• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTUMBUHAN RIIL PDRB TAHUN 2012-2016

4. Penelitian dan pengembangan

3.3. Kerangka Pendanaan

BAB III. GAMBARAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH RPJMD 2017-2022 171

b. Penerimaan dan Pengeluaran Pembiayaan

Pembiayaan dalam penganggaran daerah adalah penerimaan ataupun pengeluaran yang dialokasikan untuk mewujudkan keseimbangan neraca daerah.

Dalam pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Jayapura sepanjang tahun 2013- 2016 diperoleh gambaran bahwa tingkat realisasi Penerimaan Pembiayaan Daerah berkisar antara Rp 132.100.047.624 tahun 2013 hingga Rp. 213.610.974.261,92 tahun 2016 dengan rata-rata Rp. 172.252.965.688. Hal ini memperlihatkan Kabupaten Jayapura telah berhasil memperoleh penerimaan pembiayaan pembangunan yang sebagian besar bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (SiLPA). Dengan demikian, komponen sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya (SiLPA) merupakan pembentuk terbesar dari nominal realisasi penerimaan pembiayaan. Selanjutnya tingkat realisasi pengeluaran pembiayaan berkisar antara Rp. 19.865.620.000 pada tahun 2013 hingga Rp 52.052.003.670 pada tahun 2016.

Tabel 3.10

Realisasi Anggaran Pembiayaan 2013-2016

No Uraian TAHUN 2013 TAHUN 2014 TAHUN 2015 TAHUN 2016

3 PEMBIAYAAN

3.1 PENERIMAAN

DAERAH 132.100.047.624 157.578.372.418 185.722.468.448 213.610.974.261,92 3.2 PENGELUARAN

DAERAH 19.865.620.000 5.870.072.727 11.000.000.000 52.052.003.670

Pembiaayan Netto 112.234.427.624 151.708.299.691 174.722.468.448 161.558.970.591,92 3.3 Sisa Lebih Pembiayaan

Anggaran (SILPA) 156.724.517.700,00 183.104.335.188,00 209.185.644.866,92 100.374.533.322,38

Sumber Data : Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (dikelola tahun 2017)

BAB III. GAMBARAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH RPJMD 2017-2022 172

daerah dan belanja daerah dengan terlebih dahulu melakukan proyeksi asumsi makro ekonomi daerah seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, tingkat pengangguran.

Tujuan dari perhitungan asumsi makro adalah untuk mengetahui besaran pendapatan dan belanja yang diperlukan dalam lima tahun ke depan.

3.3.1. Proyeksi Pendapatan dan Belanja

Peningkatan efektifitas pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Jayapura merupakan sebuah tuntutan untuk mewujudkan visi dan misi yang telah dirumuskan dalam periode 2013-2017. Pengelolaan keuangan daerah yang dimaksud, meliputi pengelolaan pendapatan, pengelolaan belanja dan pengelolaan penerimaan.

Untuk menghasilkan pengelolaan keuangan yang lebih efisien dan efektif di masa datang, terutama terkait dengan proyeksi peningkatan pendapatan daerah, belanja pemerintah, dan defisit anggaran yang tidak melampaui ambang batas sesuai dengan peraturan yang ada, maka penetapan asumsi-asumsi yang mendasari rencana pengelolaan keuangan daerah menjadi prasyarat yang harus dipenuhi.

Ada dua asumsi yang digunakan terkait dengan penyusunan rencana pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Jayapura selama periopde 2013-2017, yaitu: (1) perkembangan ekonomi makro daerah, seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, dan tingkat inflasi; dan (2) pokok-pokok kebijakan fiskal yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti perkiraan Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Asumsi dimaksud sekaligus juga menjadi angka proyeksi berbagai indikator ekonomi makro daerah dan pokok-pokok kebijakan fiskal Kabupaten Jayapura.

Tabel 3.11

Proyeksi Perkembangan Asumsi Makro Ekonomi Kabupaten Jayapura Tahun 2017-2022

URAIAN 2017 2018 2019 2020 2021 2022

Pertumbuhan ekonomi 8,54 8,60 8,66 8,72 8,78 8,84

Inflasi 5,3 5,3 5,3 5,3 5,3 5,3

Tingkat Pengangguran 14,63 14,63 14,5 14,03 13,5 10,99

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa selama periode 2017-2022, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jayapura relative tinggi dengan laju pertumbuhan rata-rata mencapai 0.06 % per tahun. Untuk masa pemerintahan lima tahun ke depan, perekonomian Kabupaten Jayapura diprediksikan bertumbuh lebih cepat dengan kisaran antara 0.06 - 0.1% selama periode 2013-2017 melalui implementasi penjabaran visi dan misi kepala daerah dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 8.4%

BAB III. GAMBARAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH RPJMD 2017-2022 173

per tahun dengan prediksi tingkat inflasi sekitar 5 - 5.3 % pertahun. Melalui prediksi laju pertumbuhan ekonomi tersebut, maka angka pengangguran dan jumlah serta persentase penduduk miskin dapat diprediksikan mengalami penurunan lebih cepat.

3.3.1.1 Proyeksi Pendapatan Daerah

Pendapatan Asli Daerah pada tahun 2018 sebesar Rp.1.275.158.512.896 meningkat pada tahun 2022 menjadi Rp. 1.669.198.127.414 diproyeksi dengan laju pertumbuhan rata rata 6,80%/tahun.

Proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penerapan berbagai kebijakan intensifikasi dan ekstensifikasi diproyeksi tumbuh dengan laju rata-rata mencapai 13,94% per tahun pada tahun 2018 sebesar Rp.103.000.000.000, menjadi 189.000.000.000 pada tahun 2022 dengan asumsi bahwa pergerakan perekonomian di Kabupaten Jayapura lebih cepat dan stabilitas harga dapat terjaga tidak lebih dari 5% setiap tahun. Sumber-sumber PAD diproyeksikan meningkat adalah retribusi daerah dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 12,97 % per tahun, pajak daerah dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 12,05, Hasil pengelolaan keuangan daerah yang dipisahkan pertumbuhan rata-rata sebesar 12,97% dan Lain- lain PAD yang sah pertumbuhan rata-rata sebesar 11,21%.

Pendapatan Dana Transfer (Perimbangan) diproyeksikan dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 5,68%/tahun pada tahun 2018 Rp. 890.761.520.000 dan pada Tahun 2022 mencapai Rp. 1.133.735.569.737 dan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 6,89%/tahun pada tahun 2018 Rp. 281.396.992.896 dan pada Tahun 2022 mencapai Rp.360.906.619.735.

BAB III. GAMBARAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH RPJMD 2017-2022 174

Tabel 3.12

Proyeksi Anggaran Pendapatan Daerah Kabupaten Jayapura Tahun 2018 s/d Tahun 2022

No. Uraian Pertum 2018 2019 2020 2021 2022

buhan

% (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

1 PENDAPATAN

9,22 1.275.158.512.896 1.409.374.364.186 1.558.311.800.604 1.723.142.980.665 1.905.157.278.731 1.1. Pendapatan Asli Daerah

14,36 103.000.000.000 120.000.000.000 140.000.000.000 163.000.000.000 189.000.000.000 1.1.1. Pajak daerah

14,76 38.620.811.850 44.993.245.805 52.489.120.556 61.107.834.151 70.854.533.698 1.1.2. Retribusi daerah

12,17 27.512.604.803 32.052.184.595 37.392.078.549 43.531.857.847 50.475.189.176 1.1.3. Hasil pengelolaan

kekayaan daerah yang dipisahkan

683,01 6.900.000.000 8.004.000.000 9.337.466.400 10.870.678.383 12.604.551.585 1.1.4. Lain-lain PAD yang sah

11,74 29.966.583.347 34.950.569.600 40.781.334.495 47.489.629.619 55.065.725.541 1.2. Dana Perimbangan

8,85 890.761.520.000 979.837.672.000 1.077.821.439.200 1.185.603.583.120 1.304.163.941.432 1.2.1. Dana bagi hasil pajak

9,30 16.939.548.000 18.633.502.800 20.496.853.080 22.546.538.388 24.801.192.227 Bagi Hasil Bukan

Pajak/Sumber Daya Alam

44,20 29.156.789.000 32.072.467.900 35.279.714.690 38.807.686.159 42.688.454.775 1.2.2. Dana alokasi umum

7,39 685.569.817.000 754.126.798.700 829.539.478.570 912.493.426.427 1.003.742.769.070 1.2.3. Dana alokasi khusus

14,30 159.095.366.000 175.004.902.600 192.505.392.860 211.755.932.146 232.931.525.360 1.3. Lain-Lain Pendapatan

Daerah yang Sah

8,36 281.396.992.896 309.536.692.186 340.490.361.404 374.539.397.545 411.993.337.299

1.3.1 Hibah -

- -

- -

1.3.2 Dana darurat -

- -

- -

1.3.3

Dana bagi hasil pajak dari provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya **)

11,96 19.850.874.896 21.835.962.386 24.019.558.624 26.421.514.487 29.063.665.936 1.3.4 Dana penyesuaian dan

otonomi khusus***)

8,00 240.699.928.000 264.769.920.800 291.246.912.880 320.371.604.168 352.408.764.585 1.3.5 Bantuan keuangan dari

provinsi atau Pemerintah Daerah lainnya

9,74 20.846.190.000 22.930.809.000 25.223.889.900 27.746.278.890 30.520.906.778

3.3.1.2 Proyeksi Belanja Daerah

Belanja daerah diproyeksikan dengan pertumbuhan rata-rata 7,9%/tahun pada tahun 2018 Rp. 1.275.158.512.186 meningkat sebesar 514.578.355.567 (40,35%) pada Tahun 2022 menjadi Rp. 1.789.736.867.653.

Pertumbuhan Belanja Tidak Langsung (BTL) diproyeksikan sebesar 8,83%/tahun pada tahun 2018 sebesar Rp. 723.283.756.203 meningkat sebesar Rp.333.335.491.254 (46,09%) pada tahun 2022 menjadi Rp.1.056.639.247.457.

Pertumbuhan Belanja Langsung diproyeksikan sebesar 7,06,%/tahun pada tahun 2018 sebesar Rp. 570.257.493.429 meningkat sebesarRp. 204.059.345.648 (35,78%) pada tahun 2022 menjadi Rp. 774.316.839.077.

BAB III. GAMBARAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH RPJMD 2017-2022 175

Tabel 3.13

Proyeksi Belanja Daerah Kabupaten Jayapura Tahun 2018 s/d Tahun 2022

No. Uraian

Pertum

buhan 2018 2019 2020 2021 2022

% (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

2 BELANJA 6,69 1.293.541.450.432 1.367.033.266.322 1.473.460.797.018 1.571.609.308.978 1.678.053.533.831 2.1 Belanja Tidak

Langsung 5,65 723.283.957.003 754.621.303.935 787.854.666.727 845.355.212.487 882.844.427.566 2.1.1 Belanja Pegawai 6,64 457.685.091.803 475.992.495.475 495.032.195.294 514.833.483.106 535.426.822.430 2.1.2 Belanja Bunga

2.1.3 Belanja Subsidi 23,90 5.951.880.000 6.249.474.000 6.561.947.700 6.890.045.085 7.234.547.339

2.1.4 Belanja Hibah 1,45 33.285.175.000 34.949.433.750 36.696.905.438 38.531.750.709 40.458.338.245 2.1.5 Belanja Bantuan Sosial 4,34 9.756.620.000 10.244.451.000 11.268.896.100 12.395.785.710 13.635.364.281 2.1.6 Belanja Bagi Hasil 3,90 5.304.151.000 5.569.358.550 5.847.826.478 6.140.217.801 6.447.228.691 2.1.7 Belanja Bantuan

Keuangan 7,10 206.301.039.200 216.616.091.160 227.446.895.718 261.563.930.076 274.642.126.579 2.1.8 Belanja Tidak Terduga 5,49 5.000.000.000 5.000.000.000 5.000.000.000 5.000.000.000 5.000.000.000

2.2 Belanja Langsung 6,76 570.257.493.429 612.411.962.387 676.040.511.872 711.259.875.198 774.316.839.077 2.2.1 Belanja Pegawai 3,99 71.942.151.587 75.539.259.166 79.316.222.125 82.488.871.010 86.613.314.560 2.2.2 Belanja Barang dan

Jasa 6,45 325.146.524.474 344.655.315.942 375.674.294.377 394.458.009.096 429.959.229.915

2.2.3 Belanja Modal 8,34 173.168.817.368 192.217.387.278 221.049.995.370 234.312.995.092 257.744.294.602 Surplus/ Devesit 86,07 18.382.937.536 14.819.332.898 12.470.249.776 10.768.208.677 8.855.406.417

Sumber Data : Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (dikelola tahun 2017)

3.3.1.3 Pembiayaan Daerah

Pertumbuhan Pembiayaan diproyeksikan sebesar -50,33,%/tahun pada tahun 2018 sebesar Rp. 18.382.937.536 mengalami penurunan sebesar Rp. -9.251.920.219 (50,53%) pada tahun 2022 menjadi Rp. 9.131.017.317,37. Proyeksi Pembiayaan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.14

Proyeksi Pembiayaan Daerah Kabupaten Jayapura Tahun 2018 s/d Tahun 2022

No. Uraian Pertumbuhan

%

2018 2019 2020 2021 2022

(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

3 PEMBIAYAAN -

78,94 35.422.937.536 8.520.000.000 8.520.000.000 8.520.000.000 8.520.000.000

3.1 Penerimaan Pembiayaan - 26.902.937.536 - - - -

3.2 Pengeluaran Pembiayaan 0 8.520.000.000 8.520.000.000 8.520.000.000 8.520.000.000 8.520.000.000 Sumber Data : Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (dikelola tahun 2017)

3.3.2. Perhitungan kerangka pendanaan

Perhitungan kerangka pendanaan bertujuan untuk memprediksi kemampuan keuangan daerah untuk membiayai pembangunan daerah tiap tahunnya. Besarnya pendapatan daerah hasil prediksi yang dilakukan pada bab sebelumnya, adalah besaran keuangan daerah yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan daerah, namun sebelumnya harus dikurangi pengeluaran besaran belanja dan pengeluaran pembiayaan yang wajib dan mengikat serta prioritas utama

Perkembangan Kerangka pendanaan dan Kapasitas Riil di Kabupaten Jayapura selama periode 2018-2022 untuk mendanai kegiatan Pembangunan dapat

BAB III. GAMBARAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH RPJMD 2017-2022 176

dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.15

Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah untuk Mendanai Pembangunan Daerah Kabupaaten Jayapura Tahun 2018-2022

No. Uraian 2018 2019 2020 2021 2022

(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

1. Pendapatan 1.328.964.387.968,00 1.433.587.007.968 1.580.103.180.008,16 1.742.755.222.128,74 1.922.808.296.048,37

2.

Pencairan dana cadangan (sesuai Perda)

Total

penerimaan 1.328.964.387.968,00 1.433.587.007.968,00 1.580.103.180.008,16 1.742.755.222.128,74 1.922.808.296.048,37

Dikurangi:

3.

Belanja Tidak

Langsung 723.283.957.003,00 754.621.303.935 787.854.666.727,13 845.355.212.487,34 1.014.863.138.555,00 4. Pengeluaran

Pembiayaan 8.520.000.000,00 8.520.000.000 8.520.000.000,00 8.520.000.000,00 8.520.000.000,00

Kapasitas riil kemampuan keuangan

570.257.493.429,00 670.445.704.033 783.728.513.281,03 888.880.009.641,40 899.425.157.493,37

Sumber Data : Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (Data diolah), 2017.

Perkembangan Kapasitas Riil diproyeksikan pada Tahun 2018 sebesar Rp.

570.257.493.429,00 mengalami peningkatan sebesar Rp. 329.167.664.064.

(57,72%) Pada Tahun 2022 menjadi sebesar Rp. 899.425.17.493,37 dengan laju pertumuhan rata rata 11,54%/tahun.

Pada kerangka pendanaannya dibagi menjadi tiga prioritas, yang kemudian dilakukan penetapan masing-masing persentasenya. Persentase untuk prioritas I adalah sebesar 34,02%, sedangkan untuk prioritas II sebesar 46,13 % dan prioritas III sebesar 19,85%. Anggaran Belanja Daerah Prioritas I sebesar 34,02% yang dialokasikan untuk membiayai belanja langsung wajib dan mengikat serta pemenuhan penerapan pelayanan dasar, Presentase Anggaran Belanja Daerah Prioritas II sebesar 46,13 % yang dialokasikan untuk program prioritas Perangkat Daerah terkait langsung dengan pelayanan masyarakat dalam pemenuhan visi dan misi Kepala Daera, Anggaran Belanja Daerah Prioritas III sebesar 19,85 % dialokasikan untuk membiayai belanja penyelenggaraan urusan pemerintahan lainnya. Pengalokasian dana pada prioritas III harus memperhatikan (mendahulukan) pemenuhan dana pada prioritas I dan II terlebih dahulu untuk menunjukkan urutan prioritas yang benar.

Pengunggunaan kapasitas kemampuan keuangan daerah tahun 2018-2022 dapat dilihat pada tabel berikut.

Dalam dokumen PERATURAN DAERAH KABUPATEN JAYAPURA (Halaman 194-200)