BAB II KAJIAN PUSTAKA
D. FOKUS PENELITIAN
Gambar 2.3 : Bagan Kerangka Pikir
mengetahui strategi yang ditempuh dalam Surat Kabar Harian Rakyat Sulsel, dalam hal ini strategi dari segi analisis SWOT.
E. Deskripsi Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus penelitian berdasarkan uraian kerangka pikir diatas yaitu sebagai berikut:
1. Strengths atau kekuatan yang dimiliki dalam konteks perusahaan, misalnya bisa berproduksi secara kontinu, kualitas produk bisa diandalkan, unit pemasaran yang tangguh serta relasi dengan media baik.
2. Weakness atau kelemahan adalah komponen yang harus dianalisis dan memerlukan pembenahan yang bersifat internal organisasi atau perusahaan. Misalnya perusahaan tidak memiliki devisi pemasaran yang tangguh, karyawannya banyak bekerja di belakang meja dan mau dilayani.
3. Opportunities (peluang atau kesempatan) yang bisa diperoleh dalam mendukung suatu usaha bisnis.
4. Treath atau ancaman adalah factor terakhir dan merupakan unsur luar yang harus dianalisis dengan baik, karena factor ini menentukan hidup dan matinya perusahaan. Misalnya ancaman timbulnya persaingan yang tajam dengan munculnya perusahaan baru yang didukung dengan modal yang lebih besar.
5. Eksistensi Media adalah keberadaan media saat ini setelah banyaknya pesaing media online.
44
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan setelah seminar proposal, selama dua bulan. Adapun lokasi penelitian ini yaitu pada Kantor Harian Rakyat Sulsel Makassar yang berlokasi di Jl. Sultan Alauddin Ruko Komp.
Permatasari No. 25, Gunung Sari, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90221.
B. Jenis dan Tipe Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang merupakan sebuah pendekatan induktif terhadap seluruh proses penelitian yang cenderung mengkonstruksi format penelitian dan strategi memperoleh data di lapangan (field research) (Burhan Bungin, (2008).
Dimana dalam penelitian kualitatif yang dilakukan oleh peneliti tersebut lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu permasalahan yang akan diteliti. Dalam penelitian kualitatif, yang ditampilkan lebih banyak berupa penjelasan deskriptif dibandingkan dengan angka-angka. Penelitian deskriptif merupakan suatu cara yang digunakan untuk memecahkan masalah yang ada berdasarkan fakta-fakta dan data-data yang ada (Sarantakos, 1993). Tipe penelitian yang digunakan di sini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dalam
penelitian ini, peneliti terjun langsung ke lapangan guna untuk memperoleh data yang valid.
C. Sumber Data
Sumber data merupakan subjek dari data yang diperoleh. Apabila penelitian menggunakan teknik wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden. Apabila peneliti menggunakan teknik dokumentasi, maka catatan data yang diperoleh menjadi sumber data.
a) Sumber data primer yaitu, data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti (atau petugasnya) dari sumber pertamanya. Data primer atau data pokok yang diperoleh peneliti saat melakukan penelitian ini yaitu berupa hasil wawancara langsung kepada beberapa informan penelitian serta hasil pengamatan dari observasi.
b) Sumber data skunder yaitu, data yang lansung dikumpul oleh peneliti sebagai penunjang dari sumber utama. Dapat juga diakatakan data yang tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen. Data sekunder atau data pendukung yang didapatkan oleh peneliti berupa dokumen profil perusahaan, artikel tentang perusahaan, jurnal, buku, surat kabar, serta berbagai dokumen yang terkait dengan unit analisis peneliti.
D. Informan Penelitian
Penelitian kualitatif tidak dimasukkan untuk membuat generalisasi dari hasil penelitianya. Subjek penelitian menjadi informan yang akan memberikan berbagai informasi yang diperlukan selama proses penelitian.
Informan penelitian adalah orang yang akan memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian (Moleong, 2000, dalam Yusdi, 2009). Adapun beberapa informan yang dipilih oleh peneliti untuk mendukung penelitian ini bisa kita lihat berdasarkan tabel informan dibawah ini:
Tabel 3.1 : Informan Penelitian
E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa cara dalam pengumpulan data yaitu:
1. Observasi
Observasi adalah tinjau langsung yang bertujuan dengan membandingkan referensi atau literatul yang ada dengan apa yang betul- betul terjadi/berlansung di lapangan. Observasi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan cara mendangi langsung lokasi penelitian, serta melakukan pengamatan pada Harian Rakyat Sulsel.
No Informan Penelitian
1 Direktur Utama Harian Rakyat Faisal Palapa
2 Pemimpin Redaksi Lukman Maddu
3 Wakil Direktur Daswar M Rewo
4 Wartawan Humaerawati
5 Pembaca Wiwi Amalia
6 Pembaca Saddan
2. Wawancara
Wawancara atau diskusi, dilakukan melalui metode formal maupun informal. Wawancara ini bertujuan untuk memperkuat apa yang telah didapat dari observasi langsung. Pada penelitian ini, peneliti memperoleh data yang akurat dengan cara melakukan wawancara kepada informan untuk lebih memperbanyak serta memperkuat data dalam hasil penelitian tersebut.
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Dokumentasi dilakukan oleh peneliti sebagai bahan pendukung dari hasil observasi dan wawancara yang telah dikumpulkan. Dokumentasi tersebut berupa foto – foto, rekaman audio, serta video.
F. Teknik Analisis Data
Miles dan Huberman (1992), dalam buku mereka yang berjudul Analisis Data Kualitatif menjelaskan secara mendalam cara data seharusnya dianalisis dalam penelitian kualitatif. Dalam buku tersebut, mereka menegaskan bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan secara siklus, dimulai dari tahapan satu sampai tiga, kemudian kembali ke tahap satu.
Secara garis besar, Miles dan Huberman membagi analisis data dalam penelitian kualitatif dalam tiga tahap, yaitu kodifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berikut ini akan disajikan secara detail ketiga tahap tersebut dan akan dijelaskan pula cara melakukan setiap tahapan.
a. Tahap kodifikasi
Kodifikasi merupakan tahap pekodingan terhadap data. Hal yang mereka maksud dengan pekodingan data adalah peneliti memberikan nama atau penamaan terhadap hasil penelitian. Hasil kegiatan tahap pertama adalah diperolehnya tema – tema atau klasifikasi dari hasil penelitian.
Tahap pengkodingan yang dilakukan peneliti untuk menuliskan semua hasil penelitian yang telah diperoleh dari tahap observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai tahap awal dalam menganalisis data atau informasi – informasi yang penting untuk dicantumkan dalam hasil penelitian ini.
b. Tahap penyajian data
Penyajian data adalah sebuah tahap lanjutan analisis dimana peneliti menyajikan temuan penelitian berupa kategori atau pengelompokan. Miles dan Huberman menganjurkan untuk menggunakan cara naratif untuk menyajikan tema karena dalam pandangan mereka penyajian dengan diagram dan matrik lebih efektif. Penyajian data dilakukan oleh peneliti untuk menyajikan hasil penelitian dalam bentuk tulisan.
c. Tahap Penarikan kesimpulan atau verifikasi
Penarikan kesimpulan atau verivikasi adalah suatu tahap lanjutan dimana pada tahap ini peneliti menarik kesimpulan dari temuan data. Ini adalah interprestasi peneliti atas temuan dari suatu wawancara atau sebuah dokumen. Setelah kesimpulan diambil, peneliti kemudian mengecek lagi kesahihan interprestasi dengan cara mengecek ulang proses koding dan
penyajian data untuk memastikan tidak ada kesalahan yang dilakukan.
Setelah tahap tiga ini dilakukan, maka peneliti telah memiliki temuan penelitian berdasarkan analisis data yang telah dilakukan terhadap suatu hasil wawancara mendalam atau sebuah dokumen.
G. Teknik Pengabsahan Data
Pemeriksaan pengabsahan data ini perlu diterapkan dalam rangka pembuktian kebenaran temuan hasil penelitian dengan kenyataan di lapangan. Adapun pemeriksaan pengabsahan data dengan cara pengujian kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain.
Perpanjangan waktu berarti peneliti kembali ke lapangan, melakukan pengamatan, wawancara lagi dengan sumber data yang ditemui maupun informan yang baru. Perpanjangan waktu dilakukan untuk menguji kredibilitas data penelitian. Data yang diperoleh di cek kembali kebenarannya, ada perubahan atau tetap. Setelah di cek kembali data yang didapatkan sudah dapat dipertanggungjawabkan berarti sudah kredibel, maka perpanjangan perlu diakhiri.
Peningkatan ketekunan dilakukan peneliti dengan cara mengontrol apakah data yang diperoleh dan disajikan sudah benar atau belum. Serta untuk lebih meningkatkan ketekunan dapat dilakukan dengan kembali membaca referensi, buku, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen – dokumen yang terkait yang bisa digunakan sebagai pembanding data yang telah diperoleh.
Sedangkan dengan cara triangulasi yakni teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Dengan kata lain dilakukan dengan pengecekan yang dapat melalui wawancara terhadap objek penelitian. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding data itu. Triangulasi ini selain digunakan untuk mengecek kebenaran dan kepercayaan data juga dilakukan untuk memperkaya data.
Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data dan waktu.
a) Triangulasi sumber
Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber.
Triangulasi sumber dilakukan oleh peneliti dengan cara menganalisis data yang telah diperoleh oleh peneliti sehingga menghasilkan kesimpulan yang selanjutnya di cek dengan beberapa sumber.
b) Triangulasi teknik
Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Peneliti melakukan tahap triangulasi teknik untuk mengecek yang telah dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Jika dari teknik pengujian data tersebut menghasilkan data yang berbeda,
maka peneliti kembali berembuk dengan berdiskusi kepada informan untuk memastikan kebenaran data tersebut.
c) Triangulasi waktu
Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara dipagi hari pada saat narasumber masih segar belum banyak masalah akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi, atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkam data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya.
Triangulasi dapat juga dilakukan dengan cara mengecek hasil penelitian, dari tim penelitian lain yang diberi tugas melakukan pengumpulan data.
52
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN
1. Sejarah Singkat PT. Rakyat Sulawesi Selatan Intermedia
Koran Harian Rakyat Sulsel adalah salah satu koran harian yang wilayah pemasarannya meliputi Provinsi Sulawesi Selatan. Koran ini menetapkan tagline “Koran Referensi politik” yang mengklaim sebagai koran politik pertama di Indonesia Timur. Koran ini diterbitkan oleh PT Rakyat Sulawesi Selatan Intermedia, merupakan bagian dari group media terbesar di Indonesia Timur, Media Fajar Grup, yang dirintis oleh Alwi Hamu. Lokasi bertempat di Jl. Sultan Alauddin Ruko Permata Sari No.25 Makassar.
Koran dengan 12 halaman ini seharga Rp 3500 dan harga langganannya Rp 80.000/bulan. Koran ini pertama kali terbit pada 2 Mei 2012, dalam bentuk simulasi selama tiga hari. Simulasi ini bertujuan untuk mencari bentuk dan perwajahan yang terbaik dan disukai oleh pembaca.
Secara resmi, Harian Rakyat Sulsel mulai terbit dan beredar untuk masyarakat luas pada tanggal 7 Mei 2012 dan dijadikan sebagai hari lahir Harian Rakyat Sulsel . Cetakan pertama terbit dengan jumlah 20 halaman dan dicetak sebanyak 5.000 exp. Sejauh ini, jumlah
karyawan yang dipekerjaan Harian Rakyat Sulsel sekira 80 orang karyawan yang terdiri dari berabagai bidang atau divisi.
Harian Rakyat Sulsel mengambil kiblat dari koran nasional, Harian Rakyat Merdeka. Hampir seluruh perwajahan Harian Rakyat Sulsel diadopsi dari Harian Rakyat Merdeka yang juta dikenal sebagai koran segmen politik di tanah air.
2. Makna Logo
Gambar 4.1 Logo Harian Rakyat Sulsel dan RakyatSulsel.co
Logo Rakyat Sulsel mengandung filosofis yang didominasi oleh warna merah yang berarti berani, dalam hal ini berani dalam mengungkap suatu fakta yang disajikan dalam bentuk berita. Huruf R sebagai simbol atau garis besar dari logo tersebut.
Sedangkan icon dari Harian Rakyat Sulsel yang bernama acul, yakni anak kecil yang memakai peci, sarung dan sendal jepit yang hobinya
selalu mengkritik. Icon ini dapat selalu ditemui di halaman satu koran harian Rakyat Sulsel.
3. Visi & Misi PT. Rakyat Sulawesi Selatan Intermedia a. Visi
Menjadi Referensi Dunia Politik di Sulawesi Selatan khususnya dan Indonesia Timur pada umumnya.
b. Misi
1) Mengantisipasi dan merespon dinamika dunia politik, khususnya pasar pembaca, secara profesional dan berimbang dengan menyajikan dan menyebarluaskan informasi yang menarik, bermanfaat dan mudah diserap serta menjunjung etika dan kesopanan.
2) Memberikan pemenuhan hak dasar dan keingintahuan rakyat, utamanya di Selawesi Selatan dalam hal berpolitik
3) Memberikan gambaran umum peta perpolitikan yang terjadi di Sulawesi Selatan kepada para pelaku politik (pengurus parpol, pemerhati parpol).
4) Menjadi media pembelajaran tentang politik kepada pemilih pemula (Pelajar SMU dan Mahasiswa).
4. Tujuan Harian Rakyat Sulsel
Tujuan dari Harian Rakyat Sulsel adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pembaca, khususnya di Sulawesi Selatan dan
Indonesia Timur pada umumnya dalam hal pemenuhan hasrat di dunia politik
5. Struktur Organisasi Harian Rakyat Sulsel a. Struktur Redaksional
Pembina : H. M. Alwi Hamu
H. Syamsu Nur Komisaris Utama : H. M. Subhan Alwi
Komisaris :Adnan Purichita
Ichsan, Nurwidyati Alwi, Ida Noer Haris, Suwardi Thahir Direktur Utama / Pemimpin Umum : Faisal Palapa Penanggung Jawab
Direktur : Imran Umar
Wakil Direktur : Muh. Asri,
Arifuddin Saeni, Daswar M Rewo
Sekretaris : Elvira Haerani Yusuf
Manajer : Andi Nurcaya,
Rasmi Ridjang Sikati Manajer IT/ Portal/ Litbang : Ruslan
Asisten Manajer : Misbahuddin
Keuangan : Evi Arvida, Abdul Rahim Pemimpin Redaksi / : Lukman Maddu
Penanggung Jawab Harian
Sekretaris Redaksi : Elvira Haerani Yusuf Redaktur Pelaksana : Ridwan Lallo
Koordinator Liputan : Muhammad Alief
Redaktur Senior : Muh. Asri
Redaktur : MD Fajar. Ridwan Lallo,
Any Ramadhani, M. Ashar Abdullah
Redaktur Khusus : Suherman Madani
Reporter : Fahrullah, Suryadi
Maswatu, Armansyah, Al Amin Malliuri, Irsal, Ramlan, Humaerawati
Fotografer : MD Fajar, Sugihartono
Pracetak :Ramuddin, Hasanuddin,
Ahmad Syauki Solong, Juandi,
Kartunis : Muharram Adbianto
Grafis : Rachmat
Tim Kreatif Desain :Ramuddin, Hasanuddin
Penasihat Hukum : Ridwan J Silamma
b. Data Media
Penerbit : PT. Rakyat Sulawesi
Selatan Intermedia
Bahasa : Indonesia (EYD)
Tiras : 26.300 Examplar
Halaman : 16 Halaman
Rubrikasi : Utama, Ekonomi Bisnis,
RakyatMakassar (Metropolis), Daerah,
Sulbar, Politik, Pilkada 2020
Area Edar : Sulawesi Selatan meliputi
24 Kota, Sulawesi Barat meliputi Mamuju, Majene, Polewali, Mamuju Tengah, Mamuju Utara
Segmentasi : Politik 25%, Ekonomi
Bisnis 15%, Metropolis 15%, Layanan Publik 10%, Life Style 10%,
Komunitas/Sosialita 5%, Olahraga 5%, Hiburan 5%, Lain – lain 10%
Gambar 4.2 Struktur Organisasi Harian Rakyat Sulsel Makassar Setiap karyawan Harian Rakyat Sulsel Makassar memiliki tugas dan fungsi masing – masing yaitu:
a. Direktur Utama/Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi 1) Menentukan Tujuan/Sasaran Umum Rakyat Sulsel
2) Mengawasi dan memberikan arahan sehingga tujuan/sasaran tersebut dapat tercapai dengan baik.
b. Direktur/Pimpinan Perusahaan
1) Berdasarkan visi dan misi, menetapkan sasaran perusahaan.
2) Mengarahkan sasaran prioritas secara periodik.
3) Memutuskan jenis bisnis yang perlu dilaksanakan dan bagaimana mengadakan sumber daya pokoknya.
4) Menggunakan secara efisien sumber daya manusia, finansial dan materi bisnis termasuk menghasilkan laba.
5) Mengusulkan pengeluaran dana dalam batas yang ditentukan.
6) Menindak karyawan yang kurang disiplin.
c. Wakil Direktur
1) Membantu menjalankan tugas-tugas direktur
2) Berdasarkan kesepakatan dengan direktur, dapat bertindak mewakili dan direktur baik internal maupun eksternal perusahaan.
d. Sekretaris Perusahaan
1) Melakukan tugas dan sistem informasi kegiatan perusahaan untuk mendukung kelancaran tugas operasional direksi, termasuk mengelola adminstrasi surat-menyurat dan pembukuannya.
2) Memberikan pelayanan kepada direksi sehingga sasaran dan tujuan yang ingin dicapai dapat diwujudkan.
3) Mengatur dan memberikan pelayanan kepada tamu-tamu direksi
d. Manager Iklan
1) Menetapkan komposisi kategori iklan, menentukan komisi biro – biro iklan berdasarkan kredibilitasnya
2) Menjual iklan display dan reguler, baik warna maupun hitam putih kepada klien atau perusahaan-perusahaan yang dianggap layak
3) Membuat proposal untuk menunjang pekerjaannya Memberikan keputusan harga atau diskon kepada pemasang iklan sesuai dengan kebijakan perusahaan.
4) Menjual iklan sponsorship maupun advertorial.
5) Menjual iklan display dan reguler secara barter.
6) Melaksanakan kegiatan penerimaan pemesanan tempat dan materi iklan beserta administrasinya, bertanggung jawab atas ketepatan penulisan iklan sesuai dengan order iklan menurut ukuran, tanggal dan frekuensi pemuatan serta menolak iklan yang tidak sesuai dengan ketentuan periklanan ataupun harga.
e. Manager Umum dan Personalia
1) Menjadi unit pendukung operasional bidang redaksi dan perusahaan yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur/Pimpinan Perusahaan.
2) Memenuhi Sumber Daya (SDM, teknologi, alat tulis, dan lain- lain) sesuai dengan permintaan perusahaan dan redaksi
f. Manager Sirkulasi/Promosi
1) Menyelesaikan masalah yang timbul, misalkan sengketa agen, memotivasi karyawan, memimpin pertemuan rutin bagian, perencanaan strategi bagian, anggaran, kalkulasi harga dan income statement.
2) Memperluas dan mengembangkan pasar untuk menaikkan oplah, memonitor dan membina pelayanan agen ataupun pengecer terhadap konsumen.
3) Bertanggung jawab atas kelancaran pembayaran agen sehingga tercapai terget yang telah ditetapkan sesuai dengan kebijakan dan membantu menyusun rencana kerja secara periodik untuk lingkup tugasnya.
4) Melaksanakan kegiatan promosi perusahaan guna meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap Rakyat Sulsel sesuai program kerja yang ditetapkan.
5) Melakukan program kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka promosi
6) Menyiapkan daftar pengiriman untuk membantu kelancaran pekerjaan ekspedisi dalam hitungan jatah agen dan menyediakan data untuk penyusunan kuitansi dan bukti kas pengeluaran.
g. Pemimpin Redaksi
Menentukan dan atau memberikan kebijakan pemberitaan, sesuai dengan visi dan misi Rakyat Sulsel, serta mengawasi secara langsung maupun tidak langsung unsur redaksi menjalankan kebijakan tersebut.
h. Wakil Pemimpin Redaksi
Membantu Pemimpin Redaksi dalam menjalankan tugas sehari – hari dan mewakili Pemred sesuai dengan kesepakatan dengan Pemred, baik keluar mapun ke dalam.
i. Redaktur Pelaksana
Memimpin operasional sehari – hari redaksi mulai dari perencanaan tugas, pengawasan tugas, sampai proses produksi, sesuai dengan kebijakan yang diberikan Pemimpin Redaksi.
j. Koordinator Peliputan (Korlip)
1) Memimpin dan mengarahkan tim peliputan redaksi 2) Membuat proyeksi bahan berita
3) Memimpin rapat redaksi untuk menentukan target harian dan mingguan.
4) Memimpin rapat perencanaan dan proyeksi.
5) Memberikan penugasan berdasarkan koordinasi dengan redaktur kepada reporter untuk meliput suatu berita.
k. Redaktur
Memimpin desk/halaman dan bagian yang ditentukan, membuat rencana penugasan, mengelola pembuatan berita di bagiannya untuk dikirimkan ke bagian produksi, menilai kinerja reporter di bidangnya.
l. Redaktur Foto
Melaksanakan koreksi dan memilih foto sehingga foto yang dikirimkan ke redaktur mencapai taraf kepantasan yang dituntut.
m. Wartawan
Menjalankan tugas yang diberikan sampai pada pembuatan berita/foto, memberikan usul penugasan, dan bekerjasama dengan wartawan di bidangnya maupun bidang – bidang lainnya.
n. Sekretaris Redaksi
1) Melakukan tugas dan sistem informasi kegiatan redaksi dan data personalia redaksi untuk mendukung kelancaran tugas operasional redaksi.
2) Mengatur dan melayani tamu-tamu redaksi.
3) Melakukan pendataan dan penilaian terhadap kinerja redaktur, reporter dan fotografer
o. Pracetak
1) Membuat pra desain koran setiap hari kerja
2) Membuat desain koran berdasarkan masukan dari redaktur.
3) Melakukan evaluasi terhadap hasil cetakan koran p. Bagian Keuangan (Manager Keuangan)
1) Mengatur jalannya keuangan perusahaan (kas masuk - kas keluar)
2) Memberikan laporan keuangan secara berkala kepada direksi 3) Menerima masukan tentang penggunaan anggaran dari direksi
dan jajaran pemred
4) Menentukan skala prioritas penggunaan anggaran secara berkala.
q. Bagian Litbang (Kepala Litbang) 1) Membuat Bank Data (Data Bank) 2) Melakukan survei tertutup dan terbuka 3) Melakukan survei terhadap koran kompetitor
4) Memberikan laporan secara berkala tentang perkembangan Rakyat Sulsel
5) Melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka pengembangan SDM
B. Tantangan Harian Rakyat Sulsel di Era Digitalisasi
Berdasarkan hasil penelitian pada Surat Kabar Harian Rakyat Sulsel Makassar, dapat dijelaskan bahwa tantangan Surat Kabar Harian Rakyat Sulsel di era digitalisasi sebagai mana diketahui bahwa Harian Rakyat Sulsel merupakan salah satu media cetak di Makassar yang terbit pada tahun 2012
yang merupakan koran politik pertama di Indonesia timur yang fokus pada berita – berita politik. Beberapa tantangan Harian Rakyat Sulsel yang dilihat dari tolak ukur konvergensi media yaitu:
1. Teknologi canggih
Di tengah banyaknya media – media online tidak bisa dipungkiri untuk berfokus pada media cetak saja. Seiring dengan berkembangnya teknologi saat ini muncul berbagai pesaing media online yang membuat Harian Rakyat Sulsel lebih bersemangat lagi untuk berbenah dan menghadirkan berita – berita unggulan khususnya di berita – berita politik, serta masih tetap konsisten di dalam dunia cetak seperti yang dikatakan oleh Daswar M Rewo selaku Wakil Direktur Harian Rakyat Sulsel di bawah:
“Harian Rakyat Sulsel masih konsisten di dalam dunia cetak karena masih banyak customer atau instansi pemerintahan yang butuh untuk disosialisasikan program dan kinerja terbaiknya, seperti pada pemuatan iklan lelang bagi customer perbankan.”
(Hasil wawancara pada tanggal 14 Agustus 2020).
Hasil wawancara di atas menjelaskan bahwa tantangan pertama Harian Rakyat Sulsel yang dilihat dari tolak ukur konvergensi yaitu dengan munculnya berbagai pesaing – pesaing media cetak. Tetapi meski telah memiliki portal namun Harian Rakyat Sulsel juga tetap bertahan mengembangkan media cetak demi menarik perhatian pembaca yang dari kalangan pemerintahan maupun pengusaha.
Adapun upaya untuk berbenah dan mengimbangi pesaing – pesaingnya khususnya media – media online. Harian Rakyat Sulsel kini
tidak lagi berfokus pada media cetak saja, namun setahun setelah media ini resmi didirikan, Harian Rakyat Sulsel menghadirkan konvergensi media berupa website dengan nama domain Rakyatsulsel.com guna untuk mengimbangi pesaing – pesaingnya, khususnya media – media online saat ini begitu banyak di Makassar karena sekarang buat media online sudah sangat gampang. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Rakyat Sulsel untuk bertahan di era digitalisasi yaitu dalam menyampaikan sebuah berita khususnya pada website www.Rakyatsulsel.co mereka selalu mengutamakan kecepatan berita sementara pada versi cetak atau surat kabar yaitu dengan mengkaji tentang kedalaman isu atau memberikan informasi yang lebih dalam dan lebih actual dibanding yang diberitakan pada media online. Kedua upaya tersebut diperkuat dengan petikan wawancara oleh Lukman Maddu, Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Sulsel dibawah ini:
“Upaya untuk berbenah pada media cetak, Rakyat Sulsel punya media online untuk mengimbangi pesaing – pesaingnya khususnya media media online saat ini yang kalau diibaratkan sudah seperti jamur di musim hujan. Sudah begitu banyak khususnya di kota Makassar. Makanya di online kita bertarung dari sisi kecepatan, karena media online yang cepat menyampaikan sebuah berita itu memiliki nilai plus tersendiri dibanding dengan media online yang lain. Makanya kita terus berbenah paling tidak, bisa bersaing dengan media online lainnya dalam hal kecepatan berita.” (Hasil wawancara pada tanggal 27 Juli 2020).
Dari uraian wawancara di atas dapat dijelaskan bahwa upaya Harian Rakyat Sulsel dalam mengimbangi pesaing – pesaing media online di era digitalisasi sekarang ini yaitu melakukan konvergensi dan bersaing melalui media online dari segi kecepatan dalam menyampaikan berita atau