• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data

BAB III METODE PENELITIAN

C. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah berbagai cara yang digunakan untuk mengumpulkan data, menghimpun, mengambil atau menjaring data penelitian.5 Teknik pengumpulan data dalam penelitian yaitu bertujuan untuk mendapatkan data.6 Merujuk pada sumber data yang digunakan maka teknik pengumpulan data yang digunakan ialah:

1. Observasi

Menurut Imam Gunawan yang mengutip dari Poerwandari berpendapat bahwa istilah observasi diturunkan dari bahasa latin yang berarti “melihat” dan

“memerhatikan”. Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memerhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan

4 Tohirin, Metode penelitian Kualitatif dalam Pendidikan dan Bimbingan Konseling, (Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2012), h. 3

5 Enzir, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif dan Kalitatif, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008), h. 174

6 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, dan R&D, h. 224

antaraspek dalam fenomena tersebut.7 Dalam pengertian lain, observasi merupakan proses mengamati dan mencatat suatu objek yang berkaitan dengan kegiatan yang diteliti.8

Objek dalam observasi adalah kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Tujuan observasi ini agar peneliti dapat mengamati secara langsung kegiatan kepala sekolah dan kegiatan manajemen sekolah seperti pembiasaan harian, keteladanan, kegiatan spontan dan lingkungan sekolah SMP Islam Al-Syukro Universal Ciputat Kota Tangerang Selatan.

Dalam observasi ini kegiatan awal penulis adalah menyerahkan surat izin untuk melakukan penelitian di SMP Islam Al-Syukro Universal Ciputat. Kegiatan Selanjutnya adalah menyusun langkah-langkah observasi yang akan dilakukan penulis. Dibuatnya langkah-langkah ini adalah agar penelitian terfokus pada judul yang penulis tulis yaitu tentang peran kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah islam berbasis karakter dan lingkungan hidup di SMP Islam Al-Syukro Universal Ciputat. Selanjutnya penulis mulai melakukan observasi mulai dari penanaman pendidikan karakter dan lingkungan hidup. Yang penulis awasi pertama kali adalah cara berpakaian, sopan santu saat berpapasan dengan teman, guru atau orang lain, dan ketidakterlambatan

7 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), h. 143

8 Suwartono, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: Andi, 2014), h. 41

62

masuk sekolah. Kemudian penulis menagamati kegiatan religiusitas yang dilakukan oleh peserta didik.

Selain mengamati peserta didik, penulis juga mengamati kepala sekolah dalam melakukan perannya dalam mewujudkan sekolah Islam berbasis karakter dan lingkungan hidup di SMP Islam Al-Syukro Universal Ciputat.

2. Wawancara

Wawancara adalah pertemuan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam penelitian melalui tanya jawab, sehingga mendapatkan suatu informasi yang mendalam untuk memperoleh keakuratan data dalam penelitian.9

Pengumpulan data melalui teknik wawancara digunakan untuk menangkap masalah sikap dan persepsi seorang secara langsung dengan sumber data. Oleh karena itu, wawancara dapat dijadikan sebuah alat pengumpulan data yang efektif, terutama karena hal-hal berikut:

a. Wawancara dapat dilaksanakan untuk setiap individu tanpa dibatasi oleh faktor usia maupun kemampuan membaca

b. Data yang diperoleh dapat langsung diketahui objektivitasnya, karena dilaksanakan secara hubungan tatap muka

c. Wawancara dapat dilaksanakan langsung kepada responden yang diduga sebagai sumber data

9 Sukandarrumidi, Metodologi Penlitian: Petunjuk Praktis Untuk Penelitian Pemula, (Yogyakarta: Gajah Mada University Press), h. 69

d. Wawancara dapat dilaksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki hasil yang diperoleh, baik melalui observasi terhadap objek manusia maupun bukan manusia

e. Pelaksanaan wawancara dapat lebih fleksibel dan dinamis, karena dilaksanakan dengan cara hubungan langsung, sehingga memungkinkan diberikannya penjelasan kepada responden bila suatu pertanyaan kurang dapat dimengerti.

Wawancara dilakukan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah islam berbasis karakter dan lingkungan hidup berdasarkan berbagai sumber yang telah ditentuakan yaitu: kepala sekolah, guru dan siswa untuk memperkuat jawaban mengenai peran kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah Islam berbasis karakter dan lingkungan hidup di SMP Islam Al-Syukro Universal Ciputat.

Dalam penelitian ini yang akan penulis wawancarai adalah kepala sekolah SMP Islam Al-Syukro Ciputat, guru dan peserta didik untuk mendapatkan informasi tentang apa saja pendapat mereka tentang sekolah Islam berbasis karakter dan lingkungan hidup di SMP Islam Al-Syukro Ciputat. Informasi yang pertama dikumpulkan melalui teknik wawancara dengan kepala sekolah meliputi:

1) Apa yang ibu pahami tentang sekolah Islam berbasis karakter dan lingkungan?

64

2) Apa saja tujuan yang ingin dicapai dalam mewujudkan sekolah Islam berbasis karakter dan lingkungan hidup?

3) Nilai-nilai karakter apa saja yang ditekankan di SMP Islam al-Syukro?

4) Bagaimana peran ibu selaku kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah Islam berbasis karakter dan lingkungan hidup?

5) Apa upaya yang ibu lakukan dalam mewujudkan sekolah Islam berbasis karakter dan lingkungan hidup?

Informasi yang kedua dikumpulkan melalui wawancara dengan guru yaitu:

1) Apa yang ibu pahami tentang sekolah Islam berbasis karakter dan lingkungan?

2) Apa tujuan dari diwujudkannya sekolah Islam berbasis karakter dan lingkungan hidup?

3) Adakah faktor penghambat dalam mewujudkan sekolah Islam berbasis karakter dan lingkungan hidup?

4) Menurut ibu bagaimana kemampuan keterampilan manajerial kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah Islam berbasis karakter dan lingkungan hidup?

5) Bagaimana peran ibu selaku guru dalam mendukung pelaksanaan sekolah Islam berbasis karakter dan lingkungan?

3. Dokumentasi

Menurut Sugiyono dalam bukunya Metode Penelitian Pendidikan mendefinisiskan bahwa “dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

Dokumen bisa berbentu tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang”.10

Penelitian menggunakan teknik ini yaitu dengan mengumpulkan data-data seperti catatan administrasi yang dipegang guru dalam mendata peningkatan dan perkembangan para peserta didik serta dokumen-dokumen penting lainnya yang berkaitan dengan peserta didik. Hasil penelitian dari wawancara dan observasi akan lebih percaya jika didukung oleh dokumen-dokumen di sekolah.

Dokumen yang penulis pelajari yaitu: sejarah berdirinya SMP Islam Al-Syukro Ciputat, visi dan misi SMP Islam Al-Syukro Ciputat, data guru dan siswa SMP Islam Al- Syukro Ciputat, Sarana dan prasarana SMP Islam Al- Syukro Ciputat, serta tata tertib SMP Islam Al-Syukro Ciputat,.

Penulis melakukan sesi dokumentasi pada tanggal 02 Juli sampai 06 Agustus di SMP Islam Al-Syukro Ciputat. Dokumentasi yang diambil penulis yaitu berupa keadaan sekitar sekolah serta keadaan peserta didik ketika melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan karakter dan lingkungan agar penulis dapat mengambil informasi dan menganalisa dengan mudah.

10 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2011), Cet-11, h. 329

66

Dokumen terkait