sistem manajemen mutu dan standar jaminan mutu untuk lingkungan pabrikasi yang memberikan informasi penting yang diperlukan dalam membuat kebijakan manajemen atau jaminan mutu, yang diarahkan pada suatu bentuk mutu yang dapat di pastikan, yang pada akhirnya diaktualisasikan dalam bentuk tindakan.
ISO 9000 juga merupakan suatu sistem yang secara keseluruhan bermanfaat untuk menjamin berlangsungnya operasi terus-menerus dari seluruh proses yaitu mulai dari pembelian material sampai dengan pengiriman akhir produk jadi, yang secara keseluruhan dipandu dalam suatu standar manajemen mutu.
ISO 9000 adalah suatu rangkaian dari lima standar mutu internasional yang dikembangkan oleh
The International Organization for Standardizationyang terdiri dari lima model yaitu:
20a. ISO 9000 yang merupakan standar manajemen dan jaminan mutu- pemandu untuk pemilihan dan penggunaan standar.
b. ISO 9001 yang merupakan sistem mutu-model untuk jaminan mutu dalam perancangan atau pengembangan, produksi, instalasi dan pelayanan jasa. Merupakan standar lengkap yang melibatkan semua unsur sistem mutu.
19
Lawrence J. & Carl Mc Daniel, 2000.
Business World,New York: John Wiley., hlm. 342,
20
Op, Cit. hlm. 343,
Bab 5 Latarbelakang, Sejarah, tokok TQM, dan pemikiranny
169 c. ISO 9002 yang merupakan sistem mutu- model untuk jaminan mutu dalam produksi dan instalasi. Merupakan suatu sistem mutu yang didesain dan spesifikasi terhadap produknya telah ditetapkan terlebih dahulu. Sehingga sistem mutu tersebut lebih terfokuskan pada kemampuan produksi dan instalasi.
d. ISO 9003 yang merupakan sistem mutu-model untuk jaminan mutu
dalam inspeksi akhir dan tes. Sistem mutu yang terfokuskan pada
kemampuan inspeksi dan tes. Kelima, ISO 9004 merupakan elemen-
elemen manajemen mutu dan sistem mutu pemandu/pedoman.
Dalam dokumen
Buku Manajemen Mutu Terpadu
(Halaman 125-131)