BAB II TINJAUAN PUSTAKA
E. Fokus Penelitian
berdasarkan permasalahan penelitian tentang Implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalam dalam mengatasi kemacetan di kota Makassar, maka fokus penelitian ditujukan untuk mengetahui komunikasi, sumber daya, disposisi/sikap petugas pelaksana implementasi dan struktur birokrasi dalam mengimplementasikan larangan parkir di bahu jalan. Serta dalam mengatasi kemacetan di kota Makassar salah satu nya dengan larangan parkir di tepi jalan protokol kota Makassar.
F. Deskripsi Fokus Penelitan 1. Implementasi Kebijakan Publik
Pemerintah Kota Makassar dalam hal mengatasi kemacetan mengeluarkan Peraturan Perwali nomor 64 tahun 2011 tentang Larangan Parkir disepanjang bahu Jalan.A.P.Pettarani, Jalan Ahmad Yani, Urip Sumoharjo, Ratulangi, dan Sultan Alauddin, hal ini di lakukan karena volume jalan yang sangat terbatas.
Untuk mendukung larangan parkir, Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, menyiapkan gembok roda mobil.
2. Komunikasi
Komunikasi antara PD Parkir dan Dinas Perhubungan serta Satlantas Kota Makassar dalam implementasi kebijakan larangan parkir di Tepi jalan kurang ter-koordinasi dengan baik. Kurangnya kejelasan mengenai prosedur- prosedur apa saja dalam penggembokan roda mobil. Serta jadwal razia parkir di tepi jalan yang tidak transparan.
3. Sumber Daya
Sumber daya yang paling utama dalam implementasi kebijakan adalah sumber daya manusia (SDM). selain itu sumber daya yang lain misalnya masih kurangnya prasarana dan sarana, seperti gembok besar untuk penggembokan mobil, serta belum adanya penderek mobil sehingga prosesnya kurang berjalan dengan baik.
4. Disposisi (Sikap Pelaksana)
Disposisi adalah watak dan karakteristik yang dimiliki oleh implementor ( Dinas Perhubungan). Jika pelaksanaan kebijakan ingin efektif, maka para
pelaksana kebijakan tidak hanya harus mengetahui apa yang akan dilakukan tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk melaksanakannya, sehingga dalam praktinya tidak bias.
5. Struktur Birokrasi
Kebijakan yang begitu kompleks menuntut adanya kerjasama banyak orang, ketika struktur birokrasi tidak kondusif pada kebijakan yang tersedia, maka hal ini akan menyebagiankan sumberdaya-sumberdaya menjadi tidak efektif dan menghambat jalannya kebijakan. Salah satu dari apsek struktur yang penting dari setiap organisasi adalah adanya Standar Operating Prosedures (SOP) dan melaksanakan Fragmentasi.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi
Waktu penelitian dilaksanakan selama 2 (dua) bulan. Dari bulan Mei – Juli 2015. Lokasi penelitian dilaksanakan di Dinas Perhubungan Kota Makassar, PD (Perusahaan Daerah) Parkir Makassar dan di Satlantas (Satuan Polisi Lalu Lintas) Kota Makassar. pertimbangan bahwa instansi - instansi ini yang bertanggung jawab dalam hal implementasi larangan parkir di bahu jalan di lima ruas jalan protokol kota Makassar (Jalan A. P. Pettarani, Ahmad Yani, Urip Sumoharjo, Ratulangi, dan Sultan Alauddin) sesuai dengan Perwali Kota Makassar No.64 Tahun 2011.
B. Jenis dan Tipe penelitian 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar, bukan angka-angka. Menurut Bogdan dan Taylor (Lexy J. Moleong, 2005:6) , penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.
2. Tipe Penelitian
Tipe penelitian yaitu pendekatan studi kasus. Adalah studi yang mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci, memiliki pengambilan data yang mendalam, dan menyertakan berbagai sumber informasi. Tipe penelitian ini dibatasi oleh waktu dan tempat, dan kasus yang
28
dipelajari berupa program, peristiwa, aktivitas, atau individu.
C. Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder antara lain:
1. Data Primer
Yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara yang penulis lakukan serta pengamatan secara langsung di Dinas Perhubungan sebagai pelaksana implementasi kebijakan larangan parkir, Perusahaan Daerah (PD) Parkir sebagai pengawas kebijakan larangan parkir, serta Satlantas Makassar sebagai penindakan hukum pada larangan parkir di bahu jalan ini terhadap informan.
2. Data sekunder
Yaitu data yang diperoleh dari dokumen-dokumen, catatan-catatan, laporan-laporan maupun arsip-arsip resmi, yang dapat mendukung kelengkapan data primer.
D. Informan Penelitian
Adapun informan yang membantu memberikan data dan informasi yang tepat dan akurat didalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
No Nama Informan Inisial Jabatan
1 Abdul Aziz A.A
Humas Dinas Perhubungan Kota Makassar
2 Drs. H. Abdullah Rowa A.R
Kepala Teknik dan Sarana Dinas Perhubungan Kota Makassar
3 Drs. Kasymir K.M
Kepala Seksi Ketertiban LLAJ Dinas Perhubungan Kota Makassar
4 Andi Muhammad Darwis M.D
Koordinator Lapangan LLAJ Dinas Perhubungan Kota Makassar
5 Syaharuddin S.D
Perwira Pengendali Lapangan Dinas Perhubungan Kota Makassar
6 Hasan Guhara H.G
Perwira Pengendali Lapangan Dinas Perhubungan Kota Makassar
7 Drs. Aryanto Damar, MM A.D Dirut PD. Parkir Makassar Raya
8 AKP Supriadi S.A
Kepala Urusan Pemeliharaan Operasional Lantas Polrestabes Makassar
9 Murdadi M.A Pintarat Tilang
10 Usman U.S
Masyarakat Pelanggar Parkir di Bahu Jalan
Total 10 orang Sumber: Kota Makassar, Juni 2015.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah merupakan usaha untuk mengumpulkan bahan yang berhubungan dengan penelitian yang berupa data, fakta, gejala, maupun informasi yang sifatnya valid (sebenarnya), realible (dapat dipercaya), dan objektif (sesuai dengan kenyataan).
1. Observasi, yaitu proses pengambilan data di Dinas Perubungan dalam penelitian di mana Peneliti atau Pengamat dengan mengamati kondisi yang berkaitan dengan obyek penelitian.
2. Wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara (interview), adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (yang mengajukan pertanyaan) dan yang diwawancarai (yang memberikan jawaban atas pertanyaan) yaitu kepada informan penelitian mengenai bagaimana komunikasi, sumber daya, disposisi, serta pengangkatan birokrat dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu sesuai dengan kerangka pikir penelitian ini.
3. Dokumen, teknik ini bertujuan melengkapi teknik observasi dan teknik wawancara mendalam.
F. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah tahapan selanjutnya untuk mengolah data dimana data yang diperoleh, dikerja dan dimanfaatkan untuk menyimpulkan persoalan yang diajukan dalam menyusun hasil penelitian. Menurut Miles dan Huberman dalam (Sugiyono, 2012:91), terdapat 3 (tiga) aktivitas dalam analisis data, yaitu:
1. Reduksi data yaitu merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.
2. Penyajian data yaitu merupakan rakitan informasi dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya agar makna peristiwa
lebih mudah dipahami.
3.Penarikan kesimpulan yaitu verifikasi data dilakukan secara terus menerussepanjang proses penelitian dilakukan. Sejak pertama memasuki lapangandan selama proses pengumpulan data, peneliti berusaha untuk menganalisisdan mencari makna dari data yang dikumpulkan, yaitu mencari pola tema,hubungan persamaan, hipotetsis dan selanjutnya dituangkan dalam bentuk kesimpulan.
G. Pengabsahan Data
Menurut Sugiyono (2008: 205), teknik pengumpulan data triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Menurut Sugiyono ada tiga macam triangulasi yaitu:
1. Triangulasi sumber
Untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Sebagai contoh, untuk menguji kredibilitas data tentang perilaku murid, maka pengumpulan dan pengujian data yang telah diperoleh dapat dilakukan ke guru, teman murid yang bersangkutan dan orang tuanya. Data dari ketiaga sumber tersebut, tidak bias diratakan seperti dalam penelitian kuantitatif, tetapi di deskripsikan, dikategorisasikan, mana pandangan yang sama, yang berbeda, dan mana yang spesifik dari tiga sumber data tersebut. Data yang telah di analisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan (member chek) dengan ketiga sumber data tersebut.
2. Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi, dokumentasi, atau kuesioner. Bila dengan teknik pengujian kredibilitas data tersebut, menghasilakan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang lain, untuk mestikan data mana yang dianggap benar. Atau mungkin semuanya benar, karena sudut pandangnya berbeda-beda.
3. Triangulasi Waktu
Waktu juga sering mempengruhi kredibilitas data. Data yang dikumpul dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel.
Untuk itu, dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara , observasi, atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Obyek Penelitian
Dinas Perhubungan pada awalnya dipegang oleh Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan. Akan Tetapi, Tahun 1990 pada masa Pemerintahan Bapak Suwahyo sebagai Walikota maka terbentuklah DLLAJ sesuai dengan PP 22 Tahun 1990 tentang penyerahan sebagian unsur pemerintahan dalam bidang lalu lintas dan ankuntan jalan.
Pada tahun 2002, terbentuklah Dinas Pehubungan Kota Makassar sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Makassar No.34 Tahun 200 tentang pembentukan, susunan dan tata kerja Dinas Perhubungan Kota Makassar.
1. Visi dan Misi Dinas Perhubungan Kota Makassar a. Visi Dinas Perhubungan Kota Makassar adalah:
“Menuju Transportasi Perkotaan yang terpadu, berkelanjutan, berorientasi global dan ramah lingkungan”
b. Misi Dinas Perhubungan Kota Makassar adalah:
1).Mewujudkan sarana transportasi yang aman , handal, ramah lingkungan dan terjangkau masyarakat:
2).Mewujudkan prasarana transportasi yang berkualitas dan memilki standar Nasional dan Internasional;
3).Meningkatkan kenyamanan dan keselamatan transportasi;
4).Meningkatkan aksebilitas masyarakat terhadap pelayanan jasa perhubungan;
5).Meningkatkan manajemen transportasi perkotaan yang mudah diakses
34
melaluI jaringan transportasi terpadu;
6).Memberdayakan sumber daya aparatur dan meningkatkan kesadaran masyarakat dengan budaya tertib berlalu lintas;
7).Memperkecil tingkat pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang disebabkan transportasi.
2. Uraian Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kota Makassar.
a. Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Makassar.
Dalam melaksanakan tugas sekretariat menyelenggarakan fungsi : 1) Pengelolaan kesekretariatan;
2) Pelaksanaan urusan kepegawaian dinas;
3) Pelaksanaan urusan keuangan dan penyusunan neraca SKPD;
4) Pelaksanaan urusan perlengkapan;
5) Pelaksanaan urusan umum dan rumah tangga;
6) Pengkoordinasian perumusan program dan rencana kerja Dinas Perhubungan;
7) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
Sekretariat terdiri dari:
1) Sub bagian Umum dan Kepegawaian
Mempunyai tugas menyusun rencana kerja, melaksanakan tugas teknik kesekretariatan, mengelola administrasi kepegawaian serta melaksanakan urusan kerumahtanggaan dinas.
Dalam melaksanakan tugas Subbagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi :
a) Mengatur pelaksanaan kegiatan sebagian urusan ketatausahaan meliputi surat menyurat, kearsipan, surat perjalanan dinas, mendistribusikan surat sesuai bidang;
b) Melaksanakan urusan kerumahtanggaan dinas;
c) Melaksanakan rencana dan program kerja Subbagian Umum dan Kepegawaian;
d) Melaksanakan usul kenaikan pangkat, mutasi dan pensiun;
e) Melaksanakan usul gaji berkala, usul tugas belajar dan izin belajar;
f) Menghimpun dan mengsosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dalam lingkup dinas;
g) Menyiapkan bahan penyusunan standarisasi yang meliputi bidang kepegawaian, pelayanan, organisasi dan ketatalaksanaan;
h) Melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
i) Melakukan koordinasi pada Sekretariat Korpri Kota Makassar;
j) Melaksanakan tugas pembinaan terhadap anggota Korpri pada unit kerja masing- masing;
k) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
l) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
2) Sub bagian keuangan
Mempunyai tugas menyusun rencana kerja dan melaksanakan tugas teknik keuangan.
Dalam melaksanakan tugas Subbagian keuangan menyelenggarakan fungsi:
a) Menyusun rencana dan program kerja Subbagian Keuangan;
b) Mengumpulkan dan menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah;
c) Mengumpulkan dan menyiapkan bahan penyusunan Rencana Kerja Anggaran
3) Sub bagian Perlengkapan
Mempunyai tugas menyusun rencana kerja, melaksanakan tugas teknis perlengkapan, membuat laporan serta mengevaluasi semua pengadaan barang.
Dalam melaksanakan tugas Subbagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi :
a) Menyusun rencana dan program kerja Subbagian Perlengkapan;
b) Menyusun Rencana Kebutuhan Barang (RKBU);
c) Meminta usulan rencana Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dari semua bidang dalam Lingkup Dinas Perhubungan;
d) Membuat Daftar Kebutuhan Barang (RKB);
e) Membuat Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU);
f) Menyusun kebutuhan biaya pemeliharaan untuk tahun anggaran dan bahan penyusunan APBD;
g) Menerima dan meneliti semua pengadaan barang pada lingkup Dinas Perhubungan;
h) Melakukan penyimpanan dokumen dan surat berharga lainnya tentang barang inventaris daerah;
i) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
j) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
b. Bidang Lalu Lintas Jalan
Bidang Lalu Lintas mempunyai tugas menyiapkan pembinaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan kota, jalan propinsi dan nasional yang berada di kota Makassar serta pemeliharaan prasarana lalu lintas yang ada di kota Makassar, melakukan kajian lalu lintas terhadap suatu pengembangan kawasan Kota Makassar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam melaksanakan tugas Bidang lalu lintas menyelenggarakan fungsi:
1) Menyiapkan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengendalian lalu lintas di jalan Kota Makassar, jalan propinsi dan jalan nasional yang berada dalam Kota Makassar;
2) Menyiapkan perencanaan pengadaan, penempatan dan pemasangan rambu- rambu lalu lintas, marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas, serta fasilitas perlengkapan jalan lainnya di jalan Kota Makassar;
3) Menyiapkan perencanaan pemeliharaan prasarana lalu lintas dan fasilitas undangan yang berlaku;
4) Mengelola administrasi urusan tertentu.
Bidang Lalu Lintas terdiri dari :
1) Seksi Manajemen Lalu Lintas Lalu Lintas
Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengendalian lalu lintas jalan jalan Kota Makassar, jalan propinsi dan jalan nasional yang berada dalam Kota Makassar.
Dalam melaksanakan tugas Seksi Manajemen Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi:
a) Menyusun rencana dan program kerja Seksi Manajemen Lalu Lintas;
b) Menyusun Rencana Umum Jaringan Transportasi Jalan (RUJT);
c) Menyusun data kegiatan lomba tertib lalu lintas ( Wahana Tata Nugraha);
d) Menyusun tataran transportasi transportasi lokal (TATRALOK);
e) Merencanakan, merumuskan dan melakukan koordinasi lalu lintas sektor kajian manajemen lalu lintas meliputi kegiatan perencanaan, Pengaturan, pengawasan dan pengendalian lalu lintas setiap ruas jalan dan persimpangan di Kota Makassar;
f) Memberikan rekomendasi analisis dampak lalu lintas (ANDALALIN);
g) Melakukan survei lalu lintas jalan dalam Kota Makassar;
h) Melakukan survei kebutuhan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas, serta fasilitas perlengkapan jalan;
i) Melakukan pengolahan dan analisa kebutuhan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas, serta fasilitas perlengkapan jalan;
j) Menyiapkan perencanaan kebutuhan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas, serta fasilitas perlengkapan jalan di Kota Makassar;
k) Melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
l) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
m) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
2) Seksi Rekayasa lalu Lintas
Mempunyai tugas menyiapkan perencanaan pengadaan, penempatan dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas, serta fasilitas perlengkapan jalan lainnya di jalan Kota Makassar, jalan propinsi dan jalan nasional yang berada dalam Kota Makassar.
Dalam melaksanakan tugas Seksi Rekayasa Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi :
a) Menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Rekayasa Lalu Lintas;
b) Menentukan titik lokasi dan penempatan rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas perlengkapan jalan lainnya;
c) Melakukan pengadaan dan pemasangan kebutuhan rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas perlengkapan jalan lainnya;
d) Menyiapkan desain ruas jalan dan persimpangan jalan-jalan di Kota Makassar;
e) Menyiapkan perencanaan, penunjukan lokasi, pembangunan, pengembangan, pengelolaan, pemeliharaan fisik serta pengendalian halte;
f) Menyiapkan perencanaan, penunjukan lokasi, pembangunan, pengembangan,pengelolaan, pemeliharaan fisik serta pengendalian jembatan penyeberangan;
g) Melakukan koordinasi dengan unit kerja lainnya yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
h) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
i) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
3) Seksi Prasarana Lalu Lintas
mempunyai tugas menyiapkan perencanaan pemeliharaan prasarana lalu lintas dan fasilitas perlengkapan jalan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam melaksanakan tugas Seksi Prasarana Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi ;
a) Menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Prasarana Lalu Lintas;
b) Menyusun rencana kegiatan pemeliharaan rambu-rambu lalu lintas;
c) Menyusun rencana kegiatan pemeliharaan marka jalan;
d) Menyusun rencana kegiatan pemeliharaan alat pemberi isyarat lalu lintas e) Menyusun rencana kegiatan pemeliharaan fasilitas perlengkapan jalan;
f) Menyusun rencana kegiatan pemeliharaan lampu penerangan jalan;
g) Melakukan kegiatan pemeliharaan rambu-rambu lalu lintas;
h) Melakukan kegiatan pemeliharaan marka jalan;
i) Melakukan kegiatan pemeliharaan alat pemberi isyarat lalu lintas;
j) Melakukan kegiatan pemeliharaan fasilitas perlengkapan jalan
k) Melakukan kegiatan pemeliharaan lampu penerangan jalan;
l) Melakukan pemeliharaan fisik serta pengendalian halte;
m) Melakukan pemeliharaan fisik serta pengendalian jembatan penyeberangan;
n) Melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
o) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
p) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
c. Bidang Angkutan
Bidang Angkutan mempunyai tugas melakukan pengelolaan angkutan orang, angkutan barang, angkutan orang bersifat khusus, angkutan barang bersifat khusus, dan angkutan laut yang seluruhnya berada dalam wilayah Kota Makassar berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam melaksanakan tugas Bidang Angkutan menyelenggarakan fungsi;
1) Menyiapkan pemberian bimbingan, ijin pengangkutan orang, tarif angkutan dan pengawasan penyelenenggaraan angkutan orang;
2) Menyiapkan pemberian bimbingan, ijin pengangkutan barang dan pengawasan pengangkutan barang;
3) Menyiapkan pemberian bimbingan, perizinan angkutan laut, tarif angkutan laut.
4) Mengelola administrasi urusan tertentu.
Bidang Angkutan terdiri dari : 1) Seksi Angkutan Orang
Mempunyai tugas menyiapkan pemberian bimbingan, ijin pengangkutan orang, tarif angkutan dan pengawasan penyelenggaraan pengangkutan orang.
Dalam melaksanakan tugas Seksi Angkutan orang menyelenggarakan fungsi : a) Menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Angkutan Orang;
b) Menyiapkan penyusunan pedoman,mekanisme dan tata cara penyelenggaraan pelayanan angkutan orang dan angkutan orang bersifat khusus;
c) Menyusun jaringan trayek angkutan umum dalam wilayah Kota Makassar;
d) Menyusun kebutuhan angkutan umum dalam wilayah Kota Makassar;
e) Melakukan evaluasi kinerja angkutan umum dalam wilayah Kota Makassar;
f) Menyusun tarif angkutan umum dalam wilayah Kota Makassar;
g) Menyiapkan registrasi ijin trayek angkutan kota;
h) Menyiapkan perizinan angkutan khusus;
i) Menyiapkan regitrasi kartu pengawasan angkutan kota;
j) Menyiapkan registrasi izin usaha angkutan;
k) Menyiapkan registrasi Izin insidentil angkutan orang;
l) Melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
m) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
n) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
2) Seksi Angkutan Barang
Mempunyai tugas menyiapkan pemberian bimbingan, ijin pengangkutan barang dan pengawasan pengangkutan barang.
Dalam melaksanakan tugas Seksi Angkutan Barang menyelenggarakan fungsi:
a) Menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Angkutan Barang;
b) Menyiapkan penyusunan pedoman, mekanisme dan tata cara penyelenggaraan pelayanan angkutan barang, angkutan barang khusus;
c) Menyusun jaringan lintas angkutan barang dalam wilayah Kota Makassar;
d) Menyiapkan registrasi izin dispensisasi angkutan barang;
e) Menyiapkan registrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB);
f) Melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
g) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan;
3) Seksi Angkutan Laut, Penyeberangan, Sungai dan Kepelabuhan
Mempunyai tugas melaksanakan pengendalian dan pengawasan serta operasional kegiatan Angkutan Laut, Kepelabuhan dan penunjang keselamatan Pelayanan.
Dalam melaksanakan tugas Seksi Angkutan Laut, Penyeberangan, Sungai dan Kepelabuhan menyelenggarakan fungsi:
a) Menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Angkutan Laut, Penyeberangan, Sungai dan Kepelabuhanan;
b) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis kegiatan operasional Seksi Angkutan Laut, Penyeberangan, Sungai dan Kepelabuhanan;
c) Penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengawasan kegiatan operasional kepelabuhan, lalu lintas laut dan sarana pelayaran;
d) Penyiapan bahan penyusunan rencana kegiatan pengendalian dan pelaksanaan pengawasan kegiatan penunjang keselamatan penumpang;
e) Penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pengembangan dan pengelolaan perizinan-perizinan angkutan perhubungan laut berdasarkan kewenangan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;
f) Penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pelaksanaan rekomendasi teknis kepelabuhanan dan tarif Angkutan Laut berdasarkan kewenangan sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku;
g) Penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pengumpulan, pengelolaan dan penyajian dan informasi perhubungan laut;
h) Pelaksanaan pelayanan perizinan Angkutan Laut meliputi Pas Kecil(Izin Berlayar), Izin Registrasi tanda Selar dan Izin Kelaikan (Sertifikat Kesempurnaan);
i) Penyampaian Rekapitulasi dan pelaporan berkala, realisasi penerimaan sesuai Surat Tanda Setoran (STS) kepada Bagian Tata Usaha Dinas;
j) Pelaksanaan Kajian Teknis di bidang Pembinaan perizinan Angkutan keselamatan Pelayaran ;
d. Bidang Pengendalian Operasional
Bidang Pengendalian Operasional mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kegiatan penertiban dan pengawasan lalu lintas jalan, pengumpulan data, analisis dan evaluasi data bidang lalu lintas jalan, menyusun statistik pengumpulan dan analisis data kecelakaan, menyusun data daerah rawan kecelakaan, menyiapkan program penanggulangan kecelakaan lalu lintas serta
melakukan pemantauan hasil kegiatan penertiban, menyiapkan program penertiban dan koordinasi penertiban lalu lintas dan angkutan jalan, serta pemberian izin penggunaan jalan selain kegiatan lalu lintas.
Dalam Melaksanakan tugas Bidang Pengendalian Operasional menyelenggarakan fungsi:
1) Menyiapkan bahan perencanaan kegiatan penertiban dan pengawasan lalu lintas
di jalan, pembinaan, pengumpulan data, analisis dan evaluasi data bidang lalu lintas dan angkutan jalan;
2) Menyiapkan bahan pembinaan inventarisasi, pembinaan perbengkelan umum, sekolah mengemudi, penunjukan, pengelolaan, pemeliharaan, pemeliharaan
terminal, halte, tempat penyeberangan dengan jembatan penyeberangan dan perparkiran;
3) Menyiapkan pemberian bimbingan keselamatan, pemantauan lalu lintas dan analisis daerah rawan kecelakaan lalu lintas sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
4) Pengelolaan administrasi urusan tertentu.
Bidang Pengendalian Operasional terdiri dari : 1) Seksi Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kegiatan penertiban lalu lintas jalan dan angkutan.
Dalam melaksanakan tugas Seksi Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Menyelenggarakan fungsi :