BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan Hasil Penelitian
Sesuai dengan penjelasan dalam bab sebelumnya bahwa untuk mengetahui bagaimana melihat implementasi kebijakan implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan dalam mengatasi kemacetan di Makassar maka penulis
menggunakan teori implementasi kebijakan publik yang dikemukakan oleh George Edward III. Adapun indikator implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan dalam mengatasi kemacetan di Makassar sebagai berikut :
1. Faktor Komunikasi (Communication)
Komunikasi sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dari implementasi kebijakan publik. Implementasi yang efektif terjadi apabila para pembuat keputusan sudah mengetahui apa yang akan mereka kerjakan.
Pengetahuan atas apa yang akan mereka kerjakan dapat berjalan bila komunikasi berjalan baik, sehingga setiap keputusan kebijakan dan peraturan implementasi harus ditransmisikan (atau dikomunikasikan) kepada bagian personalia yang tepat. Selain itu, kebijakan yang dikomunikasikan pun harus tepat, akurat, dan konsisten. Komunikasi (atau pentransmisian informasi) diperlukan agar pembuat keputusan di dan para implementor akan semakin konsisten dalam melaksanakan setiap kebijakan yang akan diterapkan di masyarakat.
Guna mendukung keberhasilan pelaksanaan kebijakan larangan parkir di bahu jalan di kota Makassar faktor komunikasi sudah berjalan dengan cukup baik.
Pihak Dinas Perhubungan selaku pelaksana di lapangan telah menjalin komunikasi yang baik dengan pihak PD. Parkir Makassar Raya dan Satlantas Kota Makassar.
2. Faktor Sumber Daya (Resouces)
Keberhasilan proses implementasi kebijakan sangat tergantung dari kemampuan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia. Sumber daya ini
mencakup kemampuan sumber daya manusia, cara memperoleh informasi yang memadai, sarana dan prasarana yang mendukung kebijakan dan kewenangan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.
Dari penelitian di Dinas Perhubungan Kota Makassar, sumber daya yang menunjang keberhasilan implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan masih belum memadai. Kemampuan atau skill serta kualitas para personil pelaksana di lapangan sudah sesuai. Tetapi dalam jumlah personil, masih sangat kurang. Informasi yang diterima juga sudah bagus. Hanya saja, masih banyak masyarakat yang belum tahu informasi mengenai larangan parkir di bahu jalan ini. Serta masyarakat yang sudah tahu mengenai larangan parkir ini, masih tidak peduli dan masih kurang kesadarannya. Sehingga dari pihak Dishub, maupun PD Parkir serta Satlantas Kota Makassar Dalam menjalankan kebijakan perlu meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat maupun masyarakat pendatang dari luar kota Makassar. Sarana dan prasarana dalam kebijakan ini juga masih sangat kurang. Hanya sekitar 8 gembok roda yang berfungsi baik dari 30 gembok roda.
Sehingga masih perlu ditingkatkan lagi dalam pengadaan gembok roda agar kebijakan ini dapat berjalan dengan baik.
3. Faktor Disposisi (Disposition)
Pengangkatan birokrat dan pemberian insentif merupakan indikator penting dalam faktor disposisi pada pelaksanaan kebijakan publik. Jika pelaksanaan suatu kebijakan ingin efektif, maka para pelaksana kebijakan tidak hanya harus mengetahui apa yang akan dilakukan tetapi juga memiliki
kemampuan untuk melaksanakannya, sehingga dalam praktiknya tidak terjadi bias.
Pengangkatan birokrat dan pemberian insentif dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan sudah dilaksanakan dengan baik.
Pemilihan personil didasarkan pada kemampuan dalam bidang masing- masing.
insentif yang di dapatkan, personil senantiasa bekerja dengan baik.
4. Faktor Struktur Birokrasi (Bureucratic Structure)
Hal lain yang mempengaruhi keberhasilan kebijakan publik adalah struktur birokrasi. Walaupun sumber-sumber untuk melaksanakan suatu kebijakan tersedia, atau para pelaksana kebijakan mengetahui apa yang seharusnya dilakukan, dan mempunyai keinginan untuk melaksanakan kebijakan, kemungkinan kebijakan tersebut tidak dapat terlaksana atau terealisasi karena terdapat kelemahan dalam struktur birokrasi. Kebijakan yang begitu kompleks menuntut adanya kerjasama banyak orang, ketika struktur birokrasi tidak tersedia, maka hal ini akan menyebabkan sebagian sumberdaya-sumberdaya menjadi tidak efektif dan menghambat jalannya kebijakan. Birokrasi sebagai pelaksana sebuah kebijakan harus dapat mendukung kebijakan yang telah diputuskan secara politik dengan jalan melakukan koordinasi dengan baik.
Pelaksanaan kebijakan larangan parkir di bahu jalan di Makassar dilaksanakan dengan berdasarkan faktor struktur birokrasi yaitu dilaksanakan sesuai standar operasional yang telah ada dan ditetapkan sebelumnya dan fragmentasi (penyebaran tanggung jawab aktivitas personil pelaksana lapangan). Pembuatan
SK dilakukan untuk menetapkan siapa saja yang ditunjuk sebagai personil pelaksana lapangan. Para pelaksana menjalankan wewenang dan tugasnya masing-masing.
Berbagai pihak yang terlibat dalam penelitian menilai bahwa sosialisasi adalah tahapan yang sangat penting dan menentukan keberhasilan dan kelancaran tahapan-tahapan berikutnya. Karena sosialisasi dalam program ini dilakukan secara berjenjang, hasil ini secara tidak langsung mengindikasikan adanya kekurangan dalam mekanisme penyampaian ke masyarakat. Dengan keterbatasan dana, waktu, dan sosialisasi yang telah dilaksanakan juga dianggap sebagai akar masalah diberbagai tahapan pelaksanaan lainnya.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis mengenai implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan dalam mengatasi kemacetan, maka kesimpulan pada penelitian ini adalah:
1. Faktor komunikasi sudah berjalan dengan cukup baik. Pihak Dinas Perhubungan dengan Satlantas beserta PD Parkir berkomunikasi dengan berbagi informasi serta melaksanakan tugas dan fungsi masing- masing mengenai pelaksanaan kebijakan tersebut.
2. Sumber daya yang menunjang keberhasilan implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini masih belum memadai. Dalam menjalankan kebijakan tersebut sikap profesionalisme dan kualitas perosnil yang dimiliki sudah baik.
Seluruh SDM yang diberikan kewenangan, dapat memahami dengan baik, tetapi dalam hal fasilitas sarana dan prasana kebijakan ini belum memadai sehingga menghambat para personil untuk melakukan tindakan di lapangan.
3. Disposisi dimulai dari pengangkatan birokrat dan pemberian insentif dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan dalam mengatasi kemacetan sudah dilaksanakan dengan baik. Pemilihan personil didasarkan pada kemampuan/skill dalam bidang yang telah sesuai.
4. Pelaksanaan kebijakan larangan parkir di bahu jalan dalam mengatasi kemacetan dilaksanakan dengan berdasarkan faktor struktur birokrasi yaitu dilaksanakan sesuai standar operasional prosedures (SOPs) yang diterima dan fragmentasi (penyebaran tanggung jawab aktivitas personil).
73
B. Saran
Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan penelitian, dikemukakan saran-saran sebagai berikut:
1. Hendaknya kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini bisa dilaksanakan semaksimal mungkin agar kemacetan di beberapa jalan protokol di Kota Makassar bisa berkurang.
2. Hendaknya Dinas Perhubungan selaku pelaksana inti dkebijakan ini agar menambah gembok roda agar kebijakan ini tidak terhambat di lapangan.
3. Penyelenggaraan sosialisasi oleh PD. Parkir, Dinas Perhubungan serta Satlantas Kota Makassar sebaiknya tidak hanya terfokus pada masyarakat lokal, tetapi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat luar daerah.
4. Pelaksanaan kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini hendaknya dilakukan secara teratur dan transparan sehingga masyarakat tidak parkir di bahu jalan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Syukur, 1987. Kumpulan Makalah “Study Implementasi Latar Belakang Konsep Pendekatan dan Relevansinya Dalam Pembangunan”, Persadi, Ujung Pandang.
Agustino, Leo. 2008. Dasar-Dasar Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.
Bernadine dan Susilo, 2006, Kepemimpinan, Dasar-Dasar dan Pengembangannya. CV. Andi offset. Yogyakarta.
Erwan dan Dyah, 2012. Implementasi Kebijakan Publik: Konsep Dan Aplikasinya Di Indonesia. Jakarta: Gava Media.
Faried dan Syamsu, 2012. Studi Kebijakan Pemerintah. Bandung: Refika Aditama.
Islami, Irfan. 1994. Prinsip- prinsip Perumusan Kebijaksanaan Negara. Jakarta:
Bumi Aksara.
Moleong, Lexy J. 2005. Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Patton, Metode Evaluasi Kualitatif, cetakan kedua.Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2009.
Posolong, Harbani, 2011. Teori Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta.
Siagian, P. Sondang.1986. Analisis serta Perumusan Kebijaksanaan dan Strategi Organisasi. Jakarta: Gunung Agung.
Subarsono, 2005. Analisis Kebijakan Publik: Konsep, Teori dan Aplikasi.
Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Sugiyono, 2009.Metode Penelitian Administrasi. Bandung : CV. Alfabeta.
Suharto , Edi.2005. Analisis Kebijakan Publik : Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan Kebijakan Sosial. Alfabeta : Bandung.
Usman, Nurdin, 2002. Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum. Semarang: CV Obor Pustaka.
Wahab, Solichin. 1990. Pengantar Analisis Kebijaksanaan Negara. .Jakarta:
Rineka Cipta.
Wahab, Solichin. 2006. Analisis Kebijakan: Dari Formulasi ke Implementasi Kebijakan Negara. Jakarta: Bumi Aksara.
Widodo, Joko. 2007. Analisis Kebijakan Publik: Konsep dan Aplikasi Analisis Proses Kebijakan Publik. Malang: Bayumedia Publishing.
Willian, 2000. Analisa Kebijaksanaan Publik. Yogyakarta: PT. Prasetia Widia Pratama.
Peraturan Perundang-Undangan:
Peraturan Daerah No. 17 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Parkir Di Tepi Jalan.
Peraturan Walikota No. 64 Tahun 2011 tentang Larangan Parkir disepanjang bahu Jalan di lima ruas jalan protokol sebagai kawasan bebas parkir Kota Makassar.
Sumber dari Internet:
Bastian, 2013. konsep-dan-teori-kebijakan-publik-543743.html (online).
http://politik.kompasiana.com. Diakses 5 Maret 2015.
Hesti, 2011. konsep-dan-definisi-kebijakan-publik.html(online).
http://hestiselaluadauntukmu.blogspot.com . Diakses tanggal 5 Maret 2015.
Islamy M. Irfan , 2007. Menggapai Pelayanan yang Bermutu. Program Doktor Ilmu Administrasi FIA-UB.
Kompas, 2011. Pemkot Makassar Akan Terapkan Sanksi Parkir.
http://regional.kompas.com. Diakses tanggal 3 Januari 2015.
Nita, 2014. efektifitas-larangan-parkir-di-bawu.html (online). http://artikel- opiniku.blogspot.com. Diakses tanggal 3 Januari 2015.
Rakyat Sulsel, 2013. perwali-larangan-parkir-efektif-maret.html (online).
http://rakyatsulsel.com . Diakses tanggal 5 Maret 2015.
Tesisdisertasi, 2011. Teori Implementasi Kebijakan Publik.(online).
http://tesisdisertasi.blogspot.com. Diakses tanggal 1 Januari 2015.
Wikipedia. Parkir. http://id.wikipedia.org. Diakses tanggal 3 Januari 2015.
Daftar Tabel
1. Daftar Pelaksana Kegiatan bulan Maret 2013 A. Jenis Penindakan
B. Pemasangan Prasarana
No Jenis Prasarana Jumlah Keterangan
1 Pemasangan spanduk himbauan 15 buah Bantuan PD.Parkir
2 Pemasangan papan bicara 3 buah Swadaya
3 Pemasangan rambu larangan parkir 15 buah Swadaya
4 Pengadaan stiker himbauan 1000 lembar Bantuan PD. Parkir 5 Pengadaan blanko teguran simpatik 500 lembar Bantuan PD. Parkir 2. Daftar Kendaraan yang terjaring di tahun 2014
No Kegiatan Jumlah Kendaraan Yang Terjaring
1 Pemasangan Stiker Himbauan 295 Kendaraan
2 Teguran Simpatik 45 Kendaraan
No Kegiatan Jumlah Kendaraan yang terjaring
1 Penggembokan Kendaraan 400 Kendaraan
2 Penindakan Tilang Satlantas 278 Kendaraan
Gambar 1: mobil di gembok oleh pihak Dinas Perhubungan di Jl. A.P Pettarani karena parkir di bahu jalan
Gambar 2, 3, 4: Mobil patroli dan mobil angkutan untuk gembok roda dan para eksekutor lapangan turun langsung ke
lapangan LAMPIRAN FOTO –FOTO PENELITIAN
Gambar 5 dan 6: Seorang Pengendara Kendaraan terjaring razia penggembokan karena kendaraannya melanggar dengan parkir
di bahu jalan
Gambar 7 dan 8: stiker himbauan dan papan rambu
larangan parkir
No Fokus Masalah
Indikator Pertanyaan Penelitian Informan Ket
A Faktor Komunikasi implemntasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan
Komunikasi 1. Penyaluran
Komunikasi 2. Kejelasan
Komunikasi 3. Konsistensi
Perintah
1. Bagaimanakah
penyaluran komunikasi dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
2. Bagaimanakah kejelasan komunikasi dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
3. Bagaimanakah konsistensi perintah dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
1. Humas Dinas
Perhubungan Makassar 2. Kepala Teknik dan Sarana
Dinas Perhubungan Kota Makassar
3. Kepala Seksi Ketertiban LLAJ Dinas Perhubungan Makassar
4. Koordinator Lapangan LLAJ Dinas Perhubungan Makassar
5. Direktur PD Parkir Makassar
6. Kepala Urusan
Pemeliharaan Operasional Lantas Polrestabes
Makassar
B Faktor Sumber Daya implemntasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan
Sumber Daya 1. Staff/Personil
Pelaksana 2. Informasi 3. Wewenang 4. Fasilitas
1. Bagaimanakah jumlah serta kemampuan para personil dalam
implementasi kebijakan larangan parkir ini?
2. Bagaimanakah informasi yang diterima oleh para personil pelaksana dalam implementasi larangan parkir ini?
3. Bagaimana wewenang yang diterima oleh pelaksana implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan?
4. Bagaimanakah sarana dan prasarana dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
1. Humas Dinas
Perhubungan Makassar 2. Kepala Seksi Ketertiban
LLAJ Dinas Perhubungan Makassar
3. Koordinator Lapangan LLAJ Dinas Perhubungan Makassar
4. Perwira Pengendali Lapangan Dinas
Perhubungan Makassar 5. Pintarat Tilang
Polrestabes Makassar
C Faktor Disposisi implemntasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan
Disposisi 1. Pengangkatan
Birokrat 2. Insentif
1. Bagaimanakah
pengangkatan personil dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
2. Bagaimana kah
1. Kepala Teknik dan Sarana Dinas Perhubungan Kota Makassar
2. Kepala Seksi Ketertiban LLAJ Dinas Perhubungan Makassar
pemberian insentif kepada personil? Apakah mempengaruhi kinerja mereka?
3. Perwira Pengendali Lapangan Dinas
Perhubungan Makassar
D. Faktor Disposisi implemntasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan
Sturktur Birokrasi 1. SOPs
2. Fragmentasi
1. Apakah ada SOPs dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
2. Bagaimana tanggung jawab aktivitas pelaksana (fragmentasi) dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
1. Humas Dinas
Perhubungan Makassar 2. Kepala Seksi Ketertiban
LLAJ Dinas Perhubungan Makassar
3. Koordinator Lapangan LLAJ Dinas Perhubungan Makassar
4. Kepala Urusan
Pemeliharaan Operasional Lantas Polrestabes
Makassar 5. Pintarat Tilang
Polrestabes Makassar
E. Dampak Implementa si kebijakan larangan parkir di tepi jalan
Pendapat Mengapa anda parkir di
bahu jalan?
Masyarakat Pengguna Parkir
TRANSKIP WAWANCARA NAMA : ABDUL AZIS
JABATAN : HUMAS DINAS PERHUBUNGAN MAKASSAR WAKTU : 4 JUNI 2015
TEMPAT : KANTOR DINAS PERHUBUNGAN MAKASSAR
NO PERTANYAAN PENELITIAN JAWABAN INFORMAN
1 Bagaimanakah penyaluran komunikasi dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu
jalan ini?
Penyaluran komunikasi secara vertikal maupun horisontal implementasi kebijakan larangan
parkir ini masih baik 2 Bagaimanakah kejelasan
komunikasi dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu
jalan ini?
Kejelasan komunikasi yang diperoleh khususnya dilingkup Dishub dalam hal larangan parkir ini sudah jelas. Para pelaksana dilapangan tidak menemukan kebingungan dalam melaksanakan kebijakan tersebut karena ada batasan- batasan yang tertentu untuk bahu jalan yang akan ditindaki sesuai perwali No.
64 Tahun 2011. Begitu pun dengan komunikasi kita dengan PD Parkir dan Satlantas Makassar, sudah jelas karena kami sebagai tim dan mempunyai tugas dan fungsi masing- masing
3 Bagaimanakah jumlah serta kemampuan para personil dalam implementasi kebijakan larangan parkir ini?
Kemampuan dan keahlian staf larangan parkir ini sudah baik. Tetapi jumlah staf masih kurang
4 Bagaimanakah informasi yang diterima oleh para personil pelaksana dalam implementasi larangan parkir ini?
Informasi mengenai proses penggembokan di lapangan diperoleh melalui di bagian pengendalian dan operasional Dishub. Informasi nya termasuk cara melaksanakan penggembokan di lapangan, kriteria kendaraan apa saja yang akan digembok
5 Bagaimana wewenang yang diterima oleh pelaksana implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan?
Kewenangan dalam pelaksanaan larangan parkir di bahu jalan ini sudah cukup terlaksana dengan baik. Hanya saja fasilitas nya belum memadai, seperti gembok roda yang masih kurang, anggota masih belum cukup
6 Bagaimanakah sarana dan prasarana dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Sarana dan prasarana pendukung kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini belum memadai, seperti gembok roda, kami hanya memiliki 30 gembok, itu saja hanya beberapa yang berfungsi dengan baik. Dana juga masih kurang
7 Apakah ada SOPs dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
SOPs di mulai dari Dinas Perhubungan sebagai eksekutor lapangan yang turun langsung, terus kendaraan yang mau di gembok juga ada prosedurnya, yaitu kita berhak menggembok setelah orang yang punya kendaraan turun, tapi jika masih ada orangnya diatas kendaraan, kita sampaikan secara lisan. Sesudah penggembokan, kita arahkan ke bagian Satlantas, setelah itu pelanggar ke kita (Dinas Perhubungan) dan memperlihatkan bukti surat tilang dari kepolisian Satlantas, lalu kita lepas gemboknya. Saat ini sudah 400an kendaraan yang di gembok oleh Dishub dari tahun 2014
8 Bagaimana tanggung jawab aktivitas pelaksana (fragmentasi) dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Dalam pelaksanaan kebijakan larangan parkir di bahu jalan dalam penyebaran tanggungjawab aktivitas pelaksana juga dilaksanakan dengan baik
NAMA : DRS. H. ABDULLAH ROWA
JABATAN : KEPALA TEKNIK DAN SARANA DINAS PERHUBUNGAN KOTA MAKASSAR
WAKTU :4 JUNI 2015
TEMPAT : KANTOR DINAS PERHUBUNGAN MAKASSAR
NO PERTANYAAN PENELITIAN JAWABAN INFORMAN
1 Bagaimanakah penyaluran komunikasi dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu
jalan ini?
Penyaluran komunikasi baik vertikal atau horisontal dalam implementasi kebijakan larangan parkir sudah cukup baik. Baik dari Dinas Perhubungan sendiri maupun instansi- instansi yang terkait dalam hal larangan parkir ini.
2 Bagaimanakah pengangkatan personil dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu
jalan ini?
Mengenai pengankatan personil dalam larangan parkir ini kita kembali lagi ke pimpinan walikota. Walikota yang menentukan dan di SK-kan. Personil yang diangkat juga sesuai dengan skill masing- masing
NAMA : DRS. ARYANTO DAMAR, MM
JABATAN : DIRUT PD. PARKIR MAKASSAR RAYA WAKTU : 1 JUNI 2015
TEMPAT : KANTOR PD.PARKIR MAKASSAR RAYA
NAMA : DRS. KASYMIR
JABATAN : KEPALA SEKSI KETERTIBAN LLAJ DINAS PERHUBUNGAN KOTA MAKASSAR
WAKTU :5 JUNI 2015
TEMPAT : KANTOR DINAS PERHUBUNGAN MAKASSAR
NO PERTANYAAN PENELITIAN JAWABAN INFORMAN
1 Bagaimanakah penyaluran komunikasi dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Penyaluran komunikasi vertikal dalam implementasi kebijakan larangan parkir ini perlu ditingkatkan. Tetapi dari horisontalnya, penyaluran komunikasinya sudah jelas. Karena Dishub ini sebagai eksekutor lapangan 2 Bagaimanakah konsistensi
perintah dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Konsistensi perintah sudah diperoleh dengan baik dan jelas dari atasan. Dan tidak mengalami perubahan
3 Bagaimanakah sarana dan prasarana dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Fasilitas gembok masih kurang. Hanya 8 gembok roda saja yang berfungsi dari 30 gembok roda, mobil derek juga hanya 1 yang berfungsi
4 Bagaimanakah pengangkatan personil dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Dalam pengangkatan personil diangkat dengan melihat dan memperhatikan kemampuan yang sesuai dengan bidangnya
5 Bagaimana kah pemberian insentif kepada personil? Apakah mempengaruhi kinerja mereka?
Pemberian insentif kepada personil yang turun ke lapangan tersebut tidak mempengaruhi kinerja mereka
NO PERTANYAAN PENELITIAN JAWABAN INFORMAN
1 Bagaimanakah kejelasan
komunikasi dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Komunikasi PD Parkir dengan Dinas Perhubungan ini sudah jelas, karena kita sebagai tim dalam hal larangan parkir ini, dimana kami PD Parkir mempunyai tugas yaitu melakukan sosialisasi seperti membagikan selebaran atau stiker sebagai bentuk sosialisasi dan memasang spanduk himbauan di setiap ruas jalan sesuai Perwali
6 Apakah ada SOPs dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Dalam pelaksanaan kebijakan larangan parkir ini sudah berjalan sesuai aturan. Intinya kita (Dishub) menggembok kendaraan yang melanggar larangan parkir di bahu jalan, dan polisi bagian Satlantas yang melakukan penilangan. Nanti ada surat tilang dari polisi, baru kita buka gemboknya. Jadwal penggembokan adalah setiap hari Senin-Jumat sekitar jam 10-00 – siang. Tergantung dari situasi di lapangan juga. Untuk saat ini juga, kami baru melakukan penggembokan ini di dua ruas jalan (jl.A.P Pettarani dan jl. Ahmad Yani) dan ketiga ruas jalan yang lain (jl.
Ratulangi, jl. Urip Sumoharjo, dan jl. Sultan Alauddin) masih tahap sosialisasi. Kami juga masih menunggu jika sudah di pasang rambu
7 Bagaimana tanggung jawab aktivitas pelaksana (fragmentasi) dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Penyebaran tanggung jawab pelakasan sudah baik dan sesuai dengan tugas dan fungsi masing- masing.
NAMA : ANDI MUHAMMAD DARWIS
JABATAN : KOORDINATOR LAPANGAN LLAJ DINAS PERHUBUNGAN KOTA MAKASSAR
WAKTU :5 JUNI 2015
TEMPAT : KANTOR DINAS PERHUBUNGAN MAKASSAR
NO PERTANYAAN PENELITIAN JAWABAN INFORMAN
1 Bagaimanakah konsistensi perintah dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Konsistensi perintah tidak berubah-ubah sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada dan tidak ada perubahan
2 Bagaimanakah jumlah serta kemampuan para personil dalam implementasi kebijakan larangan parkir ini?
Kemampuan anggota dalam larangan parkir di bahu jalan baik, namun jumlah personil masih kurang, ada 40 anggota, tetapi masih belum cukup
3 Bagaimanakah sarana dan prasarana dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Iya, masih kurang memang, karena hanya 8 gembok roda saja yang berfungsi. Dan ini juga penghambatnya karena semuanya masih kurang
4 Bagaimana tanggung jawab aktivitas pelaksana (fragmentasi) dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Ya, pelaksana di lapangan masing-masing melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing sesuai dengan SK yang telah ditetapkan sebelumnya
NAMA : SYAHARUDDIN
JABATAN : PERWIRA PENGENDALI LAPANGAN DINAS PERHUBUNGAN KOTA MAKASSAR
WAKTU :5 JUNI 2015
TEMPAT : KANTOR DINAS PERHUBUNGAN MAKASSAR
NO PERTANYAAN PENELITIAN JAWABAN INFORMAN
1 Bagaimana wewenang yang diterima oleh pelaksana implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan?
Kewenangan larangan parkir di bahu jalan ini sudah diterapkan dengan baik. Tetapi dari segi fasilitas, masih kurang
2 Bagaimana kah pemberian insentif kepada personil? Apakah mempengaruhi kinerja mereka?
Pemberian insentif kepada anggota tidak berpengaruh kinerja mereka, karena memang sudah ada gaji yang telah diterima oleh setiap personil
NAMA : HASAN GUHARA
JABATAN : PERWIRA PENGENDALI LAPANGAN DINAS PERHUBUNGAN KOTA MAKASSAR
WAKTU :5 JUNI 2015
TEMPAT : KANTOR DINAS PERHUBUNGAN MAKASSAR
NO PERTANYAAN PENELITIAN JAWABAN INFORMAN
1 Bagaimanakah informasi yang diterima oleh para personil pelaksana dalam implementasi larangan parkir ini?
Informasi mengenai proses penggembokan dalam larangan parkir ini diperoleh dari informasi di bagian pengendalian dan operasional Dishub kota Makassar
2 Bagaimanakah pengangkatan personil dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Pengangkatan personil sudah sesuai dengan bidangnya dan kemampuan masing- masing
NAMA : AKP. SUPRIADI
JABATAN : KEPALA URUSAN PEMELIHARAAN OPERASIONAL LANTAS POLRESTABES MAKASSAR
WAKTU :8 JUNI 2015
TEMPAT : KANTOR KAPOLRESTABES MAKASSAR
NO PERTANYAAN PENELITIAN JAWABAN INFORMAN
1 Bagaimanakah kejelasan
komunikasi dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Kejelasan komunikasi mengenai larangan parkir di bahu jalan ini jelas, karena kami dari pihak kepolisian mempunyai tugas dalam hal penindakan hukum, yaitu dalam bentuk tilang (tindakan langsung) sesuai dengan UU No.22 Tahun 2009. Jadi kami penindakan hukum saja 2 Apakah ada SOPs dalam
implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Setiap hari dilaksanakan. Sistem pelaksanaannya di tilang oleh pihak Satlantas dalam hal penindakan hukum sesuai UU No.22 Tahun 2009 pasal 287 ayat 3
NAMA : MURDADI
JABATAN : PINTARAT TILANG POLRESTABES MAKASSAR WAKTU :8 JUNI 2015
TEMPAT : KANTOR KAPOLRESTABES MAKASSAR
NO PERTANYAAN PENELITIAN JAWABAN INFORMAN
1 Bagaimanakah informasi yang diterima oleh para personil pelaksana dalam implementasi larangan parkir ini?
Di bagian tilang, Baiknya kita juga memberikan informasi atau sosialilasi kepada masyarakat di luar Makassar, supaya mereka juga tahu mengenai larangan parkir ini
2 Apakah ada SOPs dalam implementasi kebijakan larangan parkir di bahu jalan ini?
Kalau sudah di gembok oleh Dishub, pelanggar baru melapor dan membawa surat- surat kendaraan ke kita. Tapi tidak semuanya kita tindak. Karena kami mempunyai banyak pertimbangan. Contoh orang pendatang dari luar makassar yang tidak tahu tentang aturan ini, jadi kita juga tidak tega, karena kami juga melihat dari sisi kemanusiaan. Jadi memang ada sekitar 400 kendaraan yang di gembok oleh Dishub pada tahun 2014, tapi yang kami tindak dalam bentuk tilang sekitar 278 kendaraan. Karena itu tadi, kami mempertibangkan beberapa hal.