• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fokus Iklim ber Investasi 1. Angka kriminalitas

Dalam dokumen PERATURAN DAERAH KABUPATEN JAYAPURA (Halaman 178-183)

PERTUMBUHAN RIIL PDRB TAHUN 2012-2016

4. Penelitian dan pengembangan

7.1. Aspek Daya Saing Daerah

2.4.3. Fokus Iklim ber Investasi 1. Angka kriminalitas

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH RPJMD 2017-2022 156 bentuk fasilitas seperti sarana warnet/warsel (44 buah) . kios phone (56 buah). orari (79 buah). rapi (8 buah) dan televisi kabel (18 unit).

Tabel 2.139

Jumlah Sarana Telekomunikasi Di Kabupaten Jayapura Tahun 2017

NO DISTRIK

JENIS SARANA TELEKOMUNIKASI WARTEL WARNET/

WARSEL

KIOS

PHONE ORARI RAPI TV

KABEL

1 SENTANI 15 30 29 4 10

2 EBUNGFAUW

3 WAIBU 4 5

4 SENTANI TIMUR - 1 3 4 1 1

5 SENTANI BARAT - - 2 2 - -

6 UNURUM GUAY - 1 1 - - -

7 YOKARI

8 DEMTA - 2 2 1 - -

9 NAMBLONG 2

10 NIMBORAN - 4 - 7 3 -

11 NIMBOKRANG - 12 5 33 - -

12 KEMTUK - 1 - 3 - -

13 GRESI SELATAN

14 KEMTUK GRESI - - - - - -

15 RAVENIRARA

16 DEPAPRE - 4 2 - - 1

17 KAUREH - 3 - - - 1

18 YAPSI 1 5

19 AIRU

JUMLAH 0 44 56 79 8 18

Sumber data: Dinas Infokom Kab. Jayapura. 2017

Masih terdapat 6 Distrik yang belum memiliki sarana prasarana telekomunikasi yang memadai. yakni distrik airu, ravenirara, yokari, ebungfau, Kemtuk gresi dan gresi selatan. Distrik-distrik dimaksud perlu menjadi perhatian pemerintah terkait dengan peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana telekomunikasi guna menjawab kebutuhan masyarakat akan telekomunikasi.

2.4.3. Fokus Iklim ber Investasi

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH RPJMD 2017-2022 157 Tabel 2.140

Jumlah Kejahatan Di Kabupaten Jayapura Tahun 2013-2016

No Jenis Kejahatan Jumlah Kasus

2013 2014 2015 2016

1 Curanmor 45 45 87 75

2 Pencurian Berat (Curat) 28 28 51 21

3 Pencurian Biasa 79 79 - 42

4 Aniaya Berat 14 14 1 2

5 Pembunuhan - - 2 3

6 Penipuan 37 37 38 39

7 Perkosaan 22 22 7 5

8 Penggelapan 25 25 13 10

9 Ancam/Peras 37 37 23 31

10 Pengeroyokan 55 55 57 60

11 Perzinahan 21 21 16 13

12 Bawa Lari Anak Perempuan

Dibawah Umur 10 10 - 3

13 Pengrusakan 76 76 59 38

14 Penghinaan 58 58 4 9

15 Perjudian 2 2 3 3

16 Percabulan 35 35 8 3

17 Perbuatan Tidak Senang 55 55 - 2

18 Kecelakaan Lalu Lintas 42 42 56 69

19 Penyerobotan 27 27 - 17

20 Kasus Narkoba 10 10 - 27

21 Aniaya Biasa - - - 120

22 Lain-lain 50 50 13 34

TOTAL 728 728 438 626

Sumber data: BPS Kabupaten Jayapura. 2017

2. Jumlah Demonstrasi

Tabel 2.141

Jumlah Demo Kabupaten Jayapura

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

1 Bidang politik 5 6 1 13 11

2 Ekonomi 7 8 14 15 14

3 Kasus pemogokan kerja 2 1 2

4 Jumlah unjuk rasa 14 14 16 20 25

Sumber: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH RPJMD 2017-2022 158 3. Lama proses perijinan.

Tabel 2.142

Jenis ijin dan Lama proses perijinan

No Jenis Izin

Lama Proses Perizinan (Hari Kerja

Target Realisasi

1 Surat Izin Tempat Usaha (SITU) 3 3

2 Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) 3 3

3 Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 3 3

4 Tanda Daftar Usaha Pariwisata

(TDUP) 12 12

5 Izin Prinsip Tata Ruang 14 14

6 Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 14 6

7 Izin Usaha Jasa Kontruksi (IUJK) 7 3

8 Izin Usaha Penanaman Modal

a. Izin Usaha Baru 6 Belum

b. Izin Usaha Perluasan 6 Belum

c. Izin Usaha Perubahan 5 Belum

d. Izin Usaha Penggabungan 6 Belum

9 Izin Prinsip Penenaman Modal

a. Izin Usaha Baru 3 Belum

b. Izin Usaha Perluasan 3 Belum

c. Izin Usaha Perubahan 5 Belum

d. Izin Usaha Penggabungan 7 Belum

10 Surat Izin Galian Pertambangan Kewenangan Provinsi 11 Surat Tempat Penjualan Minuman

Beralkohol Tidak ada

Sumber Data: Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu

4. Jumlah dan macam pajak dan restribusi daerah.

Pajak di kabupaten jayapura terdiri atas 9 jenis pajak termasuk 1 jenis bea.

jumlah jenis pajak sebagaimana dimaksud adalah pajak hotel. pajak restoran. pajak hiburan. pajak reklame. pajak penerangan jalan. pajak parker. pajak air tanah. pajak mineral bukan logam dan batuan. pajak bumi dan bangunan lapangan usaha pedesaan dan perkotaan/PBB-P2. sedangkan jenis bea yang dipungut di Kabupaten Jayapura adalah bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Sedangkan retribusi daerah yang dipungut oleh pemerintah Kabupaten Jayapura bersumber dari 3 jenis retribusi. yaitu retribusi jasa umum. retribusi jasa usaha. dan retribusi perizinan tertentu.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH RPJMD 2017-2022 159 Tabel 2.143

Jumlah dan macam pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Jayapura

NO URAIAN

PAJAK 1 PAJAK HOTEL

2 PAJAK RESTORAN 3 PAJAK HIBURAN 4 PAJAK REKLAME

5 PAJAK PENERANGAN JALAN 6 PAJAK PARKIR

7 PAJAK AIR TANAH

8 PAJAK MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN

9 PAJAK BUMI DAN BANGUNAN LAPANGAN USAHA PERDESAAN DAN PERKOTAAN /PBB-P2

10 BEA PEROLEHANAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN (BPHTB) RETRIBUSI

1 RETRIBUSI JASA UMUM 2 RETRIBUSI JASA USAHA

3 RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU

Sumber data: Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Jayapura 2017

5. Jumlah perda yang mendukung iklim usaha.

Tabel 2.144

Jumlah perda yang mendukung Iklim Usaha di Kabupaten Jayapura

No Perda Tanggal Penetapan

1 Pengelolah Pertambangan Mineral Bukan Logam dan

Batuan 1 Maret 2012

2 Pajak Daerah 20 November 2012

3 Retribusi Jasa Umum 20 November 2012

4 Retribusi Perizinan Tertentu 20 November 2012

5 Penyelenggaraan Kepariwisataan 16 Mei 2014

6 Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja

Asing 16 Mei 2014

7 Minuman Beralkohol 23 Oktober 2014

8

Penyertaan Modal Daerah Pada PT. BANK Pembangunan Daerah. Perusahaan Daerah Air Minum Jayapura dan Perusahaan Daerah Baniyau Kabupaten Jayapura

31 Desember 2014

9 Pembentukan Dana Cadangan Pembangunan Pasar dan

Terminal Pharaa Sentani 31 Desember 2014

10 Penyelenggaraan Reklame 20 April 2015

11 Pemanfaatan Hasil Hutan Pada Hutan Masyarakat Hukum

Adat 20 April 2015

12

Petunjuk Teknis Operasional Program Pemberdayaan Produk Bersama Jayapura Baru Kampung Membangun Era Masyarakat Mandiri

12 Februari 2014

13 Penetapan Tarif Dasar dan Harga Standar Nilai Jual Per

Meter Kubik dan Per Ret Mineral Bukan Logam dan Batuan 7 Juli 2014 14 Petunjuk Pelaksanaan Pemungutan Golongan Retribusi Jasa

Umum atas Pengendalian Menara Telekomunikasi 15 September 2014

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH RPJMD 2017-2022 160 2.4.4. Fokus Sumber daya Manusia.

1. Kualitas tenaga kerja (Rasio kelulusan S1.S2.S3).

Kualitas tenaga kerja di Kabupaten Jayapura bisa dilihat dari jumlah lulusan klasifikasi pendidikan S1/S2/S3. dimana dari tahun 2014 hingga tahun 2016 masih banyak lulusan dari S1. namun rasio kelulusan S1-S3 terhadap jumlah penduduk di tahun 2016 sebesar 9.16 persen dari presentase yang ada maka dapat dikatakan bahawa kualitas tenaga kerja di Kabupaten Jayapura Tahun 2016 masih rendah karena tidak mencapai 10 persen.

Tabel 2.145

Rasio Lulusan S1/S2/S3 tahun 2013-2016 Kabupaten Jayapura

NO Uraian 2014 2015 2016

1 Jumlah lulusan S1 7.975 9.647 10.495

2 Jumlah lulusan S2 589 692 752

3 Jumlah lulusan S3 67 78 91

4 Jumlah lulusan S1/S2/S3 8.631 10.417 11.338

5 Jumlah penduduk 119.830 121.410 123.780

6 Rasio lulusan S1/S2/S3 (4/5) 7.20 8.58 9.16 2. Tingkat ketergantungan.

Tingkat ketergantungan di Kabupaten Jayapura terhadap usia produktif tahun 2013 hingga tahun 2017 masih tergalong tinggi terlihat pada tingkat rasio masih di atas 40 persen. namun Rasio Ketergantungan Kabupaten Jayapura mengalami peningkatan dimana tahun 2013 tingkat rasio sebesar 52.97 persen mengalami peningkatan tahun 2016 menjadi sebesar 45.20 persen.

Tabel 2.146

Rasio Ketergantungan Kabupaten Jayapura Tahun 2013 - 2017

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

1 Jumlah penduduk usia < 15 tahun 39.031 38.556 38.535 35.378 35.318 2 Jumlah penduduk usia > 64 tahun 2.104 2.237 2.408 3.707 3.899 3 Jumlah penduduk usia tidak

produktif (1) &(2) 41.135 40.793 40.943 39.085 39.217 4 Jumlah penduduk Usia 15-64

tahun 77.654 78.590 80.467 84.695 86.758

5 Rasio ketergantungan (3) / (4) 52.97 51.91 50.88 46.15 45.20 Sumber Data: DDA Kabupaten Jayapura 2017.

BAB III. GAMBARAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH RPJMD 2017-2022 160

BAB III

GAMBARAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

Sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan bahwa pendanaan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah telah diatur sesuai kewenangan yang diserahkan. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencegah tumpang tindih ataupun tidak tersediannya pendanaan pada suatu urusan pemerintahan. Dalam era otonomi daerah saat ini, sumber pendanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah terdiri dari tiga komponen, yaitu (i) Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meliputi pajak daerah, retribusi daerah, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah; (ii) Dana perimbangan, serta (iii) Lain-lain pendapatan yang sah.

Gambaran kinerja pengelolaan keuangan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kabupaten Jayapura dapat diuraikan sebagai berikut:

Dalam dokumen PERATURAN DAERAH KABUPATEN JAYAPURA (Halaman 178-183)