PERTUMBUHAN RIIL PDRB TAHUN 2012-2016
7. Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam mengontrol perkembangan penduduk Kabupaten Jayapura. menggunakan beberapa indikator seperti. banyaknya penduduk usia subur. Kapasitas penggunaan alat kontrasepsi dan jumlah peserta KB. Jumlah Penduduk Usia Subur Tahun 2013-2015 dapat dilihat pada tabel berikut.
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH RPJMD 2017-2022 110 Tabel 2.77
Jumlah Penduduk Usia Subur Tahun 2013-2015
No Distrik
Jumlah Penduduk Usia Subur
WUS PUS
2013 2014 2015 2013 2014 2015
1 Kaureh 2.979 2999 3100 2.900 2062 2100
2 Airu 172 201 230 230 160 180
3 Yapsi 1.998 14950 15500 1.900 13425 13500
4 Kemtuk 919 919 980 815 815 850
5 Kemtuk Gresi 1.012 1042 1070 721 808 900
6 Gresi Selatan 311 501 550 311 302 330
7 Nimboran 1.125 1225 1400 962 1025 1121
8 Namblong 817 867 989 645 625 665
9 Nimbokrang 1.571 1885 1980 1.321 1718 1750
10 Unurum Guay 427 477 601 410 410 450
11 Demta 792 852 880 740 749 760
12 Yokari 625 572 580 510 402 421
13 Depapre 942 962 999 775 789 805
14 Ravenirara 279 299 310 210 260 270
15 Sentani Barat 1.020 1050 1251 900 920 950
16 Waibu 1.212 1252 1292 1.212 1200 1221
17 Sentani 12.270 15270 15570 9.500 11617 11876
18 Ebungfau 692 702 850 690 688 750
19 Sentani Timur 1.801 1591 1601 1.400 1281 1315
Jumlah 30.339 47666 49733 26.152 39256 40214
Sumber data: DDA Kabupaten Jayapura. 2017.
Banyaknya jumlah penduduk usia subur di Kabupaten Jayapura tahun 2015 adalah 89.947 jiwa yang terdiri dari wanita usia subur yakni 49.733 orang dan pria usia subur sebanyak 40.214 orang. Banyaknya jumlah penduduk usia subur dimaksud dapat menjadi Evaluasi pemerintah guna mengontrol tingkat pertumbuhan penduduk dan informasi bagi pemerintah guna memperkuat kualitas Kesehatan guna mengurangi tingkat kematian ibu dan anak pada masa kehamilan maupun proses kelahiran. Indikator lainnya yang digunakan oleh pemerintah sebagai alat ukur perkembangan penduduk adalah banyaknya penduduk yang menggunakan alat akseptor KB. Penduduk Kabupaten Jayapura yang menggunakan alat akseptor KB di tahun 2014 adalah sebanyak 28.195 orang. dimana penggunaan akseptor ini terdiri dari 7 metode kontrasepsi yang terdiri dari IUD. MOP. MOW. Implan. suntik. PIL.
dan Kondom. Pengunaan metode kontrasepsi terbanyak adalah metode suntik yakni 14.225 orang. sebagaimana data pada tabel berikut.
Tabel 2.78
Jumlah Peserta KB Menurut Metode Kontrasepsi Yang Digunakan Di Kabupaten Jayapura Pada Tahun 2013-2015
No Tahun IUD MOP MOW Implan Suntik Pil Kondom
1 2013 176 40 258 1.456 6.246 1.963 834
2 2014 1.688 43 1711 2.966 14.225 5.841 1.721
3 2015 1772 45 1797 3114 14936 6133 1807
Sumber data: DDA Kabupaten Jayapura. 2017.
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH RPJMD 2017-2022 111 Tabel 2.79
Data capaian pelayanan Pengendalian Penduduk Kabupaten Jayapura tahun 2013-2017
2013 2014 2015 2016 2017 1 Laju pertumbuhan penduduk (LPP)
2 Total Fertility Rate (TFR)
3 Persentase Perangkat Daerah (Dinas/Badan) yang berperan aktif dalam
pembangunan Daerah melalui Kampung KB 39 39 39 39 39
4 Persentase Perangkat Daerah (Dinas/Badan) yang menyusun dan
memanfaatkan Rancangan Induk Pengendalian Penduduk 43 43 43 43
5 Jumlah kebijakan (Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah) yang mengatur
tentang pengendalian kuantitas dan kualitas penduduk - - - - 1 6 Jumlah sektor yang menyepakati danmemanfaatkan data profil (parameter dan
proyeksi penduduk) untuk perencanaan dan pelaksanaan program 4
7 Rata-rata jumlah anak per keluarga 3 3 3 3 3
8 Ratio Akseptor KB 42 66 70 70 0,5
Jumlah Akseptor KB 19.944
Jumlah pasangan usia subur 40.214
9 Angka pemakaian kontrasepsi/CPR bagi perempuan menikah usia 15 - 49 42 66 70 70 49,59
Jumlah peserta KB aktif 19.944
Jumlah pasangan usia subur 40.214
10 Angka kelahiran remaja (perempuan usia 15–19) per 1.000 perempuan usia
15–19 tahun (ASFR 15–19) 5.471 5.618 5.346 5.330 5.324
11 Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) yang istrinya dibawah 20 tahun 26.152 39.256 40.214 41.018 35,7 12 Cakupan PUS yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (unmet need) 26.152 39.256 40.214 41.018 50,41
Jumlah PUS yang ingin ber-KB tetapi tidak terlayani 20.270
Jumlah pasangan usia subur 40.214
13 Persentase Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) 10.973 25.997 28.195 28.759 2,59
Jumlah akseptor KB yang menggunakan MKJP 12.508 347 351 467 516
Jumlah akseptor KB 19.944
14 Persentase tingkat keberlangsungan pemakaian kontrasepsi 138 51 43 43 - Jumlah pasangan usia subur yang tidak lagi menggunakan kontrasepsi
Jumlah akseptor KB 19.944
15 Cakupan anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB 61,11 61,11 75 55 61,11
Jumlah anggota kelompok BKB yang ber-KB 11.000 11.000 15.000 11.000 11.000
Jumlah anggota kelompok BKB 18.000 18.000 20.000 20.000 18.000
16 Cakupan anggota Bina Keluarga Remaja (BKR) ber-KB 77 76 77 77 88
Jumlah anggota kelompok BKR yang ber-KB 11.500 11.500 12.000 12.000 14.000 23
Persentase Faskes dan jejaringnya (diseluruh tingkatan wilayah) yang bekerjasama dengan BPJS dan memberikan pelayanan KBKR sesuai dengan standarisasi pelayanan
80 80 80 80 62,5
Jumlah Faskes dan jejaring yang bekerjasama dengan BPJS 20 20 20 20 20
24 Jumlah Faskes dan jejaring 25 25 25 25 32
26 Persentase remaja yang terkena Infeksi Menular Seksual (IMS) 12.354 12.367 12.518 10.901 10.878 27 Cakupan kelompok kegiatan yang melakukan pembinaan keluarga melalui 8
fungsi keluarga 100 100 100 100 100
28 Cakupan keluarga yang mempunyai balita dan anak yang memahami dan
melaksanakan pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak 48.260 55.625 61.198 66.190 72.986
29 Rata-rata usia kawin pertama wanita 17 18 21 21 21
No. Bidang urusan/Indikator Kinerja Capaian Kinerja
Sumber data: Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana , 2017.
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH RPJMD 2017-2022 112 8. Perhubungan.
a. Transportasi Darat.
Jumlah kendaraan bermotor aktif milik pemerintah pada tahun 2016 berjumlah 4.475 unit yang terdiri atas 793 (17.72 persen) unit kendaraan berplat merah. 909 (20.31persen) kendaraan berplat kuning. dan 2.773 (61.97persen) kendaraan berplat hitam. Kendaraan Bermotor Aktif Milik Pemerintah Tahun 2014-2016 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 2.80
Kendaraan Bermotor Aktif Milik Pemerintah Tahun 2014-2016
1 Sedan 2 59 18 79 2 27 4 33 2 27 4 33
2 Jeep 10 87 1 98 9 58 0 67 9 58 0 67
3 Minibus 119 1.324 630 2.073 99 976 632 1.507 119 1076 662 1.857
4 Mikrobus 6 6 12 24 8 6 7 21 8 6 7 21
5 Bus 2 2 0 4 1 2 0 3 1 2 0 3
6 Pick Up 46 401 28 475 42 361 14 417 42 366 14 422
7 Light Truck 7 132 250 389 17 110 151 278 17 110 171 298
8 Dump Truck 3 72 48 123 1 0 0 1 1 0 0 1
9 Truck 0 17 38 55 0 13 26 39 0 13 51 64
10 Dump Truck 0 4 12 16 0 0 0 0 0 0 0 0
11 Ambulance 7 1 0 8 12 4 0 16 12 4 0 16
12 Ransus 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0
13 Sepeda Motor 486 13.651 0 14.137 541 1.000 0 1.541 571 1.100 0 1.671
14 Sepeda Motor R-3 0 4 0 4 11 9 0 20 11 11 0 22
15 Scooter 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0
689 15.761 1.037 17.487 743 2.566 634 3.943 793 2773 909 4.475
Jumlah
Jumlah
Jumlah Plat Jumlah
Hitam Plat Kuning
Plat Merah
Plat Hitam
Plat Kuning No Jenis Kendaraan
Jenis Plat Nomor Polisi
2014 2015 2016
Plat Merah
Plat Hitam
Plat Kuning
Plat Merah
Sumber data : DDA Kabupaten Jayapura. 2017
b. Transportasi Udara.
Hingga tahun 2014 terdapat 8 lapangan udara dalam status aktif hingga tahun 2014. Lapangan terbang tersebut adalah Bandara sentani. Lapangan terbang hulu atas. lapangan terbang aurina. lapangan terbang pagai. lapangan terbang lereh.
lapangan terbang sinar mas. dan lapangan terbang Adventist. Terdapat satu lapangan terbang yang masih dalam proses perencanaan guna pelaksanaan pembangunan. yakni lapangan terbang Melindra yang terdapat pada distrik Airu.
Terkait upaya peningkatan pelayanan transportasi udara. bandara sentani Kabupaten Jayapura digunakan sebagai barometer pelaksanaan Evaluasi serta pengambilan kebijakan. Bandar Udara Aktif Di Kabupaten Jayapura Hingga Tahun 2014-2016 dapat dilihat pada tabel berikut.
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH RPJMD 2017-2022 113 Tabel 2.81
Bandar Udara Aktif Di Kabupaten Jayapura Hingga Tahun 2014-2016
No Bandara Distrik Landasan Ukuran (
㎡)
Kondisi Pengelola
2014 2015 2016
1 Bandara Sentani Sentani Aspal Beton 98.000 Baik Baik Baik
Dirjen Dephun
Jakarta
2 Lapter Hulu Atas Airu Tasirtu 8.500 Baik Baik Baik Misi
3 Pagai Airu Rumput 1.500 Baik Baik Baik Misi
4 Lapter Melindra Airu Tahap pekerjaan (pematangan tanah) Pemda Kab
Jayapura
5 Lapter Sinar Mas Kaureh Tasirtu 16.000 Baik Baik Baik Swasta
6 Lapter Adventist Waibu Tasirtu 10.200 Baik Baik Baik Swasta
Sumber data: Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura 2016
c. Transportasi Laut Dan Sungai.
Berbagai aktifitas di lapangan usaha perhubungan telah dilaksanakan.
baik di sub-lapangan usaha Perhubungan Darat. Perhubungan Udara. Perhubungan Laut dan di sub lapangan usaha Angkutan Sungai. Danau dan Pantai (ASDP). Data di bawah menunjukan bahwa pada Tahun 2013 perahu motor di danau sentani sebanyak 60 buah dan sungai mamberamo 15 buah dengan frekuensi pelayanan sebanyak 67 dimana frekuensi pelayanan di danau Sentani sangat tinggi bila dibandingkan dengan penyeberangan di sungai Mamberamo. Jumlah Armada ASDP Di Kabupaten Jayapura Tahun 2016 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 2.82
Jumlah Armada ASDP Di Kabupaten Jayapura Tahun 2016
No A r m a d a
Tahun
perolehan Jumlah Frekuensi
1 Perahu Motor di Danau Sentani 80 2
2 Perahu Motor di Sungai Mamberamo ( AIRU ) 15 2
3 Perahu Motor di laut 40 2
4 Kapal Penyeberangan - -
Sumber data: Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kabupaten Jayapura. 2016.
Terdapat beberapa jumlah armada yang belum tersedia. seperti kapal motor dan kapal penyeberangan. Diharapkan agar pemerintah Kabupaten Jayapura mampu memajukan kualitas pelayanan transportasi laut dan sungai melalui peningkatan sarana dan prasarana transportasi secara akurat. efektif. dan efisien dalam menjawab kebutuhan masyarakat pesisir.
BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH RPJMD 2017-2022 114 Tabel 2.83
Data capaian Pelayanan Perhubungan Kabupaten Jayapura tahun 2013-2017 No. Bidang urusan/Indikator
Kinerja
Capaian Kinerja
2013 2014 2015 2016 2017
1 Jumlah arus penumpang
angkutan umum 1.969.680 2.175.794 3.402.757 2.245.492 2.483.686
2 Rasio ijin trayek 0,005 0,008 0,008 0,008 0,008
3 Jumlah uji kir angkutan umum 386 823 1.025 1.106 660
4 Jumlah Pelabuhan
Laut/Udara/Terminal Bis 7 7 7 10 11
5 Persentase layanan angkutan
darat 0,54 0,66 0,69 0,69 0,69
6 Persentase kepemilikan KIR
angkutan umum 21 27 9 9 5
7 Pemasangan Rambu- rambu - 0,00 0,00 1,10 47,33
8 Rasio panjang jalan per jumlah
kendaraan 0,187 0,127 0,034 0,033 0,032
Panjang Jalan 618,00 618,00 618,00 618,00 618,00
Jumlah Kendaraan 3.303,00 4.859,00 18.060,00 18.960,00 19.529,00 9 Jumlah orang/ barang yang
terangkut angkutan umum 1.974.425 2.051.929 1.981.265 613.543 732.816 10
Jumlah orang/barang melalui dermaga/bandara/ terminal per tahun
93.222.679 94.940.588 163.604.417 6.667.659 6.490.802